Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. Asatiza :Jurnal Pendidikan P-ISSN: 2721-0723 | E-ISSN: 2716-3202 https://ejournal. stai-tbh. id/index. php/asatiza Kesiapan Siswa dalam Menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer *Manganju Manik1,a Guru SMP Negeri 2 Siberut Utara. Kepulauan Mentawai. Sumatera Barat. Indonesia manikjuju@gmail. INFORMASI ARTIKEL Histori Artikel: Diterima : 14/11/2021 Direvisi : 02/01/2022 Disetujui : 03/01/2022 Diterbitkan : 31/01/2022 Keywords: StudentAos readiness. Computer-Based. National Assessment. Government Kata Kunci: Kesiapan siswa. Asesmen Nasional. Berbasis Komputer (ANBK). Pemerintah DOI: https://doi. org/10. *Correspondence Author: manikjuju@gmail. Abstract The Computer-Based National Assessment (ANBK) is a government program that aims to map the education quality of primary and secondary school in Indonesia. The purpose of this study was to find out the description of the studentAos readiness in facing the ANBK and the factors were the obstacles for student in preparation for ANBK. This type of research is qualitative research with a case study approach regarding the studentAos readiness Utara in facing ANBK. Preparations made by students in facing ANBK include participating in the socialization carried out by teachers who serve as proctors and Then students participating in computer use training accompanied by teachers which are carried out after school. During this training the teacher provides motivational support to students to stay motivated, enthusiastic, and not worried in facing ANBK There are several obstacles to students' readiness to face ANBK, namely students have low technological literacy, limited available computer equipment, limited power sources as a resource for using computer equipment, and limited internet networks causing students to not be able to participate in simulations on the ANBK website. Although accompanied by obstacles during the preparation process, students have good readiness to participate in the implementation of ANBK, this can be proven by the implementation of ANBK well. Abstrak Asesmen Nasional berbasis Komputer (ANBK) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk pemetaan mutu pendidikan sekolah dasar dan menengah yang ada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesiapan siswa dalam menghadapi ANBK, dan faktor apa saja yang menjadi kendala dalam persiapan menghadapi ANBK. Jenis Penelitian ini berupa penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tentang kesiapan dari siswa dalam menghadapi ANBK. Persiapan yang dilakukan oleh siswa dalam menghadapi ANBK antara lain mengikuti sosialisasi yang dilakukan oleh guru yang bertugas sebagai proktor dan teknisi. Kemudian siswa mengikuti pelatihan penggunaan komputer yang didampingi oleh guru yang dilaksanakan setelah pulang sekolah. Selama mengikuti pelatihan ini guru juga memberikan dukungan motivasi kepada siswa agar tetap semangat dan tidak khawatir dalam menghadapi ANBK. Ada beberapa kendala kesiapan siswa dalam menghadapi ANBK, yaitu siswa memiliki literasi teknologi yang rendah, perangkat komputer yang tersedia terbatas, sumber listrik yang terbatas sebagai sumber daya penggunaan perangkat komputer, dan jaringan internet yang terbatas menyebabkan siswa tidak dapat mengikuti simulasi di laman ANBK. Meskipun disertai adanya kendala selama proses persiapan, siswa telah memiliki kesiapan yang baik untuk mengikuti pelaksanaan ANBK, hal ini dapat dibuktikan dengan terlaksananya ANBK dengan baik. Cara mensitasi artikel: Manik. Kesiapan siswa dalam menghadapi asesmen nasional berbasis komputer. Asatiza: Jurnal Pendidikan, 3. , 1-10. https://doi. org/10. 