REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 8 Number 02, 2025 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Kurikulum IPS SD dan SMP dalam Kerangka Menjawab Tantangan Era Industri 4. 0 dan Society 5. 0: Studi terhadap Kurikulum Merdeka Belajar Muzakir Universitas Qamarul Huda Badaruddin. Indonesian qhmuzakir@gmail. ARTICLE INFO ABSTRAK Hadirnya kurikulum merdeka belajar (KMB) merupakan suatu jawaban atas persoalan yang terjadi dalam pendidikan di Indonesia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat menuntut berbagai macam Kata Kunci: IPS SD dan SMP. Industri kompetensi dan juga karakter untuk menghadapi situasi 0 dan Society 5. yang terus berubah dan personal kehidupan yang semakin Kurikulum Merdeka Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu bagian dari kurikulum pendidikan nasional yang ditetapkan dalam bentuk mata pelajaran di sekolah formal. IPS memiliki kerangka kurikulum yang seharusnya bisa This is an open access article under the CC BY-SA license. menjawab berbagai tantangan kehidupan masyarakat Copyright A 2023 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. sehingga kurikulum IPS di sekolah harus diterapkan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman. Dalam Kurikulum Merdeka Belajar, mata pelajaran IPS mengalami beberapa perubahan baik pada nama mata pelajaran, struktur, dan pendekatan pembelajaran. Mata pelajaran IPS di SD bukan lagi menjadi mata pelajaran tersendiri akan tetapi digabung dengan mata pelajaran IPA sehingga berubah menjadi mata pelajaran IPAS yang mulai diberlakukan pada Fase B di kelas IV. Sedangkan di SMP, mata pelajaran IPS tidak mengalami perubahan. Dalam mata pelajaran IPS, struktur kurikulum terdiri dari pembelajaran intrakurikuler dan penguatan profil pelajar pancasila yang mencakup enam kompetensi yang harus dicapai oleh siswa yaitu . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, . mandiri, . bergotong-royong, . berkebinekaan global, . bernalar kritis, dan . Kompetensi-kompetensi ini sangat relevan dengan kebutuhan dalam menghadapi tantanga era Ri 4. 0 dan society 5. Dengan demikian, kurikukulum IPS dalam kurikulum Merdeka belajar telah menyiapkan kompetensi-kompetensi siswa untuk menghadapi tantangantantangan di era RI 4. 0 dan society 5. Article history: Received Januari 20, 2025 Revised Februari 25, 2025 Accepted Mei 9, 2025 Available online Juni 25, 2025 PENDAHULUAN Kehadiran era revolusi industri 4. 0 telah menyebabkan sebuah perubahan besar dalam kehidupan manusia. Dengan muculnya teknologi digital telah mempengaruhi kehidupan manusia dalam berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, politik, budaya. Ellahi. , et. menyebutkan bahwa REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 8 Number 02, 2025 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: revolusi industri 4. 0 (RI 4. memiliki dampak secara luas terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Tidak dapat dielakkan bahwa revolusi industry 4. merupakan suatu revolusi yang mempengaruhi aktivitas kehidupan manusia secara signifikan, yang mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia. Indonesia sebagai salah satu Negara berkembang di Asia mendapatkan dampak dari perubahan Revolusi Industri 4. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan masyarakat Indonesia yang terus mengalami perubahan dalam berbagai aspek kehidupa masyarakat akibat dari adanya perkembangan teknologi. Dalam perkembangan selanjutnya. Society 5. 0 muncul sebagai pengembangan dari revolusi industri 4. 0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peranan manusia itu sendiri. Dalam society 5. 0, manusia akan menjadi pusatnya . uman centere. dengan tetap berbasis teknologi . echnology base. (Usmaedi, 2021:. Pada tahu 2019, pemerintah Jepang meluncurkan era super smart society . sebagai bentuk respon terhadap disrupsi yang dihasilkan oleh revolusi 4. 