Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya ANALISIS RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN PT. SALIM IVOMAS PRATAMA TBK PERIODE TAHUN 2018-2022 Bryan Adrians T Universitas Widya Kartika Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui baik atau buruknya kinerja keuangan PT. Salim Ivomas Pratama periode tahun 2018-2022 yang diukur menggunakan rasio Lukuiditas. Solvabilitas. Profitabilitas, dan Aktivitas. Jenis metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pemilihan populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Perusahaan yang rajin menerbitkan laporan keuangannya tiap tahun secara online, dengan penentuan sample menggunakan Purposive Sampling, sehingga diperoleh Perusahaan PT. Salim Ivomas Pratama periode tahun 2018-2022. Teknik analisis yang digunakan yaitu secara deskriptif dari hasil perhitungan rasio kemudian dibandingkan berdasarkan standar rasio industry yang ada sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kondisi likuisitas, profitabilitas dan aktivitas PT. Salim Ivomas Pratama dalam kondisi yang kurang baik sedangkan kondisi solvabilitasnya dalam kondisi yang cukup baik. Kata kunci: rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, rasio aktivitas Abstract This research aims to determine whether the financial performance of PT. Salim Ivomas Pratama periode 2018-2022 is in condition good or bad measured using liquidity, solvability, profitability and activity ratios. This type of research method uses a descriptive quantitative The population chosen in this research is all companies that diligently publish their financial reports every year online, by determining the sample using purposive sampling, so acquiring the company PT. Salim Ivomas Pratama periode 2018-2022. The analysis technique used is descriptive kuantitative from the results of ratio calculations and then compared based on existing industry ratio standards so that it can be concluded that the liquidity, profitability and activity conditions of PT. Salim Ivomas Pratama is in poor condition while its solvability condition is quite good. Keywords: liquidity ratio, solvability ratio, profitabilty ratio, activity ratio PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Analisis laporan keuangan merupakan alat analisis bagi manajemen keuangan perusahaan untuk mendeteksi tingkat kesehatan perusahaan, melalui analisis kondisi arus kas atas kinerja organisasi perusahaan baik yang bersifat persial maupun organisasi secara Analisis laporan keuangan umumnya dilakukan oleh para pemberi modal seperti kreditor, investor, dan oleh perusahaan itu sendiri berkaitan dengan kepentingan eksekutif dan penilaian perusahaan (Harmono, 2. Dalam menghitung berbagai jenis rasio keuangan tersebut, diperlukannya laporan keuangan dari perusahaan. Pencatatan laporan keuangan merupakan hal yang penting dan wajib untuk dilakukan oleh perusahaan, apalagi di era modern seperti ini. Mambuat laporan keuangan tidak hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan berskala besar namun juga perusahaan berskala kecil karena dengan adanya laporan keuangan, mengambil langkah kedepan untuk mengelolah perusahaan menjadi lebih jelas. Perusahaan yang akan saya teliti ini adalah PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) yang merupakan salah satu perusahaan raksasa di Indonesia dengan puluhan anak Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-1 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya perusahaan, beberapa produk unggulannya yang cukup terkenal dan banyak beredar di pasaran Indonesia yaitu minyak goreng AuBimoliAy dan margarine AuPalmiaAy. Alasan penulis memilih PT Salim Ivomas Pratama untuk diteliti karena berdasarkan laporan keuangan tahunan PT Salim Ivomas Pratama yang di publish di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rentang tahun 2018-2022, dapat terlihat bahwa PT Salim Ivomas Pratama sempat mengalami masalah kerugian dalam perhitungan laporan Laba/Rugi ditahun 2018 dengan rugi/loss sebesar . dan bertambah lagi ditahun 2019 dengan rugi/loss . Dari meruginya PT Salim Ivomas Pratama selama dua tahun berturut-turut itu, berpengaruh pada bertambahnya nilai total kewajiban/Liabilitasnya yang pada tahun 2018 829, bertambah menjadi 17. 515 ditahun 2019 dan juga menurunkan nilai total ekuitas yang sebelumnya sebesar 18. 677 ditahun 2018 menjadi 17. 323 pada Walaupun terus mengalami kerugian selama dua tahun, nilai total asset tidak lancar PT Salim Ivomas Pratama justru mengalami peningkatan dari 27. 599 menjadi 245 dengan jumlah total asset 34. 506 menjadi 34. dengan meruginya nilai penjualan PT Salim Ivomas Pratama, tidak langsung membuat mereka kehilangan atau mengalami penurunan asset, melainkan terjadi penambahan asset. Dari kasus ini dapat dilihat bahwa perusahaan yang mengalami kerugian belum tentu mengalami penurunan asset dan tidak dapat langsung disimpulkan kinerja perusahaan itu buruk karena nilai penjualan dan laba bisa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, salah satu contohnya adalah perang dagang yang dilakukan antar negara tetangga. Pertumbuhan laba dan penjualan yang tinggi juga tidak selalu meningkatkan pertambahan asset perusahaan tapi malah mengalami penurunan. Oleh karena itu, investor perlu menilai lebih mendalam kondisi ini sebelum pengambilan investasi dilakukan. Berdasarkan latar belakang ini, penelitian ini mengangkat judul Analisis Rasio Keuangan PT Salim Ivomas Pratama dengan menggunakan metode analisis rasio aktivitas, solvabilitas, lukiuditas, dan profitabilitas. Dasar pemilihan rentang waktu selama lima tahun terakhir . dinilai penulis cukup untuk mewakili perkembangan kondisi keuangan perusahaan tersebut. 