JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 Analisis Pendapatan Petani Silvofishery Di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Analysis Of Income Among Silvofishery Farmers In Tanjung Rejo Village. Percut Sei Tuan Subdistrict. Deli Serdang Regency. North Sumatera Rozalina1. Benteng H. Sihombing2. Suci Ramawarni3 Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Simalungun. Kota Pematangsiantar 21139 e-mail: rozalina. lubis@gmail. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan silvofishery dan pendapatan petani silvofishery di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Metode Penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara, angket kuisioner dan studi dokumen. Metode penentuan sampel dilakukan dengan cara sampling purposive dengan jumlah 30 responden yang berasal dari Kelompok Tani Pantai Panglima. Kelompok Tani Mangrove Harapan dan Budidaya Perikanan dan Kelompok Tani Hutan Bakti Nyata. Hasil Penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa kegiatan silvofishery dengan pola empang parit terdiri dari kegiatan penyiapan lahan, pengadaan benih/benur, peneburan benih/benur, pemeliharaan, pemanenan dan pemasaran. Hasil analisis data pendapatan rata-rata perbulan petani silvofishery di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang sebesar Rp. 158,- dengan kategori pendapatan sangat tinggi. Kata kunci: Kelayakan usaha. Silvofishery. Hutan Mangrove diikuti oleh Kabupaten Deli Serdang . 051 ha atau 20,4%). Kabupaten Asahan . 785 ha atau 18,2%) dan paling kecil luasannya pada Kabupaten Labuhan Batu . 670 ha atau 17,1%) (Tabel . Luas hutan mangrove di pesisir timur Sumatera Utara dalam 4 kali pengukuran berbeda . 7, 1988/1989, 1997 dan 2. terus menurun. Jika dibandingkan dengan hutan mangrove tahun 1977, pada tahun 1988/1989, 1997, dan 2006 hutan mangrove di pesisir timur Sumatera Utara secara berturut-turut terus berkurang, yakni sebesar 14,01% . ersisa menjadi 931 h. , 48,56% . ersisa menjadi 198 h. dan 59,68% . anya tersisa 700 h. dari luas awal sebesar 103. ha pada tahun 1977. Sebaliknya penggunaan lahan selain hutan mangrove yang pada tahun 1977 tidak dijumpai, kecuali tambak sebesar . , pada tiga pengukuran berikutnya terus meningkat, 469 ha pada tahun 1988/1998, 247 ha pada tahun 1997, dan 61. pada tahun 2006. Penggunaan lahan hutan mangrove menjadi selain hutan mangrove adalah konversi untuk areal pertambakan, perkebunan, permukiman dan areal PENDAHULUAN Hutan mangrove merupakan habitat bagi berbagai organisme baik darat maupun laut . amalia dan amphib. seperti kepiting, udang, ikan, monyet dan lain sebagainya. Ekosistem hutan mangrove memiliki fungsi ekologis, ekonomis dan sosial yang penting dalam pembangunan, khususnya di wilayah pesisir. Meskipun demikian, kondisi hutan mangrove di Indonesia terus mengalami kerusakan dan pengurangan 000 ha/tahun (Anwar. Hasil interpretasi Peta Landuse Wilayah Pantai Timur Sumatera Utara menunjukkan pada tahun 1977 terdapat sekitar 103,415 ha hutan mangrove di pesisir timur Sumatera Utara. Sebagian besar . 093 ha atau 86,2%) hutan mangrove tersebut berupa hutan mangrove primer dan sisanya . 322 ha atau 13,8%) sebagai hutan mangrove sekunder. Berdasarkan administrasi pemerintahan, sebagian besar hutan mangrove tersebut terdapat di Kabupaten Langkat dengan luas sebesar 45. 