Copyright A 2021 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. Mei 2021 Analisis RPP Guru Kimia pada Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kompetensi melalui Pengembangan Ranah Afektif Nelius Harefa 1*. Familia Novita Simanjuntak 2. Nova Irawati Simatupang 3. Sumiyati 4. Elferida Sormin 5. Leony Sanga Lamsari Purba 6. St Fatimah Azzahra 7 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Program Studi Pendidikan Kimia. Universitas Kristen Indonesia. Jakarta harefa@uki. id1,*, familia. simanjuntak@uki. id2, nova@uki. sumiyatigultom17@gmail. com4, elferida. sormin@uki. id5, leony. purba@uki. siti@uki. Abstrak Perencanaan merupakan salah satu unsur penting pada proses pembelajaran. Perencanaan yang baik umumnya berkontribusi positif pada keberlangsungan proses pembelajaran terutama dari sisi keteraturan. RPP merupakan perangkat perencanaan pembelajaran semester yang disusun oleh guru mata pelajaran. Dengan adanya RPP diharapkan pembelajaran dapat berlangsung optimal dan Hasil analisis data menunjukkan bahwa RPP guru kimia yang menjadi sampel pada kegiatan tersebut berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 81,25. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar guru kimia sudah memiliki keterampilan yang baik dalam merancang kegiatan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas. Dengan adanya keterampilan awal dalam merancang pembelajaran akan membantu guru dalam mengembangkan, merancang, menganalisis proses pembelajaran, mengevaluasi, dan mampu berkreasi menemukan solusi yang tepat apabila pembelajaran tidak berjalan semestinya. Perencanaan pembelajaran berperan penting dalam menunjang kelancaran proses pembelajaran, dengan adanya perencanaan pembelajaran maka siswa dapat mempersiapkan diri sebelum pembelajaran berlangsung. Kendati demikian, proses pembelajaran sejatinya bersifat fleksibel yang dipengaruhi oleh situasi, kondisi, sarana, prasarana, dan stakeholder pendidikan. Perencanaan pembelajaran yang baik tidak menjamin kebermaknaan suatu proses Kata Kunci: kimia, kompetensi, ranah afektif. RPP Pendahuluan Keberhasilan dan kebermaknaan belajar menjadi tujuan akhir suatu proses Untuk mencapai tujuan akhir tersebut dibutuhkan usaha dari stakeholder pendidikan serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Salah satu unsur penting untuk mencapai keberhasilan dan kebermaknaan belajar yakni guru, guru merupakan unsur yang berinteraksi langsung terhadap proses pembelajaran dan menjadi fasilitator bagi siswa untuk mencapai keberhasilan dan kebermaknaan Oleh sebab itu, penting bagi guru untuk memfasilitasi siswa dari berbagai https://jurnal. id/index. php/singkerru Vol. No. Mei 2021 ISSN ####-#### aspek sehingga potensi siswa dapat terkembangkan dengan optimal. Salah satu fasilitas yang harus disediakan guru yakni Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Di Indonesia. RPP disusun persemester dan mengacu materi pembelajaran yang menjadi pokok bahasan serta harus diselesaikan oleh guru sebelum pembelajaran RPP berperan penting terhadap keefektifan dan keefisienan proses belajar sehingga pembelajaran terarah ketujuan yang ingin dicapai baik dari sisi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. RPP menjadi pedoman bagi guru dan siswa dalam mencapai tujuan dari setiap pokok bahasan dan tujuan akhir mata pelajaran. Dengan adanya RPP, maka guru dan peserta didik memiliki kesempatan untuk merancang serta menentukan strategi mencapai tujuan pembelajaran yang telah Pada dasarnya, guru telah keterampilan yang baik dalam memahami dan menyusun RPP (Winaya. Suarjana, & Mahadewi, 