Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 622-628 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Peran Orang Tua Dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini Di Tengah Era Digital Dan Globalisasi Sara Ningtya Ayu1. Masganti Sit2. Nur Hairani Siregar3. Yuli Anisa Hasibuan4 Info Artikel Abstract Keywords: Parental Role. Chracter Education. Digital Era Globalization. Early Childhood. This study aims to analyze the role of parents in shaping early childhood character amid the rapid development of the digital era and globalization. Using a descriptive qualitative method, the research involved 10 parents and 3Ae6 teachers from Raudhatul Athfal (RA) Al-Fajar in Medan as participants. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and literature review. The findings show that parental involvementAiparticularly in monitoring childrenAos digital media use, providing behavioral modeling, and maintaining open communicationAisignificantly contributes to the development of moral, social, and emotional character in children aged 4Ae6 Parents who consistently supervise gadget use and instill values such as empathy, discipline, and responsibility demonstrated greater effectiveness in strengthening childrenAos character. However, limited digital literacy and time constraints remain major challenges for parents. This study highlights the need for collaboration between families, schools, and communities to create a supportive environment for character education. The results provide practical implications for strengthening family-based character development strategies in navigating digital challenges and global cultural influences. Kata Kunci: Peran Orang Tua. Pendidikan Karakter. Era Digital. Globalisasi. Anak Usia Dini. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam membentuk karakter anak usia dini di tengah pesatnya perkembangan era digital dan globalisasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 orang tua dan 3Ae6 guru dari Raudhatul Athfal (RA) Al-Fajar Medan sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tuaAikhususnya dalam memantau penggunaan media digital, memberikan keteladanan, dan membangun komunikasi terbukaAiberpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter moral, sosial, dan emosional anak berusia 4Ae6 tahun. Orang tua yang menerapkan pengawasan gadget secara seimbang serta menanamkan nilai empati, disiplin, dan tanggung jawab terbukti lebih efektif dalam menguatkan karakter anak. Kendati demikian, rendahnya 1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: saraningtyayu@gmail. 2 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: masganti@uinsu. 3 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: nurhairanisiregar026@gmail. 4 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: yulianisah94@gmail. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 literasi digital dan keterbatasan waktu menjadi tantangan utama bagi orang tua. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pendidikan karakter. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi penguatan strategi pembinaan karakter berbasis keluarga dalam menghadapi tantangan digital dan pengaruh budaya global, sekolah, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dalam pembinaan karakter anak di tengah arus global dan Dengan keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan, anak diharapkan tumbuh menjadi individu berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing global. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 12 Desember 2025 29 Desember 2025 27 Desember 2025 29 Desember 2025 Cara Mensitasi Artikel: Ningtya Ayu. Sit. Siregar. , & Hasibuan. Peran Orang Tua Dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini Di Tengah Era Digital Dan Globalisasi . Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 622-628, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Sara Ningtya Ayu, saraningtyayu@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Dalam era digital dan globalisasi saat ini, peran orang tua menjadi semakin krusial dalam membentuk karakter anak, di mana akses mudah terhadap teknologi informasi dan interaksi lintas budaya mempengaruhi perkembangan moral, sosial, dan emosional anak (Livingstone & Byrne. Orang tua tidak hanya bertindak sebagai penyedia kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai model perilaku dan pengawas yang aktif dalam mengarahkan anak menghadapi tantangan seperti paparan media sosial, cyberbullying, dan nilai-nilai global yang sering bertentangan dengan norma lokal (Wang & Xing, 2. Tanpa intervensi yang