Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 SOCIAL SUPPORT ORANG TUA DOWN SYNDROME TENTANG KESEHATAN GIGI BERDASARKAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN SOCIAL SUPPORT OF DOWN SYNDROME PARENTS ON DENTAL HEALTH BASED ON EDUCATIONAL LEVEL AND OCCUPATION CHARACTERISTICS Siti Fitria Ulfah1. Agus Marjianto2 Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Surabaya,Jawa Timur. Indonesia . mail penulis korespondensi: mirzafitri@poltekkesdepkes-sby. ABSTRAK Latar belakang: Down Syndrom merupakan kondisi genetik yang menyebabkan berbagai tantangan dalam perkembangan fisik dan intelektual. Down syndrom seringkali tidak dapat menjaga kebersihan mulut mereka sendiri, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan gigi seperti penyakit periodontal. Oleh karena itu social support dari orangtua sangat dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan dalam pemeliharaan kesehatan gigi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis social support yang diterima oleh orang tua yang memiliki anak Down Syndrome berdasarkan karakteristik level pendidikan dan pekerjaan. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SLB wilayah kota Surabaya melibatkan 14 SLB yang memiliki down syndrom. Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah orangtua down syndrom berjumlah 100 orang, dengan menggunakan teknik simple random sampling. Karakteristik responden diperoleh melalui data primer demografi, sedangakan social support diperoleh melalui pengisian kuisioner. Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan social support dengan karakteristik pendidikan dan pekerjaan orangtua down syndrom. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan social support yang diterima orangtua down syndrom . 005 < 0. terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan social support orangtua down syndrom . 009 < 0. Kesimpulan: Tingkat pendidikan dan pekerjaan orangtua down syndrom memberikan efek social support yang diterima orangtua down syndrom dalam hal kesehatan gigi anaknya. Kedepannya disarankan untuk mengembangkan program intervensi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam merawat kesehatan gigi anak down syndrom Kata kunci: Tingkat Pendidikan. Pekerjaan. Social Support. Kesehatan Gigi ABSTRACT Background: Down Syndrome is a genetic condition that causes various challenges in physical and intellectual development. Down syndrome often cannot maintain their own oral hygiene, which can lead to dental health problems such as periodontal disease. Therefore, social support from parents is needed to overcome difficulties in maintaining their dental health. The purpose of this study was to analyze the social support received by parents who have Down Syndrome children based on the characteristics of education level and occupation. Method: This study is an analytical study using a cross-sectional approach. The study was conducted in SLB in the city of Surabaya involving 14 SLB with Down syndrome. The respondents involved in this study were 100 Down syndrome parents, using a simple random sampling technique. Respondent characteristics were obtained through primary demographic data, while social support was obtained through filling out a questionnaire. Chi-Square was used to analyze the relationship between social support and the characteristics of education and occupation of Down syndrome parents. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Results: there is a significant relationship between education level and social support received by Down syndrome parents . 005 <0. there is a significant relationship between work and social support of parents with Down syndrome . 009 < 0. Conclusion: The level of education and work of parents with Down syndrome have an effect on the social support received by parents with Down syndrome in terms of their children's dental health. the future, it is recommended to develop intervention programs that focus on improving their knowledge and skills in caring for the dental health of children with Down syndrome Keywords: Level Education. Occupation. Social Support. Dental Health PENDAHULUAN Down Syndrom merupakan kondisi genetik yang menyebabkan berbagai tantangan dalam perkembangan fisik dan intelektual serta kompleks memengaruhi kelangsungan hidup bayi. Kelahiran hidup Down Syndrom sering terjadi antara 1:750 dan 1:1000 dan biasanya diidentifikasi sebagai akibat dari salinan tambahan kromosom 21. Anak-anak dengan Down syndrom seringkali tidak dapat menjaga kebersihan mulut mereka sendiri, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan gigi seperti penyakit periodontal. Peran orangtua sangat dibutuhkan dalam merawat anak Down Syndrome, mereka harus berkomitmen secara fisik dan Dalam situasi seperti ini, orang tua dapat mendapat bantuan penting social support untuk mengatasi