JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2022, pp. 527 - 539 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2614-8870 . n page 527 http://journal. id/index. php/kompak CAR. NPF. FDR, dan BOPO Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah Ellina Monica Septiani1. Listyorini Wahyu Widati2 Fakultas Ekonomika dan Bisnis/Universitas Stikubank Jl. Kendeng V Bendan Ngisor, . 8451976, e-mail: ellinamonica@gmail. Fakultas Ekonomika dan Bisnis/Universitas Stikubank Jl. Kendeng V Bendan Ngisor, . 8451976, e-mail: listyorini@edu. ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: This research aims to analyze the effect of Capital Adequacy Ratio (CAR). Non-Performing Finance (NPF). Financing to Deposit Ratio (FDR) and Operating Cost of Operating Income (BOPO) on the Profitability of Islamic Commercial Banks in Indonesia. Sampling in this study used a purposive sampling method with data collection techniques, documentation studies and library research. The number of samples used as many as 12 Islamic Commercial Banks in Indonesia. The data obtained were analyzed using multiple linear regression analysis using Eviews 10 software and Microsoft Excel 365. The results of this research indicate that the CAR has an insignificant positive effect on Profitability. NPF has a significant negative effect on Profitability. FDR has an insignificant negative effect on Profitability, and (BOPO) has a significant negative effect on profitability. Received 30 September 2022 Received in revised form 2 November 2022 Accepted 10 November 2022 Available online 1 Desember 2022 Keywords: CAR. NPF. FDR. BOPO. Profitability. Pendahuluan Perbankan merupakan salah satu sektor yang membantu dalam berjalannya perekonomian Dalam perbankan terdapat Bank Konvensional dan Bank Syariah. Bank konvensional adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya secara konvensional yang terdiri atas Bank Umum Konvensional dan Bank Perkreditan Rakyat . Adapun Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah yang terdiri atas Bank Umum Syariah (BUS) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Bank Syariah hadir dalam masyarakat sebagai alternatif jasa keuangan yang menonjolkan prinsip perbankan yang sesuai dengan syariat agama Islam. Maka dari itu, dalam transaksi Bank Syariah tidak mengandung barang dan jasa yang haram, tidak mengandung sistem dan prosedur yang haram, dan tidak sah akadnya sesuai dengan al-quran. Akan tetapi, tidak mengesampingkan unsur legalitas operasi sebagai lembaga keuangan. Pada tahun 1998, pemerintah menetapkan Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Salah satu dampak atas penetapan Undang-Undang No. 10 tentang perbankan adalah munculnya bank yang berlandaskan prinsip berbasis syariah. Bank pertama yang menciptakan alternatif pilihan perbankan berbasis syariah adalah PT Bank Muamalat Indonesia pada tanggal 1 Received Sep 30 , 2022. Revised Nov 29, 2022. Accepted Nov 12, 2022 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 November 1991. Indonesia menjadi negara penduduk muslim terbesar di dunia, mempunyai potensi menjadi yang terdepan dalam industri keuangan Syariah. Meningkatnya kesadaran mengenai segala sesuatu yang halal dan tidak menyimpang dari ajaran agama serta sokongan pemangku kepentingan yang kuat, adalah sebuah kunci penting dalam pengembangan ekosistem industri halal di Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah Bank Syariah. Bank Syariah memainkan peranan penting sebagai fasilitator pada seluruh aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri halal. Keberadaan industri perbankan Syariah di Indonesia sendiri telah mengalami peningkatan dan pengembangan yang signiAkan. Inovasi produk, peningkatan layanan, serta pengembangan jaringan menunjukkan tren yang positif dari tahun ke tahun . Tumbuhnya Bank Syariah di Indonesia akan mempengaruhi keuntungan yang akan didapatkan oleh Bank Syariah tersebut. Salah satu cara mengukur keuntungan bank adalah menggunakan Rasio Profitabilitas. Rasio