ONLINE LEARNING APLICATION AND LEARNING STYLE FOR LEARNING OUTCOMES IN UNIVERSITY PENERAPAN PEMBELAJARAN ONLINE DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI Walib Abdullah. Hafidhoh. , 1Institut Agama Islam Al-Khairat 2Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah Pamekasan e-mail: walib@alkhairat. id, hafidhoh@gmail. Abstract The purpose of this study is to determine the differences in student learning outcomes using online learning strategies with face-to-face learning, and to determine the learning outcomes of students who have different learning styles and to determine the interaction of learning strategies and learning styles on learning outcomes. This study used a quasiexperimental research design . uasi-experimenta. While the experimental design used in this study is the nonequivalent control group design. This study uses a 2 x 2 factorial design involving two groups in this case the researcher uses 2 classes. The first class is as an experimental class, this group learns using blended learning, and the second class is face-to-face learning as a control class, this group uses conventional learning to learn. The disaggregating factor is the moderating variable of learning style . ctive learning style and reflective learning styl. while the dependent variable is understanding the This study uses a 2-way Analysis of Variance (Anov. to test the hypothesis, in the form of the Univariate Test of Between-Subject Effects. The results showed that there were differences in results between students who applied online learning and face-to-face The second is that there are differences in learning outcomes between students who have different learning styles. Third, there is an interaction between online and faceto-face learning and learning styles with learning outcomes Abstrak Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa yang menggunakan stategi pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka, dan untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa yang mempunyai gaya belajar berbeda serta untuk mengetahui interaksi strategi pembejaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu . uasi eksperime. Sedangkan desain eksperimen yang digunakan pada penelitian ini yaitu nonequivalent control group design. Penelitian ini menggunakan rancangan desain factorial 2 x 2 dengan melibatkan dua kelompok dalam hal ini peneliti menggunakan 2 kelas. Kelas yang pertama adalah sebagai kelas eksperimen, kelompok ini belajar dengan menggunakan pembelajaran blended learning, dan kelas kedua pembelajaran tatap muka sebagai kelas kontrol, kelompok ini menggunakan pembelajaran tatapmuka. Faktor pemilahnya yaitu variabel moderator gaya belajar . aya belajar aktif dan gaya belajar reflekti. sedangkan variabel terikat yaitu hasil belajar. Penelitian ini menggunakan Analysis of Variance IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan (Anov. 2 jalur untuk menguji hipotesisnya, berupa Uji Univariate Test of BetweenSubject Effects. Hasil penelian menunjukan bahwa ada perbedaan hasil antara mahasiswa yang diterapkan pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka. Yang kedua yaitu terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memiliki gaya belajar yang Ketiga yaitu ada interaksi antara pembelajaran onilne dan tatap mukan serta gaya belajar dengan hasil belajar Kata kunci: online, tatap muka, gaya belajar, hasil belajar PENDAHULUAN Penerapan lockdown dan social distancing telah diberlakukan sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran infeksi virus corona yang mengakibatkan lumpuh totalnya aktivitas global. Apalagi sistem pendidikan yang serba tertutup dan berproses dengan kurikulum akademik, terjadi pergeseran dari proses pembelajaran reguler ke pembelajaran online. Hal ini dilakukan dengan meningkatnya jumlah kelas online, konferensi, pertemuan (Soni, 2. Disebabkan kebijakan pembatasan tersebut maka pembalajar akhirnya tidak bisa melaksanakan proses