Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP DOI : 10. E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 Vol. 6 No. Desember 2024, 185 - 189 TERAPI FOOT REFLEXOLOGY TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN KARDIOVASKULER: STUDI LITERATURE REVIEW REFLEXOLOGY THERAPY FOR LITERATURE REVIEW STUDY ANXIETY CARDIOVASCULAR PATIENTS: Muzaroah Ermawati Ulkhasanah1*. Sugiarto2. Siti Lestari3 1 Universitas Duta Bangsa Surakarta 2 Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta *Korespondensi Penulis: muzaroah_ermawati@udb. Abstrak Latar Belakang: Pasien dengan penyakit kardiovaskuler sering timbul kecemasan yang disebabkan oleh rasa takut akan penyakitnya, masa pemulihan yang lama, resiko komplikasi yang tinggi, kematian yang mungkin dapat terjadi, ketakutan akan perubahan dan kehidupan setelah terdiagnosa penyakit maupun pasca tindakan medis. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan pada pasien kardiovaskuler perlu diberikan penatalaksanaan Foot Reflexology yang mempunyai pengaruh secara langsung terhadap elastisitas dinding pembuluh darah, dengan teknik manipulasi dari struktur jaringan lunak yang dapat menenangkan serta mengurangi stress psikologi seperti Tujuan penelitian ini untuk menganalisis berbagai jurnal terkait pengaruh Foot Reflexology terhadap kecemasan pasien tindakan bedah jantung. Metode pengumpulan data menggunakan metode studi literature review dengan menggunakan data base jurnal Google Scholar. Pubmed. Sciencedirect. Researchgate. EBSCO dalam lima tahun terakhir sebanyak 7 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eklusi yang ditetapkan oleh penulis. Hasil: Penelitian dari 7 artikel menunjukkan terdapat pengaruh Foot Reflexology terhadap kecemasan pada pasien bedah jantung, berdasarkan artikel yang dianalisis bahwa Foot Reflexology diberikan rata-rata dalam waktu 1 sampai dengan 3 hari perawatan dengan frekuensi 3 kali perlakuan. Durasi yang digunakan 10 sampai 30 menit setiap sesi, sehingga Foot Reflexology dalam 1 sesi dilakukan dalam waktu30 menit. Kesimpulan: Hasil analisis menunjukkan terdapat Foot Reflexology terhadap kecemasan pada pasien tindakan bedah jantung. Kata kunci: foot reflexology, kecemasan, bedah jantung Abstract Background: Patients with cardiovascular disease often experience anxiety caused by fear of the disease, long recovery period, high risk of complications, possible death, fear of change and life after being diagnosed with the disease or after medical treatment. Efforts that can be made to overcome anxiety in cardiovascular patients need to be given Foot Reflexology management which has a direct influence on the elasticity of blood vessel walls, with manipulation techniques of soft tissue structures that can calm and reduce psychological stress such as anxiety. The aim of this research is to analyze various journals regarding the influence of Foot Reflexology on anxiety in cardiac surgery patients. The data collection method uses the literature review study method using the Google Scholar. Pubmed. Sciencedirect. Researchgate. EBSCO journal data base in the last five years as many as 7 journals that comply with the inclusion and exclusion criteria set by the author. Results: Research from 7 articles shows that there is an influence of Foot Reflexology on anxiety in heart surgery patients. Based on the articles analyzed. Foot Reflexology is given on average within 1 to 3 days of treatment with a frequency of 3 treatments. The duration used is 10 to 30 minutes for each session, so that Foot Reflexology in 1 session is carried out within 30 minutes. Conclusion: The results of the analysis show that Foot Reflexology affects anxiety in cardiac surgery patients Key words: foot reflexology, anxiety, heart surge Submitted Accepted Website : 21 Mei 2024 : 11 November 2024 : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Terapi Foot Reflexology Terhadap Kecemasan Pada Pasien . (Muzaroah Ermawati Ulkhasana. Pendahuluan Prevalensi berdasarkan world Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa pada tahun 2019 diperkirakan 17,9 juta orang di dunia mengalami kematian yang disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah sehingga mewakili jumlah kematian sebanyak 32% Berdasarkan jumlah kematian tersebut 85% disebabkan oleh serangan jantung dan stroke, sepertiga dari kematian terjadi pada orang dengan usia dibawah 70 tahun (World Health Organization (WHO), 2. Kematian yang terjadi akibat penyakit jantung mencapai 481 penduduk per tahun, yang terdiri dari 349 jumlah kematian, penyakit jantung koroner 245. 