Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI PADA KANTOR PEMERINTAHAN KECAMATAN SORKAM KABUPATEN TAPANULI TENGAH Alfrida Simamora Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Washliyah Sibolga Koresponden : alfridasimamora27@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi terhadap Semangat Kerja Pegawai pada Kantor Pemerintahan Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai yang ada pada Kantor Pemerintahan Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah dengan penyebaran kuesioner berjumlah 32 responden. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data kuantitatif dan sumber data penelitian ini adalah menggunakan sumber data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil uji t pada penelitian diketahui bahwa nilai t hitung Kepuasan Kerja sebesar 2,115, dan Motivasi sebesar 2,196 > t tabel sebesar 1. 69913 dan signifikan 0. 0,05 maka disimpulkan Kepuasan Kerja dan Motivasi secara parsial pada Kantor berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja Pegawai Pemerintahan Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah. Sedangkan dari hasil uji F diketahui Nilai F hitung 29. 046 > F 33 dan signifikan 0. 000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Kepuasan Kerja sebesar 2,115, dan Motivasi sebesar 2,196 > t tabel sebesar 1. 69913 dan signifikan 0. 000 < 0,05 maka disimpulkan Kepuasan Kerja dan Motivasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja Pegawai pada Kantor Pemerintahan Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah maka Ho ditolak, dan Ha diterima sehingga hipotesis yang diajukan pada Bab II yaitu Kepuasan Kerja Berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Semangat Kerja Pegawai pada Pemerintahan Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah. Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja Pegawai Pemerintahan Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kepuasan Kerja dan Motivasi Berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Semangat Kerja Pegawai pada Kantor Pemerintahan Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah dan dapat diterima. Kata Kunci : Kepuasan Kerja. Motivasi dan Semangat Kerja. PENDAHULUAN Dalam suatu organisasi sumber daya manusia merupakan unsur utama sebagai penentu dalam keberhasilannya mencapai tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan. Organisasi harus mampu memberikan yang terbaik bagi pegawainya dalam rangka memotivasi untuk meningkatkan semangat kerja yang tinggi dari pegawai dalam melaksanakan semua tugastugas yang diberikan padanya secara baik. Selain itu, pegawai yang memiliki semangat kerja yang tinggi cenderung lebih produktif, kreatif, dan inovatif dalam menjalankan tugas-tugasnya. Oleh karena itu, organisasi perlu memberikan perhatian khusus pada upaya-upaya untuk meningkatkan semangat kerja pegawai. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 1 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Motivasi juga dapat dikatakan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja dan produktivitas pegawai. Pegawai yang termotivasi cenderung lebih bersemangat, kreatif, dan berkomitmen dalam menjalankan tugas-tugasnya. Namun, berdasarkan hasil observasi awal yang penulis lakukan pada pada Kantor Pemerintahan Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah , ditemukan beberapa permasalahan terkait semangat kerja pegawai, adanya penurunan semangat kerja pegawai, seperti kurang disiplin, kurang produktif, dan kurang antusias dalam menjalankan tugastugasnya. Selain itu, terdapat indikasi bahwa kepuasan kerja dan motivasi pada pegawai cenderung rendah. Penelitian ini ingin menggali lebih dalam mengenai dinamika yang mungkin terjadi, terkait semangat kerja pegawai seperti produktivitas kerja yang belum optimal. Hal ini mengidentifikasikan adanya kemungkinan permasalahan terkait kepuasan kerja dan motivasi Selain itu, penelitian ini juga akan membandingkan temuan dari Kantor Pemerintahan Kecamatan Sorkam dengan penelitian-penelitian yang terdahulu yang dilakukan di Kantor Kecamatan lainnya. Berdasarkan uraian deskripsi yang telah penulis paparkan, maka penulis tertarik untuk mengangkat judul penelitian dengan judul AuPengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Terhadap Semangat Kerja Pegawai Pada Kantor Pemerintahan Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli TengahAy. LANDASAN TEORI Menurut Afandi . ,AuKepuasan kerja adalah suatu efektifitas atau respons emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan. Sedangkan