2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan di angkat yaitu: 1 Bagaimana kondisi Likuiditas PT. Salim Ivomas Pratama pada periode 2018-2022? 2 Bagaimana kondisi Solvabilitas PT. Salim Ivomas Pratama pada periode 2018-2022? 3 Bagaimana kondisi Profitabilitas PT. Salim Ivomas Pratama pada periode 2018-2022? 4 Bagaimana kondisi Aktivitas PT. Salim Ivomas Pratama pada periode 2018-2022? 3 Tujuan Penelitian Untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) berdasarkan rasio Likuiditas pada periode 2018-2022. Untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) berdasarkan rasio Solvabilitas pada periode 2018-2022. Untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) berdasarkan rasio Profitabilitas pada periode 2018-2022. Untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) berdasarkan rasio Aktivitas pada periode 2018-2022. 4 Manfaat Penelitian Adapun manfaat-manfaat penelitian ini yaitu: Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-2 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Bagi penulis, menambah wawasan dan pengalaman yang dimiliki penulis sehingga akan dapat berguna nanti di masa depan. Bagi investor, mengenali perusahaan mana yang baik dan buruk sebelum menanamkan modal di sana. Bagi pembaca, dapat menjadi masukan bagi perusahaan tersebut dalam upaya memperbaiki kinerja keuangan perusahaan secara menyeluruh. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan tujuan untuk menganalisa kinerja keuangan suatu perusahaan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan yang telah di publish sebelumnya, kemudian dijelaskan secara narasi atau Analisis penelitian deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya tampa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Sugiyono . Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sample tertentu. Sugiyono . 3: . Metode deskriptif adalah metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sample yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Sugiyono . 2: . HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Perhitungan Rasio Likuiditas Tabel 1 Tabel Rasio Lancar PT. Salim Ivomas Pratama periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Tahun Aktiva Lancar Hutang Lancar Rasio Lancar Rata-rata Rasio Lancar rasio lancar Gambar 1 Grafis Rasio Lancar PT. Salim Ivomas Pratama periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-3 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya 1 Perhitungan Rasio Cepat PT. Salim Ivomas Pratama Tabel 2 Tabel Rasio Cepat PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Tahun Aktiva Lancar Persediaan Hutang Lancar Rasio Cepat Ratarata Rasio Cepat rasio cepat Gambar 2 Grafis Rasio Cepat PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. 2 Perhitungan Cash Rasio PT. Salim Ivomas Pratama Tabel 3 Tabel Cash Rasio PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Tahun Kas dan Setara Kas Hutang Lancar Cash Rasio Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 Ratarata E14-4 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Rasio Kas rasio kas Gambar 3 Grafis Cash Rasio PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. 2 Perhitungan Rasio Solvabilitas 1 Perhitungan Total Hutang Terhadap Aktiva (Dept to Asset Rati. Tabel 4 Tabel Dept to Asset Ratio PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Tahun Total Hutang Total Aktiva Dept to Asset Ratio Ratarata Debt to Asset Ratio DAR Gambar 4 Gambar Dept to Asset Ratio PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Perhitungan Hutang Terhadap Modal (Dept to Equity Rati. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-5 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Tabel 5 Tabel Dept to Equity Ratio PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Tahun Total Hutang Total Modal Dept to Equity Ratio Ratarata Debt to Equity Ratio DER Gambar 5 Gambar Dept to Equity Ratio PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Perhitungan Rasio Profitabilitas Perhitungan margin laba kotor (Gross Profit Margi. Tabel 6 Tabel Gross Profit Margin PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Tahun Laba Kotor Penjualan Gross Profit Margin Ratarata Gross Profit Margin GPM Gambar 6 Grafis Gross Profit Margin PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-6 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Perhitungan margin laba bersih (Net Profit Margi. Tabel 7 Tabel Net Profit Margin PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Tahun Laba Bersih . Penjualan Net Profit Margin -1% -5% Ratarata Net Profit Margin -5% -10% NPM Gambar 7 Gambar Net Profit Margin PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Perhitungan ROA (Return On Asse. Tabel 8 Tabel Return On Asset PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Tahun Laba Bersih . Total Aset Return On Asset -1% -2% Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 Ratarata E14-7 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Return On Asset -20% ROA Gambar 8 Grafis Return On Asset PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Perhitungan ROE (Return On Equit. Tabel 9 Tabel Return On Equity PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Tahun Laba Bersih . Total Aset Return On Equity -1% -4% Ratarata Return On Equity -10% ROE Gambar 9 Grafis Return On Equity PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. 4 Perhitungan Rasio Aktivitas 1 Perhitungan Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turn Ove. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-8 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Tabel 10 Tabel Inventory Turn Over PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Tahun HPP Persediaan Inventory Turn Over 4,83 5,13 4,29 5,46 4,02 Rata-rata 4,75 Inventory turn Over ITO Gambar 10 Grafis Inventory Turn Over PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Perhitungan Rasio Perputaran Aktiva Tetap Tabel 11 Tabel Fixed Asset Turn Over PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Tahun Penjualan Aktiva Tetap Fixed Asset Turn Over 0,51 0,48 0,52 0,74 0,69 Rata-rata 0,59 Fixed Asset turn Over FATO Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-9 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Gambar 11 Gambar Fixed Asset Turn Over PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 20182022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Perhitungan Rasio Perputaran Total Aktiva Tabel 12 Tabel Total Asset Turn Over PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Tahun Penjualan Total Aktiva Total Asset Turn Over 0,41 0,39 0,41 0,55 0,49 Rata-rata 0,45 Total Asset turn Over TATO Gambar 12 Grafis Total Asset Turn Over PT. Salim Ivomas Pratama Tahun periode tahun 2018-2022 (Dinyatakan dalam jutaan rupia. Analisis Pembahasan Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa rasio lancar PT. Salim Ivomas Pratama pada tahun 2018 sebesar 90% dan mengalami penurunan ditahun 2019 sebesar 77%. Penurunan tersebut karena adanya penurunan asset kas dan peningkatan hutang bank jangka pendek yang lumayan tinggi. Rasio lancar ditahun 2020-2022 mulai mengalami peningkatan secara perlahan namun tidak signifikan yaitu menjadi 88% dan 104%, hal tersebut dikarenakan PT. Salim Ivomas Pratama mendapat tambahan asset kas dari pihak ketiga yang terus bertambah selama tiga tahun . , walaupun selama tahun tersebut juga, jumlah hutang jangka pendek PT. Salim Ivomas Pratama ikut mengalami peningkatan. Perhitungan rasio lancar PT. Salim Ivomas Pratama selama lima tahun tersebut, didapatkan rata-rata yang cukup rendah yaitu di angka 94% saja. Hal ini berarti kemampuan PT. Salim Ivomas Pratama dalam membayar hutang jangka pendeknya lebih rendah dari hasil aktiva lancarnya. Dengan kata lain, walaupun PT. Salim Ivomas Pratama berhasil mencairkan semua asset lancarnya, tetap tidak bisa memenuhi kewajiban untuk membayar hutang jangka pendeknya. Indikator rasio lancar yang baik bagi perusahaan berada di angka 200% yang berarti minimal nilai aset lancar perusahaan tersebut harus 2x lipat lebih banyak dari pada nilai hutang jangka pendek yang dimiliki agar perusahaan tidak kesulitan saat akan membayar Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-10 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya hutang jangka pendeknya. Semakin tinggi presentase rasio lancar yang dimiliki maka kemampuan perusahaan tersebut dalam memenuhi kejawiban jangka pendeknya juga semakin baik. Berdasarkan tabel 2 diatas, dapat dilihat bahwa rasio cepat PT. Salim Ivomas Pratama pada tahun 2018 yaitu 59% mengalami penurunan ditahun 2019 menjadi 51%. Penurunan tersebut dikarenakan total aset lancar mengalami penurunan ditahun 2019 yang disebabkan berkurangnya dana kas dan setara kas perusahaan. Selain itu piutang usaha dari pihak berelasi dan pihak ketiga juga mengalami penurunan yang tidak terlalu signifikan. Walau terlihat ada penambahan aset biologis ditahun 2019 namun secara total aset lancar tetap menurun dibanding tahun 2018. Pada tahun 2020 terjadi peningkatan rasio cepat menjadi 58%, hampir sama dengan tahun 2018 sebelumnya. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan aset kas sehingga total aset lancar PT Salim Ivomas Pratama juga ikut meningkat. Disisi lain, beban hutang bank jangka pendek dan hutang usaha ditahun 2020 sudah menurun dibanding 2019, tapi terdapat beban baru berupa biaya imbalan kerja jangka pendek yang harus dibayar sehingga total liabilitas jangka pendek tahun 2020 tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2021-2022 terjadi peningkatan rasio cepat yang cukup signifikan. Terlihat bahwa ditahun 2021 terdapat suntikan dana kas dari pihak ketiga dan pihak yang berelasi yang membuat total aset ditahun 2021 cukup tinggi. Walau jumlah utang hutang lancar ditahun 2021-2022 terus meningkat dibanding tahun sebelumnya yang disebabkan adanya peningkatan utang usaha pihak ketiga dan hutang bank jangka panjang, hal ini tidak cukup untuk menurunkan perhitungan rasio cepat tahun 2021-2022. Nilai rata-rata perhitungan rasio cepat PT Salim Ivomas Pratama adalah sebesar 64%. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, bahwa standar rasio cepat untuk industri adalah 150% yang artinya perusahaan harus mempunyai aset lancar yang dikurangi persediaan 1. lebih banyak dari total hutang jangka pendek, sedangkan untuk PT. Salim Ivomas Pratama, perhitungan rasio cepat cukup buruk karena tidak mampu menjamin hutang lancar dengan jumlah aset lancar yang dimilikinya. Perhitungan rasio cepat cukup jauh lebih rendah dibanding rasio lancar karena sebagian besar aset perusahaan berupa persediaan sehingga saat persediaan dikeluarkan dari perhitungan total aset maka rasio cepat juga menurun cukup signifikan. Berdasar pada tabel 3 diatas terlihat bahwa cash rasio PT. Salim Ivomas Pratama pada tahun 2018 yaitu 27%, kemudian mengalami penurunan ditahun 2019 menjadi 19%. Penurunan tersebut diakibatkan karena adanya penurunan kas dan setara kas serta meningkatnya total liabilitas jangka pendek yang disebabkan bertambahnya hutang bank jangka pendek dan hutang uang muka pembeli dari pihak ketiga, walau sudah sempat melunasi hutang bank jangka panjang sekitar 50%. Ditahun 2020, rasio kas kembali mengalami peningkatan hingga setara dengan rasio kas tahun 2018 yaitu 27%. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan kas dan setara kas yang didominasi dari pihak ketiga, sedangkan total liabilitas jangka pendek masih relatif sama dengan tahun 2019. Peningkatan cash rasio paling tinggi terdapat ditahun 2021 yaitu meningkat 14%. Hal ini dapat terjadi karena ditahun tersebut, aset kas dan setara kas meningkat cukup signifikan yang berasal dari pihak ketiga serta tambahan dari pihak yang berelasi, dimana pada tahun 2018-2020 tidak terdapat aset kas dari pihak yang berelasi. Peningkatan jumlah kas tersebut ternyata juga diikuti dengan meningkatnya jumlah liabilitas jangka pendek yang sebagian besar berupa utang bank jangka panjang dan liabilitas imbalan kerja yang terus mengalami peningkatan tiap tahun nya. Ditahun 2022 terdapat peningkatan utang usaha pihak ketiga yang cukup banyak bila dibandingkan dengan tahun 2021 sebelumnya namun PT. Salim Ivomas Prata juga berhasil menurunkan beban hutang Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-11 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya pajak dan hutang bank jangka pendek sehingga peningkatan total liabilitas jangka pendek tidak terlalu tinggi dan perhitungan cash rasio ditahun 2022 masih bisa terus meningkat. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, standar cash rasio untuk perusahaan industri adalah 50% yang dapat diartikan bahwa perusahaan tersebut harus mampu menjamin total kewajiban jangka pendeknya dengan 0. dari aset kas yang dimilikinya. Semakin besar rasio ini maka semakin baik kondisi kas perusahaan tersebut. PT. Salim Ivomas Pratama mempunyai rata cash rasio 32%, walau pada tahun 2022 hampir memenuhi standar tapi dapat disimpulkan bahwa kondisi cash rasio PT. Salim Ivomas Pratama masih dalam kondisi yang buruk karena rata-rata kas dan setara kas yang dimiliki hanya mampu 32 kali dari kewajiban jangka pendeknya. Kesimpulan dari perhitungan rata-rata rasio cepat, rasio lancar, dan rasio kas PT. Salim Ivomas Pratama selama lima tahun . dapat dikatakan likuiditas keuangan Perusahaan dalam keadaan yang kurang sehat karena berada dibawah rata-rata standar industry yang ada. Perbandingan nilai hutang lancar terhadap kas, aktiva lancar, dan persediaan juga tidak terlalu jauh, yang seharusnya Perusahaan yang likuid, memiliki nilai hutang lancar yang cukup rendah atau jauh perbandingan nya terhadap aktiva pancar, persediaan, dan jumlah kas, untuk mempermudah pencairan asset jikalau dibutuhkan dana darurat yang cukup besar. Berdasarkan tabel 4 diatas dapat dilihat bahwa Dept to asset ratio PT. Salim Ivomas Pratama pada tahun 2018 sebesar 47% yang dapat diartikan sebagai 47% dari total aset PT. Salim Ivomas Pratama ditahun 2018 ialah terdiri dan dibiayai oleh hutang. Ditahun 2019 terjadi peningkatan Dept to asset ratio menjadi 49%, hal ini disebabkan meningkatnya total liabilitas yang didominasi oleh kewajiban jangka pendek. perusahaan menambah pinjaman bank jangka pendek yang cukup banyak pada tahun 2019 walau hutang bank jangka panjangnya mengalami penurunan. Uang muka pembeli dari pihak ketiga dan biaya masih harus dibayar berupa imbalan kerja juga mengalami peningkatan. Total kewajiban jangka panjang relatif mengalami penurunan ditahun 2019 namun secara total liabilitas tetap bertambah. Secara jumlah aktiva, total aset lancar mengalami penurunan akibat berkurangnya kas namun total asset tidak lancar mengalami peningkatan yang sebagian besar didominasi dari hasil investasi pada entitas asosiasi, sehingga secara total aset 2019 tidak berubah secara signifikan. Dept to asset ratio ditahun 2020-2022 mulai mengalami penurunan, dikarenakan total aset yang perlahan meningkat dan total liabilitas yang perlahan menurun, menandakan perusahaan mulai bisa menulasi segala kewajibannya secara perlahan. Total aset ditahun 2020-2022 juga mengalami perpindahan dari aset yang tidak lancar menjadi aset lancar seperti penambahan kas dan persediaan. Jumlah persediaan yang meningkat cukup signifikan ini karena nilai penjualan ditahun tersebut mulai membaik, dilihat dari bertambahnya pendapatan laba bersih. Berdasarkan perhitungan dept to asset ratio PT. Salim Ivomas Pratama selama tahun 2018-2022, tidak terdapat perubahan yang cukup signifikan atau relative stabil, walau sempat mengalami kesulitan dan penurunan kas di tahun 2019. PT. Salim Ivomas Pratama dinilai cukup bisa menjaga kestabilan hutang dan aset nya, walaupun secara perhitungan rata-rata Dept to asset rasio kurang baik yaitu di angka 46% yang berarti hampir setengah aset yang dimiliki, berupa hutang, sedangkan rata-rata standar industry yaitu hanya 35%. Semakin rendah presentase Dept to asset ratio sebuah perusahaan tersebut, maka semakin Berdasarkan pada tabel 5 diatas menunjukan Dept to equity ratio pada tahun 2018 sebesar 90% dan mengalami peningkatan ditahun 2019 menjadi 96%. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan total liabilitas yang diakibatkan peningkatan hutang bank jangka Walaupun total liabilitas jangka panjang ditahun 2019 sedikit mengalami penurunan Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-12 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya dibanding tahun 2018 dari pelunasan hutang bank jangka panjang namun secara total liabilitas masih meningkat. Jumlah total ekuitas ditahun 2019 mengalami sedikit penurunan karena berkurangnya cadangan saldo laba yang belum ditentukan penggunaan nya. Dapat disimpulkan bahwa ditahun 2019 jumlah hutang PT. Salim Ivomas Pratama hampir sama dengan total modal yang dimiliki sehingga dapat dikatakan Dept to equity ratio nya kurang baik. Pada tahun 2020-2022 nilai Dept to equity ratio mulai mengalami penurunan stabil di angka 10%. Hal ini disebabkan karena adanya kenaikan total ekuitas dari tambahan saldo laba cadangan umum dan saldo