Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. EVALUASI PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) DALAM PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN DI MAIN KITCHEN yL HOTEL BANYUWANGI Oleh Hati Wahyu Lestari1. Eka Afrida Ermawati2. Rudi Tri Handoko3 1,2,3Progam Studi Diploma IV. Manajemen Bisnis Pariwisata. Politeknik Negeri Banyuwangi Email: 1hatiwahyu789@gmail. com, 2ekaafrida22@poliwangi. Abstrak Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) merupakan suatu sistem manajemen pengawasan dan pengendalian keamanan pangan secara preventif yang bersifat ilmiah, rasional, dan sistematis dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya . mulai dari bahan baku, selama proses produksi atau pengolahan, manufacturing, penanganan dan penggunaan bahan untuk menjamin bahwa bahan pangan tersebut aman bila dikonsumsi. Penyimpanan bahan makanan merupakan suatu tata cara menata, menyimpan, dan memelihara bahan makanan serta mencatat pelaporannya. Dalam operasional main kitchen penyimpanan bahan makanan memiliki peranan penting karena dengan melakukan penyimpanan bahan makanan yang sesuai dapat memastikan keamanan dan kualitas produk makanan. Penyimpanan makanan yang sesuai dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan HACCP. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penyimpanan bahan makanan menggunakan pendekatan HACCP di Main Kitchen yL Hotel Banyuwangi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa cheklist observasi, pedoman wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Evaluasi penerapan HACCP dalam penyimpanan bahan makanan dilakukan dengan mengevaluasi atau menilai melalui 5 indikator seperti efektivitas, kecukupan, ketetapan, responbilitas, penerapan terhadap indikator penyimpanan bahan makanan. Kata Kunci: HACCP. Main Kitchen. Penyimpanan Bahan Makanan PENDAHULUAN Menurut Undang-Undang No 10 Tahun 2009, pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Sedangkan kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, pemerintah, pemerintah daerah dan pengusaha. Pariwisata meliputi kegiatan yang menunjang kegiatan wisata, kegiatan wisata ini didukung dengan adanya daya tarik wisata yang ada pada suatu daerah yang berpotensi pada bisnis pariwisata. Pariwisata merupakan salah satu bisnis yang berkembang pesat pada saat ini. Pariwisata juga termasuk ke dalam sektor yang cukup komplek, pariwisata dapat menumbuhkan industri lain seperti cinderamata, kerajinan Penginapan salah satu contoh bagian penting dari kegiatan pariwisata yaitu dengan adanya Hotel, menurut SK Menteri Pariwisata. Pos, dan Telekomunikasi No. KM 37/PW. 340/MPPT-86 (Maluto, 2. adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan, dan minuman, serta jasa penunjang lainnya bagi a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a umum yang dikelola secara komersial. Hotel menyediakan atau menjual makanan dan minuman dengan tujuan untuk menambah pendapatan dari hotel tersebut. Selain memberikan layanan makan dan minum hotel juga memberikan layanan jasa, layanan jasa yang diberikan oleh hotel antara lain jasa layanan kamar, sarana hiburan, sarana olahraga, dan restoran. yL Hotel Banyuwangi merupakan salah satu hotel berbintang empat di. Banyuwangi. yL Hotel Banyuwangi memiliki berbagai macam department yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Salah satu department yang ada di yL Hotel Banyuwangi yaitu Food and Beverage dimana department tersebut memiliki peranan penting dalam menunjang berjalannya hotel. Menurut (Arief, 2. Food and Beverage merupakan bagian yang bertugas atau mengolah, memproduksi, dan menyajikan makanan dan minuman untuk keperluan hotel, baik dalam kamar, restaurant, makanan karyawan dan sebagainyaAy. Sedangkan Food and Beverage Product memiliki tanggung jawab untuk pengolahan makanan dan dapat menghasilkan makanan yang berkualitas yang sudah sesuai dengan standart hotel. Food and Beverage Product memiliki beberapa section seperti Main Kitchen. Cold Kitchen. Pastry, dan Butcher. Pada masing-masing section memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mengolah makanan waktu breakfast, lunch, and dinner. Main kitchen merupakan suatu tempat atau ruangan yang memproduksi makanan dan memasak bahan-bahan makanan untuk keperluan konsumen hotel. Main kitchen memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mempersiapkan, mengolah, dan menyajikan produk appetizer, soup, dan maincourse. Dalam Main Kitchen penyimpanan bahan makanan memiliki peranan penting karena dengan melakukan penyimpanan bahan makanan sesuai dengan prosedur dapat menjaga kualitas dan keamanan bahan makanan tersebut. Salah satu memastikan keamanan pangan yaitu Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Menurut Bimo . HACCP adalah suatu sistem jaminan mutu yang mendasarkan kepada kesadaran atau perhatian bahwa hazard . akan timbul pada berbagai titik atau taha produksi, tetapi pengendaliannya dapat dilakukan untuk mengontrol bahaya-bahaya HACCP merupakan salah satu bentuk manajemen resiko yang dikembangkan untuk menjamin keamanan pangan. Keamanan makanan merupakan isu yang penting dalam industri makanan dan minuman. Konsumen sangat mengharapkan makanan dan minuman yang dikonsumsi aman dan terbebas dari resiko kesehatan. Agar terbebas dari resiko kesehatan maka harus memperhatikan penyimpanan makanan sesuai dengan prinsip HACCP. Penyimpanan bahan makanan yang baik dan sesuai dengan prinsip HACCP di main kitchen dapat berkontribusi secara signifikan dalam kualitas makanan yang dihasilkan. Kualitas bahan makanan yang baik dan terjaga keamanannya dapat mempengaruhi hasil akhir dari