Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP HUBUNGAN ANTAR SUDUT MENGGUNAKAN MEDIA HUBANTSUKA PADA KELAS VII SMP NEGERI 7 NANGA PINOH Ifana Ria Hanifah1. Linda Dwi Saputri2. Nurul Apsari3 Mahasiswi Pendidikan Matematika, 2Dosen Pendidikan Matematika, 3Dosen Pendidikan Fisika Pendidikan Matematika, 3Pendidikan Fisika. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Melawi ifanaria114@gmail. com1, dwisaputrilinda@gmail. com2, nurul. apsari89@gmail. Corresponding author: ifanaria114@gmail. Abstrak : Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pemahaman konsep hubungan antar sudut setelah diberikan media hubantsuka di kelas VII SMP Negeri 7 Nanga Pinoh. Siswa belum memahami konsep hubungan antar sudut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis eksperimen dengan Pre-Experimental Design menggunakan bentuk One-Group Pretest-Posttest design. Populasi mencakup seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Nanga Pinoh. Pengambilan sampel dengan teknik sampel total kelas VII dengan jumlah keseluruhan 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep antara sebelum dan sesudah diberikan media hubantsuka yang memperoleh rata-rata nilai pretest sebesar 43,9 dan rata-rata nilai posttest sebesar 81,7. Data tersebut menunjukkan perbedaan sebesar 37,8. Artinya terdapat peningkatan pemahaman konsep hubungan antar sudut setelah diberikan media hubantsuka. Kata Kunci : Pemahaman Konsep. Hubungan Antar Sudut. Media Hubantsuka Abstract : The purpose of this research was to find out whether there was an increase in understanding the concept of the relationship between angles after being given hubantsuka media in class VII SMP Negeri 7 Nanga Pinoh. Student donAot understand the concept of the relationship between angles. This research uses a quantitative method of experimental type with Pre-Experimental Designs using the form of One-Group Pretest-Posttest design. The population includes all seventh grade students at SMP Negeri 7 Nanga Pinoh. Sampling with a total sample technique of class VII with a total of 25 students. The results showed that there was an increase in concept understanding between before and after being given hubantsuka media which obtained an average pretest score of 43. 9 and average posttest value of 81. The data shows a difference of 37. This means that there is an increase in understanding the concept of the relationship between angles after being given the hubantsuka media. Keywords : Concept Understanding. Relationship Between Angles. Hubantsuka Media Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 PENDAHULUAN Pendidikan yaitu suatu proses yang dilaksanakan dengan terencana untuk pengalaman, mengembangkan potensi melalui proses pembelajaran demi tujuan hidup ke masa depan yang lebih cemerlang. Proses yang dilaksanakan dengan terencana untuk mendapat pengetahuan, pemahaman, pengalaman dan mengembangkan potensi dapat dilakukan melalui suatu proses pembelajaran matematika. Menurut Hamzah & Muhlisrarini . 6: . pembelajaran matematika yaitu mewujudkan suasana lingkungan yang kegiatan belajar matematika. Salah satunya seperti kegiatan berhitung, mengamati dan lain sebagainya. Pembelajaran matematika di sekolah masih sering menjadi sesuatu yang kurang disenangi siswa dikarenakan rumitnya materi matematika dan tidak memahami konsep. Pemahaman pembelajaran matematika memprihatinkan diketahui dari permasalahan yang sering menyelesaikan suatu soal matematika. Siswa hanya menghafal dan mengingat hubungan di antara sudut-sudut matematika yang mana terkadang mereka lupa dan tidak dapat menyatakan ulang hubungan di antara sudut-sudutnya mengklasifikasikan dalam menentukan pasangan sudut. Jika siswa bisa memahami konsep hubungan antar