Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 9. Nomor 2. Desembe This is an open access article under the CCBYSA Naskah masuk 02-Juni-2025 Direvisi 03-Juli-2025 Diterima 01-Agustus-2025 Diterbitkan 30-Desember2025 DOI : https://doi. org/10. 58518/alamtara. Kompetensi Komunikasi Penyiar pada Radio Komunitas Islami dalam Transisi Digital: Studi Kasus Radio Purbowangi FM. Indonesia Febriany Universitas Tadulako. Palu. Indonesia E-mail: febriany@untad. Pusparani Sahran Putri Universitas Tadulako. Palu. Indonesia E-mail: pusparanisahran@untad. Mohammad Iqbal Maulana Universitas Tadulako. Palu. Indonesia E-mail: miqbalmaulana@untad. Muhammad Rofi Ardliansyah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama. Kebumen. Indonesia E-mail : mrardliansyah@gmail. Nur Akmaludin Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama. Kebumen. Indonesia E-mail: udinakmal671@gmail. ABSTRAK: Radio komunitas Islami menghadapi tekanan konvergensi media dan perubahan kebiasaan konsumsi audiens pada masa transisi digital. Studi ini menganalisis bagaimana kompetensi komunikasi penyiar menjadi mekanisme kunci dalam mempertahankan keterlibatan dan loyalitas pendengar pada Radio Purbowangi FM. Kebumen. Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan . ua penyiar, satu teknisi, dan dua pendenga. , observasi partisipatif pada kegiatan on-air dan off-air, serta dokumentasi rekaman siaran dan interaksi penyiar dengan audiens. Analisis dilakukan secara tematik dengan kerangka kompetensi komunikasi Spitzberg dan Cupach yang mencakup Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 pengetahuan, motivasi, dan keterampilan. Temuan menunjukkan: . pengetahuan penyiar terwujud dalam pemahaman nilai keislaman yang moderat, sensitivitas budaya lokal, serta kemampuan mengemas pesan sesuai segmentasi audiens. motivasi ditandai oleh orientasi pelayanan dan prososial, termasuk peran penyiar sebagai penghubung informasi publik serta keterlibatan rutin dalam aktivitas . keterampilan tampak pada gaya siaran dialogis, respons real-time melalui kanal interaktif, penguasaan teknis siaran, serta adaptasi ke kanal digital . isalnya live streamin. dan kolaborasi promosi UMKM lokal. Studi ini menegaskan bahwa kompetensi komunikasi penyiar memperkuat fungsi radio sebagai media dakwah sekaligus ruang pemberdayaan komunitas dalam ekosistem media baru. Kata Kunci: kompetensi komunikasi. penyiar radio. radio komunitas Islami. transisi digital. pemberdayaan UMKM. ABSTRACT: Islamic community radio is increasingly challenged by media convergence and changing audience habits during digital transition. This study examines how broadcastersAo communication competence functions as a key mechanism for sustaining audience engagement and loyalty in Radio Purbowangi FM. Indonesia. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews with five informants . wo broadcasters, one technician, and two listener. , participant observation of on-air and off-air activities, and document analysis of programme recordings and audience interactions. The data were analyzed thematically using Spitzberg and CupachAos communication competence framework, comprising knowledge, motivation, and skills. The findings indicate that: . knowledge is reflected in broadcastersAo understanding of moderate Islamic values, sensitivity to local culture, and their ability to tailor messages to audience segments. motivation is evidenced by a service-oriented and prosocial commitment, including broadcastersAo roles as community information brokers and active participation in local activities. skills are demonstrated through dialogic on-air delivery, real-time responsiveness via interactive channels . , phone/WhatsAp. , technical mastery of broadcasting, and adaptation to selected digital channels such as live streaming, alongside