Jurnal Tarbawi JURNAL TARBAWI Volume 14. Issue 1 (June 2. , 145-160 P-ISSN 2252-5882. E-ISSN 2597-6672 DOI: https://doi. org/10. 36781/tarbawi. Efektivitas Pembelajaran Tarkib Dengan Model Pembelajaran Collaborative Learning Menggunakan Aplikasi Quizlet Dhiya Nafisah Ulhaq1. Wasilah2. Muhammad Alfath Qaaf3 1,2,3 UIN Raden Fatah Palembang dhiyanafisahulhaq26@gmail. wasilah_uin@radenfatah. alfathqaaf_uin@radenfatah. Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of the Collaborative Learning model assisted by the Quizlet application in improving studentsAo tarkib (Arabic sentence structur. competence at MAN 3 Palembang. This quantitative research employed a quasiexperimental design to obtain an empirical understanding of the differences in learning outcomes before and after the implementation of the model. Data were collected through observation, interviews, pre-tests, and post-tests, and were analyzed using normality tests and the MannAe Whitney U test to determine the significance of the improvement. The findings indicate that prior to the intervention, instruction was dominated by lecture-based methods, resulting in low student participation and uneven comprehension of tarkib material. Following the implementation of Collaborative Learning combined with Quizlet as an interactive practice tool, learning became more collaborative, engaging, and encouraged active involvement in discussions and task completion. Statistical results showed an Asymp. Sig. value of 0. 000 < 0. indicating a significant difference between learning outcomes before and after the intervention, further supported by an increase in the average post-test score to 98. Overall, this study concludes that Collaborative Learning supported by Quizlet is effective in improving studentsAo mastery of sentence structure, learning motivation, and collaborative skills, and serves as a relevant and sustainable instructional strategy for teaching Arabic. Keywords: Collaborative Learning. Quizlet. Tarkib Learning. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Collaborative Learning berbantuan aplikasi Quizlet dalam meningkatkan kemampuan tarkib peserta didik di MAN 3 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental untuk memperoleh gambaran empiris mengenai perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model Copyright: A 2024. The authors. Jurnal Tarbawi is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License Dhiya Nafisah Ulhaq. Wasilah. Muhammad Alfath Qaaf pembelajaran tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pre-test, dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji Mann-Whitney U untuk mengetahui signifikansi peningkatan kemampuan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sebelum intervensi masih didominasi metode ceramah sehingga partisipasi peserta didik rendah dan pemahaman materi tarkib tidak merata. Setelah diterapkan model Collaborative Learning yang dipadukan dengan penggunaan Quizlet sebagai media latihan interaktif, pembelajaran menjadi lebih kolaboratif, menarik, dan mendorong keterlibatan aktif siswa dalam diskusi maupun penyelesaian tugas. Temuan statistik menunjukkan nilai Asymp. Sig. 0,000 < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model, diperkuat oleh peningkatan nilai rata-rata post-test menjadi 98,97. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Collaborative Learning berbantuan aplikasi Quizlet efektif dalam meningkatkan pemahaman struktur kalimat, motivasi belajar, serta kemampuan kolaboratif peserta didik, dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang relevan dan berkelanjutan dalam pengajaran bahasa Arab. Kata kunci: Collaborative Learning. Quizlet. Pembelajaran Tarkib Pendahuluan Bahasa Arab menempati posisi strategis dalam sistem pendidikan Islam, khususnya di lingkungan Madrasah Aliyah, karena menjadi kunci utama untuk memahami khazanah keilmuan Islam secara mendalamAibaik melalui Al-QurAoan. Hadis, maupun literatur klasik dan kontemporer. 