E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 Dampak Profitabilitas Terhadap Transfer Pricing pada Perusahaan Multinasional Sektor Manufaktur Tahun 2018-2022 Muhamad Rizal. Heriyah Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia Email: muhamad. ri19@student. amoy1904@unibi. Diterima: 14 Maret 2024 Diterima Setelah Revisi: 23 April 2024 Dipublikasikan: 30 April 2024 Abstrak Transfer pricing dimanfaatkan perusahaan sebagai upaya untuk menghemat beban pajak dengan taktik, antara lain mengalokasikan laba ke negara yang tarif pajaknya rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui perngaruh profitabilitas terhadap transfer pricing. Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu laporan keuangan perusahaan. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 23 perusahaan dengan menggunakan metode purposive Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji korelasi, dan uji determinasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap transfer pricing. Kata Kunci: Profitabilitas,Transfer Pricing. Pajak. Manufaktur. Abstract Transfer pricing is used by companies as an effort to save tax burdens with tactics, including shifting profits to countries with low tax rates. The aim of the research is to determine the effect of profitability on transfer pricing. The data in this research uses secondary data, namely company financial reports. The population of this research is manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2018-2022 period. The sample used in this research was 23 companies using the purposive sampling method. The data analysis techniques used are the classical assumption test, multiple linear regression test, correlation test, and partial determination test. Based on statistical tests and hypothesis testing at a significance level of 0. 05, it can be proven that partially profitability has a significant effect on transfer pricing. Keywords: Profitability. Transfer Pricing. Tax. Manufacture. PENDAHULUAN Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa sektor manufaktur yang terjadi saat ini masih menjadi penopang terbesar dalam perekonomian di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) menurut lapangan usaha industri pengolahan sebesar Rp 805,62 triliun atau 19,29% dari total PDB Nasional senilai Rp 4. 175,84 triliun pada kuartal II-2021. Tetapi data tersebut tidak berbanding lurus dengan laju kontribusi sektor manufaktur, berikut grafik laju kontribusi sektor manufaktur pada tahun 2018-2022. Fenomena transfer pricing secara besar-besaran pernah terjadi di Indonesia sehingga menyita sorotan media publik dan menjadi sorotan DJP, fenomena ini terjadi di PT. Adaro Energy Tbk, yang melakukan praktik penghindaran pajak . ranfer pricin. Menurut Global Witness PT. Adaro Energy Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 Tbk, melakukan praktik penghindaran pajak dengan melakukan transfer pricing yaitu dengan memindahkan keuntungan dalam jumlah besar dari Indonesia ke perusahaan di negara yang dapat membebaskan pajak atau memiliki tarif pajak yang rendah, hal tersebut dilakukan sejak tahun 2009 hingga 2018 (Atmojo, 2. Faktor yang mendorong perusahaan multinasional melakukan transfer pricing yaitu profitabilitas. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan yang dilakukan perusahaan. Tingkat pendapatan cenderung berbanding lurus dengan pajak yang dibayarkan, sehingga perusahaan yang mempunyai tingkat keuntungan yang sangat rendah cenderung memiliki rekayasa pajak yang tinggi (Susilowati et al. , 2. Profitabilitas merupakan salah satu faktor yang dapat menjadi ukuran terhadap transaksi transfer pricing. Penelitian mengenai transfer pricing yang dilakukan di Indonesia antara lain dilakukan Napitupulu . memberikan bukti bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap transfer pricing. Namun penelitian terdahulu yang dilakukan penulis sebelumnya mengenai profitabilitas terhadap transfer pricing oleh Wijayanti & Ayem . menyatakan bahwa profitabilitas Return of Asset (ROA) berpengaruh terhadap transfer pricing KAJIAN PUSTAKA Teori Agenci Teori agensi merupakan konsep yang menjelaskan hubungan antara kontraktual antara principal dan agent. Pihak principal yaitu pihak yang memberikan mandat kepada pihak lain, yaitu agent untuk melakukan semua kegiatan atas nama principal dalam kapasitasnya dalam mengambil keputusan (Panda & Leepsa, 2. Menurut Santoso . teori keagenan menyatakan bahwa prinsipal maupun agen akan termotivasi oleh kepentingan dirinya sendiri, yaitu untuk memaksimalkan kegunaan subjektif mereka, dan juga menyadari kepentingan bersama mereka. Agen berjuang untuk memaksimalkan pembayaran kontraknya yang bergantung pada suatu tingkat usaha tertentu yang dibutuhkan. Agen sebagai pengelola berkewajiban mengelola perusahaan sebagaimana dipercayakan principal untuk meningkatkan kemakmuran principal. Konflik antar kelompok atau agency conflict merupakan konflik yang timbul antara pemilik, dan manajer perusahaan dimana ada kecenderungan manajer lebih mementingkan tujuan individu daripada tujuan perusahaan. Transfer Pricing Transfer pricing adalah suatu harga jual khusus yang digunakan dalam pertukaran antar divisional untuk mencatat pendapatan divisi penjual . elling divisio. dan biaya divisi pembeli . uying divisio. Transfer pricing. dalam perspektif perpajakan yaitu merupakan suatu kebijakan harga dalam