Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Volume 3. Nomor 2. Oktober 2024 E-ISSN . : 2828-9374. P-ISSN . : 2828-9366. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jurrikes. Available Online at: https://prin. id/index. php/JURRIKES Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Tingkat Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati Dewi Munziyah1*. Sri Hadi Sulistiyaningsih2. Siti Marfuah3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati. Indonesia Penulis korespondensi: almunzydewi@gmail. Abstract. Pregnancy is the process of fetal growth and development that occurs in the uterus from conception to the onset of labor. In the first trimester, mothers usually experience nausea and vomiting starting at around 8 weeks and ending at 12 weeks. Emesis gravidarum is nausea and vomiting that can cause discomfort and the frequency of nausea and vomiting occurs approximately 5 times a day, which occurs in the first trimester of This study aims to determine the Effect of Mozart Classical Music Therapy on the Level of Emesis Gravidarum in Pregnant Women in the First Trimester. The research design used in this study was preexperimental with a one group pretest & posttest design approach. The population in this study were all pregnant women in the first trimester in the Jakenan Health Center Area. Pati Regency. The population used was 30 pregnant women in the first trimester. The number of pregnant women samples used in this study was 30 pregnant women, the instrument used was an observation sheet, the results of which will be analyzed using the Wilcoxon sign rank test method. The results showed that most of the frequency of emesis gravidarum before being given Mozart classical music intervention was in the moderate category, as many as 16 respondents . 3%). Most of the frequency of emesis gravidarum after being given Mozart classical music intervention was in the mild category, as many as 20 respondents . 7%) and almost some were moderate, as many as 10 respondents . 3%). Data analysis shows that there is a difference in the level of emesis gravidarum before and after being given classical Mozart music therapy, a p value of 0. 000 < 0. 05 is obtained, which means that classical Mozart music has an effect on reducing the frequency of emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester in the Jakenan Health Center area. Pati Regency. It is hoped that health workers such as health center officers and midwives will improve their education and handling of reducing Emesis gravidarum in pregnant women nonpharmacologically. Keywords: Emesis Gravidarum. Jakenan Health Center. Musik Klasik. Pregnant Women. Therapy Mozart Abstrak. Kehamilan adalah proses pertumbuhan dan perkembangan janin yang terjadi di dalam uterus sejak terjadinya konsepsi sampai permulaan persalinan. Pada trimester I biasanya ibu mengalami mual dan muntah dimulai pada sekitar 8 minggu dan berakhir 12 minggu. Emesis gravidarum adalah mual muntah yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan frekuensi mual muntah terjadi kurang lebih 5 kali sehari yaitu terjadi pada trimester 1 kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Tingkat Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I. Desain penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra experimental dengan pendekatan one grup pretest & postest desain Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I Di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati. Populasi yang digunakanberjumlah 30 ibu hamil trimester I. Jumlah sampel ibu hamil yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 ibu hamil, instrumen yang digunakan adalah lembar observasi hasilnya akan di analisis menggunakan metode uji Wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar frekuensi emesis gravidarum sebelum diberikan intervensi music klasik Mozart dalam kategori sedang sebanyak 16 responden . ,3%). Sebagian besar frekuensi emesis gravidarum setelah diberikan intervensi music klasik Mozart dalam kategori ringan sebanyak 20 responden . ,7%) dan hampir sebagian adalah sedang sebanyak 10 responden . ,3%). Analisa data menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat emesis gravidarum sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik mozart didapat nilai p value 0,0001 < 0,05 yang artinya musik klasik mozart berpengaruh terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarumpada ibu hamil trimester I Di wilayah puskesmas jakenan kabupaten pati. Diharapkan kepada petugas kesehatan seperti petugas puskesmas, dan bidan, untuk meningkatkan lagi dalam memberikan penyuluhan dan penanganan penurunan Emesis gravidarum pada ibu hamil secara non farmakologi. Kata kunci: Emesis Gravidarum. Ibu