1 Dengan peran fundamental tersebut, bahasa Arab tidak dipandang semata-mata sebagai bahasa asing, melainkan instrumen penting dalam membentuk wawasan keagamaan peserta Oleh sebab itu. Madrasah Aliyah menempatkan bahasa Arab sebagai mata pelajaran inti yang wajib dikuasai siswa sebagai bagian dari kompetensi keislaman yang harus mereka miliki. 1 Yuniar Yuniar. Fitri Hidayati, and Tiya Anggita. AuTatwir Barnamij Wondershare Quiz Creator Aoala Al-Kitab Al-AoArabiyyah Baina Yadaik Kamasdar TaAoLim AlMustaqil,Ay Jurnal Al-Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab 12, no. 1 (May 31, 2. : 112Ae27, https://doi. org/10. 24042/albayan. 2 Wasilah Wasilah et al. AuCOOPERATIVE LEARNING IN ARABIC WRITING SKILL WITH MEDIA CHAIN WORD FLAG,Ay Proceeding International Conference on Islam Education (ICONIE), 25Ae37, https://proceeding. id/index. php/iconie/article/view/1688. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Efektivitas Pembelajaran Tarkib Dengan Model Pembelajaran Collaborative Learning Menggunakan Aplikasi Quizlet Dalam praktiknya, pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama berkaitan dengan kondisi psikologis dan afektif peserta didik seperti motivasi dan minat belajar3. Paradigma pendidikan modern yang berorientasi pada student-centered learning menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh kesiapan, kebutuhan, serta karakteristik peserta didik. Hal ini menjadi relevan mengingat latar belakang pendidikan siswa Madrasah Aliyah cukup beragam4. Sebagian siswa berasal dari Madrasah Tsanawiyah dan Pondok Pesantren yang telah memiliki fondasi dasar bahasa Arab, termasuk pengetahuan nahwuAesharaf dan familiaritas dengan kosa kata Kelompok ini umumnya menunjukkan motivasi belajar yang tinggi. Berbeda dengan itu, terdapat kelompok siswa yang berasal dari SMP umum/nonkeagamaan yang belum pernah berinteraksi dengan bahasa Arab sebelumnya6. Minimnya pengalaman awal menyebabkan mereka mengalami hambatan dalam mengikuti materi pelajaran dan menunjukkan motivasi yang relatif rendah7. Perbedaan latar belakang tersebut melahirkan kesenjangan kompetensi awal dalam kelas, sehingga guru harus berhadapan dengan dua kelompok siswa yang memiliki kesiapan belajar berbeda8. Kondisi ini menuntut guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjaga motivasi 3 Ahmad Tarmizi and Muhammad Alfath Qaaf. AuEfektivitas Cooverative Learning Terhadap Pembelajaran Kaidah Bahasa Arab Menggunakan Kitab Silsilah TaAolimil Lughotil Arabiyyah,Ay Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10, no. : 218Ae28. 4 Rendi Sabana. AuImplementation of Collaborative Learning Method on Arabic Language Material at Mts Nasyril Islam Palembang,Ay in Arabic Teaching and Learning International Conference (ATALIC), vol. 1, 2025, 220Ae35. 5 Nurwa Purnama. Kemas Muhammad, and Achmad Yani. AuEffectiveness of Quantum Learning-Based Speech Skills Learning Using Flipbook Media,Ay Journal of Arabic Language Teaching 5, no. : 33Ae44. 6 Nazarmanto Nazarmanto and Suryati Suryati. AuHubungan Kemampuan Mengajar Guru Dan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab Di MTsN 1 Palembang,Ay At-TaAolim: Media Informasi Pendidikan Islam 22, no. : 108Ae26. 7 Mukmin Mukmin et al. AuThe Contribution of Self-Directed Learning to Arabic Language Materials to the Improvement of StudentsAo Writing Literacy,Ay Al-Irfan: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies, 2025, 148Ae65. 8 Nurul Hidayah. Mukmin Mukmin, and Siti Marfuah. AuThe Correlation between Arabic Learning Motivation and Arabic Language Competence of Education Study Program Students in Post-COVID-19 Pandemic,Ay Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab 15, no. : 380Ae98. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dhiya Nafisah Ulhaq. Wasilah. Muhammad Alfath Qaaf siswa, menumbuhkan minat, serta menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif9. Permasalahan motivasi dan minat belajar tersebut berasal dari faktor internal maupun eksternal10. Faktor internal meliputi persepsi negatif bahwa bahasa Arab sulit, kurang menarik, serta tidak relevan dengan kebutuhan mereka. Faktor eksternal meliputi lingkungan belajar yang kurang mendukung, metode pembelajaran yang monoton, keterbatasan media, serta minimnya inovasi pedagogis11. Dukungan manajemen sekolah menjadi sangat penting, mengingat peran kepala madrasah dalam mengarahkan kebijakan pembelajaran terbukti mampu meningkatkan apresiasi siswa terhadap bahasa Arab12. Ketika manajemen sekolah memberikan perhatian terhadap peningkatan mutu pembelajaran, ekosistem belajar yang kondusif dapat terbentuk dan berdampak positif pada prestasi siswa. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, materi tarkb memiliki urgensi khusus karena berkaitan langsung dengan kemampuan memahami struktur kalimat13. Penguasaan tarkb diperlukan untuk membangun kompetensi berbahasa yang Kemas Irmansyah Irmansyah Muhammad. AuUtilizing Interactive Media to Enhance Arabic Literacy in Secondary School Students,Ay IJ-ATL (International Journal Arabic Teaching Learnin. , https://doi. org/https://doi. org/10. 33650/ijatl. 10 Jumhur Jumhur. AuLearning Classroom Environment and Mufrodat Memory Ability of Madrasah Students in Palembang,Ay An-Nida: Jurnal Pendidikan Islam 10, 3 (June 10, 2. : 116Ae22, https://doi. org/10. 30999/an-nida. 11 Asni Sherti Monica Singgih Restu. Yuniar Yuniar. Jamanuddin Jamanuddin. Pramudito Muhammad Aji. AuPembelajaran Bahasa Arab Dengan Menggunakan Kitab Lisan Arabi Di Pondok Pesantren Al-Mubarokah,Ay Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar . 361Ae81, https://doi. org/https://doi. org/10. 23969/jp. 12 Irmansyah Irmansyah. Muhammad Alfath Qaaf, and Yuslina Yuslina. AuPENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA BERBASIS SAVI (SOMATIS, AUDITORI. VISUAL DAN INTELEKTUAL),Ay Jurnal Al-Mashadir: Journal of Arabic Education and Literature 3, no. 01 (June 27, 2. : 69Ae86, https://doi. org/10. 30984/almashadir. 13 Darsa Muhammad and Muassomah Muassomah. AuRespon Siswa Terhadap Pembelajaran Tarkib Berbasis Mind Mapping Di Masa Pandemi Covid-19,Ay An Nabighoh 23, no. : 67Ae86. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Efektivitas Pembelajaran Tarkib Dengan Model Pembelajaran Collaborative Learning Menggunakan Aplikasi Quizlet komprehensifAibaik membaca, menulis, maupun berbicara14. Pemahaman gramatikal yang kuat memungkinkan siswa menyusun kalimat secara benar dan melakukan analisis sintaksis secara mandiri. Namun demikian, pengajaran tarkb sering kali menimbulkan kesulitan tersendiri bagi guru dan siswa, terutama dalam melakukan penilaian terhadap tingkat kemahiran siswa. Hasil observasi awal di MAN 3 Palembang menunjukkan bahwa minat siswa terhadap pelajaran bahasa Arab, khususnya tarkb. Sebagian menunjukkan antusiasme, namun tidak sedikit yang mengalami kesulitan karena lemahnya pemahaman tata bahasa. Variasi metode pembelajaran yang digunakan guru juga mempengaruhi tingkat pemahaman siswa. Sebagian guru masih mengandalkan metode ceramah yang bersifat teacher-centered. Meskipun metode ini efisien dalam penyampaian materi teoritis, pendekatan tersebut kerap menjadikan siswa sebagai penerima pasif. Di sisi lain, beberapa guru mulai mempraktikkan metode pembelajaran interaktif yang lebih kontekstual dan partisipatif. Keberagaman tersebut mengindikasikan perlunya inovasi model pembelajaran yang dapat menyeimbangkan kebutuhan penyampaian materi dengan keterlibatan aktif siswa. Salah satu pendekatan yang dinilai potensial adalah Collaborative Learning yang dipadukan dengan pemanfaatan media digital seperti aplikasi Quizlet. Model ini diyakini mampu meningkatkan interaksi antarsiswa, memperkuat pemahaman materi melalui kerja sama, dan menyediakan pengalaman belajar yang lebih menarik15. Melihat berbagai tantangan dan kebutuhan tersebut, penelitian mengenai efektivitas model pembelajaran kolaboratif berbasis aplikasi digital menjadi relevan untuk dikaji lebih mendalam16. Penelitian ini tidak hanya berupaya menjawab kesenjangan antara kebutuhan pedagogis dan praktik pembelajaran yang berlangsung, tetapi juga menawarkan alternatif solusi terhadap rendahnya minat dan motivasi Afrizal Abdul Hafizh and Ubaid Ridlo. AuPengembangan Intrument Evaluasi Tarkib Pada Pembelajaran Bahasa Arab,Ay Al-Hasani: Journal of Islamic Studies 1, no. : 84Ae99. 