Received: 27 May 2025 Revised: 27 May 2025 Accepted: 20 June 2025 Available online: 21 June 2025 Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Kepedulian dan Pemahaman dalam Penerapan Green Accounting pada UKM Tahu di Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep Istiyanatul Mahbubah1. Evi Malia2. Khoirin Azaro3. Yusna4. Ferdian Eko Syahputra5. Rudiana Fibriani6 1,3,4,5 Politeknik Negeri Malang, 2Universitas Islam Madura, 6Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan mahbubah@polinema. id1*, evi. malia@uim. id2, khoirin. azaro@polinema. yusna@polinema. id4, ferdianekosyahputra@gmail. com5, rudiana@stieyapan. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the awareness and understanding in the implementation of Green Accounting in tofu SMEs in Batuan District. Sumenep Regency. The type of data used in this study is primary data, namely by interviewing tofu business actors in Batuan District. Sumenep Regency. Based on the results of the interview, the understanding of tofu SME actors in Batuan District is still low because the preferences of tofu SME actors are still focused on business profits, not on product quality and environmental quality. Lack of awareness of environmental impacts that can affect the sustainability of their business is a factor causing the low level of understanding. terms of knowledge about environmental costs, business actors have also not been able to identify what are the components of environmental costs which are also a factor causing the low understanding of SMEs. Key words: Green Accounting. Environmental Costs. SMEs PENDAHULUAN Aktivitas produksi suatu usaha secara umum akan menghasilkan produk dan Limbah hasil produksi semestinya ketika akan masuk dalam tahap pembuangan harus memperhatikan faktor keamanan yang tidak mencemari Salah satu industri yang juga menghasilkan limbah adalah industri Industri tahu merupakan salah satu industri penyumbang emisi yang nilainya cukup signifikan. Jumlah industri tahu di Indonesia mencapai 84. 000 unit usaha. Kapasitas produksi dari industri tahu ini menghasilkan lebih dari 2,56 juta ton per tahun, dengan limbah cair sebanyak 20 juta meter kubik per tahun sehingga menghasilkan emisi 1 juta ton CO2 ekivalen. Dan sebagian besar yaitu sekitar 80% industri tahu ada di pulau Jawa, maka 0,8 juta ton CO2 ekivalen yang dihasilkan oleh industri tahu di pulau Jawa (Deputi Analisis Kebutuhan Iptek pada Deputi Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek Kementrian Ristek Eddy Prihantor. (Dewi, santi rahma. Skala usaha dalam industri tahu sebagian besar adalah skala kecil dan menengah, seperti halnya di Kabupaten Sumenep. Dampak positif limbah yang dihasilkan pabrik tahu berupa kulit kedelai, ampas dan air tahu masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat. Pemanfaatan limbah cair tahu menjadi nata de soya dan abon merupakan salah satu bentuk diversifikasi makanan berbahan baku ampas tahu. Selain itu, limbah cair tapioka juga dapat diolah menjadi nata de cassava dan limbah air kelap dapat diolah menjadi nata de coco. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Limbah berupa sayur-sayuran dan sisa bahan yang tidak termasak, bisa diolah menjadi pelet. Beberapa di antaranya bisa diolah menjadi kompos dengan proses fermentasi dan pencampuran pupuk organik. (Dewi, santi rahma. Dampak negatif limbah usaha kecil pangan dapat menimbulkan masalah dalam penanganannya karena mengandung sejumlah besar karbohidrat, protein, lemak, garam-garam, mineral, dan sisa-sisa bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan dan pembersihan. Air buangan . atau limbah buangan dari pengolahan pangan dengan Biological Oxygen Demand ( BOD) tinggi dan mengandung polutan seperti tanah, arutan alkohol, panas dan insektisida. Apabila efluen dibuang langsung ke suatu perairan akibatnya mengganggu seluruh keseimbangan ekologik dan bahkan dapat menyebabkan kematian ikan dan biota perairan lainnya. (Dewi, santi rahma. Manajemen limbah yang buruk dapat mengakibatkan dampak negative yang signifikan pada lingkungan, sumber daya alam, dan Kesehatan manusia. Green Accounting muncul sebagai pendekatan yang dapat membantu mengukur, memantau, dan mengelola dampak ekonomi dan lingkungan dari limbah. Dengan mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam Akuntansi. Green Accounting dapat memberiakan pandangan tentang dampak limbah terhadap