tepat, anak-anak mungkin mengalami distorsi karakter, seperti penurunan empati atau peningkatan individualisme ekstrem, yang dapat berdampak jangka panjang pada masyarakat (Turiel, 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi efektif yang dapat diterapkan orang tua dalam konteks ini, dengan fokus pada pendidikan karakter melalui pengawasan digital dan pembinaan nilai-nilai budaya (Lickona. Kemajuan teknologi digital yang begitu cepat membawa berbagai perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk pada diri anak-anak. Saat ini, anak semakin sering berinteraksi dengan beragam informasi dan media digital yang dapat memengaruhi cara mereka berpikir, berperilaku, serta membentuk karakter. Jika penggunaan teknologi tidak diarahkan dengan baik, hal tersebut dapat berdampak pada menurunnya kualitas karakter anak dan memicu munculnya berbagai persoalan sosial maupun psikologis. Karena itu, peran orang tua sangat diperlukan untuk membimbing dan mendampingi anak agar mampu berkembang dengan karakter yang kuat meskipun berada di tengah derasnya arus digital (Arfandi et al. , 2. Pendidikan karakter pada hakikatnya bukan sekadar menyampaikan apa yang benar dan apa yang salah. Lebih dari itu, pendidikan karakter bertujuan membangun kebiasaan pada diri peserta didik agar mereka mengenali, memahami, dan merasakan nilai-nilai kebaikan, hingga akhirnya tumbuh dorongan dari dalam diri untuk menerapkannya secara sadar dan tulus (Ilmi & Siregar. Di era digital, penguatan karakter anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, meliputi aspek moral, sosial, dan emosional. Orang tua diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana pendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Meski demikian, tantangan yang muncul tidak sedikit, mengingat berbagai bentuk gangguan digital dapat memengaruhi fokus anak maupun orang tua. Karena itu, diperlukan strategi yang terencana dan berbasis penelitian agar peran orang tua dalam membentuk karakter anak dapat berjalan lebih Pendidikan karakter pada dasarnya tidak hanya bertujuan memperkenalkan mana tindakan yang benar atau salah, tetapi lebih menekankan pada pembentukan kebiasaan positif yang memungkinkan anak mengenali, memahami, dan menghayati nilai-nilai kebaikan hingga muncul dorongan internal untuk melaksanakannya secara sukarela. Dalam konteks era digital, pembinaan karakter anak menuntut pendekatan yang menyeluruh, mencakup aspek moral, sosial, dan Kemajuan teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan orang tua sebagai media untuk memperkuat proses pendidikan serta pendampingan karakter. Meski begitu, tantangan yang muncul semakin kompleks karena berbagai gangguan digital dapat mengurangi fokus baik pada anak maupun orang tua. Olehsebab itu, dibutuhkan strategi yang terencana dan didasarkan pada hasil penelitian agar peran orang tua dalam membentuk karakter anak dapat berjalan lebih efektif di tengah perkembangan digital dan arus globalisasi. Peran orang tua dalam membentuk karakter anak menjadi semakin krusial di era digital dan Teknologi digital yang terus berkembang dengan cepat memberikan dampak positif sekaligus tantangan bagi proses pembentukan karakter anak. Anak-anak tidak hanya terpapar pada kemudahan akses informasi, namun juga risiko pengaruh negatif seperti konten tidak sesuai usia, kecanduan gadget, dan gangguan konsentrasi. Oleh karena itu, orang tua harus mampu mengambil peran sebagai fasilitator, pembimbing, dan pendamping bagi anak dalam menggunakan teknologi secara bijak serta menanamkan nilai moral, sosial, dan emosional yang kuat sejak dini. Pendekatan pembinaan karakter yang holistik dan berbasis riset perlu diterapkan untuk mengoptimalkan peran orang tua dalam menghadapi tantangan digital sekaligus melahirkan generasi yang resilien dan bertanggung jawab (Prahasti. Sundari & Mashudi, 2. Menurut temuan Rusdiana. Prihandono, dan Bektiarso . , keberhasilan pembentukan karakter anak tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan pendidikan formal, tetapi juga sangat ditentukan oleh kontribusi orang tua. Dukungan emosional, penghargaan, serta arahan moral yang diberikan orang tua mampu menumbuhkan motivasi anak untuk belajar dan berperilaku positif. Kondisi spiritual dan sikap hidup orang tua pun memiliki dampak besar dalam membentuk karakter anak secara konstruktif. Lebih dari itu, keteladanan menjadi pendekatan yang dianggap paling ampuh, karena anak lebih mudah meniru perilaku yang mereka saksikan dibandingkan hanya menerima nasihat secara verbal. Nilai-nilai moral akan tertanam kuat apabila anak melihat contoh nyata dalam keseharian orang