The Effect Of Work Flexibility. Work Placement. Work Ability And Organizational Culture On Work Discipline Of Employees Of Women's Empowerment And Child Protection Service Of Muara Enim Regency Pengaruh Fleksibilitas Kerja. Penempatan Kerja. Kemampuan Kerja Dan Budaya Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim Fachris Elwidra . Nisma Aprini . Ivan Batara . 1,2,. Program Pascasarjana Prodi Magister Manajemen Universitas Serelo Lahat Email : 1 fachris. elwidra1988@gmail. com ,2 nisma. aprini@gmail. com ,3 ivanbatara20@gmail. ARTICLE HISTORY Received . November 2. Revised . Oktober 2. Accepted . Oktober 2. KEYWORDS Work Flexibility. Job Placement. Work Ability. Organizational Culture and Work Discipline. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Penelitian yang dilakukan penulis dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh fleksibilitas kerja, penempatan kerja, kemampuan kerja dan budaya organisasi secara bersamasama terhadap disiplin kerja Pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh fleksibilitas kerja, penempatan kerja, kemampuan kerja dan budaya organisasi secara sendiri-sendiri terhadap disiplin kerja Pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan kuisioner yang disebarkan kepada responden. Uji kualitas data dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas dan uji normalitas. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan perhitungan statistik dengan rumus regresi berganda, uji parsial uji simultan dan koefisien determinasi. Hasil penelitian didapat fleksibilitas kerja, penempatan kerja, kemampuan kerja dan budaya organisasi berpengaruh signifikan secara sendiri-sendiri terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim. Fleksibilitas kerja, penempatan kerja, kemampuan kerja dan budaya organisasi berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim. ABSTRACT The research conducted by the author aims to determine and analyze the influence of work flexibility, job placement, work ability and organizational culture together on work discipline of employees of the Women's Empowerment and Child Protection Service of Muara Enim Regency. To determine and analyze the influence of work flexibility, job placement, work ability and organizational culture individually on work discipline of employees of the Women's Empowerment and Child Protection Service of Muara Enim Regency. The research method used in this study is a quantitative method using a questionnaire distributed to respondents. Data quality test using validity test, reliability test and normality test. The analysis used is descriptive analysis and inferential analysis using statistical calculations with multiple regression formulas, partial tests, simultaneous tests and coefficients of determination. The results of the study showed that work flexibility, job placement, work ability and organizational culture had a significant effect individually on work discipline of employees of the Women's Empowerment and Child Protection Service of Muara Enim Regency. Work flexibility, job placement, work ability and organizational culture have a significant effect together on the work discipline of employees of the Women's Empowerment and Child Protection Service of Muara Enim Regency. PENDAHULUAN Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim merupakan instansi pemerintah yang melaksanakan urusan pemerintahan dibidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi tugas pembantuan yang diberikan kepada Bupati. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim terletak di Jl. Trans Sumatera Muara EnimLahat. Ps. II Muara Enim. Kec. Muara Enim. Kabupaten Muara Enim. Sumatera Selatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim memiliki beberapa kegiatan yang setiap tahunnya sudah ditetapkan di Rencana Kerja tahunan, agar semua Kegiatan tersebut dapat terlaksanan maka diperlukan tenaga-tenaga ahli yang sesuai dengan bidangnya baik dari kualifikasi pendidikan maupun dari keahliannya. Dalam mewujudkan kegiatan dan perencanaan kerja, tentu sangat didukung oleh kedisiplinan pegawai dalam bekerja, disiplin kerja pegawai banyak dipengaruhi oleh banyak faktor, akan tetapi dalam penelitian faktor yang akan diteliti Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 November 2025 page: 759 Ae 766 | 759 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 oleh penulis yaitu fleksibilitas kerja, penempatan kerja, kemampuan kerja dan budaya organisasi (Ivan Batara. Hartati, and Fitriadi 2. Fleksibilitas kerja adalah jam kerja yang fleksibel membuat para pekerja tidak membutuhkan waktu yang lama, dalam hal ini fleksibilitas kerja memiliki keluangan waktu yang banyak dengan tujuan agar para pekerja dapat mengeluarkan ide dan gagasan-gagasan yang kreatif. Dengan adanya fleksibilitas kerja akan membentuk sebuah tanggung jawab para pekerja dan kualitas kerja yang lebih baik. Menurut Carlson, . , menjelaskan beberapa indikator fleksibilitas kerja : Berapa lama. Penentuan waktu dalam bekerja disesuaikan dengan durasi waktu yang dibutuhkan. Kapan. Penentuan jadwal kerja sesuai denga napa yang telah dijadwalkan sebelumnya. Dimana. Penentuan tempat kerja atau lokasi dimana dalam menyelesaikan pekerjaan. Budaya organisasi di dalam sebuah organisasi akan menuntun pegawai dalam melaksanakan pekerjaan Ae pekerjaan yang diberikan oleh atasan karena dalam hal ini budaya organisasi berkaitan dengan sebuah perangkat atau sistem yang ada didalam sebuah organisasi yang dianut oleh semua pegawai dalam menjalankan tugas Ae tugas yang diberikan oleh atasanm(Nisma Aprini and Ilpiyanto Baik buruknya suatu budaya organisasi yang berada didalam sebuah organisasi sangat menentukan keinginan bersama yang dianut oleh setiap pegawai dalam mewujudkan tujuan Ae tujuan organisasi tersebut. Pada suatu organisasi yang memiliki budaya organisasi yang baik maka akan memileki nilai Ae nilai yang akan menjadi pedoman para pegawai dalam melaksanakan suatu kegiatanya (Ilpiyano. Lokhisika, and Hidayah 2. Begitupun dengan pada organisasi instansi pemerintahan keadaan nilai-nilai yang terkndung didlaam organisasi sangat menentukan baik-buruknya pencpaaian hasil kerja secara keselruuhan karena dalam hal ini pegawai akan mentaati norma Ae noram yang ada didalam sebuah organisasi tersebut. Menurut Robbins . ada beberapa indikator budaya organisasi yaitu : Inovasi dalam pengambilan resiko, hal ini berkaitan dengan para pegawai mendapatkan dorongan untuk berani dalam mengambil resiko. Perhatian terhadap hal yang lebih detail, para pegawai dapat menunjukan ketepatan, analisis terhadap hal Ae hal yang lebih detail dalam bekerja. Berorientasi pada manfaat, pihak manajemen organisasi memfokuskan pada hasil dan manfaat. Berorientasi pada orang, keputusan pihak manajemerial dalam mempertimbangkan manfaat sumber daya manusia dalam organisasi. Berorientasi pada kerja tim, dimana didalam organisasi bekerja berdasarkan tim dan individual. Agresivitas, diamana setiap pegawai memiliki sifat yang agresif. Stabilitas, setiap aktivitas organisasi menjalankan perkembangan Disiplin adalah sebagai pelaksana dari unsur manajemen yang ada dalam organisasi untuk memperteguh pedoman dan peraturan Ae peraturan dalam organisasi. Disiplin adalah sesuatu yang menyebabkan dan memberikan dorongan kepada seseorang pegawai untuk melakukan perbuatan dan kegiatan yang sesuai dengan norma dan aturan Ae aturan yang ditetapkan oleh perusahaan (Andriansah. Hardiyansyah, and Aprini 2. Menurut Hasan . merumuskan indikator disiplin kerja adalah sebagai berikut: Melaksanakan dan menyelesaikan tugas tepat waktu, indikatornya yaitu : Pegawai menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan pegawai menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang diberikan Bekerja dengan kreatif dan inisiatif, indikatornya yaitu pegawai bekerja dengan semangat dan keterampilan dan adanya keinginan sendiri tanpa menunggu perintah Bekerja dengan jujur, penuh semangat dan tanggung jawab, indikatornya yaitu : Pegawai tidak menggunakan peralatan kantor untuk pribadi dan pegawai bertanggung jawab Datang dan pulang