Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI ISSN: 2443-0021 E-ISSN: 2716-4136 https://ejournal. stai-tbh. id/index. php/mitra-pgmi Pengaruh Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal terhadap Kesadaran Budaya Siswa Sekolah Dasar Muhammad Hazlim1,a*. Aramudin Aramudin2,b. Risnawati Risnawati3,c. M Fikri Hamdani4,d 1,2,3,4 Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Pekanbaru. Riau. Indonesia E-Mail: haslim707@gmail. coma, aramudin@uin-suska. id b, risnawati@uin-suska. id c, mfikham@gmail. Abstract: This study aims to analyze the effect of local wisdom-based social studies learning on the cultural awareness of elementary school students in Tanjung Village, precisely at UPT SDN 002 Tanjung Koto Kampar Hulu. The approach used is quantitative with a pre-experiment design of one group pretest-posttest type. The study population consisted of all fifth-grade students totaling 25 people, which also became the research sample. Data collection techniques include observation, interviews, and tests. Data analysis was conducted using descriptive and inferential analysis with dependent t statistical test through Paired Sample t-test using SPSS 24 application. The results showed that local wisdom-based social studies learning had a positive impact on students' cultural The data shows that the mean pretest value is 70. 20 and the mean posttest value is In addition, the paired sample t test results show a significant value of 0. 000 <0. 05, which means the hypothesis H1 is accepted. This shows that there is a difference in the level of students' cultural awareness before and after using local wisdom-based social studies learning. Keywords: Social Sciences Learning. Local Wisdom. Culture Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal terhadap kesadaran budaya siswa sekolah dasar di Desa Tanjung, tepatnya di UPT SDN 002 Tanjung Koto Kampar Hulu. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain preeksperimen jenis one group pretest-posttest. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas V yang berjumlah 25 orang, yang sekaligus menjadi sampel penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan tes. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan inferensial dengan uji statistik t dependen melalui Paired Sample t-test menggunakan aplikasi SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal memiliki dampak positif terhadap kesadaran budaya siswa. Data menunjukkan bahwa nilai mean pretest sebesar 70,20 dan nilai mean posttest sebesar 84,20. Selain itu, hasil uji t sampel berpasangan menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti hipotesis H1 Hal ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat kesadaran budaya siswa sebelum dan sesudah menggunakan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: Pembelajaran IPS. Kearifan Lokal. Budaya Cara mensitasi artikel ini: Hazlim. Aramudin. Risnawati. , & Hamdani. Pengaruh pembelajran IPS berbasis kearifan lokal terhadap kesadaran budaya siswa sekolah dasar. Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI, 10. , 220-229. https://doi. org/10. 46963/mpgmi/v10i2. Informasi Artikel *Corresponding author: haslim707@gmail. DOI: https://doi. org/10. 46963/mpgmi. Histori Artikel: Diterima : 26 / 06 / 2024 Direvisi : 26 / 06 / 2024 Diterbitkan : 31 / 07 / 2024 AAuthors . This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License CC BY SA International Muhammad Hazlim. Aramudin Aramudin. Risnawati Risnawati ,M Fikri Hamdani Pengaruh Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Kesadaran Budaya Siswa Sekolah Dasar PENDAHULUAN Di tengah gempuran modernisasi dan arus globalisasi yang kian deras. Indonesia, dengan kekayaan budaya dan tradisinya yang luar biasa, dihadapkan pada tantangan untuk menjaga dan melestarikan warisan budayanya (Fauzi 2. Kearifan lokal, warisan leluhur yang telah teruji ketahanan dan kearifannya dalam menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan kehidupan, menjadi harta karun yang tak ternilai bagi bangsa ini (Ulinuha. , & Man 2. Lebih dari sekadar warisan masa