0 yang menciptakan kondisi VUCA (Volatility. Uncertainty. Complexity. Ambiguit. (Hikmat, 2022: 2. yaitu suatu kondisi yang labil, tidak pasti, kompleks dan membingungkan. Era Society 5. 0 lebih menekankan pada upaya menempatkan manusia sebagai pusat inovasi . uman centere. dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup mausia secara keberlanjutan. Hadirnya society 5. 0 sebagai konsep masyarakat manusia berbasis teknologi mensyaratkan manusia agar memliki paradigma yang lebih kritis, berfikir kreatif, dan keseimbangan antara pengembangan dan keterampilan pemecahan masalah untuk meningkatkan kualititas hidup yang berkelanjutan (Suryadi. Kushardiyanti. Gusmanti, 2021:. Dengan munculnya era society 5. dibutuhkan terobosan-terobosan yang paten dalam upaya menghadapi tantangan yang akan ditimbulkan. Adanya society 5. 0 menimbulkan tantangan tersendiri dalam berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah dalam bidang pendidikan, termasuk dalam pembelajaran. Untuk menghadapi kompleksitas kondisi kehidupan masyarakat era Society 5. 0, peserta didik tidak cukup dibekali dengan kemampuan membaca, menulis dan berhitung atau lebih dikenal dengan sebutan AuTree RAy . eading, writing, arithmeti. , tetapi juga perlu dibekali kompetensi masyarakat global atau juga disebut kecakapan ababd 21, yakni kemampuan berkomunikasi, kreatif, berpikir kritis, dan berkolaborasi atau dikenal dengan sebutan AuFour CsAy, yaitu communicators, creators, critical thingkers, and collaborators (Usmaedi, 2021:. Pendidikan merupakan pintu utama dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Di era society 5. pendidikan sangat penting untung mengembangkan kualitas modal manusia (Hikmat, 2022: 2. Untuk menjawab tantangan tersebut, kurikulum pendidikan juga harus memberikan arah yang pasti untuk menjawab tantangan-tangan tersebut. Kurikulum harus selalu hidup untuk menjawab berbagai situasi yang berubah REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 8 Number 02, 2025 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: bahkan kurikulum harus mampu untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Oleh sebab itu. OECD membuat tiga kerangka keterampilan yang dibutuhkan pada abad ke 21 yaitu pertama, keterampilan inovasi dan pembelajaran seperti berpikir kritis dan pemecahan masalah, kretivitas dan inovasi, serta komunikasi dan kolaborasi. Kedua, informasi, media dan teknologi seperti literasi informasi, literasi media, dan literasi ICT. Ketiga, keterampilan hidup dan karir seperti fleksibilitas dan adaptabilitas, inisiatif dan self-direction, keterampilan sosial dan lintas budaya, produktivitas dan akuntabilitas, serta kepemimpinan dan responsibilitas. Ketiga kerangka ini merupakan satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling melengkapi dan mendukung (Rifai, dkk. Dalam upaya untuk mendukung penyebaran keterampilan tersebut secara global. OECD menekankan penciptaan support system yang akan mendorong pembangunan keterampilan atau smart society yang siap menghadapi tantangan 5. Sistem pendukung tersebut mencakup standard asesmen, kurikulum dan pengajaran, pengembangan professional, dan lingkungan belajar yang ditetapkan oleh sekolah formal. Keberhasilan implementasi dan pengajaran keterampilan abad 21 di sekolah seperti literasi informasi, literasi mediam dan ICT diukur oleh keberhasilan dalam lingkungan belajar mereka, pengembangan professional guru, kurikulum dan pengajaran serta standar dan asesmen. Berkenaan dengan ini, kurikulum menjadi salah satu penentu dalam menghadapi tantangan masyarakat 5. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (BSKAP, 2022:. Kurikulum adalah apa yang masyarakat anggap tepat dan masyarakat inginkan untuk ditularkan kepada siswa seperti nilai-nilai, sikap, pengetahuan, informasi dan keterampilan-keterampilan (Chimbunde & Masondo. Seiring dengan perkembangan waktu, kurikulum pendidikan di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan. Dalam kaitannya denagn itu, keberadaan pendidikan IPS dalam sistem pendidikan di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sistem kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia. Seperti telah dikemukakan oleh sejumlah pakar bahwa secara embrionik kurikuler, pendidikan IPS di lembaga pendidikan formal atau sekolah di Indonesia pernah dimuat dalam kurikulum tahun 1947, kurikulum berpusat mata pelajaran terurai tahun 1952, kurikulum 1964, dan kurikulum 1968. Baru dalam kurikulum tahun 1975, kurikulum 1984, dan kurikulum tahun 1994, pendidikan IPS telah menjadi salah satu mata pelajaran yang berdiri sendiri pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah yang disesuaikan dengan karakteristik atau kebutuhan peserta didik (Nasution dan Lubis, 2018: 23-. Seiring dengan pertumbuhan zaman dan berjalanya waktu perkembangan dan perubahan perubahan pendidikan IPS, seperti yang dirasakan mulai dari kurikulum KTSP 2006 hingga Kurikulum 2013 REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 8 Number 02, 2025 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: dengan pemberian pendidikan IPS secara terpadu hingga tematik yang terpadu (Fauziah. , dkk. Hadirnya kurikulum merdeka belajar (KMB) merupakan suatu jawaban atas persoalan yang terjadi dalam pendidikan di Indonesia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat menuntut berbagai macam kompetensi dan juga karakter untuk menghadapi situasi yang terus berubah dan personal kehidupan yang semakin kompleks. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu bagian dari kurikulum pendidikan di Indonesia yang ditetapkan menjadi mata pelajaran di sekolah formal di Indonesia. IPS memiliki kerangka kurikulum yang bisa menjawab tantangan-tangan di masa depan Kurikulum IPS di sekolah harus diterapkan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, maka fokus kajian ini tentang struktur kurikulum IPS dalam menghadapi tantangan era masyarakat 5. Pokok kajian dalam tulisan ini adalah . bagaimana perubahan kurikulum IPS dalam kurikumum merdeka Belajar menghadapi tantangan RI 4. 0 dan society 5. landasan filosofis kurikulum Merdeka belajar. struktur kurikulum IPS dalam kurikukulum merdeka belajar. kompetensi mata pelajaran IPS dalam menghadapi tantangan era RI 4. 0 dan METODE Pendekatan yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Studi pustaka ini memanfaatkan sumbersumber kepustakaan untuk memperoleh data penelitian (Zed, 2016:. Sumber kepustakaan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain jurnal-jurnal yang diterbitkan dalam dalam lingkup nasional dan internasional yang relevan dengan topik yang kajian, buku-buku, serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan peraturan pemerintah tentang kurikulum. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode analisis isi (Mirzaqon dan Purwoko, 2. Analisis isi digunakan untuk mendapatkan inferensi . yang valid dan dapat diteliti ulang berdasarkan konteksnya. Dalam analisis ini dilakukan proses memilih, membandingkan, menggabungkan dan memilah berbagai pengertian hingga ditemukan data yang relevan (Sari & Asmendri, 2. Dalam studi pustaka ini, penelitia memilih sumber-sumber pustaka yang berasal dari sumber yang valid, kemudian membandingkan, menggabungkan, memilihan isi yang relevan baru kemuudian diambil suatu kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Perubahan Kurikulum IPS dalam Kurikulum Merdeka Belajar Secara embrionik kurikuler, pendidikan IPS di lembaga pendidikan formal atau sekolah di Indonesia pernah dimuat dalam kurikulum tahun 1947, kurikulum berpusat mata pelajaran terurai tahun 1952, kurikulum 1964, dan kurikulum 1968. Baru dalam kurikulum tahun 1975, kurikulum 1984, dan kurikulum tahun 1994, pendidikan IPS telah menjadi salah satu mata pelajaran yang berdiri sendiri pada REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 8 Number 02, 2025 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah yang disesuaikan dengan karakteristik