ABDIKA: Jurnal Pengabdian Pedagogika Vol. No. Desember, 2022, pp. Pelatihan Keterampilan Dialectical Behavior Therapy dalam Bimbingan Kelompok untuk Guru Bimbingan dan Konseling Rasimin. Affan Yusra*. Muhammad Alridho Lubis. Sri Annisa Walindarahma. Ega Puspita Sari Universitas Jambi affan15yusar@unja. Riwayat Artikel: Dikirim: 25-11-2022 Direvisi : 8-12-2022 Diterima: 20-12-2022 Kata Kunci: Abstrak: Sekolah di Kabupaten Muaro Jambi masih terdapat sekolah yang belum memiliki guru Bimbingan dan konseling dan ada juga sekolah yang memiliki guru bimbingan dan konseling akan tetapi bukan berlatar belakang bimbingan dan konseling. Guru bimbingan dan konseling di Kabupaten ini berpendapat bahwa rendahnya pemahaman hakikat dan fungsi bimbingan dan konseling di sekolah paradigma baru. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dialectical behavior therapy bimbingan kelompok kepada guru BK di Kabupaten Muaro Jambi. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah kegiatan workshop yang fokus membahas berbagai masalah tertentu yang disertai dengan Hasil kegiatan workshop ini adalah perubahan pengetahuan baru dan keterampilan dialectical behaviou therapy yang dimiliki oleh guru BK. Bimbingan Kelompok. Dialectical Behavior Therapy. Guru Bimbingan dan Konseling Pendahuluan Guru Bimbingan dan Konseling Khususnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri yang berberada yang berada di bawah Dinas Pendidikan Muaro Jambi. Dinas Pendidikan Muaro Jambi sebagai payung yang mengawasi kinerja guru SMP Terkhusus guru bimbingan dan konseling menugaskan pengawas di bidang BK yang bertugas mengevaluasi, mensuvervisi guru bimbingan dan konseling. Selain tugas pengawas sebagai merupakan wadah yang bertugas penjamin mutu Layanan, peningkatan profesionalisme guru-guru bimbingan dan konseling di kabupaten tersebut. Kantor Dinas Pendidikan Muaro Jambi terletask di JL. Lintas Timur. Muaro Jambi. Komplek Perkantoran Bukit Cinto Kenang. Bukit Baling. Sekernan. Kabupaten Muaro ABDIKA: Jurnal Pengabdian Pedagogika Vol. No. Desember, 2022, pp. Jambi. Jambi. Dinas Pendidikan ini kurang lebih membawahi 66 SMP yang terdiri dari SMP swasta dan SMP Negeri. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari studi pendahuluan, selain di bawah payung Dinas Pendidikan Muaro Jambi. Guru bimbingan dan konseling (BK) di Muaro Jambi memiliki pekumpulan MGBK, perkumpulan ini melakukan pertemuan rutin sekali dalam satu bulan dengan dihadiri oleh pengawas dari dinas pendidikan Muaro Jambi. Pertemuan biasanya berisi kegiatan pelatihan yang bersifat kolegial dan diselenggarakan secara swadaya. Pada saat-saat tertentu, forum ini juga mengundang narasumber ahli dari perguruan tinggi maupun praktisi bimbingan dan konseling dari lembaga lain. Sebagaimana sekolah-sekolah menengah pertama yang berada di Kabupaten Muaro Jambi didominasi oleh sekolah negeri. Hal ini berdampak pada kualifikasi Guru Bimbingan dan konseling yang dimiliki oleh sekolah-sekolah tersebut. Di Muaro Jambi sebagian sekolah telah memiliki guru bimbingan dan konseling, namun terdapat pula sekolah yang guru bimbingan dan konseling nya bukan berlatar belakang bimbingan dan konseling dan terdapat juga sekolah yang belum memiliki guru BK. Hal ini berdampak pada rendahnya keterampilan pemberian layanan bimbingan dan konseling. Namun demikian, motif altruistik yang tinggi pada para guru bimbingan dan konseling tersebut membuat mereka bersemangat untuk mempelajari keterampilan-keterampilan baru dan arah perkembangan bimbingan dan