909 ha . ,4%), kemudian JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 pertanian lainnya. Selain itu, areal hutan mangrove juga berkurang akibat abrasi yang diawali oleh rusaknya tegakan hutan mangrove akibat konversi dan penebangan dalam skala yang besar. Sebagian besar kategori sosial masyarakat pesisir adalah nelayan tradisional dan nelayan buruh yang merupakan mata pencaharian utama yang menunjang untuk memenuhi kebutuhan pokok. Mereka adalah penyumbang utama kuantitas produksi perikanan seperti ikan, kepiting dan udang. Seperti yang telah diketahui untuk memenuhi kebutuhan produksi perikanan banyak hal yang dilakukan untuk dapat menunjang ekonomi dan menutupi kebutuhan pasar, salah satunya dengan menerapkan system silvofishery yang dilakukan Kelompok Tani Hutan Pantai Panglima. Kelompok Tani Mangrove Harapan dan Budidaya Perikanan dan Kelompok Tani Bakti Nyata yang berada di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Dalam mengatasi pengalihan fungsi hutan Kementerian Kehutanan memperkenalkan pemanfaatan mangrove yang disebut dengan polaAu SilvofisheryAy dalam bentuk Silvofishery adalah sebuah bentuk terintegrasi antara budidaya tanaman mangrove dengan tambak air payau (Balitbang Kehutanan 2. Hubungan tersebut diharapkan mampu membentuk suatu keseimbangan sehingga tambak yang secara ekologis mempunyai kekurangan elemen produsen yang harus disuplai melalui pemberian pakan akan tersuplai oleh adanya subsidi produsen . iota lau. dari hutan mangrove (Fitzgerald dan Sutika 1. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kegiatan silvofishery dan menganalisis pendapatan petani silvofishery di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Silvofishery adalah system pertambakan teknologi tradisional yang menggabungkan antara usaha perikanan dengan penanaman mangrove, yang diikuti konsep pengenalan system pengelolaan dengan meminimalkan input dan mengurangi dampak terhadap lingkungan (Macintosh et al, 2002 dalam Shilman, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Secara geografis lokasi Desa Tanjung Rejo, berada pada koordinat 98044Ao29Ay BT dan 0304Ao13Ay LU. Desa Tanjung Rejo terdiri dari 14 Dusun dengan Luas Wilayah 4. 114 Ha. Penelitian dilakukan selama 4 . bulan mulai pada bulan September 2020 s/d Desember 2020. Berbagai hasil kajian penelitian, selama ini, tentang kehidupan sosial ekonomi mengungkapkan bahwa sebagian besar dari mereka, khususnya yang tergolong nelayan buruh atau nelayan-nelayan kecil, hidup dalam kubangan kemiskinan. Kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar minimal kehidupan sehari-hari Bagi masyarakat nelayan, diantara beberapa jenis kebutuhan pokok kehidupan, kebutuhan yang paling penting adalah Adanya jaminan pemenuhan kebutuhan pangan setiap hari sangat kelangsungan hidup mereka (Kusnadi. Pengumpulan memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara dengan menggunakan angket dan studi dokumen. Metode Penentuan Sampel Peneliti menggunakan metode Sampling purposive untuk menentukan sample. Sampling purposive adalah teknik penentuan JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 sampel dengan pertimbangan tertentu. Pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling, didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Maka dengan kata lain, unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu diterapkan berdasarkan penelitian atau permasalahan penelitian. Populasi terdiri dari 10 orang responden dari Kelompok Tani Pantai Panglima, 10 orang responden dari Kelompok Tani Hutan Bakti Nyata dan 10 orang dari Kelompok Tani Mangrove Harapan dan Budidaya Perikanan. Sampel yang akan diambil sebanyak 30 orang responden dari 3 . Kelompok Tani tersebut. Analisis Data Pendapatan Usaha Tani Silvofishery Pendapatan merupakan suatu hasil yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga dari berusaha atau bekerja. Jenis masyarakat bermacam ragam, seperti bertani, nelayan, beternak, buruh, serta berdagang dan juga bekerja pada sector pemerintah dan swasta (Pitma, 2015:. Menghitung pendapatan usaha tani silvofishery dengan menghitung selisih penerimaan dan biaya usaha tani silvofishery yang dirumuskan dengan : = TR-TC Keterangan : = Pendapatan Usaha Tani Silvofishery (R. TR = Penerimaan Usaha Tani Silvofishery (R. TC = Total Biaya Usaha Tani Silvofishery (R. Kelayakan Usaha Tani Revenue Cost Ratio (R/C) Analisis ini digunakan untuk melihat layak atau tidaknya suatu usaha yang dilakukan dengan membandingkan penerimaan dengan biaya produksi selama periode waktu tertentu . atu musim tana. Secara matematis R/C dituliskan: R/C = Total Revenue /Total Cost Kriteria Usaha: R/C > 1, usaha tani layak R/C = 1, usaha tani dikatakan R/C < 1, usaha tani tidak layak HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam kegiatan budidaya ikan dan udang, masalah yang sering sekali terjadi dan dapat mengganggu keberhasilan kegiatan budidaya adalah gangguan hama dan penyakit. Untuk mengatasi masalah ini petani menggunakan pestisida dengan jenis Samponen merupakan salah satu jenis pestisida organik yang berasal dari bungkil biji teh dalam bentuk bubuk kasar, sehingga dalam penggunaannya samponen ini perlu dilarutkan terlebih dahulu dalam air selama A satu malam. Dosis samponen yang digunakan lebih kurang 25 Kg/Ha tergantung kebutuhan dan kondisi tambak masing-masing petani. Untuk memenuhi pakan pada tambak, petani menambahkan pupuk urea pada saat penyiapan tambak Kegiatan Silvofishery di Desa Tanjung Rejo Pengelolaan tambak Silvofishery Kegiatan pengelolaan tambak silvofishery meliputi kegiatan penyiapan tambak, benih/benur, benih/benur ikan, pemeliharaan, pemanenan dan pemasaran. Penyiapan Tambak Kegiatan menentukan tingkat keberhasilan atau produktifitas hasil dari kegiatan silvofishery yang dilakukan petani. Pada tahap ini petani melakukan pengeringan tambak selama A 2 JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 untuk mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami. Urea adalah senyawa organik tunggal yang tersusun dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON2H4 atau (NH. 2CO. Pertama kali ditemukan oleh Hilaire Roulle pada tahun 1773. Urea juga di sebut dengan carbamide resin, isourea, carbonyl diamide dan carbonyldiamine. Manfaat utama dari urea adalah sebagai pupuk kimia yang memasok unsur Nitrogen yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Berbentuk butiran putih curah . yang mudah larut dalam air dan mudah menyerap air (Higroskopi. maka dari itu butuh penanganan khusus dalam penyimpananya. Urea mengandung 46% Nitrogen (N) Biuret 1% dan air 0,5% yang berarti setiap 100kg Urea terdapat 46Kg Nitrogen. Dosis pupuk urea yang digunakan A 2 kg/ha sesuai kebutuhan dengan harga Rp. 000,-/kg. Petani melakukan penanaman mangrove pada areal tambak sebanyak 500 -3. 000 batang dengan harga Rp. 700,-/btg Ae Rp. 000,-/btg. Jumlah penebaran benih/benur disesuaikan dengan luasan tambak. Biasanya tingkat kematian benih mencapai 30%-50% dari benih yang telah di tebar. Pemeliharaan Setelah benih-benih ikan, udang, dan kepiting ditebar, tahapan selanjutnya adalah pemeliharaan sampai benih mencapai ukuran Pada tambak silvofishey dengan pola empang parit petani tidak memberikan pakan secara rutin. Benih-benih ikan, udang dan kepiting mencari makanannya sendiri. Hal ini menjadi keuntungan bagi petani tambak karena dapat menghemat biaya Pemanenan Pemanenan ikan, udang dan kepiting berada pada tahap