LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Suarman Mezuari Waruwu Sekolah Tinggi Injili Arastamar SETIA Jakarta mezuary@gmail. KAJIAN ESKATOLOGIS MEMAHAMI MAKNA MENDALAM DI BALIK TIGA UCAPAN YESUS TENTANG KEDATANGAN KEMBALI Abstract This article aims to stimulate personal reflection and group discussion on how we can live relevantly and responsively to Jesus' eschatological message in the context of a changing world. This research uses a qualitative method with a library study. The researcher tried to find library sources and used them to obtain research materials. Researchers try to find library sources and use them to obtain research materials. Eschatology is divided into personal eschatology and general eschatology. While general eschatology deals with the creation of heaven and earth and the second coming of Christ, personal eschatology deals with the experience of believers from childhood to the resurrection of the body and death. Such eschatological studies provide deep insight into Jesus' teachings regarding His return. Eschatology, as the pinnacle and key element in dogmatic theology, is the study of the end times, which includes both personal and public Personal eschatology deals with the believer's experience from death to bodily resurrection, while general eschatology focuses on major events such as the second coming of Christ and the creation of a new heaven and earth. Keywords: Eschatology, sayings of Jesus, the return. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk merangsang refleksi pribadi dan pembahasan kelompok mengenai bagaimana kita dapat hidup secara relevan dan responsif terhadap pesan eskatologis Yesus dalam konteks dunia yang terus berubah ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi perpustakaan. Peneliti berusaha mencari sumber pustaka dan menggunakannya untuk mendapatkan bahan penelitian. Peneliti berusaha mencari sumber pustaka dan menggunakannya untuk mendapatkan bahan penelitian. Eskatologi terbagi menjadi eskatologi pribadi dan eskatologi umum. Jika pembahasan mengenai eskatologi umum berkaitan dengan penciptaan langit dan bumi dan kedatangan Kristus yang kedua kali, maka eskatologi pribadi berkaitan dengan pengalaman orang percaya sejak kecil hingga kebangkitan tubuh dan kematian. Kajian eskatologis tersebut memberikan wawasan yang mendalam terhadap ajaran-ajaran Yesus mengenai kedatangan-Nya kembali. Eskatologi, sebagai puncak dan elemen kunci dalam teologi dogmatik, merupakan studi tentang akhir zaman, yang mencakup eskatologi pribadi dan umum. Eskatologi pribadi membahas tentang pengalaman orang percaya dari kematian hingga kebangkitan tubuh, sementara eskatologi umum berfokus pada peristiwa besar seperti kedatangan kedua Kristus dan penciptaan langit serta bumi baru. Kata kunci: Eskatologi,ucapan Yesus,kedatangan kembali. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. PENDAHULUAN Pengajaran penting dalam eskatologi mencakup kedatangan kembali Kristus dan akhir dari dunia materi. Eskatologi meliputi keyakinan tentang kiamat, kebangkitan, penghakiman terakhir, surga dan neraka, serta topik-topik terkait akhir zaman atau akhirat menurut pandangan agama Ajaran tentang akhir zaman adalah doktrin yang signifikan dalam teologi Alkitab. Hal ini bukan hanya penting bagi teologi Kristen tetapi juga sering menjadi bagian penting dalam keyakinan dan praktik keagamaan bagi banyak orang di seluruh dunia. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang mencari agama yang diyakini dapat menghantarkan mereka mencapai tujuan akhir, yaitu surga yang abadi. Kedatangan Kristus yang kedua kali merupakan penggenapan janji Allah kepada manusia. Bagi setiap orang Kristen, kedatangan Yesus yang kedua kali adalah pengharapan yang dinantikan, namun bagi mereka yang tidak percaya, momen ini akan menjadi saat yang menakutkan karena Yesus akan datang untuk menghukum dosa. Waktu kedatangan-Nya tidak dapat diketahui oleh 1 Satu dari tiga pernyataan penting yang dibuat oleh Yesus dalam hal kedatangan kembali dapat ditemukan dalam Matius 24:44. Yesus menyatakan. AuSebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, kerena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga. Ay Kajian eskatologis tentang tiga pernyataan ini oleh Yesus sangat penting untuk memahami bagaimana manusia berperilaku ketika mereka bertentangan dengan Kitab Suci yang relevan. Banyak teolog dan ilmuwan Alkitab yang memberikan pandangan mengenai eskatologi salah satunya adalah J. Weiss. Menurut J. Weiss. Yesus menantikan perubahan zaman yang akan berlangsung dengan segera sebagai hasil kegiatan Allah yang baru. Kerajaan Allah tidak dapat dianggap sebagai kondisi sempurna yang tercapai secara bertahap melalui proses perkembangan dunia yang berkelanjutan. Kerajaan Allah itu akan datang dengan tiba-tiba dari seberang melalui suatu bencana semesta alam yang mengerikan. 2 Dalam konteks teologi Kristen, memahami kembalinya Yesus bukan hanya masalah mengenal masa lalu, tetapi juga meletakkan dasar untuk masa depan umat manusia. 3 Melalui kajian eskatologis ini, kita dapat lebih jelas mengidentifikasi batasan-batasan dari hukum-hukum tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan kerendahan hati dan kehati-hatian, sambil berharap untuk kembali ke tanah suci Sang Juru 1 Jurnal Scripta and Yanjumseby Yeverson Manafe. AuSTT Ebenhaezer Parosia Menurut PaulusAy 5368 . : 1Ae11. 2 Ulrich Beyer. Garis-Garis Besar Eskatologi Dalam Perjanjian Baru (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. : 1. 3 Agustinus Faot et al. AuBertahan Sampai Kesudahan Akan Diselamatkan,Ay Journal Kerusso 4, no. : 15Ae25,. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Selamat. Penulisan artikel ini berasal dari keinginan untuk menjelaskan aspek-aspek yang berkaitan dengan eskatologi, yaitu kajian tentang akhir zaman. Aukedatangan Yesus Kristus yang kedua kaliAy. Artikel ini bertujuan untuk merangsang refleksi pribadi dan pembahasan kelompok mengenai bagaimana kita dapat hidup secara relevan dan responsif terhadap pesan eskatologis Yesus dalam konteks dunia yang terus berubah ini. Melalui penekanan pada pentingnya kesiapan rohani dan kehidupan yang disesuaikan dengan ajaran Kristus, artikel ini juga berupaya untuk menginspirasi pembaca untuk menjalani kehidupan yang penuh makna, bermakna, dan diilhami oleh iman yang teguh. Dengan demikian, artikel ini tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan teologis, tetapi juga untuk mengubah pemikiran dan menggerakkan hati pembaca agar lebih mendalami iman mereka dan hidup sesuai dengan panggilan Kristus. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka. Peneliti berupaya mengumpulkan sumber-sumber pustaka untuk mendapatkan bahan penelitian yang relevan. Upaya ini mencakup pengumpulan informasi mengenai buku-buku yang tercantum dalam Daftar Pustaka serta deskripsi dari berbagai artikel yang telah diteliti terkait dengan topik kedatangan Yesus yang kedua kali. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Eskatologi Menurut Louis Berkhof, yang mengutip Pohle, eskatologi dianggap sebagai puncak dan elemen kunci dalam teologi dogmatik. 