promotional collaboration with local MSMEs. Overall, the study highlights communication competence as a stabilizing resource that enables Islamic community radio to remain relevant and socially embedded amid digital transition. Keywords: communication competence. radio broadcasters. Islamic community digital transition. MSME empowerment. PENDAHULUAN Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Transisi mendistribusikan, dan mengonsumsi informasi berbasis audio. Di Indonesia, konektivitas digital terus meningkat. survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2025 melaporkan penetrasi internet mencapai 80,66% dari populasi (Untari, 2. Namun, peningkatan akses internet tidak serta-merta meniadakan radio. Laporan Digital 2024: Indonesia menunjukkan 51,1% pengguna internet usia 16Ae64 tahun masih mendengarkan radio siaran . roadcast radi. , meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya (We Are Social & Meltwater, 2. Temuan ini menegaskan bahwa radio masih relevan sebagai medium audio, tetapi relevansinya kini ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dengan infrastruktur digital dan pola konsumsi media yang semakin platformbased. Perubahan tersebut lazim dipahami melalui kerangka konvergensi dan mediamorfosis: media lama tidak AuhilangAy, tetapi bertransformasi melalui integrasi teknologi, format, serta praktik konsumsi baru (Fidler, 1997. Jenkins, 2. Pada ekosistem audio kontemporer, radio tidak lagi hanya dipahami sebagai siaran linear berbasis frekuensi, melainkan sebagai radioscape yang beroperasi lintas platformAistreaming, media sosial, pesan instan, hingga format audio on-demand. Pergeseran ini mendorong lahirnya pendengar berjejaring . etworked listener. yang tidak hanya menerima pesan, tetapi juga berpartisipasi, bernegosiasi, dan turut memproduksi makna melalui interaksi serta konten turunan (Bonini & Monclys, 2. Dalam konteks tersebut, radio komunitas memiliki posisi strategis karena mengisi kebutuhan informasi lokal yang sering luput dari media komersial maupun media nasional. UNESCO menekankan bahwa media komunitasAibaik siaran maupun daringAimemperkuat pluralisme media dan partisipasi sosial. komunitas secara khusus menjadi mekanisme untuk meningkatkan akses pendidikan, ekspresi diri, dan komunikasi bagi kelompok yang sulit dijangkau (UNESCO, 2. Sejalan dengan itu. Tabing . menegaskan karakter radio komunitas sebagai media yang dioperasikan di dalam komunitas, untuk Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 komunitas, tentang komunitas, dan oleh komunitas. Karakter partisipatoris ini menjadikan radio komunitas tidak hanya penting sebagai kanal informasi, tetapi juga sebagai ruang musyawarah publik, penguatan identitas lokal, serta pemberdayaan warga. Radio Islamimenghadapi dinamika yang lebih kompleks karena harus memelihara kredibilitas pesan keagamaan sekaligus merespons perubahan perilaku bermedia. Dalam kajian digital religion, praktik keagamaan dipahami semakin hibrid . nlineAe offlin. dan dibentuk oleh negosiasi antara tradisi, otoritas, serta affordance platform digital (Campbell & Tsuria, 2. Sejalan dengan itu, kajian tentang radio dakwah di Indonesia menunjukkan bahwa adopsi streaming dan media sosial . isalnya WhatsAp. dapat memperluas akses, meningkatkan interaksi, dan memfasilitasi kritik audiens dalam masyarakat berjejaring (Achmad et al. , 2. sisi lain, transisi digital juga membawa tantangan baru, misalnya meningkatnya paparan misinformasi/hoaks yang menuntut penguatan literasi digital berbasis komunitas (Sitepu et al. , 2. Pada level mikro, peran kunci ada pada penyiar. Penyiar adalah mediator antara institusi radio dan komunitas pendengarnya: ia mengelola alur program, membangun kedekatan sosial, dan menegosiasikan norma komunikasi keagamaan . isalnya etika tutur, kesantunan, dan sensitivitas