Hamil. Musik Klasik. Puskesmas Jakenan. Terapi Mozart Naskah Masuk: 12 September 2024. Direvisi: 28 September 2024. Diterima: 18 Oktober 2024. Terbit: Oktober 30 2024 Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Tingkat Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati LATAR BELAKANG World Health Organization menyatakan angka kejadian emesis gravidarum sedikitnya 15% dari semua wanita hamil. Dan sedikitnya terdapat 10% jumlah kejadian emesis gravidarum dari semua wanita hamil di Indonesia (WHO, 2. Hasil penelitian sebelumnya oleh (Djanah, 2. menunjukkan bahwa mayoritas ibu mempunyai riwayat mual muntah kehamilan . ,33%) (Herviza, 2. Emesis gravidarum atau morning sickness merupakan istilah yang digunakan dalam dunia kedokteran yang artinya mual muntah. Faktor yang menyebabkan emesis gravidarum antara lain perubahan dalam tubuh selama hamil yaitu meningkatnya estrogen dan hCG . uman chorionic gonadotrophi. hCG merupakan yang diproduksi plasenta selama masa kehamilan dalam tubuh ibu hamil, selain itu 75 psikologis seperti perasaan cemas, rasa bersalah, termasuk dukungan yang diberikan suami pada ibu, 75 lingkungan, budaya dan kondisi ekonomi (Putri. Selain perubahan hormonal, emesis gravidarum disebabkan oleh banyak faktor seperti Adanya masalah psikologis pada ibu hamil dapat menjadi predisposisi dalam mengalami mual dan muntah yang kemudian memburuk. Faktor psikologis yang mungkin berpengaruh ialah adanya cemas, stres, atau depresi. Hal ini merupakan reaksi dari tubuh dalam menghadapi situasi yang tidak biasa, seperti situasi yang membahayakan, merisaukan, dan membingungkan (Djanah, 2. Menurut (Proverawati & Asfuah, 2. Prinsip penatalaksanaan emesis gravidarum meliputi pencegahan, mengurangi mual muntah, serta koreksi kebutuhan cairan dan elektrolit. Pencegahan dan pengurangan keluhan mual muntah dapat dilakukan dengan cara farmakologi maupun non farmakologi. Penanganan secara farmokologi dilakukan dengan cara mengkonsumsi obat-obatan seperti obat anti metik atau vitamin B6, namun obat- obatan ini memiliki efek samping yang kemungkinan dialami oleh ibu hamil seperti : sakit kepala, diare dan mengantuk. Penatalaksanaan lain yang bisa diberikan adalah secara non farmakologi atau terapi komplementer yang mempunyai kelebihan lebih murah dan tidak mempunyai efek samping farmakologi (Herviza, 2. Terdapat berbagai macam jenis terapi komplementer yang bisa digunakan untuk mengurangi emesis gravidarum salah satunya adalah terapi musik. Terapi musik memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah dapat menyembuhkan penyakit serta ketidaknyamanan baik secara fisik maupun psikis pasien. Hormon yang berkaitan dengan sistem otak akan memberikan penguatan dan motivasi bagi seseorang secara proaktif. Selain itu musik juga dapat memberikan rangsangan simpatis dan parasimpatis yang terdapat pada sistem saraf Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan- Volume 3. Nomor 2. Oktober 2024 E-ISSN . : 2828-9374. P-ISSN . : 2828-9366. Hal. otonom dimana efeknya dapat menurunkan frekuensi nadi, perasaan rileks dan tidur (Wijaya & Muafatika, 2. Terdapat berbagai macam jenis musik klasik terutama musik klasik karya Mozart. Mendengarkan musik klasik mozart akan mempengaruhi hormon-hormon stres yang terdapat dalam darah akan selaras kadarnya saat mendengarkan musik. Makin lambat tempo dan beat musik maka tekanan darah akan menurun selain itu musik klasik mozart akan merangsang keluarnya hormon endorfin. Hormon endorfin berfungsi untuk memberikan ketenangan. Selain itu juga menurunkan hormon ACHT, prolaktin, hormon pertumbuhan serta dapat mengurangi nyeri dan emesis gravidarum pada ibu hamil. Hormon ACHT atau hormon adrenokortikotropik merupakan hormon di dalam tubuh yang berfungsi mengatur sekresi hormon kortisol. Hormon kortisol ini yang memengaruhi mual muntah pada seseorang. Jika musik klasik berhasil menurunkan hormon ACHT, maka hormon kortisol juga turun sehingga ibu hamil mengalami penurunan tingkat emesis gravidarum. Peningkatan kortisol adalah penyebab stres pada ibu hamil yang dampaknya dapat menstimulasi peningkatan progesteron yaitu hormon yang berfungsi sebagai antidepresan alami dan bisa memberikan efek rasa tenang. Dari Hasil penelitian (Liliana, 2. sebelumnya menunjukkan bahwa dengan musik klasik dapat menurunkan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Berdasarkan hasil penelitian dari 20 responden sebelum tindakan musik klasik memiliki median nilai emesis gravidarum 9,50. Setelah diberikan musik klasik memiliki median nilai emesis gravidarum 7,75. Berdasarkan hasil analisis wilcoxon dengan = 0,05, diperoleh nilai p-value 0,000 dimana 0,000<0,05, hal ini berarti ada pengaruh musik klasik terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Penelitian (Herviza, 2. mengenai pengaruh musik klasik terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil didapatkan hasil bahwa ada pengaruh musik klasik terhadap penurunan emesis gravidarum yang terjadi pada ibu hamil trimester I dengan nilai pvalue 0,000<0,05. Studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan april 2023 melalui wawancara langsung dengan bidan puskesmas. Untuk penanganan yang diberikan oleh bidan puskesmas kepada ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum berupa edukasi kesehatan kehamilan dan tidak diberikan terapi Vit B6 karena dapat memberikan efek samping kepada ibu hamil. Terapi yang di berikan bidan untuk mengatai mual muntah dengan mengganjurkan ibu hamil untuk minum air teh manis atau air jahe manis hangat pada pagi hari setelah bangun tidur, hindari makanan pedas, makanan berminyak/berlemak seperti gorengan, dan minum minimal 2 liter atau 8-10 gelas sehari. Terapi Vit B6 hanya diberikan pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis Untuk pemberian terapi non farmakologi seperti musik klasik mozart belum Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Tingkat Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati pernah diberikan. Kemudian dilanjutkan wawancara kepada 5 orang ibu hamil, 3 orang ibu hamil mengalami emesis gravidarum dengan frekuensi 4-6 kali dalam sehari, 2 ibu hamil mengalami emesis gravidarum sebayak 7-9 kali dalam sehari. Untuk mengatasi emesis gravidarum yang dialami ibu hamil mengkonsumsi air teh hagat, air jahe hangat dan menggunakan minyak hangat seperti fresh care, dan ibu tidak pernah melakukan terapi mendengarkan musik klasik mozart untuk mengurangi emesis gravidarum. Berdasarkan fenomena di atas mengingat informasi yang di berikan dari bidan desa terkait penatalaksanaan emesis gravidarum secara farmakologis dan non farmakologis maka peneliti akan ukan penelitian dengan judul Ay Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Tingkat Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten PatiAy. KAJIAN TEORITIS Kehamilan Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional. Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau I0 bulan atau 9 bulan menurut kalender internasional. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kehamilan adalah bertemunya sel telur dan sperma di dalam atau diluar Rahim dan berakhir dengan keluarnya bayi dan plasenta melalui jalan lahir (Fatimah & Nuryaningsih, 2. Definisi dari masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari . minggu atau 9 bulan 7 har. dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan adalah mulai dari ovulasi sampai partus lamanya 280 hari . dan tidak lebih dari 300 hari . (Prawirohardjo, 2. Pembagian kehamilan dibagi dalam 3 trimester : trimester I, dimulai dari konsepsi sampai tiga bulan . -I2mingg. trimester II, dimulai dari bulan keempat sampai enam bulan (I3-28mingg. trimester i dari bulan tujuh sampai Sembilan bulan . -42mingg. (Fatimah & Nuryaningsih, 2. Emesis Gravidarum Suatu keadaan mual dan muntah yang terjadi selama masa kehamilan dan disebabkan oleh perubahan didalam sistem endokrin terutama oleh meningkatnya kadar Human Choronic Gonodothropin . CG) merupakan defisi dari emesis gravidarum. Umumnya sebagia besar wanita hamil . %) mengalami ketidaknyamanan berupa mual muntah selama masa Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan- Volume 3. Nomor 2. Oktober 2024 E-ISSN . : 2828-9374. P-ISSN . : 2828-9366. Hal. Ketidaknyamanan yang dialami biasaya terjadi di pagi hari sehingga biasa disebut dengan morning sickness namun tidak jarang juga terjadi di malah hari ataupun setiap Tanda-tanda yang dialami ini terjadi pada enam minggu pertama setelah HPHT hingga kurang lebih sepuluh minggu. Hampir 50-90% perempuan hamil mengalami mual muntah pada trimester pertama. Emesis gravidarum atau morning sickness merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan mual muntah pada saat kehamilan walaupun sebenarnya keluhan ini dapat muncul kapan saja, tidak hanya di pagi hari. Keluhan paling banyak antara minggu ke-6 sampai minggu ke-I2. Akan tetapi, keluhan ini dapat berlanjut juga hingga minggu ke-20 pada 20% ibu hamil. Peningkatan kadar hormon Human Chorionic Gonadotropin . CG) dalam darah menimbulkan beberapa keluhan yang membuat ibu tidak nyaman saat hamil, diantaranya ialah rasa mual dan ingin muntah. Emesis gravidarum merupakan keluhan umum yang disampaikan pada kehamilan muda. Kehamilan menimbulkan perubahan hormonal pada wanita karena terdapat peningkatan hormon estrogen, progesteron, dan dikeluarkannya hormon chorionic gonodotropine plasenta. Perubahan hormon- hormon inilah yang diduga menyebabkan timbulnya gejala pusing, mual dan muntah terutama pada trimester