4 Eskatologi berasal dari kata Yunani eschaton yang berarti AuakhirAy. AusetelahAy, dan AuselanjutnyaAy, dan logos yang berarti AupengetahuanAy, yaitu bagian dari teologi dan filsafat tentang akhir atau akhir dunia. Sejarah atau akhir seseorang, menunjukkan akhir atau akhir waktu. Dalam mistisisme, ini adalah metafora akhir dari realitas biasa dan hubungan dengan Tuhan. Doktrin agama tradisional mengajarkan konsep-konsep tersebut sebagai konsep dasar yang muncul kemudian, dan dirumuskan dalam bentuk kitab suci atau tradisi. Dalam arti luas, eskatologi dapat mencakup konsep-konsep terkait seperti zaman mesianis dan zaman mesianik, hari-hari terakhir, dan akhir zaman. Eskatologi terbagi menjadi eskatologi pribadi dan eskatologi umum. Jika pembahasan mengenai eskatologi umum berkaitan dengan penciptaan langit dan bumi dan kedatangan Kristus yang kedua kali, maka eskatologi pribadi berkaitan dengan pengalaman orang percaya sejak kecil hingga kebangkitan tubuh dan kematian. 4 Louis Berkhof. Teologi Sistematika (Surabaya: Momentum, 2. : 9. 5 Mustofa Hasan Dedi Supriyadi. Filsafat Agama (Bandung: Pustaka Setia, 2. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Eo Eskatologi Pribadi Topik yang dibahas dalam Eskatologi Pribadi membahas tentang kematian jasmani dan proses antara momen kematian dan momen kebangkitan. Kematian kekal atau kematian rohani jangan lupakan kematian jasmani. Kematian rohani mengacu pada keadaan kematian sebelum Kondisi ini disebut kematian karena dosa dan pelanggaran (Ef. 2:1,. Sebaliknya, kematian kekal memberikan hukuman kekal atas kematian mereka yang tidak lagi hidup secara Hukuman kematian kekal diterima oleh mereka yang tidak pernah selamat dari kematian seumur hidupnya (Yohanes 5:24. Wahyu 20:. Ini disebut lautan api, atau kematian kedua (Wahyu 20:. Eo Eskatologi umum Eskatologi umum membahas rangkaian peristiwa yang akan terjadi, mulai dari kedatangan kedua Kristus hingga penciptaan langit baru dan bumi baru. Dalam pemahaman Mulyo Kadarmanto, peristiwa eskatologis berkisar pada hari-hari terakhir yang ditandai dengan kedatangan Kristus yang kedua kali. Hal ini didasarkan pada Perjanjian Lama, di mana bangsa Israel memiliki harapan eskatologis, berdasarkan perjanjian Allah, yang mencakup tindakan terakhir pada akhir karya penebusan Kristus. Pengharapan ini dimulai ketika Allah mengungkapkan perjanjian-Nya dalam kitab Kejadian. 3:15 ini disebut ProtoInjil. Pada masa para Bapa Gereja, hal ini menjadi topik penting dalam opini dunia. Salah satu pemikir eskatologi patristik dan teologis adalah Yustinus Martir. Yustinus Martir, yang hidup pada abad kedua M, adalah teolog dan filsuf Kristen pertama yang membela iman Kristen dalam konteks pemikiran dan budaya Romawi. Ia dilahirkan sekitar tahun 100 Masehi. di Flavia Neapolis . ekarang Nablus. Palestin. dan meninggal sekitar tahun 165 Masehi. Yustin Martir dikenal sebagai salah satu martir Kristen pertama, yakni seseorang yang membela dan membela iman Kristen melalui tulisan-tulisannya. Salah satu karya Yustin Martir yang paling terkenal adalah "The First Apology", di mana ia membela ajaran Kristen melawan kaisar dan penguasa Romawi pada saat itu. Ia mencoba membandingkan ajaran Kristen dengan filsafat Yunani, khususnya Platonisme dan Stoicisme. Yustin Martir melihat filsafat Yunani sebagai "praparatio evangelica," 6 H. Thiessen. Teologi Sistematika (Gandum Mas, 2. : 519. 7 Mulyo Kadarmanto. AuDimensi Misi Eskatologis Dalam Pendidikan Kristen,Ay Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 5, no. : 69Ae81. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. atau persiapan Injil, dan menggunakan konsep tersebut untuk menjelaskan iman Kristen kepada orang-orang terdidik. Pentingnya mempelajari Eskatologi dalam konteks kekristenan Mempelajari eskatologi dalam konteks Kristiani sangatlah penting bagi umat Kristiani. Pertama, eskatologi merupakan dasar untuk memahami hakikat iman Kristen. Kedua, pemahaman eskatologi memperkuat iman dan mempersiapkan umat Kristiani menghadapi zaman yang akan datang dengan keyakinan yang teguh. Ini akan membantu mereka hidup dengan setia pada ajaran Kristus dan mempersiapkan diri bagi kehidupan kekal. Selain itu, eskatologi juga meningkatkan kesadaran akan misi gereja untuk memberitakan Injil dan mempersiapkan diri dan orang lain menyambut kedatangan Kristus kembali. Tujuan eskatologi dalam Alkitab adalah untuk mempersiapkan iman, memahami dan percaya kepada Yesus Kristus. Eskatologi membahas hal-hal yang berkaitan dengan akhir zaman, termasuk kedatangan Kristus kembali, kebangkitan jasmani, penghakiman, dan milenium, serta tanda-tanda dan peristiwa yang akan terjadi di masa depan di akhir zaman. Konsep dasar mengenai kedatangan kembali Yesus Tema sentral Kedatangan kembali Yesus, juga dikenal sebagai Kedatangan Kedua atau Parousia, merupakan bagian penting dari eskatologi Kristen. Yesus berjanji kepada muridmuridnya bahwa dia akan kembali lagi, dan dia juga memberi tahu mereka di akhir zaman. Dia menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang tahu pasti hari-hari terakhir dan kapan kedatangannya yang kedua kali (Markus 13:. Di dalam Alkitab. Yesus sendiri mengajarkan bahwa kedatangan-Nya kembali akan menjadi peristiwa fisik yang nyata. Dia kembali melalui cara para murid melihatnya pergi. Selain itu, kedatangan Yesus akan menghibur para murid karena Dia akan membawa mereka kembali, namun Yesus meyakinkan bahwa tidak ada yang tahu kapan akhir dunia ini akan terjadi atau kapan kedatangan kembali akan terjadi. 8 Astrid. Ines. AuKajian Teologis Terhadap Eskatologi Pada Zaman Patristika Menurut Pandangan Filsafat Yustinus Martir Dan Kaitannya Dengan Budaya TorajaAy 01 . : 1Ae23. 9 Dolfinus B. Watopa. AuPentingnya Pemahaman Eskatologi Bagi Jemaat GPdI Pisga Waropen Timur Ditinjau Dari Matius 24,Ay EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani 4, no. 283Ae95. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Ucapan Yesus tentang Kedatangan Kembali Yesus memberikan beberapa ucapan tentang kedatangan-Nya kembali di Alkitab. Pertama, dalam Injil Matius 24:42. Yesus mengingatkan para pengikut-Nya untuk tetap waspada dan siap menghadapi kedatangan-Nya yang tidak terduga: "karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu paa hari mana Tuhanmu datangAy Ucapan ini menekankan pentingnya kesiapan spiritual bagi umat-Nya. Kedua, dalam Injil Markus 13:32. Yesus menyatakan bahwa hanya Bapa-Nya yang mengetahui waktu pasti kedatangan-Nya: "Tetapi tentang hari dan saat itu tidak ada seorangpun yang tahu, tidak malaikat-malaikat di sorga, tidak anak itu sendiri, tidak juga Anak, melainkan hanya Bapa. Pesan ini menekankan ketidakpastian tentang kapan kedatangan-Nya akan terjadi, yang menuntut umat-Nya untuk hidup dalam kesiapan dan kesetiaan yang terus-menerus. Terakhir, dalam Injil Lukas 12:40. Yesus menegaskan bahwa kedatangan-Nya akan terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan: "Karena kamu juga harus siap, sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga. Ucapan ini memperingatkan para pengikut-Nya untuk selalu siap menghadapi kedatangan-Nya yang akan datang dengan cara yang tak terduga. Dengan demikian, ucapanucapan ini menekankan pentingnya kesiapan spiritual, ketidakpastian waktu kedatangan-Nya, dan keperluan untuk tetap waspada dalam menantikan kedatangan-Nya. Ucapan pertama: "Ingatlah. Aku datang