yang berbeda, untuk ikan pemanenan dilakukan setelah 6 bulan. Pemanenan kepiting dan udang dilakukan penangkap untuk menangkap ikan dan udang yang dapat di panen setelah 2,5-4 bulan kemudian. Untuk pemanenan petani di bantu oleh 1-2 orang tenaga kerja dengan upah kerja Rp. 000,-/hari Ae Rp. 000,/hari. Selain tenaga kerja perhari, petani juga ada yang menerapkan bagi hasil dengan tenaga kerja yang mengelola tambak dari penyiapan lahan hingga pemanenan dimana tenaga kerja mendapatkan 30 % dari hasil pemanenan dan pemilik mendapatkan 70 % dari hasil pemanenan. Pengadaan Benih/Benur Pengadaan benih ikan, udang dan kepiting untuk di tebar pada tambak. Untuk benih ikan nila biasanya dibeli dengan harga berkisar Rp. 50,-/ekor. Benih ikan bandeng Rp. 150,-/ekor. Benih udang tiger Rp. 50,/ekor. Sedangkan untuk kepiting di jual perkilo dimana harga perkilonya berkisar antara Rp. 000,- s/d Rp. 000,- dengan kapasitas 20-30 ekor kepiting/kg. Untuk benih ikan mujair sama dengan kepiting dijual perkilo dengan harga Rp. 7000,dengan kapasitas 20-30 ekor/kg. Pemasaran Hasil pemanenan ikan nila bisa mencapai 500 kg per sekali panen dengan harga berkisar Rp. 000,-/kg - 15. 000,-/kg. Harga jual ikan bandeng berkisar Rp. 000,-/kg Ae Rp. 000,-/kg dengan hasil panen mancapai 1. 000 kg. Ikan Mujair merupakan salah satu jenis biota alami dari alam yang masuk ke dalam tambak pada saat air pasang. Harga jual ikan mujair berkisar antara Rp. 000,-/kg Ae 12. 000,-/kg dengan hasil panen mencapai 80-300 kg. Udang Windu/Udang Tiger memiliki nilai jual antara Rp. 000,-/kg Ae 85. 000,-/kg dengan hasil panen berkisar antara 80Ae200 kg. Penebaran Benih/Benur Benih ikan nila yang ditebar pada umumnya adalah benih berukuran 5 cm Ae 7 cm dengan padat tebar 1. 000 ekor. Benih ikan bandeng yang di tebar adalah benih bandeng berukuran panjang 4 cm Ae 6 cm pada umumnya sebanyak 5. 000 ekor. Untuk benih udang windu atau biasa dikenal dengan udang tiger, ukuran benih yang digunakan adalah panjang A 2,5 cm 000 ekor. Sedangkan benih kepiting yang di tebar sebanyak 30 kg100 kg atau sekitar 750-2. 500 ekor kepiting. JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 Giant tiger atau Penaeus monodon di Indonesia di sebut sebagai udang windu. Waktu pemanenan udang dilakukan secara bertahap pada saat air pasang sama seperti Kepiting memiliki nilai jual yang sangat bervariasi, ditentukan berdasarkan ukuran dan jenisnya yang berkisar antara Rp. 000,-/kg Ae Rp. 000,-. /kg. Kepiting berjenis kelamin betina biasanya lebih mahal dari pada kepiting yang berjenis kelamin jantan. Kepiting betina yang bertelur dengan bobot 250g-500g dapat mencapai harga Rp. 000,-/kg. Berikut ini cara membedakan kepiting jantan dan kepiting betina, jika dilihat dari bentuknya kepiting jantan dan betina punya bentuk abdomen di bagian perut yang berbeda. Kepiting jantan memiliki bentuk abdomen yang lebih lancip menyempit mirip bentuk segitiga sama kaki. Sedangkan kepiting betina memiliki abdomen yang melebar dan Pendapatan dari Kegiatan Silvofishery Kelompok Tani Pantai Panglima terbentuk pada tahun 2006, dengan luas 32,6 Ha. Jumlah anggota kelompok sebanyak 17 orang, spesies yang di budidayakan oleh Kelompok Tani Pantai Panglima adalah Ikan Nila. Ikan Bandeng. Udang Tiger, dan Kepiting Bakau. Kelompok Tani Pantai Panglima termasuk kelompok yang aktif mengikuti kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang di adakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Wampu Sei Ular. Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang pernah dilakukan Kelompok Tani Pantai Panglima pada Tahun 2019 sebanyak 000 batang dengan luas 30 Ha (P. , pada tahun 2020 sebanyak 20. 