lampau, kearifan lokal merupakan sala satu sumber ilmu dan sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk membangun masa depan lebih baik dan bagus Indonesia, sebagai negeri multietnik dan multikultural, memiliki kekayaan dan keragaman budaya yang sangat indah dan luar biasa. Setiap daerah yang ada diindonesia ini berbagai yang memiliki kearifan lokal yang unik, yang tersimpan dalam tradisi, kepercayaan, seni, dan adat istiadat (Zulkarnaen 2. Namun, semakin meluasnya globalisasi dan modernisasi, kearifan lokal semakin tergerus dan terancam punah. Banyak generasi muda yang tidak lagi menghargai dan mempelajari kearifan lokal, karena lebih tertarik pada hal-hal yang dianggap lebih 'modern' dan 'treny'(Akbar, 2. Salah satu Tantangan terbesar bagi Indonesia saat ini adalah bagaimana menjaga dan melestarikan kearifan lokal, sehingga kekayaan budaya tersebut dapat terus diwariskan dari satu generasi pada generasi berikutnya (Lubis, 2. Menurut salah satu pendapat Endayani merupakan Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah melibatkan generasi muda dalam upaya melestarikan kearifan lokal (Endayani 2. Generasi muda dapat diajak untuk mempelajari dan mengenal lebih dalam tentang kearifan lokal, melalui berbagai kegiatan seperti pementasan seni tradisional, festival budaya, seminar. Selain itu, pemerintah dan masyarakat juga dapat bersinergi dalam mengembangkan kearifan lokal. Pemerintah dapat memberikan dukungan dan anggaran untuk pengembangan kegiatan dan program yang bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal (Setyaningrum 2. Masyarakat dapat terlibat aktif dalam menjaga kearifan lokal di lingkungan sekitar, seperti dengan mengadakan upacara adat, menyelenggarakan pagelaran seni, atau mengajak generasi muda untuk bergabung dalam komunitas kearifan lokal (Aziz. , & Kamilah 2. Kearifan lokal adalah sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar warisan masa lalu yang harus dilestarikan (Hakim 2. Selain itu, kearifan lokal juga merupakan sumber ilmu dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Jika kita berhasil melestarikan kekayaan kearifan lokal. Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih unggul, kreatif, dan Print Ae ISSN: 2443-0021 Online - ISSN: 2716-4136 Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI Vol. 10 No. 2 Tahun 2024 inovatif (Diwyanto. & Wicaksono 2. Karna kearifan lokal adalah kunci utama untuk membangun masa depan bangsa Indonesia yang lebih gemilang. Adapun dalam pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilainilai kearifan lokal kepada generasi penerus. Sekolah Dasar menjadi gerbang utama dalam menumbuhkan karakter dan kesadaran budaya pada anak sekolah dasar (Hidayat 2. Pada Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar dapat mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses belajar mengajar (Soemardi. & Irianto 2. Pengintegrasian kearifan lokal dalam pendidikan sekolah dasar penting untuk membentuk pola pikir dan karakter anak didik (Shufa 2. Diharapkan anak didik dapat menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan memahami esensi keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia. Pendekatan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal membuka cakrawala baru dalam dunia Pendidikan (Rachmadyanti 2. Salah satu Pendekatan ini bukan hanya bertujuan untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan rasa cinta dan kepedulian terhadap budaya lokal, mendorong siswa untuk memahami dan mengapresiasinya, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk melestarikannya (Mulyatiningsih, dKk 2. Melalui pada pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal. Siswa diajak untuk belajar dari kearifan leluhur, memahami nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari (Safitri. , & Tampati 2. Pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal terhadap kesadaran budaya siswa Sekolah dasar. aspek ini menjadi fokus utama penelitian karena merupakan fondasi penting dalam membangun generasi muda yang berkarakter dan berbudaya luhur. Di sisi lain, kesadaran budaya