Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Pengembangan Aplikasi Multiple Intelligences Menggunakan Thunkable sebagai Media Pemahaman Potensi Diri bagi Siswa Arfina Damayanti1. Rayendra2. Alkadri Masnur3. Rahmi Pratiwi4 Universitas Negeri Padang. Jl. Prof. Dr. Hamka. Air Tawar Padang. Sumatera Barat. Indonesia Email: arfinadmynti1020@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android non-code sebagai media pembelajaran yang membantu siswa memahami potensi diri berdasarkan teori Multiple Intelligences dari Howard Gardner. Aplikasi dikembangkan menggunakan platform Thunkable dengan desain antarmuka yang sederhana, menarik, dan mudah digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah RND dengan model 4D . efine, design, develop. Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi angket dan Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penilaian ini meliputi angket validitas media dan angket praktikalitas dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penilaian dari para validator media, ahli aplikasi I memberikan skor rata-rata sebesar 98,57%, sedangkan ahli aplikasi II memberikan skor sebesar 92,86%. Kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa media yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat valid. Setelah dinyatakan valid dan layak, media ini diuji cobakan kepada 30 siswa yang mayoritas berasal dari jenjang SMP. SMA, dan SMK. Hasil uji coba menunjukkan skor rata-rata sebesar 92,8% dengan kategori sangat praktis, sehingga aplikasi Multiple Intelligences dinyatakan layak digunakan sebagai sumber belajar sekaligus media edukatif. Kata Kunci: Pengembangan. Multiple Intelligences. Aplikasi Android. Thunkable. Model 4D. Potensi Diri PENDAHULUAN Pendidikan bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan potensi siswa, termasuk kecerdasan, kepribadian, dan keterampilan hidup (Wahyudin & Zohriah, 2. Namun, banyak siswa SMA/SMK masih bingung menentukan jurusan atau karier karena kurang memahami potensi diri mereka. Studi YouthmanualAiperusahaan rintisan yang didukung oleh Skystar Ventures dan Tech Incubator Universitas Multimedia Nusantara (UMN)Aimenganalisis lebih dari 400. 000 profil siswa dan mahasiswa di Indonesia, dan menemukan bahwa 92% siswa SMA/SMK bingung mengenai masa depan mereka, sementara 45% mahasiswa merasa salah memilih jurusan. Hasil pra-survei yang dilakukan peneliti pada tanggal 4 Maret 2025 terhadap 13 siswa SMA/SMK di Kota Padang juga menunjukkan bahwa 9 siswa mengalami kebingungan Kondisi ini menunjukkan bahwa diperlukan media pembelajaran yang dapat membantu siswa mengenali potensi diri secara lebih efektif sejak dini. Kesadaran akan potensi diri merupakan langkah penting bagi siswa dalam menentukan jalur pendidikan yang sesuai. Potensi diri diartikan sebagai kemampuan atau kekuatan yang dapat dikembangkan menjadi keterampilan nyata melalui dukungan lingkungan, pendidikan, dan latihan yang memadai (Aisyah, 2. Namun, kenyataannya Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 banyak siswa kesulitan mengenali potensi diri akibat kurangnya informasi, pendampingan, atau pengaruh lingkungan yang tidak mendukung. Penelitian menunjukkan bahwa bimbingan intensif dan dukungan lingkungan, termasuk peran orang tua, mampu meningkatkan pemahaman potensi diri siswa, rasa percaya diri, serta motivasi belajar (Amaliyah & Rahmat, 2. Kurangnya keterlibatan lingkungan sekitar, seperti guru dan orang tua, juga menjadi hambatan bagi siswa dalam mengenali potensi diri. Penelitian Solihat et al. menegaskan bahwa potensi diri, lingkungan sekolah, dan tingkat pendidikan orang tua berpengaruh signifikan terhadap minat siswa melanjutkan studi. Selain itu. Salsabila et al. menemukan bahwa potensi spiritual siswa cenderung lebih menonjol dibandingkan potensi fisik, sehingga diperlukan bimbingan dan motivasi berkelanjutan untuk mengoptimalkan berbagai aspek kecerdasan mereka. Salah satu pendekatan efektif untuk mengenali potensi diri adalah teori multiple intelligences dari Howard Gardner, yang