000 batang dengan luas 11 Ha (P. , dan tahun 2021 000 batang seluas 5 ha dengan jenis Rhizophora,sp. Gambar 1. Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Tambak Pola Silvofishery yang diterapkan ialah pola Empang Parit. Pada dasarnya model empang parit terdiri dari 80 % mangrove dan 20 % tambak dengan mangrove terletak pada posisi di tengah dikelilingi oleh parit dengan lebar 3-5 m dan 40-80 cm di bawah tanggul. Komposisi mangrove tambak dapat diubah dengan luas tambak sampai 40-60 %. Jenis yang banyak dibudidayakan adalah ikan, udang, dan kepiting (Quarto, 2. Gambar 2. Empang Parit Kelompok Tani Pantai Panglima JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 Spesies alami yang dapat ditemukan seperti Ikan Mujair. Kepiting Bakau. Ikan Siakap dan sebagainya. Yang menjadi unggulan di Desa Tanjung Rejo ialah kepiting bakau. Berikut biaya pengeluaran silvofishery kelompok tani pantai panglima. Tabel 1. Biaya pengeluaran silvofishery kelompok tani pantai panglima dalam sekali panen/6 . bulan dengan luasan 1 Ha Jenis Biaya Satuan (R. Jumlah Biaya (R. Penyiapan tambak 25 kg Pupuk Urea 2 kg Penanaman bibit 500 btg Benih ikan bandeng 500 ekor Benih Ikan Nila 000 ekor Benur udang 000 ekor Benih kepiting 200 ekor Pakan Tenaga kerja 2 org Sewa tanah 6 bln Jumlah Pengeluaran Sumber: Data Primer, 2020 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa biaya yang di keluarkan selama sekali panen/6 . bulan dengan luas 1 ha sebesar Rp. yang menjadi faktor besarnya pengeluaran petani ialah pembayaran sewa tanah untuk melakukan kegiatan silvofishery Selain sebagai petani tambak kelompok tani pantai panglima memiliki pekerjaan lain seperti bertani . beternak, warung, wirausaha . engumpul Berikut penerimaan kelompok tani pantai panglima dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Penerimaan Kelompok Tani Pantai Panglima dalam sekali panen/6 . bulan dengan luasn 1 Ha Jenis Bandeng Nila Udang Tiger Kepiting Jumlah Sumber: Data Primer, 2020 Satuan (K. Jumlah (K. Jumlah harga (R. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah penerimaan silvofishery sebanyak RP. 000,-. Penerimaan terbesar berasal dari kepiting dengan penerimaan sebesar RP. 000,-. Besarnya penerimaan petani dipengaruhi dari harga pemasaran ikan, udang dan kepiting, semakin mahal haraganya maka penerimaan akan semakin Pendapatan petani dari silvofishery adalah sebagai berikut : = TR AeTC (Penerimaan Ae Pengeluara. = Rp. 000 Ae Rp. = Rp. Pendapatan petani silvofishery sekali panen . nam bula. sebanyak Rp. 000,dengan luas tambak 1 Ha. Kelayakan Usaha Tani R / C = Penerimaan Biaya R / C = Rp. Rp. R / C = 7,27 . Berdasarkan hasil perhitungan Revenue Cost Ratio (R/C) Analisis ini digunakan untuk melihat layak atau tidaknya suatu usaha yang dilakukan dengan membandingkan produksi/pengeluaran selama periode waktu JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 tertentu . atu musim pane. Hasil yang diperoleh sebesar 7,27 hal ini menunjukan bahwa usaha yang dilakukan petani sudah layak atau Berikut pendapatan kelompok tani pantai panglima Tabel 3. Pendapatan Kelompok Tani Pantai Panglima dalam satu kali musim panen . nam bula. Nama Pengeluaran (R. Penerimaan (R. Pendapatan (R. Miswat Sukijo Izhar Suyoto Utomo Ponirin Sahril Senen Abdul Mukti Sukirman Joko Hasan Jumlah Sumber: Data Primer, 2020 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapatan terbesar dari Kelompok tani pantai panglima adalah Rp 68. 