20 JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Sistem Supply Chain Management Berbasis Web untuk Pengelolaan Bahan Pakan dalam Mendukung Produksi Ayam Putih Nurlia Sari1. Riki Andri Yusda2. Sumantri3 Info Artikel Diterima Februari 23, 2026 Revisi Februari 28, 2026 Terbit Maret 11, 2026 Keywords: Supply Chain Management. Information System. Feed. Chicken Farming. Inventory Management. ABSTRACT Feed management is an important factor in supporting successful production in chicken farming businesses. At the Giran White Chicken Farm, the feed stock recording process is still done manually, which often results in inaccurate records, delays in feed orders, and difficulties in preparing operational reports. This study aims to design and implement a web-based Supply Chain Management (SCM) system to improve the effectiveness of feed management. The research methods include observation, interviews, and documentation, while the system design uses Unified Modeling Language (UML) with application development using PHP and MySQL. The built system is tested using the black-box testing method to ensure that all system functions run according to user requirements. The results show that the implementation of the system has increased stock recording accuracy from 78% to 96%, reduced stock discrepancies from around 15% to 4%, and accelerated the report generation process from around 2 hours to A10 minutes. With the web-based SCM system, the feed management process has become more structured, integrated, and supports faster and more accurate operational decision-making at the Giran White Chicken Farm. Identitas Penulis: Nurlia Sari1. Riki Andri Yusda2. Sumantri3 Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Royal. Asahan. Sumatera Utara1,3 Sistem Komputer. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Royal. Asahan. Sumatera Utara2 Jl. Prof. Yamin No. Kisaran Naga. Kec. Kota Kisaran Timur. Kab. Asahan. Sumatera Utara Email: nurliasari@gmail. com, rikiandriyusda@gmail. com, sumantrisuherman35@gmail. PENDAHULUAN Dalam dunia industri modern, teknologi informasi menjadi faktor penunjang yang sangat penting dalam meningkatkan daya saing . Penerapannya memungkinkan pelaku usaha untuk melakukan perencanaan dan evaluasi secara terukur terhadap setiap aspek operasional yang dijalankan . Digitalisasi dalam bidang peternakan tidak hanya mencakup proses penjualan, tetapi juga mencakup pengelolaan bahan pakan, pemantauan kesehatan ternak, serta manajemen distribusi hasil produksi . Usaha peternakan ayam merupakan salah satu sektor penting dalam bidang agribisnis yang berperan besar dalam memenuhi kebutuhan protein hewani. Seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap daging ayam, para pelaku usaha peternakan dituntut untuk mampu mengelola kegiatan operasional secara efisien dan Perkembangan teknologi informasi pada era digital saat ini memberikan peluang besar bagi sektor peternakan untuk meningkatkan efektivitas manajemen, baik dalam hal produksi dan pengelolaan sumber daya. http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Dengan adanya sistem yang terintegrasi, para pelaku usaha dapat memperoleh informasi secara real time . , sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien . Selain itu, integrasi sistem digital memungkinkan pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi produksi dan distribusi secara cepat terhadap perubahan permintaan pasar, guna menjaga stabilitas kinerja dan keberlanjutan usaha peternakan . Untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat, khususnya peternak, pengembangan usaha peternakan sangat penting. Penataan area agribisnis adalah langkah pertama menuju pembangunan peternakan secara operasional . Karena peningkatan jumlah penduduk di Indonesia, peran pembangunan peternakan di Indonesia menjadi alternatif pembangunan yang memiliki prospek yang cerah . Pengembangan usaha peternakan ayam bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat rumah tangga. Sebagai produsen, tujuan usaha peternakan ayam petelur adalah untuk menghasilkan keuntungan yang berdampak pada kebutuhan