434 kematian, penyakit jantung hipertensi 50. 620 kematian, dan penyakit jantung lainnya. Data Riskesdas menunjukkan prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia sebesar 1,5% dengan prevalensi tertinggi terdapat di provinsi Kalimantan Utara 2,2%. DIY 2% dan Gurontalo 2% (RISKESDAS. Meningkatnya kasus penyakit jantung disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, merokok dan konsumsi alkohol. Efek dari faktor resiko perilaku yang terjadi, berpengaruh terhadap individu sebagai peningkatan tekanan darah, gangguan profil lipid dan obesitas (Jumayanti et al. , 2. Pasien dengan penyakit jantung sering timbul kecemasan yang disebabkan oleh rasa takut akan penyakitnya, masa pemulihan yang lama, resiko komplikasi yang tinggi, kematian yang mungkin dapat terjadi, ketakutan akan perubahan dan kehidupan setelah terdiagnosa penyakit maupun pasca tindakan medis (Awaludin et al. , 2. Perasaan cemas mungkin dirasakan oleh sebagian besar pasien yang menjalani operasi bedah jantung (Darmayanti, 2. Kecemasan dapat menimbulkan adanya perubahan secara fisik maupun psikologis yang menyebabkan peningkatan aktivitas saraf otonom simpatis, sehingga meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, frekuensi napas dan secara umum mengurangi tingkat energi pada pasien, sehingga berdampak pada perburukan kondisi pasien (Kwan et al. , 2. Penatalaksanaan non farmakologi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan mempunyai banyak pilihan dengan banyak keuntungan, efek samping minimal, sederhana dan tidak membutuhkan biaya yang mahal (Wang et al. Berbagai penelitian telah dilakukan mengenai teknik pijat refleksologi menjadi salah satu metode yang bertujuan merangsang pelepassan zat biokimia dengan meningkatkan aktivitas parasimpatis, mengurangi kecemasan dan stress sehingga dengan implementasi teknik pijat refleksiologi memberikan pengaruh terhadap penurunan kadar kortisol, memberikan efek releks dan homeostasis (Shahsavari et al. , 2. Menganalisis berbagai jurnal terkait pengaruh Foot Reflexology terhadap kecemasan pasien kardiovaskuler berdasarkan tingkat Evidance Based Practice. Metode Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan data sekunder, meliputi kegiatan pengumpulan data, mengkaji dan meninjau hasil penelitian yang telah ada Sumber data penelitian yang digunakan berasal dari jurnal elektronik Pubmed. ScienceDirect. Researchgate. EBSCO. Wiley. Pencarian artikel menggunakan kata kunci: Foot Reflexology AND Anxiety AND Cardiac Surgery Patients. Penelitian ini ditemukan 7 karya ilmiah berupa jurnal internasional dalam kurun waktu tahun 2018 hingga tahun 2022. Analisis hasil jurnal ilmiah dilakukan dengan menelaah persamaan dan perbedaan, membandingkan waktu, dosis implementasi Foot Reflexology terhadap kecemasan pada pasien yang melakukan tindakan bedah Gambar 1. Alur Metode Penelitian Terapi Foot Reflexology Terhadap Kecemasan Pada Pasien . (Muzaroah Ermawati Ulkhasana. Hasil Berdasarkan hasil analisis data studi literatur terhadap 7 jurnal ilmiah didapatkan hasil sebagai Tabel 2. Hasil studi literatur implementasi Foot Reflexology terhadap kecemasan pasien dengan tindakan bedah jantung. Penelti Waktu Dosis (Sayied Ahmed, 2. 3 waktu : Sebelum intervensi Segera setelah intervensi 30 menit setelah intervensi 3 waktu Pada hari ke 2, ke 3dan ke 4 setelah tindakan 30 menit Hasil penelitian/p P<0,001 30 menit P=0,001 3 waktu Pada hari ke 2, ke 3dan ke 4 setelah tindakan 3 waktu : Sebelum intervensi Segera setelah intervensi 10 menit setelah intervensi 20 menit 1 jam sebelum intervensi 20 menit Hari ke 2: p=0,002 Hari ke 3: p=0,001 Hari ke 4: p=0,001 Sebelum (<0,. Segera intervensi (<0,. intervensi (<0,. P <0,001 3 waktu 10 menit setelah intervensi Hari ke 2 dan hari ke 3 pasien di ICU Waktu segera Setelah 15 menit Setelah 45 menit 15 menit P<0,05 45 menit Waktu segera <0,001 Setelah 15 menit <0,001 Setelah 45 menit <0,001 (Kolbadinejad et al. , 2. (Sahin Cilingir, 2. , (Allahbakhhsian et al. , 2. (Ramezanibadr et al. , 2. (Abbaszadeh et , 2. (Abbaszadeh et , 2. Literature review yang berjudul Aupengaruh Foot Reflexology terhadap kecemasan pasien tindakan bedah jantungAy internasional yang sesuai dengan topik Penelitian menggunakan sumber jurnal dari desain yang menggambarkan sejumlah variabel sesuai dengan topik yang diteliti. Sumber jurnal yang digunakan