Diterima Disetujui Hal : 02 November 2022 : 10 Desember 2022 : 21 - 25 Al-Qlu: Jurnal Matematika. Teknik dan Sains https://jurnal. com/index. php/aqlu e-ISSN : 2985-4369 Vol. No. Januari 2023 KAJIAN BIOLOGI REPRODUKSI KERAPU MACAN (EPINEPHELUS FUSCOGUTTATUS) DI PERAIRAN LABANGKA KABUPATEN SUMBAWA (Reproductive Biology Study of Tiger Grouper (Epinephelus Fuscoguttatu. In Labangka Waters. Sumbawa Distric. Adniati Handayani. Evron Asrial. Luh Gede Sumahiradewi . Ni Kadek Puji Astuti. Alumni, 2,3,. Fakultas Perikanan Universitas 45 Mataram evronasrial81@gmail. com, . luhdechem@gmail. com, . adex92@gmail. ABSTRAK Kerapu Macan merupakan salah satu jenis ikan yang habitatnya di perairan khususnya perairan berkarang dengan kedalaman perairan sekitar 0,5-3 cm . dan 7-40 cm . dari Kerapu macan ditangkap dengan pancing dasar dan jarring. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui parameter pertumbuhan mengenai pola pertumbuhan dan factor kondisi, dan untuk mengetahui parameter biologi reproduksi mengenai gonad, telur dan fkunditas ikan kerapu macan. Penelitian ini menggunakan metode survey diskriptif dependen yang dilaksanakan di perairan Labangka Kabupaten Sumbawa. Analisis data menggunakan analisis regresi sederahan. Hasil pengolahan data menunjukkan LWR . ength weight relationshi. berpola positif . n W = -a b ln L) dan pola pertumbuhan Hiper-allometric . dengan nilai b = 3,6. Sedangkan nilai faktor kondisi yaitu K rerata = 1. 41 dimana nilai K yang didapat menunjukkan bahwa tubuh ikan kerapu di Labangka kurang pipih dan berdaging serta masih dalam masa pertumbuhan. Hasil pengolahan data fekunditas mengasilkan telur sebanyak 675. 073,34 butir/gonad dengan berat gonad 30 g, panjang gonad 8,8 cm dan berat induk ikan 489 g serta panjang 29,8 cm. ___________________________________________________________________________ Kata kunci: reproduksi, pertumbuhan, gonad, fkunditas. Hiper-allometric, kerapu macan ABSTRACT Tiger grouper is a type of fish whose habitat is in waters, especially rocky waters with a water depth of about 0. 5-3 cm . and 7-40 cm . from the surface. Tiger grouper is caught with bottom line and net. The purpose of this study was to determine growth parameters regarding growth patterns and condition factors, and to determine reproductive biology parameters regarding gonads, eggs and Acundity of tiger grouper. This study used a dependent descriptive survey method which was carried out in Labangka waters. Sumbawa Regency. Data analysis used simple regression analysis. The results of data processing showed a positive LWR . ength weight relationshi. n W = -a b ln L) and a hyper-allometric growth pattern . with a value of b = 3. While the value of the condition factor is K average = 1. 41 where the K value obtained indicates that the body of the grouper fish in Labangka is less flat and fleshy and is still in its The results of fecundity data processing produced 675,073. 34 eggs/gonads with a gonad weight of 30 g, a gonad length of 8. 8 cm and a parent fish weight of 489 g and a length of 29. 8 cm. ___________________________________________________________________________ Keywords: reproduction, growth, gonads, fundity, hyper-allometric, tiger grouper PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara produsen hasil perikanan terbesar kedua sedunia,dan negara kepulauan terluas di jagad raya ini (FAO, 2. Produksi perikanan ditopang perairan yang luas dan subur, serta keberadaan ekosistem terumbu karang yang merupakan habitat berjenis ikan Slamet Soebjakto (Direktur Jenderal Peningkatan Daya Saing. Kementerian Kelautan dan Perikana. menyatakan bahwa produksi ikan kerapu tahun 2016 . 