hidangan yang akan disajikan, meliputi rasa, penampilan, dan keamanan makanan. Selain itu, karyawan yang ada di Main Kitchen juga perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup mengenai sistem HACCP dan tindakan untuk pencegahan yang harus dilakukan dalam penyimpanan bahan Namun, masih terdapat beberapa tantangan dalam penyimpanan bahan makanan yang baik dengan menerapkan pendekatan HACCP di Main Kitchen. Beberapa faktor yang menghambat penyimpanan bahan makanan di Main Kitchen seperti kurangnya pemahaman karyawan tentang pentingnya penyimpanan bahan makanan yang baik, kurangnya pengawasan, dan ketidaktelitian dalam mengikuti prosedur penyimpanan. Hal ini dapat menghambat dan memiliki potensi untuk menimbulkan masalah kesehatan terkait a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. Dalam konteks ini, peneliti mengevaluasi jaminan dalam menghasilkan makanan yang penerapan Hazard Analysis Critical Control aman bagi konsumen. Point (HACCP) dalam penyimpanan bahan Kunci utama HACCP adalah antisipasi makanan di Main Kitchen yL Hotel bahaya dan identifikasi titik pengawasan yang Banyuwangi menjadi relevan untuk dilakukan. mengutamakan kepada tindakan pencegahan Dengan memahami faktor -faktor yang dapat dari pada mengendalikan pengujian produk mempengaruhi atau mengidentifikasi masalah HACCP dapat diterapkan dalam rantai yang muncul dalam penyimpanan bahan produksi pangan mulai dari produsen utama makanan serta tindakan untuk meningkatkan bahan baku pangan . , penanganan, kualitas penyimpanan bahan makanan di Main pengolahan, distribusi, pemasaran, hingga Kitchen. Dengan demikian, membuat peneliti sampai kepada pengguna akhir. HACCP jadi tertarik untuk melakukan penelitian yang dikenal sebagai sistem keamanan yanxg berjudul AuEvaluasi Penerapan Hazard efektif, maka dengan menerapkan HACCP Analysis Critical Control Point (HACCP) secara konsisten dapat menumbuhkan Dalam Penyimpanan Bahan Makanan di pemahaman karyawan perusahaan pangan Main Kitchen yL Hotel BanyuwangiAy. tentang pentingnya memproduksi makanan 2 Rumusan Masalah yang aman. Faktor penting untuk suksesnya Bagaimana kondisi penyimpanan penerapan HACCP dalam industri pangan bahan makanan di Main Kitchen yL Hotel Banyuwangi? manajemen untuk menyediakan makanan Bagaimana penerapan HACCP dalam penyimpanan bahan makanan di yL Penyimpanan Hotel Banyuwangi? merupakan salah satu dari enam prinsip 3 Tujuan Penelitian higiene dan sanitasi makanan. Menurut Bakri. Untuk et al . penyimpanan bahan makanan penyimpanan bahan makanan di Main adalah suatu tata cara menata, menyimpan. Kitchen yL Hotel Banyuwangi. memelihara bahan makanan kering dan basah Untuk mengetahui penerapan HAACP serta mencatat pelaporannya. Setelah bahan dalam penyimpanan bahan makanan di makanan yang memenuhi syarat diterima yL Hotel Banyuwangi. harus segera dibawa keruangan penyimpanan, seperti gudang atau ruangan pendingin. LANDASAN TEORI Kerusakan bahan makanan dapat terjadi Hazard Analysis Critical Control Point karena tercemarnya bakteri karena alam dan (HACCP) perlakuan manusia, adanya enzim dalam Menurut Setiarto . HACCP makanan, serta kerusakan mekanis seperti adalah suatu sistem jaminan mutu yang gesekan atau benturan. Ketika bahan makanan mendasarkan kepada kesadaran atau perhatian mengalami kerusakan maka dapat merugikan bahwa hazard . akan timbul pada dari industri pangan tersebut. Oleh karena itu, berbagai titik atau taha produksi, tetapi penyimpanan bahan makanan harus dilakukan pengendaliannya dapat dilakukan untuk dengan standar HACCP yang baik untuk mengontrol bahaya-bahaya tersebut. HACCP menghindari kerusakan - kerusakan dari merupakan salah satu bentuk manajemen perbuatan manusia itu sendiri. resiko yang dikembangkan untuk menjamin Penyimpanan bahan makanan sangat keamanan pangan dengan pendekatan penting karena dapat berpengaruh terhadap pencegahan yang dianggap dapat memberikan kualitas makanan yang dihasilkan. Tempat penyimpanan bahan makanan harus selalu a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a terpelihara dan dalam keadaan bersih, terlindung dari debu, bahan kimia berbahaya, serangga, dan hewan lain. Adapun indikator penerapan penyimpanan bahan makanan melalui pendekatan HACCP menurut R. Haryo Bimo Setiarto . sebagai berikut: Pengendalian suhu Setiap makanan harus mendapatkan perlakuan yang berbeda-beda terutama saat disimpan pada di dalam gudang. Bahan makanan harus disimpan di gudang dengan suhu dan kelembapan yang berbeda, karena jika tidak bahan kerusakan dan menyebabkan A Dry storage Dry storage merupakan tempat untuk menyimpan bahan makanan dalam kemasan seperti makanan dalam kaleng, plastik, kardus, botol, atau bahan makanan kering lainnya. Dry storage biasanya dipertahankan pada suhu antara 18 AC - 38 AC. Hal ini bertujuan agar terhindar dari serangan hama dan A Cold storage Cold storage merupakan gudang penyimpanan yang makanan yang mudah rusak seperti telur, mentega, daging, dan susu. Bahan makanan akan terjaga jika disimpan pada suhu antara 1 AC sampai dengan -7 AC. Dalam makanan harus diletakkan pada rak terpisah karena jika tidak menyebabkan kontaminasi yang berakibat pada kerusakan bahan A Freezer storage Freezer storage merupakan dengan suhu -18 AC. Freezer digunakan untuk menyimpan sebagai jenis daging dan frozen food. Penempatan dan pengaturan bahan Setiap bahan makanan yang disimpan harus diletakkan secara terpisah menurut jenisnya, dalam wadah masing-masing. Wadah stainless-steel, wadah plastik, atau wadah tertutup lainnya. Penempatan pengaturan bahan makanan A Temperatur 10 AC A Bahan makanan tidak diletakkan di bawah saluran/pipa air . ir bersih maupun air A Tidak ada pengairan di A Semua bahan makanan pada rak-rak dengan terbawah 15 cm Ae 25 A Tempat harus dibuat anti tikus dan serangga A Penempatan makanan harus rapi dan a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. ditata tidak padat untuk disimpan lebih dahulu menjaga sirkulasi udara digunakan dahulu, agar tidak ada makanan yang A Menggunakan jendela Penempatan berwarna hitam untuk pengaturan penyimpanan mengurangi intesitas makanan jadi Penempatan A Makanan jadi yang pengaturan bahan makanan basah/mudah membusuk A Bahan makanan seperti makanan dengan suhu disimpan pada suhu minimal 60 AC dan 4 AC untuk makanan dingin. 