tepat pada waktunya, indikatornya yaitu : Pegawai datang kekantor tepat waktu dan pegawai pulang kerja sesuai waktunya Bertingkah laku sopan, indikatornya yaitu : pegawai memiliki keramah - tamahan dan pegawai memiliki sopan dan santun dalam bekerja. Berdasarkan hasil observasi penulis yang dilakukan di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim, ditemui beberapa permasalahan yaitu : Pegawai belum memiliki kebebasan dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan, disertai pula dengan pendidikan pegawai yang belum maksimal. Penempatan kerja pegawai belum sesuai dengan kebutuhan dan belum sesuai dengan penempatan yang semestinya, hal ini disebabkan karena masih kurangnya sumber daya manusia yang ada didalam organisasi tersebut. Kemampuan kerja pegawai masih rendah hal ini dapat diukur dari masih seringnya ada pekerjaan yang tidak selesai ketika dibutuhkan. (Nurwanah. Markoilpiyanto, and Yusnawati 2. Budaya organisasi yang ada belum baik, hal ini ditandai dengan 760 | Fachris Elwidra. Nisma Aprini. Ivan Batara. The Effect Of Work Flexibility. Work Placement. Work Ability . belum adanya inovasi, keberanian mengambil resiko yang masih rendah, perhatian terhadap detail pekerjaan belum ada dan belum terjalinnya kerja sama kelompok pegawai. LANDASAN TEORI Pengertian Fleksibilitas Kerja Menururt (N Aprini and Ilpiyanto 2. fleksibilitas kerja adalah jam kerja yang fleksibel membuat para pekerja tidak membutuhkan waktu yang lama, dalam hal ini fleksibilitas kerja memiliki keluangan waktu yang banyak dengan tujuan agar para pekerja dapat mengeluarkan ide dan gagasan Ae gagasan yang kreatif. Dengan adanya fleksibilitas kerja akan membentuk sebuah tanggung jawab para pekerja dan kualitas kerja yang lebih baik. Pengertian Penempatan Kerja Menurut (Darmin. Aprini, and Husada 2. penempatan kerja yaitu seorang pegawai yang diberikan penempatan tugas pekerjaan yang baru. Setiap intansi atau perusahaan harus dapat memilih dan menentukan karyawan atau pegawai yang berkompeten untuk mengisi jabatan yang kosong agar tugas pokok pada jabatan tersebut dapat dilaksanakan. Untuk itu harus diperoleh pekerja yang memiliki kemampuan sesuai dengan jabatan yang akan menjadi tanggung jawabnya dengan kata lain calon yang ditempatkan harus memiliki kompetensi yang diperlukan untuk dapat melaksanakan pekerjaan dalam suatu jabatan secara efektif dan efisien. Pengertian Kemampuan Kerja Kemampuan adalah salah satu unsur kematangan seseoang pegawai berkaitan dengan keterempilan dan pengetahuan seseorang yang dpaat diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dalam pengalaman kerja seseornag tersebut (Wulan and Batara 2. Menurut Gibson, . kemampuan merupakan potensi seseorang pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan, kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan fisik dfan mental seseorang dlam melaksanakan tugas Ae tugas yang diberikan. Pengertian Budaya Organisasi Menurut Susanto . budaya organisasi adalah nilai - nilai atau poin Ae poin yang terkandung yang menjadi pedoman pegawai dalam bekerja dalam menghadapi permasalahan yang ada dalam sebuah organisasi sehingga masing Ae masing setiap pegawai harus memahami nilai Ae nilai yang terkandung didalam organisasi tersebut sehingga pegawai dapat menentukan tingkah laku dan perilakunya dalam bekerja. Menurut (I Batara et al. budaya organisasi adalah suatu perangkat sistem yang ada didalam organisasi maupun suatu instansi pemerintahan dan organisasi yang dianut oleh setiap pegawai yang dapat membedahkan organisasi tersebut dengan organisasi yang lain. Pengertian Disiplin Kerja Menurut Sinungan . disiplin adalah sikap mental seseorang yang dapat dilihat dari perbuatan dan tindakan dari seseorang tersebut yang berupa ketaatan terhadap peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan untuk tujuan yang telah direncanakan. Menurut (Putra. Aprini, and Batara 2. disiplin adalah suatu kekuatan yang berkembang dalam diri seseorang yang menyebabkan seseorang tersebut dapat menyesuaikan diri dengan suka rela kepada