2. (Prastyo, 2. (Mubin, (Makhrus, et al, 2. (Vidiarti. Zulhaini, & Andrizal, 2. yang meliputi langkah-langkah pembelajaran yang operasional dan terintegrasi keterampilan abad 21, memuat konsep tentang High Order Thinking Skills (HOTS), mengakomodasi pengembangan literasi dan karakter (Mehran, 2. Sebagian besar guru sudah memiliki keterampilan dalam mengakomodasi penyelidikan aspek dalam RPP (Rikizaputra & Lestari, 2. , memiliki kemampuan dalam menentukan materi ajar, membuat indikator, menyusun strategi penilaian, dan membuat tujuan pembelajaran (Hanifa, 2. Guru sudah mampu menyesuaikan identitas mata pelajaran, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, sumber belajar, dan scenario pembelajaran (Utami. Zen, & Madang. Namun demikian, masih terdapat guru yang memiliki keterbatasan, belum terampil, dan belum memiliki kompetensi dalam membuat RPP (Sartika & Susanti. Kendala umum yang dihadapi oleh guru antara lain belum mendapatkan pelatihan kurikulum, belum fasih menggunakan computer dan internet, belum memiliki keterampilan yang baik dalam merumuskan indikator, belum tepat dalam memilih pendekatan/metode/strategi, belum mahir dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran,dan belum mahir menyusun teknik dan instumen penilaian (Ernawati & Safitri, 2. RPP guru masih ditemukan pada kategori cukup. belum mampu melaksanakan pembelajaran dengan maksimal. belum mampu melaksanakan penilaian secara terstruktur, terencana, dan baik. dan belum menyusun instrumen penilaian, baik penilaian pengetahuan, sikap maupun keterampilan (Ratumanan & Tetelepta, 2. Guru terkendala dalam mencantumkan kompetensi dasar, menyusun indikator capaian, menyusun tujuan pembelajaran yang mencakup aspek condition yang belum spesifik dan tanpa kriteria degree, tidak menyertakan uraian materi, hanya sebagian kecil yang memuat konteks dan masalah bermuatan HOTS (Wulandari, 2. , dan tidak melakukan pembagian kelompok berdasarkan tingkat pengetahuan Abdimas Singkerru ISSN ####-#### siswa (Riska. Supendi, & Agustiani, 2. Guru masih memiliki kendala dalam menyesuaikan indikator dengan kompetensi dasar dan kompetensi inti, memilih metode, media, dan sumber belajar yang tepat (Suciati & Astuti, 2. Selain itu, masih terdapat guru yang belum mahir dalam merancang proses pembelajaran (Anggriani & Indihadi, 2. Pembuatan RPP pada dasarnya dipengaruhi oleh tingkat pemahaman dan penguasaan materi guru itu sendiri (Herviani & Budiastuti, 2. , penguasaan kata kerja operasional dan keterampilan menyusun kriteria pada penilaian non-tes (Kamilati, 2. Oleh sebab itu, dibutuhkan sosialisasi atau pelatihan pengembangan kompentensi bagi guru dalam usaha meningkatkan profesionalitas. Guru sejatinya memiliki kompetensi yang baik terutama dalam hal memberikan motivasi kepada siswa (Lestari & Maharani, 2. , menerapkan model pembelajaran (Gani, 2. , dan mengembangkan keterampilan sosial (Iksan & Kennedy, 2. Namun terdapat kompetensi lain yang perlu ditingkatkan seperti rekrutmen, pendidikan dan pelatihan, monitoring, pengawasan (Zahroh, 2. , sertifikasi, memanajemen perencanaan pembelajaran (Warsiah, 2. , penataran (Ikbal, 2. Secara khusus manajemen perencanaan pembelajaran, kompetensi ini sangat penting dimiliki oleh guru, sejatinya kompetensi ini berimplikasi pada ketercapaian tujuan pembelajaran (Pradnyantika. Sudiana, & Wiratini, 2. selain kompetensi pedagogik (Tyagita & Iriani, 2. Banyak metode yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kompetensi guru, diantaranya metode In House Training (IHT). Metode ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP menjadi