504 to. terjadi penurunan jika dibandingkan tahun 2015 . 975 to. Hingga Oktober 2017, produksi ikan kerapu mencapai 504 ton, atau meningkat sekitar empat kali lipat dibanding tahun 2016. Berdasarkan dari pernyataan (Kom. Pers Evron Asrial, 2. , status pemanfaatan ikan kerapu diteluk saleh telah mengalami Over Exploited, hal ini ditunjukkan dengan jumlah SPR yang sangat rendah yaitu 0,05 dan tingkat pemanfaatannya (CpUE) mencapai 115,09%. Sementara itu data pemanfaatan ikan kerapu di Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa belum didapatkan informasi karena terbatasnya data dan publikasi. Beberapa pendapat tersebut di atas menggugah rasa ingin tahu peneliti untuk mengetahui parameter pertumbuhan mengenai pola pertumbuhan dan factor kondisi, dan untuk mengetahui parameter biologi reproduksi mengenai gonad, telur dan fkunditas ikan kerapu macan. Manfaat penelitian ini dapat menambah pengetahuan mengenai ikan kerapu macan dan dapat juga sebagai refrensi dalam pemeliharaan atau budidaya ikan kerapu macan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode survey diskriptif dependen yang dilaksanakan di perairan Labangka Kabupaten Sumbawa. Pengambilan sampel penelitian sebanyak 13 individu terdiri dari 7 jantan dan 6 betina. Sampel ditimbang dan diukur panjang dan beratnya Alat dan bahan Peralatan yang digunakan pada peneltian ini yaitu: jangka sorong, penggaris, pita meter, timbangan digital, alat bedah. Bahan yang digunakan yaitu ikan sebagai bahan uji. Teknik analisis data Analisis relasi panjang bobot . ength weight relationship/ LWR) menggunakan aplikasi regresi sederhana, yang akan menghasilkan pola LWR dengan rumus ln B= a b ln PT, dimana B = bobot tubuh. PT= panjang total tubuh, dan a & b= konstanta. Indeks kematangan gonad (IKG), dengan persamaan IKG = Bg/Bt x 100%. IKG= pg/PT x 100%. IKG= Kg /Kt x 100%. IKG= Lg/ht x 100%, dimana Bg= bobot gonad. Bt= bobot tubuh, pg= panjang gonad. PT= panjang total tubuh. Kg= keliling gonad. Kt= keliling tubuh. Lg= lebar gonad, dan hg= tinggi tubuh. Data morfologi telur digunakan untuk mengestimasi tingkat kematangan gonad (TKG) , fekunditas dengan rumus F=G. X/Q dimana F : fekunditas . G : bobot gonad total . V : volume pengenceran . L). X : jumlah butir telur yang ada dalam 1 mL. Q : bobot gonad contoh . HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Panjang dan Berat Pengambilan sampel ikan kerapu macan yang diperoleh di Labangka Kabupaten Sumbawa berjumlah 13 ekor dengan jumlah ikan jantan 7 individu dan betina 6 individu. Ukuran panjang ikan dengan rerata 33,73 cm, terpendek 19 cm, terpanjang 62,20 cm, dan berat rerata 1112 g, terkecil 90 g, terbesar 8100 g. Analisis Pola Pertumbuhan Data yang digunakan untuk analisis LWR adalah data primer hasil pengukuran ikan. Hasil analisis LWR kakap merah adalah nilai r = 93. R Square = 87. Adjusted R Square = 88%. Standard Error = 47. Sedangkan nilai konstanta intersep dan variable panjang masingmasing -6,62 dan 3,64 dengan pola LWR mengikuti rumus ln W=-0. 6,62 3. 64 ln L. Nilai r . 79% memiliki makna bahwa hubungan antara variable panjang dan variable berat sangat erat . > 80%), nilai R Square 87. 97% yang artinya pengaruh variabel panjang sangat kuat terhadap terhadap pembentukan variabel berat. Adjusted R Square = 86. yang berarti kemampuan sampel tinggi untuk mencari jawaban dalam populasi, sedangkan nilai Standard Error = 47. 