46963/asatiza. Editorial Address: Kampus STAI Auliaurrasyidin Tembilahan Jl. Gerilya No. 12 Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213 E-Mail: asatiza@stai-tbh. | 1 Kesiapan Siswa dalam Menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer Manganju Manik PENDAHULUAN Pemerintah Indonesia saat ini sedang melakukan perbaikan dan evaluasi pendidikan dengan cara pemetaan mutu melalui program asesmen nasional (AN). Pemetaan pendidikan dasar hingga menengah dengan instrumen berupa asesmen kompetensi minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Pelaksanaan AN menggunakan sistem berbasis komputer, sehingga disingkat dengan ANBK yang menggunakan moda tes dengan pilihan moda daring . ataupun semi daring . emi onlin. sesuai dengan ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah atau daerah masing-masing. Jadwal pelaksanaan ANBK dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia sesuai jenjang pendidikannya, dan semua sekolah harus memiliki kesiapan yang baik dalam ANBK memiliki Prosedur Operasional Standar (POS) AN yang ditetapkan oleh Kepala Badan Standar. Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Proses pelaksanaan ANBK di lapangan harus sesuai dengan Petunjuk Teknis (Jukni. Pelaksanaan AN. Juknis Pelaksanaan AN ini diterbitkan untuk memberikan panduan teknis kepada pelaksana AN dari tingkat pusat, daerah, pelaksanaannya harus sesuai dengan POS AN (Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemdikbud, 2. Peraturan yang menjadi dasar dalam pelaksanaan AN adalah: . Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, . Peraturan Mendikbudristek No. 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional. | 2 Peraturan Kepala Badan Standar. Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud Ristek Nomor: 030 /H/PG. 00/2021 POS penyelenggaraan AN Tahun 2021. Kategori dalam kepesertan yang berhak mengikuti AN Tahun 2021 adalah peserta didik pada jenjang SMP yang berada di tingkat kelas 8 dengan jumlah maksimal 45 peserta dan 5 peserta cadangan. Jika siswa kelas 8 di suatu jenjang pendidikan berjumlah di bawah 45, maka seluruh siswa tersebut harus mengikuti ANBK tanpa terkecuali. Sama kasusnya dengan SMP Negeri 2 Siberut Utara, jumlah siswa kelas 8 ada 34 orang. Dengan demikian, seluruh siswa yang ada harus mengikuti ANBK dan tanpa ada peserta cadangan. Peserta didik yang ikut harus yang sudah masuk pada sistem Pendataan Asesmen Nasional tahun 2020/2021 yang dilakukan dengan cara menarik data peserta didik dari server integrasi hasil dari pendataan Dapodik Emis . ttps://puspendik. ANBK merupakan hal yang baru di dunia pendidikan di Indonesia saat ini. Adanya penjelasan secara rinci mengenai ANBK di atas menuntut guru agar mampu dalam membantu siswa untuk menghadapi pelaksanaan ANBK. Dengan adanya kesiapan yang baik dalam menghadapi suatu kegiatan, maka kegiatan itu akan terlaksana dengan baik juga. Pernyataan tersebut didukung penelitian sebelumnya tentang manfaat kesiapan yang baik, yaitu dalam (Sekar. Purnomo, & Wiradimadja, 2. menyatakan bahwa siswa yang telah mempersiapkan diri secara psikis Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Kesiapan Siswa dalam Menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer Manganju Manik menunjukkan hasil lebih baik dalam memahami materi selama mengikuti (Reski, 2. juga memperoleh hasil belajar yang baik jika memiliki kesiapan yang baik juga, di mana kesiapan itu menunjukkan keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberikan respons atau jawaban di dalam proses pembelajaran. SMP Negeri 2 Siberut Utara terletak di daerah tertinggal yang memiliki keterbatasan akses kelengkapan perangkat TIK. Hal ini dapat dilihat dalam Peraturan Presiden (Perpre. Nomor 63 Tahun 2020 tentang penetapan daerah tertinggal tahun Di mana SMP Negeri 2 Siberut Utara terletak di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang masuk kategori daerah tertinggal. Di daerah