15 Muhammad Rizky Setiawan and Pangesti Wiedarti. AuThe Effectiveness of Quizlet Application towards StudentsAo Motivation in Learning Vocabulary,Ay Studies in English Language and Education 7, no. : 83Ae95. 16 Abdulaziz B Sanosi. AuThe Effect of Quizlet on Vocabulary Acquisition,Ay Asian Journal of Education and E-Learning 6, no. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dhiya Nafisah Ulhaq. Wasilah. Muhammad Alfath Qaaf siswa dalam memahami materi tarkb. Dengan demikian, penelitian ini memiliki kontribusi penting dalam pengembangan strategi pembelajaran bahasa Arab yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan generasi pembelajar masa kini17. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi pembelajaran tarkb sebelum dan sesudah penerapan model Collaborative Learning menggunakan aplikasi Quizlet, serta mengevaluasi efektivitas penerapan model tersebut di kelas XI MAN 3 Palembang. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan model exploratory sequential design, yang dimulai melalui pengumpulan data kualitatif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai kondisi pembelajaran Tarkib di MAN 3 Palembang. Tahap kualitatif ini mencakup observasi terhadap proses pembelajaran, wawancara terbuka dengan guru serta beberapa siswa, dan pengumpulan dokumentasi berupa foto kegiatan serta dokumen pendukung lainnya. Hasil eksplorasi awal kemudian dianalisis untuk merumuskan kebutuhan pembelajaran, karakteristik kesulitan siswa, dan strategi implementasi model pembelajaran yang tepat. Temuantemuan kualitatif tersebut menjadi dasar pengembangan instrumen dan penyusunan perlakuan pada tahap kuantitatif. Tahap kuantitatif menggunakan desain pretestAeposttest control group design, di mana dua kelas dipilih secara acak sebagai sampel penelitian. Satu kelas berfungsi sebagai kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran Tarkib melalui model Collaborative Learning berbantuan aplikasi Quizlet18, sedangkan kelas lainnya menjadi kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran dengan metode konvensional. Pembelajaran model kolaboratif diterapkan melalui kegiatan kerja kelompok, diskusi, latihan bersama, dan Nurwa Purnama and Nopriyanti Permatasari. AuPenerapan Metode Quantum Learning Dengan Media Nodrob ( Domino I Ao Rob ) Dalam Pembelajaran Nahwu,Ay Al-Injazat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Universitas Annuqayah 1, no. : 97Ae 18 Kemas Muhammad and Nurwa Purnama. AuPengembangan Bahan Ajar Maharah Kalam Berbasis Quantum Learning Menggunakan Media Flip Book Di Mi Al Ishlah Palembang,Ay in Arabic Teaching and Learning International Conference (ATALIC), vol. 2025, 27Ae46. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Efektivitas Pembelajaran Tarkib Dengan Model Pembelajaran Collaborative Learning Menggunakan Aplikasi Quizlet pemanfaatan Quizlet sebagai media evaluasi digital yang memungkinkan siswa berlatih secara interaktif. Sementara itu, pembelajaran pada kelompok kontrol berlangsung sebagaimana biasanya dengan pendekatan central teaching yang menempatkan guru sebagai sumber utama pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 3 Palembang yang beralamat di Jl. Inspektur Marzuki. Siring Agung. Ilir Barat 1. Kota Palembang. Lokasi ini dipilih berdasarkan hasil kajian awal yang menunjukkan bahwa pembelajaran Tarkib di madrasah tersebut menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi siswa dan variasi kemampuan yang cukup lebar. Penelitian berlangsung selama empat bulan, mulai dari tahap persiapan hingga analisis hasil penelitian. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI, sedangkan sampel terdiri dari enam puluh siswa yang terbagi menjadi dua kelas, masingmasing tiga puluh siswa. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan simple random sampling untuk memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anggota populasi. Variabel penelitian terdiri atas variabel independen berupa model pembelajaran Collaborative Learning berbantuan aplikasi Quizlet dan variabel dependen berupa hasil belajar Tarkib siswa. Secara konseptual. Collaborative Learning merupakan model pembelajaran yang menekankan kerja sama antar-siswa melalui interaksi kelompok untuk mencapai tujuan belajar, sedangkan secara operasional diterapkan melalui pembagian kelompok, penugasan kolaboratif, latihan melalui fitur Quizlet seperti flashcard, match game, dan kuis. Hasil belajar Tarkib secara konseptual merujuk pada kemampuan siswa memahami dan menyusun kalimat sesuai kaidah sintaksis bahasa Arab, dan secara operasional diukur melalui skor pretest dan posttest yang disusun berdasarkan indikator kompetensi materi Tarkib. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta tes hasil belajar. Observasi bertujuan mendapatkan gambaran autentik mengenai dinamika pembelajaran, partisipasi siswa, dan strategi guru dalam mengelola kelas. Wawancara dilakukan secara terbuka agar informan dapat menyampaikan pengalaman dan pandangan secara lebih luas tentang pembelajaran Tarkib maupun penggunaan model kolaboratif berbasis teknologi. Dokumentasi digunakan sebagai pelengkap untuk menguatkan data lapangan. Pada Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dhiya Nafisah Ulhaq. Wasilah. Muhammad Alfath Qaaf tahap kuantitatif, pretest diberikan untuk mengetahui kemampuan awal siswa, sedangkan posttest diberikan setelah perlakuan untuk melihat peningkatan hasil belajar. Instrumen tes disusun berdasarkan indikator pembelajaran dan telah melalui proses validasi ahli serta uji coba untuk memastikan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data kualitatif dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Seluruh data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi ditata secara sistematis untuk menemukan pola-pola penting yang menggambarkan kondisi pembelajaran dan respons Sementara itu, analisis data kuantitatif dilakukan untuk menguji efektivitas penerapan Collaborative Learning berbantuan Quizlet. Tahapan analisis mencakup uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test untuk melihat peningkatan kemampuan dalam setiap kelompok, serta uji independent sample t-test untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok Hasil analisis ini menjadi dasar untuk menyimpulkan apakah model pembelajaran kolaboratif dengan dukungan platform Quizlet mampu meningkatkan hasil belajar Tarkib siswa secara Hasil dan Pembahasan Profil Objek Penelitian MAN 3 Palembang merupakan Madrasah Aliyah Negeri yang berlokasi di Jalan Inspektur Marzuki. Siring Agung. Ilir Barat I. Kota Palembang, dengan sejarah yang berawal dari lembaga Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN 4 dan 6 tahu. di bawah Departemen Agama sebelum dialihfungsikan pada tahun 1991 dan resmi ditetapkan sebagai MAN 3 Palembang melalui SK Menteri Agama RI No. 42 Tahun 1992. Madrasah ini terus berkembang, termasuk penetapannya sebagai penyelenggara Pendidikan Keterampilan pada tahun 1997 serta sebagai MAN Model pada tahun 1998, diikuti penyelenggaraan Program Akselerasi bagi siswa Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa (CIBI) berdasarkan SK tahun 2008. Saat ini MAN 3 Palembang dikelola oleh kepala madrasah beserta jajaran wakil kepala dan tenaga pendidik yang menjalankan fungsi akademik, dengan peserta