Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Volume 5 No. Juli 2022, 46-53 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan http://ejournal. id/index. php/ciencias/index Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pembelajaran Guna Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Kelas IV SD Inpres Kerora Ririn Asma Watia. Heru Purnomob Universitas PGRI Yogyakarta, ririnasmawaty@gmail. Info Artikel Abstrak ________________ Sejarah Artikel: ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan motivasi belajar siswa melalui peran guru bimbingan konseling kelas IV SD Inpres Kerora tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif. Metode ini bertujuan untuk mencari, menganalisis mengorganisasikan, dan memilih data. Metode kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran bimbingan konseling dalam pembelajaran sangat dibutuhkan siswa untuk memotivasi dalam hal belajar. Penelitian ini bermaksud untuk membantu melihat gejala fenomenal-fenomenal riil di lapangan seperti fenomena siswa korban bullying, fenomena siswa yang korban broken home, dan lain-lain. Hasil dari penelitian yang diperoleh, peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SD Inpres Kerora terdapat peran guru bimbingan konseling yaitu guru Bimbingan dan Konseling berperan sebagai pembimbing agar berjalannya proses Pendidikan dengan baik, guru bk berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan memantau absen peserta didik setiap kelasnya. Dengan berbagai macam peran guru Bimbingan dan Konseling, mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk lebih semangat dalam belajar. Diterima: 6 Mei 2022 Direvisi: 10 Julni 2022 Disetujui: 13 Juli 2022 ________________ Keywords: belajar, siswa, sekolah ____________________ Abstract The study aims to determine the increase in student learning motivation through the role of the fourth-grade counselling teacher at SD Inpres Kerora for the 2021/2022 academic year. This research is a qualitative research method. This method aims to find, analyze, organize, and select data. This qualitative method aims to find out how the role of counselling guidance in learning is needed by students to motivate students in terms of learning. This research intends to help see phenomenal phenomena in the real field, such as the phenomenon of students being victims of bullying, the phenomenon of students being victims of broken homes, and others. The results of the research obtained, the role of guidance and counselling teachers in increasing the learning motivation of students at SD inpres Kerora is the role of counselling guidance teachers, namely the BK teacher acts as a mentor so that the education process runs well, the BK teacher collaborates with subject teachers and monitors participant absenteeism. Teach each class, with the various roles of BK teachers, they are able to increase studentsAo learning motivation to be more enthusiastic in learning A Alamat korespondensi: Kampus FKIP. Jl. Perintis Kemerdekaan i/40. Kota Kupang E-mail: fkip. j3p@gmail. p-ISSN: 2621-3087 e-ISSN: 2621-5721 Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidika. Volume 5. No. Juli 2022, 46-53 PENDAHULUAN Sekolah sebagai suatu sistem yang terdiri atas beberapa komponen, yakni guru, tata usaha, peserta didik, sarana dan prasarana lainnya pembelajaran guna tercapainya tujuan pendidikan nasioanal sebagaimana yang digaris di dalam Undang- Undang Nomor 20 tahun 2003 (Pahay W. Jimat, 2008:. yaitu: Untuk berkembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokrasi serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu program pendidikan di sekolah yang akan menentukan keberhasilan menyelenggarakan layanan bimbingan dan Menurutpendapat Audi Mapiare (Pahay W. Jimat, 2008:. bahwa Bimbingan dapat diartikan sebagai proses pemberian bantuan