10 AC - 15 AC A Makanan saji yang siap A Bahan berprotein yang akan diwadahi atau dikemas segera diolah kembali disimpan pada suhu segera disajikan. 4 AC - 10 AC A Penyimapan makanan jadi harus terhindar dari A Bahan pencemaran bakteri dan berprotein yang mudah rusak untuk jangka waktu sampai 24 jam Penanggalan bahan makanan (Labellin. Penanggalan bahan makanan harus sekali . dengan selalu dilakukan baik bahan suhu 0 AC - 4 AC makanan yang belum digunakan A Bahan atau yang sudah digunakan. Hal ini berprotein yang mudah bertujuan agar bahan makanan rusak untuk jangka selalu terkontrol dan terjaga pendek dari 24 jam kualitasnya, selain itu dapat membantu pihak industri untuk mengatur perputaran persediaan . dengan suhu < bahan makanan di gudang, serta 0 AC untuk memastikan bahan makanan A Pintu tidak boleh sering yang lebih lama disimpan lebih dibuka karena akan dahulu digunakan untuk mencegah meningkatkan suhu pemborosan dan memastikan A Makanan yang berbau tajam . dang, ikan, dan Pencatatan bahan makanan lain-lai. Bahan makanan yang ada harus dicatat ketika bahan makanan baru A Pengambilan dengan datang ataupun ketika akan cara FIFO yaitu yang a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a Pencatatan pengawasan dan pengendalian persediaan barang masuk atau hama atau serangga yang dapat keluar harus dilakukan secara baik mengancam keamanan pangan di dan rutin berdasarkan dokumen. lingkungan produksi makanan. Hal ini bertujuan untuk mengontrol Pemantauan bahan makanan yang keluar dari merupakan langkah penting dalam gudang dan juga bahan makanan menjaga kebersihan dan keamanan yang baru datang ke gudang. Jenis pangan, serta memastikan bahwa pencatatan yang harus ada pada risiko kontaminasi dari hama atau makanan adalah: dengan efektif. Evaluasi A Kartu stock di setiap jenis Menurut (Duun, 2. evaluasi bahan makanan A Buku registrasi/buku induk (Appraisa. , pemberian angka (Ratin. keluar masuknya bahan dan penilaian secara sistematis. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan A Formulir permintaan dan bahwa evaluasi merupakan sebuah pengiriman bahan makanan upaya untuk menentukan keputusan Kebersihan lingkungan dan menentukan nilai dari sebuah Kebersihan lingkungan dalam kegiatan untuk melihat apakah suatu pendekatan HACCP merupakn program yang telah direncanakan telah aspek penting dalam menjaga tercapai atau belum, serta dapat pula keamanan pangan di lingkungan digunakan untuk melihat tingkat Menjaga efisiensi pelaksanaanya. Adapun kebersihan lingkungan bertujuan untuk mencegah kontaminasi yang (Duun, dapat membahayakan kualitas dan sebagai berikut: keamanan bahan makanan. Efektivitas Pelatihan karyawan Efektifitas Pelatihan pendekatan HACCP bertujuan mencapai tujuan yang ditetapkan. untuk memberikan pemahaman Efektivitas dapat diukur dengan dan keterampilan kepada karyawan membandingkan hasil yang dicapai dalam mengimplementasikan dan menjalankan sistem HACCP. Jika Selain itu untuk memastikan tindakan atau kegiatan berhasil bahwa karyawan yang terlibat mencapai tujuan yang ditetapkan, maka dapat dikatakan efektif. Akan makanan telah menerima pelatihan tetapi, jika hasilnya tidak sesuai terkait dengan HACCP untuk dengan tujuan yang ditetapkan, prinsip-prinsip maka dapat dikatakan kurang keamanan pangan. efektif atau tidak efektif. Pemantauan pest control Kecukupan Pemantauan pest control dalam Kecukupan merupakan suatu pendekatan HACCP merupakan kondisi atau tingkat untuk a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. penyimpanan bahan makanan di Main Kitchen Kecukupan dapat menggambarkan yL Hotel Banyuwangi. sejauh mana suatu hasil dapat Teknik Pengumpulan Data memecah masalah. Teknik pengumpulan data merupakan Penerapan teknik atau metode yang digunakan untuk Indikator mengumpulkan data yang akan diteliti. Teknik dimaksud adalah seberapa besar pengumpulan data memerlukan langkahmanfaat yang disalurkan kepada langkah yang strategis dan sistematis untuk sekolompok orang dari suatu mendapatkan data yang valid sesuai dengan program tertentu. Terdapat dua jenis data yang Responbilitas digunakan dalam penelitian ini yaitu data Responbilitas merupakan suatu primer dan sekunder. hasil dari suatu kebijakan dapat Pengumpulan Data mengandung nilai yang dapat Data primer menguntungkan sekolompok orang Data primer adalah data yang yang terlibat. diperoleh atau dikumpulkan secara Ketetapan langsung oleh peneliti dan diperoleh Ketetapan langsung dari sumbernya. Adapun data pencapaian dari suatu kegiatan atau primer yang digunakan pada penelitian program dapat bermanfaat bagi sekolompok orang. wawancara dan observasi. Wawancara METODE PENELITIAN Menurut Sugiyono Pendekatan Penelitian wawancara merupakan pertemuan dua Pada penelitian ini menggunakan orang untuk bertukar informasi dan ide pendekatan metode penelitian kualitatif. melalui tanya jawab, sehingga dapat Peneliti berusaha menggambarkan kondisi dikonstrusikan makna dalam suatu atau keadaan sesungguhnya dengan cara topik tertentu. Wawancara