HUBUNGAN PERAN PENYULUH PERTANIAN DENGAN PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH DI DESA BABUIN KECAMATAN KOLBANO KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN (The Relatioship of the Role of Agricultural Extension Worker with the Productivity of Shallot Farm at Desa Babu. Kecamatan Kolbano. Kabupaten Timor Tengah Selata. Oleh: Yesyuru Eka Magang. Lika Bernadina. Eman Nevianus Bureni. Ernantje Hendrik Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana Alamat Email Korespondensi: ekamagang01@gmail. Diterima: 18 Oktober 2024 Disetujui: 30 Oktober 2024 ABSTRACT This research was conducted on Shallot Farmers in Babuin Village. Kolbano District. South Central Timor Regency from October to November 2023. The purpose of the study is to find out: . Productivity of Shallots. The role of agricultural extension workers in increasing shallot productivity. The Relationship between the Role of Agricultural Extension Workers and Shallot Productivity. The data collection methods used are observation, interview and documentation methods. The data analysis method used is the Likert scale The results of the study show that: . The productivity of shallots shows that the average productivity level at the research site is 5. 53 Tons/Ha. The highest percentage of 67. 65% was in the interval of >5. 53 Tons/Ha and the lowest percentage of 32. 35% was in the interval of <5. 53 Tons/Ha. The average score of the role of agricultural extension workers is 2. The percentage of achieving the maximum score from this score is 92. Thus, the role of agricultural extension workers is in the category of very . The relationship between the role of agricultural extension workers and the productivity of shallots was obtained with a tcal value of 0. 477, and the ttable obtained a value of 0. The tcal value is larger than the table, so it is concluded that there is a significant difference between the role of agricultural extension workers and the productivity of shallots. keywords : relationship, role of agricultural extension officers, shallot productivity ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada Petani Bawang Merah di Desa Babuin Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan dari bulan Oktober sampai November 2023. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: . Produktivitas Bawang Merah. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Meningkatkan Produktivitas Bawang Merah. Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Dengan Produktivitas Bawang Merah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan merupakan metode skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Produktivitas bawang merah menunjukkan bahwa rata-rata tingkat produktivitas di lokasi penelitian sebesar 5,53 Ton/Ha. Persentase tertinggi sebesar 67,65% berada pada interval >5,53 Ton/Ha dan persentase terendah sebesar 32,35% berada pada interval <5,53 Ton/Ha. Skor rata-rata peranan penyuluh pertanian sebesar 2,77. Presentase pencapaian skor maksimum dari nilai tersebut adalah sebesar 92,48%. Dengan demikian peranan penyuluh pertanian berada pada kategori sangat berperan. Hubungan peran penyuluh pertanian dengan produktivitas bawang merah diperoleh nilai t hitung sebesar 0,477,dan ttabel diperoleh nilai sebesar 0,239. Nilai thitunglebih besar ttabel, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubugan yang signifikan antara peran penyuluh pertanian dengan produktivitas bawang merah. kata kunci : hubungan, peran penyuluh pertanian, produktivitas bawang merah Magang, et all. Peran Penyuluh Produktivitas Bawang Merah a. Page 148 Buletin Ilmiah IMPAS Volume 25 No. 3 Edisi November 2024 PENDAHULUAN Sektor pertanian menempati posisi strategis dalam menghadapi tantangan global, dimana peran sektor pertanian tetap melekat dan dirasakan sebagai suatu keharusan untuk berperan lebih ke depan dalam mengatasi krisis ekonomi saat ini. Peran strategis tersebut dapat digambarkan karena sektor pertanian sebagai sumber produksi pangan dan penghasil bahan makanan pokok, dipakai sebagai bahan baku industri, sebagai sumber penghasilan bagi petani, merupakan tumpuan bagi sebagian besar penduduk dan merupakan penyumbang devisa bagi Negara (Firdaus, 2. Pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dititikberatkan pada bidang pertanian. Hal ini disebabkan karena sector pertanian memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan nasional, dan khususnya bagi pendapatan daerah di NTT. Perhatian memprioritaskan pada sektor pertanian sangatlah wajar, karena berdasarkan data PDRB NTT tahun 2020 sektor pertanian menduduki angka persentase yang tertinggi dibandingkan sector lainnya yaitu sebesar 28,55%. (BPS NTT, 2. NTT merupakan salah satu daerah tropis di Indonesia dengan jumlah curah hujan yang relatif singkat yaitu berkisar 4-5 bulan dalam setahun. Namun dengan kondisi alam yang demikian dapat memungkinkan petani untuk mengembangkan usahatani tanaman pangan dan holtikultura pada lahan pertanian mereka. Usahatani tanaman pangan dan holtikultura merupakan salah satu bentuk usahatani yang dapat dikembangkan pada lahan pertanian yang kering dan basah dengan menggunakan konservasi tanah dan air. Di samping itu usahatani tanaman pangan dan holtikultura juga merupakan salah satu usahatani yang memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan masyarakat NTT. Berdasarkan data penduduk Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang bekerja disektor pertanian berjumlah yakni 72,353. 00 orang atau 18% dari total penduduk usia produktif, sedangkan sisanya tersebar di berbagai sektor diluar pertanian (BPS Kabupaten TTS 2. Sektor pertanian sendiri dalam penerapannya terbagi dalam berbagai macam subsektor. Di indonesia subsektor pertanian terbagi menjadi lima, yaitu pertama subsektor tanaman pangan, kedua sub sektor perkebunan, ketiga subsektor hortikultura, keempat sub sektor peternakan, dan kelima adalah sub sektor p-ISSN: 0853-7771 e-ISSN: 2714-8459 Oleh karena itu, dibutuhkan kegiatan penyuluhan pertanian yang mampu mencukupi kebutuhan petani dalam hal kegiatan pertanian. Melihat kecenderungan yang terjadi saat ini, dapat dikatakan bahwa kegiatan penyuluhan pertanian menghadapi tantangan yang semakin berat. Persoalannya tidak saja terletak pada faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah daerah yang umumnya tidak pro penyuluhan pertanian, melainkan juga terletak pada faktor internal, khususnya yang berkaitan dengan profesionalisme dan paradigma penyuluhan yang dianut para penyuluh atau pemerintah daerah. Terlepas dari berbagai persoalan tersebut, banyak pihak menyadari bahwa kegiatan penyuluhan pertanian masih sangat diperlukan oleh Kondisi pertanian rakyat masih lemah dalam banyak aspek, sementara tantangan yang dihadapi semakin berat, jadi sebenarnya mereka justru memerlukan kegiatan penyuluhan yang semakin intensif, berkesinambungan dan terarah. Untuk mewujudkan kondisi penyuluhan pertanian seperti ini memang tidak mudah, dan tidak mungkin dapat dilakukan dalam waktu singkat. Meskipun demikian, upaya-upaya perbaikan yang nyata perlu segera dilakukan, karena jika tidak, kinerja penyuluh pertanian mengalami kemunduran besar dan akan semakin memburuk. Potensi tanaman bawang merah pada Desa Babuin sebenarnya memiliki potensi besar untuk Dimana pada desa tersebut para petani menggunakan lahan kering sebagai tempat menanam tanaman bawang merah dan ditambah dengan luas perkebunan, sehingga lahan untuk membudidayakan tanaman bawang merah tergolong cukup luas. Keadaan Penyuluh pertanian yang berada di Desa Babuin pada dasarnya memiliki tugas tertentu yaitu untuk membantu mengembangkan usaha tani dan membantu merubah pola pikir terhadap petani yang berada di desa tersebut. Kemudian penyuluh juga berperan penting dalam pengambilan suatu keputusan dan tindakan-tindakan yang dapat merubah petani menuju ke arah yang lebih baik. Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas, maka masalah yang akan diuraikan dalam penelitian ini sebagai berikut: Berapa besar produktivitas Bawang Merah di Desa Babuin Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan. Bagaimanakah peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas Bawang Merah di Desa Babuin Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan. Bagaimanakah hubungan penyuluh pertanian dengan produktivitas Bawang Merah di Magang, et all. Peran Penyuluh Produktivitas Bawang Merah a. Page 149 Desa Babuin Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Babuin Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pemilihan lokasi penelitian secara sengaja dengan pertimbangan bahwa di daerah tersebut merupakan sentra produksi bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan sejak bulan Oktober sampai dengan bulan November 2023. Metode Pengumpulan Data Data yang di perlukan dalam penelitian ini di kumpulkan melalui tiga tahap yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dari hasil wawancara . aftar/pertanyaa. pada petani padi sawah yang diwawancarai di Desa Mata Air. Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Data sekunder didapat dari studi dokumentasi. Kantor Desa Mata Air. Badan Pusat Statistik, dan jurnal. Metode Penentuan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah petani bawang merah yang ada di Desa Babuin Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan yang berjumlah 213 Petani. Untuk mengetahui jumlah petani sampel yang diinginkan, makaditentukan berdasarkan rumus Slovin . , seperti pada persamaan dibawah ini. yea= ycA 1 ycA. ceA) Keterangan : n = Besar sampel yang diinginkan N = Besar populasi d = Tingkat kesalahan yang diinginkan . ,1A) Menurut persamaan di atas, maka jumlah sampel yang diinginkan yaitu sebanyak 68 petani Perhitungan jumlah sampel dapat dilihat pada persamaan berikut: n = 1 213. ,1A) 3,13 = 68 Metode Analisis Data Untuk menjawab tujuan yang pertama yaitu berapa besar produktivitas bawang merah di desa babuin kecamatan kolbano kabupaten timor tengah selatan, maka dilakukan analisis dengan rumus: Produktivitas = ycEycycuyccycycoycycn yaAycaycycaycuyci ycAyceycycaEa . cNycuyc. yaycycayc ycEycaycuyceycu (Eayc. Untuk menjawab tujuan kedua yaitu untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas bawang merah di desa babuin kecamatan kolbano kabupaten timor tengah selatan, maka dilakukan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Membuat kategori respon petani berdasarkan persentase pencapaian skor maksimum seperti yang disajikan pada Tabel 3. Mencari nilai persentase dari skor rata-rata respon petani yang diperoleh. Mencari rata-rata masing-masing responden digunakan rumus seperti disajikan Ocycu ycuycn Xi = ycn=1 ycu Dimana: Ii = Skor rata-rata responden ke-i Ocycuycn = Jumlah responden dari i-n ni = Nilai skor responden ke-i n = Jumlah pertanyaan Mencari nilai persentase dari scor rata-rata dengan rumus sebagai berikut: ycycoycuyc ycycaycyca Oe ycycaycyca(X) ycEyceycycyceycuycycaycyce(%) = y 100% ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycyco Membandingkan nilai persentase skor rata-rata respon petani dengan kategori yang ada. Pada kategori mana nilai itu berada, itulah kategori respon petani bawang merah terhadap peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas bawang merah di desa babuin kecamatan kolbano kabupaten timor tengah selatan. Untuk menjawab tujuan ketiga yaitu hubungan peran penyuluh pertanian dengan produktivitas bawang merah di desa babuin kecamatan kolbano kabupaten timor tengah selatan, maka dapat digunakan uji korelasi rank sperman (Siegel, 1. 6OcyccycnA rs = 1-ycA. cA2 Oe. Dimana: rs = Koefisien korelasi rank sperman di = Beda, yaitu perbedaan setiap masingmasing ranking N = Jumlah sampel Untuk memutuskan apakah Ho ditolak atau diterima, masih di uji rank sperman selanjutnya dengan uji t dengan terminasi sebagai berikut: nOe2 = rs Oo1Oeycyc2 Dimana: rs = Koefisien korelasi rank sperman n = Jumlah sampel t = Nilai uji t (Djarwanto, 2. Magang, et all. Peran Penyuluh Produktivitas Bawang Merah a. Page 150 Buletin Ilmiah IMPAS Volume 25 No. 3 Edisi November 2024 Keputusan: Jika thitung Ou ttabelmaka. Ho ditolak artinya terdapat hubungan yang nyataantara peran penyuluh pertanian dengan produktivitas bawang merah. Jika thitung5. 53 Tinggi <5. 