Penyuluhan dan Praktik Pengelolaan Obat di Rumah Tangga yang Aman dan Tepat dalam Rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cerma. di Desa Noongan Tiga. Kabupaten Minahasa Gerald E. Rundengan1* Gayatri Citraningtyas1. Fridly Manawan1 Program Studi Farmasi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sam Ratulangi. Manado Email: geraldrundengan@dosenlb. ABSTRACT "Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT)" (Smart Community Movement for Rational Drug Us. is a national effort launched by the Indonesian Ministry of Health (Kementerian Kesehatan RI) to enhance public understanding and awareness regarding correct and rational drug use. Inappropriate drug management at the household level is common and potentially causes serious negative impacts, such as therapy failure and even Antimicrobial Resistance (AMR). This Community Service (PKM) activity aims to address this knowledge gap through counseling and direct practice based on GEMA CERMAT's core concept, which is DAGUSIBU (Get. Use. Store, and Dispose of drugs Correctl. The method used is participatory community empowerment with the Participatory Rural Appraisal (PRA) model, involving the residents of Jaga I and Jaga II. Noongan Tiga Village. West Langowan District. Minahasa Regency, as partners. The results achieved indicate a significant increase in community understanding across all DAGUSIBU aspects, with the average understanding score increasing from 1525 to 40 (Achieve. after the counseling. This program successfully changed perceptions and increased public knowledge in rational drug use. Keywords: Drug. Rational. Counseling. GEMA CERMAT. DAGUSIBU ABSTRAK Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT) merupakan upaya nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat yang benar dan rasional. Pengelolaan obat yang tidak tepat di tingkat rumah tangga sering terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak negatif serius, seperti kegagalan terapi hingga Resistensi Antimikroba (AMR). Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan tersebut melalui penyuluhan dan praktik langsung berlandaskan konsep inti GEMA CERMAT, yaitu DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan. Simpan, dan Buang obat dengan Bena. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan model Particatory Rural Appraisal (PRA), yang melibatkan warga Jaga I dan Jaga II Desa Noongan Tiga. Kecamatan Langowan Barat. Kabupaten Minahasa, sebagai Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat secara signifikan pada semua aspek DAGUSIBU, dengan rata-rata pemahaman meningkat dari skor 15-25 menjadi 40 (Tercapa. setelah penyuluhan. Program ini berhasil mengubah persepsi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam cermat menggunakan obat. Kata Kunci: Obat. Rasional. Penyuluhan. GEMA CERMAT. DAGUSIBU PENDAHULUAN Penggunaan obat yang rasional adalah pilar fundamental dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sebagaimana tercantum dalam amanat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Namun, permasalahan terkait obat masih sering dijumpai di masyarakat, termasuk penyalahgunaan, efek samping yang tidak diinginkan, hingga risiko yang lebih besar seperti Resistensi ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 30 Antimikroba (AMR) akibat penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Kasus penyalahgunaan obat yang terjadi di masyarakat contohnya adalah narkoba, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jimmy . yang berjudul Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja, diketahui bahwa faktor yang paling dominan sebagai penyebabnya adalah pergaulan. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang baik oleh masyarakat dan pemerintah agar penyalahgunaan narkoba dapat dicegah sejak dini (Permatasari. Di tingkat rumah tangga, permasalahan umum meliputi: penggunaan obat sisa tanpa indikasi medis yang jelas, penyimpanan obat yang salah . i tempat lembab/terpapar sinar matahar. yang merusak kualitas, ketidakmampuan mengidentifikasi obat kedaluwarsa, dan pembuangan obat yang tidak benar . ibuang ke toilet atau tempat sampah tanpa perlakuan khusu. yang dapat mencemari lingkungan. Kurangnya pengetahuan mendalam mengenai manajemen obat di rumah tangga berpotensi besar menyebabkan praktik penggunaan obat yang tidak rasional. Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mencanangkan GEMA CERMAT (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Oba. Program ini berfokus pada peningkatan literasi kesehatan terkait farmasi dan mendorong masyarakat agar menjadi subjek aktif dalam pengelolaan kesehatannya. Konsep praktis yang ditawarkan GEMA CERMAT adalah DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan. Simpan, dan Buang obat dengan Bena. (PP IAI,2. Berdasarkan observasi di Desa Noongan Tiga. Warga Jaga I dan Jaga II belum pernah mendapatkan informasi tentang DAGUSIBU, dan tingkat pengetahuan mereka terkait penggunaan dan penanganan obat masih rendah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini diinisiasi untuk memberikan intervensi edukasi yang terstruktur, praktis, dan langsung guna meningkatkan literasi farmasi masyarakat mitra. METODE Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan model Particatory Rural Appraisal (PRA), yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan (Lutfiyati, , 2. Tahapan pelaksanaan meliputi: Pengenalan Masalah dan Survei Awal: Tim melakukan survei awal pada mitra (Warga Jaga I dan Jaga II Desa Noongan Tig. untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan pengelolaan obat yang diketahui masih relatif rendah dan belum pernah ada sosialisasi tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Sosialisasi/Penyuluhan: Alternatif solusi diberikan dalam bentuk sosialisasi penggunaan antibiotik yang rasional dan praktik DAGUSIBU. Penyuluhan dilaksanakan dengan menggunakan media bantu Power Point untuk menjelaskan penggolongan obat, penggunaan obat dengan benar, bahaya penyalahgunaan antibiotik, dan penggunaan obat tradisional/kosmetika yang baik. Diskusi dan Tanya Jawab: Sesi interaktif ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya mengenai materi atau permasalahan pribadi terkait penggunaan dan penanganan obat. Pembagian Media Edukasi dan Sembako: Pembagian brosur berwarna berukuran kecil untuk memudahkan pemahaman dan referensi pembaca, serta pembagian sembako kepada peserta. HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI Kegiatan penyuluhan dan praktik GEMA CERMAT . ermasuk DAGUSIBU dan penggunaan antibiotika rasiona. memberikan dampak besar bagi masyarakat mitra. Hasil Kegiatan Hasil utama yang didapatkan adalah peningkatan pemahaman masyarakat tentang upaya meningkatkan pengetahuan di bidang kesehatan, khususnya pemahaman tentang Program Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT). Dengan menerapkan program GEMA CERMAT, diharapkan derajat kesehatan yang baik dan taraf kehidupan dari segi sosial maupun ekonomi dapat meningkat. ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 31 Luaran Kuantitatif (Peningkatan Pemahama. Evaluasi terhadap peningkatan pemahaman masyarakat dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penyuluhan, berdasarkan skala yang tidak dijelaskan secara eksplisit namun menunjukkan perbedaan yang jelas . isalnya: jumlah orang yang mencapai pemahaman penuh dari total Target Capaian (Indikator Pemahaman DAGUSIBU) Pemahaman Sebelum Penyuluhan Pemahaman Sesudah Penyuluhan Status Pemahaman masyarakat tentang obat Tercapai Pemahaman cara mendapatkan obat yang Tercapai Pemahaman cara menggunakan obat yang Tercapai Pemahaman cara menyimpan obat yang benar Tercapai Pemahaman cara membuang obat yang benar Tercapai Pemahaman cara melihat waktu kadaluarsa obat Tercapai Pemahaman memperoleh obat Antibiotika yang benar Tercapai Pemahaman & kepatuhan mengkonsumsi obat Antibiotik Tercapai Pemahaman menyimpan obat Antibiotik dengan Tercapai Gambar 1. Hasil luaran yang didapatkan Data pada gambar 1 menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, tingkat pemahaman masyarakat pada indikator spesifik seperti cara menyimpan obat dan cara membuang obat berada pada angka terendah . Setelah penyuluhan, semua indikator mencapai skor 40, menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait seluruh aspek pengelolaan obat di rumah tangga. ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 32 KESIMPULAN Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa penyuluhan dan praktik pengelolaan obat di rumah tangga berhasil dilaksanakan pada Warga Jaga I dan Jaga II Desa Noongan Tiga. Masyarakat mitra telah memahami tentang GEMA CERMAT. Program DAGUSIBU Obat, dan Cara mengkonsumsi obat dengan baik dan benar. Hal ini dibuktikan dengan tercapainya semua target capaian luaran, di mana tingkat pemahaman dan keterampilan masyarakat tentang pengelolaan obat meningkat secara signifikan . encapai skor . setelah intervensi penyuluhan. SARAN Disarankan agar pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat dengan baik dan benar dapat lebih ditingkatkan dan dipertahankan secara berkelanjutan, sehingga kerasionalan penggunaan obat di lingkungan terkecil . dapat tercapai secara maksimal. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih disampaikan kepada Rektor Universitas Sam Ratulangi dan LPPM Unsrat yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini melalui Hibah Program Kemitraan Masyarakat Klaster 2 (PKM_K. DAFTAR PUSTAKA