Mangkunegara . , mengatakan AuKepuasan kerja adalah suatu perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun kondisi dirinyaAy. Dari pengertian yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja . ob satisfactio. merupakan sikap menanggapi dan reaksi emosional pegawai dalam memandang pekerjaannya yang dapat tercermin dari perilaku pegawai dalam menilai baik buruknya dan menyenangi atau tidak menyenangi perkejaannya. Ada tiga hal yang berdampak kepada kepuasan kerja menurut Sutrisno . , yaitu: DampakTerhadap Produktifitas Hubungan kepuasan kerja dengan produktifitas dikatakan pegawai yang merasa bahagia dengan pekerjaanya adalah pegawai yang produktif. Dampak Terhadap Ketidakhadiran dan Keluarnya Tenaga Kerja Dalam menanggulangi ketidakhadiran dan keluarnya tenaga kerja organisasi melakukan upaya yang cukup besar. Menaikkan gaji, memberikan pujian, pengakuan, kesempatan promosi bagi pegawai tentu akan memberikan kepuasan kerja. Dampak Terhadap Kesehatan. Kepuasan kerja menunjang tingkat dari fungsi fisik dan mental dan kepuasan sendiri merupakan tanda dari kesehatan. Tingkatan jabatan, persepsi dari tenaga kerja dituntut penggunaannya dengan efektif dan kemampuan-kemampuan mereka berkaitan dengan skor kesehatan mental yang tinggi. Menurut Samsudin . ,AuMotivasi adalah proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau sekelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang ditetapkanAy. Sedangkan menurut Sunyoto . ,AuMotivasi kerja adalah sebagai keadaan yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai keinginannyaAy Berdasarkan pengertian motivasi menurut para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatu kondisi atau keadaan dimana dimaksudkan untuk mempengaruhi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 2 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga maupun mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu atau tindakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti yang diinginkan. Menurut Hamzah . , faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi yaitu : Adanya hasrat dan keinginan berhasil . Adanya dorongan dan cita-cita masa depan . Adanya harapan dan cita-cita masa depan . Adanya penghargaan dalam belajar Menurut Lawrence dalam Hutagalung . , yang menyatakan bahwaAuSemangat kerja karyawan merupakan penggambaranemosi, kepuasan, dan sikap keseluruhan terhadap tempat kerja. Ay. Sedangkan menurut Mangkunegara . , berpendapat bahwa AuSemangat kerja adalah gambaran suatu perasaan agak berhubungan dengan tabiat/jiwa semangat kelompok, kegembiraan/kegiatan, untuk kelompok-kelompok pekerja menunjukkan iklim dan suasana pekerjaAy. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Semangat kerja mengambarkan keseluruhan suasan yang dirasakan para karyawan. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah Jl. Sutan Alamsyah Buddin Batubara. Sorkam. Populasi dan Sampel Untuk penelitian ini yang menjadi populasi penelitian berjumlah 32(Tiga puluh dua oran. orang pegawai yang ada pada Kantor Pemerintahan Kecamatan SorkamKabupaten Tapanuli Tengah yang terdiri dari 18 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 14 orang tenaga Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh dimana seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel karena jumlah populasinya relatif kecil, maka sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 32 orang. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data kuantitatif. Dalam penelitian yang dilaksanakan oleh penulis menggunakan dua sumber data yaitu: Sumber data primer, yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti . dari sumber pertamanya (Sumadi, 2014:. Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah pegawai yang bertugas pada Kantor Kabupaten Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah. Sumber data sekunder, yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang dari sumber pertama. Dapatjuga dikatakan data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen (Sumadi, 2014:. Dalam penelitian ini, dokumentasi Kantor Pemerintahan Kecamatan SorkamKabupaten Tapanuli Tengah merupakan sumber data Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang penulis pergunakan dalam penelitian inisebagai berikut: Studi Literatur, yaitu dengan mempelajari berbagai sumber bacaan yang berkaitan erat dengan masalah penelitian, baik berupa buku-buku ilmiah maupun peraturan perundangundangan. Studi Lapangan, yaitu dengan cara mengumpulkan data langsung dari lokasi penelitian yang