sudut yaitu letak sudutnya, maka dengan mengubah letak sudut ketika dua garis sejajar yang dipotong oleh garis lain siswa dapat menentukan sudut-sudut pasanganpasangan sudut serta dapat mengerjakan soal dengan baik. Berdasarkan observasi tidak setiap siswa bisa memahami konsep dengan baik. Siswa masih kesusahan dalam memahami, mengerjakan dan menyelesaikan soal matematika yang diberikan khususnya pada materi hubungan antar sudut. Salah satunya seperti tidak dapat menyatakan ulang hubungan di antara sudut-sudut serta tidak menentukan pasangan sudut. Kesulitan muncul karena siswa belum memahami Untuk memahami konsep tersebut diperlukan media dan alat peraga khusus untuk Pemakaian media dan alat peraga yang kreatif memungkinkan siswa belajar lebih senang, aktif, baik serta bisa menarik perhatian siswa. Satu di antaranya media yang digunakan adalah Media hubantsuka adalah suatu media pembelajaran matematika yang membuktikan hubungan di antara sudutsudut matematika (Manurung, 2020: . Sudut-sudut menggunakan media ini yaitu sudut-sudut yang terbentuk ketika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain, di antaranya sudut yang saling bertolak belakang, sudut sehadap, sudut berseberangan dan sudut Sehingga dapat disimpulkan media pemahaman konsep. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pemahaman konsep hubungan antar sudut setelah diberikan media hubantsuka di kelas VII SMP Negeri 7 Nanga Pinoh. Pemahaman adalah kemampuan memahami makna dalam arti yang dipelajari sehingga siswa tidak sekadar mengingat secara verbalitas, tetapi dapat memahami konsep. Konsep yaitu sebuah ide abstrak yang memadukan beberapa unsur sumber-sumber berbeda yang memungkinkan untuk mengklasifikasikan objek-objek tersebut termasuk atau tidak ke dalam ide abstrak. Menurut Sanjaya . alam Effendi, 2017: . pemahaman konsep merupakan kemampuan siswa berupa penguasaan terhadap materi pelajaran, yang mana siswa tidak hanya mengerti atau menghafal Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 konsep yang dipelajari, tetapi dapat mengutarakan kembali dalam bentuk lain yang mudah dipahami, memberikan penjelasan dan mampu menerapkan konsep dengan kemampuan yang dimiliki. Jadi, pemahaman konsep adalah kemampuan siswa dalam menguasai ide abstrak yang mana siswa tidak hanya menghafal tetapi mampu mengungkapkan kembali suatu materi ke bentuk yang lebih dipahami, dapat menyatakan ulang setiap konsep, mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat . esuai memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu. Indikator hubungan antar sudut yang digunakan pada penelitian ini adalah menyatakan ulang sebuah konsep besar salah satu sudut jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain, mengklasifikasikan objek menurut sifatsifat tertentu sesuai dengan konsep sudut yang saling sehadap, berseberangan dalam, berseberangan luar, dalam sepihak, luar menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur dalam menentukan nilai salah satu METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan PreExperimental Designs yang berbentuk One Group Pretest-Posttest design. Pada desain ini siswa diberikan pre-test sebelum perlakuan sehingga hasil perlakuan diperoleh lebih akurat, karena dapat dibandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. (Sugiyono, 2013: . Gambar 3. 1 Desain Penelitian O1 X O2 Keterangan : O1 = Nilai pre-test . ebelum diberi media X = Perlakuan . edia hubantsuk. O2 = nilai post-test . etelah diberi media Arikunto . 3: . menyatakan Aupopulasi yaitu semua subjek penelitianAy. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Nanga Pinoh. Sugiyono . 