IMPLEMENTASI PROGRAM PERBAIKAN GIZI KURANG TERHADAP BALITA DI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (Studi Kasus: Desa Ilir Mesjid. Kayakah, dan Ujung Murun. Lily Misliani1. Muhammad Ariyadi2 Program Studi Administrasi Publik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai e-mail:lilymisliani855@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program perbaikan gizi kurang terhadap balita di Kecamatan Amuntai Selatan. Kabupaten Hulu Sungai Utara, dengan studi kasus di Desa Ilir Mesjid. Kayakah, dan Ujung Murung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program sudah cukup optimal, meskipun terdapat kendala seperti rendahnya kesadaran masyarakat, minimnya partisipasi masyarakat, serta kurangnya Faktor penunjang seperti koordinasi antarinstansi dan sumber daya manusia sudah berjalan dengan baik. Namun, masih diperlukan upaya peningkatan sosialisasi dan dukungan dari masyarakat untuk keberlanjutan program ini. Kata Kunci: perbaikan gizi, balita, implementasi program. Kecamatan Amuntai Selatan, partisipasi masyarakat ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of malnutrition improvement programs for toddlers in Amuntai Selatan District. Hulu Sungai Utara Regency, focusing on the case studies of Ilir Mesjid. Kayakah, and Ujung Murung villages. This research employs a qualitative descriptive method through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the program's implementation has been relatively optimal despite challenges such as low community awareness, minimal participation, and insufficient Supporting factors, including inter-agency coordination and human resources. Lily Misliani. Muhammad Ariyadi | Implementasi Program Perbaikan. | 33 have been effectively managed. However, efforts to enhance socialization and community support are needed to ensure the program's sustainability. Keywords: nutrition improvement, toddlers, program implementation. Amuntai Selatan District, community participation PENDAHULUAN Persoalan gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Masalah gizi disamping merupakan sindroma kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan tingkat rumah tangga juga menyangkut aspek pengetahuan dan perilaku yang kurang mendukung hidup sehat (Syah, 2. Salah satu prioritas pembangunan nasional dalam bidang kesehatan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan adalah perbaikan status gizi masyarakat dengan sasaran jangka menengah perbaikan gizi adalah menurutkan prevalensi gizi kurang menjadi 17% sedangkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara malah meningkat mencapai 24% belum tercapainya penurunan prevalensi gizi kurang, membuktikan bahwa rendahnya konsumsi gizi anak di Kabupaten Hulu Sungai Utara sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya (BARAT & DALISE, n. Adapun di wilayah yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara, wilayah Kecamatan Amuntai Selatan jumlah timbang balita 2023 yang terdiri dari 30 Desa, dimana jumlah balita gizi kurang tahun 2024 terbanyak di Desa Kayakah berjumlah 25 balita gizi kurang 30 balita stunting. Desa Ilir Mesjid 23 balita. Desa Ujung Murung 25 balita dari jumlah total balita yang mengalami gizi kurang sekitar 398 balita di kecamatan Amuntai Selatan. kasus gizi kurang terhadap balita di Desa Kayakah. Desa Ilir Mesjid dan Desa Ujung Murung merupakan masih cukup tinggi dibandingkan Desa lainnya di Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai. Fenomena masalah yang ditemukan dalam implementasi program perbaikan gizi kurang terhadap balita di Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi kasus : Desa Ilir Mesjid. Kayakah dan Ujung Murung ) di antaranya sebagai berikut: Kurangnya kesadaran masyarakat kecamatan Amuntai Selatan tentang pentingnya perbaikan gizi kurang terhadap balita agar mencegah percepatan Angka Kematian Ibu (AKI). Kematian Bayi (AKB), dan Kematian Balita (AKABA). Lily Misliani. Muhammad Ariyadi | Implementasi Program Perbaikan. | 34 Kurangnya partisipasi masyarakat sebagai target program perbaikan gizi kurang yang berupa pemberian makanan tambahan seperti biskuit anak, vitamin dan lain lain yang dilaksanakan oleh Puskesmas kecamatan Amuntai Selatan Sosialisasi yang kurang maksimal terhadap program perbaikan gizi kurang terhadap balita kecamatan Amuntai Selatan METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, karena menggambarkan secara tepat mengenai keadaan atau realita yang terjadi didalam masyarakat (Sari et al. , 2. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Jadi, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi (Jailani, 2. Sumber data di ambil dari informan yang berjumlah 12 orang secara purposive sampling. Teknik analisa data dengan data reduction . eduksi dat. , data display . enyajian dat. , dan conclusion drawing/verification. enarikan kesimpulan dan verifikas. PEMBAHASAN Implementasi Program Perbaikan Gizi Kurang Terhadap Balita Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi Kasus : Desa Ilir Mesjid. Desa Kayakah dan Ujung Murun. yang mana dikaji berdasarkan beberapa macam variable implementasi kebijakan yang di kemukakan oleh Cheema dan Rondinelli, dalam (Norsanti, n. ) sebagai Kondisi lingkungan Sosial bahwa kondisi lingkungan sosial di wilayah desa Ilir Mesjid, kayakah dan Ujung Murung kurang bagus karena rata-rata tingkat pendidikan masyarakatnya adalah Taman SD, sehingga sebagaian masyarakatnya kurang memahami bagaimana pola acuh dan pentingnya akan kebersihan lingkungan. Ekonomi dengan hasil observasi di lapangan memang benar bahwa factor tingkat pendapatan masih tergolong rendah seperti masyarakat yang berkerja sebagai petani dan pencari ikan atau nelayan dan juga sebagai buruh pembuatan lemari sehingga makanan yang mereka konsumsi juga mempengaruhi tingkat gizi pada masyarakat, walaupun berulang kali pihak puskesmas kecamatan Amuntai Selatan menyeru tentang gaya Lily Misliani. Muhammad Ariyadi | Implementasi Program Perbaikan. | 35 hidup bersih dan sehat, namun masyarakat lebih memilih apa yang menjadi kebiasaan mereka untuk mereka konsumsi. Politik bahwa kondisi lingkungan politik diwilayah desa Ilir Mesjid. Kayakah dan Ujung Murung tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan program perbaikan gizi karena pemerintah daerah tidak mengeluarkan undang-undang karena undang-undang tentang gizi hanya berasal dari pemerintah pusat. Hubungan antar organisasi Interaksi bahwa adanya indikator dukungan dari instansi lain dalam penyampaian program gizi dilakukan dengan baik dimana informasi berasal dari Dinas Kesehatan yang berkerjasama dengan kantor camat dan dilanjutkan kepada petugas kesehatan bagian gizi yang ada di puskesmas kecamatan amuntai selatan yang selanjutnya disampaikan kembali kepada kepala desa beserta bidan desa . Koordinasi benar bahwa adanya indikator Kerjasama Antar Instansi dalam program perbaiakan gizi dilakukan dengan baik dari Dinas Kesehatan yang berkerjasama dengan kantor camat dan dilanjutkan kepada petugas kesehatan bagian gizi yang ada di puskesmas kecamatan amuntai selatan yang selanjutnya disampaikan kembali kepada kepala desa beserta bidan desa Kayakah, perbaiakan program gizi tidak hanya berkerjasama dengan pihak kesehatan juga berkerjasama dengan pihak BKKBN dalam program kampung KB untuk menekan terjadi angka permasalah pertumbuhan balita. Sumber daya Sumber daya manusia . bahwa Pelaksanaan posyandu ditangani langsung oleh bidan desa dan ditemani 1 orang perawat dan 1 orang ahli gizi dari puskesmas kecamatan Amuntai Selatan. Sarana dan prasarana bahwa sarana dan prasarana sudah lengkap akan tetapi prasarana dalam pelaksanaan posyadu masih dilakukan di rumah bidan dan di balai desa karena tidak adanya tempat khusus puskesdes untuk posyandu di desa Kayakah dan Untuk di desa Ilir Mesjid dan Ujung Murung sudah lengkap dan tempat posyandunya pun sudah Keuangan Lily Misliani. Muhammad Ariyadi | Implementasi Program Perbaikan. | 36 bahwa dana yang di gunakan untuk penyedian makanan agar ibu dan balita mau membawa anaknya memeriksakan kesehatan dan gaji kader posyandu merupakan dana yang berasal dari desa karena sudah dilimpahkan dari pihak puskesmas ke desa, puskesmas hanya menyediakan obat-obatan serta makanan pedamping berupa biskuit. Karakteristik dan kemanpuan agen pelaksana. Manajerial bahwa suatu manajerial pengaturan sudah berjalan dengan baik dalam upaya perbaikan gizi bahwa pelaksanaan program sudah rutin dalam program posyandu yang diadakan setiap bulannya di desa Ilir Mesjid. Kayakah dan Ujung Murung Kecamatan Amuntai Selatan. Kemampuan teknis bahwa kemampuan teknis petugas posyandu dalam hal ini melakukuan kegiatan bertugas untuk memberikan pengarahan untuk ibu hamil agar menjaga kesehatan, sadar akan pentingnya perbaiakan gizi untuk balita, serta kesadaran akan bersihnya lingkungan untuk kesehatan, membeikan imunisasi pada anak dan lain-lain, kader posyandu yang bertugas memiliki peran yang andil untuk membantu tenaga medis kesehatan untuk membantu mendata ,menimbang kesehatan dan setelah itu data yang telah dilakukan akan di rekap oleh bidan selanjutnya di laporkan ke Puskesmas berapa anak yang mengalami gizi kurang ataupun gizi buruk di desa Ilir Mesjid. Kayakah dan Ujung Murung Pengawasan bahwa informasi yang didapatkan pengawasan program perbaikan gizi sudah cukup baik, seperti dilihat dari pengawasan dari pihak puskesmas dan serta dinas kesehatan yang berkunjung memantau serta memeriksa laporan dari puskesmas masalah kurang gizi tersebut. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa implementasi program perbaikan gizi kurang terhadap balita di Kecamatan Amuntai Selatan. Kabupaten Hulu Sungai Utara, khususnya di Desa Ilir Mesjid. Kayakah, dan Ujung Murung, telah berjalan secara optimal. Dari segi kondisi lingkungan, faktor sosial menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat di desa-desa tersebut memiliki tingkat pendidikan yang rendah, yaitu lulusan Sekolah Dasar. Dalam aspek ekonomi, masyarakat sebagian besar berada pada kelas menengah Lily Misliani. Muhammad Ariyadi | Implementasi Program Perbaikan. | 37 ke bawah, sementara aspek politik tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pelaksanaan program ini, karena program tetap terlaksana tanpa keterlibatan aktor politik. Hubungan antar organisasi berjalan dengan baik, terlihat dari adanya interaksi dan koordinasi yang melibatkan Dinas Kesehatan. Kantor Camat. Puskesmas. Kepala Desa. Bidan Desa, dan Kader Desa. Sumber daya manusia yang terlibat, termasuk kader posyandu dan bidan desa, sudah menjalankan perannya dengan baik, meskipun di Desa Kayakah masih terdapat keterbatasan fasilitas berupa tempat khusus untuk posyandu. Sarana dan prasarana di desa-desa lain sudah memadai, dan keuangan untuk program ini sepenuhnya berasal dari dana desa. Selain itu, kemampuan manajerial dan teknis agen pelaksana, seperti ahli gizi, bidan desa, dan kader posyandu, dinilai cukup baik, dengan pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Namun, terdapat beberapa kendala yang masih dihadapi, seperti kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan balita dan ibu hamil, minimnya komunikasi kepada masyarakat mengenai pentingnya program, serta kurangnya sosialisasi dari instansi terkait dan bidan desa. Kendala ini membuat sebagian masyarakat belum memahami secara penuh pentingnya perbaikan gizi pada balita. Di sisi lain, faktor penunjang seperti sarana dan prasarana di Desa Ilir Mesjid. Kayakah, dan Ujung Murung sudah cukup memadai, dengan fasilitas yang dirancang secara khusus untuk mendukung program ini. DAFTAR PUSTAKA