pertama (Manuaba, 2. Selain perubahan hormonal, emesis gravidarum disebabkan oleh banyak faktor seperti psikologis. Adanya masalah psikologis pada ibu hamil dapat menjadi predisposisi dalam mengalami mual dan muntah yang kemudian memburuk. Masalah emosional juga berkaitan dengan kejadian mual dan muntah menjadi lebih berat. Faktor psikologis yang mungkin berpengaruh ialah adanya cemas, stres, atau depresi. Hal ini merupakan reaksi dari tubuh dalam menghadapi situasi yang tidak biasa, seperti situasi yang membahayakan, merisaukan, dan membingungkan (Djanah, 2. Musik Klasik Musik klasik adalah jenis musik yang menggunakan tangga nada diatonis, yakni sebuah tangga nada yang menggunakan aturan dasar teori perbandingan serta musik klasik telah mengenal harmoni yaitu hubungan nada-nada dibunyikan serempak dalam akord-akord serta menciptakan struktur musik yang tidak hanya berdasar pada pola-pola ritme dan melodi. Musik klasik mempunyai fungsi menenangkan pikiran dan katarsis emosi, serta dapat mengoptimalkan tempo, ritme, melodi dan harmoni yang teratur dan dapat menghasilkan gelombang alfa serta gelombang beta dalam gendang telinga sehingga memberikan ketenangan yang membuat otak siap menerima masukan baru, efek rileks dan menidurkan (Nurseha & Djaafar, 2002 dalam Liliana, 2. Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Tingkat Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati Selain itu musik klasik berfungsi mengatur hormonhormon yang berhubungan dengan stres antara lain ACHT, prolaktin, dan hormon pertumbuhan serta dapat mengurangi nyeri (Campbell, 2. Musik klasik memiliki perangkat musik yang beraneka ragam, sehingga didalamnya terangkum warna-warni suara yang rentang variasinya sangat luas. Dengan kata lain variasi bunyi pada musik klasik jauh lebih kaya daripada variasi bunyi musik lainnya. Karenanya musik klasik menyediakan variasi stimulasi yang sedemikian luasnya bagi pendengar (Liliana, 2. Menurut (Campbell, 2. musik-musik Mozart memiliki keunggulan akan kemurnian dan kesederhanaan bunyi-bunyi yang dimunculkannya, irama, melodi, dan frekuensi-frekuensi tinggi pada musik Mozart merangsang dan memberi daya pada daerah-daerah kreatif dan motivasi dalam otak. Musik Mozart memberi rasa nyaman tidak saja ditelinga tetapi juga bagi jiwa yang mendengarnya. Gubahan-gubahan musik klasik ini, bila rajin diperdengarkan akan memberi efek keseimbangan emosi dan ketenangan. Berikut ini pengaruh musik menurut (Campbell, 2. sebagai media penyembuhan yang dapat menghasilkan efek mental dan fisik, yakni: musik menutupi bunyi dan perasaan yang tidak menyenangkan, musik dapat memperlambat dan menyeimbangkan gelombang otak, musik mempengaruhi perasaan, musik mempengaruhi denyut jantung, denyut nadi dan tekanan darah, musik mengurangi ketegangan otot dan memperbaiki gerak dan koordinasi tubuh, musik mempengaruhi suhu badan, musik dapat meningkatkan tingkat endorphin, musik dapat mengatur hormon-hormon yang berkaitan dengan stres, musik mengubah persepsi kita tentang ruang, musik mengubah persepsi kita tentang waktu, musik dapat memperkuat ingatan dan pelajaran, musik dapat meningkatkan produktivitas, musik meningkatkan asmara dan seksualitas, musik merangsang pencernaan, musik meningkatkan daya tahan, musik meningkatkan penerimaan tak sadar terhadap simbolisme, musik dapat menimbulkan rasa aman dan sejahtera. Secara umum musik menimbulkan gelombang vibrasi, dan vibrasi itu menimbulkan stimulasi pada gendang pendengaran. Stimulasi itu ditransmisikan pada susunan saraf pusat . imbic syste. di sentral otak yang merupakan ingatan lalu hypothalamus atau kelenjar sentral pada susunan saraf pusat akan mengatur segala sesuatunya untuk mengaitkan musik dengan respon tertentu. METODE PENELITIAN Desain penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra experimental dengan pendekatan one grup pretest & postest desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I Di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati berjumlah 30 orang. Besaran Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan- Volume 3. Nomor 2. Oktober 2024 E-ISSN . : 2828-9374. P-ISSN . : 2828-9366. Hal. sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan purposive sampling dengan kuota. Pengumpulan data dilakukan melalui tahap editing, coding, tabulating, entry data, dan Dalam penelitian ini tidak perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas karena menggunakan PUQE-24 hour (Lutfatul, 20I. dan SOP Terapi musik klasik Mozart (Handayani, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Tingkat emeis gravidarum pada ibu hamil trimester I sebelum diberikan intervensi Tabel 1. Distribusi Tingkat frekuensi emeisis gravidarum pada ibu hamil trimester I sebelum diberikan