menanamkan rasa cinta dan penghargaan terhadap budaya sendiri dan budaya orang lain, membuka peluang untuk menjalin kerja sama dan pertukaran budaya yang saling menguntungkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan model pembelajaran IPS yang efektif dan inovatif, terintegrasi dengan nilai-nilai kearifan lokal, untuk menanamkan karakter kesadaran budaya pada siswa Sekolah Dasar. Guru IPS Sekolah dasar dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai panduan dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual, selaras dengan kearifan lokal di daerahnya. Bagi kepala sekolah dasar, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolahnya, dengan mengoptimalkan pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar dan media pengembangan karakter siswa. Lebih luas lagi, hasil penelitian ini diharapkan dapat membuka wawasan bagi para pemangku kepentingan lainnya dalam memahami pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dan perannya dalam Print Ae ISSN: 2443-0021 Online - ISSN: 2716-4136 Muhammad Hazlim. Aramudin Aramudin. Risnawati Risnawati ,M Fikri Hamdani Pengaruh Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Kesadaran Budaya Siswa Sekolah Dasar pendidikan karakter siswa Sekolah Dasar, khususnya dalam menumbuhkan rasa kesadaran budaya. METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan ini merupakan jenis penelitian Pre-Eksperimental dengan menggunakan One Group Pretest Posttest Design. Menurut Sugiyono . , pre-eksperimen design . on-desig. adalah jenis penelitian yang belum tergolong sebagai eksperimen yang sesungguhnya, karena masih terdapat variabel Artinya, hasil dari eksperimen yang tergolong sebagai variabel dependen tidak hanya dipengaruhi oleh variabel independen. Namun, alasan penggunaan desain penelitian ini adalah karena hanya melibatkan satu kelompok atau kelas dalam penelitian sehingga tidak ada kelompok yang digunakan sebagai kelompok Pada desain penelitian ini, perlakuan diberikan sebelum dan sesudah, sehingga hasil perlakuan dapat diketahui dengan lebih akurat karena dapat dibandingkan dengan keadaan sebelum diberikan perlakuan (Kustono 2. Pre-test Tabel 1: Desain Penelitian Treatment Post-test Alur penelitian peserta didik menjalani pre-test terlebih dahulu, kemudian diberikan pembelajaran IPS dengan basis kearifan lokal, dan terakhir diberikan post-test. Setelah itu, hasil dari pre-test dan post-test dianalisis menggunakan Uji Normalitas dan Uji Paired Sample T-test dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 24. Hasil dari Uji Paired Sample T-test akan dinyatakan dalam bentuk nilai signifikan dan digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan. Jika nilai sig. < 0. 05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Variabel bebas (X) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y). Jika nilai sig. > 0. 05, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Variabel bebas (X) tidak berpengaruh terhadap variabel terikat (Y). Dalam memilih Lokasi Penelitian, peneliti menggunakan pendekatan purposive Sampling Area Pendekatan ini memungkinkan peneliti Untuk secara sengaja memilih Lokasi yang dianggap paling Representatif Sesuai dengan tujuan Penelitian. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di UPT SDN 002 Tanjung Koto Kampar Hulu, dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 002 Tanjung yang berjumlah 25 Siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 14 siswa Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kesadaran budaya yang mana tes ini digunakan untuk mengukur Tingkat kesadaran budaya siswa sebelum dan setelah pelaksanaan pembelajaran IPS Berbasis kearifan lokal, tes ini terdiri dari 20 item pertanyaan yang menggunakan skala likert. Print Ae ISSN: 2443-0021 Online - ISSN: 2716-4136 Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI Vol. 10 No. 2 Tahun 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN 002 Tanjung Koto Kampar hulu yang dilakukan dua kali test. Pretest dan Posttest yang terdiri dari 25 siswa. Setiap siswa diberikan Pretest sebelum