buday. Dalam transisi digital, tugas ini meluas dari performa on-air menuju pengelolaan interaksi lintas platformAimerespons umpan balik real time, mengkurasi percakapan di media sosial/pesan instan, serta menjaga konsistensi identitas program agar tetap Karena itu, keberhasilan adaptasi digital tidak semata soal infrastruktur teknologi, tetapi juga soal kapasitas komunikasi manusia yang menjalankan medium tersebut. Konsep kompetensi komunikasi menyediakan lensa analitis untuk membaca kemampuan penyiar dalam situasi yang berubah. Spitzberg . merumuskan kompetensi komunikasi sebagai fungsi pengetahuan . , keterampilan . , dan motivasi . yang menghasilkan komunikasi yang efektif Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 sekaligus sesuai . dengan konteks relasional. Kerangka ini diperdalam melalui karya Spitzberg dan Cupach . yang menekankan bahwa kompetensi selalu kontekstual, bersifat derajat . ukan hitamAeputi. , dan dinilai sebagai impresi interpersonal atas keberhasilan komunikator memenuhi tujuan komunikasi secara etis dan dapat diterima. Dalam setting radio komunitas Islami, kompetensi komunikasi penyiar mencakup kemampuan linguistik dan vokal, pemahaman isu sosial-keagamaan, kecakapan membangun relasi dengan pendengar, serta literasi platform digital untuk menjaga kualitas interaksi publik. Sejumlah studi telah membahas strategi digital radio dan relasi radioAe audiens, termasuk pemanfaatan media sosial untuk memperluas partisipasi atau mempertahankan relevansi radio komunitas (Bonini & Monclys, 2015. Sitepu et al. Namun, kajian yang secara spesifik memetakan kompetensi komunikasi Islami mengoperasionalkan transisi digital dalam praktik sehari-hari masih terbatas, terutama pada level studi kasus lokal di Indonesia. Keterbatasan ini penting diatasi karena dimensi kompetensi . engetahuan, motivasi, keterampila. dapat menjelaskan mengapa adopsi teknologi tertentu berhasil atau gagal membangun engagement, kepercayaan, dan keberlanjutan komunitas pendengar. Berangkat dari celah tersebut, penelitian ini memfokuskan diri pada Radio Purbowangi FM sebagai radio komunitas Islami di Indonesia yang sedang menjalani transisi digital. Penelitian ini bertujuan: . mengidentifikasi dimensi kompetensi komunikasi penyiar . engetahuan, motivasi, dan keterampila. dalam produksi siaran dan interaksi dengan pendengar. menganalisis bagaimana kompetensi tersebut dimobilisasi untuk mempertahankan relevansi radio melalui kanal digital . isalnya streaming dan media sosia. Secara teoretis, penelitian ini memperluas pemahaman tentang kompetensi komunikasi pada konteks media komunitas berbasis agama dalam masyarakat berjejaring. Secara praktis, temuan penelitian diharapkan memberi masukan bagi pengembangan pelatihan penyiar, strategi adaptasi digital radio komunitas, dan penguatan layanan komunikasi publik yang berorientasi pada kebutuhan komunitas. Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif (Yin, 2. untuk memahami secara mendalam praktik kompetensi komunikasi penyiar pada Radio Purbowangi FM dalam situasi transisi digital. Unit analisis penelitian adalah praktik komunikasi penyiar baik on air, interaksi melalui kanal partisipatif, maupun aktivitas off air yang terkait dengan fungsi edukasi dan pemberdayaan komunitas. Lokasi penelitian adalah Radio Purbowangi FM, radio komunitas Islami di Kabupaten Kebumen yang memadukan siaran konvensional dengan pemanfaatan kanal digital . isalnya streaming dan pesan insta. untuk memperluas jangkauan serta menjaga keterhubungan dengan pendengar. Partisipan dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan langsung dan pengetahuan terhadap praktik siaran dan interaksi audiens. Informan terdiri dari lima orang, yakni dua penyiar utama, satu teknisi/operator, dan dua pendengar Kriteria pendengar meliputi: . mengikuti