konseling yang diperlukan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling dalam kondisi yang tidak bisa permanen seperti saat ini. Adapun kondisi keterampilan guru bimbingan dan konseling di Kabupaten ini masih dalam kategori redah. Berdasarkan hasil wawancara perwakilan dari dinas pendidikan dan guru, terdapat beberapa masalah yang dihadapi oleh para guru bimbingan dan konseling di wilayah ini. Masalah-masalah tersebut antar lain: . pemahaman hakikat dan fungsi bimbingan dan konseling di sekolah paradigma baru. keterampilan penyusunan program bimbingan dan konseling. keterampilan konseling. keterampilan penyelenggaraan layanan bimbingan kelompok . Di antara masalah-masalah tersebut, beberapa guru bimbingan dan konseling berpendapat bahwa rendahnya pemahaman hakikat dan fungsi bimbingan dan konseling di sekolah paradigma baru dan keterampilan bimbingan kelompok merupakan masalah yang paling urgen untuk segera diselesaikan (Yusra & Wahyuni, 2. Bimbingan kelompok adalah layanan yang dilakukan secara kelompok dalam rangka mereduksi dan pencegahan masalah sosial yang sedang hangat terjadi di lingkungan tersebut. Hal ini karena keterampilan tersebut diperlukan untuk membantu siswa-siswa yang memiliki masalah hambatan dalam perkembanganya. Selanjutnya Prayitno menjelaskan bahwa layanan bimbingan kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan diri pribadi yang menjadi anggota kelompok (Pohan, 2. Sementara ini, (Irwansyah, 2. menjelaskan pelaksanaan bimbingan kelompok dilakukan dengan carayanglebihmirip dengan diskusi biasa di luar prosedur dan penggunaan Teknik yang kurang tepat sehingga pelaksanan bimbingan kelompok tidak berjalan segaimana ABDIKA: Jurnal Pengabdian Pedagogika Vol. No. Desember, 2022, pp. Berdasarkan kondisi tersebut, dilaksanakanlah pelatihan untuk meningkatkan keterampilan Bimbingan Kelompok untuk para guru bimbingan dan konseling. Lebih lanjut. Barida et al . menjelaskan faktor-faktor yang berkontribusi pada keberhasilan konseling, yaitu: faktor perubahan dinamika kelompok, faktor hubungan terapeutik, faktor ekspektansi, dan faktor teknik-teknik spesifik. Di antara keempat faktor tersebut, faktor terbentuknya dinamika kelompok menyumbang 30% pada keberhasilan Bimbingan kelompok, faktor ekspektansi sebesar 10%, dan faktor teknik-teknik spesifik sebesar 15%. Faktor dinamika kelompok dan faktor teknik-teknik spesifik merupakan faktor yang dapat diusahakan oleh guru bimbingan dan konseling, sementara sisanya merupakan faktor di luar kuasa guru bimbingan dan konseling. Selanjutnya Mehlum . menjelaskan bahwa terapi Perilaku Dialektika atau Dialectic Behaviour Therapy adalah terapi yang dilakukan pada anak yang mengalami gangguan kepribadian dengan tanda anti sosial tahap melewati batas hukum yang tarafnya ditetapkan Dialectic Behaviour Therapy ini memiliki elemen penting penentu keberhasilan dalam prosesnya sebagai berikut: . melayani lima fungsi pemulihan, . teori biososial dan berfokus pada emosi dalam pemulihan, . filosofi dialektis yang konsisten, dan . perhatian dan intervensi berorientasi penerimaan (Lakeman et al. , 2. Pelatihan ini bertujuan untuk melatihkan keterampilan-keterampilan membangun dinamika kelompok, yang dalam hal ini disebut sebaai keterampilan Dialectic Behaviour Therapy dalam Bimbingan Kelompok. Secara umum, terdapat elemen keterampilan yang harus di kuasai Dialectic Behaviour Therapy dalam bimbingan kelompok, yaitu keterampilan penting penentu keberhasilan dalam prosesnya sebagai berikut: . melayani lima fungsi