Jurnal Media Riset Ekonomi (MR. EKO) | E-ISSN: 2962-6811 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan ANALISIS PENGARUH FAKTOR KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN STRUCTURAL EQUATION MODELING PARTIAL LEAST SQUARE Sukimin1 Eva Fidriani2 . Miswaty3 . Juwari4 Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan sukimin@uniba-bpn. id, eva. fidriani99@gmail. com, 3*miswaty@uniba-bpn. juwari@uniba-bpn. ABSTRAK Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian konsumen pada Angkringan di Balikpapan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 177 konsumen Balikpapan yang aktif membeli makanan angkringan. Data dianalisis dengan menggunakan partial least squares structural equation model (PLS-SEM) dan multi group analysis (MGA) pada software SMARTPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk dan lokasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menggambarkan bahwa penentuan produk dan lokasi merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan penjualan akibat meningkatnya keputusan pembelian oleh Keputusan pembelian mempertimbangkan kenyamanan dan lokasi yang cocok bagi pembeli untuk datang ke tempat usaha, kemudahan akses dan menjadi penentu bagi pembeli serta mempengaruhi keputusan pembeli. Saran dari penelitian ini yaitu memperhatikan lokasi dan kualitas produk akan meningkatkan pembelian. Kata Kunci : Produk. Partial least square, lokasi. Keputusan Pembelian. ABSTRACT The purpose of this paper is to idendify the factors affecting consumersAo purchase decision making at Angkringan in Balikpapan. Data were collected by distributing questionnaires to 177Balikpapan consumes who were actively buying food of angkringan. The data were analyzed using the partial least squares structural equation model (PLS-SEM) and multi group analysis (MGA) in SMARTPLS software. The results show that the product and location have an impact on purchasing decisions. This study illustrates that the determination of product and location are important factors that need to be considered to increase sales due to increased purchasing decisions by consumers. The purchase decision considers the convenience and location that is suitable for buyers to come to the place of business, ease of access and becomes a determinant for buyers and influences buyers' decisions. Suggestions from this study that paying attention to location and product quality will increase purchases. Keywords: Product. Partial Least Square. Place,Purchase Decision. PENDAHULUAN Perkembangan bisnis di indonesia semakin maju dan modern mengakibatkan persaingan dunia bisnis semakin ketat. Jenis usaha yang belakangan ini marak adalah usaha bisnis dibidang food and beverages atau biasa disebut usaha bisnis kuliner. Bisnis kuliner didirikan dengan pertimbangan modal yang terjangkau dan laba yang didapatkan maksimal, beberapa masyarakat melihat munculnya peluang seperti konsumen yang banyak dan makanan sebagai kebutuhan pokok serta permintaan akan pangan yang melimpah. Dikarenakan makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus Volume 1 Nomor 2 Oktober 2022 | https://doi. org/10. 36277/mreko. Jurnal Media Riset Ekonomi (MR. EKO) | E-ISSN: 2962-6811 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan dipenuhi setiap harinya, sehingga apabila makanan menjadi kebutuhan pokok, maka keberadaan bisnis kuliner akan terus tumbuh dan berkembang. Di Balikpapan Salah satu usaha bisnis kuliner yang telah menjamur atau banyak pesaingnya adalah cafe, restoran, dan angkringan (Arifka, 2. Bisnis warung angkringan mulai ngetren di Balikpapan pada awal tahun 2012, mengalami peningkatan secara signifikan. Dulu di Balikpapan lebih mengenal warung kopi . , istilah angkringan sebenarnya berasal dari bahasa Jawa angkring yang artinya nangkring atau duduk santai berupa tenda sederhana yang menjual makanan dan minuman menggunakan gerobak dorong yang identik dengan keramah tamahan dan suasana santai. Sehingga, angkringan menjadi usaha