hidup dan usaha mereka . Tidak hanya jumlah ternak ayam yang dipelihara untuk menentukan keberhasilan usaha tersebut, tetapi sistem manajemen yang baik dan efektif yang akan memastikan nilai produksi dan penerimaan yang diinginkan . Untuk pembiayaan produksi dapat menggunakan sebagian dari hasil penerimaan yang kemudian sisanya dipergunakan sebagai pendapatan . Usaha Ternak Ayam Putih Giran merupakan salah satu unit usaha yang bergerak di bidang penjualan ternak ayam putih. Usaha ini didirikan oleh Bapak Giran pada tahun 2015 dan berlokasi di Danau Sijabut Kampung Baru Dusun IV. Kecamatan Air Batu. Kabupaten Asahan. Sumatera Utara. Usaha ini dikelola secara mandiri dengan jumlah anggota sebanyak 4 orang yang berperan dalam pengelolaan pakan, pemeliharaan ayam, serta proses penjualan. Bahan pakan yang digunakan Usaha Ternak Ayam Putih Giran diantaranya BR, dedak, vitami hepa plus, vitamin grazimax dan obat vaksin. Didalam menjalankan usahanya, ada beberapa stok bahan pakan yang dibutuhkan per 40 hari di Usaha Ternak Ayam Putih Giran. Berdasarkan pengamatan langsung peneliti di Usaha Ternak Ayam Putih Giran, permasalahan yang terjadi adalah pengelolaan bahan pakan masih dilakukan secara manual sehingga sering terjadi ketidaktepatan dalam pencatatan stok dan penggunaan pakan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada Usaha Ternak Ayam Putih Giran, proses pengelolaan bahan pakan masih dilakukan secara manual sehingga sering terjadi ketidaktepatan dalam pencatatan stok dan penggunaan pakan. Dalam satu periode pemeliharaan selama 40 hari, selisih antara stok tercatat dan stok aktual dapat mencapai sekitar 7Ae10% dari total persediaan pakan. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan dalam pemesanan bahan pakan kepada pemasok sehingga beberapa kali terjadi kekurangan pakan sebanyak 2Ae3 kali dalam satu siklus produksi. Selain itu, target produksi yang ditetapkan oleh usaha yaitu 15. 000 ekor ayam setiap 40 hari belum dapat tercapai secara optimal karena pengelolaan bahan pakan yang belum terintegrasi dengan baik. Berdasarkan data produksi selama beberapa periode terakhir, realisasi produksi rata-rata hanya mencapai sekitar 12. 500Ae13. ekor, sehingga terdapat selisih sekitar 13Ae17% dari target produksi. Permasalahan ini menunjukkan bahwa pengelolaan bahan pakan yang masih manual berpotensi menimbulkan inefisiensi operasional serta mempengaruhi pencapaian target penjualan usaha. Kemudian belum tersedianya sistem berbasis teknologi yang mampu mengintegrasikan proses pengadaan, penyimpanan, serta pengelolaan bahan pakan secara efektif. Usaha Ternak Ayam Putih Giran memiliki target penjualan ayam putih sebanyak 15000 ekor setiap 40 hari belum dapat tercapai secara optimal akibat ketidakteraturan dalam pengelolaan bahan pakan serta perencanaan kebutuhan produksi yang belum terencana dengan baik. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan penerapan metode Supply Chain Management (SCM) yang berbasis teknologi informasi untuk membantu Usaha Ternak Ayam Giran dalam mengelola bahan pakan secara lebih efektif dan efisien . Melalui penerapan metode ini, seluruh proses mulai dari pengadaan, pencatatan stok, hingga penjualan ayam putih dapat dilakukan secara terintegrasi dalam satu sistem digital . Sistem ini diharapkan mampu menyediakan informasi secara rutin mengenai ketersediaan dan kebutuhan pakan, sehingga proses perencanaan dapat dilakukan secara lebih akurat dan terukur . Supply Chain Management (SCM) merupakan pendekatan manajemen yang digunakan untuk mengintegrasikan aktivitas pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi produk kepada konsumen secara efektif dan efisien . Konsep ini menekankan koordinasi antara berbagai pihak dalam rantai pasok, seperti pemasok, produsen, gudang, dan distributor, agar aliran barang, informasi, serta sumber daya dapat berjalan secara terstruktur . Selain itu. SCM juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja operasional melalui pengelolaan persediaan yang lebih terencana serta pemanfaatan informasi yang terintegrasi antar pelaku dalam rantai pasok . Berdasarkan beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Supply Chain Management merupakan suatu sistem manajemen terintegrasi yang mengoordinasikan http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 aliran bahan, informasi, dan proses operasional mulai dari pemasok hingga konsumen akhir guna meningkatkan efisiensi operasional, akurasi pengelolaan persediaan, serta efektivitas pengambilan keputusan dalam suatu Beberapa penelitian sebelumnya telah menerapkan Supply Chain Management (SCM) pada sektor UMKM dan agribisnis dengan hasil yang cukup signifikan. Penelitian oleh Khotantri dkk. mengembangkan sistem SCM berbasis web pada perusahaan distribusi buah yang mampu meningkatkan efisiensi pemesanan dan pengendalian stok. Saputra dan Firmansyah . menerapkan SCM untuk mendukung sistem e-commerce dan menunjukkan peningkatan integrasi data antara pemasok dan penjual. Basirun dkk. mengimplementasikan SCM pada industri tahu skala kecil dan berhasil mengurangi risiko kekurangan bahan baku produksi. Pada sektor distribusi dan pengelolaan stok. Nasution dkk. menunjukkan bahwa penerapan SCM berbasis web mampu meningkatkan akurasi pencatatan persediaan serta mempercepat proses pelaporan. Sementara itu. Indri dkk. menekankan bahwa integrasi manajemen persediaan dan distribusi berbasis SCM pada UMKM makanan ringan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan meminimalkan pemborosan bahan Meskipun berbagai penelitian tersebut telah membahas implementasi SCM pada UMKM dan sektor distribusi, penerapan SCM pada sektor peternakan ayam, khususnya dalam pengelolaan bahan pakan sebagai faktor utama produktivitas penjualan, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada implementasi SCM dalam pengelolaan bahan pakan di Usaha Ternak Ayam Putih Giran sebagai upaya meningkatkan efisiensi persediaan dan mendukung pencapaian target produksi dan penjualan secara lebih Dari beberapa permasalahan tersebut menuntut penerapan konsep SCM sebagai pendekatan strategis untuk mengoptimalkan aliran bahan, informasi, dan proses produksi secara menyeluruh. Konsep ini berperan dalam mengoordinasikan setiap aktivitas mulai dari pengadaan bahan baku, pengelolaan persediaan, hingga penjualan ayam putih kepada konsumen . METODE Penelitian ini dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan untuk menghasilkan sistem Supply Chain Management (SCM) yang sesuai dengan kebutuhan Usaha Ternak Ayam Putih Giran. Tahapan penelitian dimulai dari studi literatur hingga implementasi sistem, sebagaimana dijelaskan berikut ini: Studi Literatur Pada tahap ini dilakukan penelusuran dan kajian terhadap berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal nasional, dan artikel penelitian yang relevan dengan Supply Chain Management (SCM), manajemen persediaan, serta pengelolaan rantai pasok pada UMKM dan sektor agribisnis. Studi literatur bertujuan untuk memperoleh landasan teori dan referensi metodologis yang mendukung perancangan sistem. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan secara langsung di Usaha Ternak Ayam Putih Giran melalui: A Observasi, yaitu pengamatan terhadap proses pengelolaan bahan pakan dan produksi ayam. A Wawancara, yaitu tanya jawab dengan pemilik usaha terkait kebutuhan pakan, jumlah produksi, data supplier, serta target penjualan. A Dokumentasi, yaitu pengumpulan data berupa catatan stok bahan pakan, data produksi ayam, dan data pemasok. Analisis Data Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis untuk: A Mengidentifikasi kelemahan sistem manual yang sedang berjalan. A Menentukan kebutuhan sistem yang akan dikembangkan. A Merancang alur integrasi antara pengadaan bahan pakan, pengelolaan stok, dan penjualan ayam. A Analisis ini menjadi dasar dalam penyusunan rancangan sistem SCM berbasis teknologi informasi. Perancangan Sistem Tahap perancangan sistem dilakukan untuk menggambarkan model sistem yang akan dibangun. Perancangan meliputi: A Penyusunan Use Case Diagram untuk mendefinisikan aktor dan interaksi sistem. A Perancangan Entity Relationship Diagram (ERD) untuk memodelkan struktur basis data. A Pembuatan