menjelaskan adanya sembilan jenis kecerdasan dalam diri manusia, tidak hanya logis-matematis dan verbal, tetapi juga musikal, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan lainnya (Gardner, 2. Teori ini memudahkan siswa mengenali minat dan bakatnya sehingga dapat menentukan jurusan atau karier yang lebih sesuai. Seiring perkembangan teknologi, media pembelajaran berbasis digital seperti aplikasi interaktif dan video edukasi mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih personal dan fleksibel, sekaligus mendukung implementasi teori multiple intelligences (Susanti & Zulfiana, 2018. Widianto, 2. Pengembangan aplikasi berbasis multiple intelligences menjadi solusi potensial untuk membantu siswa mengenali potensi diri secara interaktif. Penelitian Prasetyoaji et al. menunjukkan bahwa aplikasi semacam ini dapat meningkatkan kepercayaan diri serta membantu siswa dalam menentukan keputusan karier. Dalam penelitian ini, dikembangkan Aplikasi Multiple Intelligences menggunakan Thunkable, yaitu platform pengembangan aplikasi tanpa coding yang mendukung pembuatan media interaktif. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan panduan praktis berdasarkan kecerdasan dominan yang dimiliki siswa, sehingga dapat meminimalkan kebingungan dalam memilih jalur pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi Multiple Intelligences berbasis Thunkable sebagai media pemahaman potensi diri siswa. METODE Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D), yaitu serangkaian langkah sistematis yang bertujuan untuk menghasilkan produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada agar dapat dipertanggungjawabkan (Winarni. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji validitas dan praktikalitas produk yang Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D, yang terdiri dari empat tahap, yaitu: . Define . , . Design . , . Develop . , dan . Disseminate . Populasi penelitian ini terdiri dari 30 siswa, dengan mayoritas berasal dari jenjang SMP. SMA, dan SMK. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling dengan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 kriteria: . berada dalam rentang usia remaja, . berasal dari jenjang pendidikan SMP. SMA, atau SMK, serta . memiliki perangkat Android yang dapat digunakan untuk mengakses aplikasi. Selain itu, siswa yang dipilih merupakan individu yang dapat dihubungi secara daring melalui platform WhatsApp. Uji coba media dilaksanakan pada tanggal 8Ae10 Juli Teknik ini dipilih karena dinilai paling sesuai dengan kebutuhan uji coba serta mempertimbangkan keterbatasan akses dan sumber daya peneliti. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi dokumentasi, format penilaian, serta angket. Angket terdiri dari angket validitas yang dinilai oleh ahli . osen Teknologi Pendidika. dan angket praktikalitas yang diisi oleh 30 siswa sebagai responden. Analisis data dilakukan dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Skala pengukuran yang digunakan pada angket adalah skala Likert, yang dirancang untuk mengukur penilaian responden terhadap media dengan beberapa kategori penilaian seperti pada tabel berikut: Tabel 1. Penentuan Skor Skala Likert Pernyataan Positif Pernyataan Sangat Sesuai (SS) Setuju (S) Cukup Sesuai (CS) Kurang Sesuai (KS) Tidak Sesuai (TS) Bobot Pernyataan Negatif Pernyataan Bobot Sangat Sesuai (SS) Setuju (S) Cukup Sesuai (CS) Kurang Sesuai (KS) Tidak Sesuai (TS) (Sumber: Sudijono dalam Zyainuri dan Mapanaji, 2. Rata-rata penilaian validitas dan praktikalitas dihitung menggunakan rumus: jumlah skor tiap jawaban Persentase(%) = jumlah total skor maksimal X 100 Selanjutnya, hasil penilaian diinterpretasikan berdasarkan kriteria validitas yang dimodifikasi dari (Riduwan & Sunarto. , 2. sebagaimana ditunjukkan pada tabel 4. Tabel 2. Kategori Validitas Lembar Validasi No. Kriteria Tidak Valid Kurang Valid Cukup Valid Valid Sangat Valid Range Persentase (%) Keterangan Revisi Revisi Perlu Revisi Tidak Revisi Tidak Revisi Kriteria kepraktisan yang digunakan