peraturan Ae peraturan dan nilai Ae nilai yang ada. METODE PENELITIAN Uji Kualitas Data Uji kualitas data pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui kebasahan suatu data dengan menggunakan perhitungan statistik dan matematik dengan bantuan program SPSS, teknik analisis data dalam penelitian ini dengan rumus Ae rumus sebagai berikut : Uji Validitas Uji validitas adalah pengujian olah data yang menguji valid atau tidaknya suatu data, data dikatakan valid jika memiliki nilai r > 0,300 dan jika data yang diolah memiliki nilai r < 0,300 maka data yang diolah tersebut tidak valid. Data yang diolah ini adalah data hasil penyebaran kuisioner mengenai variabel Ae variabel penelitian yang dibagikan oleh penulis kepada sejumlah responden dalam penelitian. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 November 2025 page: 759 Ae 766 | 761 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah pengujian data dengan tujuan untuk menguji reliabel/ terpercaya atau tidaknya suatu data, dengan kriteria jika nilai koefisien . > 0,600, maka variabel penelitian dikatakan reliabel atau terpercaya dan jika nilai koefisien . < 0,600 maka data yang diuji tidak reliabel/terpercaya. Uji Normalitas Pengujian normalitas yang banyak dipakai, terutama setelah adanya banyak program statistik yang Kelebihan dari uji ini adalah sederhana dan tidak menimbulkan perbedaan persepsi diantara satu pengamat dengan pengamat yang lain, yang sering terjadi pada uji normalitas dengan menggunakan grafik (Sugiyono, 2020 :. Uji normalitas data dalam penelitian ini dengan menggunakan program SPSS versi 24,0. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain. Model regresi yang baik maka tidak terjadi heteroskedastisitas. (Sugiyono,2. Pengujian heteroskedastisitas dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut : Tidak terjadi heteroskedastisitas, jika nilai Signifikan lebih besar dari 0,05 Terjadi heteroskedastisitas, jika nilai Signifikan lebih kecil dari 0,05 Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas berkenaan dengan adanya hubungan kuat linier diantara variabel regresi. Konsekuensinya adalah koefisien regresi tak tentu dan kesalahan standarnya tak tehingga yang berakibat pada kesalahan pengambilan keputusan yaitu menerima hipotesis yang seharusnya ditolak. Umumnya multikolinieritas dapat diketahui dari nilai kofisien korelasi lebih besar dari 0. Multikolinearitas dapat juga diketahui dari nilai VIF (Variance Inflation Facto. Apabibla nilai VIF lebih besar dari 10 telah terjadi multikolinearitas sedangkan nilai VIF lebih kecil dari 10 tidak terjadi multikolinearitas. (Sugiyono,2. Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif digunakan dengan tujuan untuk menjelaskan kriteria data mengenai tanggapan responden terhadap variabel Ae variabel penelitian. Analisis Statistik Inferensial Analisis statistik inferensial merupakan analisis dengan tujuan untuk menguraikan kesimpulan hasil dari penelitian dengan menggunakan pengujian hipotesis berikut : Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel Ae variabel bebas terhadap variabel terikat secara sendiri Ae sendiri. Rumus regresi berganda dalam penelitian ini dengan persamaan yaitu : Y = a b1 X1 b2 X2 b3 X3 b4 X4 e Keterangan : = Variabel terikat = Constanta = Variabel Ae variabel bebas = Koefesien Regresi = error term . Uji Parsial (Uji . Uji parsial digunakan untuk mengetahui signifikan atau tidaknya pengaruh variabel Ae variabel bebas terhadap variabel terikat secara sendiri Ae sendiri. Koefisien Diterminasi Analisis koefisien diterminasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel Ae variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama - sama. Analisis koefisien diterminasi dalam penelitian ini dengan rumus dan ketentuan berikut : 762 | Fachris Elwidra. Nisma Aprini. Ivan Batara. The Effect Of Work Flexibility. Work Placement. Work Ability . = r2 x 100% Keterangan : = Koefisien Diterminasi = Koefisien Korelasi Uji Simultan (Uji F) Uji simultan dengan tujuan untuk mengetahui signifikan atau tidaknya