ini juga dapat menunjukkan efisiensi kinerja suatu bank. Apabila kinerja bank tergolong baik maka akan berpengaruh langsung terhadap laba yang diperoleh yaitu dengan naiknya laba, namun apabila kinerja bank tergolong buruk maka laba yang diperoleh akan turun . Penelitian ini mengukur risiko kredit menggunakan rasio Non-Performing Financing (NPF) dan rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) untuk mengukur risiko likuiditas. Capital merupakan salah satu faktor yang penting bagi sebuah bank karena jika sebuah bank memiliki faktor permodalan yang baik maka tentu saja bank juga akan semakin lancar dalam menjalankan kegiatan operasionalnya dalam mencapai tujuan bank itu sendiri. Faktor permodalan dapat diukur dengan menggunakan rumus Capital Adequacy Ratio (CAR). Pengukuran tingkat efisiensi dan efektivitas perbankan atas penggunaan pendapatan operasionalnya untuk beban operasional perbankan diukur menggunakan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Dalam perspektif keuangan, merger adalah salah satu bentuk keputusan investasi jangka panjang . enganggaran modal/capital budgetin. yang harus diinvestigasi dan dianalisis dari aspek kelayakan bisnisnya . Laporan keuangan perusahaan dapat menjadi salah satu sumber yang digunakan dalam pemberi modal dalam menentukan pilihan dalam berinvestasi. Perolehan laba dalam laporan keuangan perusahaan merupakan hal yang menjadi patokan dalam menilai kinerja suatu perusahaan dan dapat mencerminkan nilai perusahaan tersebut. Kinerja perusahaan adalah salah satu prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu . Melalui penilaian terhadap kinerja keuangan, investor dapat menjadi indikator dalam menentukan langkah dan strategi merger yang akan dilakukan oleh investor. Laba yang diperoleh suatu perusahaan dapat mencerminkan bagaimana perusahaan tersebut mengelola sumberdaya yang dimiliki. Profitabilitas dapat digunakan sebagai indikator keuangan guna mengukur kinerja suatu bank. Kemampuan bank dalam menghasilkan laba dapat dipengaruhi oleh efektifitas kinerja bank tersebut. Semakin tinggi profitabilitas maka semakin baik pula kinerja keuangan bank. Rasio yang biasa digunakan dalam mengukur tingkat profitabilitas bank adalah Return on Asset (ROA). ROA mengukur kemampuan bank untuk memperoleh earning dalam operasional bank. Penelitian mengenai rasio yang mempengaruhi profitabilitas perbankan syariah di Indonesia telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu. Beberapa rasio yang digunakan dalam penelitian terdahulu adalah Capital Adequacy Ratio (CAR). Non-Performing Financing (NPF). Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Pengujian CAR dalam penelitian terdahulu yang dilaksanakan oleh Winarwati M & Diyani . Aninda. A & Diansyah . Wahyudi R . , dan Biasmara H A, & Srijayanti . menyebutkan bahwa CAR tidak signifikan terhadap profitabilitas bank . , . , . Dalam penelitian Aninda A & Diansyah . menyebutkan bahwa CAR negatif dan tidak signifikan . Namun dalam penelitian Javaid & Alalawi . Rizal F & Rofiqo . Rahmawati, dkk . Wahyudi R, dkk . , dan Alnajjar & Othman . bahwa CAR berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah . , . , . , . , . Penelitian Javaid & Alalawi . Sintiya . dan Wahyudi R, dkk . menyebutkan bahwa CAR JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 :527 Ae 539 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 n berpengaruh signifikan positif . , . , . CAR berpengaruh signifikan negatif terdapat dalam penelitian Alnajjar & Othman . NPF signifikan muncul dalam hasil penelitian Rizal F & Rofiqo . dan Rahmawati, dkk . , . Selain pada dua penelitian tersebut. Winarwati M & Diyani . Aninda. A & Diansyah . Wahyudi R . Wahyudi R, dkk . , dan Biasmara H A, & Srijayanti . NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank umum syariah . , . , . , . , . Aninda. A & Diansyah . menjelaskan dalam penelitiannya bahwa NPF tidak berpengaruh signifikan dan memiliki hubungan negative . FDR merupakan rasio jumlah modal yang disalurkan oleh