9: . sampel adalah sebagian yang dimiliki oleh sebuah Sampel dalam penelitian yaitu sampel total. Sampel total yaitu cara penetapan suatu sampel jika seluruh anggota populasi dipakai sebagai sampel. Istilah lain dari sampel total adalah sensus, yang mana seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2019: . Kelas VII di SMP Negeri 7 terdiri dari satu kelas. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII dengan jumlah keseluruhan 25 siswa terdiri dari 6 siswi perempuan dan 19 siswa laki-laki. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar tes dan lembar wawancara. Tes tertulis berbentuk lembar soal essay berjumlah 5 soal yang mana pada nomor 1 terdiri dari 3 bagian yaitu 1 a, 1 b, 1 c serta pada nomor 2 dan 3 terdiri dari satu bagian. Soal tes berupa pretest dan posttest. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa tes dan wawancara. Tes yang digunakan yaitu pre-test dan posttest. Pretest dilaksanakan pada awal penelitian agar peneliti mengetahui kemampuan dan pengetahuan siswa sebelum menerapkan media hubantsuka. Sedangkan soal post-test dilaksanakan di akhir penelitian agar peneliti mengetahui hasil belajar dan pemahaman siswa setelah menggunakan media hubantsuka. Sebelum menyebarkan soal pretest dan posttest kepada siswa maka peneliti menyusun kisikisi soal. Kisi-kisi tersebut memuat pedoman dalam menentukan soal untuk dijadikan tes yang mana akan menghasilkan soal memuat materi dengan tingkat kedalaman yang relatif sama (Hamzah, 2014: . Kisi-kisi soal yang baik yaitu memenuhi prasyarat di antaranya mewakili isi kurikulum yang diujikan, komponennya detail dan dapat dimengerti, soal-soalnya Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 dapat dibuat sesuai indikator dan bentuk soal yang telah ditetapkan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji-t. Rumus t hitung : ycUIOeyuN0 yc Ooycu = nilai t yang dihitung ycUI = nilai rata-rata yuN0 = nilai yang dihipotesiskan = simpangan baku sampel = jumlah anggota sampel (Sugiyono, 2019: . HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Hasil dilaksanakan di SMP Negeri 7 Nanga Pinoh yaitu nilai pre-test dan post-test yang telah dikerjakan siswa pada kelas VII. Berdasarkan nilai pretest siswa, diketahui memiliki nilai maksimum yaitu 60 dan nilai Sedangkan pada nilai posttest nilai maksimum adalah 100 dan nilai Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh dari diberikannya media hubantsuka pada pemahaman konsep hubungan antar sudut diperoleh rata-rata pre-test siswa sebesar 43,9 yang menandakan bahwa sebelum diberikan treatment berupa media hubantsuka nilai rata-rata pretest siswa diketahui masih Sedangkan rata-rata post-test diperoleh siswa sebesar 81,7 yang menandakan setelah diberikan treatment berupa media hubantsuka mengalami Hal menginterpretasikan adanya peningkatan pemahaman konsep hubungan antar sudut setelah diberikan media hubantsuka. Tabel 4. Nilai rata-rata. Nilai Maksimum. Nilai Minimum pada Pretest dan Posttest Sebelum Serta Sesudah Diberikan Media Hubantsuka Deskripsi Nilai Rata-rata Nilai Maksimum Nilai Minimum Pretest Posttest Berdasarkan tabel 4. 1 di atas diperoleh nilai rata-rata pemahaman konsep hubungan antar sudut di kelas VII sebelum hubantsuka belum mendapatkan hasil maksimal yaitu rata-rata nilai pretest sebesar 43,9. Sedangkan sesudah diberikan treatment berupa media hubantsuka siswa mendapat rata-rata nilai lebih bagus yaitu sebesar 81,7. Hasil nilai maksimum pretest dan posttest pada kelas VII mendapat nilai 60 dan 100. Nilai minimum pada pretest dan posttest sebesar 10 dan 70. Berdasarkan hasil analisis jawaban pretest serta posttest yang telah dikerjakan siswa, dapat dilihat bahwa peningkatan pada indikator mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsep sudut yang saling sehadap, berseberangan dalam, berseberangan luar, dalam sepihak, luar