ORIGINAL ARTICLE AACENDIKIA: Journal of Nursing. Volume 01. Juli 2022, p. https://doi. org/10. 1234/aacendikiajon. Keberadaan anggota keluarga yang merokok dan status gizi balita dengan kejadian ISPA The existence of family members who smoke and the nutritional status of children under five with the incidence of ISPA Nur Baya Universitas Mega Buana. Indonesia *Correspondence: Nur Baya. Address: Universitas Mega Buana. Indonesia. Email: bayanurbaya89@yahoo. Responsible Editor: Sumbara. Kep. Ns. Kep Received: 12 Juni 2022 U Revised: 20 Juli 2022 U Accepted: 27 Juli 2022 ABSTRACT Introduction: Acute Respiratory Tract Infection (ARI) is a disease that is common in infants and children ranging from mild to severe ISPA. Objective to determine the relationship between the existence of family members who smoke and the nutritional status of children with the incidence of ispa in the working area of the Padongko Kec Health Center. barru district. new year 2019. Methods: This research uses descriptive analytic design with cross sectional approach. The population is 31 mothers who face The sample in this study were 31 people. Total sampling technique, data collection with questionnaire. Data was processed using SPSS version 20 and univariate and bivariate analysis with chi-square statistical tests and presented in the form of a frequency distribution table. Results: There is a relationship between the presence of family members who smoke and the incidence of ARI where p-value = 0. 001 is obtained, there is nutritional status of children under five with ISPA where p-value= 0. Conclusions: It is better to improve parents' behavior towards ISPA, advise parents not to smoke in the house and pay more attention to the ventilation area of the house. ABSTRAK Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak mulai dari ISPA ringan hingga berat. Tujuan untuk mengetahui hubungan keberadaan anggota keluarga yang merokok dan status gizi anak dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Padongko Kec. kabupaten baru. tahun baru 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah 31 ibu yang menghadapi menopause. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 orang. Teknik total sampling, pengumpulan data dengan Data diolah dengan menggunakan SPSS versi 20 dan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Ada hubungan antara keberadaan anggota keluarga yang merokok dengan kejadian ISPA dimana didapatkan p-value = 0,001, terdapat status gizi balita dengan ISPA dimana p-value = 0,001. Kesimpulan: Sebaiknya melakukan pembenahan perilaku orang tua terhadap ISPA, menyarankan orang tua untuk tidak merokok di dalam rumah dan lebih memperhatikan luas ventilasi rumah. Kata Kunci: kejadian ISPA. status gizi balita Pendahuluan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang banyak dijumpai pada balita dan anak-anak mulai dari ISPA ringan sampai berat. ISPA yang berat jika masuk 10 | E-ISSN: 2963-6434 kedalam jaringan paru-paru akan menyebabkan Pneumonia (Janati & Siwiendrayanti, 2. Pola asuh anak yang tidak memadai akan memengaruhi status gizi balita. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan. A 2022 AACENDIAKIA: Journal of Nursing. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Nur Baya . keterampilan ibu mengenai gizi serta imunisasi, dan pelayanan kesehatan dasar yang tidak Anak balita dengan keadaan gizi buruk dan gizi kurang lebih mudah terkena infeksi dibandingkan dengan balita dengan gizi baik, hal ini disebabkan lemahnya daya tahan tubuh balita. Anak balita dengan status gizi kurang lebih berisiko terkena ISPA dibandingkan anak balita dengan status gizi baik. Terdapat hubungan antara status gizi anak balita dengan kasus ISPA (Widia. WHO menuturkan. ISPA merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada anak di negara yang sedang berkembang. Infeksi Saluran Pernafasan Akut ini menyebabkan empat dari 15 juta perkiraan kematian pada anak berusia di bawah 5 tahun pada setiap tahunnya dan sebanyak dua pertiga dari kematian tersebut terjadi pada Penyakit ISPA masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama (Wahyuningsih, 2. Di Indonesia. ISPA selalu menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. Selain itu ISPA juga sering berada pada daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit dan puskesmas. Survei mortalitas yang dilakukan oleh Subdit ISPA menempatkan ISPA/Pneumonia sebagai penyebab kematian bayi terbesar di Indonesia dengan presentase 22,30% dari seluruh kematian balita. Episode kejadian ISPA pada anak balita berkisar 3 sampai 6 kali setahun. Dari 000 kematian balita yang terjadi setiap tahunnya diperkirakan 150. 000 diantaranya disebabkan oleh ISPA terutama pneumonia. Prevalensi ISPA di Indonesia adalah 25,5% dengan morbiditas pneumonia pada bayi 2,2% dan pada balita. (Janati & Siwiendrayanti, 2. Jumlah penduduk balita di Sulawesi Selatan 637 orang dengan jumlah penduduk balita yang mengalami penyakit ISPA sebanyak 9,562 orang (Dinkes. Susel, 2. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barru pada tahun 2015 jumlah penduduk balita yang mengalami penyakit ISPA sebanyak 168 orang (Dinkes Kab. Barru, 2. 11 | E-ISSN: 2963-6434 Berdasarkan data yang ada di Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru pada bulan Februari tahun 2019 balita yang mengalami penyakit ISPA sebanyak 32 kasus dari 883 balita. Menurut penelitian Atika Febriyani Putri . menunjukkan bahwa hasil uji statistik antara keberadaan anggota keluarga yang merokok dengan kejadian Pneumonia pada anak usia 1-4 tahun di Puskesmas I Tawangsari Kabupaten Sukoharjo diperoleh hasil signifikansi dengan nilai 0,018 dimana p value O 0,05 yang berarti H0 diterima. Terdapat hubungan antara keberadaan anggota keluarga yang merokok dengan kejadian pneumonia pada anak usia 1-4 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tawangsari Sukoharjo (Putri, 2. Menurut Sofia menunjukkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelembaban udara dalam rumah . =0,. , kebiasaan merokok anggota keluarga dalam rumah . =0,. , dan kebiasaan menggunakan obat nyamuk bakar di dalam rumah . =0,. sebagai faktor risiko kejadian ISPA pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keberadaan anggota keluarga yang merokok dan status gizi balita dengan kejadian ISPA di Wilayah Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Metode Penelitian ini telah dilaksanakan di Wilayah Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Jenis menggunakan desain penelitian tentang deskriptif analitik yaitu untuk mengetahui hubungan antara variabel independen . eberadaan anggota keluarga yang merokok dan status giz. dengan variabel dependen . ejadian ISPA) serta pendekatan cross sectional, untuk melakukan pengukuran pada setiap variabel antara variabel independen . eberadaan anggota keluarga yang merokok dan status gizi balit. dan variabel dependen . ejadian Nur Baya . AACENDIKIA: Journal of Nursing ISPA) dilakukan sekali dalam waktu yang Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang mengalami kejadian ISPA di Wilayah Puskesmas Padongko Kecematan Barru Kabupaten Barru yang berjumlah 31 orang berdasarkan data tahun 2019 di Puskesmas Padongko Kecematan Barru Kabupaten Barru. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini adalah semua jumlah populasi yaitu sebanyak 31 Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling yaitu seluruh jumlah populasi balita yang mengalami kejadian ISPA di Wilayah Puskesmas Padongko Kecematan Barru Kabupaten Barru. Tabel 3. Distribusi responden berdasarkan status gizi . Kejadian ISPA ISPA Tidak ISPA Tabel 4. Hubungan keberadaan anggota keluarga yang merokok dengan kejadian ISPA . Kejadian ISPA Tidak Hasil Tabel 1. Distribusi responden berdasarkan tingkat anggota keluarga yang merokok . Keberadaan Anggota Keluarga yang Merokok Tidak Merokok Merokok Tabel 1 menujukkan bahwa dari 31 responden yang diteliti, terdapat responden yang merokok sebanyak 17 responden . ,8%) dan responden yang tidak merokok sebanyak 14 responden . ,2%). Tabel 2. Distribusi responden berdasarkan status gizi . Status Gizi Gizi Kurang Gizi Baik Total Keluarga Merokok Tidak 0,001 Berdasarkan menunjukkan bahwa dari 31 responden yang diteliti, jumlah responden yang merokok dan mengalami ISPA sebanyak 11 orang . ,7%), sedangkan responden yang merokok dan tidak mengalami ISPA sebanyak 6 orang . ,3%). Sebaliknya responden yang tidak merokok dan mengalami ISPA adalah 0 orang . ,7%), sedangkan responden yang mengalami gizi kurang dan tidak mengalami ISPA sebanyak 6 orang . ,3%). Hasil uji statistik dengan menggunakan chisquare maka diperoleh nilai p = 0,001 . = <0,. maka dapat disimpulkan ada hubungan status gizi dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Tabel 5. Hubungan status gizi dengan kejadian ISPA . Kejadian ISPA Berdasarkan Tabel 2. menunjukkan bahwa dari 31 responden yang diteliti, responden yang status gizi baik sebanyak 14 responden . ,2%) sedangkan paling sedikit adalah gizi lebih sebanyak 17 orang . ,8%). Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 31 responden yang diteliti, responden yang mengalami penyakit ISPA sebanyak 20 responden . ,5%) dan responden yang tidak ISPA sebanyak 11 responden . ,5%). Status Gizi Gizi Baik Gizi Kurang Total Tidak 0,001 https://aacendikiajournal. com/ojs/index. php/Journal-of-Nursing | 12 Nur Baya . Tabel 5 menujukkan bahwa dari 31 responden yang diteliti, jumlah responden yang mengalami status gizi baik dan mengalami ISPA adalah 0 orang . %), sedangkan responden yang mengalami gizi baik dan tidak mengalami ISPA sebanyak 14 orang . %). Sebaliknya responden yang mengalami status gizi kurang dan mengalami ISPA sebanyak 11 orang . ,7%), sedangkan responden yang mengalami gizi kurang dan tidak mengalami ISPA sebanyak 6 orang . ,3%). Hasil uji statistik dengan menggunakan chisquare maka diperoleh nilai p = 0,001 . = <0,. maka dapat disimpulkan ada hubungan status gizi dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Pembahasan Hasil uji statistik dengan menggunakan chisquare maka diperoleh nilai p = 0,001 . = <0,. maka dapat disimpulkan ada hubungan keberadaan anggota keluarga yang merokok dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Penelitian ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Safarina. Merokok merupakan benda beracun yang member efek yang sangat membahayakan pada perokok atau pun perokok pasif, terutama pada balita yang tidak sengaja terkontak asap rokok. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Salma Milo . , menunjukkan hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,002 maka dapat disimpulkan secara statistik ada ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada anak. (Milo, 2. Demikian pula Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Atika Febriyani Putri . Berdasarkan uji statistik didapatkan hasil Pvalue O0,05 yaitu 0,018 bahwa ada hubungan antara keberadaan anggota keluarga yang merokok dengan kejadian ISPA pada anak usia 1-4 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tawangsari Sukoharjom (Putri, 2. Menurut asumsi peneliti, keberadaan 13 | E-ISSN: 2963-6434 menyebabkan ISPA pada balita, hal ini disebabkan oleh kandungan dari asap rokok itu Serta kekebalan tubuh balita yang sangat Hasil uji statistik dengan menggunakan chisquare maka diperoleh nilai p = 0,001 . = <0,. maka dapat disimpulkan ada hubungan status gizi dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Penelitian ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Hutagao . yang mengatakan bahwa gizi merupakan salah satu penentu dari kualitas sumber daya manusia. Akibat kekurangan gizi akan menyebabkan beberapa efek serius seperti kegagalan dalam pertumbuhan fisik serta tidak optimalnya perkembangan dan kecerdasan. Akibat lain terjadi penurunan aktivitas, menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit yang akan meningkatkan risiko kesakitan salah satunya adalah ISPA. Malnutrisi akan menurunkan imunitas. Anak yang mengalami kekurangan gizi masih dapat beraktivitas tetapi bila diamati dengan seksama badannya akan mulai kurus, stamina dan daya tahan tubuhnya menurun. Oleh karena itu setiap bentuk gangguan gizi sekalipun dengan gejala defisiensi yang ringan merupakan pertanda awal dari terganggunya kekebalan tubuh terhadap penyakit infeksi. (Hutagao, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Widia Nopita, . yang menunjukkan hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,013 <0,05. Jadi dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Pembantu (PUSTU) Tompeyan Tegalrejo Kota Yogyakarta. (Widia, 2. Demikan pula penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Novie Ida Susantie, . yang menunjukkan hasil uji statistik nilai p= 0,015 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan status gizi dengan kejadian ISPA pada balita umur 1-5 tahun di Desa Wonosari Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo tahun 2010 ( Susantie, 2. Nur Baya . AACENDIKIA: Journal of Nursing Berdasarkan data yang didapatkan selama meneliti, dapat disimpulkan bahwa faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya ISPA pada balita seperti umur, pemberian ASI, keteraturan pemberian vitamin A, polusi udara, sosial ekonomi, imunisasi kepadatan dalam rumah dan BBLR. Selain itu didapatkan juga responden yang berstatus gizi kurang tetapi tidak terkena ISPA. Hal tersebut bisa terjadi kemungkinan karena faktor lingkungan tempat tinggalnya yang tidak ada yang menderita ISPA meskipun status gizinya kurang, atau bisa dikarenakan mereka sudah mendapatkan imunisasi yang lengkap sehingga mereka mempunyai kekebalan tubuh terhadap serangan infeksi sehingga tidak mudah terkena ISPA. Sofia, . Faktor Risiko Lingkungan Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Jurnal AcTion: Aceh Nutrition Journal. Mei 2017. : 43-50 Wahyuningsih. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita di Wilayah Pesisir Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Widia. , . Hubugan antara status gizi dengan kejadian ISPA pada balita. Jurnal Darul Azhar Indonesia Kesimpulan Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan keberadaan anggota keluarga yang merokok dengan kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Padongko Kec. Barru Kab. Barru Tahun 2019 yang didapatkan nilai p= 0,001. Ada hubungan status gizi dengan kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Padongko Kec. Barru Kab. Barru yang didapatkan nilai p= 0,001. Sebaiknya melakukan pembenahan perilaku orang tua terhadap ISPA, menyarankan orang tua untuk tidak merokok di dalam rumah dan lebih memperhatikan luas ventilasi rumah. Agar meningkatkan pemberian asupan makanan melalui pemanfaatan makanan lokal sehingga dapat mencukupi asupan makanan khususnya bagi Referensi