bisnis kuliner yang memiliki prospek sangat baik dikarenakan angkringan bukan hanya menjadi tempat makan saja tetapi bisa menjadi tempat berkumpul para remaja, orang dewasa, anak-anak tanpa batasan umur, di Kota Balikpapan warung angkringan juga terkesan murah dan mampu dijangkau semua kalangan (Nabila. Salah satunya yaitu angkringan pemuda KNPI yang didirikan oleh Bapak Ardian pada tahun 2013 berlokasi Jl. Manuntung No 1. Sepinggan. Menu makanan andalan angkringan ini seperti nasi kucing, seperti nasi bakar ayam, nasi bakar ikan cakalang, nasi bakar usus, nasi bakar telur puyuh. Tersedia juga berbagai jenis sate dan gorengan, serta beragam tusukan seperti sate usus, ati, telur puyuh, dan masih banyak lagi. Sedangkan minuman yang tersedia adalah wedang jahe, susu jahe, air jeruk, teh manis dan kopi. Angkringan yang terletak di seberang Dome Balikpapan ini tepatnya digedung KNPI Balikpapan biasanya berjulan dimalam hari mulai dari jam enam sore sampai tengah malam. Dari banyaknya pesaing maka pengolala usaha harus mampu menjual produk dan jasanya, tetapi juga harus mempunyai kemampuan untuk memasarkan usahanya, sehingga jumlah konsumen tidak menurun tetapi semakin meningkat dan pengelola harus dapat memahami selera dan perilaku konsumen sehingga dapat merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk tetap mempertahankan tingkat permintaan konsumen. Bauran pemasaran restoran atau tempat makan mengacu pada bauran pemasaran jasa yang diperluas yakni 4P 3P. Strategi yang digunakan untuk mengejar profit atau keuntungan dengan maksimal menggunakan semua bauran pemasaran dikenal dengan konsep 7P, yaitu produk . , harga . , tempat . , promosi . , orang . , proses . , dan bukti fisik . hysical evidenc. (Nugraha, 2. Varian produk dan harga yang ditawarkan mampu menjadi keberlangsungan bisnis yang baik. Hal ini dikarenakan bisnis kuliner di sekitar angkringan ini juga terdapat sejumlah kedai yang menawarkan produk yang Penentu Lokasi . merupakan salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi perkembangan suatu usaha atau aktifitas usaha dilakukan. Pada peneltian Yucha, 2020 memberikan bukti bahwa lokasi usaha yang strategis akan memudahkan konsumen untuk mendapatkan kebutuhannya. Adapun pemasaran yang menyangkut orang/pelaku (Peopl. proses (Proces. dan bukti fisik (Physical Evidenc. berpengaruh terhadap keputusan pembelian karena orang/pelaku adalah semua yang berinteraksi dengan konsumen dalam memberikan jasa merupakan bagian penting dalam membangun loyalitas. Proses merupakan kegitan yang meunjukkan bagaimana pelayanan yang diberikan kepada kosumen selama melakukan pembelian barang. Sedangkan. Bukti Fisik merupakan dari perusahaan yang membuat konsumen merasa nyaman berada di tempat tersebut contohnya layanan wifi, tata letak, pencahayaan, dan musik tujuannya segmen pasar yang dituju dan sifat layananya (Martjiono et al. , 2. Penerapan bauran pemasaran yang tepat dapat mempengaruhi para konsumen untuk sesuatu keputusan pembelian. Keputusan Pembelian yaitu komponen dari perilaku konsumen, yang mana perilaku konsumen merupakan studi mengenai seperti apa seseorang maupun Volume 1 Nomor 2 Oktober 2022 | https://doi. org/10. 36277/mreko. Jurnal Media Riset Ekonomi (MR. EKO) | E-ISSN: 2962-6811 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan kelompok dalam menentukkan, membeli, mengkonsumsi. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya keputusan pembelian seperti jenis dari suatu produk, harga produk yang ditawarkan, pemilihan lokasi yang strategis dan promosi yang dilakukan pelaku usaha, pelayanan yang memadai, tentunya bagi pelaku bisnis baik yang ingin memulai bisnisnya maupun yang menjaga bisnisnya agar tetap berjalan. (Mamonto Felisa et al. Maka dapat dikatakan mendirikan suatu bisnis harus menerapkan strategi bauran pemasaran untuk menciptakan permintaan melalui keputusan pembelian yang dipengaruhi oleh barang dan jasa serta membutuhkan peran kosumen. Masing-masing varibel tersebut berinteraksi satu sama lain guna menciptakan suatu permintaan terhadap barang atau jasa yang ditawarkan memberikan manfaat diterima baik oleh konsumen. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian konsumen pada Angkringan di Balikpapan. KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Kotler dan Keller . 2, p. menyatakan bahwa produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dikonsumsi, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan. Beberapa indikator Kotler. P & Keller . 2, p. dari produk adalah merek produk yaitu nama produk yang diciptakan perusahaan agar dikenal dan mudah diingat oleh konsumen. Kedua kualitas produk yaitu kualitas kinerja produk dalam melakukan manfaat. Ketiga keragaman produk yang merupakan berbagai jenis macam kemasan dan ukuran produk yang membuat konsumen atau pelanggan tertarik. Yang terakhir desain produk merupakan tampilan luar produk yang menjelaskan mengenai penampilan produk yang dapat menarik perhatian, meningkatkan kinerja produk dan memberikan keunggulan bersaing di pasar sasaran. Adapun dimensi menurut Kotler dan Armstrong . 6, p. dimensi produk adalah tindakan merancang serangkaian keunikan yang ditawarkan oleh para pesaing terdapat tujuh dimensi kualitas produk yaitu sebgai berikut performance . , durability (Daya Taha. Features (Fitu. , conformance To Specification (Kesesuaian dengan spesifikas. Reliability (Reliabilita. Esthetics (Estetik. Perceived Quality (Kesan Kualita. dan Gaya . Kotler dan Armstrong . 2, p. menyatakan bahwa harga merupakan sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa atau jumlah dari nilai yang ditukarkan konsumen untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa tersebut. Adapun indikator menurut Kotler dan Armstrong . 6, p. harga dapat diukur dengan indikator keterjangkauan harga dimana konsumen bisa menjangkau harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Produk biasanya ada beberapa jenis dalam satu merek dan harganya juga berbeda dari termurah sampai termahal. Sementara pada daya saing harga, konsumen sering membandingkan harga suatu produk dengan produk lainnya (Dewi dkk. , 2. Dalam hal ini mahal murahnya harga suatu produk sangat dipertimbangkan oleh konsumen pada saat akan membeli produk tersebut. Pada kesesuaian harga dengaan kualitas produk sering dijadikan sebagai indikator kualitas bagi konsumen orang sering memilih harga yang lebih tinggi diantara 2 barang karena mereka melihat adanya perbedaan kualitas. Apabila harga lebih tinggi orang beranggapan bahwa kualitasnya juga lebih baik. Pada kesesuaian harga dengan manfaat, konsumen memutuskan membeli suatu produk jika manfaat yang dirasakan lebih besar atau sama dengan yang telah dikeluarkan untuk mendapatkannya. Pada penelitian Martjiono dkk. , 2019, menganalisa pengaruh bauran pemasaran . P) terhadap keputusan pembelian, sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Teknik analisa yang digunakan adalah analisa regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan Volume 1 Nomor 2 Oktober 2022 | https://doi. org/10. 36277/mreko. Jurnal Media Riset Ekonomi (MR. EKO) | E-ISSN: 2962-6811 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan bahwa secara parsial seluruh variabel memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Hasil pengujian F menunjukkan bahwa berpengaruh signifikan secara simultan produk, harga, lokasi, promosi, orang, proses, bukti fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Demikian pula pada penelitian Ibad dkk. , 2018, menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial produk, harga, lokasi, promosi, orang, proses, bukti fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Johar . hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial produk, lokasi, promosi, orang, proses berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan harga dan bukti fisik tidak terdapat pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian dengan taraf signifikan () = 5 % hasil uji parsial. Tidak berbeda