000,yang merupakan pendapatan dari Bapak Miswat. Yang menjadi faktor besarnya pendapatan yang dihasilkan tersebut ialah karena luas lahan silvofishery yang dikelola Pak Miswat seluas 5 Ha. Faktor yang mempengaruhi besarnya pengeluaran Pak Miswat dikarenakan adanya pembagian hasil 30% untuk tenaga kerja dari hasil penerimaan sehingga pak miswat harus Rp. 000,- untuk membayar tenaga kerja. Faktor lainnya ialah pembayaran sewa tanah yang mencapai Rp. 000,-/Tahun dengan luas 5 Ha. Pendapatan terkecil 000,- yaitu pendapatan Bapak Sahril, yang menjadi faktor dalam hal tersebut dikarenakan luas lahan yang dikelola pak Sahril hanya 1,5 Ha sehingga mempengaruhi jumlah benih/benur yang di Pengeluaran Pak Sahril tidak menggunakan system bagi hasil untuk sewa tenaga kerja, tetapi biaya sewa tanah yang harus dikeluarkan sebesar Rp. /Tahun. Untuk dipengaruhi dari proses penyiapan lahan dan jumlah benih/benur yang akan di Sehingga pendapatan rata-rata kelompok sebesar Rp. 150,- per sekali panen/6 . Vegetasi pada lokasi kelompok ini didominasi tanaman Rizophora mucronata dan Rizophora apiculata dengan luasan yang dikelola kelompok seluas 48,6 Ha. Vegetasi Rhizophora sangat dianjurkan untuk kelompok tani yang melakukan pola silvofishery karna akar Rhizhopora yang tinggi sehingga pohon tidak mati apabila di rendam selama beberapa bulan. Kelompok tani mangrove harapan dan budidaya perikanan menerapkan sistem Silvofishery dengan pola Empang Parit yang merupakan mangrove berada di tengah tambak. Diketahui bahwa Ekosistem mangrove terdapat pada wilayah pesisir, terpengaruh pasang surut air laut dan didominasi oleh spesies pohon atau semak yang khas dan mampu tumbuh dalam perairan asin/payau. JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 Gambar 3. Empang Parit Kelompok Tani Mangrove Harapan dan Budidaya Perikanan Kelompok mangrove harapan dan budidaya perikanan beranggotakan 15 Kelompok membudidayakan ikan bandeng, ikan mujair, udang windu/tiger dan kepiting bakau dengan masa satu kali panen selama 6 . Sehingga pemanenan dapat dilakukan dalam periode waktu 2 . kali dalam setahun. sebagai petani tambak, ada beberapa anggota yang memiliki pekerjaan lain seperti bertani . , beternak, memiliki warung dan ada yang berprofesi sebagai Hal ini karna silvofishery dapat dijadikan sebagai mata pencaharian baik pekerjaan sampingan. Berikut biaya pengeluaran silvofishery dapat dilihat pada Kelompok tani mangrove harapan dan budidaya perikanan tidak hanya bekerja Tabel 1. Biaya pengeluaran silvofishery Kelompok Tani Mangrove Harapan dan Budidaya Perikanan dalam sekali panen/ enaam bulan dengan luasan 1 Ha Jenis Biaya Racun Samponen Pupuk urea Penanaman bibit Benur ikan Benur udang Benur kepiting Pakan Tenaga kerja Sewa tanah Jumlah Sumber: Data Primer, 2020 Satuan (R. Jumlah 25 Kg 2 Kg 500 btg 200 ekor Biaya 000 ekor 1000 ekor 1 org 6 bln Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pengeluaran kelompok tani cukup besar yaitu Rp. Hal ini dikarenakan tenaga kerja mendapatkan 30% dari hasil penerimaan yaitu sebesar Rp. Tenaga kerja yang digunakan dari awal persiapan lahan hingga akhir pemanenan. Berikut penerimaan petani dapat dilihat pada tabel 2. JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 Tabel 2. Penerimaan kelompok tani Mangrove Harapan dan Budidaya Perikanan dalam sekali panen/ enam bulan dengan luasan 1 Ha Jenis Satuan (K. Bandeng Udang Tiger Kepiting Mujair Jumlah Sumber: Data Primer, 2020 Jumlah (K. Terdapat spesies alami yang sering ditemukan pada silvofishery di kelompok tani mangrove harapan dan budidaya perikanan yaitu ikan mujair yang biasanya masuk pada saat terjadi pasang. Penerimaan