intervensi di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati. Tingkat emeis gravidarum sebelum Frekuensi . Persentase (%) diberikan intervensi Ringan Sedang Berat Total Sumber: Data Hasil Observasi tahun 2024 Berdasarkan tabel diatas didapatkan data bahwa sebagian besar responden frekuensi mual muntahnya adalah sedang sebanyak 16 responden . ,3%), responden yang mengalami mual muntah berat sebanyak 16 responden . , dan sebagian kecil yang mengalami mual muntah ringan sebanyak 2 responden . ,7%). Tingkat emeisis gravidarum pada ibu hamil trimester I setelah diberikan intervensi Tabel 2. Distribusi Tingkat frekuensi emeisis gravidarum pada ibu hamil trimester I setelah diberikan in. Tingkat emeis gravidarum setelah Frekuensi Persentase diberikan intervensi . (%) Ringan Sedang Berat Total Sumber : Data Hasil Observasi tahun 2024. Berdasarkan tabel diatas didapatkan data tingkat emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I sebagian besar responden frekuensi mual muntahnya adalah ringan sebanyak 20 responden . ,7%) dan hampir sebagian adalah sedang sebanyak 10 responden . ,3%). Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Tingkat Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati Rata-rata tingkat emesis sebelum dan sesudah di terapimusik klasik Mozart pada ibu hamil trimester I sebelum diberikan intervensi di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati Table 3. Distribusi Tingkat rat-rata emeisis gravidarum pada ibu hamil trimester I setelah diberikan intervensi di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati. Mean Median Min Tingkat emesis Negative 2,33 2,00 ,606 gravidarum sebelum Ranks Tingkat emesis positive 1,33 1,00 ,479 gravidarum sebelum Ranks Berdasarkan tablel di atas diketahui bahwa tingkat rata-rata emesis gravidarum pada ibu hamil sebelum diberikan tindakan adalah 2,33 dengan nilai tertingi 3 dan terendah 1, sedangkan tingkat rata-rata emesis gravidarum pada ibu hamil setelah diberikan tindakan adalah 1,33 dengan nilai tertinggi 1 dan nilai terendah 1. Analisis Bivariat Uji normalitas data Tabel 4. Uji normalitas data. KolmogorovSmirnova Statistic Sig. Tingkat emesis gravidarum ,400 2,895 sebelum intervensi Tingkat emesis gravidarum 423 1,100 setelah intervensi Shapiro-Wilk Statistic ,632 Sig. 6,468 ,597 2,100 Berdasarkan tabel di atas Hasil analisis data normalitas mengunakan Shapiro Wilk didapatkan data pada pre dan post masing-masing adalah 6,468 dan 2,100 hasil ini menunjukan bahwa data berdistribusi tidak normal karena p value <0,05, sehingga analisa data menggunakan uji wilcoxon sing rank test Perbedaan tingkat emesis gravidarum sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik mozart terhadap tingkat emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I Di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati Tabel 5. Uji Wilcoxon sign rank test. Mean rank Sum of Ranks Tingkat emesis gravidarum Negative 28 14,50 406,00 sebelum intervensi Ranks Tingkat emesis gravidarum positive 0AN ,00 sebelum intervensi Ranks Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan- Volume 3. Nomor 2. Oktober 2024 0,0001 E-ISSN . : 2828-9374. P-ISSN . : 2828-9366. Hal. Berdasarkan table di atas diketahui bahwa tingkat emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I mendapatkan nilai negative ranks 28 . ang artinya sebanyak 28 responden mengalami penurunan tingkat emesis gravidaru. positive ranks sebanyak 0 . rtinya tidak ada yang mengalami peningkatan emesis gravidaru. dan nilat Ties sebanyak 2 responden . rtinya sebanyak 0 responden mempunyai tingkat nyeri yang sama antara sebelum dan sesudah di berikan terapi music klasik Mozar. Berdasarkan Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p value sebesar 0,0001 < 0,05 bahwa terdapat perbedaan tingkat emesis gravidarum sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik mozart didapat nilai p value 0,0001 < 0,05 artinya musik klasik mozart berpengaruh terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarumpada ibu hamil trimester I Di wilayah puskesmas jakenan kabupaten pati. Pembahasan Frekuensi tingkat emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I sebelum diberikan terapi musik klasik mozart Berdasarkan hasil Frekuensi tingkat emesis gravidarum didapatkan data bahwa sebagian besar responden frekuensi mual muntahnya adalah sedang sebanyak 16 responden . ,3%), sebagian kecil adalah ringan sebanyak 2 responden . ,7%) dan responden yang mengalami frekuensi berat mual muntahnya sebanyak 12 responden . ,0%), dengan rata-rata 2,33 dengan nilai tertingi 3 dan terendah 1 Emesis Gravidarum adalah suatu keadaan mual dan muntah yang terjadi selama masa kehamilan dan disebabkan oleh perubahan didalam sistem endokrin terutama oleh