dilakukan dengan cara: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 3 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Wawancara, yaitu suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara tatap muka dengan pihak yang dapat memberikan keterangan tentang Kepuasan Kerja. Motivasi dan Semangat Kerjayang menjadi faktor penelitian. Kuesioner, merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan instrumen pertanyaan secara tertulis kepada responden yang harus dijawab oleh responden secara tertulis pula. Teknik Analisis Data Rumusan Masalah pada penelitian akan dianalisis menggunakan analisis regresi berganda (Multiple Regression Analysi. dengan tahap-tahap sebagai berikut yaitu Uji Validitas. Uji Reliabilitas. Uji Normalitas Data. Uji Multikolinieritas. Analisis Koefisien Korelasi. Uji Heteroskedastisitas. Uji Kofisien Determinasi. Uji Secara Simultan (Uji F). Uji Secara Parsial (Uji . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk lonceng. Data yang baik adalah data yang mempunyai pola seperti distribusi normal, yakni distribusi data tersebut tidak melenceng ke kiri atau ke kanan. Analisis grafik Hasil pengujian normalitas dapat dilihat sebagaimana pada gambar 1. Gambar 1. 1 Grafik Histogram Variabel Insentif. Lingkungan Kerja dan Kinerja Pegawai Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Pada gambar 1. 1 terlihat variabel berdistribusi normal. Hal tersebut ditunjukkan oleh distribusi data yang tidak melenceng ke kiri atau ke kanan. Gambar 1. 2 Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Grafik Normal P-P Plot Of Regression Standardized Residual Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 4 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Pada gambar 1. 2 P-P plot menunjukkan bahwa titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal. Analisis Statistik Salah satu uji statistik untuk menguji normalitas adalah uji statistik kolmogorov Smirnov (K-S). Uji ini dilakukan dengan membuat hipotesis: Jika probabilitas (Asymp. Si. dibawah 0,05 dan nilai KS Z diatas nilai Z untuk 0,05 sebesar 1,97 maka Ha ditolak artinya data residual tidak berdistribusi normal, jika probabilitas di atas 0,05 dan nilai KS Z dibawah nilai Z untuk 0,05 yang sebesar 1,97 berarti data residual berdistribusi normal. Hasil uji Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Kolmogrov-Smirnov Variabel Insentif . Lingkungan Kerja dan Kinerja Pegawai One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (SPSS. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa Asymp. Sig sebesar 0,060 > probabilitas 0,05 dan nilai Z Kolmogorov Smirnov sebesar 0,159 < dari nilai Z untuk sig 5% yaitu 1,96 yang berarti kedua data variabel tersebut berdistribusi normal. Uji Heteroskedasitas Uji heteroskedasitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedasitas yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedasitas. Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedasitas Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (SPSS. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 5 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Berdasarkan gambar 1. 3 di atas terlihat titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah di dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Syarat pengambilan keputusan dengan nilai tolerance dan VIF adalah sebagai berikut. Jika nilai tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10 artinya tidak terjadi Multikolineartias Jika nilai tolerance < 0,10 atau nilai VIF > 10 artinya terjadi multikolinearitas. Tabel 1. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Model 1 (Constan. Insentif Lingkungan Kerja Sumber : Hasil Penelitian, 2022 (SPSS. Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa nilai tolerance untuk masing-masing variabel (Insentif dan Lingkungan Kerj. adalah 0,620 dan 0,620. Nilai VIF untuk tiap variabel tersebut adalah tersebut adalah 1,613 dan 1,613. Berdasarkan hasil di atas, perhitungan nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF tidak melebihi 10. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolineritas pada seluruh variabel dalam model regresi tersebut. Analisis Koefisien Korelasi Untuk mengetahui apakah ada kolerasi antara Insentif . ariabel X. dan Lingkungan Kerja (X. dengan Kinerja Pegawai . ariabel Y), maka nilai-nilai dari tabel tersebut di atas dapat dimasukkan ke dalam Program SPSS V26, dengan hasil sebagaimana pada tabel 1. Tabel 1. Output Koefisien Korelasi Correlations Insentif Lingkungan Kerja Kinerja Pegawai Insentif Pearson Correlation Sig. -taile. Lingkungan Kerja Pearson Correlation . Sig. -taile. Kinerja Pegawai Pearson Correlation . Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : Hasil Penelitian, 2022 (SPSS. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 6 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Berdasarkan tabel 1. 3 tersebut di atas, maka koefisien kolerasi yang ditemukan antara Insentif dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,981 termasuk kategori sangat Kuat, sedangkan korelasi Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,665 dikategorikan Kuat. Jadi terdapat hubungan sedang positif masing-masing antara Insentif (X. dan Lingkungan Kerja (X. dengan Kinerja Pegawai (Y) pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Analisis Koefisien Determinasi Selanjutnya untuk mengetahui besarnya pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Output Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja . Insentif Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (SPSS. DurbinWatson Dari perhitungan di atas dapat diperoleh koefisien determinasi sebesar 0,968 hal ini berarti bahwa yang terjadi pada variasi terikat Kinerja Pegawai (Variabel Y) 96,8% ditentukan oleh variabel bebas Insentif (Variabel X. dan Lingkungan Kerja (Variabel X. secara serempak dan sisanya sebesar 3,2% ditentukan oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Regresi Linier Berganda Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara variabel X1. X2 dan Y, dilakukan dengan perhitungan regresi linier berganda sebagai berikut : Y= a b1X1 b2X2 Tabel 1. Output Koefisien Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Model Std. Error Beta Sig. Tolerance VIF 1 (Constan. Insentif Lingkungan Kerja Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (SPSS. Dari tabel 1. 5 di atas, diperoleh persamaan regresi Y = 2,026 0,841 X1 0,099 X2, hal ini dapat diinterpretasikan sebagai berikut : Nilai konstanta regresi sebesar 2,026 menunjukkan bahwa pada Insentif . Lingkungan Kerja , dengan kondisi konstan atau X = 0, maka Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing sebesar 2,026. Insentif (Variabel X. koefisien regresinya sebesar 0,841, mempunyai pengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Artinya apabila semakin naik Insentif (Variabel Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 7 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga X. dengan asumsi variabel lain konstan, maka hal tersebut dapat meningkatkan Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Lingkungan Kerja (Variabel X. koefisien regresinya sebesar 0,099, mempunyai pengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Artinya apabila semakin naik Lingkungan Kerja (Variabel X. dengan asumsi variabel lain konstan, maka hal tersebut dapat meningkatkan Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Uji Hipotesis Uji T (Uji Parsia. Dalam Uji T (Uji Parsia. dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja secara individu atau parsial terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing sehingga hasilnya dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Hasil Uji T (Uji Parsia. Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Error Beta Sig. Tolerance VIF Model 1 (Constan. Insentif Lingkungan Kerja Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (SPSS. Berdasarkan tabel 1. 6 di atas, maka dapat dijelaskan masing-masing pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja secara individu atau parsial terhadap Kinerja Pegawai Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing dan hasilnya adalah sebagai berikut: Variabel Insentif . Dari pengujian secara konvensional ditemukan bahwa pada taraf kesalahan A = 0,05 . ji dua sis. dengan df = 29-3 diketahui t tabel = 2. 05553 dan t hitung = 20,688. Karena t hitung > t tabel, maka variabel Insentif (X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Dari pengujian secara SPSS yaitu dengan melihat probabilitas signifikansinya (P-valu. = 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak. Ha diterima sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Insentif berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, dengan demikian hipotesis yang diajukan terbukti dan dapat diterima kebenarannya. Variabel Lingkungan Kerja . Dari pengujian secara konvensional ditemukan bahwa pada taraf kesalahan A = 0,05 . ji dua sis. dengan df = 26 . diketahui t tabel = 2. 