untuk menilai kelayakan produk disajikan pada tabel Tabel 3. Kategori Validitas Lembar Praktikalitas No. Kriteria Tidak Praktis Kurang Praktis Cukup Praktis Praktis Sangat Praktis Range Persentase (%) Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengembangan aplikasi mutiple intelligences menggunakan thunkable melalui beberapa proses tahapan yang meliputi: Tahap Pendefinisian (Defin. Pada tahap pendefinisian, dilakukan analisis kebutuhan dan analisis media sebagai langkah awal dalam proses pengembangan. Analisis ini diawali dengan prasurvei pada 4 Maret 2025 terhadap 13 siswa SMA/SMK di Kota Padang. Hasilnya menunjukkan 9 siswa mengalami kebingungan dalam memilih jurusan dan karier, serta belum memahami potensi diri mereka secara menyeluruh. Kondisi ini disebabkan minimnya media pembelajaran yang interaktif dan personal. Teori Multiple Intelligences dari Howard Gardner menjadi pendekatan yang relevan untuk memahami keragaman potensi individu, namun penerapannya dalam bentuk aplikasi masih terbatas. Oleh karena itu, peneliti mengidentifikasi solusi berupa pengembangan aplikasi Multiple Intelligences berbasis Android sebagai media bantu untuk mengenali potensi diri siswa. Tahap Perancangan (Desig. Setelah tahap define, peneliti memasuki tahap design dengan merancang komponen utama aplikasi. Kegiatan meliputi: Membuat flowchart menggunakan draw. io dan storyboard sebagai visualisasi alur penggunaan aplikasi. Gambar 1. Flowchart Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Gambar 2. Storyboard Merancang tampilan User Interface (UI) melalui Canva yang mencakup halaman utama seperti Splash Screen. Home Screen. Intelligences Test. Knowledge. About Multiple Intelligences, dan Info Screen. Gambar 3. Design UI Aplikasi di Canva Menyusun instrumen penelitian berupa lembar validasi media dan angket praktikalitas untuk uji coba siswa. Tahap Pengembangan (Develo. Tahap berikutnya adalah development, yaitu proses pengembangan aplikasi Android berbasis non-code menggunakan platform Thunkable. Fokus pengembangan diarahkan pada pembuatan fitur-fitur untuk mengukur dan memahami potensi diri berdasarkan teori Multiple Intelligences. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Gambar 4. Kode blok di Thunkable Berikut merupakan fitur-fitur utama yang telah dikembangkan dalam aplikasi Multiple Intelligences: Tabel 4. Fitur-fitur Utama Gambar 5. Splash Screen Gambar 6. Halaman Pengantar Gambar 7. Halaman Petunjuk Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Gambar 8. Halaman Mulai Aplikasi Gambar 9. Home Gambar 10. Halaman Test Kecerdasan Gambar 11. Halaman Knowledges Gambar 12. About Multiple Intelligences Screen Gambar 13. Halaman Info Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Keterangan: Splash Screen Splash Screen adalah tampilan awal saat aplikasi dibuka, menampilkan nama aplikasi sebagai identitas dan kesan pertama bagi pengguna. Halaman Pengantar Halaman ucapan selamat datang dan info singkat aplikasi. Halaman Petunjuk Halaman petunjuk fitur dan fungsi tombol aplikasi Halaman Mulai Aplikasi Halaman login untuk akses fitur utama Halaman Beranda Halaman beranda dengan akses ke semua fitur utama, termasuk tes kecerdasan dan profil Howard Gardner. Halaman Intelligences Test Halaman tes kecerdasan untuk mengisi pernyataan guna mengetahui potensi dan tipe kecerdasan Halaman Knowledge Halaman konten edukatif berisi video profil Howard Gardner dan teori kecerdasan majemuk, dilanjutkan kuis interaktif untuk memperdalam pemahaman Halaman About Multiple Intelligences Halaman ini menampilkan ringkasan sembilan kecerdasan majemuk beserta ciri utama dan visual karakter untuk memudahkan pemahaman Halaman Info Halaman info berisi penjelasan aplikasi, profil singkat pengembang, serta tombol logout untuk keluar dari aplikasi Tahap Penyebaran Pada tahap ini, peneliti melakukan penyebaran produk secara terbatas karena adanya keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Produk akhir berupa aplikasi Android berbasis non-code disebarkan dalam skala kecil