lebih baik (Maolana, 2. Namun. RPP yang baik tidak menjamin pembelajaran yang maksimal dan bermakna. Pada hakikatnya, pembelajaran kimia dipengaruhi oleh keberadaan guru, keberadaan siswa, sarana, dan prasarana (Anisa & Yulianto, 2. Metode Pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Agustus 2019, 22 Agustus 2019, 05 September 2019, dan 12 September 2019. Metode yang digunakan adalah sosialisasi pengembangan kompetensi bagi guru-guru kimia . ang tergabung dalam MGMP kimia Jakarta I dan MGMP kimia Jakarta II) terintegrasi pengembangan ranah afektif. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk diskusi interaktif, sharing, diseminasi hasil penelitian, dan pelatihan. Salah satu output kegiatan yakni RPP kimia berbasis project based learning dan problem based learning yang dianalisis berdasarkan indikator standar komponen RPP BSNP pada Tabel 1. Vol. No. Mei 2021 ISSN ####-#### Tabel 1. Indikator Penilaian RPP Hasil Penelaahan dan skor Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Identitas Mata Pelajaran Terdapat: program/program keahlian, mata pelajaran pelajaran/subtema, jumlah pertemuan. Perumusan Indikator Kesesuaian dengan kompetensi dasar Kesesuaian penggunaan kata kerja operasional dengan kompetensi yang diukur Kesesuaian rumusan dengan aspek pengetahuan Kesesuaian rumusan dengan aspek keterampilan Perumusan Tujuan Pembelajaran Kesesuaian dengan indikator Kesesuaian perumusan dengan aspek audience, behavior, condition, dan degree. Pemilihan Materi Ajar Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik Keruntutan uraian materi ajar Pemilihan Sumber Belajar Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Kesesuaian dengan materi pembelajaran Kesesuaian dengan pendekatan saintifik Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik Tidak Kurang Lengkap Sudah Lengkap Tidak Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sesuai atau tema Abdimas Singkerru ISSN ####-#### Pemilihan Media Belajar Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Kesesuaian dengan materi pembelajaran Kesesuaian dengan pendekatan saintifik Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik Metode Pembelajaran Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Kesesuaian dengan pendekatan saintifik Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik Skenario Pembelajaran Menampilkan kegiatan, pendahuluan, inti, dan penutup dengan jelas Kesesuaian . engamati, mengasosiakan informasi, mengkomunikasika. Kesesuaian dengan metode pembelajaran Kesesuaian kegiatan dengan sistematika/keruntutan materi Kesesuaian alokasi waktu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dengan cakupan materi. Rancangan Penilaian Autentik Kesesuaian bentuk, teknik, dan instrumen dengan indikator pencapaian kompetensi Kesesuaian antara bentuk, teknik, dan instrumen penilaian Kesesuaian antara bentuk, teknik, dan instrumen penilaian Kesesuaian antara bentuk, teknik, dan instrumen penilaian Tidak Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Vol. No. Mei 2021 ISSN ####-#### Dengan kriteria penilaian seperti pada Tabel 2. Tabel 2. Kriteria Penilaian Nilai Peringkat 90 < y O 100 Amat Baik 80 < y O 90 Baik 70 < y O 80 Cukup y O 70 Kurang Hasil dan Pembahasan Gambar 1. Foto Bersama Peserta Workshop Gambar 2. Sesi Materi Teori Pendidikan Analisis RPP mengacu pada indikator penilaian standar RPP BSNP yang terdiri dari: identitas mata pelajaran. perumusan indikator. perumusan tujuan pembelajaran. pemilihan materi ajar. pemilihan sumber belajar. pemilihan media belajar. skenario pembelajaran. dan rancangan penilaian autentik. Masingmasing