perbankan terhadap modal yang dimiliki oleh perbankan . Dalam penelitian terdahulu yang digunakan sebagai pembanding disebutkan muncul hasil FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah pada penelitian Javaid & Alalawi . Sintiya . Winarwati M & Diyani . Aninda. A & Diansyah . Rizal. F & Rofiqo . Wahyudi. R . Rahmawati. , dan Wahyudi R, dkk . , . , . , . , . , . , . , . Hal ini menandakan bahwa kemampuan bank dalam menyalurkan dana kepada debitur dan membayarkannya kembali sebagai sumber likuiditas bank tidak berpengaruh terhadap profitabilitas Dalam Penelitian Almazari . terhadap bank di Jordan serta Biasmara H A, & Srijayanti . menyebutkan bahwa FDR berpengaruh signifikan positif . , . Almazari . dalam penelitiannya terhadap bank di Saudi Arabia. FDR berpengaruh signifikan negative . BOPO berpengaruh signifikan timbul dalam penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu yaitu Almazari . Winarwati M & Diyani . Aninda. A & Diansyah . Rizal. F & Rofiqo . Wahyudi. R . Rahmawati. , dkk . Wahyudi R, dkk . , dan Biasmara H A, & Srijayanti . , . , . , . , . , . , . , . Lima dari sebelas penelitian terdahulu yang menggunakan BOPO sebagai variabel penelitiannya, menjelaskan bahwa BOPO berpengaruh signifikan negatif. Hal tersebut dijelaskan dalam penelitian Almazari . Winarwati M & Diyani . Aninda. A & Diansyah . Wahyudi. R . , dan Biasmara H A, & Srijayanti . , . , . , . , . Namun, pada penelitian Sintiya . disebutkan bahwa BOPO tidak berpengaruh signifikan . Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh CAR. NPF. FDR dan BOPO terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pra Merger Periode 2016-2020Ay. Research Method Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode analisis Regresi Linier Berganda. Populasi di dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016-2020. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan penelitian kepustakaan. Kriteria untuk pemilihan sampel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bank Syariah di Indonesia yang menyajikan laporan tahunan keuangan selama lima tahun berturut-turut mulai tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 dan disampaikan kepada Bank Indonesia dan menyajikan laporan keuangan rasio secara lengkap yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti. Selain itu, operasional Bank Umum Syariah tersebut belum melakukan merger maupun akuisisi dengan pihak lain selama jangka waktu 2016 sampai tahun 2020. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang digunakan yang berupa laporan keuangan tahunan Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pra Merger selama kurun waktu 2016 sampai dengan 2020. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa rasio-rasio keuangan. Proses olah data yang digunakan adalah profram eviews 10. Penyelesaian penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. CAR. NPF. FDR, dan BOPO terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah. (Ellina Monica Septian. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Return On Asset (ROA) dan variable independennya adalah Capital Adequacy Ratio (CAR). Non Performing Financing (NPF). Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Penelitian ini menggunakan ROA sebagai acuan dalam mengukur profitabilitas bank. Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan laba sebelum pajak yang disetahunkan dari total aset yang digunakan . Rumus ROA adalah: yaycaycayca ycIyceycayceycoycyco ycEycaycycayco ROA = ycIycaycycaOeycycaycyca ycNycuycycayco yaycyceyc ycu100% CAR merupakan kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank unutk menunjang aset yang mengandung atau menghasilkan risiko . Rumus CAR adalah: ycAycuyccycayco yaAycaycuyco CAR = ycNycuycycayco yaycNycAycI ycu 100% NPF merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat permasalahan pembiayaan yang dihadapi bank . Rumus NPF adalah: ycEyceycoycaycnycaycycaycaycu yaAyceycycoycaycycaycoycaEa NPF = ycNycuycycayco ycu 100% ycEyceycoycaycnycaycycaycaycu