didik yang memiliki latar belakang beragam dari MTs, pesantren, hingga SMP umum. Keragaman ini berdampak pada variasi Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Efektivitas Pembelajaran Tarkib Dengan Model Pembelajaran Collaborative Learning Menggunakan Aplikasi Quizlet kemampuan awal dalam pembelajaran bahasa Arab, khususnya materi tarkib, sehingga madrasah ini menjadi lokasi yang relevan untuk meneliti efektivitas model Collaborative Learning berbantuan aplikasi Quizlet dalam meningkatkan pemahaman struktur kalimat siswa. Pembelajaran Tarkib Sebelum Diterapkannya Model Pembelajaran Collaborative Learning Menggunakan Aplikasi Quizlet Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada 14 Mei 2025, masih berpusat pada metode ceramah di mana guru menjadi sumber utama informasi melalui penjelasan materi, pemberian contoh, dan sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman peserta didik. Meskipun guru berupaya menciptakan suasana kelas yang aktif, respons peserta didik tetap bervariasi. sebagian menunjukkan antusiasme, sementara lainnya tampak kurang fokus, terutama karena perbedaan latar belakang pendidikan sebelum masuk madrasah. Guru Bahasa Arab menjelaskan bahwa peserta didik lulusan pondok pesantren umumnya lebih mudah memahami materi karena telah memiliki dasar bahasa Arab, sedangkan siswa dari SMP umum memerlukan penjelasan lebih rinci dan berulang agar dapat mengikuti pembelajaran tarkib dengan baik. Perencanaan pembelajaran telah dirumuskan melalui Modul Ajar dan didukung penggunaan buku Ebook Bahasa Arab dari Penerbit Erlangga, namun pada tahap pelaksanaan masih ditemukan kendala berupa kejenuhan siswa akibat dominasi ceramah serta kesulitan memahami pola susunan kalimat. Wawancara dengan peserta didik memperkuat temuan tersebut. beberapa siswa, seperti M. Faturrahman dan Putri Aurelia, mengaku mengalami kesulitan dalam memahami fungsi unsur kalimat dan menjawab tugas tarkib, meskipun guru telah memberikan bimbingan tambahan dan contoh yang lebih sederhana. Evaluasi pembelajaran, yang dilakukan melalui tes tertulis dan latihan penyusunan kalimat, juga masih bersifat konvensional sehingga membuat peserta didik cenderung pasif dan kurang terlibat aktif, yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kritis serta kurang berkembangnya keterampilan kolaboratif mereka dalam memahami struktur kalimat bahasa Arab. Pembelajaran Tarkib Setelah Diterapkannya Model Pembelajaran Collaborative Learning Menggunakan Aplikasi Quizlet Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dhiya Nafisah Ulhaq. Wasilah. Muhammad Alfath Qaaf Setelah penerapan model Collaborative Learning berbantuan aplikasi Quizlet, pembelajaran tarkib di MAN 3 Palembang menunjukkan perubahan yang signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang masih didominasi metode ceramah dan membuat peserta didik kurang aktif serta mengalami kesulitan memahami struktur kalimat. Penerapan model baru ini diawali dengan perencanaan matang berdasarkan hasil pre-test yang dilaksanakan pada awal Mei 2025, yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik kelas XI masih berada di bawah KKM dengan rata-rata hanya 40,6%, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih menarik, kolaboratif, dan mampu meningkatkan pemahaman mereka. Proses perencanaan meliputi penyusunan materi, pengondisian kelas, serta pembuatan soal tes yang akan digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik setelah pembelajaran berlangsung. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran disusun melalui aktivitas kolaboratif seperti diskusi kelompok, presentasi hasil telaah materi, pembuatan pertanyaan, serta penjelasan penguatan dari guru, yang kemudian diakhiri dengan evaluasi melalui permainan interaktif di aplikasi Quizlet agar peserta didik dapat belajar sambil bermain dalam suasana kompetitif yang sehat. Pengamatan di kelas menunjukkan bahwa meskipun pada awalnya beberapa peserta didik tampak kurang antusias, suasana belajar berubah menjadi lebih hidup setelah guru memperkenalkan cara kerja model kolaboratif dan penggunaan Quizlet. siswa mulai terlibat aktif dalam diskusi, menunjukkan rasa ingin tahu, serta bersemangat menyelesaikan latihan yang diberikan. Hasil post-test memperkuat temuan tersebut, di mana seluruh peserta didik dinyatakan lulus dengan rata-rata nilai 98,97, menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan sebelum penggunaan model ini. Refleksi pelaksanaan menunjukkan bahwa pembelajaran berhasil menciptakan suasana yang aktif, komunikatif, serta mampu menumbuhkan keberanian peserta didik dalam bertanya, menjelaskan, dan bekerja sama menyelesaikan persoalan tarkib, sekaligus memperlihatkan peningkatan kemampuan mereka dalam memahami dan menyusun kalimat bahasa Arab sesuai kaidah. Meskipun demikian, penggunaan model ini tetap menuntut manajemen waktu yang proporsional antara kegiatan kelompok, penggunaan media digital, dan penjelasan guru agar seluruh tujuan pembelajaran tercapai secara optimal. Secara keseluruhan, penerapan Collaborative Learning berbantuan Quizlet terbukti efektif dalam Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Efektivitas Pembelajaran Tarkib Dengan Model Pembelajaran Collaborative Learning Menggunakan Aplikasi Quizlet meningkatkan pemahaman materi tarkib, motivasi belajar, partisipasi aktif, serta hasil belajar peserta didik di kelas XI MAN 3 Palembang. Efektivitas Pembelajaran Tarkib Dengan Model Colaborative Learning Menggunakan Aplikasi Quizlet di Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang. Untuk melihat efektivitas pembelajaran, maka dilakukan uji normalitas dan uji Mann-Whitney sebagai dasar untuk menilai perbedaan kemampuan peserta didik sebelum dan sesudah diterapkannya model Collaborative Learning berbantuan aplikasi Quizlet. Uji Normalitas Pada tabel uji normalitas di atas, terlihat bahwa hasil uji Kolmogorov- Smirnov maupun Shapiro-Wilk untuk kedua kelompok . elas 1 dan kelas . menunjukkan nilai signifikansi (Sig. ) = 0,000, Karena nilai Sig. untuk kedua kelompok adalah 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, uji statistik yang digunakan untuk menguji perbedaan dua kelompok adalah uji non- parametrik, yaitu Mann-Whitney U Test. Uji Mann-Whitney U Test. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dhiya Nafisah Ulhaq. Wasilah. Muhammad Alfath Qaaf terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan setelah penerapan model Collaborative Learning berbantuan aplikasi Quizlet. Nilai Mean Rank yang lebih tinggi menegaskan bahwa kemampuan peserta didik meningkat secara nyata setelah mengikuti pembelajaran tersebut. Pembahasan Pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum penerapan model Collaborative Learning berbantuan Quizlet, pembelajaran tarkib masih didominasi metode ceramah sehingga aktivitas belajar siswa terbatas dan respons mereka tidak merata, sebagaimana terlihat pada observasi 14 Mei 2025 di mana sebagian siswa antusias sementara lainnya kurang fokus akibat perbedaan latar belakang pendidikan. Temuan penelitian kualitatif memperkuat kondisi tersebut melalui hasil wawancara dan catatan lapangan yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa cepat jenuh ketika pembelajaran berlangsung satu arah. Guru mengungkapkan bahwa siswa kerap pasif dan enggan bertanya karena kurang percaya diri serta tidak adanya ruang interaksi. Beberapa siswa juga menyatakan bahwa mereka lebih mudah kehilangan fokus ketika hanya mendengarkan penjelasan tanpa aktivitas pendukung. Namun setelah model Collaborative Learning berbantuan Quizlet diterapkan, perubahan perilaku belajar terlihat jelas: siswa menjadi lebih aktif berdiskusi, saling bertanya, serta menunjukkan antusiasme saat mengikuti aktivitas Quizlet seperti flashcard dan permainan evaluatif. Guru menilai suasana kelas lebih hidup, interaksi antar siswa