dengan menggunakan teknik purposive Uji coba ini dilaksanakan terhadap 30 responden yang terdiri dari beberapa siswa SMP dan mayoritas siswa SMA/SMK. Analisis Data Analisis data dilakukan untuk mengevaluasi tingkat validitas dan kepraktisan aplikasi yang dikembangkan. Tujuannya adalah menilai kelayakan media berdasarkan penilaian ahli dan respon pengguna, serta sebagai dasar pengambilan keputusan untuk perbaikan produk. Analisis Kebutuhan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan siswa SMA/SMK dalam mengenali potensi diri. Hasil prasurvei terhadap 13 siswa menunjukkan sebagian besar kesulitan menentukan jurusan atau karier karena minimnya media pembelajaran yang Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Oleh karena itu, dikembangkan aplikasi Multiple Intelligences berbasis Android yang interaktif dan personal untuk membantu proses tersebut. Analisis Validasi Ahli Media Validasi ahli dilakukan untuk menilai kualitas tampilan dan kemudahan penggunaan aplikasi. Penilaian mencakup aspek kelayakan isi, desain visual, navigasi, dan keterbacaan, guna memastikan aplikasi layak digunakan sebagai media Aplikasi Multiple Intelligences mulai digunakan setelah melalui dua tahap validasi oleh dua ahli teknologi pendidikan, yaitu Bapak Septriyan Anugrah. Kom. Pd. , dan Ibu Reni Kurnia. Eng. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga indikator utama: kemudahan penggunaan, desain dan tata letak, serta estetika. Validator I. Bapak Septriyan Anugrah, memberikan penilaian tahap pertama terhadap kualitas aplikasi berdasarkan indikator tersebut: Tabel 4. Validator Media (Aplikas. 1 Indikator Alternatif Jawaban Kemudahan penggunaan Kemudahan pengoperasian aplikasi ue Kemudahan pemasangan . aplikasi Kinerja tombol ue ue Kelengkapan fitur aplikasi ue Desain & Layout Kemenarikan tampilan atau desain pada aplikasi ue Kesesuaian pemilihan jenis font yang Kesesuaian pemilihan warna yang digunakan Tata letak pada aplikasi . eks, gambar, dan konten yang disajika. Keterbacaan teks ue ue ue ue Kesesuaian gambar yang digunakan ue Kesesuaian konten yang digunakan ue Kemenarikan dan kerapihan . Kelancaran navigasi pada aplikasi ue Kesesuaian fungsi tombol navigasi dengan yang telah ditetapkan Kesesuaian fungsi fitur dalam aplikasi dengan yang telah ditetapkan ue ue Hasil keseluruhan item/aspek sebelum direvisi sebagai berikut: Persentase(%) = x 100 = 72,86% Saran yang diberikan meliputi penyempurnaan alat tes agar tidak disingkat, penyesuaian desain UI/UX untuk tombol navigasi, penjelasan istilah pada pengenalan kecerdasan, serta penambahan halaman petunjuk. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Hasil penilaian Validator II terhadap instrumen validasi aplikasi Multiple Intelligences disajikan berikut: Tabel 5. Validator Media (Aplikas. 2 Indikator Alternatif Jawaban Kemudahan penggunaan Kemudahan pengoperasian aplikasi Kemudahan pemasangan . aplikasi Kinerja tombol Kelengkapan fitur aplikasi ue ue ue ue Desain & Layout Kemenarikan tampilan atau desain pada Kesesuaian pemilihan jenis font yang Kesesuaian pemilihan warna yang digunakan ue ue ue Tata letak pada aplikasi . eks, gambar, dan konten yang disajika. Keterbacaan teks ue ue Kesesuaian gambar yang digunakan Kesesuaian konten yang digunakan ue ue Kemenarikan dan kerapihan . Kelancaran navigasi pada aplikasi Kesesuaian fungsi tombol navigasi dengan yang telah ditetapkan Kesesuaian fungsi fitur dalam aplikasi dengan yang telah ditetapkan ue ue ue Hasil item/aspek sebelum direvisi sebagai berikut: Persentase(%) = x 100 = 65,71% Adapun saran yang diberikan yaitu belum adanya halaman petunjuk, ikon disesuaikan dengan fungsi, perbaiki posisi dan warna button, soal tes disesuaikan, dan button kurang responsif. Berdasarkan hasil validasi tahap pertama, aplikasi memperoleh skor rata-rata 72,86% dari Validator I dan 65,71% dari Validator II, keduanya termasuk kategori AuValidAy dengan revisi. Peneliti kemudian melakukan perbaikan sesuai masukan kedua validator, terutama pada aspek kemudahan penggunaan, desain, dan estetika. Setelah dilakukan perbaikan, aplikasi kembali diuji melalui validasi tahap kedua. Hasil penilaian dari Validator I menunjukkan peningkatan kelayakan dengan rincian sebagai berikut Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Tabel 6. Revisi Validator Media (Aplikas. 