P-ISSN : No. E-ISSN : No. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KECUKUPAN ASI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESARIA DI RUMAH SAKIT UMUM PRINGSEWU Desi Ari Madi Yanti Prodi Di Keperawatan STIKes Muhammadiyah Pringsewu Email : arimadiyantidesi@yahoo. ABSTRAK Kecukupan nutrisi tidak hanya dibutuhkan oleh bayi tetapi kebutuhan nutrisipun akan meningkat terutama pada ibu nifas terutama pada ibu dengan post operasi Sectio caeesaria. Nutrisi secara jelas diperlukan untuk menurunkan dehidrasi luka, menurunkan kerentanan terhadap infeksi serta kecukupan ASI bagi bayi. Di ketahui hubungan asupan protein dengan kecukupan ASI pada pasien Post Op Sectio Caesarea (SC) di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Penelitian ini menggunakan meode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post op SC di rumah sakit umum daerah Pringsewu dengan jumlah sampel 45 respoonden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan Purposive Sampling. Analisis data menggunakan uji statistik cgi squuare denga tingkat kemaknaan p<0. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan asupan protein dengan kecukupan asi pada pasien post op SC dengan nilai p = 0. 035 dimana p<0. Penelitian ini merekomendasikan keluarga untuk tidak melakukan pantang makan terutama protein yang berasal dari hewani bagi ibu post op SC. Kata Kunci : Asupan protein. Kecukupan ASI, pasien post op SC ABSTRACT The nutrition sufficiency is not only needed by the baby but also nutrition necessity will increase especially toward puerperium mother with Secsio sesaria surgical post. The nutrition is needed for decrease the injury, decrease infection suspectible then motherAos milk sufficiency for the baby. As known the relation of protein with motherAos milk to the Post Op Sectio Caesarea (SC) in Pringsewu hospital. This research is using analytic method with cross sectiona approach. The population in this research is post op SC mother in Pringsewu hospital with 45 respondents who fulfil inclusive criteria. Sampling technique is using Purposive Sampling. Data analyze is using cgi square statisticts with sense level<0. The result of bivariat analyze shows there is the relation of protein consumption with motherAos milk suffciency to post op SC patient with p = 0. 035 whereas p<0. This research is recomendate to family does not do eating prohibition especially protein that comes from animal for post op SC mother. Key Word : Protein consumption, motherAos milk sufficiency,post op SC patient Goals (MDGS), dimana target AKB pada PENDAHULUAN Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2015 adalah 23/1000 kelahiran hidup. Oleh karena itu pemerintah berupaya dalam tergolong tinggi di Indonesia. Berdasarkan Depkes . bahwa AKB mengalami MDGsS ditentukan tersebut. Air susu ibu merupakan penurunan dari 34/1000 kelahiran hidup pada sumber makanan tunggal pertama bagi bayi, tahun 2007 menjadi 28/1000 kelahiran hidup jumlah dan kualitasnya yang dihasilkan harus pada tahun 2009. Angka tersebut belum tetap cukup sesuai dengan kebutuhan bayi. mencapai target Millenium Development P-ISSN : No. E-ISSN : No. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 Menurut penelitian WHO mengenai nutrisi Nutrisi selama kehamilan dan menyusui manyatakan mempengaruhi proses penyembuhan pada bahwa produksi ASI yang cukup adalah 850 luka oprasi secsio sesaria hal ini sejalan cc per hari (Roesli, 2. Salah satu dengan penelitian yang dilakukan oleh Ija penyebab kematian utama bayi diperkirakan . yang mengatakan status gizi akan lebih banyak terjadi pada usia 0 Ae 28 hari karena asfiksia, berat badan lahir rendah, sebagian pasien, penurunan kadar protein penyakit infeksi, penyakit lain dan masalah akan mempengaruhi penyembahan luka. Pada Masalah gizi