Volume 2 Nomor 2 . Desember GENITRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN E-ISSN: 2964-7010 Edukasi Pentingnya Screening Informasi Youtube sebagai Sarana Mencari Informasi Kesehatan Education on The Importance of Youtube Information Screening as a Means of Searching for Health Information Arifin1 Yenny Puspitasari2 1,2, Doktoral Kesehatan Masyarakat. Pascasrjana. Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia Jl. Manila No. Tosaren. Kota Kediri. Jawa Timur Corresponding author: Arifin Email: arifin85dr@gmail. ABSTRAK Informasi Kesehatan adalah data kesehatan yang telah diolah menjadi bentuk yang mengandung nilai dan makna yang bermanfaat. Sumber informasi kesehatan saat ini sangatlah banyak, terlebih saat ini mulai bermunculan platform-platform media sosial. Salah satunya adalah Youtube. Youtube saat ini banyak sekali digemari oleh masyarakat, khususnya anak muda. Semua orang dapat dengan mudah mengunggah video di Youtube, sehingga masyarakat harus lebih bijak dalam memilah informasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya skrining informasi di Youtube. Metode yang digunakan peneliti adalah memberikan sosialisasi dengan memaparkan materi edukasi pentingnya skrining informasi youtube sebagai saranan pencarian informasi kesehatan. Dalam sosialisasi juga terdapat tanya-jawab singkat. Sebagai evaluasi, peneliti mengadakan pre-test dan post test dalam kegiatan ini. Desain penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif, yaitu dengan membandingkan nilai responden sebelum dan setelah diberikan edukasi. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon. Hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa terdapat perbedaan antara nilai pre-test dan post-test responden. Semua responden mengalami peningkatan nilai setelah diberikan edukasi. Oleh karena itu, dengan adanya edukasi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai cara memilah informasi yang baik di Youtube. Kata Kunci: Edukasi. Informasi Kesehatan. Youtube. Skrining ABSTRACT Health Information is health data that has been processed into a form that contains useful values and meaning. There are currently many sources of health information, especially now that social media platforms are starting to emerge. One of them is YouTube. YouTube is currently very popular with the public, especially young people. Everyone can easily upload videos on YouTube, so people must be wiser in sorting information. The aim of this activity is to provide education to the public regarding the importance of screening information on YouTube. The method used by researchers is to provide outreach by presenting educational material on the importance of screening YouTube information as a means of searching for health information. During the socialization there was also a short question and answer As an evaluation, researchers conducted a pre-test and post-test in this activity. This research Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ design uses a quantitative approach with a comparative method, namely by comparing respondents' scores before and after being given education. The test used in this research is the Wilcoxon test. The results of this activity showed that there was a difference between the respondents' pre-test and post-test scores. All respondents experienced an increase in their scores after being given education. Therefore, with this education it is hoped that it can increase public knowledge about how to sort good information on YouTube Keyword: Education. Health Information. YouTube. Screening PENDAHULUAN Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu pesat mendorong munculnya media baru atau yang dikenal dengan istilah new media. Secara sederhana new media berasal dari kata AunewAy yang artinya baru dan AumediaAy yang berarti alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada penerima. (McQuail & Denis, 2. menyatakan bahwa, media baru memiliki dua unsur utama yakni digitalisasi dan konvergensi. Internet merupakan bukti konvergensi karena menggabungkan beberapa fungsi media lain seperti audio, video, dan teks. Di dalam era digital yang semakin hari semakin meningkat membuat tingkat konsumtif masyarakat terhadap internet sangat tinggi, dan setiap masyarakat mempunyai kebutuhan dan keinginan sesuai dengan harapannya untuk memperoleh keuntungan dari pencapaian tujuan yang sudah mereka tetapkan, maka dalam menghadapi tersebarnya informasi di berbagai media, masyarakat akan bertindak dan berlaku sama dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi yang sudah di sajikan oleh media. Saat ini media baru lebih banyak digunakan sebagai platform media sosial. Media sosial merupakan sebuah perangkat aplikasi berbasis teknologi dan Tidak dapat dipungkiri jika sebuah platform media sosial dapat memudahkan masyarakat dalam mencari informasi hanya dengan menggunakan sebuah jaringan internet untuk berinteraksi satu sama lain melalui beragam platform yang tersedia seperti YouTube. Instagram. Facebook dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri (Mulyana, 2. Youtube merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memberikan fasilitas visual dan suara kepada pengguna. Platform Media sosial YouTube yang saat ini mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 75% pada april tahun 2020 disebabkan terdapat wabah virus Covid-19 yang berlangsung saat itu, sampai saat ini terdapat peningkatan besar sebanyak 2 miliar user atau pengguna di belahan dunia dan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu (Andika et al. , 2. Konten pada platform media sosial YouTube diharuskan mampu menciptakan pengaruh yang kuat terhadap bagaimana masyarakat memaknai pandangan dari segi kelebihan maupun kekurangan pada sebuah isi pesan yang terdapat pada media sosial itu sendiri khususnya pada konten informasi kesehatan (Gabore, 2. Namun sayangnya. YouTube juga memiliki dampak sosial nyata dalam menyebarkan banyak informasi seperti berita terkini, kontroversi berlebihan dan penyebaran teori konspirasi (Azak et al. , 2. Seperti halnya penelitian yang dilakukan (Kozinets, 2. menyatakan jika konten media sosial saat ini, sangat dikaitkan dengan informasiinformasi mengenai kepentingan pribadi, menyebarkan berita palsu dan cyberbullying, hal tersebut disebabkan karena mudahnya akses untuk menyebarkan konten kepada masyarakat hanya dengan mengunggah tanpa adanya filter atau penyaringan yang ketat dari pihak platform media sosial. Penelitian yang dilakukan oleh (Djamali & Latifah, 2021. ) menyebutkan pula bahwa YouTube juga memiliki kekurangan, yaitu mencerminkan citra negatif. Diakibatkan YouTube dapat dijadikan sebagai kesempatan suatu oknum yang tidak bertanggung jawab menampilkan video yang kurang pantas, seperti video porno, video kekerasan, video yang merubah reputasi seseorang, dan video negatif terhadap nama seseorang sehingga berpengaruh terhadap kehidupan sebenarnya dimasyarakat. Tayangan ini sangat mudah untuk diakses sehingga banyak anak yang dapat dikategorikan masih dibawah umur sering mengaksesnya. Hal ini merupakan pemicu utama dari perusakan moral bangsa dan penyebab seringnya pelecehan seksual yang dilakukan anak-anak kepada teman Kualitas informasi pada suatu media menentukan bahwa informasi yang di sajikan Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ oleh media sesuai dengan fakta atau tidak, semakin bagus tingkat kualitas informasi pada suatu media maka tingkat kepercayaan masyarakat untuk menerima informasi akan semakin tinggi, dan akan menentukan keputusan (Aini & Nanda, 2. Dalam konteks mengenai penyebaran informasi pada platform media sosial, masyarakat dituntut agar dapat merepresentasikan atau memaknai secara individu mengenai informasi ataupun berita yang akan diterima masyarakat (Khan, 2. Hal ini yang akhirnya mendorong peneliti untuk memberikan edukasi pentingnya skrining informasi yang ada di platform YouTube, mengingat belum adanya pemberian edukasi terkait hal tersebut. Pemberian edukasi ini dapat membantu masyarakat dalam menilai kualitas informasi yang tersaji, sehingga masyarakat bisa mengetahui infoemasi yang bermanfaat atau tidak. BAHAN DAN METODE Metode kegiatan yang dilakukan berupa edukasi dengan menampilkan materi dalam power point. Kegiatan edukasi dilaksanakan satu hari pada tanggal 8 Agustus 2023 di sebuah rumah sakit daerah. Kegiatan ini melibatkan peserta sebanyak 52 orang yang terdiri dari pasien/keluarga pasien maupun tenaga kesehatan. Adapun tahapan kegiatan ini dimulai dari pengurusan ijin pengabdian masyarakat, pembuatan materi, penyusunan soal pre-test dan post-test, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi Pelaksanaan mengumpulkan peserta dalam sebuah ruangan dan diberikan edukasi dengan media power point. Sebelum diberikan edukasi, peserta diberikan soal pre-test untuk mengetahui pengetahuan Selanjutnya untuk evaluasi kegiatan diadakan pemberian soal post-test setelah diberikan edukasi untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta. Uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan melakukan perijinan ke rumah sakit yang dituju. Setelah rumah sakit menyetujui kegiatan ini, peneliti dan rumah sakit menjadwalkan pelaksanaan kegiatan ini. Pada tahap pembuatan materi, peneliti memilih untuk menggunakan power point, mengingat media ini sangat mudah digunakan dan sudah familiar di Masyarakat. Sedangkan soal yang disusun untuk kegiatan ini sebanyak 6 soal. Tahap pelaksanaan kegiatan, peneliti mengadakan edukasi kepada masyarakat dengan mengumpulkan di sebuah ruangan. Peneliti memaparkan materi yang telah dibuat dengan media power point. Penggunaan media power point dipilih karena cukup banyak membantu peserta dalam memahami materi pembelajaran. Seperti penelitian yang dilakukan oleh (Saparwati et al. , 2. yang menyatakan bahwa setelah dilakukan pemberian informasi dengan menggunakan media visual tentang penanganan bencana, terjadi peningkatan pengetahuan terhadap kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi Kegiatan ini mengikutsertakan peserta sebanyak 52 orang, dengan rentang usia sebagai berikut yang tersaji di tabel 1. Mayoritas peserta berusia 15-24 tahun yaitu sebesar 51,9% dan terkecil usia <15 tahun yaitu sebesar 3,8%. Tabel 1 Distribusi Usia Usia Jumlah Persentase <15 tahun 3,8% 15-24 tahun 51,9% 25-44 tahun 44,2% TOTAL 100,0% Google YouTube menyampaikan hasil riset yang dilaksanakan bersama Kantar TNS tentang pengguna di Indonesia. PT. Kantar TNS Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang riset pasar dan informasi pasar. Berdasarkan hasil riset, penonton di Indonesia rata-rata menghabiskan waktu 59 menit setiap harinya di YouTube. 