Ekuivalensi J u r n a l Eko nom i B i s n i s Identifikasi dan Konseptualisasi Strategi Pengembangan Potensi Ekonomi di Kecamatan Kulo Dian Novianti1. Nugrawan Saharuddin2. Zulfahry Abuhasmy3 1,2,3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Institut Agama Islam DDI Sidenreng Rappang. Sidenreng Rappang. Indonesia Email: diannoviantiv5@gmail. Abstrak Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui potensi-potensi yang dimiliki desa di Kecamata Kulo dan upaya atau strategi yang diterapkan pemerintah dalam memaksimalkan potensi-potensi tersebut. Sebagaimana potensi yang dimiliki suatu desa dapat menjadi aspek fundamental yang membawah mereka pada kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dan studi kasus, melalui data empiris yang digunakan dalam merumuskan gambaran umum, dan wawancara yang digunakan untuk mengetahui potensi dan upaya pemerintah desa dalam mengembangkan potensi desa-desa di Kecamatan Kulo. Kedua Informasi ini akan digunakan untuk merumuskan hasil penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam desa di Kecamatan Kulo, seluruh desa tersebut memiliki potensi yang mengarah pada pertanian, peternakan, dan industri rumahan. Beberapa strategi yang dilaksanakan untuk memaksimalkan potensi ini ditempuh dengan memberikan pelatihan, dan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam menciptakan daya tarik, daya saing, dan daya jual produk. Selain itu, program yang ditunjukkan untuk meningkatkan literasi dan kemelekkan digital masyarakat juga dilaksanakan untuk memperluas pangsa pasar. Kata Kunci: Desa. Ekonomi. Potensi. Produktivitas Abstract This study was conducted to determine the potentials of villages in Kulo District and the efforts or strategies implemented by the government in maximizing these potentials. As the potential of a village can be a fundamental aspect that leads them to economic prosperity and independence. This study was conducted using qualitative methods and case studies, through empirical data used in formulating a general description, and Dian Novianti. Nugrawan Saharuddin. Zulfahry Abuhasmy interviews used to determine the potential and efforts of the village government in developing the potential of villages in Kulo District. Both of these information will be used to formulate the results of this study. The results of this study indicate that there are six villages in Kulo District, all of which have potential that leads to agriculture, animal husbandry, and home industries. Several strategies implemented to maximize this potential are taken by providing training and education to improve community competence in creating attractiveness, competitiveness, and product selling power. addition, programs that are shown to improve literacy and digital literacy of the community are also implemented to expand market share. Keywords: Economy. Productivity. Potential. Village PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi merupakan tujuan utama yang hendak dicapai oleh berbagai negara, dalam upaya untuk pembangunan ekonomi, terdapat bagian-bagian yang harus bekerja secara harmonis, yakni bagian dari negara itu sendiri (Lestari et. al, 2. Pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada regional untuk mengatur kebijakan pada daerahnya masing-masing yang disebut sebagai desentralisasi, pelaksana desentralisasi adalah bentuk manifestasi dari turunan pemerintah pusat pada skala regional yakni pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota (Guntoro, 2. Desentralisasi diharapkan dapat mendorong setiap wilayah untuk melaksanakan pembangunan semaksimal mungkin. Pembangunan ekonomi desa adalah salah satu tujuan desentralisasi dan pilar penting untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang Setiap desa memiliki potensi yang besar dalam berbagai aspek sumber daya, baik itu sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun sumber daya modal (Windari, 2. Kemampuan untuk mengelolah dengan baik sumber daya yang dimiliki menentukan sejauh mana desa mampu membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan, serta 