53 Rendah Jumlah Jumlah (Oran. Persentase (%) Sumber: Analisis Data Primer Diolah 2024 Pada tabel di atas menunjukkan bahwa rata-rata tingkat produktivitas di lokasi penelitian sebesar 5,53 Ton/Ha. Persentase tertinggi sebesar 67,65% berada pada interval >5,53 Ton/Ha dan persentase terendah sebesar 32,35% berada pada interval <5,53 Ton/Ha. Dinyatakan tergolong tinggi karena di lokasi penelitian mayoritas mengikuti anjuran penyuluh seperti menggunakan jarak tanam dan pupuk organik kandang yang dimana jarak tanam dan pupuk organik kandang ini sangat membantu peningkatan produksi. Peran Penyuluh Pertanian Hasil penelitian di Desa Babuin diperoleh data kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Semua kriteria peran penyuluh pertanian akan diberi skor yang telah ditentukan. Analisis data yang digunakan adalah analisis skala likert. Skala likert disusun dengan tabulasi dimana skor responden dijumlahkan dan dihitung skor rata-ratanya. Skor rata-rata ini yang kemudian ditafsirkan sebagai posisi penilaian responden pada skala likert, sehingga mempermudah dalam mempresentasikan Penilaian peran penyuluh pertanian bertujuan untuk mengetahui skor maksimal prestasi kerja penyuluh dari maisng-masing rekapitulasi peran penyuluh pertanian dalam peningkatan produktivitas bawang merah yang telah dilakukan penyuluh pertanian selama ini di daerah kerjanya yaitu Desa Babuin. Peran penyuluh pertanian lapangan dalam meningkatkan produktivitas bawang merah yang berhubungan dengan: Peran penyuluh pertanian sebangai Fasilitator Peran penyuluh sebagai Fasilitator berfokus pada usaha memfasilitasi pengaruh sumber daya dan kondisi yang diperlukan untuk meningkatkan pencapaian tujuan petani sasaran sedangkan peran. Peran penyuluh pertanian lapangan sebagai Motivator Peran penyuluh seabagi Motivator dituntut dalam mengadopsi teknologi pada umumnya masyarakat desa masih takut menanggung resiko dan lebih mengutamakan kebersamaan. Oleh karena itu, dibutuhkan rekan penyuluh gunamemberi semangat untuk mendorong mereka. Peran penyuluh pertanian lapangan sebangai Inovator Peran penyuluh sebagai Inovator di tuntut menyampaikan pesan yang bersifat inovatif yang mampu mengubah dan mendorong perubahan perilaku petani sehingga terwujud perbaikan mutu Pesan yang di sampaikan kepada petani dalam berbagai bentuk yang meliputi informasi teknologi, rekayasa sosial, manajemen ekonomi, hukum dan kelestarian lingkungan dan peran. Pencapaian skor rata-rata peran penyuluh produktivitas bawang merah di Desa Babuinn adalah persentase pencapaian skor maksimum adalah 100, sedangkan persentase minimum adalah 33,33. Peran Penyuluh Sebagai Fasilitator Sebagai fasilitator, penyuluh berperan untuk memfasilitasi atau melayani kebutuhan petani dalam melaksanakan usahatani dalam meningkatkan Magang, et all. Peran Penyuluh Produktivitas Bawang Merah a. Page 151 produktivitas usahataninya. Bentuk peran sebagai fasilitator yakni menyediakan sarana dan prasarana pertanian dan memberikan informasi terkait innovasi baru kepada petani. Adapun peran penyuluh sebagai fasilitator di Desa Babuin. Kecamatan Kolbano dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2. Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Fasilitator Pencapaian Skor Maksimum 33,33 66,66 Tingkat Kompetensi Usahatani Bawang Merah Tidak Berperan Cukup Berperan Sangat Berperan Frekuensi/ Jumlah Presentase (%) 20,59 27,94 51,47 Jumlah Sumber: Analisis Data Primer Diolah 2024 Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa peran penyuluh sebagai fasilitator diperoleh persentase tertinggi yaitu sebesar 51,47% dengan kategori sangat berperan dan 20,59% berada pada kategori tidak berperan. Ini berarti penyuluh sudah baik/optimal dalam memberikan penyuluhan kepada petani dan berupaya meningkatkan pengetahuan petani, merubah sikap petani kearah yang lebih baik. Peran Penyuluh Sebagai Motivator Peran penyuluh pertanian sebagai motivator bagi petani merupakan tugas yang diharapkan dapat membangkitkan semangat petani dan mempengaruhi petani agar tergerak untuk berpatisipasi pada kegiatan usahatani. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3. Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Motivator Pencapaian Skor Maksimum 33,33 66,66 Tingkat Kompetensi Usahatani Bawang Merah Tidak Berperan Cukup Berperan Sangat Berperan Frekuensi/ Jumlah Presentase (%) 26,47 41,18 32,35 Jumlah Sumber: Analisis Data Primer Diolah 2024 Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa peran penyuluh sebagaimotivator diperoleh persentase tertinggi yaitu sebesar 41,18% dengan kategori cukup berperandan 32,35% berada pada kategori sangat berperan sedangkan 26,47% berada pada kategori tidak berperan. Ini berarti penyuluh jarang atau belum terlalu memberikan penyuluhan kepada petani dan berupaya meningkatkan pengetahuan petani, merubah sikap petani kearah yang lebih baik. Peran Penyuluh Sebagai Inovator Peran penyuluh pertanian sebagai inovator bagi petani merupakan tugas yang diharapkan dapat membangkitkan semangat petani dan mempengaruhi petani agar tergerak untuk berpatisipasi pada kegiatan usahatani. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table di bawah ini. Magang, et all. Peran Penyuluh Produktivitas Bawang Merah a. Page 152 Buletin Ilmiah IMPAS Volume 25 No. 3 Edisi November 2024 p-ISSN: 0853-7771 e-ISSN: 2714-8459 Tabel 4. Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Inovator Pencapaian Skor Maksimum 33,33 66,66 Tingkat Kompetensi Usahatani Bawang Merah Tidak Berperan Cukup Berperan Sangat Berperan Frekuensi/ Jumlah Presentase (%) Jumlah Sumber: Analisis Data Primer Diolah 2024 Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa peran penyuluh sebagai inovator diperoleh persentase tertinggi yaitu 41,00% dengan kategori sangat berperan dan 24,00% berada pada kategori tidak Ini berarti Penyuluh cukup baik dalam memberikan innovasi atau semangat pada petani agar tergerak untuk mengaplikasikan berbagai ajaran atau teknik-teknik baru untuk mengembangkan pada kegiatan usahataninya. Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Dengan Produktivitas Bawang Merah Untuk mengetahui hubungan peran penyuluh dengan produktivitas bawang merah diuji dengan menggunakan metode analisis Korelasi Rank Spearman . Tingkat signifikansi diukur dengan cara bandingkan besarnya nilai thitung dan ttabel dengan tingkat kepercayaan 95% ( = 0,. Apabila thitung lebih besar dari ttabel maka terdapat hubungan signifikan antara peran penyluh dengan produktivitas bawang merah. Namun jika thitung lebih kecil dari ttabel maka tidak ada hubungan yang signifikan antara peran penyuluh dengan produktivitas bawang merah di Desa Babuin Kecamatan Kolbano. Hasil analisis hubungan peran penyluh pertanian dengan produktivitas bawang merah di Desa Babuin Kecamatan Kolbano dapat dilihat pada tabel yang diuraikan dibawah ini. Tabel 5. Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Dengan Produktivitas Bawang Merah Produktivitas Bawang Merah (Y) Korelasi Rank Spearman Peran Penyuluh Pertanian (X) Koefisien Korelasi t-hitung t-tabel Ket Sumber: Analisis Data Primer Diolah 2024 Hasil diatas diperoleh hasil perhitungan besarnya koefisien korelasi rank spearman . diperoleh nilai thitung sebesar 0,477 lebih besar. Sedangkan hasil perhitungan ttabel diperoleh nilai sebesar 0,239. Nilai thitung lebih besar ttabel maka H0 ditolak, sehingga mendapat kesimpulan bahwa ada hubugan yang signifikan antara peran penyuluh pertanian dengan produktivitas bawang merah di Desa Babuin Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : Hasil perhitungan produktivitas bawang merah menunjukkan bahwa produktivitas di lokasi penelitian tergolong tinggi. Peran penyuluh sebagai Fasilitator. Motivator dan Inovator diperoleh skor rata-rata peranan penyuluh pertanian sebesar 2,77. Presentase pencapaian skor maksimum dari nilai tersebut adalah sebesar 92,48%. Sehingga dinyakatan bahwa peranan penyuluh pertanian berada pada kategori sangat berperan. Hasil perhitungan analisis hubungan peran penyuluh pertanian dengan produktivitas bawang merah bahwa, koefisien korelasi rank spearman Magang, et all. Peran Penyuluh Produktivitas Bawang Merah a. Page 153 . diperoleh nilai thitung lebih besar ttabel, sehingga dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran penyuluh pertanian dengan produktivitas bawang merah. Saran Adapun saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah : Perlu menjalin hubungan yang baik antara petani, penyuluh dan pemerintah agar petani tidak dirugikan serta adanya penyuluhan dan pembinaan dari penyuluh mengenai masalah lemahnya tingkat pendidikan petani, mencari dan penyebaran informasi, penggunaan cara tradisional, hama, iklim atau curah hujan, penyediaan sarana produksi, dan kurang koordinasi dengan pihak pemerintah. Pemerintah sebaiknya menyediakan sarana produksi tepat waktu, serta pengadaan Sekolah Lapangan Petani (SPL), agar kemampuan petani dalam menerapkan teknologi baru dapat meningkat. DAFTAR PUSTAKA