tertinggal, penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran masih sangat jarang. Dalam Siahaan, . menyebutkan juga bahwa sekolah-sekolah yang ada di daerah terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan . TP) secara umum masih belum tersentuh teknologi informasi dan komunikasi (TIK), hal ini disebabkan sekolah belum memiliki sumber tenaga listrik, sumber belajarnya terbatas, dan minimnya literasi teknologi. Hal tersebut menjadi kendala dalam mendukung kesiapan siswa menghadapi ANBK. Dari uraian latar belakang di atas, peneliti melakukan penelitian mengenai kesiapan siswa SMP Negeri 2 Siberut Utara dalam menghadapi ANBK. Hal ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kesiapan siswa SMP Negeri 2 Siberut Utara sebagai daerah tertinggal dalam menghadapi ANBK dan faktor apa saja yang menjadi kendala persiapan siswa SMP Negeri 2 Siberut Utara dalam menghadapi ANBK. METODE Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 2 Siberut Utara. Kabupaten Kepulauan Mentawai. Provinsi Sumatera Barat. Siswa yang menjadi objek penelitian ini adalah siswa kelas Vi SMP yang berjumlah 34 orang. Waktu penelitian ini adalah Agustus 2021 Oktober 2021 yaitu saat persiapan Pelaksanaan ANBK tingkat SMP sederajat Tahun Ajaran 2021/2022. Jenis Penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Menurut (Sugiyono, 2. , penelitian kualitatif lebih bersifat Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka. Data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data-data kualitatif yang berkaitan dengan kesiapan siswa SMP Negeri 2 Siberut Utara dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang berasal dari wawancara siswa sebagai narasumber atau informan, observasi lokasi dan peristiwa, serta Dalam penelitian ini, peneliti memberitahukan kepada siswa sebagai responden bahwa penelitian ini bersifat sukarela, dan peneliti menjamin kerahasiaan data para siswa/responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan Pembahasan dalam penelitian kesiapan siswa SMP Negeri 2 Siberut Utara Asesmen Nasional Berbasis Komputer Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 3 Kesiapan Siswa dalam Menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer Manganju Manik (ANBK) dibuat ke dalam beberapa poin deskripsi berikut ini. Deskripsi SMP Negeri 2 Siberut Utara SMP Negeri 2 Siberut Utara terletak di Jalan Simarenggeu. Desa Sirilogui. Kecamatan Siberut Utara. Kabupaten Kepulauan Mentawai. Provinsi Sumatera Barat. Di sekolah ini memiliki keterbatasan perangkat TIK. Sesuai dengan data yang ada di sekolah, bahwa komputer yang tersedia hanya 3 unit. Jumlah yang sedikit ini tidak mampu mendukung terlaksananya ANBK di Tidak hanya perangkat TIK, sumber listrik juga sangat terbatas di sekolah ini. Sekolah mengandalkan mesin diesel sebagai sumber listrik, yang tidak dapat menyala terus diakibatkan adanya keterbatasan bahan bakar minyak. Gambar 1. Ketersediaan TIK di Sekolah (Sumber: Data Sekolah Kemdikbu. Pelaksanaan Sosialisasi ANBK kepada Siswa ANBK merupakan hal baru yang ada di dunia pendidikan sehingga perlu dilakukannya sosialisasi mulai dari pusat, dinas pendidikan di provinsi, kabupaten atau kota, jenjang sekolah, hingga ke masyarakat dan siswa. Sosialisasi ini | 4 dibuat dengan tujuan agar masyarakat ataupun orang-orang dapat mengetahui dengan baik informasi baru yang ada. ANBK disosialisasikan kepada siswa agar siswa dapat mengetahui mengenai ANBK dengan baik yang berdampak terhadap lancarnya pelaksanaan ANBK ke Dalam penelitian (Artharina. Handayani, & Kurniawan, 2. , mengatakan bahwa langkah awal dalam mempersiapkan 100% suatu program yakni penerapan kurikulum 2013 adalah Pelaksanaan sosialisasi di awal kegiatan dapat berdampak baik terhadap kesiapan seseorang. Hasil penelitian Kurniawan Setiowati . menyebutkan bahwa dengan