yang dilakukan secara sistematis, metodis, dan demokratis dari seseorang yang memiliki kompetensi yang memadai dalam menerapkan pendekatan, metode dan teknik layanan kepada induvidu agar lebih memahami, menerima diri, kemampuan nyata dari dalam mencapai penyesuaian, membuat pilihan dan memecahkan persoalan-persoalan secara lebihmemadai sesuai tingkat perkembangan yang dicapainya. Semua ini bertujuan untuk mencapai kesejahteraan mental dan kebahagiaan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Dalam motivasi belajar pada siswa, bukan hanya masalah guru dan orang tua, tetapi menjadi tanggung jawab bersama agar proses belajar anak berjalan dengan baik dan hasil belajar anak menjadi maksimal. Tenaga pengajar dan konselor di setiap sekolah merupakan salah satu faktor yang sangat berperan dalam meningkatkan motivasi siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat H. Koestoer Partowisastro (Pahay W. Jimat, 2008: . bahwa konselor bimbingan dalam tugas membimbingnya merupakan pelengkap dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pencapaian tujuan pendidikan, sehingga pendidik dan pengajar konselor bimbingan harus dibekali dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Guru dapat diibaratkan sebagai pemandu wisata, berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya, ia bertanggung jawab untuk membimbing siswa ke arah yang benar dalam proses pembelajaran. Guru juga harus bisa mengetahui status individu Ketika seorang siswa memiliki masalah, guru harus menerimanya. Keberhasilan siswa merupakan hasil dari proses pembelajaran, sehingga faktorfaktor pembelajaran juga secara langsung mempengaruhi keberhasilan akademik. Untuk mendapatkan pembelajaran yang maksimal dengan hasil yang baik. Anda harus benar-benar memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Menurut Slameto, mempengaruhi proses belajar mengajar siswa, antara lain faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari anak itu sendiri yaitu faktor biologis dan faktor psikologis, serta faktor eksternal siswa yakni faktor yang berasal dari luar individu yaitu faktor non sosial dan non sosial. Guru juga berperan penting dalam perkembangan pribadi anak secara sosial, emosional dan intelektual. Pada anak, motivasi, persepsi diri dan identitas kekuatan/kompetensi berkembang untuk akademik, identitas gender yang sehat, pengembangan etika dengan nilai-nilai keluarga dan kesuksesan. Dengan semua itu pengaruh peran guru BK yang paling kuat adalah terhadap motivasi belajar anak, prestasi belajar dan hubungan sosial yang Berdasarkan pengalaman peneliti di sekolah dasar Inpres Kerora NTT, siswa pembelajaran yang diajarkan oleh guru. Ini Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidika. Volume 5. No. Juli 2022, 46-53 dapat terjadi karena peran guru kurang berinteraksi dalam hal memperhatikanletak kesulitan siswa. Dalam kaitannya dengan masalah rendahnya motivasi belajar yang terjadi pada sejumlah siswa kelas IV SD Inpres Kerora, maka guru mengadakan kegiatan bimbingan kelompok agar siswa dapat lebih bersemangat dalam belajar, untuk mengatasi siswa yang motivasi belajarnya rendah perlu adanya metode yang tepat, siswa SD yang motivasi belajarnya rendah karena perilaku yang kurang baik yaitu memiliki kebiasaankebiasaan negatif seperti malas belajar, malas mengerjakan pekerjaan rumah, mengerjakan pekerjaan rumah, sibuk di kelas, membolos, dan lain-lain, model pendekatan konseling yang digunakan harus dapat menghilangkan perilaku yang kurang baik yaitu model konseling perilaku. Dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalah adalah . Bagaimana motivasi belajar siswa kelas IV SD Inpres Kerora, . Bagaimana peran guru BK dalam mengembangkan motivasi belajar kelas IV SD Inpres Kerora, . Apa saja hambatan atau kesulitan guru BK dalam mengembangkan motivasi belajar