ekonomi dan Kurangnya pemahaman industri dalam menerapkan prinsip Akuntansi hijau melalui Akuntansi hijau dapat dibandingkan dengan dua sisi koin. Di satu sisi, industri akan meraih profit, namun disisi lain peluang profit bisa terganggu oleh biaya lingkungan. Itulah sebabnya mengapa hanya sedikit Perusahaan yang menggunakan Akuntansi hijau. Saat ini para pelaku bisnis sebenarnya memiliki kepedulian cukup tinggi terhadap lingkungan, namun tidak diikuti dengan kesadaran tentang biaya lingkungan karena sangat peduli terhadap omset, laba dan biaya yang rendah pada usaha yang mereka Jalani. Para pelaku hanya sebatas memahami terhadap biaya lingkungan saja (Setiawan, 2. belum sampai pada Green Accounting (Diaz, 2. , baik tentang komponen Ae komponennya atau cara pengakuan ke dalam biaya usaha, sehingga tidak membebankan buaya lingkungan tersebut dalam biaya usahanya (Murti, 2. Green accounting yang terkadang dikenal sebagai Environmental Accounting menurut Ikhsan . adalah istilah yang berkaitan dengan dimasukkannya biaya lingkungan (Environmental Cos. ke dalam praktek akuntansi perusahaan atau lembaga pemerintah. Akuntansi lingkungan (Green Accountin. merupakan sarana untuk melaporkan operasional suatu lembaga . egara/kota/perusahaan/organisas. yang dikaitkan dengan lingkungan. Tujuannya adalah memberikan informasi mengenai kinerja operasional perusahaan yang berbasis pada perlindungan dan kepedulian terhadap lingkungan. Perusahaan yang tergolong UKM, biasanya hanya mementingkan profit dan tidak peduli pada lingkungan (Martusa, 2. dalam (Pentiana. Destia. Oleh karena itu, pemahaman mengenai akuntansi lingkungan . reen accountin. menjadi sangat penting bagi pelaku usaha di UKM karena ketika para pemilik UKM mengerti mengenai akuntansi lingkungan dan peduli terhadap lingkungan tempat mereka berusaha maka upaya mengurangi permasalahan lingkungan yang dihadapi saat ini akan terwujud. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Berdasarkan penelitian Risal et al. , perusahaan yang diteliti telah menerapkan akuntansi lingkungan dengan menganggarkan berbagai biaya lingkungan seperti pemeliharaan pabrik, penelitian pengelolaan limbah, pengawasan produk, pengelolaan limbah, serta pembersihan bak penampungan. Namun demikian, biaya-biaya lingkungan tersebut belum disajikan secara rinci dalam laporan keuangan. Di sisi lain. Pratiwi & Pravasanti . menemukan bahwa industri batik di Kampung Laweyan menunjukkan tingkat kepedulian lingkungan yang cukup baik, namun belum memiliki laporan audit lingkungan untuk mengevaluasi program, dana, dan kinerja lingkungan. Selain itu, kesadaran masyarakat masih rendah, tercermin dari hanya 10 perusahaan batik yang berpartisipasi dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) karena keterbatasan Temuan dari kedua penelitian tersebut mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dalam penerapan green accounting antara perusahaan berskala besar dan Berdasarkan fenomena ini, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih mendalam mengenai "Kepedulian dan Pemahaman dalam Penerapan Green Accounting pada UKM Tahu di Kecamatan Batuan. Kabupaten Sumenep. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan teori Taylor & Bogdan melalui dua teknik utama: . observasi langsung dengan mengamati kegiatan informan . emilik usaha dan karyawan UKM tah. untuk memperoleh informasi yang mendukung penelitian, dan . wawancara mendalam yang dilakukan secara tatap muka dengan informan untuk menggali data terkait kepedulian lingkungan, pemahaman green accounting, serta penerapannya pada UKM tahu di Kecamatan Batuan. Kabupaten Sumenep. Kedua teknik ini dipilih untuk mendapatkan data yang komprehensif dari sudut pandang pelaku usaha secara langsung. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Miles. Huberman & Saldana . yang meliputi tiga tahapan: . reduksi data dengan mengumpulkan dan menyaring informasi dari wawancara mendalam dengan informan terkait proses produksi tahu. penyajian data melalui deskripsi temuan hasil observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi tingkat kepedulian dan pemahaman pelaku UKM tahu tentang green accounting. penarikan kesimpulan berupa pernyataan singkat dan mudah dipahami yang merangkum temuan penelitian mengenai penerapan green accounting pada UKM tahu di lokasi penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan di UKM tahu yang ada di Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep. Jawa Timur. Jumlah seluruh UKM tahu di Kecamatan Batuan hanya da 2 UKM yang terletak di desa torbang dan Desa Batuan. Kecamatan Batuan. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Sehingga peneliti juga melakukan wawancara dengan penduduk di sekitar UKM berada untuk lebih memperkuat informasi dari pihak UKM. Kepedulian Lingkungan Perusahaan atau industri dalam menjalankan kegiatan produksi tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi tetapi juga pada dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas bisnis mereka. Hal ini sesuai dengan konsep teori Triple Bottom Line yang di kembangkan oleh John Elkington. Dalam bukunya Elkington, . Triple Bottom Linemengintegrasikan tiga aspek utama dalam pengambilan keputusan yaitu Profit. Planet . , dan People. Pada aspek ekonomi teori ini tidak hanya melihat dari segi keuntungan financial, namun juga melihat dari segi sosial dan lingkungan masyarakat sekitar perusahan. Sehingga dalam teori Triple Bottom Line suatu perusahaan atau industri yang sukses dapat diketahui dari informasi akuntansi yang memahami pelaporan keuntungan . serta memenuhi tanggung jawab nya pada lingkungan . dan memenuhi tanggung jawab nya pada sosial . Indikator yang digunakan pada Kepedulian lingkungan adalah : . Cara Menjaga kebersihan Lingkungan, . Strategi Pencegahan Limbah, . Surat Izin Lingkungan atau Sertifikasi Produk dan Proses Berdasar hasil wawancara dari kedua Informan Pemilik UKM Tahu di Desa Torbang dan Desa Batuan, para pemilik UKM Tahu sebenarnya sangat peduli dengan lingkungan namun karena keterbatasan pengetahuan tentang pengolahan bentuk pencegahannya berupa adanya strategi dan proses pengolahan yang cukup sederhana seperti yang di lakukan di UKM Tahu Desa Batuan sehingga limbah dari ampas tahu masih hanya bisa dimanfaatkan sebagai susu kedelai. Namun berbeda dengan UKM Tahu di desa Torbang yang mengungkapkan bahwa dirinya masih belum mengelola limbahnya dengan baik. Hal tersebut terjadi karena pemilik industri belum mengetahui banyak terkait pengolahan limbah. Meskipun begitu pemilik dari UKM Tahu desa Torbang masih terus belajar untuk bisa mengolah limbah dengan baik, seperti yang di ungkapkan beliau: AuSaya memang belum memiliki banyak pengetahuan terkait bagaimana cara mengolah limbah, bagaimana cara mengolah limbah menjadi berbagai olahan makanan yang bisa bermanfaat, karena saya juga belum pernah mengikuti pelatihan terkait pemanfaatan limbah karena juga tidak ada himbauan dan pelatihan dari pemerintah setempat. Tapi saya berusaha agar limbah yang saya timbulkan tidak merugikan orang lain. Sehingga sampai sekarang saya terus belajar dengan kejadian sebelumnya dan banyak belajar dengan pelaku usaha lainnya yang sudah lama mendirikan usaha tahuAy. Pemahaman Green Accounting Green Accounting merupakan gagasan dalam pengaplikasian akuntansi yang dimana perusahaan perlu untuk memasukkan biaya-biaya untuk upaya pelestarian lingkungan sekitar usahanya. Penerapan Green Accounting yang baik tentu akan mendorong keberhasilan perusahaan dalam meminimalisir persoalan lingkungan yang dihadapi oleh perusahaan. Indikator yang digunakan dalam mengukur variabel Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 pemahaman manajemen tentang Green Accounting menurut Yuliani, et. dalam (Lako . adalah: . Pemahaman tentang komponen akuntansi hijau, . Pemahaman tentang aktivitas lingkungan, . Pemahaman tentang aktivitas sosial . Berdasar hasil wawancara, informan tidak memahami sama sekali apa yang dimaksud dengan green accounting. ,Ay Saya tidak tau mbak apa itu Green Accounting, usaha saya hanya sebatas usaha Tahu sepertinya terlalu tinggi kalau harus ada Green accounting itu, yang penting dalam kesehariannya saya menjaga gimana caranya agar tidak rugi dan tidak merugikan lingkungan sekitarAy. Jawaban yang diberikan oleh pemilik UKM Tahu di desa Batuan, hal serupa juga diungkapkan oleh ibu Rini selaku pemilik UKM Tahu di Desa Torbang. AAo Saya tidak pernah dengar yang namanya Green accounting mbak, kalo hanya Akuntansi saya pernah dengar tapi juga tidak tau Akuntansi itu apaAo. Green Accounting belum disampaikan secara mendalam karena keterbatasan tingkat pendidikan pelaku UKM. Selaras dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Pentiana, destia. dari sisi pengetahuan, masih kurangnya pemahaman dan pengetahuan para pelaku