Pengaruh variabel Ae variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat. Uji simultan dalam penelitian ini dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 % dan tingkat kesalahan sebesar 5 % atau 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda digunakan oleh peneliti dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Ae variabel bebas terhadap variabel terikat secara sendiri Ae sendiri, uji regresi berganda dapat dilihat dengan penyelesaian sebagai berikut : Tabel 1 Uji Regresi Berganda Variabel Fleksibilitas Kerja (X. Penempatan Kerja (X. Kemampuan Kerja (X. Budaya Organisasi (X. Dengan Disiplin Kerja (Y) Coefficientsa Standardized Coefficients Unstandardized Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Fleksibiltas Kerja Penempatan Kerja Kemampuan Kerja Budaya Organisasi Sumber : Data diolah dengan Program SPSS tahun 2025 Dari tabel di atas menunjukkan bahwa persamaan regresi berganda yang diperoleh dari hasil analisis yaitu : Y = 0,767 0,345 X1 0,387 X2 0,559 X3 0,295 X4. Persamaan regresi ini dengan penjelasan sebagai berikut : 1 Nilai constanta sebesar 0,767, menyatakan bahwa besarnya nilai variabel Disiplin Kerja (Y) adalah 3,691 dengan asumsi bahwa Fleksibilitas Kerja (X. Penempatan Kerja (X. Kemampuan Kerja (X. dan Budaya Organisasi (X. jika diabaikan atau dianggap tidak ada. 2 Nilai koefisien regresi vaeriabel Fleksibilitas Kerja (X. sebesar 0,345 menyatakan bahwa setiap penambahan satuan nilai Fleksibilitas Kerja (X. akan meningkatkan variabel Disiplin Kerja (Y) sebesar 0,345. Jadi besarnya pengaruh variabel Fleksibilitas Kerja (X. terhadap variabel Disiplin Kerja (Y) sebesar 0,345 atau 34,5 % dan sisanya 65,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak penulis teliti seperti : Kepemimpinan, pengawasan, pengalaman kerja, pembinaan dan pemberian 3 Nilai koefisien regresi variabel Penempatan Kerja (X. sebesar 0,387, menyatakan bahwa setiap penambahan satuan nilai Penempatan Kerja (X. akan meningkatkan variabel Disiplin Kerja (Y) yaitu sebesar 0,387. Jadi besarnya pengaruh variabel Penempatan Kerja (X. terhadap variabel Disiplin Kerja (Y) sebesar 0,387 atau 38,7 % dan sisanya 61,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak penulis teliti seperti : Kepemimpinan, pengawasan, pengalaman kerja, pembinaan dan pemberian 4 Nilai koefisien regresi variabel Kemampuan Kerja (X. sebesar 0,559 menyatakan bahwa setiap penambahan satuan nilai Kemampuan Kerja (X. akan meningkatkan variabel Disiplin Kerja (Y) sebesar 0,559. Jadi besarnya pengaruh variabel Kemampuan Kerja (X. terhadap variabel Disiplin Kerja (Y) sebesar 0,559 atau 55,9 % dan sisanya 44,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak penulis teliti seperti : Kepemimpinan, pengawasan, pengalaman kerja, pembinaan dan pemberian Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 November 2025 page: 759 Ae 766 | 763 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 5 Nilai koefisien regresi variabel Budaya Organisasi (X. sebesar 0,295, menyatakan bahwa setiap penambahan satuan nilai Budaya Organisasi (X. akan meningkatkan variabel Disiplin Kerja (Y) sebesar 0,295. Jadi besarnya pengaruh variabel Budaya Organisasi (X. terhadap variabel Disiplin Kerja (Y) sebesar 0,295 atau 29,5 % dan sisanya 70,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak penulis teliti seperti : Kepemimpinan, pengawasan, pengalaman kerja, pembinaan dan pemberian Uji Parsial (Uji . Uji parsial atau uji t merupakan pengujian yang dilakukan untuk menguji signifikasi antara variabel independent terhadap variabel dependent secara terpisah atau parsial, untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2 Uji Parsial (Uji . Model Sig. Fleksibiltas Kerja Penempatan Kerja Kemampuan Kerja Budaya Organisasi Sumber : Data diolah dengan Program SPSS tahun 2025 Berdasarkan hasil output SPSS di atas dapat dilihat hasil pengujian secara parsial pengaruh variabel Ae variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu sebagai berikut : Variabel Fleksibilitas Kerja (X. diperoleh nilai Sig