silvofishery kelompok sebesar RP. 000,- dengan penerimaan terbesar dari hasil kepiting bakau. Dari hasil penerimaan yang diperoleh kelompok Jumlah harga (K. dalam tabel di atas, dapat dilihat bahwa pendapatan dari silvofishery adalah sebagai berikut: = TR AeTC (Penerimaan Ae Pengeluara. = Rp. 000 Ae Rp. = Rp. Pendapatan kelompok pada sekali panen dengan luas 1 . Ha ialah Rp. 000,-. /6 . Kelayakan Usaha Tani R / C = Penerimaan Biaya R / C = Rp. Rp. R / C = 2,12 . Berdasarakan hasil perhitungan Revenue Cost Ratio (R/C) Analisis ini digunakan untuk melihat layak atau tidaknya suatu usaha, didapatkan hasil 2,12 sehingga dapat dinyatakan bahwa usaha tani kelompok tani mangrove harapan dan budidaya perikanan layak/menguntungkan. pengisian angket kuisioner dan studi dokumen, untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Pengisian kuisioner merupakan salah satu hal yang harus Berikut Pendapatan Kelompok Tani Mangrove Harapan dan Budidaya Perikanan selama satu musim panen . nam bula. dapat dilihat pada tabel berikut Pengumpulan data dilakukan dengan cara Tabel 3. Pendapatan Kelompok Tani Mangrove Harapan dan Budidaya Perikanan dalam satu kali musim panen . nam Bula. Nama Laut Suandi Salman Siraid Buchari Ibrahim Ritonga Ahmadi Sunardi Makno Teguh Siswanto Usman Kenon Ritonga Pendapatan rata-rata Pengeluaran (R. Penerimaan (R. Pendapatan (R. JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 Sumber: Data Primer, 2020 Dari tabel diatas dapat ketahui bahwa pendapatan terbesar pada kelompok tani mangrove harapan dan budidaya perikanan dalam satu kali panen adalah Rp 75. 000 yang merupakan pendapatan dari Bapak Makno, yang menjadi faktor besarnya pendapatan dikarenakan luas lahan yang yang beliau kelola sebesar 6 . Ha. Dan yang menjadi faktor besarnya pengeluaran beliau di karenakan biaya sewa lahan yang mencapai Rp. /Tahun, dan biaya pembelian benih/benur ikan. Pendapatan terkecil sebesar Rp. 000,- merupakan hasil dari Bapak Kenon Ritonga yang di pengaruhi oleh luas lahan hanya sebesar1 Ha dan biaya sewa lahan yang mencapai harga Rp. 000,-/Tahun. Pendapatan rata-rata Rp. 700,-. tambak yang di kelola sebesar 84,6 Ha. Lokasi Kelompok Tani Hutan Bakti Nyata berada pada Kawasan Hutan Negara dengan Status Hutan Lindung. Pengelolaan kelompok masih belum terlalu banyak, sehingga masih perlu banyak bimbingan dan arahan untuk terwujudnya rencana rencana yang akan dilaksanakan kelompok ke depannya. Salah satunya pengebangan silvofishery dengan jenis biota lainnya seperti ikan nila, iakan siakap, udang dan lainnya yang sesuai dengan kondisi tambak pada lokasi Kelompok Tani Hutan Bakti Nyata. Dapat dilihat pada Peta lokasi Kelompok Tani Hutan Bakti Nyata berbatasan langsung dengan bibir pantai sehingga kelompok hanya dapat membudidayakan kepiting bakau dikarenakan kondisi air yang asin. Dan sebagian besar anggota kelompok bakti nyata memiki pekerjaan utama sebagai nelayan. Kelompok Tani Hutan Bakti Nyata terbentuk pada tahun 2016 dan memiliki anggota sebanyak 33 orang dengan luasan Gambar 4. Empang Parit Kelompok Tani Bakti Nyata Kepiting bakau sendiri belum dapat dibudidayakan secara langsung artinya bibit/benih kepiting masih hasil dari tangkapan alam yang dikumpulkan oleh Berikut biaya pengeluaran silvofishery dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Biaya pengeluaran silvofishery Kelompok Tani Hutan Baku Nyata dalam sekali panen/enam bulan dengan luasan 1 Ha Jenis Biaya Penyiapan tambak Penanaman bibit Benur kepiting Pakan Tenaga kerja Sewa tanah Satuan (R. Jumlah 1000 btg 2000 ekor 300 ekor Biaya JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 Jumlah Sumber: Data Primer, 2020 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa besaran pengeluaran kelompok pada sekali panen/ 6 bulan dengan luasan 1 Ha sebesar Rp. 000,-. Pengeluaran terbesar pada pembelian bibit kepiting, harga bibit kepiting Rp. 250,-/ekor. Hal ini dikarenakan bibit kepiting bakau masih di ambil secara alami dari alam oleh nelayan. Lalu dikumpukan atau di jual kepada pengumpul kepiting. Berikut penerimaan kelompok dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Penerimaan Kelompok Tani Hutan Bakti Nyata dalam sekali panen/enam bulan dengan luasan 1 Ha Jenis Satuan (K. Kepiting Jumlah Sumber: Data Primer, 2020 Jumlah (K. Jumlah harga (K. Dari tabel diatas dapat diketahui hasil penerimaan yang diperoleh kelompok sebesar Rp. 000,- dengan hasil kepiting sebesar 125 Kg. Pendapatan kelompok dari silvofishery adalah sebagai R / C = Penerimaan Biaya R / C = Rp. Rp. R / C = 3,96 . = TR Ae TC (Penerimaan - Pengeluara. = Rp. 000 Ae Rp. = Rp. Pendapatan kelompok bakti nyata sebesar Rp 12. 000,- per sekali panen dengan luasan 1 . Berdasarakan hasil perhitungan Revenue Cost Ratio (R/C) Analisis ini digunakan untuk melihat layak atau tidaknya suatu usaha, didapatkan hasil 3,96 sehingga dapat dinyatakan bahwa usaha tani Kelompok Tani Hutan Bakti Nyatalayak/menguntungkan. Kelayakan Usaha Tani Tabel 3. Pendapatan Kelompok Tani Hutan Bakti Nyata dalam satu kali musim panen . nam bula. Nama Puja Kesuma Darwin Cholik Iqbal Indra Saputra Prayetno Salamin Yahya Mugiono Supriadi Tanjung Surioan Mahyudin Siregar Pendapatan rata-rata Sumber : Data Primer, 2020 Pengeluaran (R. Penerimaan (R. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapatan terbesar kelompok tani hutan bakti nyata dalam satu kali panen kepiting adalah Rp. 000 yang merupakan pendapatan Pak Salamin Yahya dengan luas lahan nyang dikelola sebesar 2 Ha. Pengeluaran terbanyak berasal dari Pendapatan (R. pembelian bibit kepiting yang mencapai 000 ekor. dan pendapatan terkecil Rp. 000,- yang merupakan hasil dari pendapatan Bapak Mugiono dikarenakan luas lahan yang dikelola beliau sebesar 1 Ha, dan pembeliaan bibit kepiting yang 000 ekor. Lokasi kegiatan JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 silvofishery kelompok tani bakti nyata tidak memerlukan sewa tenaga kerja maupun sewa lahan sehingga pengeluaran modal kelompok tidak terlalu besar. Dengan pendapatan rata Ae rata kelompok 000,-. kan, udang dan kepitin. dan Pendapatan rata-rata yang di peroleh petani silvofishery di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dalam jangka waktu sekali panen / enam bulan sebesar Rp. 950,-. Dengan pendapatan tertinggi sebesar Rp. 000 dan pendapatan terendah sebesar Rp. Sehingga dapat diketahui bahwa rata-rata pendapatan petani Silvofishery tiap bulannya sebesar Rp. 158,-. Berdasarkan penggolongan Pendapatan Penduduk berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pendapatan petani silvofishery termasuk dalam golongan pendapatan sangat tinggi dengan pendapatan ratarata lebih dari Rp. 000 per bulan. Dari hasil data 3 . kelompok tani di Desa Tanjung Rejo yang melakukan kegiatan silvofishery dengan pola Empang Parit dapat terlihat jelas bahwa mangrove memberikan pengaruh yang signifikan bagi pendapatan masyarakat. Dengan mengkombinasikan mangrove dan tambak kelompok dapat meminimalisir kebutuhan pakan pada tambak tersebut. Karena pemijahan bagi berbagai jenis ikan. sehingga kelompok tani sangat memahami pentingnya mangrove untuk menambah produktifitas tambak dan menambah pendapatan kelompok tani. DAFTAR PUSTAKA