80 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 1 April 2025 Identifikasi dan Konseptualisasi Strategi Pengembangan Potensi Ekonomi. berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Kenyataannya, masih banyak desa yang terbatas oleh komponen-komponen fundamental seperti keterbatasan akses, infrastruktur, modal, serta rendahnya kapasitas manajerial dan inovasi masyarakt pada desa tersebut (Juliana al, 2. Dengan demikian, diasumsikan kemampuan desa untuk mengelolah sumber daya yang dimiliki adalah faktor penting yang harus dimiliki atau dikembangkan oleh setiap daerah untuk mencapai pembangunan ekonomi yang optimal. Pembangunan desa didukung oleh banyak inisiatif dari pemerintah sebagai bentuk program pembangunan yang merata, selain dalam bentuk Dana Desa. Bantuan Langsung Tunai (BLT), upaya-upaya seperti pembangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. , dan koperasi juga ditunjukkan sebagai instrumen yang dapat menunjang pembangunan ekonomi daerah melalui peningkatan pendapatan masyarakat, pengolahan hasil sektor primer, pariwisata, dan kemitraan dengan berbagai instansi swasta. Seluruh upaya ini diharapkan dapat memaksimalkan produktivitas desa (Kogoya et. al, 2. Selain dari program-program yang diturunkan dari pemerintah pusat, upaya untuk dapat mencapai produktivitas yang optimal perlu untuk dibarengi identifikasi terhadap potensi desa, dan strategi yang matang dalam melaksanakan pembangunan. Identifikasi terhadap potensi ekonomi desa yang dilaksanakan secara menyeluruh dan akurat, mengarah pada berbagai sektor, termasuk sektor primer seperti pertanian, peternakan, dan Perkebunan (Mahardika et. al, 2. Maupun pada sektor-sektor sekunder seperti industri pengolahan, perdagangan, hingga pariwisata (Putri et. al, 2. Tujuan akan identifikasi potensi desa yang dilaksanakan adalah untuk mengetahui indikator SWOT Vol. 11 No. 1 April 2018 Ekuivalensi | 81 Dian Novianti. Nugrawan Saharuddin. Zulfahry Abuhasmy (Strength. Weakness. Opportunities, dan Threat. yang dimiliki oleh desa tersebut (Faqih & Prawoto, 2. Manfaat yang diperoleh desa dari pembangunan ekonomi yang optimal tidak hanya mengarah pada penciptaan dan peningkatan kemandirian ekonomi, manfaat potensial lainnya seperti peningkatan produktivitas wilayah, mengurangi tingkat pengangguran, hingga peningkatan indeks pembangunan manusia, dan mendorong desa pada transformasi digital (Pahrijal et. al, 2. Identifikasi yang dilaksanakan akan menjadi referensi dan kerangka skematik yang dapat digunakan dalam pengembangan strategi yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berbasis pada potensi lokal yang dimiliki oleh desa tersebut (Daulay al, 2. Dengan mengembangkan strategi pembangunan desa terkhusus yang mengarah pada potensi lokal yang dimiliki suatu daerah, maka hasil yang didapatkan akan mudah dilaksanakan secara berkelanjutan seluruh masyarakat pada daerah tersebut. Secara empiris terdapat beberapa contoh pengembangan desa yang berawal dari rancangan strategi yang tepat, seperti peningkatan kapasita SDM, pembangunan BUMDes, peningkatan kapasitas pengelolaan potensi desa, dan potensi wirausaha (Abseni, 2. Strategi seperti optimalisasi sumber daya lokal, penguatan asosiasi, koperasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan sektor potensial, serta industri juga dinilai sebagai bentuk strategi efektif untuk membangun ekonomi desa (Asnuryati, 2. Selain itu, kehadiran teknologi yang semakin mudah diakses menjadi keuntungan yang dapat dimanfaatkan perdagangan digital dengan menggunakan media sosial sebagai wadah promosi produk (Agit et. al, 2. Strategi yang memanfaatkan dan 82 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 1 April 2025 Identifikasi dan Konseptualisasi Strategi Pengembangan Potensi Ekonomi. mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, dengan kombinasi teknologi, dan peningkatan kualitas SDM merupakan strategi yang berpotensi untuk memberikan dampak secara signifikan terhadap wilayah tersebut. Kecamatan Kulo merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Sidenreng Rappang, berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan oleh peneliti. Kecamatan Kulo memiliki potensi ekonomi yang dapat dimaksimalkan dari produksi komoditas produk industri Masyarakat memiliki kemampuan untuk memproduksi gula merah dengan biaya yang minim menjadikan produk ini berpotensi untuk bersaing di pasar lokal, hingga potensi untuk masuk pada pasar Selain itu, meskipun terletak agak jauh dari jalur lintas provinsi. Kecamatan Kulo memiliki infrastruktur digital yang ditandai dengan akses internet yang memadai, dan infrastruktur jalan yang cukup baik untuk kelancaran transportasi dan distribusi barang. Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan. Kecamatan Kulo perekonomian desa, namun terdapat strategi yang dapat diterapkan dengan menoptimalkan infrastruktur dan sumber daya yang dimiliki, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas terhadap potensi Kecamatan Kulo, dan strategi konseptual untuk mengoptimalkan seluruh potensi tersebut. METODE Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus. Selain melakukan observasi, peneliti juga akan mengumpulkan berbagai bukti empiris yang Vol. 11 No. 1 April 2018 Ekuivalensi | 83 Dian Novianti. Nugrawan Saharuddin. Zulfahry Abuhasmy menjelaskan mengenai potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Kulo, baik dalam sektor primer, sekunder, maupun tersier. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan wawancara untuk memperoleh data yang relevan dengan topik dan tujuan penelitian ini (Abdussamad, 2. Proses penelitian ini diawali dengan observasi, dan identifikasi potensi desadesa di Kecamatan Kulo melalui sumber-sumber empiris yang mengkaji potensi-potensi tersebut. Untuk merumuskan hasil penelitian digunakan data yang dikumpulkan melalui wawancara, dan akan diperkuat melalui analisis sumber empiris dengan hasil searah atau sejalan dengan temuan pada penelitian ini (Yusuf, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Potensi Desa di Kecamatan Kulo Kondisi geografis daerah sesungguhnya merupakan salah satu keuntungan yang dimiliki oleh setiap daerah, dalam beberapa kasus, terdapat daerah yang memiliki kekayaan alam, infrastruktur yang memadai, dan fasilitas umum yang dapat diakses dengan mudah. Dalam hal ini, suatu daerah umumnya memiliki keunggulannya masingmasing, namun beberapa keunggulan atau potensi ini menunggu untuk Menjadi tugas pemerintah dalam membina masyarakat untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh suatu daerah. Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang menjelaskan mengenai potensi desa-desa di Kecamatan Kulo, salah satunya adalah Desa Bina Baru, desa ini memiliki potensi yang tercermin dari kesuburan tanah, dan lahan ternak yang memadai. Upaya pemerintah dalam memaksimalkan potensi ini dilaksanakan dengan pengolahan 84 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 1 April 2025 Identifikasi dan Konseptualisasi Strategi Pengembangan Potensi Ekonomi. tanaman sayur, produk rumahan, pembangunan brand image dan maksimalisasi digital marketing (Mujahidin et. al, 2. Komoditas lain yang paling banyak dihasilkan adalah sawi, selain mampu menghasilkan komoditas sawi dalam jumlah yang banyak, komoditas ini juga diproduksi dalam berbagai bentuk produk olahan seperti teh sawi, kerupuk sawi, dan jelly sawi (Wahyudin et. al, 2. Potensi yang dimiliki oleh desa-desa di Kecamatan Kulo dinilai berasal dari faktor tanah yang dimiliki, kesuburan tanah yang dimaksud mendukung desadesa pada wilayan tersebut untuk mengembangkan produk pertanian, perikanan, tanaman hortikultura, dan pariwisata. Selain itu, pemanfaatan limbah organik, dalam bentuk pupuk dapat menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan (Haring et. al, 2. Memaksimalkan potensi-potensi yang dimiliki desa-desa di Kecamatan Kulo, dibutuhkan pula faktor pendukung, sebagaimana kesuburan air tanah yang dimiliki desa Bina Baru membutuhkan manajemen yang baik untuk dapat tersalurkan dengan baik dan menghasilkan tanaman-tanaman yang berkualitas (Naidah, 2. Komoditas jagung juga merupakan salah satu komoditas yang subur di Desa Mario, komoditas ini diolah menjadi produk-produkj rumah seperti jagung manis, dan keripik jagung (Amir, 2. Potensi serupa juga dimiliki oleh Desa Rijang Panua, yang dinilai mampu berkembang dengan adanya pemberdayaan masyarakat yang mengarah pada peningkatan visibilitas produk, dan daya saing produk untuk dijual di pasar (Ahmad, 2. Berdasarkan refleksi diatas diketahui bahwa potensi yang dimiliki desa-desa di Kecamatan Kulo dominan mengarah pada sektor pertanian, namun infrastruktur fisik dan infrastruktur digital yang dimiliki oleh Vol. 11 No. 1 April 2018 Ekuivalensi | 85 Dian Novianti. Nugrawan Saharuddin. Zulfahry Abuhasmy wilayahnya ini dapat dimaksimalkan untuk melakukan kegiatan pemasaran, dan meningkatkan daya saing komoditas yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Terkhusus dengan semakin mudahnya akses akan teknologi, jaringan, dan berbagai platform yang dapat digunakan untuk meningkatkan visibilitas produk. Strategi Pengembangan Potensi Desa di Kecamatan Kulo Potensi yang dimiliki setiap desa sesungguhnya telah ada sebagai bagian dari keuntungan geografi yang dimiliki oleh wilayah tersebut, namun dalam prosesnya potensi ini mendapati tantangan sehingga tidak dapat dimaksimalkan untuk menunjang kesejahteraan pada wilayah Salah satu strategi pembangunan potensi desa umumnya kegiatan-kegiatan meningkatkan kapabilitas yang dimiliki (Nursetiawan, 2. Selain itu, upaya pemerintah memfasilitas kreativitas masyarakat dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. juga merupakan salah satu strategi yang sering ditemui, dikarenakan BUMDes merupakan wadah yang berfungsi produk-produk masyarakat untuk diperjualbelikan secara lokal dan secara nasional (Wahed et. al, 2. Secara konseptual, upaya pertama yang dapat dilakukan adalah upaya yang mengarah pada pengembangan sumber daya manusia, perkembangan teknologi yang semakin cepat, dan akses pendidikan mengembangkan kapabilitas masyarakat, terutama literasi digital yang menentukan kemampuan mereka untuk beradaptasi di era modern ini dimana semua sektor telah mengandalkan teknologi dalam kegiatan operasionalnya (Oktavianty et. al, 2024. Fadly et. al, 2024. Nur et. 86 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 1 April 2025 Identifikasi dan Konseptualisasi Strategi Pengembangan Potensi Ekonomi. Agit et. al, 2. Kompetensi dalam menggunakan teknologi sangat dibutuhkan, dengan mempertimbangkan transformasi digital yang terjadi saat ini, literasi digital merupakan kompetensi umum yang seharusnya dimiliki oleh seseorang. Teknologi memiliki dampak signifikan dalam sektor ekonomi, bahkan diperkirakan dapat meningkatkan kontribusi sektor secara signfikan (Agit et. al, 2023. Costa et. al, 2024. Agit & Muharram, 2. Hasil yang diharapkan dari kompetensi dan keahlian dalam menggunakan teknologi adalah kemampuan untuk beradaptasi dan menciptakan inovasi yang mengarah pada pembangunan ekonomi individual maupun kelompok (Agit & Muharram, 2024. Agit et. al, 2. Sedangkan hasil akhir dari peningkatan kompetensi diharapkan mampu menciptakan individuindividu dengan kompetensi digital yang baik, dan jiwa wirausaha yang besar, dengan demikian maka potensi untuk terciptanya lapangan baru akan semakin meningkat (Farhan & Agit, 2024. Maimuna et. al, 2. Program yang ditunjukkan sebagai strategi peningkatan dan pengembangan potensi desa dilaksanakan melalui maksimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. , dalam hal ini keterlibatan masyarakat juga menjadi kunci untuk meningkatkan fungsi dari BUMDes itu sendiri (Kahar et. al, 2. Dibutuhkan adanya optimalisasi dana desa yang proporsinya ditunjukkan untuk meningkatkan kinerja BUMDes, dalam hal ini pemerintah memiliki peran untuk memprioritaskan programprogram yang berdampak signifikan (Khadijah et. al, 2. Meskipun demikian, program yang ditunjukkan untuk optimalisasi BUMDes umumnya tidak menarik perhatian masyarakat sehingga tidak bisa memberikan hasil maksimal (Sudirman et. al, 2021. Fatimah & Yuliana. Vol. 11 No. 1 April 2018 Ekuivalensi | 87 Dian Novianti. Nugrawan Saharuddin. Zulfahry Abuhasmy Berdasarkan pemerintah Kecamatan Kulo, dan Kepala Desa dari beberapa Desa yang terletak di Kecamatan tersebut, berikut adalah beberapa gambaran strategi dan upaya yang dilaksanakan pemerintah desa di Kecamatan Kulo yang ditampilkan dalam tabel berikut. Tabel 1. Strategi dan Upaya Pemerintah Desa di Kecamatan Kulo Desa Potensi Strategi Peternakan dan Pertanian Meningkatkan akses pupuk, dan bantuan yang mengarah pada peningkatan kinerja sektor pertanian. Mendorong perluasan jaringan penjualan ternak ayam dan bebek, terkhusus komoditas telur Bina Baru Pertanian (Sawi. Ko. Melakukan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan jangkauan pangsa pasar komoditas sawi dan kol. Serta membantu masyarakat mengolah produk menjadi produk olahan dengan nilai Kulo Pertanian & Peternakan (Tidak Spesifi. Melakukan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kapabilitas masyarakat dalam memasarkan hasil pertanian dan peternakan. Rijang Panua Pertanian (Tidak Spesifi. Memaksimalkan lahan yang dapat digunakan untuk berbagai tanaman dan komoditas pertanian yang dapat dijual pada pasar lokal. Produk Rumahan Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menggunakan berbagai platform digital untuk pemasaran produk yang lebih efektif. Gula Merah. Pertanian Melaksanakan berbagai kegiatan yang mengarah pada peningkatan daya saing dan daya tarik produk untuk meningkatkan visibilitas dan daya jual Abbokongang Mario Maddenra Sumber: Hasil Penelitian . 88 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 1 April 2025 Identifikasi dan Konseptualisasi Strategi Pengembangan Potensi Ekonomi. Berdasarkan informasi pada tabel diatas diketahui bahwa secara umum potensi yang dimiliki enam desa di Kecamatan Kulo dominan mengarah pada pertanian, dilatabelakangi dengan kondisi tanah yang subuh, dan masih luasnya lahan pertanian, membuat wilayah ini mampu menghasilkan banyak komiditas pertanian, seperti sawi, kol, jagung, kacang tanah, dan banyak lainnya. Selain itu, beberapa desa juga mempunyai usaha dalam sektor peternakan, dan industri rumahan yang dinilai sebagai sebuah inovasi berkelanjutan dengan adanya produksi produk-produk olahan oleh masyarakat yang telah diperjualbelikan di sekitar Kecamatan Kulo, hingga kecematan-kecamatan sekitar. Setelah mengetahui potensi-potensi yang dimiliki desanya, terdapat upaya-upaya yang dilaksanakan pemerintah, secara umum mengarah pada peningkatan kapasitas masyarakat untuk dapat memproduksi atau mengolah produk hasil pertanian. Selanjutnya dilaksanakan program pelatihan yang menunjang proses pemasaran produk tersebut, hingga mengembangkan BUMDes sebagai wadah produk-produk rumahan yang dihasilkan masyarakat desa di Kecamatan Kulo. Potensi ini juga diasumsikan dapat semakin meningkat dengan adanya kompetensi digital masyarakat untuk menggunakan berbagai jenis teknologi yang mengarah pada peningkatan visibilitas, daya tarik, dan daya jual produk, terkhusus produk olahan atau produk industri rumahan. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat enam desa yang terletak di Kecamatan Kulo yakni Desa Abbokongang. Bina Baru. Kulo. Maddenra. Mario, dan Rijang Panua. Setiap desa memiliki potensi yang dominan mengarah pada sektor pertanian dan peternakan, beberapa desa Vol. 11 No. 1 April 2018 Ekuivalensi | 89 Dian Novianti. Nugrawan Saharuddin. Zulfahry Abuhasmy juga telah mampu menghasilkan produk-produk olahan. Strategi yang ditempuh oleh pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensipotensi ini dilaksanakan melalui program pemberdayaan berupa pelatihan, dan pendidikan untuk memperkuat literasi digital dan kreativitas masyarakat yang dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan mereka dalam menciptakan produk industri rumahan, dan memaksimalkan kemampuan untuk menciptakan daya tarik, daya saing, dan daya jual produk pada pasar lokal, e-commerce, dan pasar nasional, infrastruktur digital yang dimiliki Kecamatan Kulo. DAFTAR PUSTAKA