pemulihan, . teori biososial dan berfokus pada emosi dalam pemulihan, . filosofi dialektis yang konsisten, dan . perhatian dan intervensi berorientasi penerimaan (Lakeman et al. , 2. Penggunaan metode ini dengan dilandasi dengan elemen-elemen yang kuat dalam bimbingan kelompok pada factor membangun dinamikakelompok yang berkontribusi sebesar 30 % sebagai poin dasar dalam proses bimbingan kelompok (Barida et al. , 2. Berdasarkan uraian permasalahan yang dihadapi oleh guru BK di Kabupaten Muaro Jambi maka dilakukan kegiatan Pelatihan Keterampilan Dialectical Behavior Therapy Bimbingan Kelompok untuk Guru Bimbingan dan Konseling di Dinas Pendidikan Muaro Jambi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada guru BK agar dapat menjalankan fungsi dan tugasnya secara professional dan sesuai dengan kode etik yang ada. Metode Kegiatan ini akan dilaksanakan di dinas pendidikan Muaro Jambi. Kegiatan yang dilakukan terdiri atas tiga kegiatan, yaitu persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini akan dimulai dari bulan sampai dengan April sampai bulan Oktober tahun 2022. ABDIKA: Jurnal Pengabdian Pedagogika Vol. No. Desember, 2022, pp. Sasaran dalam kegiatan ini adalah guru-guru bimbingan dan konseling yang dinaungi oleh dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan yang dilakukan berupa kegiatan pelatihan yang dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan dan keterampilan pada peserta pelatihan tentang paradigma baru dalam bimbingan dan konseling dan konsep Dialectical Behavior Therapy dalam bimbingan kelompok. suatu bentuk kegiatan yang mana ada beberapa orang ahli pada bidang tertentu dan berkumpul dengan sekelompok orang dengan latar belakang maupun profesi yang sama serta melakukan kegiatan interaksi secara bersama untuk membahas suatu masalah tertentu. Dalam proses pelaksanaannya, kegiatan workshop ini biasanya akan lebih fokus untuk membahas berbagai masalah tertentu yang disertai dengan pelatihan. Para peserta di dalamnya akan mendapatkan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat dan juga bisa diterapkan sesuai dengan bida profesi yang dimilikinya. Spesifik disajikan pada Tabel 1: Tabel 1. Materi pelatihan Materi Paradigma baru dalam bimbingan dan konseling Dialectical Behavior Therapy Pendampingan latihan Konsep dasar Bimbingan Kelompok Prosedur Bimbingan Kelompok Pendampingan latihan Pembicara Affan Yusra. Pd. Drs. Rasimin. Partisipasi guru-guru bimbingan dan konseling yang dinaungi oleh dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi guru. Partisipasi mendengarkan materi sosialisasi yang diberikan oleh pemateri dan setelah itu guru-guru melakukan uji coba mengenai materi yang telah di berikan. Kegiatan pelatihan dikatakan berhasil jika sebagian peserta mampu menjelaskan paradigma baru dalam bimbingan dan konseling dan mempunyai keterampilan menerap berdasarkan panduan/tata cara yang sudah dijelaskan seperti uji coba, menemukan konsep yang benar. Hasil dan Diskusi Kegiatan pendampingan Pelatihan Keterampilan Dialectical Behavior Therapy Bimbingan Kelompok untuk guru bimbingan dan konseling telah berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut persiapan, pelaksanaan, simulasi, refleksi dan penutup. Pada tahap persiapan membutuhkan persiapan dengan waktu yang cukup lama, adapun persiapannya yaitu: . penetapan mitra kegiatan dan peserta pelaksanaan kegiatan, pada tahap ini dimulai dengan penetapan waktu pelaksanaan yang disesuaikan dengan jadwal peserta, kemudian memasukkan surat ke Dinas terlebih