laba yang belum ditentukan penggunaan nya. Peningkatan laba ini didukung dengan meningkatnya penjualan ditahun 2021 secara signifikan dan perhitungan laba tahun berjalan naik hingga 4x lipat dibanding tahun 2020. Membaiknya laba dan penjualan ini menjadi salah satu faktor terus meningkatnya total ekuitas PT. Salim Ivomas Pratama tahun 2020-2022. Penurunan Dept to equity ratio ditahun 2020-2022 juga disebabkan karena menurunnya total liabilitas, berupa penurunan beban hutang bank jangka panjang yang cukup signifikan dan beban imbalan kerja. Total liabilitas jangka pendek mengalami sedikit peningkatan yang sebagian besar terdiri dari utang usaha pada pihak ketiga dan beban imbalan kerja yang masih harus dibayar. Walau selama tahun 2020-2022 total liabilitas mengalami penurunan, nyatanya PT. Salim Ivomas Pratama belum bisa mengurangi kewajiban beban imbalan kerja. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, standar industry untuk Dept to equity ratio adalah 90%, dan perusahaan PT. Salim Ivomas Pratama masih dalam keadaan yang baik dengan rata-rata Dept to equity ratio diangka 86% yang dapat di artikan bahwa perusahaan masih mampu menjamin total hutang yang dipunya hanya dengan 86% dari total modal yang dimiliki, walaupun pada tahun 2019-2020 Dept to equity ratio sempat tinggi melewati Semakin rendah rasio ini maka kemampuan perusahaan dalam menjamin total hutang dengan modal awal semakin ringan, sehingga perusahaan tersebut dinyatakan semakin baik. Kesimpulan dari rata-rata perhitungan rasio solvabilitas PT. Salim Ivomas Pratama selama lima tahun . dapat dikatakan dalam kondisi yang cukup, karena jikalau Perusahaan suatu saat mengalami kebangkrutkan / likuidasi, perusahaan masih cukup mampu untuk membiayai kewajiban nya. Berdasarkan tabel 6 diatas, terlihat bahwa Gross Profit Margin PT. Salim Ivomas Pratama pada tahun 2018 adalah 17% dan mengalami penurunan ditahun 2019 menjadi 15%. Penurunan sebanyak 2% tersebut dinilai masih cukup wajar atau tidak terlalu signifikan, namun Gross Profit Margin selama dua tahun tersebut dinilai masih kurang baik. Ditahun 2020 Gross Profit Margin mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu menjadi 21% akibat jumlah penjualan yang meningkat cukup baik sedangkan beban pokok penjualan relative tidak bertambah terlalu banyak yang akhirnya membuat laba kotor meningkat kurang lebih 1. 5kali dari pada tahun 2019. Pada tahun 2021. Gross Profit Margin PT. Salim Ivomas Pratama kembali mengalami peningkatan menjadi 26% dan stabil hingga tahun 2022, dengan rata-rata Gross Profit Margin selama 5 tahun adalah 21%. Semakin tinggi presentase Gross Profit Margin perusahaan maka akan semakin baik karena semakin tinggi juga nilai penjualan serta laba kotor yang diterima. Walau Gross Profit Margin PT. Salim Ivomas Pratama pada tahun 2018-2019 cukup rendah, namun pada tahun 2020-2022 mampu mengalami peningkatan yang cukup signifikan sehingga dapat dinilai bahwa Gross Profit Margin PT. Salim Ivomas Pratama dalam keadaan yang cukup baik. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-13 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Berdasarkan tabel 7 diatas, dapat dilihat bahwa Net Profit Margin PT. Salim Ivoma Pratama adalah minus 1% kemudian tahun 2019 mengalami penurunan menjadi minus 5%. Perhitungan Net Profit Margin yang menjadi minus ini disebabkan pada tahun 2018-2019 PT. Salim Ivomas Pratama mengalami kerugian tahun berjalan, yang dapat diartikan perusahaan ini sedang dalam kondisi yang sangat tidak baik. Kerugian ditahun 2018 dan meningkat di tahun 2019 itu salah satu penyebabnya ialah terjadi penurunan harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP) dari produk sawit yaitu Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO), sehingga ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi perusahaan-perusahaan agribisnis. Membengkak nya kerugian PT. Salim Ivomas Pratama ditahun 2019 juga disebabkan karena meningkatnya beban operasional lain sekitar 200% lebih dari tahun sebelum nya, disusul juga dengan meningkatnya beban pajak penghasilan, beban umum administrasi dan beban keuangan walau tidak terlalu signifikan. Pada tahun 2020 mulai terjadi peningkatan pada perhutungan Net Profit Margin menjadi 2%. Di tahun 2020 PT. Salim ivomas Pratama mulai mendapatkan laba tahun Ditahun 2021-2022 PT. Salim Ivomas Pratama mulai mengalami pemulihan yang cukup baik walau masih tergolong cukup rendah dengan total rata-rata Net Profit Margin cuma 2% saja sedangkan standar Net Profit Margin untuk industri adalah 20%, sehingga dapat disimpulkan perusahaan dalam kondisi yang tidak baik. Ditahun 2020-2022 ini merupakan tahun yang sangat berat bagi rata-rata bisnis dan perusahaan di Indonesia maupun seluruh dunia karena munculnya kasus pandemi Covid-19 tapi ternyata hal tersebut tidak mempengaruhi kinerja PT. Salim Ivomas Pratama dan justru mengalami pemulihan setelah krisis ditahun 2018-2019. Berdasarkan tabel 8 terlihat perhitungan Return On Asset PT. Salim Ivomas Pratama pada tahun 2018 adalah minus 1% Kemudian mengalami penurunan lagi ditahun 2019 menjadi minus 2%. Penurunan ini terjadi karena PT. Salim Ivomas Pratama sempat mengalami kerugian tahun 2018 dan kembali meningkat ditahun 2019 sedangkan total aset ditahun 2019 justru meningkat. Hal tersebut membuat rasio Return On Asset mengalami penurunan karena besarnya total aset yang dimiliki PT. Salim Ivomas Pratama dinilai tidak sepadan dengan Return laba yang diterima sehingga pemanfaatan nilai aset yang besar ini dinilai kurang baik dalam pengelolaan nya. Ditahun 2020 Return On Asset PT. Salim Ivomas Pratama mengalami peningkatan namun tidak signifikan, hal ini bisa terjadi karena pada tahun