05553 dan t hitung = 2,183. Karena t hitung > t tabel, maka variabel Lingkungan Kerja Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 8 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga (X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Dari hasil pengujian secara SPSS yaitu dengan melihat probabilitas signifikansinya (P-valu. = 0,038 lebih kecil dari 5% maka sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Uji F (Uji Anov. Dalam Uji F (Uji Anov. dilakukan untuk mengetahui ataupun menjelaskan apakah Pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja secara bersama atau simultan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, sehingga hasilnya dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Hasil Uji F (Uji Anov. ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Pegawai Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja. Insentif Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (SPSS. Berdasarkan tabel 1. 7 di atas, maka dapat dijelaskan pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja secara bersama atau simultan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing dan hasilnya adalah sebagai Dari hasil pengujian secara konvensional pada taraf nyata = 0,05 dengan df1 = 2 dan df2 = 26 . iperoleh dari hasil df, . -k-. = . -2-. = 26 diketahui Ftabel = 3,37 dan F hitung = 393,810. Karena F hitung > F tabel, maka H0 ditolak, dan Ha diterima sehingga Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Dari hasil pengujian secara SPSS yaitu dengan melihat probabilitas signifikansinya (P-valu. = 0,000 atau 0% lebih kecil dari 5% maka sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Pembahasan Pengaruh Insentif Terhadap Kinerja Pegawai Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Insentif terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing yang telah dilakukan ternyata ada pengaruh yang signifikan Insentif terhadap Kinerja Pegawai. Dengan uji t yang dilakukan memberikan hasil bahwa nilai t hitung > t tabel . dengan tingkat signifikan 0,000 atau lebih kecil dari 5%, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti hipotesi yang diajukan Insentif berpengaruh positif dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 9 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga signifikan Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, dengan demikian hipotesis yang diajukan tersebut terbukti dan dapat diterima Bentuk Pemberian Insentif yang berlangsung di Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing sudah tergolong sangat baik. Insentif pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing sedikit banyak akan meningkatkan Kinerja Pegawai. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wirawan, . , insentif adalah AuPerangsang yang ditawarkan kepada para pegawai untuk melaksanakan kerja sesuai atau lebih tinggi dari standarstandar yang telah ditetapkanAy. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing yang telah dilakukan ternyata ada pengaruh yang signifikan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Dengan uji T yang dilakukan memberikan hasil bahwa nilai t hitung > t tabel . ,183> 2. dengan tingkat signifikan 0,038 atau lebih kecil dari 5%, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti hipotesi yang diajukan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, dengan demikian hipotesis yang diajukan tersebut terbukti dan dapat diterima kebenarannya. Hasil penelitian pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang bernama Siti Aisyah, dkk, . Dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh lingkungan kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan PT. Capella Medan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun parsial dari variabel lingkungan kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan PT. Capella. Berdasarkan analisis secara parsial dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel lingkungan kerja (X. dan terhadap kinerja (Y) dengan nilai signifikan 0,041 < 0,05 dan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap insentif (X. terhadap kinerja (Y) dengan nilai signifikan 0,005 < 0,05. Pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini yang menunjukkan bahwa variabel Insentif (Variabel X. dan Lingkungan Kerja (Variabel X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Hasil ini dapat dilihat dari nilai F tabel = 3,37 dan F hitung = 393,810. Karena F hitung > F tabel dengan signifikan 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti hipotesi yang diajukan Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, dengan demikian