adanya kemampuan peserta sosialisasi yang berimbas pada peningkatan kualitasnya Dalam penelitian (Pakpahan, 2. menyebutkan bahwa jika pelaksanaan suatu kegiatan atau program seperti pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang masih terbatas, maka diperlukan sosialisasi secara intensif ke target sasaran program tersebut seperti satuan pendidikan. Pelaksanaan sosialisasi ANBK dilaksanakan di ruangan kelas SMP Negeri 2 Siberut Utara. Penelitian ini menjabarkan mengenai sosialisasi kepada Siswa yang menjadi peserta sosialisasi adalah siswa kelas Vi SMP sebagai calon peserta ANBK tahun ajaran 2021/2022. Sosialisasi ANBK dihadiri oleh seluruh siswa kelas Vi SMP yang berjumlah 34 orang. Tahap persiapan pelaksanaan sosialisasi ANBK adalah dengan membuat penjelasan materi Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Kesiapan Siswa dalam Menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer Manganju Manik ANBK ke dalam slide powerpoint pada gambar di bawah ini. Gambar 2. Sosialisasi (Sumber: Dokumentasi Pribad. ANBK Materi sosialisasi ANBK yang diberikan guru mencakup pengertian ANBK, latar belakang pelaksanaan ANBK. Materi yang diujikan dalam ANBK (Asesmen Kompetensi Minimum Literasi dan Numerasi. Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belaja. , ke pesertaan ANBK. Bentuk soal ANBK, serta waktu dan tempat pelaksanaan ANBK. Kita tahu pada masa pandemi ini, pembentukan perkumpulan sangat dibatasi untuk mencegah terjadinya penularan Jadi cara yang digunakan dalam pelaksanaan sosialisasi selama pandemi ini ada yang dilaksanakan dengan daring dan ada juga dengan luring. Sosialisasi secara daring dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi meeting, seperti zoom meeting. Dalam penelitian (Imron. Mujiwati. Permana, & Laila, 2. menjelaskan bahwa sosialisasi dapat menggunakan zoom meeting. Sosialisasi ANBK di SMP Negeri 2 Siberut Utara dilakukan secara luring atau tatap muka langsung dengan siswa sesuai dengan protokoler kesehatan. Pelaksanaan Pelatihan Penggunaan Perangkat Komputer Untuk kesiapan dalam menghadapi ANBK. Proktor dan teknisi berinisiatif melaksanakan pelatihan penggunaan perangkat komputer untuk siswa peserta ANBK. SMP Negeri 2 Siberut Utara merupakan salah satu sekolah yang terletak di daerah terpencil yang siswanya memiliki kemampuan yang terbatas dalam Dalam penelitian (Maulida & Wirdanengsih, 2. yang memiliki latar belakang penelitian pada daerah tertinggal menyatakan bahwa upaya yang dilakukan sebagai persiapan menghadapi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) adalah dengan memberikan pelatihan atau mengajarkan siswa cara menggunakan Dengan adanya pemberian pelatihan penggunaan komputer yang dilakukan oleh guru, diharapkan dapat membantu siswa dalam menghadapi UNBK. Pelatihan penggunaan perangkat komputer pada siswa dilakukan pada ruangan kelas SMP Negeri 2 Siberut Utara. Guru mengajarkan siswa menggunakan Chromebook. Jadwal pelatihan komputer yang diberikan guru kepada siswa adalah sepulang sekolah yang dimulai dari pukul 14. 00 sampai Pelatihan ini rutin dilakukan setiap hari sebagai persiapan menghadapi ANBK. Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 5 Kesiapan Siswa dalam Menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer Manganju Manik Pada awal pelatihan ini, siswa menunjukkan adanya kesulitan dalam penggunaan komputer dan mouse. Materi yang diberikan saat pelatihan ini difokuskan pada pengenalan keyboard komputer, cara mengetik dengan baik, dan menggunakan mouse yang benar. Dengan komputer, dapat mendorong siswa agar lebih baik dalam menggunakan komputer saat menghadapi ANBK nanti. Hal ini didukung penelitian (Chendrasari. Natalia, & Inderawati, 2. mengatakan bahwa dengan adanya pengenalan tentang komputer dan pemanfaatannya secara dini dalam pembelajaran