yang mengumpulkan data dan informasi di lapangan serta menjelaskan dalam bentuk uraian. Menurut Sugiyono . penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan wawancara ini termasuk ke dalam untuk meneliti pada kondisi objek yang ilmiah, kategori in-depth interview dalam dimana peneliti adalah instrumen kunci, teknik pelaksanaanya lebih bebas jika pengumpulan data bersifat induktif, dan hasil dibandingkan dengan wawancara penelitian menekankan pada makna dari pada Wawancara jenis ini dilakukan dengan cara tanya jawab Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan dalam penelitian ini, peneliti berusaha pewawancara dengan informan atau untuk memperoleh gambaran, mengetahui dan orang yang diwawancarai. Dimana memahami, serta dapat menjelaskan fenomena pewawancara dan informan terlibat sosial yang terjadi. Maka dari itu, metodologi dalam kehidupan sosial yang relatif penelitian penulis menggunakan pendekatan Observasi (Pengamata. mengevaluasi penerapan Hazard Analysis Sugiyono Critical Control Point (HACCP) dalam merupakan teknik pengumpulan data a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a langsung ke lokasi penelitian. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai penyimpanan bahan makanan melalaui pendekatan (HACCP) di yL Hotel Banyuwangi. Dengan langsung ke lapangan. Dalam konteks kebenaran yang berhubungan dengan topik penelitian. Tujuan observasi adalah untuk memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial. Oleh karena itu, peneliti harus cermat dalam membaca situasi sosial yang terjadi dalam lapangan. Data Sekunder Menurut (Sugiyono, 2. data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau dokumen. Adapun data sekunder diperoleh Studi Literatur Menurut (Sugiyono, 2. Studi literatur adalah kajian teoritis dan referensi lain yang berkaitan dengan nilai, budaya dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang Dalam penelitian ini penulis memilih studi literatur dengan cara mengumpulkan buku referensi yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Dokumentasi Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data secara tidak langsung ditunjukkan pada subjek penelitian akan tetapi ditunjukkan melalui dokumentasi. Dokumentasi yang dapat digunakan oleh peneliti yakni berbentuk gambar, kondisi penyimpanan bahan makanan di Main Kitchen, dan juga dokumentasi selama proses penelitian di Main Kitchen yL Hotel Banyuwangi. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti antara lain: 1 Pedoman Wawancara Instrumen pengumpulan data yang diambil adalah pedoman Informasi dibutuhkan saat penelitian dapat dilakukan melalui wawancara secara semiterstuktur. Fungsi dari adanya wawancara ini sebagai alat bantu dalam melakukan penelitian, selain itu pembuatan pertanyaan wawancara harus berhubungan dengan konteks penelitian agar menjadikan solusi dari masalah Nantinya pedoman wawancara ini akan ditampilkan sebagai lampiran pada akhir dari laporan. 2 Cheklist Observasi Menurut Notoatmodjo . instrumen observasi adalah alat-alat yang digunakan untuk mendapatkan atau mengumpulkan data. Caranya kuesioner, formulir observasi, dan formulir lain yang berkaitan dengan Instrumen observasi dapat berbentuk checklist Checklist observasi merupakan alat yang digunakan untuk mencatat dan memeriksa keberadaan suatu kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Checklist ini berisi daftar pernyataan yang harus dicentang oleh peneliti atau pengamat selama proses observasi. Teknik Analisis Data 3 Data Kualitatif Sugiyono . mengatakan bahwa analisis data dalam penelitian a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. Menurut Sugiyono . setelah pengumpulan data berlangsung, dan data direduksi langkah selanjutnya setelah selesai pengumpulan data adalah menyajikan data. Dalam dalam periode tertentu. Pada saat penelitian kualitatif penyajian data wawancara berlangsung, peneliti dapat berupa bentuk uraian singkat, sudah melakukan analisis terhadap bagan, grafik hubungan antar jawaban yang diwawancarai. Adapun aktivitas dalam analisis data kualitatif Penyajian data yang yaitu data pengumpulan data, sering digunakan yaitu dengan teks penyajian data, reduksi data, dan yang bersifat naratif dan dirancang kesimpulan penarikan atau verifikasi untuk menggabungkan informasi (Miles dan Huberman, 2. yang tersusun sehingga mudah Penarikan Kesimpulan Menurut Milles and Huberman . dalam Sugiyono . verifikasi merupakan kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara yang akan berubah ketika tidak ditemukan bukti - bukti yang kuat dan mendukung pengumpulan data Gambar 1 Komponen Dalam Analisis Data pada tahap selanjutnya. Tetapi Sumber: (Miles dan Huberman dalam apabila kesimpulan dikemukakan Sugiyono, 2. pada tahap awal sudah didukung Berikut merupakan penjelasan dari oleh bukti - bukti valid dan gambar diatas mengenai komponen dalam analisis data sebagai berikut: mengumpulkan data di lapangan. Pengumpulan data Dalam pengumpulan data dilakukan kesimpulan yang kredibel. melalui wawancara, observasi, dan HASIL DAN PEMBAHASAN Reduksi data Kondisi Penyimpanan Bahan Makanan yL Mereduksi Hotel Banyuwangi Berdasarkan hasil penelitian yang telah memfokuskan pada hal-hal yang dilakukan terkait keadaan penyimpanan bahan penting dicari tema dan polanya. makanan di yL Hotel Banyuwangi, dengan Dengan demikian data yang telah mengacu pada teori (R. Haryo Bimo Setiarto, 2. mengenai tujuh indikator dalam pelaksanaan penyimpanan bahan makanan mempermudah peneliti untuk yaitu pengendalian suhu, penempatan dan melakukan dalam pengumpulan pengaturan bahan makanan, penanggalan data selanjutnya. bahan makanan, pencatatan