kesulitan yang muncul dalam mengasuh anak mereka. Keluarga, teman, komunitas, dan profesional kesehatan adalah beberapa Penelitian menunjukkan bahwa social support yang kesejahteraan psikologis orang tua dan membantu mereka memberikan perawatan terbaik bagi anak mereka. Penelitian menunjukkan bahwa berbagai bentuk mengurangi stres. Social support dapat memberikan bantuan emosional, informasi, membantu orang menghadapi tekanan hidup, termasuk stres yang dialami oleh orang tua yang memiliki anak dengan . Pekerjaan berpengaruh besar terhadap jenis dan tingkat social support yang mereka terima. Orang tua dengan pekerjaan yang lebih fleksibel cenderung memiliki lebih banyak waktu untuk mencari dan menerima social support, sementara orang tua dengan pekerjaan yang lebih ketat mungkin kesulitan mendapatkan dukungan sosial ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis social support yang diterima oleh orang tua yang memiliki anak Down Syndrome berdasarkan karakteristik Diharapkan penelitian ini akan memberikan pengembangan program intervensi yang lebih baik yang membantu orang tua dalam menjaga anak dengan Down Syndrome. METODE Jenis penelitian ini adalah studi analitik menggunakan pendekatan crosectional. Penelitian dilaksanakan di SLB wilayah kota Surabaya melibatkan 14 SLB yang memiliki down syndrom. Penelitian Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 ini dilakukan mulai bulan April sampai dengan bulan Agustus 2024. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh orangtua yang memiliki down syndrome di wilayah Surabaya. Sampel ditetapkan dengan metode simple random sampling. Ukuran sampel adalah 100 responden yang terdiri orangtua down syndrome. Responden persetujuan melalui pengisian informed consent yang telah disediakan. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah: . data primer (Data demografi orang tua anak dengan down syndrome yang meliputi jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan orang . Kuisioner social support orangtua down syndrom tentang kesehatan gigi anak down syndrom terdiri dari 5 domain antara lain dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan bantuan orang lain, dukungan informatif dan dukungan jaringan sosial. Jumlah pernyataan yang ada dalam kuisioner ini terdapat 20 item pernyataan yang terdiri pernyataan favorable dan unfavorable. Opsi jawaban pada kuisioner ini menggunakan skala likert Ausangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setujuAy. Selanjutnya hasil skor total skala tersebut dimasukkan dalam kategori sebagai berikut: - Kategori rendah : jika skor total < nilai median - Kategori tinggi : jika skor total Ou nilai median Analisis uji hubungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan orangtua dengan social support yang diterima orangtua down syndrome dalam hal kesehatan gigi anaknya. HASIL Hasil penelitian ini menguraikan tentang data demografi karakteristik orangtuadown syndrom serta social support yang diterima oleh orangtua down syndrom di wilayah SLB Surabaya dalam hal kesehatan gigi anak mereka. Data Demografi ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Demografi Karakteristik Orangtua Down Syndrom Variabel Karakteristik Jenis kelamin - Laki-laki - Perempuan Tingkat Pendidikan - Rendah (Tidak sekolah,SD dan SMP) - Menengah (SMA) - Tinggi (D3. S1. Pekerjaan - Tidak Bekerja/pensiun/ rumah tangga - Guru/Swasta/PNS - Wiraswasta Jumlah . Presentase (%) Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Tabel 1 menunjukkan bahwa jenjang Sekolah Menengah Atas sebanyak mayoritas jenis kelamin orangtua down 39 orang . %). Pekerjaan orangtua down syndrom yang terlibat dalam penelitian ini syndrom mayoritas tidak bekerja atau perempuan sebanyak 81 orang . %), sebagai ibu rumah tangga karena responden Tingkat Pendidikan orangtua down paling banyak adalah perempuan sebanyak syndrom mayoritas tingkat menengah yakni 63 orang . %). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Social Support Orangtua Down Syndrom Variabel Jumlah . Social Support Rendah Presentase (%) Social Support Tinggi Tabel 2 menunjukkan bahwa orangtua yang memiliki anak down syndrom social support yang mereka terima tentang kesehatan gigi anaknya mayoritas kategori rendah sebanyak 58 orang . %). Tabel 3. Hasil Analisis Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dengan Social Support Orangtua Tentang Kesehatan Gigi Anak Down Syndrom Tingkat Pendidikan Orangtua Social Support Orangtua Down Syndrom Rendah Total Tinggi Rendah (Tidak sekolah,SD 23 dan SMP) Menengah (SMA) Tinggi (D3. S1. Tabel 3 menunjukkan bahwa social support yang diterima orangtua berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas kategori rendah dengan tingkat pendidikan yang rendah sebesar 44. sedangkan tingkat pendidikan yang tinggi menerima social support tentang kesehatan gigi anaknya dalam kategori tinggi sebesar 41. Dari hasil uji analisis chi square terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan social support yang diterima orangtua down syndrom dalam hal kesehatan gigi anaknya, dengan p value 0. 