Flowchart Aliran Sistem Informasi (ASI) untuk menggambarkan alur proses. http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 A Perancangan antarmuka . ser interfac. Uji Coba Sistem Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap sistem untuk memastikan seluruh fitur berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengujian meliputi: A Pengujian fungsi login dan hak akses pengguna. A Pengujian proses pencatatan stok bahan pakan. A Pengujian pemesanan bahan pakan kepada supplier. A Pengujian laporan penggunaan dan penjualan. Implementasi Sistem Implementasi sistem dilakukan dengan menerapkan aplikasi SCM secara langsung pada Usaha Ternak Ayam Putih Giran. Pada tahap ini dilakukan: A Instalasi sistem pada perangkat operasional. A Pendampingan penggunaan sistem kepada pengguna. A Evaluasi awal terhadap efektivitas sistem dalam mendukung pengelolaan bahan pakan dan produksi HASIL Analisis Proses Analisis proses pada sistem Supply Chain Management (SCM) yang akan dirancang merupakan sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk membantu jalannya proses pemesanan bahan pakan dan pemasaran ayam dengan menggunakan media komputer. Proses pemesanan bahan pakan dan pemasaran ayam dilakukan secara online dimana saja dan kapan saja tidak terbatas dengan tempat dan waktu. Supplier dapat melihat data stok bahan pakan, membatalkan atau menyetujui pesanan penyediaan bahan pakan, dimana supplier tersebut telah terdaftar sebagai user. Sistem ini merupakan pengembangan dari sistem konvensional secara manual menjadi terkomputerisasi yang ada di Usaha Ternak Ayam Putih Giran. Perancangan Sistem Perancangan sistem menggunakan use case diagram dengan tujuan mendefenisikan pengguna sistem secara terinci. Perancanan sistem SCM menggunakan use case diagram yang disajikan pada gambar 1. Gambar 1. Use Case Diagram Sumber: Hasil Penelitian . http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Gambar 1 menunjukkan Use Case Diagram sistem Supply Chain Management (SCM) yang dirancang untuk Usaha Ternak Ayam Putih Giran. Diagram tersebut menggambarkan interaksi antara aktor utama, yaitu admin dan supplier, dengan sistem. Admin memiliki hak akses untuk mengelola data bahan pakan, data ayam, data supplier, melakukan pemesanan, serta menghasilkan laporan. Sementara itu, supplier berperan dalam menerima dan memproses pesanan bahan pakan. Diagram ini menjelaskan bahwa seluruh proses pengadaan, pencatatan, dan pelaporan telah terintegrasi dalam satu sistem terkomputerisasi. Implementasi Sistem Tampilan Login Tampilan login merupakan halaman untuk klarifikasi hak user dalam melakukan login untuk masuk ke sistem dengan memasukkan username dan password dengan benar. Gambar 2. Tampilan Login Sumber: Hasil Penelitian . Tampilan Dashboard Admin Pada tampilan dashboard admin dapat melihat tampilan dashboard yang berisi informasi ringkas mengenai jumlah bahan pakan, supplier, item, dan pemesanan. Admin juga dapat memantau ketersediaan bahan pakan, termasuk notifikasi jika ada bahan pakan yang hampir habis. Gambar 3. Tampilan Dashboar Admin Sumber: Hasil Penelitian . http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Tampilan Bahan Pakan Pada tampilan ini admin dapat melihat data stok bahan pakan dan mengolah data bahan pakan. Gambar 4. Tampilan Bahan Pakan Sumber: Hasil Penelitian . Tampilan Order Bahan Pakan Pada tampilan ini admin dapat melihat data bahan pakan yang dipesan ke supplier. Gambar 5. Tampilan Order Bahan Pakan Sumber: Hasil Penelitian . http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Tampilan Data Ayam Pada tampilan ini admin dapat melihat data ayam dan mengolah data ayam. Gambar 6. Data Ayam Sumber: Hasil Penelitian . Tampilan Data Supplier Pada tampilan ini admin dapat melihat data supplier yang menyediakan bahan pakan. Gambar 7. Data Supplier Sumber: Hasil Penelitian . http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Tampilan Laporan Pemesanan Bahan Pakan Tampilan laporan pemesanan bahan pakan merupakan laporan untuk melihat data pemesanan bahan pakan setiap periode yang selanjutnya dicetak. Gambar 8. Laporan