bahan makanan. Penyajian data kebersihan lingkungan, pelatihan karyawan, a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a pemantauan pest control. Berikut ini hasil observasi dan wawancara terkait keadaan penyimpanan bahan makanan di main kitchen yL Hotel Banyuwangi berdasarkan 7 indikator yaitu sebagai berikut: Pengendalian suhu Pengendalian suhu merupakan suatu cara untuk mempertahankan suhu dalam kisaran yang telah ditentukan. Menurut executive chef terkait dengan suhu yang diterapkan di dalam penyimpanan bahan makanan, seperti suhu chiller 0,5AC sedangkan untuk freezer -18 AC. Pengendalian suhu di yL Hotel Banyuwangi dilakukan dengan cara memonitor sebanyak dua kali sehari, selain itu juga tidak membuka tutup tempat penyimpanan bahan makanan seperti chiller maupun freezer agar suhu tersebut tetap stabil. Dengan penerapan suhu yang sudah terapkan bakteri atau serangga tidak akan masuk ke dalam tempat penyimpanan bahan makanan. Penempatan dan pengaturan bahan Penempatan bahan makanan yang benar dapat membantu memastikan keamanan bahan makanan, mencegah kontaminasi, dan dapat mempermudah pengambilan bahan makanan ketika ingin digunakan. Berikut merupakan keadaan penempatan bahan makanan di dry storage, cold storage, dan freezer storage yaitu sebagai berikut: Keadaan dry storage Sesuai dengan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, keadaan dry storage terkait dengan penempatan bahan makanan kering atau kaleng sudah tertata dengan rapi, sudah tersedia label akan tetapi penempatan jenis bahan makanan tidak sesuai dengan label yang sudah dibuat, di dalam dry storage juga sudah tersedia kartu stok dimana kartu stok ini bertujuan untuk mencatat jumlah bahan yang masuk dan keluar serta stok yang masih tersisa di dry Keadaan cold storage Sesuai dengan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, keadaan cold storage terkait makanan seperti buah-buahan, susu, keju, dressing salad, dll. Sesuai dengan gambar penempatan buah-buahan masih dicampur dengan macam-macam dressing Dengan penempatan yang kurang tepat dalam waktu yang kerusakan dan menimbulkan bau ketika buah-buahan dicampur dengan jenis bahan makanan Keadaan freezer storage Sesuai dengan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, keadaan freezer storage terkait dengan penempatannya kurang sesuai dikarenakan penempatannya masih ditumpuk-tumpuk. Sudah tersedia label pada masing-masing jenis daging dan setiap jenis daging sudah di wrap agar tidak terjadi Sesuai dengan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti. Keadaan chiller keadaan chiller untuk penempatan berbagai jenis sayuran kurang Hal ini dapat dilihat dari penempatan yang masih di tumpuk-tumpuk penempatannya masih dicampur dengan berbagai jenis sayuran Keadaan seperti gambar di a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. atas jika dalam waktu yang lama dari observasi yang telah dilakukan. dapat menyebabkan kontaminasi Pencatatan bahan makanan ditemui atau busuknya berbagai macam dalam penyimpanan bahan makanan Selain kering atau dry storage, di dalam dry storage sudah tersedia kartu stok yang dengan rapi. Keterbatasan tempat bertujuan untuk mengetahui stok dari penyimpanan bahan makanan inilah yang merupakan faktor mempermudah masuk dan keluarnya utama penyebab penempatan jenis bahan makanan tersebut. bahan makanan masih ditumpuk5. Kebersihan lingkungan tumpuk dan tercampurnya berbagai Kebersihan lingkungan merupakan jenis bahan makanan dan juga aspek penting dalam pendekatan kurang kesadaran untuk menata HACCP karena dengan menjaga penyimpanan bahan makanan kebersihan lingkungan dapat menjaga dengan rapi agar memudahkan keamanan pangan. Kebersihan tempat pengambilan bahan makanan penyimpanan bahan makanan di main ketika akan digunakan atau kitchen yL Hotel Banyuwangi sudah diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Penanggalan Steward akan membersihkan secara (Labellin. rutin apabila lantai sudah terlihat kotor Penanggalan atau ada saluran air yang tidak lancar. (Labellin. dalam penyimpanan bahan Steward juga selalu memeriksa area makanan di yL Hotel Banyuwangi sudah diterapkan. Hal ini dapat dilihat kebersihan lantainya. Apabila sudah dari observasi yang telah dilakukan mulai kotor steward akan segera oleh peneliti, pada masing-masing Setiap staff dari tempat penyimpanan bahan makanan main kitchen sudah menyadari seperti dry storage, freezer storage, dan pentingnya kebersihan lingkungan Labelling untuk menjaga keamanan pangan dari berbagai jenis serangga atau debu. ditemukan labelling yang tidak sesuai Dengan dengan jenis bahan makanan, keadaan lingkungan di tempat penyimpanan seperti ini dapat terjadi karena belum bahan makanan dapat menghasilkan adanya kesadaran pada diri masingkualitas makanan yang sehat dan masing dan kurangnya pemantauan langsung terakit dengan labelling. Pelatihan karyawan Pencatatan bahan makanan Pelatihan karyawan merupakan suatu Pencatatan bahan makanan yang dilakukan di yL Hotel Banyuwangi pemahaman terkait dengan pendekatan dilakukan ketika bahan makanan baru HACCP dalam penyimpanan bahan Pencatatan atas persediaan Pelatihan karyawan terkait bahan makanan yang masuk dan keluar dengan HACCP sudah dilakukan biasanya di dokumentasi oleh admin sebanyak satu kali ketika yL Hotel food and beverage. Pencatatan bahan Banyuwangi Pelatihan makanan di yL Hotel Banyuwangi karyawan merupakan aspek terpenting sudah diterapkan, hal ini dapat dilihat karena dengan semakin sering a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a diadakan pelatihan terkait HACCP maka semakin memahami betapa pentingnya menerapkan HACCP dalam penyimpanan