FDR adalah rasio yang digunakan untuk mengukur besaran dana pihak ketiga yang digunakan untuk pemberian kredit . Rumus FDR adalah: yaycycoycoycaEa yaycyceyccycnyc ycycaycuyci yccycnycayceycycnycoycaycu FDR = yaycaycuyca ycEycnEaycayco yayceycycnyciyca ycu 100% BOPO adalah rasio Rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi kegiatan operasional bank syariah . Rumus BOPO adalah: BOPO = yaAycnycaycyca ycCycyyceycycaycycnycuycuycayco ycu 100% ycEyceycuyccycaycyycaycycaycu ycCycyyceycycaycycnycuycuycayco Hasil dan Pembahasan Deskripsi Populasi dan Sampel Terdapat 12 Bank Umum Syariah yang memenuhi kriteria sebagai objek penelitian. Objek penelitian tersebut dikalikan 5 yang menjadi periode penelitian yaitu selama tahun 2016-2020. Tabel 1. Kriteria Sampel perusahaan Perbankan Syariah Kriteria Jumlah Bank Bank Umum Syariah yang terdaftar di OJK periode 2016-2020 Bank Umum Syariah yang tidak mempublikasikan data laporan . keuangan tahunan sebagai Bank Umum Syariah dan dapat diakses oleh publik selama periode 2016-2020 Operasional Bank Umum Syariah melakukan aktivitas akuisisi dan . merger selama periode 2016-2020 Jumlah Sampel Bank Umum Syariah yang Memenuhi Kriteria Penelitian Total Sampel 12 Bank x 5 Tahun (Periode 2016-2. Sumber: Data sekunder penelitian yang diolah . JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 :527 Ae 539 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 n Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan dengan menguji nilai residual dari persamaan regresi dengan menggunakan uji Jarque-Bera atau JB Test . Kriteria Jarque-Bera yang digunakan yaitu: Probabilitas Jarque-Bera > 0,05 maka dinyatakan berdistribusi normal. Probabilitas Jarque-Bera < 0,05 maka dinyatakan tidak berdistribusi normal. Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Sumber: Data sekunder penelitian yang diolah . Berdasarkan hasil uji normalitas pada gambar 4. 1 diketahui probabilitas Jarque-Bera hitung 0,0000 < 0,05 maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal atau populasi yang digunakan tidak berdistribusi normal. Salah satu cara yang digunakan untuk mengobati data yang tidak berdistribusi normal adalah dengan melakukan transformasi data dan mengurangi jumlah data . Dalam penelitian ini, variable dependen diubah menjadi logaritma atau LOGROA. Setelah melakukan transformasi logaritma pada variable dependen dilakukan pengurangan jumlah data yang masih mempengaruhi data tidak terdistribusi normal. Terdapat lima data yang tidak terdistribusi normal. Sehingga jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 55 Bank Umum Syariah. Pengurangan data pada penelitian ini dilakukan karena pada saat dilakukan olah data menggunakan 60 sampel Bank Umum Syariah, diterimukan hasil bahwa data tidak berdistribusi normal. Setelah dilakukan transformasi data dan pengurangan jumlah data, didapatkan hasil uji normalitas sebagai berikut: Gambar 2. Hasil Uji Normalitas setelah Transformasi dan Pengurangan Data Sumber: Data sekunder penelitian yang diolah . Berdasarkan hasil uji normalitas pada gambar 2 diketahui probabilitas Jarque-Bera hitung 0,608309 < 0,05 maka data dinyatakan berdistribusi normal atau populasi yang digunakan berdistribusi normal. Uji Asumsi Klasik 1 Uji Multikolenieritas CAR. NPF. FDR, dan BOPO terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah. (Ellina Monica Septian. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Uji multikoliarisme bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel-variabel bebas . Jika variabel independen saling berkolerasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independent sama dengan nol . Untuk mengetahui terjadinya multikolinieritas dapat dilihat dari nilai VIF korelasi antar variabel bebas yang diuji < 10 yang berarti data yang digunakan dalam penelitian ini bebas dari adanya multikolinieritas . Tabel 2. Uji Multikolinieritas Variance Inflation Factors Date: 06/11/22 Time: 19:15 Sample: 1 55 Included observations: 55 Variable Coefficient Uncentered Variance VIF Centered VIF CAR NPF FDR BOPO 58E-08 44E-09 34E-08 Sumber: Data sekunder penelitian yang diolah . Tabel diatas menunjukkan nilai centered VIF dari variabel CAR sebesar 1,5341 < 10, nilai center VIF dari variabel NPF sebesar 1,6587 < 10, nilai center VIF dari variabel FDR sebersar 1,2182 < 10 dan nilai center VIF dari variabel BOPO sebesar 1,8329 < 10. Sehingga dapat disimpulkan secara keseluruhan variabel bebas dari multikolinearitas. 