UKM tahu tempe tersebut salah satunya karena kurangnya sosialisasi dan keterbatasan waktu yang dimliki para pelaku usaha untuk dapat mempelajari tentang konsep green accounting. Penerapan Green Accountting Menurut Teori legitimasi (Legitimacy theor. fokus pada hubungan diantara perusahaan dengan lingkungan dan masyarakat sekitar. Menurut (Ghozali dan Chariri, 2. Legitimasi penting bagi organisasi atau perusahaan, batasan ditekankan oleh norma dan nilai sosial, dan mengatasi batasan ini memfasilitasi pentingnya menganalisis perilaku organisasi yang relevan dengan lingkungan. Perusahaan harus menjaga hubungannya dengan lingkungan dan masyarakat sekitar, legitimasi memiliki peran dalam mempertahankan hubungan tersebut. Terlepas dari seberapa bagusnya kinerja finansial perusahaan tanpa legitimasi maka hubungan perusahaan dengan lingkungan dan masyarakat sekitar tidak akan Dalam dunia usaha menjaga kebersihan lingkungan bisa dilakukan dengan mengelola limbah yang dihasilkan selama proses produksi. Mengelola limbah hasil industri itu merupakan sikap peduli terhadap lingkungan yang dilakukan oleh pemilik industri. Pengelolaan limbah dalam Green Accounting masuk pada suatu biaya tersendiri, sehingga efisiensi pengelolaan lingkungan industri ini dilihat dari segi biaya yang dikeluarkan oleh pemilik industri untuk kelestarian lingkungan. Menurut Mowen & Hansen, . terdapat biaya yang menjadi indikator penerapan Green Accounting yaitu : . Kepedulian lingkungan hidup, . Pengetahuan biaya usaha, . Kesadaran biaya lingkungan, . Pengetahuan biaya lingkungan. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Dari hasil wawancara terhadap Informan pertama di Desa Batuan. Informan tidak memahami maksud dari biaya lingkungan, sehingga walaupun sudah menerapkan pengolahan limbah tapi tidak memasukkan secara detail dalam keuangannya, karena hasil olahan limbah juga menghasilkan laba dari penjualan susu kedelai, berikut penuturan pemilik UKM tahu desa Batuan : Ay saya tidak tau mbak mengenai biaya lingkungan, karena biaya yang dikeluarkan ya buat modal untuk pembuatan tahunya saja, kalau usaha tahu ya tidak ada laporan keuangan soalnya, hanya ada modal dan biaya biaya yang dikeluarkan, sisanya yaitu untungnya, kalau biaya lingkungan ya nggak ada, karena memang kita tidak merugikan sama tetangga sekitar, kalau limbah nya kan diolah jadi susu kedelai juga dapet uang dari situAy. Begitu juga dengan respon informan kedua yaitu Pemilik UKM Tahu Desa Torbang : AAy saya nggak tau macam macam biaya mbak, yang dihitung setiap harinya ya modal sama pengeluaran, kalau masalah biaya lingkungan saya tidak ada dan juga tidak ada komplain dari tetangga tentang pencemaran karena memang kita sanagat hati-hati. Hampir setiap harinya kita juga memberikan tahu pada tetangga sekitar dan itu tidak dihitung dalam modal saya anggap sedekah sajaAy. Dari hasil wawancara tersebut sejalan dengan hasil peneliti terdahulu (Dewi. Santi Rahma. pelaku UKM peduli terhadap lingkungan akan tetapi tidak tahu apa saja komponen-komponen dan bagaimana memasukkan dalam biaya produksi. Dalam menghitung biaya usaha pelaku usaha UKM telah memisahkan antara biaya usaha dan pengeluaran pribadi. Pemahaman untuk memisahkan dana pribadi dan dana usaha sangat penting bagi pelaku usaha, hal ini diperlukan untuk lebih mengetahui berapa total biaya usaha serta profit usaha yang dijalani. (Pentiana. Destia. KESIMPULAN Dari hasil pembahasan bahwa pelaku UKM peduli terhadap lingkungan akan tetapi tidak tahu apa saja komponen-komponen dan bagaimana memasukkan dalam biaya produksi. Selain itu semakin meningkatnya harga bahan baku sedangkan harga jual ditentukan oleh harga pasar, pelaku UKM mengharapkan biaya produksi yang rendah. Untuk penelitian selanjutnya bisa diperluas lagi pengambilan sampelnya agar mendapatkan hasil yang lebih akurat dan informatif. Pemerintah perlu melakukan pelatihan untuk membuat alternatif pengolahan limbah yang bermanfaat bagi masyarakat dan kelangsungan usaha itu sendiri seperti membuat biogas dari limbah cair, mengolah limbah tahu menjadi susu kedelaidan Nata de coco. Pemerintah juga harus memberikan penyuluhan terhadap pelaku UKM tentang memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk lebih banyak memilih Informan agar data yang diperoleh dan informasi yang diperoleh semakin lengkap dan relevan. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 DAFTAR PUSTAKA