84% yang artinya kesalahan atau penyimpangan model tidak dapat di tolerir/diterima. Sedangkan pola pertumbuhan ikan kerapu macan bersifat Hiper Alometrik dengan nilai b = 3,64 yang artinya laju pertambahan berat lebih cepat dari pada laju pertumbuhan panjang. Analisis Faktor Kondisi Faktor kondisi untuk ikan kerapu macan dari hasil penelitian yang diperoleh di Labangka. Kabupaten Sumbawa yaitu rata-rata 1,41. Nilai K tersebut menandakan bahwa bentuk tubuh ikan kurang pipih serta masih dalam masa pertumbuhan. Ikan kerapu macan tersebut termasuk kedalam ikan yang sudah layak untuk ditangkap dan sudah layak untuk dijual. Hal ini setara dengan pernyataan dari Effendie, . mengatakan bahwa Nilai faktor kondisi > 1,0 dari perhitungan mengindikasikan bahwa perairan atau habitat spesies tersebut cocok dengan lingkungannya atau semakin tinggi nilai faktor kondisinya maka akan semakin bagus perairan untuk spesies tersebut dan jika faktor kondisi < 1,0 mengindikasikan bahwa daging ikan belum siap untuk di makan atau belum layak untuk ditangkap. Sementara itu Grandcourt . menemukan nilai K dari kerapu macan di Aldabra Atoll. Seychelles sebesar 0,20 dan LO sebesar 71,3 cm. Analisis Indeks Kematangan Gonad (IKG) Dilihat dari hasil penelitian di Labangka Indeks kematangan gonad kerapu macan adalah IKGB = 6,13%. IKGP = 29. IKGL = 0. 0121%, dan IKGk = 0. Menurut latuconsina dan wasahua . mengatakan memperlihatkan bahwa Indeks kematangan gonad (IKG) terbesar diperoleh pada TKG IV untuk ikan betina, dikarenakan IKG sangat dipengaruhi oleh bobot tubuh dan bobot gonad yang berisi telur lebih berat dibandingkan yang berisi sperma pada ikan jantan. Lagler dkk. menyatakan ada dua faktor yang memengaruhi saat pertama kali ikan matang gonad, yaitu faktor luar dan faktor dalam. Faktor dalam antara lain yaitu perbedaan spesies, umur, ukuran serta sifat-sifat fisiologi Sedangkan faktor luar yaitu makanan, suhu, arus. Analisis Tingkat Kematangan Gonad (TKG) Pengamatan untuk tingkat kematangan gonad dilakukan dengan cara melihat bentuk, warna dan ukuran serta panjang, berat pada gonad secara kasat mata. Dari hasil pengamatan yang dilakukan di laboratorium, ikan kakap merah matang gonad pada TKG IV dengan ukuran panjang 8 cm dan berat 489 gram. Fekunditas Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh fekunditas kerapu macan berkisar antara 675,073. 34 butir/gonad dengan warna telur kuning, ukuran panjang tubuh ikan berkisar 29. 8 cm dan bobot tubuh berkisar 489 gram. Mayunar et al. melaporkan, pemijahan alami ikan kerapu macan. fuscoguttatus ukuran 3-6 kg dapat menghasilkan telur 2-6 juta butir, sedangkan ukuran 5,9-11,5 kg berkisar 3-9 juta butir (Mayunar et al. Mayunar . 1a, 1991b, 1. menyatakan, berdasarkan jumlah telur dan frekuensi pemijahan, ikan kerapu macan E. fuscoguttatus, memijah lebih efektif dalam bentuk kelompok . roup matin. daripada berpasangan . air matin. Data Analisis Fekunditas kerapu macan tersaji padatabel 1. Tabel 1. Analisis fekunditas PENUTUP Simpulan Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa LWR ikan kerapu macan berpola positif dan pola pertumbuhan Hiper-allometric. Faktor kondisi menunjukkan bahwa tubuh ikan kerapu di Labangka kurang pipih dan berdaging serta masih dalam masa pertumbuhan. Sedangkan fekunditas mengasilkan telur sebanyak 675. 073,34 butir/gonad dengan berat gonad 30 g, panjang gonad 8,8 cm dan berat induk ikan 489 g serta panjang 29,8 cm. Nelayan Labangka lebih banyak menangkap kerapu macan berjenis jantan dan sangat sedikit yang berukuran induk (TKG IV). Saran Perlu memperbanyak sampel ukuran diameter dalam setiap telur dan frekuensi kelas panjang ikan agar diketahui ukuran panjang ikan yang menghasilkan bentuk telur yang bulat Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan Universitas 45 Mataram perlu melakukan ujicoba pembenihan kerapu untuk mengurangi mortalitas karena penangkapan ikan DAFTAR PUSTAKA