dapat mendukung terlaksananya UNBK dengan lancar. Siswa SMP Negeri 2 Siberut Utara berpendapat bahwa dengan adanya pelatihan penggunaan dan pengenalan perangkat komputer sangat membantu mereka dalam menghadapi ANBK. Siswa menyebutkan dengan adanya pelatihan secara rutin maka mereka akan terbiasa ketika berada di hadapan komputer dan menggunakan komputer. Proses pelatihan yang dilaksanakan dapat dilihat pada gambar 2 berikut ini. Gambar Penggunaan Dokumentasi Pribad. | 6 Pelaksanaan (Sumber: Dukungan dan Motivasi Guru kepada Siswa Dukungan dan motivasi sangat dibutuhkan oleh siswa, apalagi saat siswa menghadapi masalah ataupun saat persiapan akan menghadapi ujian. Dukungan yang biasa diberikan oleh guru kepada siswa saat akan menghadapi ujian adalah dengan cara fokus mengajar siswa secara intensif selama masa persiapan Motivasi juga sangat dibutuhkan siswa sebagai bekal untuk mengurangi rasa cemas yang berlebihan dan menambah semangat untuk menghadapi masalah atau ujian yang ada. Penelitian sebelumnya oleh (Mukminina & Abidin, 2. menyatakan bahwa kecemasan itu berasal dari komponen pikiran dan emosi siswa yang dapat diatasi dengan menggunakan beberapa teknik yaitu problem solving, managing avoidance, challenging anxious thoughts, distraction dan rationalization. Selama persiapan untuk menghadapi ANBK ini, guru selalu memberi dukungan dan motivasi kepada siswa. Dukungan yang diberikan berupa memberikan sosialisasi kepada siswa yang bertujuan agar siswa mempunyai pengetahuan dasar mengenai apa yang akan dihadapinya. Dukungan lain yang diberikan guru kepada siswa adalah dengan adanya perangkat komputer yang rutin sehingga siswa tidak gagap lagi dalam menghadapi ANBK pengetahuan dasar dari penggunaan Hal tersebut di atas merupakan dukungan yang sangat membantu siswa dalam menghadapi ANBK. Pernyataan di atas dapat didukung oleh penelitian yang Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Kesiapan Siswa dalam Menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer Manganju Manik (Rudiansyah. Amirullah, & Yunus, 2. bahwa salah satu upaya yang harus kecemasan siswa dalam menghadapi tes antara lain sering memberikan latihan kepada siswa. Motivasi juga sangat dibutuhkan oleh siswa. Motivasi dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa ketika sedang Di sini guru berperan sebagai motivator dan sekaligus orang tua yang membantu perkembangan mental siswa agar lebih baik lagi saat akan menghadapi ANBK. Motivasi sudah diberikan guru dilaksanakannya sosialisasi mengenai ANBK. Kemudian di hari-hari berikutnya, guru juga selalu memberikan motivasi, khususnya saat siswa mengikuti pelatihan Sehingga siswa lebih bersemangat lagi dalam belajar komputer dan terus menghadiri pelatihan tersebut. Motivasi ini sangat berpengaruh kepada antusias siswa saat ikut pelatihan dan juga mematangkan kesiapan siswa dalam menghadapi ANBK. Di dalam penelitian (Pebriyani. Sandayanti. Pramesti, & Safira, 2. dijelaskan bahwa adanya hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat kecemasan siswa bahwa semakin tinggi dukungan sosial maka tingkat kecemasan siswa akan semakin rendah. Kendala yang dihadapi dalam kesiapan Pelaksanaan ANBK Ada beberapa kendala dalam kesiapan siswa SMP Negeri 2 Siberut Utara menghadapi pelaksanaan ANBK kemampuan siswa dalam menggunakan perangkat komputer dan ketersediaan jumlah komputer sangat terbatas di sekolah, keterbatasan sumber listrik, dan keterbatasan jaringan internet. Kendala yang pertama adalah keterbatasan kemampuan siswa dalam menggunakan keterbatasan perangkat komputer yang ada di sekolah. Literasi teknologi siswa yang rendah membuat guru melakukan Pendampingan sangat berguna dalam proses kesiapan seseorang menghadapi sesuatu, hal ini didukung oleh penelitian (Jana & Rahmawan, 2. yang menyebutkan bahwa pendampingan yang