dengan penelitian Nugraha . hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial seluruh variabel bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Bourjuis Cafe. Hasil uji t dillakukan dengan taraf signifikan () = 5 % hasil uji parsial. Hasil pengujian F menunjukkan bahwa secara simultan variabel produk, harga, lokasi, promosi, orang, proses, bukti fisik memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di Bourjuis Cafe. Berikut hipotesis yang disusun untuk penelitian ini: H1. Produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. H2: Lokasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Kerangka Konseptual METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan pada usaha angkringan yang ada di kota Balikpapan. Sampel dalam penelitian ini adalah pembeli Angkringan Pemuda KNPI Balikpapan sebanyak 177 Teknik sampling yang digiunakan dalam penelitian ini adalah metode nonprobability sampling, dengan pendekatan menggunakan simple random sampling terhadap Volume 1 Nomor 2 Oktober 2022 | https://doi. org/10. 36277/mreko. Jurnal Media Riset Ekonomi (MR. EKO) | E-ISSN: 2962-6811 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan pembeli Angkringan Pemuda KNPI Balikpapan. Metode sampling yang digunakan dengan menggunakan metode acak. Karakteristik responden dalam penelitian ini peneliti bagi menjadi empat karakter, yaitu jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir dan pekerjaan. Penelitian menggunakan pendekatan survei dengan menyebarkan angket (Kuesione. Dalam penelitian ini skala Likert digunakan dan pendekatan partial least square dengan structural equation model. sampai dengan skala 5 . angat setuj. PEMBAHASAN Deskripsi Variabel Penelitian Hasil analisis deskriptif atas tanggapan responden terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 1. Berdasarkan hasil analisis deskripstif pada tabel tersebut. Tabel 1 Hasil Analisis Variabel Penelitian Sumber : Hasil Analisis Data diolah Evaluasi Outer Model Analisis penelitian ini menggunakan PLS yang dilakukan dengan dua model analisis yaitu model pengukuran . uter mode. dan model struktural . nner mode. Menurut Hilmawan, . indikator dianggap valid jika nilai outer loading diatas 0,7 dan nilai Average Variance Extracted (AVE) harus lebih besar dari 0,5. Suatu konstruk dikatakan reliable jika nilai cronbachAos alpha dan composite reliability diatas 0,7. Hasil model pengukuran data dapat dilihat pada pada tabel 4. Berdasarkan hasil pengujian terhadap indikator penelitian ini, maka terlihat bahwa nilai outer loading seluruh indikator diatas 0,7. Hal ini dapat disimpulkan bahwa alat ukur ini atau indikator-indikator sudah merupakan alat ukur yang tepat untuk mengukur variabelnya. Volume 1 Nomor 2 Oktober 2022 | https://doi. org/10. 36277/mreko. Jurnal Media Riset Ekonomi (MR. EKO) | E-ISSN: 2962-6811 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan Gambar 1 Uji Outer Model Evaluasi Model Struktural Uji model struktural dilakukan dengan melihat R-Square yang merupakan uji goodness-fit model. Pengujian goodness-fit model diuji dengan melihat hasil nilai R-Square pada tabel berikut: Tabel 2 Uji R Square Sumber: Data diolah Berdasarkan tabel 2 nilai R-Square pada variabel keputusan pembelian sebesar 0,648 yang berarti variabel keputusan pembelian yang dijelaskan oleh konstruk produk dan lokasi yang berarti masuk ke dalam kategori moderate yang nilai R-Square diatas 0,684. Hasil Analisis dan Evaluasi Model pengukuran Hasil model pengukuran berikut bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan institutional terhadap kinerja lingkungan dengan dimediasi akuntansi manajemen lingkungan. Model struktural yang dibangun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Volume 1 Nomor 2 Oktober 2022 | https://doi. org/10. 