transaksi yang dilakukan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Konteks praktik transfer pricing yakni dengan merekayasa pembebanan harga transaksi antara perusahaanperusahaan yang mempunyai hubungan istimewa dalam rangka meminimalkan beban pajak yang terutang secara keseluruhan atas grup perusahaan (Pohan, 2. RPT = Piutang Pihak Berelasi X 100% Total Piutang Keterangan: RPT : Related Party Transaction Piutang Pihak Berelasi : Piutang usaha berelasi yang terdapat pada laporan posisi keuangan Total Piutang : Piutang usaha pihak berelasi ditambah piutang usaha kepada pihak ketiga yang terdapat pada laporan posisi keuangan. Profitabilitas Menurut Kasmir . rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi, intinya adalah penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan. ROA merupakan rasio keuntungan bersih setelah pajak terhadap jumlah aset secara Rasio ini merupakan suatu ukuran untuk menilai besarnya presentase tingkat pengembalian perusahaan dari setiap asset yang dimiliki maupun digunakan. Formula untuk menghitung rasio ini, yaitu: ycyeCyeEyeC ycyeIyeeyeiyeOyeO ycyeIyeiyenyeeyea yeayea ycyeiyeiyeIyei . = ycyeayeiyeCyes ycyeiyeIyei Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return on Asset (ROA), rasio ini merupakan suatu ukuran untuk menilai besarnya persentase tingkat pengembalian perusahaan dari setiap aset yang dimiliki maupun digunakan. Alasan menggunakan indikator tersebut karena ROA merupakan salah satu pengukuran kinerja perusahaan yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang melibatkan seluruh aset yang dimiliki perusahaan. METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2022 perusahaan manufaktur. Metode pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pemilihan sampel bertujuan . urposive samplin. , yaitu pemilihan sampel secara tidak acak di mana harus memenuhi kriteria-kriteria yang telah disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai sampel perusahaan adalah sebanyak 9 perusahaan dan dari 9 sampel tersebut dikalikan dengan periode 5 tahun. Jadi jumlah semua sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 45 sampel dengan kriteria sampel merupakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara berturut-turut untuk periode 2018-2022. Metode Analisis Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolonieritas, uji autokorelasi, dan uji heterokedastisitas, uji koefisien determinasi. Uji Statistik t Uji t digunakan untuk mengetahui seberapa signifikan pengaruh variabel independen . ecara parsia. dalam menjelaskan varians variabel dependen (Ghozali, 2. Pengujian menggunakan nilai signifikansi = 0,05 atau 5%. Pengujian Hipotesis Hipotesis pada dasarnya diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah Secara statistik, hipotesis diartikan sebagai pernyataan mengenai keadaan populasi . yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian . Oleh karena itu, dalam statistik yang diuji adalah hipotesis nol (Sugiyono, 2. Uji t Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 Uji parsial . pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variable independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali 2. langkah-langkah dalam melakukan pengujian parsial . sebagai berikut: Membandingkan nilai t hitung dengan t tabel . Apabila t hitung lebih besar dari t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Apabila lebih kecil dari total, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Menentukan tingkat signifikansi Tingkat signifikansi dalam penelitian ini menggunakan Alpha 5% . , artinya penelitian ini menentukan risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan untuk menolak atau menerima hipotesis yang benar sebanyak banyaknya 5% dan tingkat kepercayaan atau besar mengambil keputusan sedikitnya 95%. Apabila probabilitas lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Sedangkan apabila probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk menampilkan informasi yang relevan yang terkandung dalam data tersebut. Deskriptif yang digunakan dalam data penelitian ini berupa nilai rata-rata . , standar deviasi, nilai minimum dan nilai maksimum. Pada tahun 2018 variabel profitabilitas memiliki nilai minimum sebesar 0,0400 pada PT Central Proteina Prima Tbk, sedangkan nilai maksimum variabel profitabilitas sebesar 44,5200 pada PT Adaro Energy Indonesia Tbk. Adapun nilai rata Ae rata profitabilitas pada perusahaan manufkatur yang terdaftar di BEI tahun 2018 adalah 9,2491971 . Pada tahun 2018 variabel transfer pricing memiliki nilai minimum sebesar 0,0004 pada PT Central Proteina Prima Tbk, sedangkan nilai maksimum variabel transfer pricing sebesar 0,8000 pada PT Budi Starch & Sweetener. Tbk. Adapun nilai rata Ae rata transfer pricing pada perusahaan manufkatur yang terdaftar di BEI tahun 2018 adalah 0,2445184 Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik adalah teknik statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar Pengujian ini didasarkan pada beberapa asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskodastisitas dan uji autokorelasi (Ghozali, 2. 