sepihak serta bertolak belakang pada nomor 1 a, 1 b dan 1 c sudah meningkat dengan baik. Hal tersebut ditandai oleh sebanyak 18 siswa telah mendapatkan skor maksimal pada posttest di nomor 1 a, di nomor 1 b sebanyak 13 siswa dan di nomor 1 c sebanyak 10 siswa. Sebelumnya pada pretest nomor 1 a hanya 11 siswa yang mampu mendapatkan skor maksimal, pada nomor 1 b hanya 10 siswa dan pada nomor 1 c hanya 3 siswa. Hal tersebut disebabkan karena siswa telah mampu menentukan pasangan-pasangan sudut dengan tepat. Hasil analisis jawaban pretest serta posttest yang telah dikerjakan siswa, didapati bahwa peningkatan pada indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 prosedur dalam menentukan nilai salah satu sudut sudah meningkat cukup baik ditandai sebanyak 13 siswa telah mendapat skor maksimal pada posttest. Sebelumnya pada pretest hanya 2 siswa yang mampu mendapatkan skor maksimal. Hal tersebut disebabkan karena siswa telah mampu menyelesaikan soal sesuai dengan prosedur. Hasil analisis jawaban pretest dan posttest siswa, dapat diketahui bahwa peningkatan pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep besar salah satu sudut jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain telah meningkat dengan baik, yang mana ditandai sebanyak 21 siswa telah mendapatkan skor maksimal pada posttest. Sebelumnya pada pretest hanya 9 siswa yang mampu mendapatkan skor maksimal. Hal tersebut disebabkan karena siswa telah mampu mengutarakan kembali apa yang telah disampaikan kepadanya. Teknik digunakan yaitu One Sample t-test berbantuan aplikasi SPSS 26, caranya dengan memasukkan nilai pretest dan nilai Hasil uji One Sample t-test yang diperoleh dipaparkan sebagai berikut. Tabel 4. 2 Hasil Uji One Sample t-test Pretest One-Sample Test Pre Sig. -taile. Tabel 4. 3 Hasil Uji One Sample t-test Posttest One-Sample Test Post Sig. -taile. Berdasarkan tabel 4. 2 di atas diketahui nilai Sig. -taile. atau nilai signifikansi pretest adalah sebesar 0,105. Berdasarkan tabel 4. 3 diketahui nilai Sig. -taile. atau nilai signifikansi posttest adalah sebesar 0,462. Dasar pengambilan keputusan uji One Sample t-test yaitu dengan mengetahui nilai signifikansinya, jika nilai Sig. -taile. < 0,05 maka Ho Jika nilai Sig. -taile. > 0,05 maka Ha diterima. Berdasarkan tabel 4. diperoleh informasi bahwa nilai Sig. atau nilai signifikansi pretest yaitu 0,105 > 0,05 yang artinya Ha diterima. Berdasarkan tabel 4. 3 diketahui nilai Sig. -taile. atau nilai signifikansi posttest adalah 0,462 > 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan di atas Ha Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa rata-rata nilai siswa pada pretest dan posttest setelah diberikan media hubantsuka memiliki perbedaan yang Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pemahaman konsep hubungan antar sudut setelah diberikan media hubantsuka di kelas VII SMP Negeri 7 Nanga Pinoh. Penelitian dilakukan di satu kelas yaitu kelas VII SMP Negeri 7 Nanga Pinoh yang berjumlah 25 Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar tes serta lembar wawancara. Tes tertulis berbentuk lembar soal essay berjumlah 5 soal yang mana pada nomor 1 terdiri dari 3 bagian yaitu 1 a, 1 b, 1 c serta pada nomor 2 dan 3 terdiri dari satu bagian. Pada soal nomor 1 a, 1 b dan 1 c menggunakan indikator pemahaman konsep mengklasifikasikan objek menurut sifatsifat tertentu sesuai dengan konsep sudut yang saling sehadap, berseberangan dalam, berseberangan luar, dalam sepihak, luar sepihak serta bertolak belakang. Soal nomor 2 memakai indikator pemahaman konsep hubungan antar sudut yakni menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur dalam menentukan nilai salah satu Pada soal nomor 3 indikator pemahaman konsep hubungan antar