kelas IV SD Inpres Kerora. Proses pembelajaran akan berhasil karena siswa mempunyai motivasi dalam No. Nama Siswa Oleh karena itu, guru harus membangkitkan motivasi belajar siswa. Untuk mencapai hasil belajar yang optimal, guru harus kreatif dalam menciptakan motivasi belajar bagi siswa. Menurut Hamzah B Uno, indikator motivasi belajar adalah sebagai berikut: . Memiliki keinginan dan dorongan untuk . Adanya dorongan dan keinginan untuk belajar. Memiliki harapan dan cita-cita untuk masa depan. Memiliki apresiasi untuk belajar. Ada kegiatan menarik dalam pembelajaran. Adanya lingkungan belajar yang kondusif yang memungkinkan siswa belajar dengan Ketika seseorang memiliki ciri-ciri di atas, berarti seseorang selalu memiliki motivasi yang cukup kuat. Karakteristik motivasi belajar sangat penting dalam kegiatan pembelajaran agar pembelajaran berjalan dengan baik dan tercapainya tujuan dari proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian selama mewawancarai wali kelas serta guru BK serta pengalaman mengajar peneliti selama kurang lebih 5 bulan di SD Inpres Kerora, motivasi selanjutnya adalah: Tabel 1. Motivasi belajar siswa rendah Tipe Motivasi Belajar Rendah Siswa ini kurang konsentrasi dalam belajar, bahkan kurang memperhatikan guru dalam proses pembelajaran dan sering berbicara selama proses pembelajaran. Siswa ini sering tidak masuk kelas, tidak memperhatikan guru pada saat jam pelajaran, orang tua sering berkonflik di rumah, dan orang tua sibuk bekerja, membuat mereka malas belajar dan sering tidak masuk sekolah Sumber: Rendahnya motivasi belajar siswa dikumpulkan dari hasil wawancara, observasi dengan guru BK dan pengalaman mengajar peneliti dari SD Inpres Kerora. KAJIAN PUSTAKA Pengertian dan Peran Guru BK Pengertian Guru BK Dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB VII pasal 27 ayat . dinyatakan bahwa: Au Tenaga Pengajar merupakan tenaga pendidik yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar, yang pada jenjang Pendidikan dasar dan mencegah disebut AuGuruAy dan pada jenjang pendidikan tinggi disebut AuDosenAy. Guru adalah titik sentral Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidika. Volume 5. No. Juli 2022, 46-53 Pendidikan. Menurut Djamarah . Guru adalah seseorang yang memberikan ilme pengetahuan kepada anak didik atau tenaga professional yang dapat menjadikan siswasiswanya untuk merencanakan, menganalisis, dan menyimpulkan masalah yang dihadapi. Sedangkan istilah Bimbingan dan Konseling adalah suatu usaha untuk membantu atau membantu individu yang akan dilakukan oleh mentee dengan mengoptimalkan membantunya untuk memahami lingkungan sehingga ia dapat mengambil keputusan dan menetapkan tujuan yang berarti. Menurut Prayitno . , bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, social belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku. Peran Guru BK Terkait peran guru, ada beberapa macam peran seorang guru sebagai berikut: Guru sebagai Fasilitator Bertindak sebagai fasilitator, guru dalam hal ini akan memberikan sarana atau fasilitas dalam proses belajar mengajar. Misalnya dengan menciptakan suasana baru dalam belajar dengan cara yang sesuai dengan perkembangan siswa, sehingga interaksi belajar mengajar berlangsung Guru sebagai Motivator Peran motivasi ini penting untuk meningkatkan semangat siswa dan Motivasi akan datang dari dirinya, seperti hadiah, pujian dan panutan dari guru. Guru sebagai Pembimbing/Pengarah Bertindak menunjukkan kepemimpinan. Guru dalam hal ini dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Tanpa bimbingan, siswa akan melalui Kesulitan mengelola pertumbuhan pribadi. Guru sebagai Informan Merupakan moderator dan sumber informasi tentang kegiatan akademik dan umum. Masalah belajar merupakan masalah utama siswa. Guru pembelajaran yang baik Guru sebagai pengunjuk rasa Disini guru