program secara rutin, . pernah berinteraksi dengan penyiar melalui kanal interaktif . elepon/pesan insta. , dan . bersedia diwawancarai. Jumlah informan dimaksudkan untuk memperoleh kedalaman data khas studi kasus dan dilengkapi dengan triangulasi sumber serta data dokumenter. Pengumpulan data utama dilakukan pada Juni 2025. Data dikumpulkan melalui . wawancara mendalam semi-terstruktur, . observasi pada proses siaran dan aktivitas komunitas yang relevan, serta . Panduan wawancara disusun berdasarkan dimensi kompetensi komunikasi (Spitzberg, 1983. Spitzberg & Cupach, 1. yang mencakup pengetahuan, motivasi, dan keterampilan, serta praktik adaptasi pada kanal digital. Wawancara direkam . engan izin partisipa. dan ditranskrip verbatim, disertai catatan lapangan untuk menangkap konteks situasional. Dokumentasi meliputi rekaman siaran, materi promosi program, dan bukti interaksi penyiarAependengar . isalnya cuplikan Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 pesan/komenta. yang disediakan secara sukarela oleh partisipan dan/atau pengelola radio. Analisis data dilakukan secara iteratif menggunakan thematic analysis (Braun & Clarke, 2. Tahapan analisis meliputi: . pembacaan berulang transkrip dan catatan lapangan, . pengkodean awal, . pengelompokan kode menjadi tema, . peninjauan dan pemantapan tema, serta . penulisan narasi Kerangka Spitzberg dan Cupach digunakan sebagai sensitizing framework untuk pengodean deduktif pada tiga dimensi utama . engetahuan, motivasi, keterampila. , sementara subtema dikembangkan secara induktif dari data untuk menangkap kekhasan konteks radio komunitas Islami dan transisi digital. Selama proses, peneliti menyusun memo analitis dan menyimpan jejak keputusan . udit trai. untuk menjaga keterlacakan analisis. Keabsahan data dijaga melalui kriteria trustworthiness (Lincoln & Guba, 1. yang mencakup: . kredibilitas melalui triangulasi metode . awancaraAe observasiAedokumentas. dan triangulasi sumber . enyiar, teknisi, pendenga. , member checking terhadap ringkasan temuan, serta diskusi sejawat . transferabilitas melalui deskripsi tebal mengenai konteks radio, program, dan situasi interaksi. dependabilitas melalui dokumentasi prosedur dan audit trail. konfirmabilitas dengan membedakan data . dan interpretasi, serta refleksi peneliti selama pengumpulan dan analisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menyajikan hasil temuan lapangan dan pembahasannya berdasarkan kerangka kompetensi komunikasi knowledgeAemotivationAeskills. Untuk menjaga kerahasiaan, informan diberi kode: Penyiar 1 (P. Penyiar 2 (P. Teknisi (T. Pendengar 1 (L. , dan Pendengar 2 (L. Pengetahuan (Knowledg. Pengetahuan dipahami sebagai sumber kognitif yang membantu penyiar memilih pesan dan strategi interaksi yang sesuai dengan norma, tujuan program, dan karakter audiens. Pada kasus Radio Purbowangi FM, pengetahuan penyiar tampak dalam tiga bentuk: . pemahaman konteks dakwah dan budaya lokal, . Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 pemetaan segmentasi pendengar dan gaya bahasa, serta . pengetahuan instrumental tentang praktik siaran dan kanal digital. Pertama, penyiar menekankan bahwa kemampuan siaran tidak semata ditentukan oleh latar belakang pendidikan formal, melainkan oleh proses belajar dan kemauan untuk mendalami dunia penyiaran: AuMenurut saya, tidak harus sarjana. Lulusan SMK pun bisa. Yang penting tekad dan kemauan untuk maju, dan mau mendalami dunia penyiaran. Ay (P. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan fungsional tentang audiens, program, dan konteks siaran menjadi prioritas. P1 juga menegaskan pentingnya memahami karakter pendengar serta menyesuaikan materi program dengan kebutuhan segmen: AuYang penting kita bisa berkomunikasi dengan audiensA di Radio Purbowangi segmen acaranya cenderung ke masyarakat. Ay (P. Kedua, pengetahuan tentang pilihan bahasa yang sederhana dan sesuai konteks lokal muncul kuat dari perspektif pendengar. L1 menyampaikan bahwa ia menikmati siaran karena penyampaiannya mudah dipahami dan menenangkan: AuSaya senang dengar radio ini karena bahasanya sederhana, mudah dipahamiA pagipagi dengar AoJihad PagiAo itu bikin tenang. Ay (L. Ketiga, pengetahuan tentang cara menyampaikan pesan dakwah secara persuasifAitidak mengguruiAijuga dianggap sebagai pembeda. L2 menilai penyiar memahami cara mengemas pesan sesuai karakter masyarakat setempat: AuMereka tahu cara menyampaikan yang pas buat masyarakat siniA tidak menggurui, tapi malah ngajak. Ay (L. Temuan-temuan tersebut mengindikasikan bahwa pengetahuan penyiar tidak hanya berkaitan dengan isi pesan keagamaan, tetapi juga pengetahuan situasional tentang norma interaksi, ekspektasi audiens, serta kemampuan menyesuaikan pesan dengan kultur lokal. Motivasi (Motivatio. Motivasi merujuk pada dorongan internal yang membuat penyiar bersedia terlibat, mempertahankan konsistensi, dan berinvestasi dalam interaksi dengan Pada kasus ini, motivasi tampak dalam . motivasi belajar dan pengembangan diri, . orientasi pelayanan kepada komunitas, dan . komitmen Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 keterlibatan sosial melalui aktivitas off-air. P2 menuturkan bahwa keterlibatannya sebagai penyiar berawal dari pengalaman sebagai pendengar dan dorongan untuk melatih kemampuan diri: AuKalau saya basic-nya bukan penyiarA dulu saya pendengar radioA itu yang membuat saya termotivasiA karena melatih diri dan kemampuan. Ay (P. Hasil observasi menunjukkan penyiar menyiapkan materi siaran secara aktif dan mempertahankan pola interaksi dengan pendengar, termasuk merespons umpan balik yang masuk melalui kanal interaktif. Orientasi pelayanan juga terlihat ketika penyiar memposisikan dirinya sebagai penghubung informasi publik. memberi contoh peran radio saat pandemi: AuContoh kemarin COVID-19A itu kita sosialisasikanA ini sangat membantu saya pribadi memberikan informasi pada masyarakatAAy (P. Di luar ruang siaran, keterlibatan off-air memperkuat kedekatan relasional penyiarAependengar. Dengan demikian, motivasi tidak berhenti pada performa onair, tetapi juga menjadi energi yang menjaga keterhubungan sosial radio dengan Keterampilan (Skill. Keterampilan merujuk pada kemampuan performatif untuk mewujudkan pengetahuan dan motivasi ke dalam tindakan komunikasi yang teramati. Pada Radio Purbowangi FM, keterampilan penyiar tampak pada . keterampilan teknis dan pengelolaan program, . keterampilan interpersonal dalam penyampaian dialogis dan respons real-time, serta . keterampilan adaptasi pada kanal digital dan dukungan terhadap aktivitas ekonomi komunitas. P1 menekankan perlunya keterampilan teknis dan prosedural agar komunikasi on-air tidak berlangsung Auasal ngomongAy, melainkan terstruktur: AuYang pertamaA harus bisa teknologiA tata cara kita ngomong tidak asal ngomong, ada step by step aturannya. Ay (P. Observasi di ruang siaran menunjukkan penyiar tidak hanya berbicara, tetapi juga mengelola alur program dan materi siaran secara mandiri. Adaptasi digital tercermin pada praktik live streaming program unggulan: Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 AuKami punya acara unggulan yaitu Jihad PagiA live streaming setiap Ahad dari gedung pusat MTAAeSolo. Ay (Dokumentas. Dalam siaran, penyiar menjaga intonasi, tempo bicara, dan pilihan diksi yang lembut namun komunikatif sehingga percakapan terdengar akrab dan tidak Narasi tentang ketertarikan pendengar non-Muslim mengindikasikan keterampilan membangun suasana yang inklusif: AuKemarin Mas Arya menyampaikan ada non-MuslimA dia sangat tertarik dengan Radio Purbowangi FMA karena radio ini komitmenAAy (P. Keterampilan penyiar juga terkait dengan fungsi pemberdayaan. menyebut