92% pengguna internet indonesia menyatakan YouTube adalah tujuan pertama mereka ketika mencari video. Selain itu, dalam hasil riset tersebut didapatkan bahwa Youtube telah memiliki lebih dari 1 miliar pengguna, yang berarti hampir sepertiga dari seluruh pengguna internet dan mayoitas pengguna berusia 18-34 tahun dan lebih dari 70% waktu menonton video di Youtube berasal dari perangkat seluler (Setiadi et al. , 2. Berdasarkan hasil survey tersebut, sejalan dengan kegiatan ini, dimana didapatkan mayoritas pengguna youtube adalah usia <25 tahun, mengingat youtube merupakan platform media yang menarik bagi usia produktif. Usia Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ produktif dapat dengan mudah mengakses youtube, dibandingkan dengan usia lanjut. Pada tahap evaluasi, peneliti memberikan soal kepada peserta diawal dan akhir dari kegiatan ini. Soal yang diberikan sebanyak 6 buah soal dengan pertanyaan yang sama pada pretest dan post-test. Pemberian soal agar peneliti dapat melakukan evaluasi untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan memberikan hasil yang Setelah dilakukan pengujian secara statistik, didapatkan hasil bahwa pemberian edukasi ini ternyata memberikan hasil yang Hal ini didukung dengan hasil posttest yang menjadi lebih baik daripada pre-test, seperti yang tersaji dalam tabel 3. Nilai positive rank sebesar 52 dan negative rank sebesar 0, artinya 52 peserta mengalami peningkatan skor dari pre-test ke post-test dan tidak ada satupun peserta yang mengalami penurunan skor. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon test juga didapatkan hasil p-value sebesar 0,0001 (<=0,. , artinya terdapat perbedaan antara hasil pre-test dan post-test peserta, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi ini berpengaruh positif kepada peserta. Tabel 3 Hasil Wilcoxon Test Mean Sum of Rank Ranks Negative Ranks Positive Ranks Ties Total 0,00 0,00 26,50 1378,00 p-value 0,0001 Dalam kegiatan ini didapatkan pula bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi dengan nilai signifikansi sebesar 0,0001 (<=0,. Secara tidak langsung, pemberian edukasi mengenai skrining informasi di Youtube merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat untuk memilah Hal ini didukung dengan hasil kegiatan ini yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Seperti halnya penelitian yang dilakukan oleh (Sari et al. , 2. yang menyatakan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi dari 41,2% menjadi 72,7% dengan nilai signifikansi sebesar 0,0001 (<=0,. Penelitian yang dilakukan oleh (Maulidhia, 2. menunjukkan pula adanya efektifitas pada konten edukatif kanal Youtube dengan sumber informasi digital dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<=0,. Dalam penelitiannya juga didapatkan hasil koefisien korelasi sebesar 0,573 yang menunjukkan pengaruh dan arah dari kedua variabel bernilai positif moderat, sehingga ketika nilai variabel efektivitas konten edukatif kanal Youtube tinggi, nilai variabel kebutuhan informasi pengguna akan meningkat pula. Penelitian yang dilakukan (Kozinets, 2. menyatakan jika konten media sosial saat ini, sangat dikaitkan dengan informasi-informasi mengenai kepentingan pribadi, menyebarkan berita palsu dan cyberbullying, hal tersebut disebabkan karena mudahnya akses untuk menyebarkan konten kepada masyarakat hanya dengan mengunggah tanpa adanya filter atau penyaringan yang ketat dari pihak platform media Dalam konteks mengenai penyebaran informasi pada platform media sosial masyarakat dituntut agar dapat merepresentasikan atau memaknai secara individu mengenai informasi ataupun berita yang akan diterima (Khan, 2. Hal tersebut juga dipertegas dari hasil penelitian yang dilakukan (Sedlykovy et al. mengenai representasi media sosial membahas jika merepresentasikan media sosial berarti memberikan sebuah feedback mengenai informasi yang dapat mempengaruhi secara signifikan dari segi karakteristik, ajakan, pandangan dan pendapat seseorang melalui isi pesan pada media sosial itu sendiri. Berdasarkan penelitian tersebut, maka penting bagi masyarakat untuk bisa memilah informasi yang benar dari Youtube, karena Youtube menjadi sumber informasi yang mudah diakses oleh semua orang. (Notoadmodjo, 2. menyebutkan bahwa pengetahuan memegang peranan penting bagi seseorang dalam menentukan sikap. Dengan adanya kegiatan ini, dapat menjadi salah satu sarana peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya skrining informasi di media youtube. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di sebuah rumah sakit daerah pada tanggal 8 Agustus 2023. Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 52 orang. Dalam kegiatan ini Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan setelah diberikan edukasi mengenai skrining informasi di Youtube. Pemberian edukasi ke masyarakat ini penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara memilah informasi yang baik di Youtube. Kedepannya diharapkan peneliti lain dapat melakukan pula pemberian edukasi kepada sasaran yang berbeda dan dapat mengenai cara pemilahan informasi yang berkualitas dari media youtube. REFERENSI