dahulu. Setelah mendapatkan persetujuan ABDIKA: Jurnal Pengabdian Pedagogika Vol. No. Desember, 2022, pp. langkah selanjutnya adalah menentukan peserta yang akan mengikuti kegiatan, peserta merupakan seluruh guru bimbingan dan konseling MGBK Kabupaten Muaro Jambi, . sosialisasi kegiatan kepada mitra, pada tahap ini dibahas schedule/susunan kegiatan yang akan dilakukan dan hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk kelancaran kegiatan tersebut, . melakukan koordinasi dengan tim, pada tahap ini merupakan tahap persiapan untuk pelaksanaan kegiatan, koordinasi dengan tim . dilaksanakan untuk mengkoordinasi tugas selama kegiatan, tim kegiatan ini adalah mahasiswa sebanyak dua orang. Dipersiapkan untuk membantu kelancaran kegiatan termasuk juga dalam Pelatihan Keterampilan Dialectical Behavior Therapy Bimbingan Kelompok . mempersiapkan materi kegiatan yang akan diberikan kepada seluruh peserta kegiatan dan mitra kegiatan. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pemberian informasi. Luaran kegiatan ini adalah pemahaman dan guru bimbingan dan konseling memiliki keterampilan tentang Dialectical Behavior Therapy dalam pelaksanan Bimbingan Kelompok tentang Langkah-langkah pelaksanan bimbingan kelompok dengan DBT ini. Kegiatan pendampingan ini diikuti oleh 37 orang guru bimbingan dan konseling yang berlangsung selama 100 menit Figure 2penjabaran materi tentang DBT Figure 1 Penjabaran materi bimbingan kelompok Kegiatan ini didahului dengan memancing pemahaman guru bimbingan dan konseling mengenai perkembangan Teknik konseling dalam bimbingan kelompok. Dilanjutkan dengan pemaparan mengenai materi bimbingan kelompok kontemporer dan materi Teknik DBT . Pada proses ini Nampak antusiasme peserta kegiatan dalam mengikuti kegiatan ini telihat dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari segi pemahaman mengenai Teknik konseling. Tahap selanjutnya adalah demontrasi, tahap ini menghasilkan keterampilan dan kecakapan guru dalam melaksanakan bimbingan kelompok dengan Teknik DBT. Kegiatan ini berlangsung selama 100 Menit yang diikuti oleh seluruh peserta kegiatan. Pada tahap ini pelaksana mendemontrasikan penggunaan bimbingan Kelompok dengan Teknik DBT beberapa peserta dan peserta yang lain menyimak kegiatan dari langkah awal pengaplikasian BKP dengan Teknik DBT sampai kepada tahap tindak lanjut. Tahap selanjutnya adalah simulasi, tahap ini merupakan tahap yang peserta kegiatan mencobakan langsung pembuatan melakukan bimbingan kelompok dengan Teknik DBT dengan kelompok yang sudah dibagi sesuai dengan topik tugas. Hasil dari tahapan ini menggambarkan kecakapan dan keterampilan guru BK dalam menerapkan bimbingan kelompok dengan Teknik ABDIKA: Jurnal Pengabdian Pedagogika Vol. No. Desember, 2022, pp. DBT Tahap ini pelaksana beserta pembantu pelaksanaan kegiatan mendampingi para peserta secara intens. Pendampingan ini diharapakan meminimalisir kekurangan pemahaman dalam pengalikasian bimbingan kelompok dengan Teknik DBT. Tahap ini merupakan tahap akhir dari Pada tahap ini pemateri berdiskusi mengenai pelaksanan BKP dengan Teknik DBT mulai dari hambatan. Berdasarkan hasil refleksi kegiatan, terlihat peserta kegiatan sudah memiliki pemahaman dan keterampilan yang mumpuni dalam penerapan BKP ini. Tahap akhir kegiatan, berupa penyampaian kesan dan pesan dalam kegiatan ini. Kegiatan ini akan terus evaluasi pada hari-hari berikutnya untuk melihat perkembangan guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan bimbingan kelompok dengan Teknik DBT. Diskusi