36277/mreko. Jurnal Media Riset Ekonomi (MR. EKO) | E-ISSN: 2962-6811 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan Gambar 2. Hasil Model Struktural Pengujian Hipotesis Tabel 3 Uji Hipotesis Berdasarkan hasil penelitian, maka hasil hipotesis yang muncul dalam penelitian ini sebagai Lokasi terhadap keputusan pembelian Hasil pada path coefficients menunjukkan pengaruh lokasi terhadap keputusan pembelian memiliki nilai original sampel 0,517, nilai ini menunjukkan variabel tersebut mempunyai pengaruh yang positif. Disisi lain hasil dan nilai t-statistic sebesar 9,840>1,96 sehingga menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis 1 dalam penelitian ini diterima karena lokasi memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Produk terhadap keputusan pembelian Hasil pada path coefficients menunjukkan pengaruh produk terhadap keputusan pembelian memiliki nilai original sampel 0,357, nilai ini menunjukkan variabel tersebut mempunyai pengaruh yang positif. Disisi lain hasil dan nilai t-statistic sebesar 6,970>1,96 sehingga menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis 1 dalam penelitian ini diterima karena produk memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis diatas membuktikan bahwa produk dan lokasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Pada penelitian Martjiono dkk. , 2019, menganalisa pengaruh bauran pemasaran . P) terhadap keputusan pembelian, sampel yang menunjukkan bahwa berpengaruh signifikan secara simultan produk dan lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Volume 1 Nomor 2 Oktober 2022 | https://doi. org/10. 36277/mreko. Jurnal Media Riset Ekonomi (MR. EKO) | E-ISSN: 2962-6811 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan Demikian pula pada penelitian Ibad dkk. , 2018, menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial produk dan lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Johar . hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial produk, lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Demikian pula pada penelitian Nugraha . hasil penelitian menunjukkan bahwa produk dan lokasi, memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian ini membuktikan dukungan terhadap penelitian-penelitian sebelumnya yang membuktikan bahwa produk dan lokasi memberikan pengaruh yang nyata terhadap keputusan pembelian konsumen pada uasaha angkringan di Kota Balikpapan. Pengusaha angkringan memberikaan perhtian kepada pilihan produknya untuk menyeuaikan dengan selera konsumen dan tempat lokasi yang nyaman juga menjadi pilihan tersendiri untuk nyaman di datangi pembeli. Usaha angkringan sebagai usaha mikro yang menjadi salah satu pendukung perekonomian kota Balikpapan hendaknya memperolh perhatian dari pemerintah kota Balikpapan dengan memberikan lokasi yang menarik untuk di datangi oleh pembeli. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian di Angkringan Pemuda KNPI Balikpapan, sehingga hipotesis pertama terbukti dan diterim. Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian di Angkringan Pemuda KNPI Balikpapan, sehingga hipotesis kedua terbukti dan diterima. Lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian di Angkringan Pemuda KNPI Balikpapan, sehingga hipotesis ketiga terbukti dan diterima. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan tersebut, saran yang dapat diberikan seperti bahwa para pegiat di usaha angkringan agar dapat meningkatkan pula keputusan pembelian, omset penjualan serta persaingan dari perusahaan sejenis yang terus maju dan berkembang yang tentunya pada Angkringan Pemuda KNPI pun akan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hasil penelitian pada tanggapan responden terhadap pelaksanaan bauran pemasaran yang bertanda positif, perusahaan harus tetap pertahankan dan terus meningkatkan lagi pengaruh dari bauran pemasaran tersebut agar konsumen dapat melakukkan pembelian secara berulang dan merasa puas. Bagi peneliti yang lain yang ingin mengembangkan studi disarankan untuk lebih memperluas dalam kajian dari item-item petanyaan atau instrumen variabel pada bauran pemasaran yang sesuai dengan fenomenafenomena dan permasalahan yang terbaru untuk diteliti. DAFTAR PUSTAKA