hipotesis yang diajukan tersebut terbukti dan dapat diterima kebenarannya. Hasil penelitian pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang bernama Siti Aisyah, dkk, . Dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh lingkungan kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan PT. Capella Medan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun parsial dari variabel lingkungan kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan PT. Capella Medan. Berdasarkan analisis secara parsial dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel lingkungan kerja (X. dan terhadap kinerja (Y) dengan nilai signifikan 0,041 < Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 10 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga 0,05 dan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap insentif (X. terhadap kinerja (Y) dengan nilai signifikan 0,005 < 0,05. KESIMPULAN Dari hasil penelitian ini dan berdasarkan hasil uraian pada bab sebelumnya, peneliti dapat memberikan kesimpulan sebagai berikut : Hasil uji Validitas yang dilakukan menunjukkan nilai corrected item total correlation di atas nilai r kritis 0,30, yang berarti semua butir pertanyaan kedua variabel tersebut dinyatakan valid sehingga memenuhi syarat sebagai alat ukur variabel Insentif. Lingkungan Kerja dan Kinerja Pegawai. Hasil uji reliabilitas menujukkan nilai Cronbach Alpha yang diperoleh di atas 0,60, sehingga semua alat ukur yang digunakan dinyatakan reliabel dan memenuhi syarat yang diandalkan. Berdasarkan koefisien kolerasi diperoleh hasil terdapat hubungan antara Insentif (X. dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,981, dan hubungan Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,665, maka koefisien kolerasi yang ditemukan antara Insentif dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,981 termasuk kategori sangat kuat, sedangkan korelasi Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,665 dikategorikan kuat. Jadi terdapat hubungan positif masing-masing antara Insentif (X. dan Lingkungan Kerja (X. dengan Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Berdasarkan analisis Koefisien Determinasi yang diperoleh sebesar 0,968 hal ini berarti bahwa yang terjadi pada variasi variabel terikat Kinerja Pegawai (Variabel Y) 96,8% ditentukan oleh variabel bebas Insentif (Variabel X. dan Lingkungan Kerja (Variabel X. secara serempak dan sisanya sebesar 3,2% ditentukan oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dari hasil pengujian hipotesis penelitian ini yang membuktikan bahwa Insentif (Variabel X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Hasil ini dapat dilihat dari nilai t tabel = 2,0553 dan t hitung = 20,688. Karena t hitung > t tabel dengan signifikan 0,000 < 0,05, maka hasil hipotesis ini dapat menyatakan bahwa Insentif (Variabel X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Dengan demikian hasil hipotesis pertama (H. yang menyatakan Ada Pengaruh Insentif Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, terbukti dan dapat diterima. Dari hasil pengujian hipotesis penelitian ini yang membuktikan bahwa Lingkungan Kerja (Variabel X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Hasil ini dapat dilihat dari nilai t tabel = 2,05553 dan t hitung = 2,183. Karena t hitung > t tabel dengan signifikan 0,038< 0,05, maka hasil hipotesis ini dapat menyatakan bahwa Lingkungan Kerja (Variabel X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Dengan demikian hasil hipotesis kedua (H. yang menyatakan Ada Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, terbukti dan dapat diterima. Dari hasil pengujian hipotesis penelitian ini yang membuktikan bahwa Insentif (Variabel X. dan Lingkungan Kerja (Variabel X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan pemberian Insentif yang baik dan dengan Lingkungan Kerja pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, maka Kinerja Pegawai akan semakin meningkat. Hasil ini dapat dilihat dari nilai F tabel = 3,37 dan F hitung = 393,810. Karena F hitung > F tabel dengan signifikan 0,000 < 0,05, maka hasil hipotesis ini dapat menyatakan bahwa Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan secara bersama atau simultan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Dengan demikian hasil hipotesis ketiga (H. yang menyatakan Ada Pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, terbukti dan dapat diterima. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 11 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga DAFTAR PUSTAKA