bahan makanan. Pemantauan pest control Pemantauan merupakan proses untuk pengawasan dan pengendalian hama atau serangga yang dapat mengancam Pemantauan penyimpanan bahan makanan di yL Hotel Banyuwangi belum dilakukan secara maksimal, hal ini dapat dilihat dari hasil observasi dan wawancara masih ditemukan penempatan bahan makanan yang ditumpuk-tumpuk atau dicampur dengan jenis bahan makanan lainnya, penempatan yang kurang rapi, labelling yang tidak sesuai dengan Hasil evaluasi penerapan HACCP dalam penyimpanan bahan makanan di yL Hotel Banyuwangi Evaluasi penyimpanan bahan makanan melalui pendekatan HACCP merupakan penilaian terhadap kondisi penyimpanan bahan makanan dengan tujuan untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kualitas dari bahan makanan tersebut. Ketika melakukan evaluasi penyimpanan bahan makanan harus mematuhi pedoman atau peosedur yang telah ditetapkan oleh suatu industri serta melaksanakan praktik sesuai dengan pendekatan HACCP. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa bahan makanan tetap aman, bersih, dan memiliki kualitas Adapun evaluasi penerapan HACCP dalam penyimpanan bahan makanan sesuai dengan indikator yang sudah ditetapkan sebagai berikut: Efektivitas Efektifitas merupakan suatu tindakan atau kegiatan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Efektivitas dapat diukur dengan membandingkan hasil yang dicapai dengan tujuan yang telah Adapun bentuk efektifitas dari 7 indikator penyimpanan bahan makanan antara Pengendalian suhu Sesuai dengan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan makanan melalui pendekatan HACCP sudah efektif. Dikatakan efektif karena pengendalian suhu di main kitchen El Hotel Banyuwangi sudah diterapkan sesuai prosedur yang sudah dibuat dan sesuai dengan pendekatan HACCP. Hal ini dibuktikan dengan pemantauan atau pengontrolan terkait dengan suhu penyimpanan seperti dry storage, cold storage, dan freezer storage agar bahan makanan tetap aman dan terjaga Penempatan Sesuai dengan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan makanan melalui pendekatan HACCP tidak efektif. Dikatakan tidak efektif karena dari hasil observasi ditemukan penempatan bahan makanan terutama jenis sayuran penempatannya masih di tumpuk-tumpuk dan tidak dipisah sesuai dengan jenis sayuran Penempatan seperti ini menyimpang dari pendekatan HACCP, dengan penempatan bahan makanan yang tidak sesuai bakteri dapat dengan mudah masuk ke dalam jenis bahan makanan dan kualitas dari jenis bahan makanan a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. Penanggalan bahan makanan Sesuai dengan hasil observasi dan (Labellin. wawancara telah dilakukan terkait Sesuai dengan hasil observasi dan penyimpanan bahan makanan wawancara yang telah dilakukan melalui pendekatan HACCP sudah Dikatakan efektif karena makanan melalui pendekatan kondisi tempat penyimpanan bahan HACCP kurang efektif. Dikatakan makanan bersih dan terbebas dari kurang efektif karena dari hasil Setiap hari pihak steward selalu membersihkan lantai dan labelling pada masing-masing bahan makanan, akan tetapi pengawasan ketika ada genangan labelling yang ditemukan tidak air di tempat penyimpanan bahan sesuai dengan jenis bahan makanan itu sendiri. Bentuk labelling yang Kegiatan sesuai dengan pendekatan HACCP bersih-bersih ini selalu dilakukan dapat dilihat dari masing-masing karena semua orang sadar akan jenis bahan makanan tertulis pentingnya menjaga kebersihan tanggal masuk dan kadaluwarsa, lingkungan agar menghasilkan serta nama jenis bahan makanan. kualitas yang tinggi dan aman Dengan demikian maka. Labelling yang diterapkan di yL Hotel Pelatihan karyawan Banyuwangi tidak sesuai dengan Sesuai dengan hasil observasi dan pendekatan HACCP, hal ini terjadi wawancara yang telah dilakukan karena kurangnya pemantauan atau terkait dengan penyimpanan bahan makanan melalui pendekatan labelling selain itu juga dapat HACCP belum efektif. Dikatakan mempersulit seseorang ketika belum atau kurang efektif karena membutuhkan bahan makanan pelatihan karyawan terkait dengan HACCP hanya dilakukan sekali Pencatatan bahan makanan pada saat berdirinya El Hotel Sesuai dengan hasil observasi dan Banyuwangi. Pelatihan karyawan wawancara yang telah dilakukan terkait dengan HACCP harus rutin dilakukan mengingat pentingnya makanan melalui pendekatan mencegah bahaya yang masuk ke HACCP sudah efektif. Dikatakan Dengan sudah efektif karena dalam tempat penyimpanan bahan makanan karyawan atau trainee dapat sudah tersedia kartu stok atau kartu registrasi yang bertujuan untuk HACCP mencatat keluar masuknya bahan penyimpanan bahan makanan yang Jadi, setiap bahan makanan datang admin food and keamanan dan kualitas makanan beverage product mencatat dan yang dihasilkan. begitupun sebaliknya ketika bahan Pemantauan pest control makanan sudah digunakan. Sesuai dengan hasil observasi dan Kebersihan lingkungan wawancara yang telah dilakukan a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a terkait dengan penyimpanan bahan makanan melalui pendekatan HACCP kurang efektif. Dikatakan kurang efektif karena ditemukan kekurangan dalam penerapan penyimpanan melalui pendekatan HACCP. Kurangnya pemantauan dari executive chef dan kesadaran diri masing-masing karyawan yang mengakibatkan belum berhasilnya penerapan penyimpanan bahan makanan dengan pendekatan HACCP. Kecukupan Kecukupan merupakan suatu kondisi atau tingkat untuk mencapai standar Kecukupan menggambarkan sejauh mana suatu hasil dapat memecah masalah. Adapun bentuk kecukupan dari 7 indikator penyimpanan bahan makanan antara Pengendalian suhu Pengendalian suhu di tempat penyimpanan makanan di yL Hotel