harus dapat berinteraksi dengan semua siswa agar dapat memahami topik sesuai dengan yang diinginkan oleh guru sehingga mudah untuk dipahami. Karena tidak semua materi pembelajaran dapat dipahami oleh siswa. Terutama para siswa intensitas sedang. Motivasi Belajar Siswa Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang . yang ditandai dengan munculnya sensasi dan tanggapan untuk mencapai tujuan (Frederick J. Donald dakam Nashar, 2004 : . Kemudian, menurut Clayton Alderfer dari Nashar . , motivasi belajar adalah motivasi intrinsik yang mendorong seseorang . untuk mencapai atau mencapai suatu tujuan, dengan demikian seharusnya terjadi perubahan perilaku siswa. Dari perbedaan pengertian motivasi belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa peneliti cenderung mengacu pada konsep motivasi belajar menurut Clayton Aldefer at Nashar yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik yang menggiring seseorang . untuk melakukan tindakan untuk mencapai suatu tujuan. tujuan, sehingga diharapkan terjadi perubahan perilaku siswa. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini bertujuan untuk menemukan, menganalisis. Urutkan dan pilih data. Metode kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui peran konselor bimbingan akademik untuk bagaimana memotivasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk membantu melihat beberapa fenomena nyata di lapangan seperti mahasiswa yang menjadi korban bullying, mahasiswa yang menjadi korban pembobolan rumah, dan lain-lain. Istilah penelitian kualitatif menurut Kirk dan Miller . berasal dari pengamatan kualitatif dan bukan kuantitatif, yang menurutnya metodologi kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu-ilmu sosial yang secara fundamental bergantung pada teks pada Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidika. Volume 5. No. Juli 2022, 46-53 pengamatan manusia dan hubungan dengan orang-orang ini dalam bahasa dan terminologi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil studi Penelitian ini membahas tentang peran pengajar dan konselor dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Inpres. Informan penelitian ini adalah guru kelas dan siswa kelas. Pembahasan berikut ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diangkat dalam penelitian ini, khususnya peran fasilitator dan konselor dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Instruktur dan konselor adalah kunci dari keseluruhan proses pendidikan. Oleh karena itu, guru BK akan menentukan bagaimana tujuan yang akan dicapai agar proses pendidikan berlangsung dengan baik dan langsung, asalkan proses tersebut dilestarikan dan diperbaiki. Guru BK dituntut untuk terus meningkatkan efektivitas perannya sebagai pendidik profesional guna mencapai tujuan pendidikan yang baik. Keberhasilan proses pendidikan ditentukan oleh pengajar dan konselor yang memiliki pengetahuan yang cukup luas baik teori maupun praktik. Peran sebagai mentor Peran pengawasan merupakan salah satu proses yang dilakukan oleh seorang guru BK yang melaksanakan tugas pendidikan di penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling yang termasuk ukuran manusia. Berdasarkan hasil observasi peneliti, supervisi guru dalam menjalankan perannya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah pencegahan, dari indikator-indikator di atas penulis akan menjabarkan sebagai berikut: Bagaimana peran ibu agar peserta didik memiliki motivasi belajar ? Jawabannya: AuPeran pertama adalah pengawas, pada hari-hari tertentu seperti Selasa dan Sabtu, siswa masih tidak datang ke sekolah dan tidak memberikan informasi. Setelah di perhatikan, mengapa selalu siswa itu-itu saja yang tidak hadir ke sekolah? Di lain hari, saya bertanya langsung ke orangtua siswa, ternyata dia mengikuti orangtuanya ke kampung sebelah, dan orangtuanya tidak memberikan