belajar mengajar di berbagai sekolah dikarenakan semua lemabaga pendidikan ditutup mulai dari jenjang sekolah dasar, menengah, hingga ke tingkat perguruan tinggi. Kegiatan belajar mengalami perubahan yang awalnya menrapkan tatap muka menjadi pembelajaran berbasis online atau disebut electronic learning . Strategi pembelajaran online ini dilakukan dengan berbagai cara mulai dari menggunakan website, media sosial, ataupun teleconference. Perkembangan pembelajaran online dalam pembelajaran juga sudah banyak dikembangkan sebelumnya. Sistem pembelajaran online juga menjadi alat yang populer sistem e-learning di tingkat perguruan tinggi seperti WebCT . dan Cyber University of NSYSU . sistem pembelajar telah dikembangkan baru-baru ini dengan mengintegrasikan berbagai fungsi. Misalnya, sistem ini dapat digunakan untuk mengintegrasikan bahan ajar . elalui audio, video, dan tek. , e-mail, sesi live chat, diskusi online, forum, kuis dan tugas, dan World Wide Web. Dengan jenis ini sistem, penyampaian instruksional dan komunikasi antara instruktur dan siswa dapat dilakukan pada waktu yang sama . atau pada waktu yang berbeda . Sistem seperti itu menyediakan berbagai alat bantu instruksional dan alat kominikasi IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan berupa mobile , sehingga pembelajaran tidak terbatas pada ruang dan waktu (Pituch & Lee, 2. Berbagai aplikasi pembelajaran yang tersedia dalam mobilephone dengan berbagai fitur yang sangat mudah diakses dan digunakan akan menjadi sebuah obesesi bagi siswa (Zakki, 2. Siswa akhirnya tidak bisa belajar di sekolah karena semua sekolah ditutup mulai dari jenjang sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Kegiatan belajar pun berubah menjadi pembelajaran berbasis online atau disebut electronic learning . -learnin. Strategi pembelajaran e-learning ini dilakukan dengan berbagai cara mulai dari menggunakan website, media sosial, hingga teleconferencePerkembangan e-learning dalam pembelajaran juga sudah banyak dikembangkan sebelumnya. Sebagai sebuah strategi pembelajaran yang relatif baru, e-learning harus terus dikembangkan lebih lanjut Pembelajaran online pada awalnya adalah pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sistem pembelajaran jarak jauh. pada awlannya, pembelajaran jarak jauh aering menggunakan teknologi dalam pelaksanaan pembelajaran, mulai dari teknologi paling sederhana hingga yang modern. Pembelajaran online lahir mulai generasi keempat setelah adanya Internet. Pelaksanaan pembelajaran online adalah pembelajaran yang dilakukan dengan menggunkan jaringan internet. Oleh sebab itu, dalam istilah Bahasa Indonesia pembelajaran online dikenal diterjemahkan sebagai Aopembelajaran dalam jaringanAo atau Aopembelajaran daringAo. Sebutan online learning banyak disinonimkan dengan istilah lainnya seperti e-learning, internet learning, web-based learning, tele-learning, dan lain Pemaduan penggunaan sumber belajar tradisional . dan online adalah suatu keputusan demokratis untuk menjembatani derasnya arus penyebaan sumber belajar elektronik . -learnin. dan kesulitan melepaskan diri dari pemanfaatan sumber-sumber belajar yang digunakan dalam ruang kelas. Artinya, e-learning bagaimanapun canggihnya teknologi yang digunakan belum mampu menggantikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka karena metode interaksi tatap muka konvensional masih jauh lebihefektif dibandingkan pembelajaran online atau e-learning. Selain itu, keterbatasan dalam aksesibilitas Internet, perangkat keras . dan perangkat lunak . IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan serta pembiayaan sering menjadi habatan dalam memaksimalkan sumber-sumber belajar online (Maqableh & Alia, 2. Pembelajaran online memberikan informasi pembelajaran dengan memanfaatkan informasi dan teknologi komunikasi (ICT) yang pengajar dan pebelajar berada ditempat yang berbeda hal ini meruahal bentuk inovasi dari proses belajar mengajar. Pengajar memberikan alternatif pengajaran