Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHATANI PADI SAWAH DI DESA NOELBAKI KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG (Factors Affecting Rice Field Farm at Desa Noelbaki. Kecamatan Kupang Tengah. Kabupaten Kupan. Oleh: Fitriyani. Lika Bernadina. Maria Fransiska Darlen Program Studi Agribinis. Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana Alamat Email Korespondensi: rianifitria6@gmail. Diterima: 23 Juni 2023 Disetujui: 03 Juli 2023 ABSTRACT This research was conducted in Noelbaki Village. Central Kupang Subdistrict. Kupang Regency in October - November 2022, with the aim of knowing the productivity, income and factors affecting productivity and income of paddy rice farming in Noelbaki Village. Central Kupang Subdistrict. Kupang Regency. The selection of the research location was carried out purposively with the consideration that Noelbaki Village is a producer of paddy rice with the largest land area in the Central Kupang sub-district. The research sample was taken with the Simple Random Sampling technique, where there were 3 farmer groups, namely, the Dendeng farmer group totaling 345 members, the Joint Business farmer group totaling 220 members and the Dahulu Rasa farmer group totaling 180 members using a 10% error rate which took 75 respondents. The results showed that the productivity of rice farming ton/ha is still far from the national average productivity of 8 tons/ha. The income of paddy rice farming in Noelbaki Village obtained an average income of Rp 22,315,343. While partially or individually, the variable Farming Experience (X. , variable Land Area (X. , and Pesticides (X. partially affect the productivity of rice paddy farming in the village. The variables that affect the income (Y. are, variable Labor (X. Cost (X. and Land Area (X. Keywords: productivity, income, ricefield farm ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Noelbaki. Kecamatan Kupang Tengah. Kabupaten Kupang pada Bulan Oktober - November 2022, dengan tujuan untuk mengetahui produktivitas, pendapatan dan faktorfaktor yang mempengaruhi produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah di Desa Noelbaki. Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa Desa Noelbaki merupakan penghasil padi sawah dengan luas lahan terbesar di kecamatan Kupang Tengah. Sampel penelitian diambil dengan t e k n i k Simple Random Sampling, dimana ada 3 kelompoktani yaitu . Kelompok tani Dendeng yang berjumlah 345 anggota. Kelompok tani Usaha Bersama berjumlah 220 anggota dan Kelompok tani Dahulu Rasa berjumlah 180 anggota dengan memggunakan taraf kesalahan 10% yang mengambil responden sebanyak 75 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas usahatani padi ton/ha masih jauh dari jumlah produktivitas rata-rata nasional sebesar 8 ton/ha. Adapun pendapatan usahatani padi sawah di Desa Noelbaki diperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp 22. Sedangkan secara parsial atau secara sendiri-sendiri, variabel Pengalaman Berusahatani (X. ,variabel Luas Lahan (X. , dan Pestisida (X. berpengaruh secara parsial terhadap produktivitas usahatani padi sawah di Desa. Adapun variabel yang berpengaruh terhadap Pendapatan (Y. yaitu, variabel Tenaga Kerja (X. Biaya (X. dan Luas Lahan (X. Kata kunci: produktivitas, pendapatan, usahatani padi sawah PENDAHULUAN Latar Belakang Sektor pertanian merupakan sektor yang mendapatkan perhatian cukup besar dari pemerintah dikarenakan peranannya yang Fitriyani, et al. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Usahatani Padi a. Page 150 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 sangat penting dalam rangka pembangunan ekonomi jangka panjang maupun dalam rangka pemulihan ekonomi bangsa. Peranan sektor pertanian adalah sebagai sumber penghasil bahan kebutuhan pokok, sandang dan papan, menyediakan lapangan kerja bagi sebagian besar penduduk, memberikan sumbangan terhadap pendapatan nasional yang tinggi, memberikan devisa bagi negara dan mempunyai efek pengganda . ultiplier effec. ekonomi yang tinggi dengan rendahnya ketergantungan terhadap impor (Antara, 2. Komoditi tanaman pangan yang paling banyak diusahakan di Indonesia adalah padi. Menurut Sumodiningrat, . , merupakan bahan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia karena hampir 95 persen masyarakat Indonesia mengkonsumsi Hal ini selaras dengan data dari Food and Agriculture Organization of United Nation (FAO) pada tahun 2020. Indonesia juga dikenal sebagai lumbung padi Asia Tenggara bahkan Istilah itu muncul lantaran produksi padi yang tinggi di Tanah Air setelah komoditas kelapa sawit dan masuk pada 10 komoditas pertanian yang paling banyak diproduksi di Indonesia. Data FAO mencatat produksi padi di Indonesia sebesar 54,6 juta ton, sementara produksi beras . etara dengan beras yang digilin. sebesar 36,45 juta ton (Dihni, 2. Produksi padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, berdasarkan data BPS di tahun 2021 adalah sebesar 731. 877,74 ton dengan produktivitas sebesar 41. 85 ku/ha dan luas 900,07 ha, yang artinya masih tertinggal jauh dengan Provinsi Jawa Timur yang berada diurutan pertama dalam produksi, luas tanam dan produktivitas. Sementara dari ketersediaan lahan. Provinsi NTT memiliki luas lahan sawah 174. 900,07 hektar dan memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan usahatani padi (Statistik, 2. Produksi padi di NTT berdasarkan kabupaten, menempatkan Kabupaten Manggarai Barat di posisi pertama, disusul oleh Kabupaten Manggarai. Kabupaten Manggarai Timur. Sumba Timur dan Kabupaten Kupang di posisi kelima (Suek et al. , 2. Adapun Kecamatan Kupang Tengah tahun 2018 berada di urutan ke p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 3 dengan jumlah produksi sebesar 12. 331,15 ton per tahun, produktivitas sebesar 6,5 dan luas 897,1 setelah Kecamatan Kupang Timur dan Amfoang Timur. Salah satu desa di Kecamatan Kupang Tengah yang menjadi lokasi penelitian yakni Desa Noelbaki. Para petani Desa Noelbaki mengalami gagal panen sekitar 39 hektar dari total lahan sawah Desa Noelbaki sebesar 420 hektar pada tahun 2019 lalu dan hasil panen sebesar 6,5 ton/ hektar. Tahun 2020 luas lahan sawah di Desa Noelbaki menurun menjadi 327 hektar dan hasil/produksi Padi sawah menurun sebesar 3,6 ton/hektar akibat kekeringan ekstrim (Suek et al. , 2. Selain adanya penurunan luas lahan sawah dan hasil produksi padi sawah di Desa Noelbaki, diduga pula terjadi penyebaran pupuk bersubsidi yang tidak merata di kalangan petani, selain itu petani seringkali kekurangan dana untuk mengantisipasi saat pupuk bersubsidi telat Selain itu petani juga mengeluhkan beras hasil panen mereka kalah saing dengan beras impor dan hasil produksi yang seringkali hanya jadi konsumsi keluarga petani daripada Akibatnya banyak petani yang merugi dan terpaksa menjual beras mereka dengan harga murah di pasar. Berbagai masalah tersebut membuat penulis tertarik untuk meneliti terkait produktivitas, pendapatan dan faktorfaktor yang mempengaruhi produktivitas usahatani padi sawah di Desa Noelbaki. Kecamatan Kupang Tengah. Kabupaten Kupang. Berdasarkan uraian masalah yang dipaparkan di atas, maka diajukan pertanyaan penelitian sebagai berikut : . Bagaimana produktivitas usahatani padi sawah di Desa Noelbaki ?, . Berapa jumlah pendapatan usahatani padi sawah di Desa Noelbaki ?, . Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah di Desa Noelbaki. Kecamatan Kupang Tengah ?Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah sebagai berikut : . Untuk mengetahui produktivitas usahatani padi sawah di Desa Noelbaki, . Untuk mengetahui jumlah pendapatan usahatani padi sawah di Desa Noelbaki, . Untuk mengetahui faktor-faktor Produktivitas Fitriyani, et al. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Usahatani Padi a. Page 151 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 Pendapatan usahatani padi sawah di Desa Noelbaki Metode Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian. Lokasi yang penulis pilih ialah di tempat produksi padi sawah di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang dan kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember Metode Pengumpulan Data. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data sekunder dan primer. Data Primer merupakan data yang diperoleh dari hasil observasi atau wawancara langsung yang dilakukan peneliti terhadap responden. Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip . ata dokumente. yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Metode Penentuan Sampel. Penentuan reponden menggunakan Metode Simple Random Sampling . ampel acak sederhan. Penentuan sampel dilakukan pada tiga kelompok tani yang ada di Desa Noelbaki yaitu, kelompok tani Usaha Bersama dengan jumlah anggota 220 orang, kelompok tani Rindu Sejahtera dengan anggotanya bejumlah 345 orang, dan kelompok tani Dahulu Rasa dengan jumlah anggota 180 Penentuan jumlah sampel dari populasi ketiga kelompok tani tersebut menggunakan taraf kesalahan sebesar 10% maka didapet responden sebesar 75 responden. Metode Analisis Data. Metode yang digunakan untuk menjelaskan masalah penelitian adalah sebagai berikut : Untuk produktivitas padi sawah yang diperoleh dalam satuan luas lahan sawah yang dipanen . on/h. akan menggunakan rumus menurut (Nur, 2. Produktivitas ton/ha = Pendapatan mengurangkan total penerimaan dengan total biaya, dengan rumus menurut (Suratiyah, 2. sebagai berikut: I = TR Ae TC Keterangan: I = pendapatan/income p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 TR = total penerimaan TC = biaya total Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas usahatani padi sawah yaitu analisis Regresi Linear Berganda. Model regresi linier berganda merupakan alat analisis yang menjelaskan tentang akibat-akibat dan besarnya akibat yang ditimbulkan oleh satu atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel- variabel ekonomi yang terdapat dalam persamaan model. Adapun model regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Y1=0 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 6X6 7X7 8X8 Y2=0 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 6X6 7X7 8X8 Dimana: = Produktivitas = Pendapatan Padi Sawah ( Kg/H. = Nilai Konstanta = Koefisien Regresi = Pengalaman Usahatani (Tahu. = Tingkat Pendidikan (Tahu. = Tenaga Kerja (HKO) = Biaya (R. = Luas Lahan (H. = Benih (Kg/H. = Pupuk (Kg/H. = Pestisida (Kg/H. Kriteria pengambilan keputusan: Uji t (Uji Parsia. Kriteria Hipotesis : Jika t-hitung > t-tabel : H0 ditolak (H1 diterim. Jika t-hitung O t-tabel : H0 diterima (H1 ditola. Uji parsial digunakan uji t, dengan rumus : Dimana: bi = Koefisien Regresi Se = Simpangan Baku Untuk menguji serempak atau simultan digunakan uji F-hitung dengan rumus: Fitriyani, et al. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Usahatani Padi a. Page 152 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 HASIL DAN PEMBAHASAN Dimana: JK Reg Regresi = Jumlah Kuadrat regresi JK sisa = Jumlah Kuadrat Sisa n = Jumlah Sampel = Jumlah Variabel 1 = Konstanta Uji F, untuk menguji nilai F-hitung dilakukan kriteria pengujian sebagai berikut: Jika F-hitung Ou F-tabel :H0 ditolak (H1 Jika F-hitung O F-tabel :H0 diterima (H1 Untuk menghitung seberapa besar pengaruh variabel X terhadap Variabel Y atau seberapa besar variasi Y dapat dijelaskan oleh X. Maka digunakan rumus R2 (Koefisien Determinas. yang dapat di rumuskan dengan rumus dari Supriyono . sebagai berikut : Produktivitas Usahtani Berikut menentukan besaran nilai untuk Produktivitas Usatani Padi Sawah di Desa Noelbaki : Produktivitas ton/ha = = 5,46 Dari hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa besar nilai produktivitas ialah 5,46 Ton/Ha dimana hasil tersebut merupakan perbandingan jumlah Produksi dengan Luas lahan yang diperoleh dari total 75 orang petani Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Tahun 2008-2021 bahwa produktivitas padi di lapangan minimal 8 ton/hektar (Mulyani & Agus, 2. Maka dapat di simpulkan bahwa produktivitas padi di Desa Noelbaki masih tertinggal cukup dari produktivitas Nasional/ha. Keterangan : = Kuadrat dari selisih nilai nilai rata rata Y = Kuadrat dari selisih dengan nilai rata rata Y = Observasi nilai ke-i = prediksi = rata rata Guna melengkapi R2 maka dilakukanlah Adjusted R2 (Adjusted R Square ) yang dapat di rumuskan dengan rumus dari Agung . sebagai berikut Keterangan : n : jumlah observasi p : jumlah variabel MSE : Mean Squared Error SST : Sum Squared Total SSE : Sum Squared Error Pendapatan Usatani Padi sawah Berikut analisis untuk menentukan besar nilai dari pendapatan usahatani desa Noelbaki yaitu : I = TR Ae TC = 1. 000 Ae 135. = Rp. Berdasarkan perhitungan di atas bisa dilihat bahwa nilai dari total penerimaan sebesar Rp. 000 dan total biaya sebesar Rp. 000, sehingga untuk dilakukannya pengurangan antara kedua nilai tersebut sehingga diperoleh nilai dari pendapatan secara keseluruhan sebesar Rp. 000 dengan total rata-rata pendapatan Rp. Faktor-faktor Mempengaruhi Produktivitas Usahatani Padi Sawah di Desa Noelbaki Tabel 1. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Fitriyani, et al. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Usahatani Padi a. Page 153 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 Sumber : Diolah dari data pimer, 2022 Untuk mengetahui arah dan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel Dari hasil analisis pada penelitian ini model regresi linear berganda ialah sebagai Uji-t atau Uji Parsial. Uji-t digunakan untuk membuat keputusan apakah hipotesis terbukti atau tidak, dimana tingkat signifikan yang digunakan yaitu 5%. Adapun Kriterianya yaitu sebagai berikut : Jika t-hitung > t-tabel maka H0 ditolak. H1 diterima . Jika t-hitung < t-tabel H0 diterima. H1 ditolak (Tidak signifika. Pengalaman Usahatani. Nilai Koefisien Regresi Pengalaman Berusahatani (X. pada produktivitas (Y. bernilai negatif sebesar -0,174 yang memiliki arti bahwa apabila ada kenaikan 1 tahun variabel Pengalaman Berusahatani akan menyebabkan penurunan pada produksi sebesar 0,174. Tanda negatif menunjukkan arah pengaruh. Nilai thitung yang diambil adalah nilai mutlak atau Dari hasil uji-t atau uji parsial bernilai -2,450 tahun yang lebih besar dibanding t-tabel 1,996, berarti H0 ditolak dan H1 diterima, dengan nilai signifikasi 0,017<0,05. Adapun nilai koefisien regresi Pengalaman Berusahatani terhadap pendapatan (Y. juga bernilai negatif sebesar Rp. 410 yang memiliki arti bahwa apabila ada kenaikan 1 tahun Pengalaman Berusahatani akan menyebabkan penurunan pada pendapatan sebesar Rp. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 822,410. Dari hasil pengujian secara parsial atau uji-t didapat t-hitung sebesar 1,233 yang lebih kecil dari nilai t-tabel sebesar 1,996 dengan nilai siginfikan 0,222 yang lebih besar dari 0,05, yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak . idak Tingkat Pendidikan Nilai Koefisien Regresi Tingkat Pendidikan (X. bernilai negatif terhadap produktivitas sebesar -0,160 yang memiliki arti bahwa apabila ada kenaikan 1 tahun variabel Tingkat Pendidikan akan menyebabkan penurunan pada produktivitas sebesar 0,160. Dari tabel 9 di atas dapat disimpulkan bahwa t-hitung bernilai negatif sebesar -1,139 dengan t-tabel 1,996 dengan nilai signifikasi sebesar 0,259 yang lebih besar dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa t-hitung -1,139 < dari t-tabel 1,996 artinya H0 diterima H1 ditolak (Tidak Signifika. dan tidak berpengaruh secara nyata terhadap produktivitas. Artinya Tingkat Y1 = 144,324 -0,174X1 0,160X2 0,171X3 2,723X4 0,803X5 0,108X6 -0,107X7 -0,155X8 Y2 = 5022962,173-9982,410X1-339868,146X2 1070,122X3 8,497X4 179293,542X5 941,863X6-11497,000X7 1386,237X8 Pendidikan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas padi sawah (Y. Berdasarkan tabel hasil analisis regresi linear berganda di atas nilai Koefisien Regresi Tingkat Pendidikan (X. terhadap pendapatan (Y. juga bernilai negatif sebesar -339868,146 yang memiliki arti bahwa apabila ada kenaikan 1 tahun variabel Tingkat Pendidikan akan menyebabkan Rp. 868,146. Adapun hasil uji-t diperoleh thitung 1,029 < dari 1,996 dengan nilai signifikasi sebesar 0,307 yang lebih besar dari 0,05 yang artinya tidak berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan, atau H0 diterima H1 ditolak (Tidak Signifika. Artinya Tingkat Pendidikan tidak pendapatan usahatani padi sawah (Y. Tenaga Kerja (X. Nilai Koefisien Regresi Tenaga Kerja (X. terhadap produktivitas (Y. bernilai positif sebesar 0,171 yang memiliki arti bahwa apabila Fitriyani, et al. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Usahatani Padi a. Page 154 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 ada kenaikan 1 HKO pada variabel Tenaga Kerja akan menyebabkan peningkatan produktivitas sebesar 0,171 kg/ha. Dari tabel 9 di atas dapat disimpulkan bahwa t-hitung bernilai positif 1,164 dengan t-tabel 1,996 dan nilai signifikasi sebesar 0,249 yang lebih besar dibanding a 0,05. Dapat disimpulkan bahwa thitung 1,164 lebih besar dari t-tabel 1,996 artinya H0 diterima H1 ditolak (Tidak Signifika. Adapun koefisien regresi tenaga kerja terhadap pendapatan (Y. ialah sebesar 1. dengan nilai signifikasi sebesar 0,033 yang artinya apabila ada kenaikan 1 HOK pada variabel tenaga kerja akan meningkatkan pendapatan sebesar Rp. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial didapatkan t-hitung 181 yang lebih besar dibanding t-tabel sebesar 1,996 artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya Tenaga kerja tidak memiliki pengaruh signifikan secara nyata terhadap produktivitas padi sawah (Y. ,namun memiliki pengaruh nyata dan positif terhadap pendapatan (Y. Hal ini terjadi karena mayoritas petani di Desa Noelbaki menggunakan tenaga kerja luar keluarga lebih banyak dibanding tenaga kerja dari dalam keluarga, pada kegiatan penanaman dan panen, dan untuk kegiatan penyemaian, pemupukan, pemeliharaan, penyemaprotan