arahan yang baik untuk anaknya agar tetap mengikuti pembelajaran setiap jam sekolah atau masuk Setelah mengetahui alasannya, saya memberikan arahan kepada orangtua agar anak lebih giat ke sekolah. Mengingatkan siswanya dengan cara memberitahu bahwa suatu cita-cita akan kita gapai jika kita mempunyai semangat untuk menggapainya yaitu dengan cara rajin ke sekolah, giat belajar. Yang terpenting harus ada semangat dari dalam diri sendiri, otangtua, guru, mereka hanya mensuport. Setelah peserta itu tidak ke sekolah lagi, dia akan saya beri waktu jika melanggar lagi akan diberikan Dapat tersebut menunjukkan bahwa usaha yang diberikan guru BK agar peserta didik termotivasi untuk belajar dengan memberikan arahan-arahan untuk menumbuhkan motivasi peserta didik dan memberikan hukuman agar peserta didik mempunyai efek jera dengan tidak ke sekolah karena mengikuti orang tua ke kampung sebelah. Guru BK berkolaborasi dengan wali kelas dan guru mata pelajaran Sudah menjadi tugas guru bimbingan konseling yamg membantu peserta didik agar dapat menumbuhkan motivasi belajar. Hasil wawancara yang diperoleh keterangan bawah guru BK menjalankan perannya yaitu dengan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran, dari indicator di atas penulis akan menjabarkan sebagai berikut: Bagaimana cara ibu sebagai Guru BK memberikan bantuan dalam meningkatkan motivasi belajar? AuUntuk dapat menyelesaikan permasalahan peserta didik tersebut dan lebih memperhatikan kesulitan belajar yang dialaminya. Guru BK berkolaborasi dengan guru mata pelajaran agar lebih meningkatkan teknik pembelajaran untuk memudahkan peserta didik lebih antusias lagi dalam proses pembelajarannya. Dalam proses pembelajaran peserta didik di pantau oleh guru BK dan wali kelas, guru BK bekerja sama dengan orangtua wali, wali kelas untuk selalu mensuport dan tidak berhenti dengan satu mendapatkan support termasuk teman-teman Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidika. Volume 5. No. Juli 2022, 46-53 harus memberikan dukungan juga agar mereka lebih semangat lagi untuk ke depannya. Dapat wawancara tersebut, menunjukkan bahwa cara yang dilakukan Guru BK agar peserta didik dapat menyukai pelajaran yang tidak disukainya yaitu dengan cara bekerja sama dengan guru mata pelajaran agar dapat menerapkan Teknik pembelajaran yang dapat memancingkan motivasi belajar peserta didik. Memantau Presensi/absensi Peserta Didik Selain itu, guru BK selain berperan sebagai supervisor dan kolaborator dengan guru mata pelajaran, guru BK juga berperan memantau ketidakhadiran siswa di setiap kelas, dari ketidakhadiran tersebut kepada masuk dan siapa yang tidak masuk Dan melihat keterangan peserta didik tersebut, apabila ada yang absen dengan keterangan sakit dan izin guru BK harus menghubungi orangtua atau wali muridnya untuk mendapatkan informasi kebeneran yang ada agar jelas. Melihat peserta didik yang mempunyai keterangan alfa sudah lebih dari tiga guru BK memanggil orang tuanya dan bekerja sama untuk mengarahkan anaknya. Karena dengan memanggil orangtuanya guru BK dapat mengetahui apa permasalahan dan kendalanya kenapa siswa itu tidak datang Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK bahwa layanan bimbingan konseling yang dilakukan guru BK untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik yaitu, bimbingan klasikal dengan bidang layanan pribadi dan Pembahasan Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SD Inpres Kerora, peneliti temuan/informasi berikut diantaranya: Pada temuan yang didapatkan peneliti mengenai peran guru BK dalam meningkatkan pembahasan dari peran guru BK dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SD Inpres Kerora. Adapun peran guru bimbingan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik adalah sebagai berikut: Peserta Sebagai Pembimbing Peran guru