online terbatas . uliah langsung,rekaman video ceramah, demonstrasi sulih suara, dan presentasi langsun. Pembeljaran online dianggap penting guna menghindari kontak langsung antara pengajar dengan pembelajar dikarenkan masih dalam keadaan pademi covid 19 (Al-NasaAoh et al. , 2. Sebelum tersebarnya covid 19 pembelajaran online diterapkan berbagai pelatihan dan kursus namu ada juga yang kesulitan penerapaannya (Firman & Rahayu, 2. Penggunaan komputer atau internet dalam menyediakan dan mendapatkan materi Penyampaian materi dapat dilakukan secara daring. Pengajar sebagai fasilitator dan melakukan penilaian terhadap proses belajar mengajar. Pengajar sebagai mediator lebih interaktif dalam menyapaikan materi diberi latihan online sebagai tolak ukur hasl belajar (Muflih et al. , 2. Pembelajaran online perlu dukungan perangkat-perangkat brkaitan dengan mobile misalnya tablet telepon pintar, dan laptop yang berfungsi untuk mengakses informasi materi dimana saja dan kapan saja Penggunaan mobille sangat tujuanpembelajaran jarak jauh Berbagai media juga dapat digunakan untukmendukung pelaksanaan pembelajaran secara online. misalnya classroom, edmodo schologi atuoun medsoss lainnya semisal whatsApp ataupun facabook (Gikas & Grant, 2. Hal yang penting juga dalam pembelajaran yaitu pengajar memperhatikan karateristik gaya belajar yang mana Karakteristik pebelajar yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah gaya belajar. DePorter dan Hernacki menejelaskan bahwasanya gaya belajar seseorang merupakan pencampuran dari bagaimana mereka menyerap, dan kemudian mengatur dan mengolah informasi. kemampuan dalam menyerap informasi setiap pebelajar cenderung berbeda berdasarkan gaya belajar belajarnya (Halim. Gaya belajar individu berbeda, dan individu ini perbedaan menjadi lebih penting IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan di bidang pendidikan. Oleh karena itu, tantangan nyata dalam e-learning adalah dengan mengingat orang-orang yang dirancang untuknya (Manochehr, n. ) Gaya belajar tergantung padaperkembangan kepribadian seseorang dan dipengaruhi oleh lingkungan, emosi, pengaruh sosial dan individu. Akibatnya, sebuah pembelajaran dapat efektif untuk beberapa pebelajar yang mempunyai gaya belajar yang cocok , tetapi tidak efektif untuk siswa lain karena gaya belajar mereka yang berbeda. gaya belajar disini yaitu dengan gaya belajar aktif serta gaya belajar reflektif (Rahman et al. , 2. Selain metode yang tepat, juga dibutuhkan terjalinnya hubungan emosional antara pendidik dengan peserta didik supaya memudahkan tercapainya tujuan pembelarajan yang maksimal, baik alami . maupun pendidik profesional . endidik dalam pendidika. (Zakki: 2022, . Felder . menyebutkan bahwasannya setiap pebelajar mimiliki gaya belajar yang berbeda beda dalam dalam menerima dan memproses informasi serta dalam menyerap meteri pelajaran di sekolah. Pelajar yang berhasil dalam proses pembelajaran yaotu pebelajar yang lebih mengenali dirinya dan mengetahui gaya pembelajaran yang dimiliki olehnya. Oleh sebab itu, pebelajar dianjurkan mengetahui gaya belajar dirinya dalam menentukan gaya pembelajaran yang relevan dengannya. Felder juga menambahkan bahwasannya gaya belajar setiap pebelajar memiliki perberbedaan juga dengan pengajar juga memliki karakteristik dalam menyampaikan materi. Apabila ada perbedaan tersebut antara gaya belajar dengan gaya mengajar, maka akan menyebabkan pebelajar akan cepat merasa bosan dan tidak memberi perhatian pada proses ajaran dalam kelas dan berakibat hasil belajar yang dicapai tidak maksimal. Maka dari itu gaya belajar pebelajar juga harus disesuaikan dengan gaya mengajar atau strategi pembelajaran yang diaplikasikan oleh pengajar. Hasil belajar dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu efektivitas, efisiensi, dan daya tarik (Reigeluth,2. Pada aspek efektivitas ini terdiri dari ketercapaian suatu tujuan pembelajaran, hasil belajar dibagi dalam 3 ranah, ranah tersebut yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Anderson & Krathwohl . menjelaskan bahwasannya hasil belajar ini lebih dikenal dengan istilah dimensi pengetahuan juga dimensi proses kognitif. Dimensi yaitu pengetahuan mempunyai beberapa kategori. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan kategori tersebut yaitu faktual, kategori konseptual,kategori prosedural serta kategori metakognisi sedangkan pada dimensi proses kognitif mempunyai enam kategori yaitu kategori mengingat, kategori mengaplikasikan, kategori memahami, , kategori menganalisis, kategori mengevaluasi, serta kategori mencipta. Beberapa jenis taksonomi pembelajaran beryujuan untuk memahami secara mendalam terkait hasil proses belajar pada ranah kognitif. Terkait dengan kemampuan kognitif sebagai hasil prose belajar. BAHAN DAN METODE/METODOLOGI Penelitian ini dirancang dengan menggunakan eksperimen quasi-pretest posttest equivalent control group design dengan versi faktorial 2X2. Desain penelitian ini mempertimbangkan fokus perhatian pada variabel independen . yaitu pembelajaran online dan pembelajaran convensional sedang variabel dependen hasil hasil belajar sebagai variabel terikat (Y), variabel model pembelajaran sebagai variabel bebas yang terdiri dari dua kategori yaitu pembelajaran pembelajaran online (X. dan variabel pembelajaran tatap muka (X. , sebagai variabel moderator terdiri dari dua kategori yaitu gaya belajar aktif (B. dan gaya belajar reflektif (B. Berdasarkan ketiga variabel yang diteliti maka disusun rancangan faktorial 2x2. Hubungan antar variabel dalam penelitian mengacu pada pendapat Miles dan Hubermans yang ditunjukkan pada Gambar 1 berikut ini Variabel bebas : Pembelajaran online/pembelajaran tatap muka Variabel terikat: Hasil belajar Variabel moderator : Gaya Belajar Pengujian persyaratan analisis ini akan Penggunaan Uji persyaratan analisis dilakukan untuk mendeteksi apakah data yang diperoleh memenuhi persyaratan analisis IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan dengan menggunakan teknik analisis yang direncanakan sesuai dengan tujuan penelitian. Asumsi dasar yang harus dipenuhi sebelum data dianalisis menggunakan teknik analisis ANOVA adalah. sebaran data normal, dan . data homogen. Konsep dasar uji normalitas Kolmogorov Smimov adalah membandingkan sebaran data . ang akan disetujui normalitasny. dengan sebaran normal standar. Distribusi norma standar adalah data yang telah diubah menjadi Z-skor dan dianggap normal. Penerapan uji Kolmogorov Smimov adalah apabila signifikansi 0,05 berarti data yang akan diuji memiliki perbedaan yang signifikan dengan data normal standar, artinya data tidak normal. Uji asumsi homogenitas juga merupakan uji perbedaan antara kedua kelompok, hanya perbedaannya bukan nilai rata-rata melainkan varians kelompok. Tahap pelaksanaan penelitian dimulai dengan pemberian pretest untuk mengetahui hasil awal dari semua subyek penelitian, dan mengetahui homogenitas Kegiatan penelitian diakhiri dengan pemberian posttest, dengan tujuan mengetahui hasil belajar sebagai dampak atau akibat dari strategi pembelajaran yang HASIL DAN PEMBAHASAN Pada riset ini dilakukan di semester i A dan i B di Prodi PAI IAI Al-Khairat Pamekasanresponden kelas i A terdiri dari 22 mahasiswa dengan menguji cona pembelajaran online sedangkan mahasiswa kelas i B dengan jumlah responden 22 mahasiswa dengan menggunakan pembelajaran tatapmuka. Sedangkan gaya belajar ditemukan kelas online gaya belajar aktif berjumlah 14 sedangkan gaya belajar reflektif 8 mahasiswa, adapun kelas tatap muka ditemukan jumlah gaya belajar aktif berjumlah 12 mahasiswa sedangkan gaya belajar reflektif berjumlah 10 mahasiswa. Untuk menguji normalitas data maka terdapat hasil sebagai berikut Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statisti Sig. Shapiro-Wilk Statisti Sig. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Unstandardized ,147 ,019 ,942 ,028 Residual Berdasarkan hasil analisis diatas maka dapat disimpulkan bahwasannya data tersebut berdistribusi normal ditunjukan dengan data signifikasi 0,008>0,005. Maka data tersebut dikatan distribusi normal. Maka dari itu selanjutnya dilakukan uji homogitas dilakukan uji one way anova dengan data berikut ini. Uji homoginitas 3,013 Sig. ,041 Berdasarkan data diatas maka dapat didikripsikan bahwasannya signifikansi 0,041>0. 005 maka dapat diinterpretasikan bahwa data tersebut homogen. Adapun hasil analisis berikutnya yaitu pada tabel berikut. Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable: hasil belajar Source Type i Sum Mean Square Sig. of Squares 1886,038a 285772,573 Pembelajaran 1278,210 1278,210 76,690 ,000 Gayabelajar 397,225 397,225 23,833 ,000 182,185 182,185 10,931 ,002 Error 666,689 16,667 Total 303680,000 2552,727 Corrected Model Intercept 628,679 37,719 ,000 285772,573 17145,773 ,000 Corrected Total IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Berdasarkan tabel diatas dapat interpretasikan yang pertama pada source pembelajaran diperoleh F = 76,690 dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05 makan dapat diinterpretasikan bahwasannya ada perbedaan hasil antara mahasiswa yang diterapkan pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka. Yang kedua yaitu dengan source gaya belajar diperoleh F=23,833 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,005 maka dapat disimpulkan bahwasannya terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memiliki gaya belajar yang berbeda. Ketiga yaitu dengan source pembelajaran*gaya belajar dengan nilai F 10,931 dengan siginifikansi 0,002 < 0,005 maka dapat dikatakan bahwasannya ada interaksi antara pembelajaran onilne dan tatap muka serta gaya belajar dengan hasil belajar. Berdasarkan data diatas yaitu source pembelajaran diperoleh F = 76,690 dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05 makan dapat maknai bahwasannya ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang diterapkan pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka. Dikampus lainnya misalnya di salah satu universitas di inggris juga dilakukan penelitian yang hasilnya menunjukkan bahwa kelompok siswa yang berbeda lebih mungkin untuk berpartisipasi secara teratur dalam jenis kegiatan belajar online tertentu daripada yang lain (Penny, 2. pada pembelaran online ini untuk mendukung pembelajaran maka menggunakan google classroom yang semua materi dan pendukung pembelajaran diletakan di classroom begitu pula pelaksanaan ujian juga dilakukan secara online melalui aplikasi tersebut. model pembelajaran kombinasi yang dikembangkan bertujuan menyederhanakan distribusi pembelajaran, layanan berbasis internet ini dirancang dengan sistem e-learning (Marbun, 2. Pembelajaran online dapat mendukung kefektifan pembelajaran pada masa pandemi karena tidak perlu peserta didik hadir dalam satu ruang kelas. Winarno dan Setiawan. menjelaskan tentang adanya teknologi yyang diterapkan pada pembelajaran online maka para penyelenggaraan pembelajaran dirumah dapat memanfaatkan teknologi berbasis digital yang mendukung pada proses pembelajaran. Maka dari itu pembelajaran online dapat meningkatkan mutu, efisiensi serta efektivitas pembelajaran daring khusunya pembelajaran yang dilakukan dirumah masing-masing. Dalam penerapan pembelajaran online yang efektif, maka diperlukan (Irawan, 2. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Pebelajar juga tersedia fasilitas misalnya handphone dan computer guna mendukung pembelajaran online. Yang mana pembelajaran online harus didukung dengan fasilitas. ada empat komponen pendukung keberlanjutan pembelajaran online dari segi infrastruktur meliputi akses internet, perangkat keras, sistem . dan biaya akses internet Pada saat pembelajaran berlangsung di dalam kelas, kondisi jaringan internet relatif lambat dan tidak setiap siswa memiliki laptop. Bagi siswa yang tidak memiliki laptop bergiliran dengan teman duduknya yang menyebabkan keterlambatan dalam mengikuti pembelajaran, sehingga berdampak pada