meningkatnya kadar Human Choronic Gonodothropin . CG) merupakan defisi dari emesis gravidarum (Lusiana & Hutabarat, 2. Faktor penyebab mual muntah diantaranya adalah Faktor hormone kehamilan (HCG), yang menstimulasi produksi estrogen pada ovarium dan hormon estrogen diketahui meningkatkan mual muntah. Faktor pencernaan, hormon estrogen dapat memicu peningkatan asam lambung sehingga membuat mual muntah. Faktor psikologis, perasaan bersalah, marah, ketakutan dan cemas dapat menambah mual dan muntah dan Faktor keturunan, ibu yang mengalami mual muntah maka anak yang dilahirkan memiliki resiko 3 % mengalami mual muntah sampai mengalami HEG (Lusiana & Hutabarat, 2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Herviza dkk diketahui bahwa dari 20 responden emesis gravidarum sebelum pemberian musik klasik memiliki rata-rata 9,50, median 9,50 dan standar deviasi 0,94. Sedangkan nilai minimal 8 dan maksimal 11. Hal ini menunjukkan bhawa sebelum diberikan musik klasik ibu mengalami emesis gravidarum dalam Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Tingkat Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati kategori sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu mengalami emesis gravidarum dalam kategori sedang yaitu mengalami mual lebih dari 6 jam sehari, muntah maupun muntah kering 1-2 kali sehari. Hal ini merupakan hal yang wajar dimana emesis gravidarum merupakan keluhan yang paling banyak dialami oleh ibu hamil Trimester I. Emesis gravidarum terjadi karena adanya perubahan hormon dan psikologi ibu diawal kehamilan. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60 % multigravida. Seratus dari seribu kehamilan, gejala ini menjadi lebih Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan hCG dalam serum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang (Prawirohardjo, 2. Hasil penelitian (Djanah, 2. menunjukkan bahwa mayoritas ibu mempunyai riwayat mual muntah kehamilan . ,33%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di sebabkan oleh faktor hormone kehamilan (HCG), yang menstimulasi produksi estrogen pada ovarium dan hormon estrogen diketahui meningkatkan mual muntah. Faktor pencernaan, hormon estrogen dapat memicu peningkatan asam lambung sehingga membuat mual muntah. Frekuensi tingkat emesis gravidarum pada ibu hamil setelah diberikan Terapi Musik Klasik Mozart Berdasarkan frekuensi tingkat emesis gravidarum setelah diberi intervensi didapatkan data bahwa sebagian besar responden frekuensi mual muntahnya adalah ringan sebanyak 20 responden . ,7%) dan hampir sebagian adalah sedang sebanyak 10 responden . ,3%), dengan rata-rata 1,33 dengan nilai tertinggi 1 dan nilai terendah 1. Musik klasik mozart merupakan salah satu jenis musik relaksasi yang mempunyai fungsi menenangkan pikiran dan katarsis emosi, serta dapat mengoptimalkan tempo, ritme, melodi dan harmoni yang teratur dan dapat menghasilkan gelombang alfa sehingga memberikan ketenangan yang membuat otak siap menerima masukan baru, efek rileks dan menidurkan merupakan salah satu jenis musik relaksasi yang bertempo 60 ketukan per menit. Musik yang memiliki tempo antara 60 sampai 80 ketukan per menit mampu membuat seseorang yang mendengarkannya menjadi rileks. Terapi musik ini diberikan pada pasien dengan menggunakan mp4 dan headphone dengan volume yang telah ditentukan dalam waktu kurang lebih 30-45 menit. Musik dihasilkan dari stimulus yang dikirim melalui akson-akson serabut sensori asenden ke neuron-neuron Reticular Activating System (RAS). Stimulus ini kemudian akan di transmisikan oleh nuclei Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan- Volume 3. Nomor 2. Oktober 2024 E-ISSN . : 2828-9374. P-ISSN . : 2828-9366. Hal. spesifik dari thalamus melewati area-area korteks cerebral, sistem limbik dan korpus collosum serta melewati areaarea sistem saraf otonom dan sistem neuroendokrin. Sistem saraf otonom berisi saraf simpatis dan parasimpatis. Musik dapat memberikan rangsangan simpatik dan parasimpatik sehingga dapat menimbulkan relaksasi berupa penurunan frekuensi nadi, relaksasi, dan tidur (Herviza, 2. Berdasarkan hasil penelitian (Herviza, 2. diketahui bahwa dari 20 responden emesis gravidarum sesudah pemberian musik klasik memiliki rata sesudah pemberian musik klasik memiliki rata-rata 7,72, median 7,75 dan standar deviasi 0,44. Sedangkan nilai minimal 7 dan maksimal 8,5. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ibu telah mengalami penurunan emesis gravidarum sesudah pemberian klasik. Hal ini dapat terjadi karena ibu yang merasa rileks dan nyaman setelah mendengarkan musik klasik dan rasa mual dan muntah yang berkurang setelah mendapatkan terapi. Senada juga dengan penelitian (Zanah. Widodo, & Shobirun, 2. bahwa presentase pada ibu hamil trimester I setelah diberikan intervensi terapi music klasik Mozart ibu hamil yang mengalami mual muntah ringan 54,%, mual muntah sedang 45,5%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pada pemberian terapi musik klasik Mozart pada ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum mengalami perubahan yang yang signifikan, karena mendengarkan musik klasik mozart dengan volume 50 dB yang diberikan 2x dalam sehari setiap pagi dan sore selama 3 hari sangat efektif dalam membuat rasa nyaman sehingga merangsang kelenjar hipofisis yang menyebabkan keluarnya endorfin . piat alam. , sehingga terjadi penurunan rasa sakit dan mual muntah. Perbedaan terapi musik klasik mozart Terhadap tingkat emesis gravidarumpada ibu hamil trimester I Di wilayah puskesmas jakenan kabupaten pati Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan terdapat perbedaan tingkat emesis gravidarum sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik mozart didapat nilai p value 0,0001 < 0,05 artinya musik klasik mozart berpengaruh terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarumpada ibu hamil trimester I di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati Terapi komplementer yang dilakukan untuk mengatasi mual muntah adalah terapi musik. Terapi musik ini diberikan pada pasien menggunakan mp4 dan headphone dengan volume yang telah ditentukan dalam waktu kurang lebih 20-30 menit. Namun penelitian ini masih menunjukkan hasil yang kurang signifikan dalam menurunkan mual muntah akibat kemoterapi. Musik dihasilkan dari stimulus yang dikirim melalui akson-akson serabut sensori asenden ke neuron-neuron Reticular Activating System (RAS). Stimulus ini kemudian akan di transmisikan oleh nuclei spesifik dari thalamus melewati area-area korteks cerebral, sistem Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Tingkat Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati limbik dan korpus collosum serta melewati areaarea sistem saraf otonom dan sistem Sistem saraf otonom berisi saraf simpatis dan parasimpatis. Musik dapat memberikan rangsangan simpatik dan parasimpatik sehingga dapat menimbulkan relaksasi berupa penurunan frekuensi nadi, relaksasi, dan tidur (Tuner, 2. Musik mozart merupakan salah satu jenis musik relaksasi yang mempunyai fungsi menenangkan pikiran dan katarsis emosi, serta dapat mengoptimalkan tempo, ritme, melodi dan harmoni yang teratur dan dapat menghasilkan gelombang alfa sehingga memberikan ketenangan yang membuat otak siap menerima masukan baru, efek rileks dan menidurkan merupakan salah satu jenis musik relaksasi yang bertempo 60 ketukan per menit. Musik yang memiliki tempo antara 60 sampai 80 ketukan per menit mampu membuat seseorang yang mendengarkannya menjadi rileks. Menurut (Wahyuningsih, 2. dalam buku music therapi menyebutkan bahwa perjalanan musik klasik mozart dalam mengurangi emesis gravidarum melewati beberapa Tahap mekanisme musik klasik mozart dalam mengurangi emesis gravidarum dimulai dari musik klasik yang didengarkan melalui gendang telinga, kemudian akan menghasilkan gelombang alfa serta gelombang beta, kemudian akan menghasilkan stimulus yang akan dikirim melalui akson-akson serabut sensori asenden ke neuron-neuron Reticular Activating System (RAS). kemudian akan di transmisikan oleh nuclei spesifik dari thalamus melewati area-area korteks cerebral, sistem limbik dan korpus collosum serta melewati area-area sistem saraf otonom yang berisi saraf simpatis dan parasimpatis, serta melewati sistem neuroendokrin. Rangsangan simpatik dan parasimpatik di saraf otonom akibat musik klasik mozart dapat berfungsi menenangkan pikiran dan kataris emosi, serta mengoptimalkan tempo, ritme, melodi dan harmoni yang teratur Ketenangan yang dihasilkan oleh otak akan memberikan efek relaksasi berupa penurunan frekuensi nadi, relaksasi, dan tidur. Selain itu juga menurunkan hormon ACHT, prolaktin, hormon pertumbuhan serta dapat mengurangi nyeri dan emesis gravidarum pada ibu hamil. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa data presentase responden hasil penelitian dari 20 responden sebelum tindakan musik klasik memiliki median nilai emesis gravidarum 9,50. Setelah diberikan musik klasik memiliki median nilai emesis gravidarum 7,75. Ada pengaruh musik klasik terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I diperoleh nilai p-value 0,000<0,05 (Herviza, 2. Senada dengan penelitian (Zanah et al. , 2. yang menunjukkan bahwa data presentase responden sebelum pemberian perlakukan yang mengalami keluhan mual muntah berat sebesar 9,1%, mual muntah sedang 90,9% dan presentase setelah perlakuan yang mengalami mual Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan- Volume 3. Nomor 2. Oktober 2024 E-ISSN . : 2828-9374. P-ISSN . : 2828-9366. Hal. muntah