1 Indikator Kemudahan penggunaan Kemudahan pengoperasian aplikasi Kemudahan pemasangan . aplikasi Kinerja tombol Kelengkapan fitur aplikasi Desain & Layout Kemenarikan tampilan atau desain pada aplikasi Kesesuaian pemilihan jenis font yang Kesesuaian pemilihan warna yang digunakan Tata letak pada aplikasi . eks, gambar, dan konten yang disajika. Keterbacaan teks Alternatif Jawaban ue ue ue ue ue ue ue ue ue Kesesuaian gambar yang digunakan Kesesuaian konten yang digunakan Kemenarikan dan kerapihan . Kelancaran navigasi pada aplikasi Kesesuaian fungsi tombol navigasi dengan yang telah ditetapkan Kesesuaian fungsi fitur dalam aplikasi dengan yang telah ditetapkan ue ue ue ue ue Hasil seluruh item atau aspek setelah dilakukan perbaikan, yaitu sebagai berikut: Persentase(%) = x 100 = 98,57% Selanjutnya, hasil validasi dari Validator II terhadap aplikasi Multiple Intelligences berbasis Thunkable sebagai media pemahaman potensi diri siswa ditampilkan sebagai Tabel 7. Revisi Validator Media (Aplikas. 2 Indikator Kemudahan penggunaan Kemudahan pengoperasian aplikasi Kemudahan pemasangan . aplikasi Kinerja tombol Kelengkapan fitur aplikasi Desain & Layout Kemenarikan tampilan atau desain pada aplikasi Kesesuaian pemilihan jenis font yang Kesesuaian pemilihan warna yang digunakan Alternatif Jawaban ue ue ue ue ue ue ue Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Tata letak pada aplikasi . eks, gambar, dan konten yang disajika. Keterbacaan teks Kesesuaian gambar yang digunakan Kesesuaian konten yang digunakan Kemenarikan dan kerapihan . Kelancaran navigasi pada aplikasi Kesesuaian fungsi tombol navigasi dengan yang telah ditetapkan Kesesuaian fungsi fitur dalam aplikasi dengan yang telah ditetapkan ue ue ue ue ue ue ue Hasil seluruh item atau aspek setelah dilakukan perbaikan, yaitu sebagai berikut: Persentase(%) = x 100 = 92,86% Berdasarkan hasil validasi tahap kedua setelah revisi, aplikasi dikategorikan AuSangat ValidAy oleh kedua ahli. Validator I memberikan skor 98,57% dan Validator II sebesar 92,86%. Penilaian mencakup aspek kemudahan penggunaan, desain, dan Hasil ini menegaskan bahwa aplikasi memenuhi kriteria kelayakan sebagai media pembelajaran berbasis Android. Analisis Hasil Uji Coba Berdasarkan rata-rata skor dari seluruh aspek penilaian, aplikasi dinyatakan valid dan layak digunakan, sehingga dilanjutkan ke tahap uji coba terbatas. Uji coba dilakukan terhadap Intellimates App, yaitu aplikasi Multiple Intelligences berbasis Android non-code, dengan melibatkan 30 siswa sebagai sampel. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling karena dianggap paling tepat untuk menentukan responden yang memiliki karakteristik sesuai tujuan penelitian, yaitu: . berada pada rentang usia remaja, . berasal dari jenjang SMP. SMA, atau SMK, dan . memiliki perangkat Android. Penyebaran aplikasi dan angket dilakukan secara daring melalui WhatsApp, menyesuaikan dengan keterbatasan sumber Uji coba dilaksanakan pada 8Ae10 Juli 2025. Tabel 8. Data Hasil Uji Coba Praktikalitas oleh Siswa NO. NAMA JENJANG MRA SNH TWS RTR MNA RNS NGA MAD NZA MFAL HMA RYA SMA SMK SMK SMK SMK SMK SMA SMA SMP SMK SMA SMP SMA SMA SMA SMA SMA SMA SMA SMP SMA SMA SMA SMA SMA SMK SMK SMK SMP SMK USIA HP ANROID JUMLAH SKOR SKOR MAKSIMAL PERSENTASE PERSENTASE RATA-RATA X1 X2 JAWABAN RESPONDEN X4 X5 X7 X8 X9 X10 X11 X12 143 137 138 134 143 140 139 141 140 150 150 150 150 150 150 150 150 150 95,3 91,3 89,33 95 93,3 92,7 94 93,3 X13 JUMLAH SKOR SKOR MAKSIMAL PERSENTASE 139,15 92,77 PERSENTASE RATA-RATA Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Dari hasil uji coba terbatas, dilakukan perhitungan untuk seluruh item atau aspek penilaian sebagai berikut: Persentase (%) = x 100 = 