sebesar 0,006 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukan bahwa variabel Fleksibilitas Kerja (X . berpengaruh signifikan terhadap variabel Disiplin Kerja (Y), dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti menunjukan pengaruh yang signifikan. Variabel Penempatan Kerja (X. diperoleh nilai Sig sebesar 0,016 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukan bahwa variabel Penempatan Kerja (X . berpengaruh signifikan terhadap variabel Disiplin Kerja (Y), dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti menunjukan pengaruh yang signifikan. Variabel Kemampuan Kerja (X. diperoleh nilai Sig sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukan bahwa Kemampuan Kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap variabel Disiplin Kerja (Y), dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti menunjukan ada pengaruh yang signifikan. Variabel Budaya Organisasi (X. diperoleh nilai Sig sebesar 0,020 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukan bahwa variabel Budaya Organisasi (X . berpengaruh signifikan terhadap variabel Disiplin Kerja (Y), dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti menunjukan ada pengaruh yang signifikan. Koefisien Determinasi Koefesien determinasi digunalkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Perhitungan koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Tabel 3 Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Sumber : Data diolah dengan Program SPSS tahun 2025 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Nilai koefisien determinasi dengan melihat nilai Adjusted R Square sebesar 0,691, hal ini menjelaskan besarnya pengaruh Fleksibilitas Kerja (X. Penempatan Kerja (X. Kemampuan Kerja (X. dan Budaya Organisasi (X. secara bersama - sama terhadap variabel Disiplin Kerja (Y) sebesar 69,1 % 764 | Fachris Elwidra. Nisma Aprini. Ivan Batara. The Effect Of Work Flexibility. Work Placement. Work Ability . sedangkan sisanya 30,1 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak penulis teliti seperti : Kepemimpinan, pengawasan, pengalaman kerja, pembinaan dan pemberian insentif. Uji Simultan (Uji F) Uji simultan merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel bebas . ndependent variabe. secara bersama - sama terhadap variabel terikat . ependent variabe. , uji simultan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Tabel 4 Uji Simultan (Uji F) ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Sig. Total Sumber : Data diolah dengan Program SPSS tahun 2025 Hasil tabel di atas menunjukan nilai Signifikan 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa variabel Fleksibilitas Kerja (X. Penempatan Kerja (X. Kemampuan Kerja (X. dan Budaya Organisasi (X. berpengaruh signifikan secara bersama Ae sama terhadap variabel Disiplin Kerja (Y). Jadi hipotesis dalam penelitian ini terbukti menunjukkan pengaruh signifikan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Fleksibilitas kerja berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim Penempatan kerja berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim Kemampuan kerja berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim Budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim Fleksibilitas kerja, penempatan kerja, kemampuan kerja dan budaya organisasi berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim Saran Dengan fleksibilitas kerja berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim, maka hendaknya fleksibilitas kerja pegawai harus ditingkatkan agar kedisiplinan pegawai senantiasa meningkat. Penempatan kerja berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim, oleh karena itu, maka hendaknya penempatan kerja pegawai harus disesuaikan dengan pendidikan dan kemampuan pegawai. Dengan fleksibilitas kerja, penempatan kerja, kemampuan kerja dan budaya organisasi berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim, oleh karena itu hendaknya pimpinan haru meningkatkan fleksibilitas kerja, penempatan kerja, kemampuan kerja dan budaya organisasi. DAFTAR PUSTAKA