dilakukan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal, dan Posttest setelah pembelajaran dilaksanakan. Kegiatan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal. Berikut Hasil Pretest dan Posttest Dikelas V: Tabel 2: Hasil Pretest dan Posttest Dikelas V No. Siswa Pretest Posttest Siswa 001 Siswa 002 Siswa 003 Siswa 004 Siswa 005 Siswa 006 Siswa 007 Siswa 008 Siswa 009 Siswa 010 Siswa 011 Siswa 012 Siswa 013 Siswa 014 Siswa 015 Siswa 016 Siswa 017 Siswa 018 Siswa 019 Siswa 020 Siswa 021 Siswa 022 Siswa 023 Siswa 024 Siswa 025 Adapun hasil Penelitian Pretest dan Posttest ditunjukkan pada tabel 2 Analisis statistik ini berguna untuk memaparkan dan menggambarkan data penelitian yang mencakup jumlah nilai maksimal, nilai rata-rata dan sebagainya. Print Ae ISSN: 2443-0021 Online - ISSN: 2716-4136 Muhammad Hazlim. Aramudin Aramudin. Risnawati Risnawati ,M Fikri Hamdani Pengaruh Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Kesadaran Budaya Siswa Sekolah Dasar Tabel 3: Nilai rata-rata/Mean. Median. Modus. Standar Deviasi, dan Varians Pretest Posttest Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum Sum Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil Pretest dan Posttest yang menunjukkan hasil positif. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal memiliki pengaruh positif terhadap kesadaran budaya. Dalam hal ini, hasil pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal lebih baik dibandingkan dengan penggunaan pembelajaran sebelumnya, terbukti dengan meningkatnya kesadaran budaya di atas nilai kelulusan minimum dan memiliki signifikansi statistik. Selanjutnya, hasil dari uji normalitas akan Tabel 4: Uji Normalitas Data Pretest dan Posttest Kolmogorov-Smirnova Pretest Statistic Posttest Shapiro-Wilk Sig. Statistic Sig. Lilliefors Significance Correction Hasil dari uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa nilai signifikansi Pretest adalah 0,007 dan Posttest adalah 0,070 Karena nilai signifikansi pada kedua test lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar siswa terdistribusi normal. Print Ae ISSN: 2443-0021 Online - ISSN: 2716-4136 Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI Vol. 10 No. 2 Tahun 2024 Hasil Tabel 5 : Uji Homogenitas Data Pretest dan Posttest Levene Statistic Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted Based on Sig. Untuk menentukan homogenitas kelompok data, digunakan kriteria ketuntasan di mana jika nilai signifikansi . lebih besar dari 0,05, maka varian kelompok data sama . , sedangkan jika sig kurang dari 0,05, maka varian kelompok data berbeda . idak homoge. Dalam penelitian ini, berdasarkan pada Tabel 3, diperoleh Nilai signifikansi pada Based on Mean Sebesar 0,326 yang lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh bersumber dari kelompok data yang homogen. Pair 1 Pretest Posttest Tabel 6: Hasil Uji Paired Sample T-Test Std. Mean Deviation Std. Error Mean Untuk mengambil kesimpulan hipotesis, digunakan kriteria jika nilai signifikansi . -taile. < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sedangkan jika nilai sig . -taile. > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Berdasarkan hasil nilai sig . -taile. sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, yakni adanya pengaruh yang signifikan dari Pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal terhadap kesadaran budaya siswa sekolah dasar di SDN 002 Tanjung Koto Kampar Hulu. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang menunjukkan bahwa Pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kesadaran budaya siswa sekolah dasar di SDN 002 Tanjung Koto Kampar Hulu. Oleh karena itu. Pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal berperan dalam meningkatkan tingkat kesadaran budaya siswa. Hasil penelitian sebelumnya juga telah membuktikan keefektifan pembelajaran IPS dengan basis kearifan lokal dalam meningkatkan kesadaran siswa (Dewi. , & Sujana 2. Pembelajaran IPS tidak hanya dapat membuat siswa lebih memahami kesadaran budaya, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan memahami kesadaran budaya dengan Print Ae ISSN: 2443-0021 Online - ISSN: 2716-4136 Muhammad Hazlim. Aramudin Aramudin. Risnawati Risnawati ,M Fikri Hamdani Pengaruh Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Kesadaran Budaya Siswa Sekolah Dasar memberikan pengalaman yang menarik bagi siswa. Hal ini juga didukung oleh peran guru dalam memberikan materi (Putra 2. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman kesadaran budaya siswa. Hasil dari penelitian yang dilakukan diawali dengan analisis statistik deskriptif pada pretest dan post-test siswa kelas V, menunjukkan adanya perbedaan dalam tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS. Hal ini terbukti dengan nilai ratarata/mean kesadaran budaya siswa sekolah dasar pada pre-test sebesar 70,20 sedangkan nilai rata-rata pada Posttest sebesar 84,20. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran IPS berbasis lokal lebih baik dan memberikan dampak yang positif dibandingkan dengan pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial pada uji pra-syarat, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, ditemukan bahwa semua data dari hasil Pretest dan Posttest berdistribusi dengan normal menggunakan uji Shapiro Wilk. Sebagai tindak lanjut, uji homogenitas juga dilakukan pada hasil Pretest dan Posttest menggunakan uji Levene. Hasilnya menunjukkan bahwa data dinyatakan homogen. Berdasarkan hasil uji hipotesis statistik inferensial, terlihat bahwa uji paired sample t-test menunjukkan pengaruh yang signifikan dari pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal terhadap kesadaran budaya siswa, yang ditunjukkan pada Tabel 4. Hasil nilai signifikansi . yang diperoleh adalah 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pembelajaran IPS terhadap tingkat kesadaran budaya siswa Sekolah dasar di SDN 002 Tanjung Koto Kampar Hulu. Dalam penelitian ini, dilakukan suatu intervensi yang bertujuan untuk mempengaruhi variabel bebas atau independen yang sedang diteliti. Kemudian, pengukuran dilakukan pada variabel terikat atau dependen sebelum (Pretes. dan setelah (Posttes. intervensi dilakukan. Data yang diperoleh digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai Pretest dan Posttest dari kelompok subjek yang sama. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai Pretest dan Posttest dari kelompok subjek yang sama setelah diberikan suatu intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan dapat mempengaruhi variabel terikat dan menghasilkan perubahan pada nilai Pretest dan Posttest. Metode penelitian One Group Pretest-Posttest Design yang digunakan dalam penelitian ini memiliki beberapa kelemahan. Karena tidak ada kelompok kontrol yang digunakan, maka sulit untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan perubahan pada nilai Pretest dan Posttest. Selain itu, adanya faktor lain yang mempengaruhi variabel terikat juga sulit untuk dikendalikan dalam penelitian ini. Print Ae ISSN: 2443-0021 Online - ISSN: 2716-4136 Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI Vol. 10 No. 2 Tahun 2024 Namun, meskipun ada beberapa kelemahan, penelitian dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design tetap dapat berguna dalam mengukur efektivitas dari suatu intervensi. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan efektivitas intervensi yang diberikan kepada kelompok subjek yang sama di masa depan. Penelitian ini tetap memiliki nilai penting dan kontribusi dalam pengembangan pendidikan yang lebih baik. KESIMPULAN DAN SARAN (Bold. Uppercase . uruf besa. Font Times New Roman. Font Size 12. Align text KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal efektif untuk meningkatkan kesadaran budaya siswa dan dapat menjadi rekomendasi bagi pengembangan pendidikan di masa depan. Mengacu pada temuan penelitian, diharapkan ada pengembangan selanjutnya pada materi IPS lainnya dan juga untuk kelas yang berbeda. Temuan ini juga dapat diterapkan secara luas untuk menguji efektivitasnya yang sebenarnya. Anda dapat menggunakan hasil temuan ini sebagai bahan referensi dalam penelitian selanjutnya untuk hasil penelitian yang lebih baik. REFERENSI