1 Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji normalitas menggunakan uji Komolgrov-Smirnov (KS). Kriteria yang digunakan adalah pengujian-pengujian duaarah . wo tailed tes. , yaitu dengan membandingkan p-value yang diperoleh dengan taraf signifikan 0,05. Jika nilai p- value > 0,05 maka data terdistribusi normal. Adapun hasil output dari uji normalitas dengan hasil : Uji normalitas di atas menghasilkan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,88. Nilai p value > 0,05 maka data terdistribusi normal. Dari hasil tersebut maka dapat dimpulkanbahwa data residual dalam model regresi terdistribusi normal karena Asymp. Sig. - taile. diatas 0,05. 2 Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil histogram menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal dan berbentuk simetris tidak melenceng . ke kanan atau ke kiri, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas. 3 Uji Multikolinieritas Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 Dilakukannya uji multikolonieritas yaitu untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . 4 Uji Autokorelasi Dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalah penggangu, pada periode t dengan kesalahan penggangu pada perode t-1 . Tabel 1. Uji Autokorelasi Runs Test Unstandardized Residual Test Valuea -,22650 Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs -2,344 Asymp. Sig. -taile. ,019 5 Uji Heteroskedastisitas Dari grafik scatterplots diperoleh bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi hubungan antara Manajemen laba, kepemilikan institusional, dewan komisaris independen dengan tax avoidance. 3 Uji Hipotesis 1 Uji Statistik T Uji T dilakukan untuk menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen pada tingkat signifikansi 0,5. Adapun hasil dari uji regresi secara parsial . dapat dilihat dari ke tiga variabel independen yang dimasukkan ke dalam model regresi, yaitu variabel manajemen laba, corporate governance yang diproksikan dengan kepemilikan institusional, dan dewan komisaris independen. Variabel yaitu kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap tax avoidance, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi untuk kepemilikan institusional (KI) sebesar 0,894. tersebut memiliki nilai signifikansi melebihi 0,5. Sedangkan variabel manajemen laba (DA) berpengaruh terhadap tax avoidance karenamemiliki nilai yang berada di bawah 0,5 yaitu sebesar 0,207. Variabel dewan komisaris independen (DKI) juga berpengaruh terhadap tax avoidance karena memiliki nilai yang berada dibawah 0,5 yaitu sebesar 0,023. Tabel 2. Uji Statistik t Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. -,019 ,468 DA(X. -,99 ,078 -,187 KI (X. ,062 ,464 ,018 DKI (X. 1,463 ,626 ,334 Dependent Variable: CETR Sig. -,041 -1,277 ,134 2,336 ,967 ,207 ,894 ,023 Pembahasan Profitabilitas merupakan salah satu pengukuran bagi kinerja suatu perusahaan yang menggambarkan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu pada tingkatan penjualan, aset, dan modal salah tertentu. Profitabilitas merupakan suatu indikator kinerja yang dilakukan manajemen dalam mengelola kekayaan perusahaan yang ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan (Kasmir, 2. Konsep transfer pricing dapat diaplikasikan untuk tiga tujuan yang berbeda. Pertama, dari sisi hukum perseroan, transfer pricing dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan sinergi antara perusahaan dengan pemegang sahamnya. Kedua, dari sisi akuntansi manajerial, transfer pricing dapat digunakan untuk memaksimumkan laba suatu perusahaan melalui penentuan harga barang atau jasa oleh suatu unit organisasi dari suatu perusahaan kepada unit organisasi lainnya dalam perusahaan yang sama. Ketiga, yaitu dari perspektif perpajakan. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan uji parsial, dapat di ketahui bahwa variabel profitabilitas (X. memiliki pengaruh terhadap transfer pricing (Y) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018Ae2022. Pernyataan tersebut diambil berdasarkan angka yang terdapat dalam uji t, dimana nilai signifikansi dalam tabel hasil uji t 0,00 yang dimana angka tersebut lebih kecil dari 0,05. Hasil dari penilitian ini mendukung hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh Wijayanti & Ayem . Hal ini sejalan dengan hipotesis bahwa profitabilitas memiliki pengaruh terhadap transfer pricing, karena semakin besar laba yang diperoleh perusahaan makan semain mendorong perusahaan untuk melakukan praktik transfer pricing. Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan laba, dengan dilakukannya praktik transfer pricing ke negara yang tarif pajak penghasilannya lebih rendah maka akan mengurangi beban pajak sebelumnya. SIMPULAN Berdasarkan hasil uji empiris yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap transfer pricing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018Ae2022 Adapun yang dapat dijadikan masukan adalah sebagai Akademis Menambahkan atau menggunakan rasio-rasio diluar rasio yang diteliti yaitu exchange rate, profitabilitas, dan transfer pricing maupun penambahan atau menggunakan populasi dan perusahaan yang berbeda sehingga dapat memberikan gambaran dalam sektor lain transfer Manajemen Perusahaan yang melakukan praktik transfer pricing dalam transaksi antara wajib pajak dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa harus dilakukan berdasarkan prinsip kesewajaran dan kelaziman yang terkandung dalam PSAK, serta menyediakan dokumen atau informasi Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 tambahan terkait dengan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa sesuai dengan peraturan pemerintah. DAFTAR PUSTAKA