tersebut, perusahaan mulai mendapatkan laba tahun berjalan dan nilai total aset juga kembali mengalami peningkatan. Ditahun 2021-2022, nilai rasio Return On Asset adalah 4%. Tidak terjadi peningkatan yang terlalu signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya karena walau laba bersih mulai terus meningkat pada tahun tersebut, namun jumlah total aset juga ikut meningkat tiap tahun Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa rasio Return On Asset PT. Salim Ivomas Pratama dalam kondisi yang sangat buruk karena memiliki rata-rata cuma 1% sedangkan standar untuk perusahaan industri adalah 30%, nilainya sangat jauh dari PT. Salim Ivomas Pratama dinilai sangat buruk dalam mengelolah kemampuan jumlah asetnya yang besar karena tidak mampu memperoleh laba tahun berjalan yang cukup Kenaikan jumlah asetnya juga mengikuti kenaikan jumlah laba tahun berjalan yang tidak terlalu tinggi, sedangkan Return On Asset yang baik bagi perusahaan itu saat dimana nilai aset yang rendah bisa dapat menghasilkan laba yang setinggi-tingginya sehingga pemampuan perusahaan dalam memanfaatkan jumlah aset yang dimiliki itu dapat maksimal atau jumlah asetnya tidak sia-sia. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-14 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Pada tabel 9 diatas terlihat perhitungan rasio Return On Equity PT. Salim Ivomas Pratama pada tahun 2018 adalah minus 1% dan kembali mengalami penurunan ditahun 2019 menjadi minus 4%. Perhitungan Return On Equity yang minus ini karena ditahun 2018-2019 PT. Salim Ivomas sempat mencetak kerugian tahun berjalan yang salah satunya disebabkan karena menurunnya ASP (Averange Sell Pric. untuk minyak mentah CPO (Crude Palm Oi. dan PKO (Palm Kernel Oi. sedangkan secara total produksi, tidak mengalami penurunan yang terlalu signifikan. Total Equity yang menurun pada tahun 2019 juga sebagian besar disebabkan karena menurun nya saldo laba cadangan yang belum ditentukan penggunaan nya, imbas dari kerugian tahun berjalan yang juga meningkat. Hal ini menjadi tantangan yang cukup sulit bagi perusahaan karena telah mengalami kerugian selama 2 tahun berturut-turut Pada tahun 2020-2021 terjadi peningkatan Return On Equity yang cukup baik karena sudah tidak mengalami kerugian lagi namun laba tahun berjalan yang terus meningkat. Peningkatan laba tahun berjalan ini juga tentu disusul dengan peningkatan jumlah total ekuitas yang dimiliki, sebagian besar adalah saldo laba cadangan umum dan yang belum ditentukan penggunaan nya. Pada tahun 2022 walau terjadi peningkatan laba namun total ekuitas juga ikut meningkat sehingga perhitungan rasio Return On Equity relatif sama dengan tahun 2021 yaitu 7%. Rata-rata rasio Return On Equity PT. Salim Ivomas Pratama adalah 2% saja sedangkan standar industry yang baik untuk rasio ini adalah 40%. Dilihat dari jauhnya kemampuan perusahaan dalam menggunakan modal untuk memperoleh laba bersih, maka dapat disimpulkan bahwa rasio Return On Equity PT. Salim Ivomas Pratama dalam kondisi yang sangat buruk. Kesimpulan dari perhitungan GPM. NPM. ROA. ROE PT. Salim Invomas Pratama dalam kondisi yang sangat buruk karena semuanya dibawah standar industry yang ada. Perusahaan dinilai tidak cukup baik dalam memanfaatkan banyaknya asset yang sudah dimiliki untuk mendapatkan Profit yang setinggi-tingginya. Rendahnya profit dan penjualan PT. Salim Ivomas Pratam ini juga dipengaruhi oleh factor eksternal seperti permintaan ekspor dan harga CPO dunia serta munculnya krisis pandemi dan konflik antar negara perdagangan dunia. Berdasarkan tabel 10, diketahui bahwa Inventory Turn Over PT. Salim Ivomas Pratama pada tahun 2018 adalah 4. 83 kali, yang berarti perlu waktu 365/4,83 = 76 hari bagi perusahaan untuk mengubah persediaan menjadi kas. Pada tahun 2019 mengalami peningkatan yang tidak terlalu signifikan yaitu 5. 13 kali, yang berarti perlu waktu 365/5,13 = 71 hari bagi perusahaan untuk mengubah persediaan menjadi kas. Pada tahun 2020. PT. Salim Ivomas Pratama mengalami penurunan rasio Inventory Turn Over lagi menjadi 4. 29 kali, yang berarti perlu waktu 365/4,29 = 85 hari bagi perusahaan untuk mengubah persediaan menjadi kas. Padahal pada perhitungan rasio-rasio sebelumnya di atas, terlihat bahwa ditahun 2019 merupakan tahun yang paling buruk bagi PT. Salim Ivomas Pratama dan ditahun 2020 mulai terjadi peningkatan atau pemulihan, namun nyatanya secara perhitungan Inventory Turn Over tahun 2019 lebih tinggi dibanding Hal ini berarti bahwa perputaran persediaan tidak terpengaruh terhadap rasio likuiditas dan jumlah laba/rugi tahun berjalan. Tahun 2021 memiliki rasio Inventory Turn Over Paling tinggi yaitu 5. 46 kali, yang berarti perlu waktu 365/5,46 = 67 hari bagi perusahaan untuk mengubah persediaan menjadi Peningkatan Inventory Turn Over yang terjadi di tahun 2021 dibanding tahun 2020 karena terjadinya peningkatan di nilai HPP yang cukup tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya sedangkan nilai persediaan tidak berubah jauh antara tahun 2020 ke 2021. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-15 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Dan ditahun 2022 yang secara rasio likuiditas dan solvabilitas sebelumnya memiliki nilai paling tinggi selama 5 tahun tersebut, nyatanya mempunyai perhitungan rasio Inventory Turn Over paling rendah yaitu 4. 02 kali, yang berarti perlu waktu 365/4,02 = 91 hari bagi perusahaan untuk mengubah persediaan menjadi kas. Hal ini dikarenakan nilai persediaan ditahun 2022 merupakan yang paling tinggi padahal jumlah HPP tidak menurun terlalu signifikan dibanding tahun 2021. Berdasarkan penjelasan sebelumnya. Inventory Turn Over PT. Salim Ivomas Pratama berada dalam kondisi yang kurang baik karena memiliki rata-rata rasio 4. 