menggunakan metode, diantaranya Randomized Control Trial dan Quasi Experimental dengan variable yang diteliti yaitu Foot Reflexologi dan kecemasan. Pembahasan Penyakit kardiovaskular merupakan sekelompok penyakit jantung dan pembuluh darah yang meliputi penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskuler, penyakit arteri perifer, penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan thrombosis vena dalam dan 15 menit emboli pulmonal (Esaic et al. , 2. Pasien dengan gangguan penyakit jantung biasanya sering mengalami ketakutan dan beranggapan bahwa organ tubuh yang paling vital adalah jantung (Fuchs and Whelton, 2. Jika organ jantung mengalami gangguan, maka kesehatan pasien akan terancam hingga mengalami Kondisi menyebabkan pasien merasakan cemas, ketakutan hingga depresi (Fukazawa et al. Pasien mengekspresikan ketakutan dengan berbagai cara seperti, cemas yang berlebihan, mimpi buruk, gelisah, insomnia dan perilaku menyangkal mengenai penyakitnya (Nuraeni. Kecemasan yang terjadi pada pasien dengan penyakit jantung merupakan respon antisipasi terhadap suatu pengalaman yang membahayakan terhadap perannya dalam hidup, integritas tubuh dan kehidupannya. Kecemasan dapat menimbulkan efek yang Terapi Foot Reflexology Terhadap Kecemasan Pada Pasien . (Muzaroah Ermawati Ulkhasana. negative bagi kesehatan jantung baik fisiologis dan psikologis. Kecemasan dapat menstimulasi system saraf simpatik yang dapat berespon pada system kardiovaskular mengakibatkan peningkatan atau penurunan tekanan darah, kontraksi jantung, heart rate, aritmia, gangguan hemodinamik, palpitasi dan jantung berdebardebar (Connie W. A, 2. Situasi ini berakibat kebutuhan oksigen miokard lebih banyak sehingga mengganggu pasokan Peningkatan respon inflamasi dan koagulasi darah menyebabkan terbentuknya thrombus sehingga bisa terjadi efek sistemik yang meluas. Kecemasan dapat menjadi faktor meningkatkan resiko kematian (Kaptoge et al. Kecemasan menstimulasi HPA-axis di korteks cerebri yang akan mempengaruhi hipotalamus untuk mensekresikan CRF (Corticotrophin Releasing Hormon. , selanjutnya hypothalamus akan memacu hipofisisanterior untuk memproduksi ACTH (Adrenocorticotrophic Hormon. kemudian ACTH akan merangsang korteks adrenal untuk melepaskan hormone kortisol yang disebut hormone stress(Takahashi et al. Hormon kortisol dalam jumlah tinggi dialiran darah akan membuat produksi hormon didalam tubuh tidak seimbang yang akan menekan system imun tubuh dan menimbulkan respon cemas maupun stress(Wang et al. Perawat mempunyai peranan yang sangat penting untuk mempersiapkan pasien jantung yang mengalami kecemasan akibat proses penyakit dan tindakan medis yang dihadapi pasien(Santamarya et al. , 2. Pengkajian tingkat kecemasan sampai pemberian terapi sintervensi sebagai penanganan dalam mengatasi gangguan kecemasan pada pasien dengan penyakit jantung baik dengan atau tanpa pembedahan dapat menggunakan terapi farmakologi dan non farmakologi. Teknik nonfarmakologi yang dapat diterapkan dalam upaya mengurangi kecemasan berdasarkan mekanisme kerja saraf simpatik dan parasimpatik dapat diberikan Teknik Foot Reflexology (Sahin and Cilingir, 2. Berdasarkan hasil studi literature yang diuraikan dapat disimpulkan bahwa waktu pelaksanaan implementasi Foot Reflexology dilakukan dalam jumlah 3 kali. Hasil ini didapatkan dari analisis bahwa rata-rata pelaksanaan implemntasi tersebut sebanyak 3 Waktu yang digunakan oleh peneliti bervariatif yaitu sebelum tindakan bedah jantung dan sesudah dilakukan bedah jantung. Durasi yang digunakan oleh penelitin juga sangat bervariatif mulai dari 15 menit sampai dengan 45 menit. Kesimpulan Berdasarkan artikel yang telah dianalisis oleh penulis bahwa terdapat pengaruh Foot Reflexology terhadap kecemasan pasien tindakan bedah jantung. Responden pada artikel yang dilakukan analisis bervariasi. Foot Reflexology memberikan pengaruh terhadap peningkatan hormon dopamine dan serotonin yang mampu mempengaruhi pengeluaran hormon endorphin yang berdampak pada rasa nyaman dan relaks, rata-rata Foot Reflexology dilakukan dengan frekuensi 3 kali dengan durasi 30 menit Ucapan Terima Kasih Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas kesehatan dan kesejahteraan sehingga dapat menelesaikan artikel ini. Penulis mengucapakan terimakasih kepada semua pihak Bapak dan Ibu Dosen di Lingkungan Politeknik Kesehatan Surakarta atas arahan, dukungan dan bantuan dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. Daftar Pustaka