dapat diatasi salah satunya dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI), untuk Kebutuhan paling utama yang harus dipenuhi itu pemerintah berupaya menekan angka oleh ibu Post Op SC salah satunya adalah kematian bayi dengan pemberian ASI secara asupan protein yang baik untuk penyembuhan eksklusif (Depkes, 2. Hasil penelitian luka dan menyusui. Hal ini dikarenakan ada WHO . pada enam negara berkembang beberapa zat gizi seperti: lemak, karbohidrat, bahwa resiko kematian bayi antara usia 9 Ae 12 bulan meningkat jika bayi tersebut tidak diperlukan untuk mendukung sistem imun disusui dan bayi yang berusia dibawah dua dalam tubuh serta berperan penting dalam bulan resiko kematiannya meningkat menjadi proses penyembuhan luka dan menyusui (Widjianingsih and Wirjatmadi. Nutrisi Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar menurunkan dehidrasi (Riskesdas, 2. bahwa pemberian ASI kerentanan terhadap infeksi serta kecukupan eksklusif di Indonesia yaitu 15,3%. ASI ASI bagi bayi. Terdapat dua jenis protein, adalah makanan terbaik bagi bayi, setelah protein hewani: daging, ikan, telur dan protein bayi lahir, pemenuhan kebutuhan zat gizi nabati: tahu, tempe dan kacang-kacangan. dilakukan melalui pemberian ASI esklusif. Adanya mitos tertentu terhadap makan dan dimana kandungan nutrisi tersebut antara lain makanan sering dimiliki oleh kelompok karbohidrat, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin dan magnesium. menyusui, masih adanya anggapan bila tidak Kecukupan nutrisi tidak hanya dibutuhkan pantang makanan akan menyebabkan luka oleh bayi tetapi kebutuhan nutrisipun akan bernanah, luka menjadi basah, luka menjadi meningkat terutama pada ibu nifas terutama gatal dan ASI pun berbau amis padahal pada ibu dengan post operasi Secsio sesaria. kepercayaan ini merugikan masyarakat hal ini Pada masa nifas diperlukan nutrisi yang sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh bermutu tinggi dengan cukup kalori, protein. Widyasari . yang mengatakan masih luka, menurunkan P-ISSN : No. E-ISSN : No. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 banyak masyarakat ibu Post Op SC yang adalah tidak benar. Luka yang bernanah disebabkan oleh kebersihan yang kurang baik dan dipengaruhi oleh kekurangan asupan protein, vitamin dan mineral yang berfungsi sejalan dengan penelitian untuk pembentukan ikatan-ikatan esensial penelitian ini Puspitasari, . yang mengatakan efek berpengaruh terhadap kesembuhan luka dan Berdasarkan penelitian kehidupan bayi karena berpengaruh juga pada kualitas dan kwantitas produksi ASI. mempengaruhi prilaku dalam mengkomsumsi Menurut Elisa, . Dwi, . sebagian besar pasien mengatakan masih mempunyai tradisi mutih yaitu tindakan menghindari makanan yang berbau amis misalnya makanan telur dan ikan, tanpa makanan yang berasal dari protein hewani. adanya asupan makanan yang bergizi dan Namun di Pringsewu pada ibu post op SC masih banyak yang beranggapan apabila penyembuhan luka akan lebih lama serta ASI mengkonsumsi telur, ikan akan menyebabkan yang dihasilkan pun akan sedikit, sebaliknya gatal pada luka Post Op SC dan menyebabkan apabila asupan terpenuhi atau sesuai diit yang ASI akan berbau amis. diberikan maka akan mempercepat proses Post Sebagaimana danwawancara yang dilakukan di Ruang memproduksi ASI yang cukup. Kebidanan Rumah Sakit Umum Pringsewu Status gizi ibu yang menjalani Post Op SC hasil pengamatan pada pasien didapatkan ibu post op SC yang tidak menyusui bayinya 3 mengandung protein. Ditambah lagi dengan dari 5 pasien mengatakan tidak menghabiskan kehilangan nafsu makan, sudah diketahui makanan yang mengandung protein seperti telur, ikan dengan alasan memakan makanan kesembuhan luka, meningkatkan insidensi komplikasi dan rawat baring yang lebih lama mempengaruhi ASI. Setelah melihat data (Puspitasari. Ummah. & Sumarsih AyHubungan Asupan Protein Dengan Teori Hamidarshat pantang makanan seperti ikan berduri atau Kecukupan ASI Pada Pasien Post Op Sectio udang bisa menyebabkan luka bernanah P-ISSN : No. E-ISSN : No. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 Caesarea (SC) di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu Lampung distribusi frekuensi kecukupan ASI Post Op SC dan asupan protein. Analisa bivariat METODOLOGI digunakan untuk melihat hubungan asupan protein dengan kecukupan ASI pada pasien Desain penelitian yang digunakan dalam dengan Post Op SC. Dalam penelitian ini penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional, (Sutanto. Variabel independen dalam penelitian ini adalah menggunakan uji Chi-square. Nilai P-value ditentukan oleh nilai . dependennya adalah kecukupan ASI pada pasien Post Op SC. Populasi penelitian ini HASIL adalah semua ibu yang melakukan SC di Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Umum Pringsewu dimulai dengan responden Teknik sebanyak 45 orang ibu nifas dengan post op Sampling. Secsio Sesaria. sesuai dengan kriteria inklusi (Notoatmodjo, 2. dengan jumlah sampel dan eksklusi. Adapun hasilnya adalah sebagai sebanyak 45 responden. Kriteria Purposive Inklusi dalam penelitian ini adalah semua ibu post SC Analisis Univariat di Rumah Sakit Daerah Pringsewu dan yang Analisis univariat yang dilakukan, untuk menyusui bayinya. mengetahui distribusi dan presentase dari Instrumen dalam penelitian ini menggunakan responden Asupan Protein Harian dengan lembar Food Frequency Questional (FFQ) Kecukupan ASI bayi yang dapat dilihat pada dan lembar ceklist. dengan mengisi lembar data lampiran dan disajikan dalam bentuk FFQ tentang makanan yang dimakan saat tabel dan teks. berada di rumah sakit maupun saat pulang dan kecukupan ASI yang dilakukan pada hari ke langsung pada hari pertama Post Op SC jika ada hal yang kurang jelas bisa ditanyakan langsung kepada peneliti, lalu responden mengisi lembar FFQ di Ruangan Kebidanan selama 2-3 hari. Analisis univariat pada P-ISSN : No. E-ISSN : No. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Diketahui bahwa sebagian besar Asupan Berdasarkan Kecukupan ASI Pada Pasien protein cukup . ika Ou 0,75g/BB/har. ,4%) Post Op Sectio Caesarea (SC) di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu Lampung responden memiliki Asupan Protein tidak . ,6%) cukup . ika < 0,75g/BB/har. Kecukupan ASI Frekuensi Persentase ASI Total Analisis Bivariat Analisa Hubungan Asupan Protein Dengan Kecukupan ASI Pada Pasien Post Op Sectio Caesarea (SC) Di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Diketahui . ,6%) ASI tercukupi (Jika ada 5 tanda Kecukupan ASI. Tabel 3. Hubungan Asupan Protein Dengan sedangkan 11 orang . ,4%) responden Kecukupan ASI Pada Pasien Post Op Sectio memiliki ASI tidak terpenuhi (Jika tidak ada Caesarea (SC) Di Rumah Sakit Umum salah satu dari 5 tanda kecukupan ASI pada Daerah Pringsewu Lampung Tahun 2017 bayi ). Tabel Distribusi Frekuensi Responden Asupan Protein Berdasarkan Pasien Yang Mengkonsumsi Protein Di Rumah Sakit Umum Daerah Cukup Pringsewu Asupan Protein 0= Asupan protein ika Ou 0,75g/BB/har. 1= Asupan Protein tidak cukup . ika < 0,75g/BB/har. Total Frekuensi Persentase Tidak Cukup TOTAL Kecukupan ASI Cuku Tidak Cuku n % N % 2 7 4 3 5 3, Total 4,861 ,145 20,63 Diperoleh nilai p value=0,035 sehingga Diketahui Asupan Protein cukup . ,5%) p 6 kali sehari dan frekuensi buang air besar Post Op SC sangat penting mendapatkan (BAB) > 4 kali sehari dengan volume paling makanan yang seimbang, khususnya makanan tidak sendok makan, tidak hanya berupa noda yang mengandung lebih zat protein seperti membekas pada popok bayi. makanan yang mengandung banyak vitamin Dari buah-buahan sayur-sayuran masyarakat . bu Post Op SC) yang asupan (Hamidarsyat, 2007 : . Kebutuhan protein protein tidak tercukupi, dikarenakan pantang makanan sudah termasuk tradisi yang turun (Istingadah, . Karena selain untuk Masyarakat beranggapan bila tidak mempertahankan daya tahan tubuh serta pantang makanan akan menyebabkan luka membantu mempercepat proses penyembuhan bernanah, luka menjadi basah, luka menjadi luka protein juga sangat diperlukan untuk gatal dan sebagainya padahal kepercayaan ini produksi ASI. Ibu juga disarankan banyak Banyaknya minum minimal 2 liter atau 8 gelas per hari. masyarakat Indonesia yang berpantang yang Dimana air . berfungsi sebagai dikenakan kepada ibu hamil, maupun ibu bagian penting dari struktur sel dan jaringan setelah melahirkan . asa nifa. Hal ini harus (Nakita, 2006 : . Hasil 0,75% protein/kgBB/hari hubungan antara asupan protein dengan Kepercayaan tentang pantang makanan yang P-ISSN : No. E-ISSN : No. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 kecukupan ASI pada ibu post op SC di jenis vitamin yang telah banyak diuraikan Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu diatas, akan mempengaruhi penyembuhan Lampung tahun 2017. Nilai p value=0,035 Masih banyaknya pantang makanan yang artinya ada hubungan antara asupan protein dengan kecukupan ASI. Protein . bu sangat diperlukan untuk peningkatan produksi air susu ibu. Pada ibu yang menyusui memerlukan tiga porsi protein perhari selama (Widyasari Y. , 2. Penyembuhan luka menyusui terutama pada ibu yang mengalami secara normal memerlukan nutrisi yang tepat, post oprasi SC. Perubahan diit ibu yang buruk akan berpengaruh pada kadar protein ASI, ibu bergantung pada tersedianya protein, vitamin yang sedang menyusui akan kehilangan . erutama vitamin A dan C) dan mineral. protein tubuh maupun cadangan zat Ae zat gizi Karena kandungan zat gizi tersebut sangat lain dari dalam tubuhnya. Dengan adanya penting untuk penyembuhan luka (Potter dan tambahan protein ini diharapkan ASI yang Perry, 2. Post OpSC) Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa protein berfungsi sebagai katalisator. Menurut WHO, 2002 mengatakan bahwa penting bagi ibu Post Op SC untuk genetik, neurotransmiter, penguat struktur, makanan kaya protein, karbohidrat, lemak, penguat imunitas dan untuk pertumbuhan. vitamin Adan C serta mineral yang sangat berperan dalam pembentukan jaringan baru Menurut Elisa . mengatakan bahwasanya pada penyembuhan luka serta berperan bayi yang berada dalam tahap pertumbuhan penting dalam produksi ASI yang penting dan perkembangan yang pesat membutuhkan sebagai asupan makanan bagi bayinya. protein 30 Ae 40% lebih banyak perkilogram berat badan dibandingkan orang dewasa, selain untuk kebutuhan produksi ASI protein KESIMPULAN juga berfungsi untuk penyembuhan luka Berdasarkan hasil penelitian dapat dtarik secara normal memerlukan protein yang tepat, kesimpulan Sebagian besar responden yang karena proses fisiologi penyembuhan luka bergantung pada tersedianya protein, sebanyak 29 responden . 4%), sedangkan (Ou0. 75g/BB/har. 16 responden . 6%) asupan protein tidak Demikian juga dengan kekurangan asupan nutrisi lain seperti karbohidrat dan berbagai antara asupan protein dengan kecukupan ASI (<0. 75g/BB/har. Ada P-ISSN : No. E-ISSN : No. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 pada Pasien Post Op SC Di RSUD itianDetail&act=view&typ=html&buk Pringsewu dengan P-Value= 0. 035 dan OR = u_id=41712 Istingadah . Efektifitas Penyuluhan 4,861. Diharapkan bagi institusi terkait yang Kesehatan Pengetahuan Tentang Diit Tinggi pentingnya asupan protein dalam upaya Kalori Tinggi Protein Pada Ibu Post peningkatan pemberian ASI pada ibu post op Partum Seksio Sesarea Di Ruang SC. Bougenvile Untuk Rsud Meningkatkan Dr. Soedirman Kebumen. Skripsi. Gombong. Nakita KEPUSTAKAAN