atau kebutuhan peserta didik. Di Indonesia, awal masuknya pendidikan IPS ini ada pada tahun 1975 dan menggunakan kurikulum 1975 sampai 2006. Dengan materi secara terpisah, perkembangan dan pembaharuan kurikulum berlangsung sehingga menciptakan kurikulum 2013 yang mengemas materi pendidikan IPS secara terpadu (Fauziah, dkk, 2022:. Sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, maka tidak ada lagi kurikulum yang bersifat terpusat . urikulum nasiona. Menurut PP tersebut, penyusunan kurikulum menjadi kewenangan satuan pendidikan. Oleh karena itu, kurikulum yang berlaku adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pemerintah pusat yang menugaskan kepada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) hanya berkewajiban menyusun standar nasional termasuk dalam membuat Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang mulai tahun 2006 diterbitkan dalam bentuk Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendikna. Nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) (Nasution dan Lubis, 2018: 23-. Kurikulum KTSP memberikan kewenangan yang semakin luas kepada guru mata pelajaran termasuk IPS untuk mengembangkan sendiri materi pembelajaran serta strategi dan pendekatan pembelajaran sesuai dengan kondisi di lingkungan sekolah dan masyarakat Pada tahun 2013 diluncurkan kurikulum yang disebut kurikuum 2013 (K. Dalam kurikulum ini, mata pelajaran IPS tetap sama dengan mata pelajaran pada kurikulum sebelumnya. Akan tetapi terdapat perubahan pada kompetensi dan kompetensi Dasar dan pendekatan pembelajaran yang integratif dan multidisipliner dengan pendekatan tematik pada jenjang pendidikan dasar. Kemudian pada tahun 2019, pendidikan di Indonesia dihadapkan dengan wabah covid-19 yang berdampak sangat luas bagi pembelajaran. Sebagai antisipasi dampak pandemi terhadap ketertinggalan pembelajaran . earning los. dan kesenjangan pembelajaran . earning ga. , pada Agustus 2020. Kemendikbud menerbitkan kurikulum darurat pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus. Kurikulum darurat . alam kondisi khusu. ini pada pada intinya merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional (BSKAP, 2022:. Sebagai jawaban atas kondisi ini. Kemendikbud meluncurkan kurikulum yang disebut kurikulum merdeka Dalam kurikulum merdeka belajar ini. IPS di SD mengalami perubahan nama dan disatukan dalam mata pelajaran yang disebut IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di jenjang SD merupakan mata pelajaran yang ditujukan untuk membangun kemampuan literasi sains dasar (BSKAP, 2022:. IPS dalam kurikulum merdeka lebih diarahkan pada pengembangan kemampuan sains daripada mengembangkan sikap dan keterampilan bermasyarakat. Mata pelajaran IPA dan IPS dijadikan satu menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) karena dasar dari kedua mata pelajaran ini adalah pengembangan keterampilan inkuiri atau dikenal juga sebagai kemampuan berpikir ilmiah (BSKAP, 2022:. Penggabungan IPA dan IPS menjadi IPAS dalam kurikulum merdeka hanya mempertimbangkan pada kemampuan kognitif . Padahal dalam pendidikan IPS seharusnya juga dikembangkan kemampuan afektif dan psikomotorik secara seimbang. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 8 Number 02, 2025 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Menyatukan IPA dengan IPS sebenarnya suatu pertimbangan yang perlu dikaji ulang karena antara IPA dan IPS memiliki karakteristik yang berbeda dimana IPA lebih menekankan pada kemampuan berfikir kealaman sedang IPA lebih menekankan pada pengembangan nilai-nilai kehidupan sosial. Sehingga kalau IPS hanya dikaji dari sisi ilmiah, maka siswa hanya bisa berfikir tentang masyarakat tetapi miskin dengan aksi-aksi sosial. Oleh sebab itu. IPA dan IPS seharusnya dipisah menjadi mata pelajaran tersendiri di SD agar batas-batas kajian menjadi jelas dan terukur. Mata pelajaran IPAS diberlakukan mulai pada kelas i-IV dengan jumlah jam pelajaran per minggu sebanyak 5 