dilaksanakan dalam persiapan menghadapi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dapat menguatkan pemahaman siswa sehingga membuat siswa lebih siap ketika menghadapi UNBK. Ketersediaan jumlah komputer juga sangat terbatas di sekolah, sehingga Chromebook dengan jumlahnya yang sedikit juga. Selama pendampingan pelatihan komputer, siswa menggunakan komputer secara bergantian di mana satu siswa akan diberikan waktu dalam menggunakan perangkat tersebut dan kemudian setelah siswa tersebut selesai maka akan dilanjutkan dengan siswa Waktu penggunaan perangkat setiap siswa berbeda - beda dikarenakan kemampuan siswa yang berbeda pula. Kendala yang kedua yang ditemui adalah adanya keterbatasan sumber listrik. SMP Negeri 2 Siberut Utara terletak di daerah terpencil yang tidak mempunyai sumber listrik yang besar dan tetap seperti Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 7 Kesiapan Siswa dalam Menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer Manganju Manik PLN. Jadi sekolah hanya menggunakan mesin diesel pembangkit listrik sebagai sumber listrik, dan hanya dihidupkan saat proses belajar mengajar dilaksanakan. Mesin diesel juga kadang tidak hidup diakibatkan ketidaktersediaan bahan bakar Hal tersebut mengakibatkan sekolah jarang bahkan tidak dapat menggunakan perangkat komputer dan barang elektronik lainnya dikarenakan tidak adanya sumber pengisian daya. Gambar 4. Infrastruktur Sekolah (Sumber: Laman ANBK Kemdikbu. Dalam penelitian sebelumnya oleh (Siahaan, 2. menyebutkan bahwa kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah di daerah terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan . TP) pada umumnya belum | 8 tersentuh teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga dikarenakan sekolah belum memiliki sumber tenaga Sumber listrik merupakan hal yang vital dalam proses pembelajaran berbasis Kendala keterbatasan jaringan internet. Wilayah sekolah memiliki koneksi internet yang kurang baik atau sangat lambat, bahkan jaringan pun kadang mati. Kendala ini mengakibatkan siswa SMP Negeri 2 Siberut Utara tidak dapat mengikuti tryout atau simulasi ANBK. Kecepatan internet di daerah SMP Negeri 2 Siberut Utara dapat dilihat pada gambar berikut ini. Gambar 5. Kecepatan internet di wilayah sekolah (Sumber: uji online di Padahal berdasarkan penelitian Fauzan Mukminan . melaksanakan tryout CBT lebih membawa dibandingkan tryout PBT. Walaupun Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Kesiapan Siswa dalam Menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer Manganju Manik siswa tidak melaksanakan tryout untuk ANBK. Guru memfokuskan pemberian motivasi dan pelatihan komputer agar kesiapan siswa lebih baik lagi tanpa berpatok pada simulasi atau tryout. Meskipun disertai adanya kendala selama proses persiapan, siswa di SMP Negeri 2 Siberut Utara telah memiliki kesiapan yang baik untuk mengikuti pelaksanaan ANBK. Hal ini pelaksanaan ANBK siswa SMP Negeri 2 Siberut Utara. SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa persiapan yang dilaksanakan kepada siswa SMP Negeri 2 Siberut Utara dalam menghadapi asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) adalah dengan cara melaksanakan sosialisasi ANBK kepada penggunaan perangkat komputer, dan siswa juga mendapatkan dukungan dan motivasi dari guru. Dalam persiapan menghadapi ANBK ini juga ditemukan keterbatasan kemampuan siswa dalam menggunakan perangkat komputer dan ketersediaan jumlah komputer sangat terbatas di sekolah, keterbatasan sumber listrik, serta keterbatasan jaringan internet. Meskipun disertai adanya kendala selama proses persiapan, siswa di SMP Negeri 2 Siberut Utara telah memiliki kesiapan yang baik untuk mengikuti pelaksanaan ANBK. Hal ini dapat dibuktikan dari suksesnya pelaksanaan ANBK siswa SMP Negeri 2 Siberut Utara. REFERENSI