dilakukan oleh tenga kerja dari dalam keluarga petani, sehingga terjadi pendistribusian tenaga kerja yang tidak Biaya (X. Nilai Koefisien Regresi Biaya (X. terhadap produktivitas (Y. bernilai positif sebesar 2,723 yang memiliki arti bahwa apabila ada kenaikan Rp. 1 variabel biaya akan menyebabkan pada produktivitas sebesar Rp. 2,723. Dari hasil perhitungan uji-t pada tabel hasil pengujian analisis regresi linear berganda dapat di lihat ,t-hitung bernilai positif sebesar 0,663 lebih besar daripada t-tabel, 1,996, yang artinya H0 diterima dan H1 ditolak . idak Adapun nilai koefisien regresi biaya terhadap pendapatan (Y. bernilai positif sebesar Rp. yang memiliki arti bahwa, apabila ada kenaikan pada variabel biaya 1% akan meningkatkan pendapatan sebesar Rp. 8,497. Adapun hasil pengujian secara parsial atau uji-t didapatkan t- p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 hitung sebesar 2,306 yang lebih besar dibanding t-tabel 1,996 yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima (Signifika. Luas Lahan (X. Nilai Koefisien Regresi Luas Lahan (X. bernilai positif sebesar 0,803 yang memiliki arti bahwa apabila ada kenaikan 1 Ha variabel Luas Lahan akan menyebabkan peningkatan pada produksi sebesar 0,803. Dari tabel hasil regresi linear berganda di atas dapat disimpulkan bahwa t-hitung 5,010 lebih besar dibanding t-tabel 1,996 dengan nilai signifikan sebesar 0,000, artinya H0 diterima dan H1 ditolak . idak Artinya mempengaruhi produktivitas usahatani padi Adapun nilai koefisien regresi luas lahan terhadap pendapatan (Y. bernilai positif sebesar 179293,542 yang artinya apabila ada kenaikan 1 terhadap variabel luas lahan akan Rp. 293,542. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial atau uji-t diperoleh t-hitung sebesar 2,812 yang lebih besar dibanding t-tabel 1,996 . dengan nilai signifikasi sebesar 0,006 yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Benih (X. Nilai Koefisien Regresi Benih (X. bernilai positif sebesar 0,108 yang memiliki arti bahwa apabila ada kenaikan 1 kg variabel benih akan menyebabkan peningkatan pada produktivitas 0,108 kg/ha. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t pada tabel 9, dapat dilihat bahwa t-hitung bernilai positif sebesar 0,786 yang lebih kecil dari 1,996. Artinya H0 diterima dan H1 ditolak . idak signifika. Adapun nilai koefisien regresi benih terhadap pendapatan (Y. bernilai positif sebesar 941,863 yang artinya apabila ada kenaikan 1 kg pada variabel benih akan meningkatkan pendapatan sebesar Rp. Berdasarkan perhitungan secara parsial atau uji-t didapat t-hitung sebesar 0,14 yang lebih kecil dari t-tabel sebesar 1,996 . idak signifika. yang artinya benih tidak berpengaruh secara parsial terhadap pendapatan atau H0 diterima dan H1 ditolak . Pupuk (X. Nilai Koefisien Regresi Pupuk (X. terhadap produktivitas bernilai negatif sebesar -0,107 yang Fitriyani, et al. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Usahatani Padi a. Page 155 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 memiliki arti bahwa apabila ada kenaikan 1 kg variabel pupuk akan menyebabkan penurunan pada produktivitas sebesar 0,107. Dari hasil perhitungan uji-t yang ada pada tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa t-hitung -0,796 yang lebih kecil dibanding t-tabel 1,996. H0 diterima dan H1 ditolak . idak signifika. karena t-hitung lebih rendah dibanding t-tabel. Adapun nilai koefisien regresi pupuk terhadap pendapatan (Y. bernilai negatif sebesar -11497,000 yang artinya apabila ada kenaikan pada variabel pupuk 1 kg akan menurunkan