JP dengan durasi 1 JP 35 menit dan setahun 108 JP. Jumlah jam pelajaran ini sebenarnya masih tidak ideal karena kompleksitas materi lebih tinggi karena menggabungkan dua mata pelajaran. Keterbatasan lain dari penggabungan mata pelajaran IPS dengan IPA adalah pada kemampuan guru. Guru yang cenderung ke IPA akan lebih banyak mengarahkan pembelajaran ke IPA. Demikian juga sebaliknya, guru yang cenderung ke IPS akan lebih banyak mengarah kepada IPS. Ini akan terjadi bias dan menyebabkan proposionalitas materi pelajaran menjadi tidak seimbang. Dengan demikian, sekali lagi bahwa IPS di SD idealnya tidak digabungkan dengan IPA. Alokasi proyek penguatan profil pelajar pancasila sebanyak 36 JP per tahun. Ini sebenarnya mengarah kepada pendidikan kewarganegaraan yang pada dasarnya bisa diintegrasikan dalam mata pelajaran IPS. Kemudian pada jenjang SMP, mata pelajaran IPS pada kurikulum merdeka belajar tidak mengalami perubahan, masih sama dengan kurikulum sebelumnya. Akan tetapi, terdapat perubahan dalam jam pelajaran. Kurikulum IPS di SMP yang ideal untuk menghadapi tantangan RI 4. 0 dan era society 5. 0 adalah lebih menekankan pada literasi digital dimana sumber-sumber materi pembelajaran tidak hanya terpaku pada tekstual tetapi informasi-informasi terkait fenomena sosial, fenomena alam dan ekonomi, politik, hukum perlu mendapat perhatian sebagai bahan kajian dalam pembelajaran IPS di SMP. Landasan Filosofis Kurikulum Merdeka Belajar Landasan filosofis kurikulum merdeka belajar bisa ditinjau dari perspektif filsafat barat dan juga filsafat bangsa Indonesia sendiri. Dilihat dari pespektif filsafat barat, terdapat beberapa hasil kajian dan penelitian yang mengkaji tentang Hasil penelitian oleh Faiz & Kurniawaty . menunjukkan sistem pendidikan Indonesia yang saat ini dikonsepkan oleh Mendikbud (Nadiem Makari. merujuk pada konsep pemikiran filsafat progresivisme John Dewey. Hal yang utama dalam konsep tersebut menekankan bahwa manusia harus mengikuti perkembangan zaman begitu juga sistem pendidikan. Hal ini sejalan dengan konsep live long education. Aspek lainnya adalah pentingnya pengembangan skill dan performance karakter. Pengembangan karakter menjadi penting untuk menyeimbangkan antara kemampuan intelegensi dan karakter. Disamping karakter, pendidikan harus mampu mengembangkan pemikiran kritis dan kreatif, sehingga dapat menemukan hal-hal baru dan mampu menghasilkan lulusan dengan memiliki jiwa entrepreneurship yang mampu mengelola negara dan segenap potensinya. Kebijakan Merdeka Belajar secara filosofis paling tidak berlandaskan pada 4 . aliran filsafat, yaitu: . Aliran Progresivisme. Aliran Konstruktivisme. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 8 Number 02, 2025 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Aliran Humanisme. Filsafat antropologis (Putra. Rusmanjaya. Rusydany & Wibawani, 2020: 41-. Ditinjau dari aliran progresivisme, proses pembelajaran ditekankan pada pembentukan kreativitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah . dengan memperhatikan pengalaman peserta didik, sehingga diharapkan dapat tercipta perubahan pada diri peserta didik dengan indikator adanya perkembangan tingkat kemajuan baik dalam bentuk pemikiran maupun sikap. Aliran Konstruktivisme melihat pengalaman langsung peserta didik . irect experience. sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia sehingga dalam kurikulum merdeka belajar ditekankan kepada siswa untuk belajar langsung dari pengalaman melalui pembelajaran proyek. Aliran Humanisme melihat peserta didik dari segi keunikan/karakteristik, potensi dan motivasi yang dimilikinya dengan mempertimbangkan kondisi peserta didik yang memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda-beda. Filsafat antropologis, memandang bahwa individu manusia sebagai makhluk sosial, makhluk susila . dan makhluk religi . Sedangkan landasan filosofis kurikulum merdeka belajar yang ada di Indonesia adalah berdasarkan pada filsafat pancasila dimana dari pancasila tersebut dikembangkan profil pelajar pancasila yang fokus pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa untuk menghadapi tantangan global agar bisa berdaya saing tinggi. Profil pelajar pancasila terdiri dari enam dimensi yaitu: . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, . mandiri, . bergotong-royong, . berkebinekaan global, . bernalar kritis, dan . Keenam dimensi pada profil pelajar pancasila merupakan panjang tangan dari sila-sila pancasila (Utami. Rukiyati, & Prabowo, 2023:. Dengan demikian, landasan filosofis kurikulum merdeka belajar menganut filsafat progresivisme, konstruktivisme, humanisme dan antropplogis. Aliran-aliran filsafat ini jika dihubungkan dengan filsafat pancasila Indonesia sebenarnya sudah relevan dengan substansi yang terkandung dalam ajaran dan nilai-nilai pancasila Dasar filsafat ini sangat berkaitan dengan pembelajaran IPS yang bertujuan untuk membentuk warga Negara yang baik, memiliki keterampilan dalam menghadapi berbagai permasalahan, mampu bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial. Struktur Kurikulum IPS SD dan SMP dalam Kurikulum Merdeka Belajar Sebagaimana yang dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun tentang Standar Nasional Pendidikan, struktur kurikulum merupakan pengorganisasian atas kompetensi, muatan pembelajaran, dan beban belajar. Karakteristik utama yang ditekankan dalam rancangan struktur kurikulum ini adalah sebagai berikut: . adanya perubahan status mata pelajaran, . satuan pendidikan memiliki wewenang untuk mengembangkan kurikulum operasional, . pembelajaran dibagi menjadi dua, yaitu intrakurikuler dan kokurikuler dalam bentuk projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan . adanya pilihan yang dapat ditentukan oleh peserta didik. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di jenjang SD pada Kurikulum Merdeka Belajar merupakan mata pelajaran yang ditujukan untuk membangun kemampuan literasi sains dasar. Muatan ini merupakan fondasi untuk menyiapkan peserta didik mempelajari ilmu REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 8 Number 02, 2025 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial yang lebih kompleks di jenjang SMP. Selain itu, mengapa IPA dan IPS disatukan di sekolah dasar, hal ini dikarenakan anak usia SD cenderung melihat segala sesuatu secara utuh dan Penggabungan pelajaran IPA dan IPS ini diharapkan dapat memicu anak untuk dapat mengelola lingkungan alam dan sosial dalam satu kesatuan (Nurani, dkk, 2022:. Ketika mempelajari lingkungan sekitarnya, misalnya, peserta didik di jenjang SD melihat fenomena alam dan sosial sebagai suatu fenomena yang terintegrasi, dan mereka mulai berlatih membiasakan diri untuk mengamati atau mengobservasi, mengeksplorasi, dan melakukan kegiatan yang mendorong kemampuan inkuiri lainnya yang sangat penting untuk menjadi fondasi sebelum mereka mempelajari konsep dan topik yang lebih spesifik di mata pelajaran IPA dan IPS yang akan mereka pelajari di jenjang SMP. Alasan lain dari penyatuan Mata pelajaran IPA dan IPS menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) karena dasar dari kedua mata pelajaran ini adalah pengembangan keterampilan inkuiri atau dikenal juga sebagai kemampuan berpikir ilmiah. Untuk membantu anak berpikir secara holistik, belajar berpikir dari berbagai perspektif dan mengembangkan kemampuan inkuiri mereka, serta untuk mengurangi beban jam belajar peserta didik, maka pelajaran IPA dan IPS pada Fase B dan dijadikan satu mata peajaran menjadi IPAS. Tabel 1. Struktur Kurikulum IPS di SD dalam kurikulum merdeka belajar Alokasi Projek Alokasi Penguatan Total Intrakurikuler Mata Pelajaran Profil Pelajar JP Per Per Tahun Pancasila Per Tahun (Mingg. Tahun Pendidikan Pancasila Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Pendidikan Jasmani Olahraga dan 96 . Kesehatan Sumber: Permendikbudristek No. 56/M/2022 Struktur kurikulum di SD dibagi menjadi