indikator terdiri dari beberapa pernyataan yang dilengkapi dengan rubrik Sebelum elaborasi RPP, peserta kegiatan mendapat workshop tentang pengembangan kompetensi terintegrasi pengembangan ranah afektif seperti pada dokumentasi kegiatan berikut. Abdimas Singkerru ISSN ####-#### Gambar 3. Sesi Media Pembelajaran Gambar 4. Sesi Pembelajaran Terintegrasi Kehidupan Sehari-hari Gambar 5. Sesi Pembelajaran Berbasis Proyek Gambar 6. Diseminasi Hasil Penelitian Vol. No. Mei 2021 ISSN ####-#### Gambar 7. Strategi Penyusunan RPP Gambar 8. Sesi Diskusi Berdasarkan hasil analisis data, rata-rata nilai RPP guru kimia sebesar 81,25. Nilai tersebut berada pada kategori baik. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar guru kimia memiliki keterampilan yang baik dalam merancang pembelajaran yang akan diterapkan di kelas. Keterampilan merancang pembelajaran sangat penting dan berpengaruh pada persiapan siswa untuk memulai proses Selain itu, guru mampu memprediksi dan merancang metode/strategi dengan matang sebelum proses pembelajaran berlangsung. Persiapan yang baik dari siswa dan kemampuan guru dalam memprediksi serta merancang metode/strategi yang tepat sangat berpengaruh pada proses pembelajaran sehingga dapat berjalan dengan efisien, maksimal, dan bermakna. Pengembangan RPP sangat penting karena RPP dapat dirancang sesuai kebutuhan peserta didik serta mengacu pada bidang keahlian baik teknis maupun praktis (Fatimah & Amam, 2. Selain itu, penyusunan RPP juga dapat disesuaikan mengacu kompetensi yang harus dimiliki siswa dan guru abad 21 (Fitriyah, 2. Melalui RPP, guru dapat merancang metode strategi dalam melaksanakan tugasnya yang meliputi mengajar, mendidik, dan melatih (Musa. Guru memiliki keterampilan yang baik dalam memahami dan menyusun RPP (Winaya. Suarjana, & Mahadewi, 2. (Prastyo, 2. (Mubin, 2. (Makhrus, et al, 2. (Vidiarti. Zulhaini, & Andrizal, 2. yang meliputi langkah-langkah pembelajaran yang operasional dan terintegrasi keterampilan abad 21, memuat konsep tentang High Order Thinking Skills (HOTS), mengakomodasi pengembangan literasi dan karakter (Mehran, 2. Sebagian besar guru sudah memiliki keterampilan dalam mengakomodasi penyelidikan aspek dalam RPP (Rikizaputra & Lestari, 2. , memiliki kemampuan dalam menentukan materi ajar, membuat indikator, menyusun strategi penilaian, dan membuat tujuan pembelajaran (Hanifa. Guru sudah mampu menyesuaikan identitas mata pelajaran, kompetensi inti. Abdimas Singkerru ISSN ####-#### kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, sumber belajar, dan skenario pembelajaran (Utami. Zen, & Madang, 2. Namun demikian, masih terdapat guru yang memiliki keterbatasan, belum terampil, dan belum memiliki kompetensi dalam membuat RPP (Sartika & Susanti. Kendala umum yang dihadapi oleh guru antara lain belum mendapatkan pelatihan kurikulum, belum fasih menggunakan computer dan internet, belum memiliki keterampilan yang baik dalam merumuskan indikator, belum tepat dalam memilih pendekatan/metode/strategi, belum mahir dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran, dan belum mahir menyusun teknik dan instumen penilaian (Ernawati & Safitri, 2. RPP guru masih ditemukan pada kategori cukup. belum mampu melaksanakan pembelajaran dengan maksimal. belum mampu melaksanakan penilaian secara terstruktur, terencana, dan baik. dan belum menyusun instrumen penilaian, baik penilaian pengetahuan, sikap maupun keterampilan (Ratumanan & Tetelepta, 2. Guru terkendala dalam mencantumkan kompetensi dasar, menyusun indikator capaian, menyusun tujuan pembelajaran yang mencakup aspek condition yang belum spesifik dan tanpa kriteria degree, tidak menyertakan uraian materi, hanya sebagian kecil yang memuat konteks dan masalah bermuatan HOTS (Wulandari, 2. , dan tidak melakukan pembagian kelompok berdasarkan tingkat pengetahuan siswa (Riska. Supendi, & Agustiani, 2. Guru masih memiliki kendala dalam menyesuaikan indikator dengan kompetensi dasar dan kompetensi inti, memilih metode, media, dan sumber belajar yang tepat (Suciati & Astuti, 2. Selain itu, masih terdapat guru yang belum mahir dalam merancang proses pembelajaran (Anggriani & Indihadi, 2. Pembuatan RPP pada dasarnya dipengaruhi oleh tingkat pemahaman dan penguasaan materi guru itu sendiri (Herviani & Budiastuti, 2. , penguasaan kata kerja operasional dan keterampilan menyusun kriteria pada penilaian non-tes (Kamilati, 2. Oleh sebab itu, dibutuhkan sosialisasi atau pelatihan pengembangan kompentensi bagi guru dalam usaha meningkatkan profesionalitas. Guru sejatinya memiliki kompetensi yang baik terutama dalam hal memberikan motivasi kepada siswa (Lestari & Maharani, 2. , menerapkan model pembelajaran (Gani, 2. , dan mengembangkan keterampilan sosial (Iksan & Kennedy, 2. Namun terdapat kompetensi lain yang perlu ditingkatkan seperti rekrutmen, pendidikan dan pelatihan, monitoring, pengawasan (Zahroh, 2. , sertifikasi, memanajemen perencanaan pembelajaran (Warsiah, 2. , penataran (Ikbal, 2. Secara khusus manajemen perencanaan pembelajaran, kompetensi ini sangat penting dimiliki oleh guru, sejatinya kompetensi ini berimplikasi pada ketercapaian tujuan pembelajaran (Pradnyantika. Sudiana, & Wiratini, 2. selain kompetensi pedagogik (Tyagita & Iriani, 2. Banyak metode yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kompetensi guru, diantaranya metode In House Training (IHT). Metode ini dapat meningkatkan Vol. No. Mei 2021 ISSN ####-#### kompetensi guru dalam menyusun RPP menjadi lebih baik (Maolana, 2. Namun. RPP yang baik tidak menjamin pembelajaran yang maksimal dan bermakna. Pada hakikatnya, pembelajaran kimia dipengaruhi oleh keberadaan guru, keberadaan siswa, sarana, dan prasarana (Anisa & Yulianto, 2. Kesimpulan RPP merupakan perangkat yang memuat perencanaan pelaksanaan pembelajaran satu semester. Perangkat ini penting dibuat untuk memberikan gambaran pelaksanaan dan proses pembelajaran beserta model, media, dan strategi yang akan digunakan agar proses pembelajaran dapat bermakna dan berjalan Berdasarkan hasil analisis data, rata-rata nilai RPP guru kimia yang menjadi sampel pada kegiatan ini sebesar 81,25 pada kategori baik. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar guru kimia sudah memiliki keterampilan yang baik dalam merancang kegiatan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas. Rancangan pembelajaran yang baik tidak serta-merta mempengaruhi proses pembelajaran menjadi lebih baik, bermakna, dan maksimal. Demikian sebaliknya, rancangan pembelajaran yang kurang baik tidak serta-merta mempengaruhi proses pembelajaran menjadi lebih baik, bermakna, dan maksimal. proses pembelajaran di kelas dipengaruhi situasi, kondisi, sarana, dan prasarana yang memungkinkan suatu rancangan dapat berubah. Dengan demikian. RPP sejatinya harus bersifat fleksibel namun harus berkontribusi pada pembelajaran yang lebih baik, maksimal, tuntas, dan bermakna. Ucapan Terimakasih Terima kasih kepada Universitas Kristen Indonesia yang telah memberikan dana untuk kegiatan pengabdian ini. Terima kasih kepada Ketua MGMP Kimia DKI Jakarta I. Ketua MGMP Kimia DKI Jakarta II, dan Bapak/Ibu guru kimia dari kedua sub rayon MGMP Kimia tersebut atas diskusi, sharing, serta kerjasama yang baik. Referensi