lebih positif, dan pemahaman tarkib mulai terbentuk melalui kerja sama kelompok. Temuan kualitatif ini menggambarkan adanya peningkatan motivasi, keterlibatan, dan rasa percaya diri siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Temuan ini sejalan dengan Arends . dan Slavin . yang menegaskan bahwa pembelajaran teacher-centered tidak mampu memenuhi kebutuhan belajar yang beragam serta cenderung menurunkan motivasi. Setelah diterapkan model Collaborative Learning, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif karena siswa berdiskusi, bekerja sama, dan saling membantu melalui aktivitas berbasis Quizlet, sesuai teori Vygotsky . bahwa interaksi sosial mampu meningkatkan perkembangan kognitif. Perubahan perilaku belajar dan peningkatan rata-rata post-test hingga 98,97 mendukung pendapat Johnson & Johnson . bahwa kolaborasi efektif Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Efektivitas Pembelajaran Tarkib Dengan Model Pembelajaran Collaborative Learning Menggunakan Aplikasi Quizlet meningkatkan pemahaman konsep. Efektivitas model ini juga dibuktikan secara statistik melalui uji Mann-Whitney U dengan nilai Asymp. Sig. 0,000 < 0,05 yang menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan setelah intervensi. Secara keseluruhan, model Collaborative Learning berbantuan Quizlet terbukti mampu mengatasi keterbatasan metode ceramah, meningkatkan motivasi serta partisipasi siswa, dan memperkuat kemampuan mereka dalam memahami serta menyusun tarkib secara lebih komprehensif. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai efektivitas model Collaborative Learning berbantuan aplikasi Quizlet dalam pembelajaran tarkib di MAN 3 Palembang, dapat disimpulkan bahwa penerapan model ini mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik secara signifikan. Sebelum intervensi dilakukan, pembelajaran masih berpusat pada metode ceramah sehingga interaksi terbatas dan pemahaman siswa tidak merata, terutama karena perbedaan latar belakang pendidikan. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam memahami unsur kalimat dan menyusun tarkib secara tepat. Setelah diterapkan Collaborative Learning yang memfasilitasi diskusi kelompok, kerja sama, dan pemecahan masalah secara kolaboratif serta didukung penggunaan Quizlet sebagai media latihan interaktif, pembelajaran menjadi lebih menarik, partisipatif, dan mendorong siswa lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Peningkatan ini tidak hanya terlihat pada aspek perilaku belajar, tetapi juga tercermin dalam hasil post-test yang mencapai rata-rata 98,97, menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan dibandingkan sebelum intervensi. Hasil uji statistik menggunakan Mann-Whitney U dengan nilai Asymp. Sig. 0,000 < 0,05 semakin memperkuat bahwa terdapat perbedaan nyata antara kemampuan siswa sebelum dan sesudah penerapan model. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Collaborative Learning berbantuan aplikasi Quizlet efektif dalam meningkatkan pemahaman materi, kemampuan kolaboratif, motivasi belajar, serta keterampilan berpikir analitis siswa pada materi Temuan ini memberikan gambaran bahwa pemanfaatan teknologi melalui media digital seperti Quizlet mampu memperkaya aktivitas Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dhiya Nafisah Ulhaq. Wasilah. Muhammad Alfath Qaaf kolaboratif dan mengatasi keterbatasan pembelajaran konvensional. Selain itu, penelitian ini memiliki nilai strategis bagi guru dan lembaga pendidikan dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Model ini dapat dijadikan alternatif pendekatan pembelajaran yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab, khususnya pada materi yang menuntut pemahaman struktur kalimat secara mendalam. Diharapkan implementasi model ini ke depan dapat terus dikembangkan sehingga mampu mendukung pencapaian kompetensi peserta didik secara optimal dan meningkatkan mutu pembelajaran di REFERENSI