tiga fase yaitu: . Fase A untuk kelas I. II. Fase B untuk kelas i. IV. dan fase C untuk kelas V dan VI. Mata pelajaran IPAS diberikan pada Fase B yaitu di kelas IV. Pendekatan pembelajaran yang digunakan bisa dalam bentuk mata pelajaran atau tematik. Beban belajar yang ditempuh mencakup pembelajaran intrakurikuler dan proyek penguatan profil pancasila sebanyak 20% per tahun. Berdasarkan pada tabel di atas dapat dilihat bahwa alokasi waktu pembelajaran intrakurikuler IPAS sebanyak 160 JP per tahun dan 5 JP per minggu. Sedangkan alokasi waktu untuk proyek penguatan profil pancasila per tahun sebanyak 32 JP sehingga total JPS per tahun sebanyak 192 JP. Sementara struktur kurikulum IPS SMP/MTs terbagi menjadi 2 . , yaitu: . REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 8 Number 02, 2025 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: pembelajaran intrakurikuler. projek penguatan profil pelajar Pancasila dialokasikan sekitar 25% . ua puluh lima perse. total JP per tahun. Tabel 2. Struktur kurikulum SMP/MTs Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial . elas VII-V. Ilmu Pengetahuan Sosial . elas VII-V. Alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Per Tahun Alokasi Intrakurikuler Per Tahun (Mingg. Total JP Per Tahun 108 . Berdasarkan pada tabel di atas. IPS menjadi mata pelajaran tersendiri yang terpisah dari mata pelajaran IPA dengan alokasi waktu 108 jam per tahun dan 3 jam per minggu untuk kelas VII, dan Vi. Alokasi waktu untuk proyek penguatan profil pancasila per tahun sebanyak 36 JP. Sedangkan untuk kelas X, alokasi waktu pembelajaran intrakurikuler sebanyak 96 JP per tahun atau 3 JP per minggu dan alokasi waktu untuk penguatan proyek profil pelajar pancasila sebanyak 32 JP dengan total JP per tahun sebanyak 128 JP. Alokasi waktu ini dipandang sangat cukup menyelesaikan capaian-capaian pembelajaran dalam pembelajaran IPS dan kegiatan-kegiatan pembelajaran dalam rangka penguatan profil pancasila yang mencakup pengembangan spritualitas, kemandirian, kemampuan kerjasama dan toleransi, kemampuan berfikir kritis dan kreatif. Ini menunjukkan bahwa struktur kurikulum IPAS dalam kurikulum Merdeka Belajar dapat mendukung kemampuan siswa di era RI. 0 dan Society 5. Kompetensi Mata Pelajaran IPS dalam menghadapai RI 4. 0 dan Society 5. pada Kurikulum Merdeka Belajar Pada kurikulum merdeka belajar, kompetensi mata pelajaran IPS di sekolah terdiri dari kompetensi inti 1 . etuhanan/spritua. , kompetensi inti 2 . fektif/nilainilai karakte. , kompetensi inti 3 . dan kompetensi inti 4 . Pemetaan kompetensi seperti ini pada dasarnya akan dipahami oleh guru dengan cara pandang yang terpisah dalam pencapainnya. Padahal sesungguhmya pencapaian kompetensi ini harus dicapai bersama-sama secara Selama ini, kompetensi yang lebih besar mendapat perhatian adalah pada kompetensi pengetahuan (KI-. karena yang paling mudah untuk dilaksanakan dalam pengukuran dan evaluasi. Sementara, kompetensi lainnya dianggap sulit untuk diukur dan dalam membuat alat pengukurannya membutuhkan waktu yang Hal ini menjadi problematika sehingga kompetensi-kompetensi ini sebenarnya harus terintegral menjadi satu kesatuan kompetensi yang dicapai REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 8 Number 02, 2025 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: bersamaan dalam suatu proses pembelajaran dan dalam suatu konten pembelajaran yang terkandung di dalamnya ada kompetensi ketakwaan pada Tuhan . engembangan spiritua. , kompetensi afektif . engembangan emosiona. , kompetensi pengetahuan . engembangan berfiki. , dan kompetensi keterampilan . erwujudan dari tiga kompetensi yaitu spiritual, emosional, dan intelektual yang tertuang dalam tindakan sehari-hari siswa yang bisa diamati dalam pembelajaran di kelas maupun dalam aktivitas sosial. Empat kompetensi ini memang masih sangat relevan dengan perkembangan era 5. 0 dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin tidak menentu dan labil. Untuk menjawab tantangan Revolusi industri 4. 