tua. Oleh sebab itu, sikap konsisten yang ditunjukkan orang tuaAi seperti kejujuran, kedisiplinan, dan kasih sayangAiakan terserap dan membentuk karakter anak dalam jangka panjang. Namun, studi-studi sebelumnya yang menyoroti peran orang tua dalam pembentukan karakter di era digital sebagian besar masih menekankan pada aspek pengawasan gadget atau dampak negatif teknologi, sementara kajian yang secara khusus mengintegrasikan pendampingan digital, keteladanan, serta penguatan nilai budaya dalam konteks pendidikan anak usia dini masih Selain itu, masih terdapat kesenjangan penelitian mengenai bagaimana orang tua mempraktikkan strategi pengasuhan ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada keluarga di lingkungan urban yang tingkat penggunaan teknologi digitalnya tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkaya literatur mengenai pendidikan karakter berbasis keluarga yang relevan dengan konteks digital dan globalisasi. Secara praktis, penelitian ini menawarkan gambaran strategi konkret yang dapat diterapkan orang tua Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 dalam membimbing anak menggunakan media digital secara bijak sekaligus memperkuat nilai moral, sosial, dan budaya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi orang tua, pendidik PAUD, dan lembaga pendidikan dalam merumuskan program pendampingan yang lebih efektif bagi anak usia dini di era digital. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam peran orang tua dalam membentuk karakter anak usia dini di era digital dan globalisasi. Penelitian dilakukan sebagai studi lapangan . ield researc. di RA Al-Fajar Medan, yang dipilih karena tingginya penggunaan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari orang tua dan anak. Subjek penelitian terdiri atas 5Ae10 orang tua yang memiliki anak usia 4Ae6 tahun, sedangkan informan pendukung meliputi kepala sekolah dan 3Ae6 guru yang dinilai memiliki pemahaman mendalam tentang perkembangan karakter anak serta keterlibatan orang tua di lembaga tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara digunakan untuk menggali strategi orang tua dalam mendampingi anak menggunakan media digital serta nilai-nilai karakter yang ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Observasi dilakukan selama kegiatan belajar, waktu bermain, dan interaksi anak-orang tua di lingkungan sekolah untuk melihat praktik pembinaan karakter secara langsung. Dokumentasi digunakan untuk menelaah catatan sekolah, kebijakan parenting, serta materi terkait penguatan karakter yang digunakan dalam pembelajaran. Data dianalisis menggunakan analisis interaktif Miles & Huberman, yang meliputi tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Pada tahap reduksi, data hasil wawancara dan observasi dipilih, dikategorikan, dan disusun sesuai fokus penelitian. Penyajian data dilakukan melalui penyusunan narasi dan pola temuan. Kesimpulan ditarik secara bertahap setelah melalui proses verifikasi berulang untuk memastikan konsistensi data. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi dari orang tua, guru, dan kepala sekolah. Triangulasi teknik dilakukan dengan mengecek kesesuaian antar data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara itu, triangulasi waktu dilakukan dengan melakukan pengecekan data pada waktu yang berbeda untuk memastikan stabilitas informasi. Melalui prosedur ini, data yang diperoleh menjadi lebih valid, kaya, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam membentuk karakter anak usia dini di RA AL-Fajar berlangsung melalui tiga aspek utama, yaitu pola pengasuhan, pengawasan digital, dan hambatan yang dihadapi orang tua. Pada aspek pola pengasuhan, sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh otoritatif yang tercermin dari kebiasaan memberikan contoh, membangun komunikasi yang hangat, serta menetapkan aturan yang jelas berkaitan dengan perilaku sehari-hari. Orang tua berupaya menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, sopan santun, dan tanggung jawab melalui rutinitas sederhana, misalnya membiasakan anak merapikan barang, mengucap salam, dan meminta izin sebelum menggunakan sesuatu. Meskipun demikian, sebagian kecil orang tua masih menggunakan pola asuh permisif, di mana anak diberi kebebasan lebih besar, terutama terkait penggunaan gadget. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Pada aspek pengawasan digital, penelitian menemukan bahwa orang tua melakukan pengawasan melalui pembatasan waktu penggunaan gadget, pendampingan saat anak mengakses media digital, dan pemilihan konten yang dinilai aman serta edukatif. Sebagian besar orang tua membatasi penggunaan gadget antara satu hingga dua jam per hari dan menekankan aturan tertentu, seperti tidak menggunakan gadget saat makan, saat belajar, atau sebelum tidur. Namun demikian, meski aturan telah dibuat, tidak semua orang tua dapat konsisten menjalankannya karena keterbatasan waktu. Penelitian juga mengidentifikasi berbagai hambatan yang dialami orang tua dalam membimbing anak di era digital. Hambatan tersebut meliputi rendahnya literasi digital orang tua, kurangnya waktu untuk mendampingi anak, serta pengaruh lingkungan yang membuat anak mudah meniru gaya bicara atau perilaku yang mereka lihat dari aplikasi digital maupun teman sebaya. Hambatan-hambatan ini seringkali mempengaruhi kualitas pendidikan karakter di rumah, terutama ketika orang tua tidak selalu mampu mengontrol konten yang diakses anak. Pembahasan Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan dan strategi pengawasan digital yang diterapkan orang tua memiliki hubungan yang erat dengan kualitas karakter anak. Temuan ini menguatkan pandangan Lickona . bahwa pendidikan karakter berbasis keluarga sangat dipengaruhi oleh keteladanan, aturan yang konsisten, dan komunikasi antara orang tua dan Dominasi pola asuh otoritatif dalam penelitian ini sesuai dengan temuan Ilmi dan Siregar . yang menegaskan bahwa kedekatan emosional dan pengawasan orang tua mampu menumbuhkan sikap positif dan kontrol diri pada anak, khususnya dalam hal penggunaan teknologi digital. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengawasan digital merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter anak, terutama terkait pengaruh media sosial dan konten digital. Hal ini sejalan dengan penelitian Arfandi et al. yang menyebutkan bahwa pendampingan orang tua dalam penggunaan gadget dapat mengurangi dampak negatif seperti kecanduan dan agresivitas. Namun, penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menunjukkan bahwa kendala literasi digital orang tua masih menjadi tantangan utama yang belum banyak dibahas dalam literatur terdahulu. Selain itu, hambatan-hambatan yang dihadapi orang tua, seperti keterbatasan waktu dan pengaruh lingkungan digital, konsisten dengan temuan Khairunisapril et al. tentang tantangan pengasuhan di masyarakat urban yang semakin kompleks. Sementara itu, upaya orang tua untuk tetap menanamkan nilai budaya lokal di tengah arus globalisasi juga sejalan dengan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Kemendikbud . , yang menekankan perlunya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Secara keseluruhan, pembahasan ini memperlihatkan bahwa peran orang tua dalam membentuk karakter anak di era digital tidak hanya bergantung pada kemampuan memberikan keteladanan, tetapi juga pada kemampuan memahami teknologi, mengelola waktu, dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya nilai moral. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya memperkuat temuan sebelumnya, tetapi juga menambah perspektif baru mengenai dinamika pengasuhan di era digital dan globalisasi. KESIMPULAN Peran orang tua memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter anak, khususnya di era digital dan globalisasi saat ini. Meski teknologi memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi, tetap ada dampak buruk yang bisa memengaruhi perkembangan anak. Karena itu, orang tua tidak hanya berperan sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai pendidik utama yang menanamkan nilai-nilai positif sejak anak masih kecil. Orang tua perlu menjadi contoh yang baik, berkomunikasi secara efektif Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 dengan anak, dan mendampingi mereka dalam menggunakan teknologi. Dengan begitu, anak-anak bisa memilah informasi yang benar, mengerti akibat dari tindakan mereka, dan memiliki karakter yang kuat untuk menangkal pengaruh buruk dari dunia digital. Selain itu, di era globalisasi ini, anak-anak juga perlu belajar untuk beradaptasi, berpikir kritis, dan menghargai perbedaan budaya tanpa melupakan identitas bangsa sendiri. Pendidikan karakter yang berawal dari lingkungan keluarga menjadi dasar penting dalam membentuk anak yang berkembang secara moral, sosial, dan intelektual. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kolaborasi yang harmonis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat guna menciptakan suasana yang mendukung pembentukan karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi. Dengan partisipasi aktif orang tua dalam proses pendidikan, anak diharapkan dapat tumbuh sebagai pribadi yang berbudi pekerti, cerdas, serta mampu bersaing di kancah global. DAFTAR PUSTAKA.