seperti pencuri" (Matius 24:42-. Dalam pasal 24 ayat 42-44 dari Injil Matius. Yesus memberikan pengajaran tentang signifikansi kecemasan dan kesiagaan kita menyambut kedatangan-Nya kembali. Implikasi mendalam dari pernyataan ini adalah bahwa kita harus hidup dalam ketaatan dan siaga setiap waktu, sebab waktu kedatangan Yesus yang kedua tidaklah terduga. Ada perkataan pertama Yesus tentang kedatangan-Nya kembali dalam Matius 24:42-44: AuAku akan datang seperti pencuri. Ay Kata-kata ini menunjukkan pentingnya persiapan dan pengawasan terus-menerus bagi umat-Nya. Dalam ayat ini. Yesus memperingatkan bahwa kedatangan-Nya akan terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan, seperti pencuri yang datang dari waktu yang tidak terduga. Oleh karena itu. Kristus mengajak umat-Nya untuk tetap terjaga, siap sedia dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Pesan ini menekankan pentingnya menjalani kehidupan yang saleh dan menaati ajaran-Nya ketika Dia datang kembali dan kita siap bertemu dengan-Nya tanpa ragu. Jelas sekali, kedatangan Tuhan Yesus bagaikan pencuri, dan digunakan untuk menjelaskan sifat kedatangan Tuhan kembali. 'Seperti pencuri' artinya Tuhan Yesus tidak akan muncul ke permukaan, dengan penuh kemuliaan dan kuasa, melainkan diam-diam, sehingga kita tidak melihatnya. Artinya di akhir zaman Tuhan akan datang secara diam-diam seperti pencuri. Dalam kajian teologis. Paulus sering menggunakan gagasan bahwa matahari akan datang dengan cepat seperti pencuri. Seperti pencuri di malam hari. Namun dia menambahkan, sama LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. sekali tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak berhati-hati. Orang yang tidak bangun sedih dan perbuatannya buruk. 10 Menurut buku Wesley. Paulus pada pasal 4 menjelaskan apa yang akan terjadi ketika Tuhan Yesus datang kembali. Paulus berkata bahwa mereka akan bertanya, "Kapan hal itu terjadi? Paulus tidak menyebutkan jamnya, hari dan tahunnya Tuhan akan datang. Sebab tidak seorang pun yang tahu. Ucapan kedua: "Aku datang dan Aku akan mengadili semua orang" (Matius 25:31-. Namun mengenai kedatangan Yesus kembali, ada sebuah kata menarik yang tertulis dalam Injil Markus bahwa orang-orang tidak mengetahui kedatangannya, termasuk dirinya, seperti yang terlihat pada ayat sebelumnya dalam Yohanes 21:17, dimana Petrus sedang menggambarkan Yesus. 'Kemahatahuan. Ini seperti sebuah kontradiksi. Kata-kata hatinya. "Tuhan mengetahui Ini adalah pengetahuan umum, pengetahuan alamiah yang terdapat dalam Injil Yohanes. Yesus mengetahui segala sesuatu yang sedang terjadi dan segala sesuatu yang akan Yohanes 6:15 Yesus mengetahui isi hatinya. Ia mengetahui bahwa mereka akan datang untuk memaksa Dia menjadi raja mereka, sehingga Ia mau pergi ke gunung sendirian. Kedatangan Kristus yang kedua kali adalah untuk menghakimi orang hidup dan orang mati. Oleh karena itu, kedatangan Kristus yang kedua kali bukanlah topik yang asing dalam kehidupan seharihari saat ini. Pada saat itulah segala sesuatu yang ada di dunia ini akan terungkap dan terungkap di hadapan Tuhan. 