ringan 54,%, mual muntah sedang 45,5%. Nilai P value sebesar 0,000(< 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi musik klasik terhadap keluhan mual dan muntah pada pasien post kemotherapi (Zanah et al. , 2. Pada penelitian (Tumipa, 2. untuk mual dan muntah sebelum diberikan musik klasik memiliki nilai rata-rata 3,7 kali dan 3,3 kali setelah diberikan intervensi nilai rata-rata pada mual 2,3 dan muntah adalah 2,0 kali. kelompok musik klasik dan aromaterapi jeruk menunjukan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 menunjukan tidak adanya perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok. Penelitian ini menunjukan bahwa musik klasik dan aromaterapi jeruk mampu untuk mengurangi frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil, namun untuk membandingkan kedua kelompok tidak terdapat perbedaan yang signifikan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I dapat ditangani dengan melakukan terapi music klasik Mozart karena musik klasik mozart yang didengarkan melalui gendang telinga akan menghasilkan gelombang alfa serta gelombang beta, kemudian akan menghasilkan stimulus yang akan dikirim melalui akson-akson serabut sensori asenden ke neuron-neuron Reticular Activating System (RAS). Stimulus ini kemudian akan di transmisikan oleh nuclei spesifik dari thalamus melewati areaarea korteks cerebral, sistem limbik dan korpus collosum serta melewati area-area sistem saraf otonom yang berisi saraf simpatis dan parasimpatis, serta melewati sistem neuroendokrin. Rangsangan simpatik dan parasimpatik di saraf otonom akibat musik klasik mozart dapat berfungsi menenangkan pikiran dan kataris emosi, serta mengoptimalkan tempo, ritme, melodi dan harmoni yang teratur ketenangan yang dihasilkan oleh otak akan memberikan efek relaksasi berupa penurunan frekuensi nadi, relaksasi, dan tidur. Selain itu juga menurunkan hormon ACHT, prolaktin, hormon pertumbuhan serta dapat mengurangi nyeri dan emesis gravidarum pada ibu hamil. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Sebagian besar frekuensi emesis gravidarum sebelum diberikan intervensi music klasik Mozart dalam kategori sedang sebanyak 16 responden . ,3%). Sebagian besar frekuensi emesis gravidarum setelah diberikan intervensi music klasik Mozart dalam kategori ringan sebanyak 20 responden . ,7%) dan hampir sebagian adalah sedang sebanyak 10 responden . ,3%). Ada perbedaan tingkat emesis gravidarum sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik mozart didapat nilai p value 0,0001 < 0,05 yang artinya musik klasik mozart berpengaruh terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarumpada ibu hamil trimester I Di wilayah puskesmas Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Tingkat Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati jakenan kabupaten pati. DAFTAR REFERENSI Campbell. Efek Mozart: Memanfaatkan kekuatan musik untuk mempertajam pikiran, meningkatkan kreativitas, dan menyehatkan tubuh (Trans. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Djanah. Self hipnosis terhadap mual muntah kehamilan trimester I. Kesehatan Ibu dan Anak, 7. , 1Ae4. Fatimah, & Nuryaningsih. Asuhan kebidanan kehamilan. Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Handayani. Efektivitas pemberian terapi musik (Mozar. terhadap pasien kemoterapi di RSUD Dr. Kariadi Semarang. (Laporan penelitia. Herviza. Pengaruh musik klasik terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I Desa Sei Serindan. Jurnal Kebidanan, 12. Liliana. Pengaruh terapi musik klasik Mozart dan pemberian aromaterapi lemon (Citrus limo. dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil. Health Care: Jurnal Kesehatan, 11. Lusiana, & Hutabarat. Asuhan kebidanan kehamilan. Manuaba. Gawat darurat obstetri ginekologi dan obstetri ginekologi sosial untuk profesi bidan. Jakarta: EGC. Prawirohardjo. Ilmu kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono. Proverawati. , & Asfuah. Buku ajar gizi untuk kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika. Putri. Asuhan kebidanan kehamilan. Yayasan Kita Menulis. Tumipa. Perbedaan efektivitas musik klasik dan aromaterapi jeruk sebagai terapi nonfarmakologi dalam mengurangi frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil. (Skripsi/penelitia. Tuner. Music therapy. http://w. Wahyuningsih. Music therapy. Wijaya. , & Muafatika. Perbedaan pengaruh aromaterapi oil lavender dan musik klasik terhadap pengurangan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Kabupaten Klaten. Jurnal Kesehatan. Zanah. Widodo. , & Shobirun. Pengaruh terapi musik terhadap keluhan mual muntah pada pasien post kemoterapi karena kanker di unit sitostatika. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan- Volume 3. Nomor 2. Oktober 2024