75 kali, berada jauh dibawah standar industry yaitu sebesar 20 kali. Artinya selama periode lima tahun, perusahaan belum mampu untuk meningkatkan perputaran persediaan barang menjadi kas karena tergolong cukup lambat. Berdasarkan tabel 4. 11 diatas, diketahui total penjualan PT. Salim Ivomas Pratama ditahun 2018 sebesar 14. 450 dan jumlah aktiva tetapnya 27. 599 maka didapatkan rasio perputaran aktiva tetap ditahun 2018 sebesar 0. 51 kali. Dengan rasio tersebut, dapat di artikan bahwa perusahaan dalam setahun hanya bisa mendapatkan penjualan kurang lebih setengah dari total aset tetap yang dimiliki. Pada tahun 2019 perusahaan mengalami penurunan penjualan menjadi 13. 388 dan mendapat tambahan total aktiva tetap menjadi 28. 245 sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan perhitungan rasio aktiva tetap dibanding tahun 2018 yaitu hanya 48 kali penjualan terhadap aktiva tetap selama setahun. Pada tahun 2020 perusahaan mengalami peningkatan penjualan menjadi 14. dan total aktiva tetap menurun menjadi 27. 308 dibanding tahun 2019 sehingga perhitungan perputaran aktiva tetap sedikit mengalami peningkatan ditahun 2020 menjadi 52 kali. Pada tahun 2021 perusahaan kembali mengalami penurunan aset tetap menjadi 066 dan terjadi peningkatan penjualan yang cukup signifikan selama periode lima tahun tersebut yang membuat perhitungan rasio perputaran aktiva tetap juga meningkat 74 kali terhadap penjualan selama setahun. Pada tahun 2022 terjadi penurunan aset tetap lagi menjadi 25. 203 namun nilai penjualan juga sedikit mengalami penurunan menjadi 17. 246 yang membuat perhitungan rasio perputaran aktiva tetap sedikit mengalami penurunan ditahun 2022 yaitu 69 kali. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa rata-rata perhitungan Fixed Asset Turn Over PT. Salim Ivomas Pratama berada dalam keadaan yang kurang baik 59 kali sedangkan rata-rata standar industry yaitu 5x. Berdasarkan tabel 4. 12 diatas dapat diketahui bahwa penjualan PT. Salim Ivomas Pratama pada tahun 2018 sebesar 14. 450 dan total aktiva sebesar 34. 506 maka perhitungan Total Asset Turn Over sebesar 0. 41 kali. Pada tahun 2019 penjualan perusahaan mengalami sedikit penurunan menjadi 388 sedangkan nilai total aktiva sedikit meningkat menjadi 34. 838 sehingga perhitungan rasio total aset sedikit mengalami penurunan di tahun 2019 menjadi 0. 39 kali. Dengan perolehan tersebut maka set perusahaan dalam setahun mendapatkan berputar hanya 39 kali saja. Ditahun 2020, perhitungan rasio perputaran total aset kembali meningkat menjadi 0. kali, sama dengan tahun 2018 dan ditahun 2021 kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama periode lima tahun tersebut, menjadi 0. 55 kali. Hal tersebut dikarenakan terjadi peningkatan nilai penjualan yang cukup tinggi ditahun 2021 sedangkan nilai total aktiva tidak jauh berubah dibanding tahun 2020. Ditahun 2022, rasio perputaran total aset PT. Salim Ivomas Pratama kembali menurun karena terjadi penurunan jumlah penjualan menjadi 17. 246 dan total aktiva sedikit Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-16 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya meningkat menjadi 36. 081 sehingga perhitungan Total Asset Turn Over menjadi 0. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, maka perhitungan rasio perputaran total aset PT. Salim Ivomas Pratama berada dalam kondisi yang kurang baik karena memiliki rata-rata 45 kali, masih dibawah standar industry yaitu di 1. 1 kali, sehingga perusahaan dinilai cukup lambat dalam memutarkan jumlah total aset yang dimilikinya berdasarkan penjualan selama satu tahun. Kesimpulan dari perhitungan rasio perputaran total aktiva dan perputaran aktiva tetap berada dalam kondisi yang tidak baik karena rata-rata perhitungan selama lima tahun . berada dibawah standar industry sehingga PT. Salim Ivomas Pratama dikatakan masih belum mampu untuk memanfaatkan atau memutar banyaknya total asset yang dimiliki karena rendahnya nilai penjualan yang dibabkan oleh berbagai factor internal Perusahaan maupun eksternal . egiatan ekspor dan harga minyak duni. Komoditas kelapa sawit mencatat pertumbuhan produksi yang tinggi di tahun 2018. Grup SIMP membukukan peningkatan produksi inti Tandan Buah Segar (TBS) dan total CPO masing-masing sebesar 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, industri kelapa sawit harus menghadapi pelemahan harga CPO. Beberapa faktor yang memberikan tekanan besar pada harga minyak sawit sepanjang tahun 2018 antara lain penurunan harga minyak kedelai serta kenaikan produksi CPO di Indonesia. Harga rata-rata CPO (CIF Rotterda. turun 16% menjadi US$601 per ton di tahun 2018 dari US$717 per ton di tahun sebelumnya. Meskipun produksi CPO meningkat serta kinerja yang sangat baik dari Divisi EOF. Grup SIMP mencatat penjualan dan profitabilitas yang lebih rendah terutama karena penurunan harga jual rata-rata produk sawit dan karet. Pada tahun 2018. Grup SIMP mencatat penurunan penjualan sebesar 10% menjadi Rp14,19 triliun serta rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp76,6 miliar. Ditahun 2018 Grup SIMP sedang meningkatkan kapasitas produksi dari pohon-pohon muda dari lahan baru yang mulai menghasilkan dengan cara membangun satu pabrik kelapa sawit baru di pulau Kalimantan berkapasitas 45ton TBS per jam, yang diharapkan selesai Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2018, terdapat perubahan komposisi jajaran Direksi. bapak Yohanes Djoko Junianto ditunjuk sebagai Direktur yang baru sejak penutupan RUPST tahun 2018 hingga penutupan RUPST tahun 2019 yang sebelumnya sempat dipipin oleh bapak Sugih Wanasuria sebagai direktur, serta beberapa pimpinan