005 < 0. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Tabel 4. Hasil Analisis Hubungan Antara Pekerjaan dengan Social Support Orangtua Tentang Kesehatan Gigi Anak Down Syndrom Pekerjaan Orangtua Social Support Orangtua Down Syndrom Rendah Total Tinggi Tidak Bekerja/pensiun/ rumah tangga Guru/Swasta/PNS Wiraswasta Tabel 3 menunjukkan bahwa social support yang diterima orangtua berdasarkan pekerjaan orangtua mayoritas kategori rendah dengan status pekerjaan orangtua yang tidak bekerja/pension/rumah tangga sebesar 76. 9%, sedangkan orangtua yang memiliki pekerjaan baik guru, bekerja di instansi swasta ataupun PNS menerima social support tentang kesehatan gigi anaknya dalam kategori tinggi sebesar 33. Dari hasil uji analisis chi square terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan social support yang diterima orangtua down syndrom dalam hal kesehatan gigi anaknya, dengan p value 0. 009 < 0. sehingga memudahkan pemerintah dalam PEMBAHASAN menggerakkan pembangunan nasional. Penelitian yang terlibat dalam Orangtua down syndrom yang penelitian ini adalah orangtua down memiliki tingkat pendidikan menengah atas syndrom yang mayoritas berjenis kelamin dan rendah banyak yang lebih memilih Hasil penelitian ini diketahui tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga tingkat pendidikan orangtua down syndrom maupun wiraswasta. Berbeda halnya di wilayah SLB Kota Surabaya mayoritas dengan orangtua yang memiliki tingkat pada tingkat menengah atas (SMA), diikuti pendidikan akhir dari perguruan tinggi baik terbanyak tingkat pendidikan akhir dari level D3. S1, dan S2, mereka tetap orangtua down syndrom berada pada banyak bekerja baik itu sebagai guru, perguruan tinggi (D3,S1,S. Sejalan bekerja di instansi swasta maupun sebagai dengan hasil penelitian Ulfah dan Marjianto Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pekerjaan diketahui bahwa tingkat pendidikan orangtua down syndrom mayoritas pada orangtua down syndrom mayoritas penelitian ini yang paling banyak adalah . menengah ke atas. Tingkat pendidikan tidak bekerja/pensiun/ibu rumah tangga. seseorang semakin tinggi maka semakin Dari hasil analisis menunjukkan mudah pula negara tersebut berkembang. bahwa terdapat hubungan yang signifikan Hal ini dikarenakan sumber daya manusia antara tingkat pendidikan dengan social yang terdidik memiliki keterampilan, ilmu support yang diterima orangtua down pengetahuan, dan teknologi yang lebih baik syndrom dalam hal kesehatan gigi anaknya. Social support yang diterima orangtua Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas kategori rendah dengan tingkat pendidikan yang rendah. Sedangkan tingkat pendidikan orangtua down syndrom yang tinggi menerima social support tentang kesehatan gigi anaknya dalam kategori tinggi. Orang tua dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berkomunikasi secara efektif dan mampu memberi sumber daya dan dukungan yang mereka butuhkan untuk tetap aman dan sehat . Social support dari keluarga dapat meningkatkan hubungan karena perasaan . menghasilkan hubungan yang positif . Social support yang diterima orangtua berdasarkan pekerjaan orangtua mayoritas kategori rendah dengan status bekerja/pension/rumah tangga. Selain itu. Orangtua yang memiliki pekerjaan baik guru, bekerja di instansi swasta ataupun PNS menerima social support tentang kesehatan gigi anak down syndrom dalam kategori tinggi. Dari hasil uji analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan social support yang diterima orangtua down syndrom dalam hal kesehatan gigi anaknya. Sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa status pekerjaan orang tua dengan ibu yang bekerja memiliki persepsi dukungan orang tua yang lebih tinggi pada control metabolic remaja, sedangkan pekerjaan ayah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap persepsi dukungan orang tua dan kontrol metabolik . KESIMPULAN DAN SARAN Studi ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan social support yang diterima oleh orangtua memiliki down syndrom berdasarkan Mengingat bahwa orang tua dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah cenderung menerima dukungan sosial yang lebih sedikit, disarankan untuk mengembangkan program intervensi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam merawat kesehatan gigi anak down syndrom. Penelitian selanjutnya dapat lebih fokus pada perbedaan gender dalam menerima dan memanfaatkan dukungan sosial karena mayoritas peserta dalam penelitian ini adalah ibu. Hal ini penting untuk mengidentifikasi kebutuhan khusus ayah dan ibu untuk intervensi yang lebih sesuai dan efektif. DAFTAR PUSTAKA