0 dan Society 5. 0 dalam dunia pendidikan diperlukan kecakapan hidup abad 21 atau lebih dikenal dengan istilah 4C (Creativity. Critical Thingking. Communication. Collaboratio. (Kahar. Wagner . dan Change Leadership Group dari Universitas Harvard mengidentifikasi kompetensi dan keterampilan bertahan hidup yang diperlukan oleh siswa dalam menghadapi kehidupan, dunia kerja, dan kewarganegaraan di abad ke-21 ditekankan pada tujuh . keterampilan berikut: kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, . kolaborasi dan kepemimpinan, . ketangkasan dan kemampuan beradaptasi, . inisiatif dan berjiwa entrepeneur, . mampu berkomunikasi efektif baik secara oral maupun tertulis, . mampu mengakses dan menganalisis informasi, dan . memiliki rasa ingin tahu dan imajinasi (Zubaidah, 2016:. Sheikh Abdullah . menegaskan bahwa ada empat kompetensi yang perlu dikuasai siswa agar siswa pada abad 21 dapat sesuai dengan kurikulum abad 21 yakni Pemikiran Kritis (Critical Thinkin. dan Pemecahan Masalah (Problem Solvin. Komunikasi (Communicatio. Kolaborasi (Collaboratio. Kreativitas (Creativit. , dan Inovasi (Innovatio. (Fitriani, dkk, 2022:16. Dalam kaitannya dengan kompetensi siswa yang telah disebutkan di atas, pada dasarnya kurikulum merdeka belajar telah mengakomodasi kompetensikompetensi tersebut dalam profil pelajar pancasila. Terdapat enam kompetensi yang menjadi inikator profil pelajar pancasila yaitu: . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, . mandiri, . bergotong-royong, . berkebinekaan global, . bernalar kritis, dan . Kompetensi-kompetensi ini sejalan dengan kebutuhan untuk menghadapi tantangan era RI 4. 0 dan society Bahkan, kurikulum merdeka belajar memiliki kompetensi tambahan yang mencirikan sifat dasar manusia dan ciri khas kebangsaan Indonesia yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Kebutuhan akan Tuhan merupakan sifat dasar manusia karena manusia adalah makhluk yang memiliki kelemahan dan kekurangan sehingga manusia butuh Tuhan sehingga dalam diri manusia muncul nilai-nilai spritualitas. Di era RI 4. 0 dan society 5. 0, spritualisme sangat dibutuhkan karena manusia butuh ketenangan jiwa dalam kehidupan di tengah berbagai permasalahan kehidupan yang semakin kompleks. Dengan demikian, melalui mata pelajaran IPS di sekolah dalam kurikulum merdeka belajar REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 8 Number 02, 2025 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: sangat penting mengutamakan penanaman kompetensi ketuhanan . dalam diri siswa sehingga terbentuk siswa yang memiliki ketenangan jiwa dalam menghadapi persoalan dalam hidupnya terutama dalam menghadapi era RI 4. dan society 5. SIMPULAN DAN SARAN Kurikulum mata pelajaran IPS SD dan SMP dalam Kurikulum Merdeka Belajar mengalami beberapa perubahan baik pada mata pelajaran, struktur, dan pendekatan pembelajaran. Mata pelajaran IPS di SD bukan lagi menjadi mata pelajaran tersendiri akan tetapi digabung dengan mata pelajaran IPA sehingga berubah menjadi mata pelajaran IPAS yang mulai diberlakukan pada Fase B di kelas IV. Sedangkan di SMP, mata pelajaran IPS tidak mengalami perubahan. Dalam mata pelajaran IPS, struktur kurikulum terdiri dari pembelajaran intrakurikuler dan penguatan profil pelajar pancasila yang mencakup enam kompetensi yang harus dicapai oleh siswa yaitu . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, . mandiri, . bergotong-royong, . berkebinekaan global, . bernalar kritis, dan . Kompetensi-kompetensi ini sangat relevan dengan kebutuhan dalam menghadapi tantangan era Ri 4. 0 dan Dengan demikian, kurikukulum IPS dalam kurikulum Merdeka belajar telah menyiapkan kompetensi-kompetensi siswa untuk menghadapi tantangantantangan di era RI 4. 0 dan society 5. Oleh sebab itu disarankan kepada pengelola satuan pendidikan dan guru IPS untuk menjalankan kurikulum merdeka dengan konsisten dan intensif. DAFTAR PUSTAKA