lainnya. Di tahun 2019, ketidakpastian seputar perdagangan global serta meningkatnya tensi perdagangan Tiongkok-AS diperkirakan akan terus berlanjut, sehingga memberikan ketidakpastian yang cukup besar pada harga-harga komoditas agrikultur. Di Indonesia, permintaan minyak sawit akan dipengaruhi oleh pelaksanaan mandat biodiesel B20 untuk meningkatkan konsumsi biodiesel, serta rencana Pemerintah untuk meningkatkan campuran biodiesel hingga 30% di tahun 2019, melalui program biodiesel B30. Di tahun 2019, permintaan biodiesel diperkirakan akan meningkatkan konsumsi CPO sebesar 2,5 juta ton, yang diharapkan akan mendukung harga CPO ke depan. Seiring dengan penurunan harga minyak kedelai, peningkatan produksi dan tingkat persediaan akhir tahun yang lebih tinggi serta melemahnya permintaan global atas minyak sawit sehingga memberikan tekanan pada harga CPO. Harga CPO (CIF Rotterda. turun 16% dari rata-rata sebesar US$717 per ton di tahun 2017, menjadi US$601 per ton di tahun Harga CPO pada kuartal keempat tahun 2018 merupakan harga CPO terendah sejak Harga karet juga dipengaruhi oleh ketidakpastian perekonomian global. Harga Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-17 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya karet (RSS3 SICOM) turun 22% dari rata-rata sebesar US$2. 001 per ton di tahun 2017 menjadi US$1. 552 per ton di tahun 2018. Industri agribisnis mengalami pelemahan harga komoditas pada tahun 2019. Peningkatan pasokan dan penurunan permintaan telah menekan harga CPO pada sebagian besar tahun 2019. Dengan harga rata-rata sebesar USD572 per ton, harga CPO (CIF Rotterda. melemah 5% di tahun 2019 dibandingkan tahun sebelumnya serta mencatatkan harga terendah dalam kurun 10 tahun terakhir. Namun demikian, harga CPO mengalami pemulihan pada kuartal keempat 2019, dan mencapai rata-rata USD786 per ton pada Desember 2019 seiring dengan pertumbuhan produksi yang melambat dan permintaan yang kuat terutama dari permintaan mandat biodiesel B30 di Indonesia yang dimulai bulan Januari Harga komoditas utama lainnya tetap pada posisi yang rendah, diantaranya harga ratarata karet RSS3 SICOM mencapai USD1. 650 per ton tahun 2019. Dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019, antara lain menerima pengunduran diri dari seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, sehubungan dengan telah berakhirnya masa jabatan mereka sejak penutupan RUPST 2019 dan akan diisi oleh beberapa jajaran direksi yang baru. Ditahun 2019 terjadi peningkatan biaya operasional yang sangat tinggi karena terdapat Pembangunan pabrik CPO baru dan pabrik pengolahan kakao baru di purwakarta sedangkan nilai penjualan tidak terlalu tinggi yang mengakibatkan total beberapa perhitungan rasio keuangan Grup SIMP cukup buruk ditahun 2019. Peningkatan laba yang dimulai ditahun 2020 dikarenakan harga rata-rata CPO dunia mulai meningkat atau membaik. Dimulainya kebijakan pemerintah terhadap biodieasel B30 mulai 1 Januari yang diharapkan akan berpengaruh terhadap meningkatnya permintaan CPO Selama semester pertama tahun 2020 pada saat pandemi mulai menyebar, tekanan terhadap harga minyak mentah dan permintaan biodiesel mengakibatkan turunnya harga CPO (CIF Rotterda. Harga CPO pulih pada semester kedua tahun 2020 dari posisi terendah pada kuartal kedua tahun 2020 didorong oleh ekspektasi dampak cuaca, pasokan CPO yang terbatas serta pulihnya permintaan kedelai. Harga CPO mencapai harga harian tertinggi USD1. 026 per ton di bulan Desember 2020 dengan rata-rata USD719 per ton di tahun 2020 dibandingkan USD572 per ton tahun 2019. Dengan adanya pandemi dan kebijakan PPKM, membuat permintaan minyak kemasan bermerk dan produk nabati lainya mengalami peningkatan karena banyaknya masyarakat yang memasak dan bersantap dirumah, walaupun dalam sektor horeka . otel, restoran dan katerin. mengalami Grup SIMP juga meningkatkan fokusnya tidak hanya di toko-toko retail fisik namun juga sektor toko online, sehingga efek pandemi tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap jumlah penjualan yang membuat perolehan laba ditahun 2020 melewati target yang KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian untuk menilai rasio keuangan pada perusahaan PT. Salim Ivomas Pratama yang merupakan sampel dalam penelitian ini, menggunakan analisis rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan rasio aktifitas, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut: Kinerja perusahaan PT. Salim Ivomas Pratama berdasarkan hasil perhitungan analisis rasio likuiditas dalam kondisi yang kurang baik. Dari hasil perhitungan rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas, rata-rata hanya memenuhi setengah dari standar industry yang ada sehingga Perusahaan dalam kondisi yang kurang likuid. H1 ditolak Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E14-18 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Kinerja Perusahaan PT. Salim Ivomas Pratama berdasarkan hasil perhitungan analisis rasio Solvabilitas dalam kondisi yang cukup. Dari hasil perhitungan Debt to Asset Ratio tidak memenuhi standar tapi perhitungan Debt to Equity Ratio memenuhi standar sehingga Perusahaan cukup mampu untuk membiayai hutang dengan asset. Kinerja Perusahaan PT. Salim Ivomas Pratama berdasarkan hasil perhitungan analisis rasio Profitabilitas dalam kondisi yang tidak baik. Dari hasil perhitungan GPM. NPM. ROA, dan ROE semuanya jauh dari standar. H1 ditolak Kinerja Perusahaan PT. Salim Ivomas Pratama berdasarkan hasil perhitungan analisis rasio aktivitas dalam kondisi yang tidak baik. Dari hasil perhitungan Inventory Turn Over. Fixed Asset Turn Over, dan Asset Turn Over semuanya masih jauh dibawah H1 ditolak. DAFTAR PUSTAKA