bimbingan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik SD Inpres Kerora. Dalam perannya sebagai pembimbing yang dilakukan dengan memperhatikan peserta didik yang selalu tidak masuk sekolah karena mengikuti orang tuanya yang sibuk bekerja. Mengingatkan siswanya dengan cara memberitahu bahwa suatu cita-cita akan kita gapai jika kita mempunyai semangat untuk menggapainya yaitu dengan cara rajin ke sekolah, giat belajar. Yang terpenting harus ada semangat dari dalam diri sendiri, otangtua, guru, mereka hanya mensuport. Setelah peserta itu tidak ke sekolah lagi, dia akan saya beri waktu jika melanggar lagi akan diberikan hukuman. Guru BK berkolaborasi dengan wali kelas dan guru mata pelajaran Berdasarkan dilakukan, ada beberapa kesimpulan sebagai berikut: Dalam proses Pendidikan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kerja sama kedua belah pihak, seperti peran yang guru BK lakukan yaitu dengan bekerja sama dengan guru mata pelajaran agar lebih meningkatkan Teknik pembelajaran yang dapat memudakan/ memancing motivasi peserta didik agar lebih giat dalam belajar. Dalam proses pembelajaran peserta didik di pantau oleh guru BK dan wali kelas, guru BK bekerja sama dengan orangtua wali, wali kelas untuk selalu mensuport dan tidak berhenti dengan satu orang semua ikut membantu agar mendapatkan support termasuk teman-teman harus memberikan dukungan juga agar mereka lebih semangat lagi untuk ke depannya. Memantau Presensi/absensi Peserta Didik Upaya guru Bk dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik adalah dengan memantau absen peserta didik setaip kelasnya, dari absen tersebut dapat diketahui beberapa peserta didik yang masuk dan yang tidak masuk kelas. Dan melihat keterangan peserta didik tersebut, apabila ada yang absen dengan Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidika. Volume 5. No. Juli 2022, 46-53 keterangan sakit dan izin guru BK harus menghubungi orangtua atau wali muridnya untuk mendapatkan informasi kebeneran yang ada agar jelas. Melihat peserta didik yang mempunyai keterangan alfa sudah lebih dari tiga guru BK memanggil orang mengarahkan anaknya. Karena dengan memanggil orangtuanya guru BK dapat mengetahui apa permasalahan dan kendalanya kenapa siswa itu tidak datang SIMPULAN Berdasarkan uraian sebelumnya dapat disimpulkan peran Guru bimbingan dan konseling berperan sebagai pembimbing agar peserta didik dapat mencapai tujuan Pendidikan yang terarah menjadi baik dalam keseluruhan proses Pendidikan. Guru BK berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dengan adanya kerja sama antara keduanya dapat memudahkan untuk peserta didik dalam meningkatkan motivasi belajar. Guru bimbingan dan konseling juga berperan sebagai pembimbing yang selalu mengarahkan tingkah laku peserta didik, dengan cara menunjukkan pada peserta didik hal-hal yang dilakukan tidak benar dan meminta pada mereka untuk melakukan kembali dengan benar dan sebaik-baiknya. Dari kesimpulan diatas maka guru bimbingan dan konseling berperan sebagai motivator dan sebagai pembimbing dalam hal memotivasi belajar matematika pada peserta didik kelas 4 SD Inpres Kerora SARAN Berdasarkan uraian dan kesimpulan sebagaimana disebutkan di atas, maka saran yang diberikan dari hasil penelitian ini adalah: Kepala sekolah Diharapkan kepada pihak sekolah agar memberikan guru BK yang khusus agar program layanan bimbingan konseling bisa berjalan dengan maksimal serta menyediakan fasilitas dan sarana prsarana untuk pelaksanaan bimbingan konseling agar terlaksana dengan maksimal dan baik. Guru BK Diharapkan kepada guru BK agar dapat memahami perannya dan tidak menimbulkan terjadinya kesalahan. Peserta Didik Peserta didik yang memiliki motivasi belajarnya rendah dalam proses belajar sebaiknya lebih meningkatkan lagi semangat belajarnya agar dapat mencapai sebuah kesuksesannya. DAFTAR PUSTAKA