sudut Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 yang digunakan yakni menyatakan ulang sebuah konsep besar salah satu sudut jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain. Langkah dilaksanakan dengan memberikan soal pretest pada siswa kelas VII. Pretest dilaksanakan pada awal penelitian agar peneliti mengetahui kemampuan dan pengetahuan siswa sebelum menerapkan media hubantsuka. Langkah kedua, peneliti menjelaskan materi yang berkaitan dengan media hubantsuka. Setelah penyampaian materi, peneliti menyebarkan soal posttest yang telah disiapkan. Soal posttest dilaksanakan di akhir penelitian agar peneliti mengetahui hasil belajar dan pemahaman siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media Sebelum diberikan pembelajaran dengan menggunakan media hubantsuka pada siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Nanga Pinoh, siswa kesulitan untuk memahami materi hubungan antar sudut karena tidak mendapatkan gambaran secara konkret sehingga mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa dilihat dari rata-rata nilai Pemahaman siswa masih rendah saat mengerjakan soal pretest diketahui dalam penyelesaian soal siswa masih melakukan kesalahan seperti belum tepat dalam memasangkan sudut-sudut, belum tepat dalam menentukan besar sudut yang saling sepihak serta belum tepat dalam menentukan besar sudut sehadap. Selain itu, peneliti melakukan wawancara terhadap tiga siswa agar mengetahui respon dan pemahaman siswa terkait soal yang telah Wawancara hanya dilakukan pada tiga orang siswa dari kelompok yang informasi yang akurat, lalu diambil satu siswa dari kelompok atas, satu siswa dari kelompok sedang serta satu siswa dari kelompok bawah. Berdasarkan wawancara mengerjakan soal pretest disimpulkan siswa belum memahami materi dan kesulitan saat mengerjakan soal yang diberikan. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan Ramadhani . 9: . bahwa hasil belajar siswa di kelas yang tidak memakai media bahwasannya skor rata-rata hasil belajar siswa tidak tuntas. Nilai hasil belajar matematika siswa pada pembelajaran yang diterapkan media komik dan tanpa media memperoleh perbedaan yang signifikan nilai rata-ratanya dan cenderung tinggi ketika menggunakan media komik disebabkan karena siswa lebih termotivasi dengan tampilan inovasi terbaru, menimbulkan imajinasi, sehingga siswa lebih terbuka untuk bertanya tentang apa yang kurang dipahami dan jauh lebih memahami materi serta hasil belajarnya Setelah diberikan pembelajaran dengan menggunakan media hubantsuka siswa sangat bersemangat serta lebih memahami materi hubungan antar sudut, yang mana dapat diketahui dari hasil nilai siswa setelah diberikan soal posttest. Selain itu diperkuat oleh hasil wawancara beberapa siswa yang mana setelah menggunakan media hubantsuka, siswa sudah tidak merasa kesusahan ketika menjawab soal. Siswa juga sudah tepat dalam menentukan pasangan-pasangan sudut, bisa menentukan besar sudut yang saling sepihak serta bisa menentukan besar sudut sehadap. Selain itu, pembelajaran dengan menggunakan media hubantsuka membuat siswa lebih termotivasi sebab tampilan yang menarik dan siswa juga lebih aktif dalam belajar. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan Yuliani . menggunakan media dapat membuat siswa termotivasi untuk lebih rajin belajar, mudah memahami konsep dan senang belajar. Pada indikator mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat sesuai dengan konsep sudut yang saling sehadap, berseberangan dalam, berseberangan luar, dalam sepihak, luar sepihak serta bertolak belakang pada nomor 1 a, 1 b, dan 1 c dengan soal menentukan pasanganpasangan sudut ketika dua garis sejajar Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 dipotong oleh garis lain sudah meningkat dengan baik setelah diberikan pembelajaran dengan menggunakan media hubantsuka. Hal tersebut ditandai dengan sebanyak 18 siswa menjawab benar pada posttest di nomor 1 a, di nomor 1 b sebanyak 13 siswa, dan di nomor 1 c sebanyak 10 siswa, yang mana mendapat skor yaitu 2, sedangkan siswa mendapat skor 1 jika menjawab kurang tepat. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan Yanti, dkk . 0: . bahwa dari 15 siswa yang menjawab benar yang mendapat skor 4 berjumlah 8 siswa, menjawab kurang tepat memperoleh skor 2 berjumlah 6 orang dan menjawab tidak tepat memperoleh skor 1 sebanyak 1 orang. Dapat disimpulkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada indikator mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sangat bervariasi, ada yang tinggi dan rendah, tetapi secara umum berada di tingkatan Pada indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur dalam menentukan nilai salah satu sudut pada nomor 2 dengan soal menentukan nilai salah satu sudut jika diketahui besar salah satu sudutnya juga sudah meningkat dengan Hal tersebut ditandai sebanyak 13 siswa menjawab benar dan tepat pada posttest dan diberikan skor 2. Sebelumnya pada pretest 2 siswa yang bisa menjawab benar dan tepat. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Yanti, dkk . 0: . yang mana dari 15 siswa mendapat skor 4 karena menjawab benar dan tepat. Disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu sangat bagus. Berdasarkan soal nomor 3 pada indikator pemahaman konsep hubungan antar sudut yakni menyatakan ulang sebuah konsep besar salah satu sudut jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain juga sudah meningkat dengan baik karena siswa sudah mampu menentukan besar salah satu sudut jika diketahui salah satu sudut yang lainnya ketika dua garis sejajar dipotong oleh garis Hal tersebut ditandai dengan sebanyak 21 siswa menjawab lengkap, jelas dan tepat sesuai dengan yang ditanyakan pada soal posttest, tetapi ada beberapa siswa yang menjawab kurang tepat. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan Yanti, dkk . 0: . bahwa hampir semua siswa menjawab lengkap dan jelas sesuai yang ditanyakan pada soal, tetapi ada yang menjawab tepat namun kurang lengkap dan ada yang tidak menjawab. Dari 15 siswa diperoleh siswa menjawab benar yang mendapat skor 4 berjumlah 6 orang, menjawab kurang lengkap berjumlah 8 orang, ada yang tidak dapat menjawab, serta menjawab sebisanya. Sehingga pemahaman konsep matematis siswa pada indikator menyatakan ulang konsep dari 15 orang siswa bervariasi yaitu ada yang tinggi serta rendah. Secara keseluruhan sebagian besar siswanya mempunyai kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep tingkat Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan didapat rata-rata nilai pretest adalah 43,9 dan nilai rata-rata posttest 81,7. Angka tersebut membuktikan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep antara sebelum dan setelah diberikan media Hasil tersebut juga sesuai dengan penelitian yang dilaksanakan Yuliani . 9: . bahwa dengan bantuan media hubantsuka berdampak baik pada hasil belajar dan meningkatkan pemahaman konsep pada materi hubungan antar sudut. TEMUAN Temuan dalam penelitian ini yaitu siswa mampu menulis jawaban ketika diberi soal tetapi hasilnya belum sepenuhnya benar. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan melalui penelitian eksperimen di Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 kelas VII SMP Negeri 7 Nanga Pinoh diperoleh rata-rata nilai sebelum diberikan media hubantsuka adalah 43,9 dan setelah diberikan media hubantsuka rata-rata nilai yaitu 81,7. Artinya terdapat peningkatan pemahaman konsep hubungan antar sudut setelah diberikan media hubantsuka. Saran