siaran digunakan untuk membantu kebutuhan informasi publik dan promosi ekonomi lokal: AuKami berusaha mengembangkan potensi SDM yang adaA siaran dengan membacakan tensi atau menginformasikan pendengar yang punya UMKM-nya. (P. Pengalaman L2 menguatkan fungsi tersebut: promosi melalui siaran membantu memperluas jangkauan usaha dan meningkatkan jejaring sosial pelaku UMKM: AuSaya jualan keripikA dulu cuma dititip di warung, tapi pas disiarin di radio jadi banyak yang kenal. Penyiar itu pintar nyambungin siaran sama keadaan. (L. Secara keseluruhan, keterampilan penyiar pada kasus ini bersifat hibrid: elepon/pesan insta. , dan adaptasi kanal digital untuk mempertahankan kedekatan sosial radio dengan komunitas. PEMBAHASAN Kompetensi pengetahuan, motivasi, dan keterampilan yang memungkinkan komunikator berinteraksi secara efektif sekaligus sesuai . dalam konteks relasional tertentu (Spitzberg, 1983. Spitzberg & Cupach, 1. Pada Radio Purbowangi FM, dimensi AusesuaiAy terutama terkait dengan etika komunikasi dakwah dan sensitivitas budaya lokal. Temuan tentang bahasa yang sederhana, gaya persuasi yang tidak menggurui, serta pilihan diksi yang lembut menunjukkan upaya penyiar menjaga keselarasan pesan dengan norma komunitas sekaligus Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 menghindari jarak sosial dengan pendengar. Dimensi AuefektifAy pada kasus ini tampak dari kemampuan penyiar memelihara keterlibatan pendengar melalui interaksi partisipatif dan respons terhadap kebutuhan informasi publik. Dalam lanskap konvergensi, praktik radio semakin lintas-platform dan mendorong relasi produsenAeaudiens yang lebih partisipatif (Jenkins, 2. Kajian tentang audiens radio di masyarakat berjejaring juga menunjukkan hadirnya networked listeners yang aktif memberi umpan balik, berinteraksi, dan turut mempengaruhi reputasi program (Bonini & Monclys, 2. Temuan studi kasus ini memperlihatkan bahwa keterampilan penyiar dalam mengelola interaksi real-time . elepon/pesan insta. dan menghubungkan siaran dengan isu lokal menjadi kunci untuk mempertahankan engagement. Perspektif mediamorphosis menegaskan bahwa media lama cenderung bertransformasi alih-alih menghilang. keberlanjutan radio ditentukan oleh kemampuan melakukan adaptasi bertahap terhadap teknologi dan kebiasaan baru (Fidler, 1. Pada kasus ini, adaptasi digital tampak selektif misalnya melalui live streaming program unggulan sementara kekuatan utama tetap berada pada relasi komunitas yang intens dan kepercayaan pendengar terhadap penyiar. Dengan demikian, transisi digital dapat dibaca sebagai proses hibrid yang menggabungkan praktik siaran linear dengan perluasan kanal interaksi, bukan sekadar pemindahan total ke platform digital. Dari perspektif media komunitas, partisipasi dan akuntabilitas kepada komunitas merupakan fondasi keberlanjutan radio komunitas (AMARC, n. UNESCO juga menekankan peran radio komunitas dalam memperluas partisipasi warga dan mendukung proses pembangunan yang berpusat pada komunitas (UNESCO, 2. Dalam penelitian ini, motivasi pelayanan . isalnya peran sebagai penghubung informasi publi. dan keterlibatan off-air memperlihatkan bagaimana kompetensi komunikasi bekerja sebagai Auinfrastruktur sosialAy yang menjaga kedekatan radio dengan komunitas. Temuan tentang promosi UMKM melalui siaran menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi penyiar dapat berfungsi sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal, meskipun temuan Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 ini perlu dibaca sebagai temuan kontekstual pada satu studi kasus. Literatur digital religion menekankan bahwa praktik keagamaan semakin hibrid dan dinegosiasikan melalui beragam media digital (Campbell & Tsuria. Dalam konteks ini, kompetensi penyiar penting bukan hanya untuk menyampaikan konten keagamaan, tetapi juga untuk mengelola interaksi yang sensitif secara nilai, lintas latar belakang pendengar, dan berlangsung pada ruang komunikasi yang lebih terbuka. Namun, karena penelitian ini berbasis satu studi kasus dengan jumlah informan terbatas, generalisasi bersifat analitik: temuan menawarkan pemahaman mendalam tentang mekanisme kompetensi komunikasi penyiar dalam transisi digital, yang dapat diuji ulang pada kasus radio komunitas Islami lain dengan konfigurasi sosial dan teknologi yang berbeda. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa keberlangsungan radio komunitas Islami dalam transisi digital sangat dipengaruhi oleh kompetensi komunikasi penyiar yang bekerja sebagai sumber daya sosial untuk menjaga relevansi, kepercayaan, dan partisipasi pendengar. Pada kasus Radio Purbowangi FM, kompetensi tersebut tampak melalui tiga dimensi utama. Pertama, pengetahuan penyiar tercermin dalam pemahaman nilai-nilai keislaman yang moderat, sensitivitas budaya lokal, serta kemampuan menyesuaikan pesan dengan karakter audiens. Kedua, motivasi komunikasi mengemuka dalam orientasi pelayanan, komitmen prososial, dan kesediaan penyiar terlibat aktif dalam dinamika komunitasAiyang memperkuat relasi sosial antara radio dan pendengarnya. Ketiga, keterampilan penyiar terlihat pada performa siaran yang dialogis, kemampuan merespons interaksi secara real time melalui kanal partisipatif, penguasaan teknis penyiaran, serta adaptasi pada kanal digital . isalnya streamin. dan kolaborasi promosi dengan pelaku UMKM Secara teoretis, temuan ini menegaskan bahwa kerangka kompetensi komunikasi tidak hanya relevan pada interaksi interpersonal, tetapi juga dapat menjelaskan praktik komunikasi penyiar dalam ekosistem media yang hibrid . n212 Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 air dan digita. Kompetensi komunikasi berfungsi sebagai mekanisme yang menghubungkan AukesesuaianAy . dan AukeefektifanAy . pesan dengan terbentuknya keterlibatan pendengar dan penguatan fungsi sosial radio Secara praktis, hasil penelitian mengindikasikan perlunya penguatan kapasitas penyiar melalui: . pelatihan pengemasan pesan dakwah yang kontekstual dan berorientasi audiens, . standar operasional interaksi lintas kanal . elepon/pesan instan/streamin. untuk menjaga kualitas dan etika komunikasi, serta . strategi kolaborasi komunitas termasuk UMKM agar radio tetap menjadi simpul informasi, edukasi, dan pemberdayaan di tingkat lokal. Penelitian ini memiliki keterbatasan. Studi berfokus pada satu kasus dengan jumlah informan terbatas sehingga temuan bersifat kontekstual dan tidak dimaksudkan untuk generalisasi statistik. Selain itu, sebagian data bergantung pada narasi partisipan dan belum ditopang secara kuat oleh metrik digital . isalnya analitik streaming atau jejak interaksi media sosial yang lebih sistemati. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan studi multi-kasus pada radio komunitas Islami di wilayah berbeda, menggunakan desain longitudinal untuk mengombinasikan data kualitatif dengan data digital . isalnya analitik streaming/engagemen. agar mekanisme keterlibatan audiens dapat diuji lebih BIBLIOGRAFI Achmad. Ida. Mustain, & Lukens-Bull. The synergy of Islamic daAowah and Madura culture programmes on Nada FM Sumenep radio. Indonesia. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 37. , 111Ae129. https://doi. org/10. 17576/JKMJC-2021-3702-08 Amalia. Strategi komunikasi dakwah radio di era konvergensi media: Studi kasus AuAyo MengajiAy di Radio Lita FM Cimindi Bandung [MasterAos thesis. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandun. UIN Sunan Gunung Djati Bandung Digital Library. https://digilib. id/91853/ Anggoro. Sudaryanto. , & Ekoputro. Kompetensi penyiaran Radio DJ FM dalam meningkatkan pendengar. In Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Komunikasi (SEMAKOM) . 