Banyuwangi sudah dilakukan dengan baik, dikatakan sudah baik karena dapat dilihat dalam segi keefektifan hasil yang diperoleh mencapai kondisi yang sudah ditentukan atau sudah sesuai dengan prosedur penyimpanan bahan makanan terkait dengan suhu penyimpanan. Dalam hal ini mengendalikan suhu yang baik dalam kegiatan menyimpan bahan mencapai kondisi yang diinginkan. Penempatan Penempatan yL Hotel Banyuwangi belum dilakukan dengan baik, karena dilihat dalam segi keefektifan hasil yang diperoleh belum mencapai kondisi yang diinginkan atau tidak sesuai dengan prosedur. Belum tercapai karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi, faktor utama penyimpanan bahan makanan. Hal ini yang menjadikan dasar belum tercapainya masalah yang dihadapi dalam penempatan dan pengaturan penyimpanan bahan makanan. Penanggalan bahan makanan (Labellin. Penanggalan bahan makanan (Labellin. di penyimpanan bahan makanan yL Hotel Banyuwangi belum dilakukan dengan baik, karena belum mencapai kondisi yang sesuai dengan prosedur Belum tercapainya kondisi yang sesuai dengan prosedur karena adanya beberapa faktor yaitu kurangnya pemantauan dan kesadaran akan pentingnya Pencatatan bahan makanan Pencatatan bahan makanan sudah dilakukan dengan baik, karena dilihat dari segi keefektifan hasil yang diperoleh dari kegiatan pencatatan bahan makanan dalam penyimpanan sudah mencapai kondisi sesuai dengan prosedur. Hal ini menunjukkan pentingnya melakukan pencatatan bahan makanan mulai dari bahan datang sampai dengan bahan akan berkontribusi dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Kebersihan lingkungan Kebersihan lingkungan dalam dilakukan dengan baik, karena a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. dilihat dari segi keefektifan hasil Pengendalian yang diperoleh dari kegiatan penyimpanan bahan makanan kebersihan lingkungan tempat sudah diterapkan dengan tepat, penyimpanan sudah mencapai dengan penerapan suhu yang tepat kondisi sesuai dengan prosedur. dapat mempengaruhi hasil dari Hal ini menunjukkan pentingnya bahan makanan yang disimpan. memiliki kesadaran tinggi untuk Hal ini dapat menunjukkan pentingnya menerapkan suhu yang penyimpanan bahan makanan agar tepat dalam penyimpanan bahan dapat mencapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. produk yang terjaga keamanannya Pelatihan karyawan dan berkualitas. Pelatihan karyawan terkait dengan Penempatan HACCP penyimpanan bahan makanan di yL Dalam penerapannya penempatan Hotel Banyuwangi belum tercapai dan pengaturan penyimpanan dengan baik, karena pelatihan belum diterapkan sesuai dengan karyawan belum terlaksana secara HACCP rutin dan terarah. Dalam hal ini ditemukan penyimpangan dari penempatan bahan makanan yang melakukan pelatihan karyawan akan mengakibatkan kontaminasi dengan tujuan untuk mencapai jika dalam waktu yang lama. Dengan demikian, maka penerapan makanan melalui pendekatan penempatan bahan makanan yang HACCP. sesuai dengan pendekatan HACCP Pemantauan pest control dapat mempengaruhi kualitas Pemantauan pest control terhadap produk yang dihasilkan. penyimpanan bahan makanan di yL Penanggalan bahan makanan Hotel Banyuwangi belum tercapai (Labellin. dengan baik, karena tindakan Penanggalan bahan makanan atau pemantauan belum dilaksanakan labelling belum diterapkan dengan secara rutin. Hal ini menunjukkan Hal ini dapat dilihat dari penyimpangan yang ditemukan pemantauan secara rutin agar dapat pada saat pelaksanaan observasi. mencapai kondisi penyimpanan Dengan melakukan labelling yang tepat dapat memudahkan karyawan HACCP. ketika akan menggunakan bahan Penerapan makanan tersebut. Indikator penerapan yang dimaksud Pencatatan bahan makanan adalah seberapa besar manfaat yang Dalam penerapannya pencatatan disalurkan kepada sekolompok orang bahan makanan sudah dilakukan dari suatu program tertentu. Adapun Penerapan bentuk penerapan dari 7 indikator pencatatan bahan makanan yang penyimpanan bahan makanan antara sudah tepat dapat memudahkan karyawan dalam mengetahui stok Pengendalian suhu a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a Kebersihan lingkungan Dalam penerapannya kebersihan lingkungan di tempat penyimpanan sudah diterapkan dengan tepat. Hal ini dapat dilihat dari kesadaran diri pada masing-masing karyawan kebersihan di seluruh tempat Penerapan kebersihan lingkungan di tempat penyimpanan yang tepat dapat menghasilkan hasil yang terjaga kebersihannya dan jauh dari bakteri yang merugikan. Pelatihan karyawan Dalam penerapannya pelatihan HACCP penyimpanan bahan makanan belum diterapkan dengan tepat, karena pelatihan karyawan hanya dilakukan dalam sekali. Hal ini pentingnya pelatihan karyawan agar semua karyawan atau trainee memiliki kesadaran tinggi akan penerapan penyimpanan bahan makanan dengan menggunakan pendekatan HACCP. Pemantauan pest control Dalam penerapannya pemantauan terkait dengan penyimpanan bahan makanan belum diterapkan dengan baik, karena masih ditemukan produk yang dihasilkan. Hal ini penyimpanan bahan makanan sangat penting untuk diterapkan agar tercapai kondisi penyimpanan HACCP. Responbilitas Responbilitas merupakan suatu hasil mengandung nilai yang dapat menguntungkan sekolompok orang Adapun penyimpanan bahan makanan antara Pengendalian suhu Pengendalian suhu yang telah diterapkan dalam penyimpanan bahan makanan di yL Hotel Banyuwangi Pengendalian suhu yang telah diterapkan sudah sesuai dengan prosedur penyimpanan pendekatan HACCP, hal ini dilihat dari pemantauan suhu secara rutin dan berapa suhu yang seharusnya ditetapkan baik di dry storage, cold storage, maupun di freezer storage. Dengan menekankan pentingnya melakukan pemantauan terhadap