Pemesanan Bahan Pakan Sumber: Hasil Penelitian . Tampilan Laporan Penggunaan Bahan Pakan Tampilan laporan riwayat pengolahan merupakan laporan untuk melihat data riwayat pengolahan setiap periode yang selanjutnya dicetak. Gambar 9. Tampilan Laporan Penggunaan Bahan Pakan Sumber: Hasil Penelitian . http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Tampilan Laporan Penjualan Tampilan laporan penjualan admin merupakan laporan untuk melihat data penjualan setiap periode yang selanjutnya dicetak. Gambar 10. Tampilan Laporan Penjualan Sumber: Hasil Penelitian . Selain menampilkan antarmuka sistem, penelitian ini juga melakukan evaluasi terhadap kinerja sistem Supply Chain Management (SCM) yang telah diimplementasikan pada Usaha Ternak Ayam Putih Giran. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi operasional sebelum dan sesudah penerapan sistem, khususnya pada aspek pengelolaan stok bahan pakan, kecepatan pelaporan, serta pencapaian target produksi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan sistem SCM berbasis web mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan bahan pakan dan proses operasional usaha. Perbandingan kinerja sistem sebelum dan sesudah implementasi disajikan pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Evaluasi Kinerja SCM Sebelum Sistem Indikator Evaluasi Akurasi pencatatan stok bahan pakan Waktu pembuatan laporan stok Selisih stok antara pencatatan dan kondisi aktual Frekuensi kekurangan bahan pakan Pencapaian target produksi ayam A2 jam A15% 2Ae3 kali per siklus 000 ekor Sesudah Sistem A10 menit A4% 0Ae1 kali 500 ekor Peningkatan 18% Lebih cepat Berkurang Lebih 12% Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dapat diketahui bahwa penerapan sistem SCM berbasis web mampu meningkatkan akurasi pencatatan persediaan bahan pakan secara signifikan. Selain itu, sistem juga mampu mempercepat proses pembuatan laporan serta meminimalkan selisih stok antara pencatatan dan kondisi aktual di lapangan. Integrasi informasi antara data stok, pemesanan bahan pakan, serta laporan produksi memberikan kemudahan bagi pengelola usaha dalam melakukan pengambilan keputusan secara lebih cepat dan terukur. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penerapan Sistem Supply Chain Management (SCM) berbasis web pada Usaha Ternak Ayam Putih Giran terbukti mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan bahan pakan yang sebelumnya dilakukan secara manual. Hasil evaluasi sistem menunjukkan bahwa implementasi sistem mampu meningkatkan akurasi pencatatan stok dari sekitar 78% menjadi 96%, mengurangi selisih stok dari sekitar 15% menjadi sekitar 4%, serta mempercepat proses pembuatan laporan dari sekitar 2 http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 jam menjadi A10 menit. Selain itu, integrasi data antara pengadaan bahan pakan, pencatatan stok, dan laporan penjualan membantu pengelola usaha dalam melakukan pemantauan persediaan secara lebih terstruktur sehingga frekuensi kekurangan pakan dapat diminimalkan dan pencapaian target produksi ayam meningkat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penerapan konsep Supply Chain Management pada sektor peternakan skala UMKM, khususnya dalam pengelolaan bahan pakan sebagai faktor penting dalam mendukung keberlanjutan produksi dan pencapaian target penjualan. Implementasi sistem yang terintegrasi memungkinkan proses pengadaan, pencatatan, dan pelaporan bahan pakan dilakukan secara lebih efisien sehingga mendukung pengambilan keputusan operasional secara lebih cepat dan berbasis data. Untuk pengembangan penelitian selanjutnya, sistem yang telah dibangun dapat dikembangkan dengan menambahkan fitur analisis kebutuhan pakan secara otomatis, integrasi dengan sistem pemantauan produksi ayam secara real-time, serta pengembangan modul analisis data untuk memprediksi kebutuhan bahan pakan berdasarkan pola produksi dan permintaan pasar. Dengan pengembangan tersebut diharapkan sistem Supply Chain Management dapat memberikan dukungan yang lebih komprehensif terhadap manajemen operasional usaha peternakan di masa mendatang. REFERENSI