13 Pada kedatangan Kristus kembali, segala tindakan dan pikiran manusia akan dihakimi oleh Tuhan. Tidak ada yang disembunyikan atau dilupakan darinya. Penghakiman ini akan menghasilkan retribusi atau hukuman berdasarkan tindakan dan sikap setiap orang selama hidup di dunia ini, sehingga penting bagi kita untuk mewaspadai kedatangan Kristus kembali. Ucapan ketiga: "Aku datang segera" (Wahyu 22:12-. Ucapan "Aku datang segera" dalam pasal 22 ayat 12-13 dari Kitab Wahyu merupakan pernyataan yang memiliki implikasi eskatologis yang signifikan dalam teologi Kristen. Dalam konteks tersebut, pernyataan ini menegaskan harapan akan kedatangan kembali Yesus Kristus dan pelaksanaan penghakiman-Nya atas setiap individu sesuai dengan perbuatan mereka. Lebih lanjut, penggunaan frasa "Aku datang segera" menegaskan keyakinan akan janji Kristus untuk kembali dengan cepat dan membawa upah-Nya sebagai bentuk balasan yang adil terhadap tindakan setiap Dengan demikian, dalam perspektif eskatologis, ucapan ini menyiratkan harapan akan 10 William Barclay. Pemahaman Alkitab Tiap Hari (Jakarta: BKP Gunung Mulia, 2. 11 J. Wesley. Brill. Tafsiran Surat Tesalonika (Kalam Hidup, 1. 12 Petra A. Nunuhitu AuKajian Hermeneutika Tentang Ketidaktahuan Yesus Mengenai Kedatangan-Nya Yang Kedua Kali Berdasarkan Markus 13:32 Dan Implikasi Nya Bagi Ajaran Kristologi,Ay Jurnal Kala Nea 3, no. : 83Ae97. 13 Harun Hadiwijono. Inilah Sahadatku (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. : 115-116. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. realisasi keadilan ilahi serta pemenuhan janji-janji-Nya kepada umat-Nya, menegaskan pentingnya pengharapan akan kedatangan kembali Kristus dan pelaksanaan penghakiman-Nya. Dalam Kitab Wahyu. Yesus mengulang-ulang himbauan agar umat Kristen mencapai Himbauan ini khususnya terdapat dalam surat-surat yang ditujukan kepada tujuh jemaat di Asia Kecil. Dalam himbauan terakhir, khususnya kepada jemaat di Laodikia. Yesus menyatakan bahwa orang yang menang akan diberi tempat duduk bersama-Nya di atas takhta-Nya, sebagaimana Yesus sendiri telah mencapai kemenangan dan menduduki takhta bersama BapaNya. Dalam konteks ini. Kristus menegaskan bahwa kemenangan-Nya terutama terwujud melalui peristiwa kayu salib, di mana Ia mengalami kematian dan kebangkitan. Peristiwa kayu salib bukanlah kekalahan, tetapi kemenangan yang memberikan harapan. Implikasi bagi Umat Kristen dalam Menantikan Kedatangan Kedua Kristus Terdapat dua aspek yang dapat dipertimbangkan oleh umat Kristen dalam memahami berbagai pandangan terkait eskatologi Kristen. Pandangan-pandangan ini harus dianalisis dari perspektif firman Tuhan: Tetap Berjaga-Jaga Menanti KedatanganNya Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, hendaknya tetap teguh dalam iman terhadap firman-Nya dan memperdalam pemahaman agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran-ajaran atau pandangan-pandangan yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Karena baik orang percaya maupun seluruh umat manusia tidak mengetahui waktu kedatangan-Nya, mereka harus selalu waspada dalam menantikan kedatangan-Nya, dengan keyakinan bahwa Ia akan menggenapi janji-Nya kepada umat-Nya. Melalui kedatangan-Nya yang kedua kali, seluruh umat percaya diharapkan untuk terus mengupayakan keselamatan di dalam-Nya, yang selalu memberikan kekuatan dan penghiburan dalam nama-Nya. Pandangan yang keliru juga harus dievaluasi kembali berdasarkan perspektif kebenaran firman Tuhan. Tetap Memberitakan Injil Sampai Kedatangan-Nya yang Kedua Kali Keyakinan bahwa dunia akan bertobat menuju kemuliaan hidup dalam Tuhan tidak bertentangan dengan peran manusia sebagai warga kerajaan surgawi yang menjalankan mandat yang diberikan Yesus selama keberadaannya di dunia ini bersama murid-murid-Nya. Namun, secara keseluruhan, berdasarkan seluruh ajaran firman Tuhan mengenai kedatangan-Nya, dunia ini diperkirakan semakin jahat dari waktu ke waktu dan semakin jauh dari kesempurnaan, dengan penderitaan dan penganiayaan yang akan dialami oleh orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus. 14 David Iman Santoso. AuKristologi Kitab Wahyu,Ay Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 6, no. : 29Ae43. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Meskipun demikian, kita tidak boleh meragukan nubuat-nubuat atau peristiwa yang akan datang, melainkan harus tetap mengabarkan Injil hingga kedatangan kedua Yesus. Karena bagi mereka yang setia, akan ada pahala yang besar di surga. Eskatologi sendiri membahas mengenai masa depan dan akhir zaman. Dalam Perjanjian Lama, kedatangan Anak Manusia menjadi tema penting, sementara dalam Perjanjian Baru, fokusnya adalah pada kedatangan Yesus kembali. Sebagai individu yang beriman, penting untuk memperdalam iman guna menanti kedatangan Tuhan dengan kesabaran. Sikap moral juga harus selaras dengan ajaran iman, dan keyakinan penuh pada kasih Allah yang dinyatakan melalui Kristus harus ditanamkan dalam hati setiap orang percaya. Persiapan dan respons yang tepat bagi umat Kristen Peran persiapan dan respons dalam konteks kedatangan kembali Yesus Kristus menjadi unsur integral dalam kerangka keyakinan dan pemahaman teologis umat Kristen. Dalam mengantisipasi kedatangan-Nya, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan: Eo Persiapan rohani yang diperlukan bagi umat Kristen mencakup upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kedekatan spiritual dengan Tuhan melalui praktik doa yang tekun, refleksi mendalam atas ajaran Alkitab, serta pengembangan aspek-aspek kualitatif kehidupan rohani. Salah satu aspek persiapan rohani dalam merespon kedatangan Yesus kembali adalah tekun Menurut Calvin, doa yang sah adalah doa yang berasal dari keyakinan yang teguh kepada Allah yang benar. Doa yang benar bukan hanya sekadar pernyataan lisan, melainkan merupakan permohonan yang timbul dari prinsip iman yang kokoh. Eo Persiapan yang sesuai juga memperhitungkan ketaatan terhadap ajaran Kristus serta kesiapan untuk memperoleh pengampunan-Nya. Ini menuntut adanya kesadaran akan kebutuhan akan kerendahan hati, tindakan pertobatan, dan dedikasi dalam menyesuaikan kehidupan dengan kehendak Ilahi. Ayat Alkitab dalam Matius 24:14 menegaskan pentingnya pertobatan sebagai persiapan dalam menghadapi akhir zaman, dengan menyatakan bahwa Injil Kerajaan akan diberitakan kepada seluruh dunia sebagai kesaksian bagi semua bangsa, sebelum akhirnya tiba. Hal ini menyoroti bahwa pertobatan bukan hanya merupakan urusan individu semata, tetapi juga memiliki implikasi yang meluas dalam konteks penyebaran pesan Injil secara global. 15 Sabda Budiman Yelicia. Enggar Objantoro. AuKritik Terhadap Pandangan Post-Milenialisme Tentang Kedatangan Kristus Yang Kedua Kali Dan Implikasi Bagi Orang Percaya Masa Kini,Ay Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 3, no. : 1Ae9. Anthony A. Hoekema. Alkitab Dan Akhir Zaman (Surabaya: Momentum, 2. , 15. 17 Christian Sulistio. AuPeran Roh Kudus Dalam Doa Menurut John Calvin,Ay Jurnal Veritas Vol. 2, . : 177Ae84. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Karena keselamatan manusia bergantung pada karya Kristus, penting untuk menyampaikan pesan tersebut kepada seluruh masyarakat. Eo Umat Kristen dihimbau untuk mempertahankan kesetiaan kepada Kristus dalam segala kondisi dan menjaga harapan akan pemenuhan janji-Nya mengenai kedatangan-Nya yang kedua, tanpa mengenal batas situasi yang dihadapi. Persiapan dan respons yang tepat bagi umat Kristen terhadap kedatangan kembali mencerminkan esensi iman, kasih, harapan, dan ketaatan terhadap Tuhan serta ajaran-Nya. Hal ini merupakan elemen integral dari praktik spiritual dalam kehidupan sehari-hari bagi umat Kristen. Pengaruh dalam kehidupan sehari-hari Secara esensi, kedatangan Kristus kembali berbeda secara signifikan dengan