motivasi siswa(Tigowati et al. Pada penelitian ini memanfaatkan fasilitas internet dengan menggunakan platform aplikasi pembelajaran yaitu classroom. Materi yang disampaikan diletakan di apliaksi tersebut serta pelaksanaan ujian dilakukan din aplikasi secara online. Pembelajaran pembelajaran online dengan cara memanfaatkan teknologi meningkatkan lingkungan belajar yang menarik dengan konten yang kaya dengan mencakup berbagai materi. Pembelajaran online memanfaatkan media pembelajaran menggunakan internet, untuk mengirimkan berbagai solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta didik. Berdasarkan hasil penelitan yaitu dengan source gaya belajar mahasiswa diperoleh F=23,833 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,005 maka dapat artikan bahwasannya terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memiliki gaya belajar yang berbeda diatas juga terdapat perbedaan hasil belajar antara mahsiswa yang memiliki gaya belajar berbeda maka diperlukan untuk pertimbangan dalam penggunaan strategi pembelajaran. Gaya belajar merupakan bagaimana cara belajar pebelajar menerima materi dengan cara tertentu. jika pebelajar mengetahui beberapa karakteristik gaya belajarnya sendiri maka dari itu pebelajar akan lebih mudah dalam memotivasi dirinya dalam proses belajar (Sari, 2. Memahami gaya belajar dan peran belajar gaya dalam proses belajar/mengajar adalah kuncinya komponen dalam pengajaran yang efektif (Tulbure, 2. Gaya belajara peserta didik membiasakan merupakan cara seorang buat menyerap, mengelola serta menggodok materi data alias materi pelajaran. Dalam merespon stimulus/data, terlihat peserta didik yang suka merespon data sendiri, namun IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan terlihat pula peserta didik yang merespon informasi dengan cara bersama-sama menciptakan grup. anak didik yang memiliki gaya belajar membiasakan mandiri berikhtiar menuntaskan permasalahannya sendiri. Dengan seperti itu peserta didik itu mampu lebih termotivasi dalam membiasakan alhasil hasil membiasakannya pula hendak lebih cakap. melainkan gaya belajar membiasakan dan mempengaruhi keberhasilan satu orang peserta didik membiasakan diri (Hartati, 2. Peserta didik yang memiliki kecerdasan tidak akan mendapatkan hasil belajar yang maksimal jik di dalam dirinya tidak ada motivasi untuk belajar. Sebaliknya ketika peserta didik yang mempunyai kecerdasan biasa akan memperoleh hasil belajar yang lebih baik jika peserta didik memiliki motivasi belajar yang tinggi. Motivasi dalam diri siswa dapat dipengaruhi pada diri siswa itu sendiri ataupun dari luar diri peserta didik. Selain dari itu motivasi belajar peserta didik, gaya belajar merupakan salah satu faktor utama pada keberhasilan peserta didik dalam belajar Gaya belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar yang berasal dari dalam diri siswa. Gaya belajar seseorang merupakan bagaimana peserta didik menyerap, mengatur serta mengolah informasi (DePorter dan Hernacki, 2007:. Siswa yang mampu memadukan gaya belajar lebih mampu menyerap informasi yang diberikan oleh pengajar secara mudah, sehingga hasil belajar siswa akan menjadi lebih optimal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, rata-rata siswa memiliki lebih dari satu gaya belajar. Dengan kata lain peserta didik mampu menyerap informasi secara mudah jika peserta didik mampu memadukan ketiga gaya belajar yang ada. pengajar selaku tenaga pendidik juga harus mampu menggabungkan cara mengajar dengan berbagai gaya belajar yang dimiliki peserta didik. Sehingga siswa mampu menyerap informasi yang diperoleh melalui gaya belajar yang dimiliki oleh peserta didik. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan gaya belajar terhadap hasil belajar ( Ningrat at al 2. Pada hal ini berikutnya ditemukan bahwa source pembelajaran*gaya belajar dengan nilai F 10,931 dengan siginifikansi 0,002 < 0,005 maka dapat dikatakan bahwasannya ada interaksi antara pembelajaran online dengan tatap muka serta gaya belajar pebelajar dengan hasil belajar. Dengan Hasil pengujian hipotesis tersebut berdasarkan pengaruh antara interaksi, variabel bebas dengan variabel moderator terhadap variabel terikat, maka dapat disimpulkan bahwasanya a d a tidaknya pengaruh IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan interaksi. Hal ini menegaskan bahwa yang dominan mempengaruhi hasil belajar pebelajar dalam penelitian ini adalah strategi pebelajaran yang digunakan, sementara gaya belajar sebagai variabel moderator cukup lemah kontribusinya terhadap pencapaian hasil belajar, walaupun dalam situasi yang sama gaya belajar juga berkontribusi terhadap pencapaian hasil belajar dan apabila relevan dengan strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses pebelajaran. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan signifikan hasil belajar pebelajar antara yang memiliki karakteristik gaya belajar aktif dengan yang memiliki gaya belajar reflektif. Dengan beberapa ahli mengungkapkan bahwasannya yang menentukan efektifitas penggunaan strategi pembejaran yaitu gaya belajar pebelajar . mengetahui gaya belajar pebelar dapat berfungsi sebagaiacuan dalam menentukan strategi yang digunakan di dalam kelas. Selain itu, strategi pembelajaran serta gaya belajar memberikan kontribusi dalam kemmampuan dan prestasi. Temuan ini mendukung pentingnya menggunakan strategi pengajaran yang berbeda untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda dalam upaya meningkatkan prestasi akademik peserta didik. pengoorganisasian dan penyampaian materi pelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan daya tarik pebelajar untuk meningkat minat belajar, sedangkan penelitian Omar, . juga menyimpulkan bahawa gaya belajar pebelajar bukanlah faktor utama dalam meningkatkan prestasi pebelajar namun dapat digunakan untuk mengidentifikasi kecenderungan gaya belajar yang dimiliki oleh peserta didik dalam belajar. Oleh sebab (Pashler et al. , 2. menyebutkan bahwa harus ada penelitian lanjutan untuk menyelidiki interaksi antara strategi pebelajaran dan gaya belajar dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi akademik pebelajar KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarakan paparan diatas maka dapat disimpulkan bahwasannya ada perbedaan hasil antara mahasiswa yang diterapkan pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka. Yang kedua terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memiliki gaya belajar yang berbeda. Ketiga ada interaksi antara pembelajaran onilne dan tatap mukan serta gaya belajar dengan hasil belajar. Maka dari itu diperlukan bagi pengajar memperhatikan proses pembelajaran dimasa covid yang mana dengan kondisi IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan diharuskan melakukan pembelajaran secara daring maka perlu diterapkan pembejaran online dengan memanfaatkan aplikasi pembelajaran yang tersedia. Selain dari itu juga diperlukan dukungan dari lembaga demi lancarnya proses pembelajaran online. Penting juga memperhatikan perbedaan gaya belajar mahasiswa sebagai cara mempermudah penyerapan materi pada mahasiswa. Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda-beda, gaya belajar peserta didik antara satu dengan lainnya berbeda juga. Maka dari itu disarankan pengajar mengetahui macam macam gaya belajar peserta didik supaya dapat menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan efisien serta mmpermuda pengajar dalam mempetakan karakteristik pebelajar. Untuk mengetahui gaya belajar tersebut diperkukan melakukan tes angket gaya belajar supaya kecedrungan gaya belajar peserta didik. Selain dari itu juga disarankan kepada tim pengajar untuk mengetahui gaya belajar awal pebelajar . aya belajar, perkembangan intelektual, latar belakang pengalaman, kepribadian, gambaran diri, dl. akan mempengaruhui pada terhadap hasil belajar juga pengajar akan menyesuaikan penggunaan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan gaya belajar DAFTAR PUSTAKA