851Ae. Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. APJII: Jumlah pengguna internet Indonesia tembus 221 juta orang. https://apjii. id/berita/apjiijumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang Aspar, & Anshar. Transformasi radio digital: Tinjauan teknologi, konten, dan perilaku khalayak. Mauizoh: Jurnal Dakwah, 9. , 171Ae180. https://doi. org/10. 30631/mauizoh. Azkiyah. Strategi komunikasi Radio RBT 90 FM Pekanbaru dalam meningkatkan loyalitas pendengar pada program RBT Talk 90 [Undergraduate thesis. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Ria. UIN SUSKA Riau Repository. https://repository. uin-suska. id/28422/ Bonini. , & Monclys. (Eds. Radio audiences and participation in the age of network society. Routledge. Braun. , & Clarke. Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3. , 77Ae101. https://doi. org/10. 1191/1478088706qp063oa Campbell. , & Tsuria. (Eds. Digital religion: Understanding religious practice in digital media . nd ed. Routledge. Fauzi. Kompetensi penyiar Radio Gema Surya FM dalam meningkatkan minat pendengar [Undergraduate thesis. Institut Agama Islam Negeri Ponorog. IAIN Ponorogo E-Theses. http://etheses. id/20953/ Fidler. Mediamorphosis: Understanding new media. SAGE Publications. Aenon. Iskandar. , & Rejeki. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Prestasi Belajar Pendidikan Jasmani. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 3. , https://doi. org/10. 26418/jilo. Alfiyah. , & Putri. Pembacaan Ayat Al-QurAoan dalam Tradisi Procotan: Studi Living al-QurAoan di Desa Kemantren Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 5. , 160170. https://doi. org/10. 58518/alfurqon. Ayu. Maylani. , & Wirya. Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Usia Dini. Graha Ilmu. Gunawan. Metode penelitian kualitatif: Teori dan praktik. Bumi Aksara. Khiyaroh. Eko Nurul Mufid, & Putra Andika Yoga Pratama. Efektivitas Whatsapp sebagai Media Komunikasi Interpersonal kepada Pasangan. Alamtara: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 8. , 29-36. https://doi. org/10. 58518/alamtara. Imelda. Strategi komunikasi radio Bercahaya 94. 3 FM Cilacap dalam meningkatkan minat pendengar [Undergraduate thesis. Universitas Islam Negeri Prof. Saifuddin Zuhr. UIN Saizu Repository. https://repository. id/12058/ Invernizzi. Signorini. Rigon. Larion. Raiola. DAoElia. Bosio. & Scurati. Promoting ChildrenAos Psychomotor Development with Multi-Teaching Didactics. International Journal of Environmental Research and Feriany Pusparani. Iqbal. Rofi Ardiansyah. Akmaludin Kompetensi Komunikasi Penyiar Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Public Health, 19. , 10939. https://doi. org/10. 3390/ijerph191710939 Iqbal. Refleksi Kebenaran : Prinsip Kejujuran Sebagai Komunikasi Spritual Anak di Era DigitalAy. Al-Balagh: Dakwah dan Komunikasi. Jurnal AlBalagh, 3. Isa. Menanamkan Sikap Kejujuran Pada Siswa. Tarunaedu: Journal of Education Learning, 1. , 95Ae103. https://doi. org/10. 54298/tarunaedu. Ismail. Tantangan-tantangan Dakwah di Era Kontemporer. Samudra Biru. Jenkins. Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press. Karwati. Inovasi Program Pendidikan Masyarakat,Ay Cet. CV. Bayfa Cendekia Indonesia. Kirby. Marshmallow claps and frozen children: sitting on the carpet in the modern Aoon-taskAo primary classroom. Pedagogy. Culture & Society, 28. , 445Ae https://doi. org/10. 1080/14681366. Laila. Strategi komunikasi penyiar Radio Darussalam dalam meningkatkan minat pendengar di Kota Samarinda [Undergraduate thesis. Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarind. UIN Samarinda Repository. http://repository. id/4531/ Lincoln. , & Guba. Naturalistic inquiry. SAGE Publications. Masruroh. Pengantar Teori Komunikasi Dakwah. Ed. Revisi. Scopindo Media Pustaka.