memberikan bentuk keberhasilan Penempatan Penempatan diterapkan dalam penyimpanan bahan makanan di yL Hotel Banyuwangi belum menunjukkan Penempatan pada chiller pada jenis sayuran masih ditemukan penempatan yang tidak HACCP. Dengan menempatkan bahan makanan yang tidak sesuai dapat mempengaruhi dari kualitas bahan makanan tersebut. a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. Penanggalan bahan makanan Pemantauan terhadap penerapan (Labellin. penyimpanan bahan makanan Penangalan bahan makanan belum menunjukkan keberhasilan, karena masih banyak terjadi penyimpanan bahan makanan di yL penyimpangan terutama pada Hotel Banyuwangi penempatan bahan makanan. Dengan melakukan pemantauan Penanggalan bahan makanan yang secara rutin diharapkan akan tidak sesuai dengan pendekatan menghasilkan kesuksesan terhadap HACCP dapat merugikan ketika HACCP tidak ada keterangan terkait kapan penyimpanan bahan makanan di yL bahan makanan tersebut digunakan Hotel Banyuwangi. atau kadaluwarsa. Ketetapan Pencatatan bahan makanan Ketetapan Pencatatan bahan makanan yang pencapaian dari suatu kegiatan atau program dapat bermanfaat bagi kesuksesan terhadap penyimpanan sekolompok orang. Adapun bentuk Dengan melakukan pencatatan bahan penyimpanan bahan makanan antara makanan yang sesuai prosedur Pengendalian suhu karyawan dalam melakukan proses Ketetapan dari pengendalian suhu pemutaran bahan makanan. penyimpanan bahan makanan Kebersihan lingkungan sudah tercapai dengan baik, karena Melakukan kebersihan lingkungan dapat dilihat dari pengendalian dengan baik dapat mempengaruhi suhu yang telah dilakukan setiap kesuksesan terhadap penyimpanan hari pada masing-masing tempat Dengan Dengan tercapainya menerapkan kebersihan pada penerapan suhu yang tepat maka dapat memberikan hasil yang mempengaruhi hasil yang terjaga keamanannya dan kebersihannya. Penempatan serta dapat memuaskan konsumen yang mengonsumsinya. Ketetapan Pelatihan karyawan penyimpanan makanan belum Pelatihan karyawan terhadap tercapai dengan baik. Belum penerapan penyimpanan bahan tercapai sesuai dengan prosedur makanan melalui pendekatan karena ditemukan penyimpangan HACCP belum menunjukkan dalam penempatan bahan makanan Pelatihan karyawan yang masih ditumpuk-tumpuk dan harus dilaksanakan secara rutin penempatannya tidak di sendirikan agar menghasilkan keberhasilan sesuai dengan jenis bahan terkait penerapan HACCP dalam Ketetapan yang baik penyimpanan bahan makanan di yL Hotel Banyuwangi. penyimpanan bahan makanan Pemantauan pest control a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a dapat mempengaruhi produk yang akan dihasilkan. Penanggalan bahan makanan (Labellin. Ketetapan dalam penanggalan bahan makanan belum tercapai dengan baik. Belum tercapai sesuai prosedur penyimpanan bahan labelling yang belum sesuai dengan jenisnya dan kurangnya kesadaran sumber daya manusia tentang penerapan labelling yang Dalam hal ini menunjukkan penyimpanan agar mempermudah karyawan yang akan menggunakan bahan tersebut. Pencatatan bahan makanan Ketetapan bahan makanan dalam penyimpanan bahan makanan sudah tercapai dengan baik, karena hasil setelah dilakukan observasi sudah ditemukan kartu stock dan kartu registrasi yang bertujuan untuk mencatat keluar masuknya Dengan pencatatan bahan makanan yang karyawan dalam mengatur proses keluar masuknya bahan makanan. Kebersihan lingkungan Ketetapan kebersihan lingkungan di tempat penyimpanan bahan makanan sudah tercapai dengan tepat, karena setelah dilakukan observasi ditemukan lingkungan yang bersih dan tidak ada genangan air dalam tempat penyimpanan Ketetapan kebersihan lingkungan dalam tempat penyimpanan dikatakan sudah tercapai ketika semua karyawan memiliki kesadaran melakukan kebersihan di semua area agar menghasilkan produk yang terjaga keamanannya dari bakteri yang membahayakan. Pelatihan karyawan Ketetapan pelatihan karyawan terhadap penyimpanan bahan makanan melalui pendekatan HACCP dinilai belum tercapai, karena pelatihan karyawan tentang HACCP Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi ketika dilakukan secara rutin maka masih banyak penyimpangan yang terjadi dan kurangnya kesadaran untuk menerapkan penyimpanan sesuai dengan pendekatan HACCP. Pemantauan pest control Ketetapan pemantauan dalam penyimpanan bahan makanan dinilai belum sepenuhnya tercapai, karena pemantauan tidak dilakukan secara rutin dan tidak terjadwal. Dengan pemantauan secara rutin dan memiliki jadwal khusus maka penyimpanan bahan makanan melalui pendekatan HACCP. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data Evaluasi Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dalam penyimpanan bahan makanan di Main Kitchen yLHotel Banyuwangi menarik beberapa kesimpulan antara lain: Kondisi Penyimpanan Bahan Makanan yL Hotel Banyuwangi penyimpanan bahan makanan a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. penempatan dan pengaturan bahan DAFTAR PUSTAKA . Arisandi. Implementasi (Labellin. , pencatatan bahan Hazard Analysis and Critical Control makanan, pelatihan karyawan. Point (HACCP) dalam Penyimpanan Bahan Baku Makanan di Hotel pematuan pest control. Discovery Kartika Plaza Hotel . Hasil evaluasi penerapan HACCP . Dandi. Evaluasi Penerapan Hazard Analysis and Critical Point makanan di yL Hotel Banyuwangi (HACCP) Pada Produksi Rendang terkait dengan indikator evaluasi Asese. seperti efektivitas, kecukupan, . Handoko. Analisis Hygiene Dan Sanitasi Pengolahan Ikan Bakar penerapan terhadap 7 indikator Wisata Kuliner Blimbingsari penyimpanan bahan makanan telah Banyuwangi Melalui Pendekatan diterapkan dengan baik di yL Hotel HACCP. Banyuwangi. Irawan. Hazard Analysis 1 Saran