pendapatan sebesar Rp. 11497,000. Berdasarkan tabel 9 berdasarkan hasil pegujian secara parsial atau uji-t didapat t-hitung -0,770 yang lebih kecil dari t-tabel 1,996 artinya H0 diterima dan H1 ditolak . idak signifika. Hal ini mengartikan pupuk tak berpengaruh nyata secara parsial terhadap produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah di Desa Noelbaki. Pestisida Nilai Koefisien Regresi Pestisida (X. bernilai negatif sebesar -0,155 yang memiliki arti bahwa apabila ada kenaikan 1 ml variabel pestisida akan menyebabkan penurunan pada produktivitas sebesar 0,155 kg/ha. Dari hasil perhitungan uji-t didapat t-hitung sebesar -2,266 sebagaimana yang dapat dilihat pada tabel 9. thitung -2,266 yang lebih besar dibanding t-tabel 1,996. artinya H0 ditolak dan H1 diterima . Adapun nilai koefisien regresi pestisida (X. terhadap pendapatan (Y. bernilai positif sebesar Rp. 237 yang memiliki arti apabila ada kenaikan 1 mili pada variabel pestisida akan meningkatkan pendapatan sebesar Rp. 1386,237. Uji-F atau Uji Simultan Nilai F-hitung produktivitas senilai 25, 236 dan nilai F-hitung 190,765 dengan nilai Ftabel senilai 2,152 , berdasarkan kriteria Fhitung dapat disimpulkan bahwa F-hitung > Ftabel maka variabel bebas (X) berpengaruh signifikan secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel terikat (Y1 dan Y. Hasil pengujian secara statistik diperoleh nilai Fhitung (Y. 25,236 dan nilai F-hitung (Y. yang berarti memiliki nilai yang cukup kuat untuk melihat pengaruh semua variabel. Nilai F- p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Tabel 2,152 pada taraf kepercayaan 95% (= 0,. dengan kata lain F-hitung lebih besar dari F-tabel . ,236 > 2,. ,765 > 2,. , maka H0 ditolak dan H1 diterima Koefisien determinasi Dari output data pada tabel di atas menjelaskan besarnya nilai korelasi/hubungan R yaitu sebesar 0,868 dan 0,979 dijelaskan besarnya persentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang disebut koefisien determinasi yang merupakan hasil dari penguadratan R. Dari output tersebut diperoleh (R. produktivitas (Y. sebesar 0,754 dan koefisien determinasi (R. terhadap pendapatan (Y. 0,959 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat Y1 adalah sebesar 75,4% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain dan bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat Y2 95,9%. Adapun R squared menunjukkan hubungan secara bersama sama variabel independen terhadap pola variabel Sedangkan Adjusted R-squared membantu kita untuk melihat pengaruh jumlah variabel terhadap nilai Y (Santoso, 2. PENUTUP Kesimpulan Produktivitas Usahatani Padi sawah di desa Noelbaki diperoleh produktivitas sebsar 5,75 ton/ha yang masih tertinggal cukup jauh dari produktivitas nasional 8 ton/ha. Adapun pendapatan diperoleh rata-rata pendapatan petani sebesar Rp. 343 dengan total keseluruhan pendapatan sebesar Rp. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah di Desa Noelbaki. Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, secara parsial atau uji-t pengaruhnya terhadap produktivitas adalah variabel Pengalaman Berusahatani (X. Luas Lahan (X. dan Pestisida (X. Adapun faktorfaktor yang mempengaruhi pendapatan secara Fitriyani, et al. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Usahatani Padi a. Page 156 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 parsial atau uji-t adalah variabel Tenaga Kerja (X. Biaya (X. dan Luas Lahan (X. meskipun demikian potensi pengembangan usahatani masih tetap dapat ditingkatkan yaitu dengan menambah faktor produksi secara berlanjut. DAFTAR PUSTAKA