92,8% Hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa aplikasi memperoleh skor 1809 dari total skor ideal 1950, dengan persentase kepraktisan sebesar 92,8%. Persentase ini termasuk dalam kategori Ausangat praktisAy, sehingga Intellimates App dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran dan pengembangan potensi diri siswa. Berikut adalah tabel hasil perbaikan atau revisi dari validator I dan II sebelum dilakukannya uji coba produk: Tabel 9. Revisi Produk Bagian yang perlu direvisi Bagian yang telah direvisi Belum ada halaman petunjuk penggunaan Menambahkan halaman petunjuk Soal tes jenis kecerdasan sebaiknya tidak hanya terdiri dari 3 pertanyaan, melainkan perlu ditambah agar lebih representatif dan sesuai dengan tujuan pengukuran. Soal tes jenis kecerdasan direvisi dan ditambahkan, serta disesuaikan dengan instrumen MIR (Multiple Intelligences Researc. yang terdiri dari 63 pernyataan berbentuk check-box. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Tombol Next dan Back difungsikan sesuai Navigasi telah disesuaikan dan tombol telah navigasi, yaitu untuk berpindah ke halaman diperbaiki sesuai fungsinya. sebelumnya dan selanjutnya, bukan ke menu Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Karakter dalam aplikasi harus ditampilkan Revisi menjadi nama asli dengan nama lengkap, tidak menggunakan Contoh: nama karakter kecerdasan linguistik. Pembahasan Aplikasi Multiple Intelligences berbasis Android yang dikembangkan dalam penelitian ini bertujuan untuk membantu peserta didik memahami potensi dirinya berdasarkan teori kecerdasan majemuk Gardner . Media ini dirancang secara interaktif dan personal, dengan fitur kuis, deskripsi kecerdasan, serta rekomendasi pengembangan diri yang disesuaikan dengan hasil evaluasi. Pengembangan dilakukan menggunakan platform non-code Thunkable (Gunadi, 2. dengan pendekatan model 4D. Hasil validasi dua ahli menunjukkan kategori Ausangat validAy, dengan skor rata-rata 98,57% dan 92,86% (Sugiyono, 2. Sementara itu, hasil uji praktikalitas terhadap 30 siswa dari jenjang SMP. SMA, dan SMK memperoleh skor ratarata 92,8%, termasuk dalam kategori Ausangat praktisAy. Temuan ini memperkuat bahwa aplikasi dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang layak dan diterima oleh pengguna (Prasetyoaji et al. , 2. Aplikasi juga mengakomodasi keragaman gaya belajar siswa melalui penyajian kuis berbasis aktivitas harian, selaras dengan prinsip kecerdasan majemuk. Pemahaman terhadap potensi diri yang difasilitasi aplikasi ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran dan motivasi belajar siswa (Chatib, 2009. Amaliyah & Rahmat, 2. Meskipun efektivitas terhadap hasil akademik belum diuji langsung, hasil validasi dan praktikalitas menunjukkan bahwa aplikasi ini layak digunakan serta memberikan pengalaman reflektif bagi peserta didik. Arah pengembangan selanjutnya dapat mencakup fitur lanjutan seperti login, riwayat hasil, dan perluasan uji coba pada jenjang pendidikan yang lebih luas. KESIMPULAN Aplikasi Multiple Intelligences berbasis Android ini dikembangkan menggunakan platform Thunkable sebagai media bantu dalam memahami potensi diri siswa. Proses pengembangannya mengikuti model 4D yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan Aplikasi dirancang berdasarkan teori Multiple Intelligences oleh Howard Gardner, dengan tujuan memfasilitasi siswa mengenali dan mengembangkan kecerdasannya secara Kualitas produk telah diuji melalui dua tahap validasi oleh ahli media. Validator I memberikan skor rata-rata sebesar 98,57% dan Validator II sebesar 92,86%, keduanya Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 termasuk kategori sangat valid. Selanjutnya, uji coba terbatas kepada 30 siswa SMP. SMA, dan SMK menunjukkan respons positif dengan rata-rata skor 92,8%, yang tergolong sangat Dengan hasil tersebut, aplikasi ini dinyatakan layak digunakan sebagai media edukatif yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif dan relevan dalam membantu siswa memahami potensi dirinya secara lebih bermakna. DAFTAR PUSTAKA