2 Uji Autokorelasi Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi didalam model regresi antara lain dapat dilakukan dengan Uji Durbin - Watson (DW Tes. Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah sebagai berikut: Angka D-W dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif. Angka D-W diantara -2 sampai 2 berarti tidak ada autokorelasi. Angka D-W diatas 2 berarti ada autokorelasi positif. Tabel 3. Uji Autokorelasi R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat 09E-15 Sumber: Data sekunder penelitian yang diolah . Diketahui Durbin Watson sebesar 1,8911 dan angka D-W diantara -2 sampai 2 berarti variabel yang digunakan dalam penelitian ini tidak terjadi autokorelasi. 3 Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dan residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda atau disebut heterokedastisitas. model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heterokedastisitas . Heterokedastisitas dapat diuji menggunakan uji glejser dengan nilai signifikasi, yaitu: Signifikasi > 0,05 maka tidak terdapat heterokedastisitas JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 :527 Ae 539 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 n Signifikasi < 0,05 maka terdapat heterokedastisitas Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedasitas Heteroskedasticity Test: Glejser F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Sumber: Data sekunder penelitian yang diolah . Diketahui nilai p value yang ditunjukkan dengan nilai prob. Chi square . pada Obs*RSquared yaitu sebesar 0,0992 > 0,05 maka dapat disimpulkan model regresi tidak terjadi Uji Kelayakan Model 1 Uji Statistik F (Uji Simulta. Uji ini untuk melihat secara keseluruhan apakah semua variabel independen secara bersama Ae sama mempengaruhi variabel dependen, yaitu pengaruh variabel bebas yang terdiri dari CAR. NPF. FDR dan BOPO secara bersama Ae sama . berpengaruh terhadap variabel ROA . Berdasarkan uji F sesuai dengan hasil pengujian dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5. Hasil Uji F R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber: Data sekunder penelitian yang diolah . Diketahui Bila probabilitas < nilai signifikan maka hipotesis tidak dapat ditolak . , ini berarti bahwa secara simultan variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai probabilitas 0,00 < 0,05, maka dapat disimpulkan CAR. NPF. FDR dan BOPO secara bersama Ae sama . berpengaruh terhadap variabel ROA 2 Uji R2 (Koefisien Determinas. Untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel CAR. NPF. FDR dan BOPO terhadap ROA dapat diketahui dari besaran koefisien determinasi berganda (R. yang dapat dilihat pada tabel CAR. NPF. FDR, dan BOPO terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah. (Ellina Monica Septian. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Tabel 6. Koefisien Determinasi Berganda (R. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber: Data sekunder penelitian yang diolah . Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui Adjusted R squared sebesar 0,7567 berarti 75,67% variasi perubahan dari ROA disebabkan variabel CAR. NPF. FDR dan BOPO. Sedangkan sisanya sebesar 24,33% variasi perubahan dari ROA disebabkan oleh variabel Ae variabel lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini. Uji Regresi Linear Berganda Model hubungan profitabilitas Bank Umum Syariah dengan CAR. NPF. FDR, dan BOPO dapat disusun dalam dalam persamaan linier berikut . ROA = 1 CAR 2 NPF 3 FDR 4 BOPO A Dimana dari hasil pengujian linier yang dilakukan dengan bantuan program EViews diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Tabel 7. Model Regresi Linear Berganda Dependent Variable: LOGROA Method: Least Squares Date: 06/11/22 Time: 19:13 Sample: 1 55 Included observations: 55 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. CAR NPF FDR BOPO 34E-05 10E-05 66E-05 Sumber: Data sekunder penelitian yang diolah . Berdasarkan hasil perhitungan regresi linear berganda pada tabel 7 diperoleh hasil konstanta sebesar 10,6756, koefisien regresi untuk variabel CAR sebesar 5,34, koefisiensiregresi untuk variabel NPF sebesar -0,2281, koefisiensi regresi untuk variabel FDR sebesar -5,10, dan koefisiensi regresi untuk variabel BOPO sebesar -0,0011. Sehingga diperoleh model persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: ROA = 10,6756 5,34CAR Ae 0,2281NPF Ae 5,10FDR Ae 0,0011BOPO A Uji t (Uji Hipotesi. Pengujian ini dilakukan untuk melihat signifikansi pengaruh individual dari variabel Ae variabel bebas dalam model terhadap variabel dependennya . yaitu CAR. NPF. FDR dan BOPO secara JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 :527 Ae 539 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 n individu . berpengaruh terhadap variabel ROA. Berdasarkan hasil uji t sesuai dengan hasil pengujian dapat dilihat tabel berikut ini: Tabel 8. Hasil Analisis Uji t Dependent Variable: LOGROA Method: Least Squares Date: 06/11/22 Time: 19:13 Sample: 1 55 Included observations: 55 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. CAR NPF FDR BOPO 34E-05 10E-05 66E-05 Sumber: Data sekunder penelitian yang diolah . Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: CAR terhadap ROA Berdasarkan tabel 8 diperoleh hasil probabilitas CAR sebesar 0,7408 > 0,05, maka Ha Hasil t-Statistic menunjukkan angka 0,3326. Berdasarkan hal tersebut variabel CAR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ROA. Dapat di simpulkan Hipotesis pertama yang menyatakan terdapat pengaruh positif Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Profitabilitas ditolak. NPF terhadap ROA Berdasarkan tabel 8 diperoleh hasil probabilitas sebesar 0,0032 < 0,05, maka Ha Hasil t-Statistic menunjukkan angka -3,0920. Berdasarkan hal tersebut variabel NPF berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Dapat disimpulkan hipotesis kedua yang menyatakan terdapat pengaruh negatif Non-Performing Financing (NPF) terhadap Profitabilitas diterima. FDR terhadap ROA Berdasarkan tabel 8 diperoleh hasil probabilitas sebesar 0,4475 > 0,05, maka Ha Hasil t-Statistic menunjukkan angka -0,7656. berdasarkan hal tersebut variabel NPF berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA. Dapat disimpulkan hipotesis ketiga yang menyatakan terdapat pengaruh positif Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Profitabilitas ditolak. BOPO terhadap ROA Berdasarkan tabel 8 diperoleh hasil probabilitas sebesar 0,00 < 0,05, maka Ha diterima. Hasil t-Statistic menunjukkan angka -7,4084. Berdasarkan hal tersebut variabel BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Dapat disimpulkan hipotesis ke empat yang menyatakan terdapat pengaruh negatif Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas diterima. Pembahasan 1 Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Profitabilitas Berdasarkan uji t menunjukkan bahwa hipotesis ditolak yang berarti CAR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap profitabilitas. Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aset bank yang mengandung risiko . redit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lai. yang ikut dibiayai dari dana modal sendiri CAR. NPF. FDR, dan BOPO terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah. (Ellina Monica Septian. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 bank, disamping memperoleh dana-dana dan sumber diluar bank, seperti dana masyarakat, pinjaman . dan lain-lain . CAR merupakan indikator terhadap kemampuan bank untuk memperoleh laba dengan memaksimalkan penggunaan aset dalam menjalankan operasional bank. CAR berpengaruh tidak signifikan menandakan bahwa CAR mengalami kenaikan yang tidak diiringi dengan kenaikan pada ROA. Hal ini menunjukkan bahwa bank belum mampu menanggung risiko keuangan dari setiap aset yang dihadapi oleh bank. Bank yang mampu menanggung risiko keuangannya akan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan masyarakat sebagai pemilik modal, sehingga masyarakat akan percaya untuk menyimpan dananya di bank. Pengaruh positif dalam penelitian berdampak pada penggunaan dana yang ada guna menanggung aset beresiko yang dimiliki oleh bank umum syariah. Rasio CAR yang tidak signifikan dapat disebabkan oleh bank umum syariah yang beroperasi pada tahun penelitian ini meminimalisir penggunaan modal yang dimiliki dalam membeli maupun menginvestasikan modalnya untuk aset yang beresiko. Bank umum syariah lebih memilih menggunakan modal yang ada untuk digunakan dalam mempertahankan operasional bank guna pengembangan usaha. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Winarwati M & Diyani . dan Wahyudi. R . yang menyebutkan bahwa CAR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ROA. 2 Pengaruh Non-Performing Financing (NPF) terhadap Profitabilitas Berdasarkan uji t menunjukkan bahwa hipotesis diterima yang berarti NPF berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas. Menurut Dendawijaya . , pembiayaan bermasalah adalah pembiayaan-pembiayaan yang kategori kolektabilitasnya masuk dalam kriteria pembiayaan kurang lancar, pembiayaan diragukan, dan pembiayaan macet. Rasio NonPerforming Financing (NPF) adalah salah satu bentuk rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengatur pemberian pembiayaan yang diberikan terhadap total pembiayaan yang dimiliki. NPF mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ROA dikarenakan NPF adalah salah satu indikator masalah dalam kegagalan operasional perbankan. NPF menunjukkan seberapa tinggi kenaikan risiko dari masalah keuangan perbankan yang diakibatkan oleh pembiayaan yang tidak dapat dibayarkan kembali. Kenaikan NPF akan menurunkan level kinerja operasional perbankan sehingga akan berdampak pada profitabilitas perbankan. Perubahan kenaikan maupun penurunan nilai NPF memiliki pengaruh secara signifikan dan negatif terhadap profitabilitas bank umum syariah yang menjadi populasi dalam penelitian ini. Sehingga pada saat terjadi kenaikan nilai NPF maka berdampak pada penurunan profitabilitas. Sebaliknya, pada saat terjadi penurunan nilai NPF maka akan berdampak pada kenaikan profitabilitas secara signifikan. Kemampuan bank dalam mengatasi pembiayaan bermasalah yang dimiliki akan berdampak terhadap tingkat kepercayaan masyarakat dalam memberikan modalnya kepada bank. Semakin banyak pembiayaan bermasalah yang dihadapi oleh bank maka akan memberikan dampak terhadap penurunan profitabilitas bank umum syariah. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian ini didukung oleh penelitian Rizal. F & Rofiqo . yang menyebutkan bahwa NPF berpengaruh negative signifikan terhadap profitabilitas. 3 Pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Profitabilitas Berdasarkan uji t menunjukkan bahwa hipotesis ditolak yang berarti FDR berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap profitabilitas. Financing to Deposit Ratio (FDR) adalah rasio kredit yang diberikan kepada pihak ketiga dalam rupiah dan valuta asing, tidak termasuk kredit kepada bank lain, terhadap dana pihak ketiga yang mencakup giro, tabungan, deposito dalam rupiah dan valuta asing, tidak termasuk dana antar bank . Financing to Deposit Ratio (FDR) adalah rasio keuangan perusahaan perbankan yang berhubungan dengan aspek likuiditas . Apabila FDR semakin besar maka laba yang diperoleh juga semakin besar namun semakin rendah FDR menunjukkan kurangnya efektivitas bank dalam menyalurkan kredit sehingga ROA juga akan semakin rendah. Dalam penelitian Aninda. A & Diansyah . dijelaskan FDR tidak berpengaruh signifikan negatif terjadi akibat bank umum syariah JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 :527 Ae 539 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 n belum optimal terhadap pengelolaan dana yang diberikan kepada pihak ketiga dalam penarikan sehingga menyebabkanpenurunan laba. Akan tetapi pendapatan yang didapatkan oleh bank umum syariah tidak hanya melalui besarnya pembiayaan yang diberikan kepada pihak ketiga dalam penarikan. FDR berpengaruh negatif tidak signifikan dapat diambil kesimpulan bahwa dalam melakukan penagihan terhadap pembiayaan bermasalah, bank umum syariah dalam penelitian ini belum melakukan penagihan secara optimal. Tidak optimalnya penagihan pembiayaan bermasalah ini bisa dilatarbelakangi oleh bank umum syariah yang belum memaksimalkan dalam pengendalian penilaian profil risiko calon nasabah yang akan diberikan pembiayaan. Dalam pemberian pembiayaan, bank umum syariah harus menerapkan prinsip kehati-hatian guna mencegah adanya pembiayaan yang tidak dapat tertagih atau pembiayaan tidak lancar. Pelaksaan prinsip kehati-hatian yang belum efektif dan optimal ini akan menyebabkan tingginya pembiayaan bermasalah yang tidak lancar. Hal ini didukung oleh penelitian Aninda. A & Diansyah . dan Rizal. F & Rofiqo . yang menyatakan bahwa FDR berpengaruh negatif tidak signifikan. 4 Pengaruh Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Profitabilitas Berdasarkan uji t menunjukkan bahwa hipotesis diterima yang berarti BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas. Rasio BOPO adalah perbandingan antara biaya operasional dan pendapatan operasional yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasionalnya . Kemampuan dan rasa aman yang diberikan oleh bank akan meningkatkan kepercayaan pemilik modal guna memberikan suntikan kepada bank. Hubungan antara kenaikan modal ini dapat diartikan sebagai sinyal bahwa bank memiliki dana untuk digunakan dalam melaksanakan operasional harian mereka. Apabila bank mampu menjalankan operasionalnya dengan baik maka bank akan mampu memaksimalkan usahanya dalam memperoleh pendapatan. BOPO merupakan cerminan dari bagaimana manajemen bank mampu mengelola biaya operasional secara efisien sehingga biaya operasional menjadi rendah . BOPO merupakan perbandingan antara biaya operasional bank terhadap pendapatan operasional bank . Rasio ini digunakan dalam mengukur tingkat efisiensi serta kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasinya. Semakin kecil rasio BOPO akan lebih baik, karena bank yang bersangkutan dapat menutup beban operasional dengan pendapatan operasionalnya. BOPO berpengaruh signifikan negatif terhadap profitabilitas merupakan hasil dalam penelitian ini. BOPO mencerminkan efisiensi manajemen bank dalam mengelola biaya yang ditimbulkan guna menopang operasional manajemen perbankan. Biaya yang lebih tinggi daripada pendapatan yang diterima bank, mencerminkan bahwa bank tidak melakukan pengelolaan biaya atau manajemen belum efisien dalam pengelolaan biaya operasional. Apabila bank mampu mengelola pembiayaan operasionalnya, hal itu akan berdampak terhadap perolehan keuntungan bank. Semakin besar rasio BOPO maka kinerja bank akan semakin menurun karena tingginya beban yang dimiliki manajemen yang berdampak pada penurunan profitabilitas bank. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Hal ini didukung oleh penelitian Almazari . Aninda. A & Diansyah . Rizal. F & Rofiqo . Rahmawati. , dkk . Wahyudi R, dkk . , dan Biasmara H A, & Srijayanti . bahwa BOPO berpengaruh negative signifikan terhadap profitabilitas. Kesimpulan Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat disimpulkan CAR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap profitabilitas. NPF berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas. FDR berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap profitabilitas, dan BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah periode 2016-2020 CAR. NPF. FDR, dan BOPO terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah. (Ellina Monica Septian. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Daftar Pustaka