kedatanganNya yang pertama, yang telah dinubuatkan oleh para Nabi dalam Perjanjian Lama, baik mengenai tempat kelahirannya maupun garis keturunan-Nya. Peristiwa kedatangan-Nya yang kedua tidaklah bertujuan untuk membawa kedamaian, tetapi untuk mengangkat orang percaya dan menjatuhkan hukuman kepada manusia. Oleh karena itu, setiap orang percaya ditekankan untuk tetap berjagajaga dan siap sedia dalam menantikan kedatangan tersebut dengan penuh pengharapan dan iman, karena keyakinan bahwa Yesus tidak akan ingkar janji mengenai kedatangan-Nya, dan bahwa kedatangan-Nya akan terjadi sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan-Nya sendiri. Orang yang menyangkal kedatangan-Nya yang kedua, secara implisit menentang firman Allah, karena hal itu akan mengharuskannya untuk menolak atau menafsirkan firman Allah sesuai dengan kehendaknya 19 Pengaruh dari kedatangan Yesus kembali ini dalam kehidupan sehari-hari menuntut agar orang percaya hidup dengan penuh pengharapan dan kepercayaan akan janji-janji Tuhan, serta berusaha untuk melakukan kebaikan dan menjauhi kejahatan, karena mereka percaya bahwa mereka akan menerima upah atas perbuatan mereka saat kedatangan Yesus kembali. 18 David Eko Setiawan. AuDampak Injil Bagi Transformasi Spiritual Dan Sosial,Ay Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual 2 , 1 . : 88. 19 Kali Berdasarkan and Tesalonika Serta. AuKajian Tentang Kedatangan Kristus Kedua Relevansinya Bagi Orang Percaya,Ay Jurnal teologi 3, no. : 17. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. KESIMPULAN Kajian eskatologis tersebut memberikan wawasan yang mendalam terhadap ajaran-ajaran Yesus mengenai kedatangan-Nya kembali. Eskatologi, sebagai puncak dan elemen kunci dalam teologi dogmatik, merupakan studi tentang akhir zaman, yang mencakup eskatologi pribadi dan Eskatologi pribadi membahas tentang pengalaman orang percaya dari kematian hingga kebangkitan tubuh, sementara eskatologi umum berfokus pada peristiwa besar seperti kedatangan kedua Kristus dan penciptaan langit serta bumi baru. Memahami eskatologi sangat penting bagi umat Kristen karena memperkuat iman, mempersiapkan mereka untuk masa depan, dan meningkatkan kesadaran akan misi gereja. Dalam menantikan kedatangan kembali Kristus, umat Kristen harus mempertahankan kesetiaan, memberitakan Injil, dan tetap waspada. Persiapan rohani melalui doa, pertobatan, dan ketaatan terhadap ajaran Kristus adalah aspek penting dalam merespons kedatangan-Nya. Persiapan dan respons ini mencerminkan esensi iman, kasih, harapan, dan ketaatan terhadap Tuhan serta ajaran-Nya. Kedatangan Kristus kembali memiliki pengaruh signifikan dalam kehidupan sehari-hari orang percaya, yang mengharuskan mereka untuk hidup dengan penuh pengharapan dan iman, melakukan kebaikan, dan menjauhi kejahatan. Keyakinan akan kedatangan-Nya mendorong orang percaya untuk tetap berjaga-jaga dan siap sedia, karena mereka percaya bahwa janji Tuhan akan digenapi pada waktu yang telah ditetapkan-Nya. Eskatologi tidak hanya memberikan pemahaman teologis tentang akhir zaman, tetapi juga membentuk cara hidup dan pandangan umat Kristen dalam menghadapi masa depan dengan iman yang teguh dan kesiapan spiritual yang mendalam. Dengan demikian, artikel ini bukan hanya menghadirkan pengetahuan teologis, melainkan juga mengilhami pembaca untuk hidup dalam ketaatan, kesiapan, dan keyakinan pada janji-janji Allah. Hal ini mengajukan sebuah panggilan untuk hidup dalam harmoni dan pemahaman dengan sesama, serta menegaskan pentingnya persiapan spiritual untuk menyambut kedatangan Kristus kembali. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA