The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 88Ae94 DOI: https://doi. org/10. 35801/ts. p-ISSN : 2686-3111 e-ISSN : 2686-3103 Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Perilaku Kerja Inovatif: Peran Keterlibatan Karyawan sebagai Mediator Lucky Franky Tamengkel Administration Department. Faculty of Social and Political Science Sam Ratulangi University. Manado-Indonesia email: luckytamengkel@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap perilaku kerja inovatif dan juga menguji peran keterlibatan kerja terhadap perilaku kerja inovatif. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan hotel berbintang di Sulawesi Utara. Sampel penelitian diambil dengan teknik Convenience sampling. Terpilih 122 sampel yang dipilih secara acak dari 4 Hotel berbintang di Kota Manado. Teknik Analisis data, dijaring melalui sebaran kuesioner yang diberi nilai dan ditabulasikan untuk kemudian dianalisis dan jawaban yang diperoleh responden sesuai dengan nilai variable yang telah ditetapkan selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan bantuan software smartPLS, dimana teknik analisis data ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dengan pendekatan analisis Structural equation model (SEM). Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif dan keterlibatan kerja. Keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif. Keterlibatan kerja memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja inovatif. Kata kunci: kepemimpinan transformasional. keterlibatan kerja. perilaku kerja inovatif Abstract This study aims to analyze the influence of transformational leadership on innovative work behaviour and also examine the role of job engagement on innovative work behavior. This study used a survey method with a quantitative descriptive approach. The population in this study was all employees of star-rated hotels in North Sulawesi. The research sample was drawn using convenience sampling. 122 samples were randomly selected from four star-rated hotels in Manado City. Data analysis techniques were collected through distributed questionnaires, which were scored and tabulated for subsequent analysis. Respondents' answers, according to predetermined variable values, were then analyzed using smartPLS software. This data analysis technique was used to determine the influence using a Structural Equation Modelling (SEM) analysis approach. The results showed that transformational leadership had a positive and significant effect on innovative work behaviour and job engagement. Job engagement had a positive and significant effect on innovative work behaviour. Work engagement mediated the relationship between transformational leadership and innovative work behaviour. Keywords: transformational leadership. job engagement. innovative work behaviour PENDAHULUAN Karena industri perhotelan memiliki tuntutan lingkungan yang semakin parah. keterampilan kepemimpinan dapat membantu organisasi untuk memanfaatkan sumber daya manusia yang tersedia secara lebih efektif. Oleh karena itu, kepemimpinan yang efektif dalam industri perhotelan sangat penting dalam mencapai hasil keuangan dan mewujudkan tujuan kinerja yang diinginkan di antara para karyawan (Mohamed, 2. Perusahaan karena siklus hidup produk yang pendek dan globalisasi tidak dapat memikirkan pertumbuhan tanpa inovasi. Berbeda dengan dulu ketika pencarian inovasi dilakukan oleh segelintir orang yang cerdas, pencarian inovasi saat ini dilakukan oleh seluruh karyawan organisasi. Karyawan era modern ini dikenal sebagai pekerja Dilengkapi dengan ketajaman mereka untuk menghasilkan ide-ide baru. The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 88 Ae 94 Tamengkel. | Pengaruh KepemimpinanA mereka memainkan peran penting dalam kinerja perusahaan mereka, sehingga memperoleh status sebagai sumber daya penting perusahaan (Khan et al. , 2. Di dunia yang sangat kompetitif dan berteknologi maju saat ini, inovasi memainkan peran penting. Inovasi oleh karyawan adalah salah satu cara terbaik untuk mendorong inovasi dan keberhasilan organisasi. Untuk memotivasi karyawan agar berinovasi dalam konteks kerja berbasis pengetahuan yang intens, peran manajer sebagai pemimpin telah mendapat perhatian para peneliti dan praktisi. Dengan demikian para peneliti telah menemukan peningkatan minat dalam menemukan cara untuk membujuk karyawan pada tingkat individu untuk menampilkan perilaku kreatif melalui kepemimpinan transformasional (Afsar et al. , 2. Serangkaian penelitian ilmiah mendokumentasikan bahwa kepemimpinan, khususnya kepemimpinan transformasional merupakan hal mendasar bagi karyawan yang memiliki perilaku kerja inovatif (Amankwaa et al. , 2. Kepemimpinan transformasional sangat penting dalam memungkinkan organisasi untuk mendorong lingkungan yang inovatif di mana karyawan diberi otonomi yang diperlukan untuk berpikir kreatif dan memberikan solusi inovatif. Ini mengarah pada perilaku inovatif dan kreativitas karyawan yang lebih besar (Knezovc dan Drkic, 2. Perilaku kerja inovatif karyawan telah muncul sebagai faktor penting bagi organisasi untuk mencapai keunggulan kompetitif dan memastikan kelangsungan hidup jangka panjang di lingkungan bisnis yang sangat kompetitif saat ini. Perilaku kerja inovatif mengacu pada penciptaan, pengembangan, dan penerapan ide-ide baru dan berguna dalam organisasi. Organisasi yang gagal berinovasi berpotensi mengurangi kemampuannya untuk melawan persaingan dan berisiko keluar dari pasar. Alternatifnya, organisasi yang terus berinovasi telah ditemukan untuk mencapai tingkat kinerja organisasi yang lebih tinggi (Jada et al. , 2. Hal ini tentu mendorong organisasi untuk menyelidiki berbagai faktor yang meningkatkan Perilaku kerja inovatif karyawan. Dari berbagai factor yang mempengaruhi Perilaku kerja inovatif terindentifikasi antara lain praktek manajemen sumber daya manusia (Bos-Nehles dan Veenendaal, 2017. SanzValle dan Jimynez-Jimynez, 2. , keterlibatan kerja (Yang et al. , 2019. De Spiegelaere, 2. dan kepemimpinan transformasional (Su et al. , 2020. Amankwaa et al. , 2. Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengisi gap penelitian mengenai kepemimpinan transformasional terhadap Perilaku kerja inovatif. Penelitian ini menggunakan variable keterlibatan karyawan sebagai mediasi antara kepemimpinan transformasional terhadap The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 88 Ae 94 Tamengkel. | Pengaruh KepemimpinanA Perilaku kerja inovatif. Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu maka hubungan kausalitas setiap variaber ditunjukan pada Gambar 1. Amankwaa et al. mengungkapkan bahwa Kemampuan pemimpin transformasional untuk memahami perbedaan karyawan dalam hal kekuatan dan kelemahan adalah sifat yang dapat mempromosikan Perilaku kerja inovatif. Penelitian sebelumnya menunjukan hubungan yang positif antara kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja inovatif (Amankwaa et al. , 2019. Afsar et al. , 2. Hipotesis 1: terdapat hubungan yang positif antara kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja Kepemimpinan transformasional dapat menjadi pendorong potensial keterlibatan kerja karyawan karena dapat memengaruhi pengalaman mereka tentang keamanan psikologis, kebermaknaan, dan ketersediaan (Pham-Thai et al. , 2. Penelitian terdahulu menunjukan hubungan langsung yang positif antara kepemimpinan transformasional dan keterlibatan karyawan (Pham-Thai et al. , 2. Hipotesis 2: terdapat hubungan yang positif antara kepemimpinan transformasional dan keterlibatan karyawan. Keterlibatan kerja telah dikaitkan dengan berbagai hasil organisasi yang positif dalam hal perilaku karyawan yang produktif. IWB mengacu pada perilaku karyawan yang secara langsung dan tidak langsung berkontribusi pada pengembangan dan pengenalan inovasi (De Spiegelaere et al. , 2. Penelitian terdahulu menunjukan hubungan positif antara keterlibatan karyawan dan perilaku kerja inovatif (De Spiegelaere et al. , 2014. Spiegelaere et al. , 2. Hipotesis 3: keterlibatan kerja berpengaruh positif terhadap perilaku kerja inovatif. Pemimpin harus mempromosikan keterlibatan karyawan dengan mendukung karyawan mereka dan membangkitkan perasaan aman dan self-efficacy yang diperlukan dan memberikan kebebasan untuk mengambil risiko untuk inovasi (Miller dan Miller. Keterlibatan kerja telah dikaitkan dengan berbagai hasil organisasi yang positif dalam hal perilaku karyawan yang produktif (De Spiegelaere et al. Hipotesis 4: keterlibatan karyawan memediasi hubungan antara Kepemimpinan Transformasional dan perilaku kerja inovatif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 122 responden yang merupakan karyawan Hotel di Kota Manado. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu menggunakan teknik Convenience sampling. Dalam penelitian ini digunakan daftar pernyataan . yang disusun berdasarkan model Likert dengan lima pilihan jawaban dengan rentangan nilai antara 1 sampai dengan 5 untuk menjaring data primer dari kalangan responden. Data dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Modelling. Untuk mengolah data, studi ini menggunakan software SmartPLS 3. Indicator persepsi kepemimpinan transformasional yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari Robbins dan Jugde . yaitu: . Keramahan Individu, . Stimulasi Intelektual, . Motivasi inspirasional, dan . Pengaruh yang ideal. Perilaku kerja inovatif diukur dengan menggunakan enam item dari Yasir dan majid, . Saya mencari teknologi, proses, teknik, dan/atau ide . Saya menghasilkan ide-ide kreatif. Saya mempromosikan dan memperjuangkan ide-ide kepada orang lain. Saya menyelidiki dan mengamankan dana yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan ide-ide baru. Saya mengembangkan rencana dan jadwal yang memadai untuk implementasi ide-ide baru. The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 88 Ae 94 Tamengkel. | Pengaruh KepemimpinanA Saya inovatif. Employee engagement diukur menggunakan utrecth work engagement scale (UWES) yang dikembangkan oleh Schaufeli dan Baker . Penelitian ini menggunakan versi singkat dari Schaufeli et al. yang terdiri dari tiga dimensi yaitu Vigour. Dedication, and Absorption. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari total responden berdasarkan jenis kelamin yaitu 65 . ,3%) adalah laki-laki dan 57 . ,7%) adalah perempuan. Berdasarkan usia, kurang dari 30 Tahun berjumlah 36 . ,5%), antara 30 Ae 40 Tahun berjumlah 63 . ,6%), antara 40 Ae 50 tahun berjumlah 18 . ,8%), dan lebih dari 50 Tahun berjumlah 5 . ,1%). Berdasarkan Pendidikan responden 17 . ,9%) berpendidikan SLTA, 43 . ,3%) berpendidikan Diploma, dan 62 . ,8%) berpendidikan Sarjana. Uji Model Pengukuran (Outer Mode. Model Pengukuran dapat dinilai dengan menguji reliabitily, convergent validity dan discriminant validity. Reliability dapat dinilai dengan menentukan Cronbachoalpha () dan Compositeoreliability. Dari Tabel 1 dapat dilihat nilai Cronbach alpha lebih dari 0,7 dan nilai Composite reliability lebih dari 0,7. Nilai ini sudah memenuhi rekomendasi dari Hair et al. maka dikatakan reliable. Convergent validity dapat dinilai dengan menentukan loading factor dan average variance extracted. Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa nilai loadingofactor lebih dari 0,7, dan nilai avarage variance extracted lebih dari 0,5, ini sudah memenuhi rekomendasi Hair et . Discriminant validity dapat dinilai dengan menentukan nilai Fornell Larcker Criterion dan Cross loading. Dari Tabel 2 dapat dilihat bahwa nilai Fornell larcker criterion menunjukan korelasi variable itu sendiri lebih besar dengan korelasi dengan variable lainnya, dan nilai cross loading pada Tabel 3 menunjukan korelasi setiap indicator dengan variable itu sendir lebih besar dengan korelasi indicator dengan variable lainnya. Maka penelitian ini dianggap valid. Tabel 1. Hasil Uji Model Pengukuran Variabel Kepemimpinan Transformasional Keterlibatan Karyawan Perilaku Kerja Inovatif Indikator TL1 TL2 TL3 TL4 EE1 EE2 EE3 IWB1 IWB2 IWB3 IWB4 IWB5 IWB6 Loading Factor Composite Reliability 0,893 0,885 0,883 0,923 0,915 0,915 0,925 0,886 0,922 0,898 0,913 0,909 0,917 0,942 Average Varian Extracted 0,803 0,941 0,843 0,966 0,824 Tabel 2. Nilai Fornell Larcker Criterion Keterlibatan Karyawan Perilaku Kerja Inovatif Kepemimpinan Transformasional Keterlibatan Karyawan 0,918 0,429 0,441 Perilaku Inovatif 0,908 0,552 Kerja Kepemimpinan Transformasional 0,896 The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 88 Ae 94 Tamengkel. | Pengaruh KepemimpinanA Tabel 3. Nilai Cross Loading EE1 EE2 EE3 IWB1 IWB2 IWB3 IWB4 IWB5 IWB6 TL1 TL2 TL3 TL4 Keterlibatan Karyawan 0,915 0,915 0,925 0,425 0,354 0,397 0,363 0,348 0,441 0,415 0,386 0,392 0,387 Perilaku Kerja Inovatif 0,380 0,417 0,383 0,886 0,922 0,898 0,913 0,909 0,917 0,504 0,500 0,473 0,502 Kepemimpinan Transformasional 0,391 0,431 0,392 0,507 0,528 0,483 0,513 0,450 0,518 0,893 0,885 0,883 0,923 Uji Model Struktural (Inner Mode. Uji Model structural penelitian ini dilakukan dengan menguji hipotesis yang diajukan. Berikut hasil uji hipotesis: H1: terdapat hubungan yang positif antara kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja inovatif. Koefisien jalur antara kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja inovatif adalah sebesar 0,451, nilai T-Statistik 4,573 > 1,96, dan P-Value 0,000 < 0,05. Maka H1 diterima, yang berarti bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif. H2: terdapat hubungan yang positif antara kepemimpinan transformasional dan keterlibatan Koefisien jalur antara kepemimpinan transformasional dan keterlibatan karyawan adalah sebesar 0,441, nilai T-statistik 4,334 > 1,96, dan P-Value 0,000 < 0,05. Maka H2 diterima, yang berarti bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan karyawan. H3: terdapat hubungan yang positif antara keterlibatan karyawan dan perilaku kerja inovatif. Koefisien jalur antara keterlibatan karyawan dan perilaku kerja inovatif adalah sebesar 0,230, nilai T-Stastistik 2,539 > 1,96, dan P-Value 0,011 < 0,05. Maka H3 diterima, yang berarti bahwa keterlibatan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif. H4: keterlibatan karyawan memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja inovatif. Koefisien jalur antara kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja inovatif melalui keterlibatan karyawan adalah sebesar 0,102, nilai Tstatistik 2,153 > 1,96, dan P-Value 0,032 < 0,05. Maka H4 diterima, yang berarti bahwa keterlibatan karyawan memediasi secara positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja inovatif. Kepemimpinan transformasional dan Perilaku kerja inovatif Hasil analisis pada model SEM memperlihatkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional terhadap perilaku kerja inovatif yang terlihat dari koefisien pengaruh sebesar 0,451, nilai T-Statistik 4,573 > 1,96, dan P-Value 0,000 < 0,05. Artinya semakin baik kepemimpinan transformasional akan semakin baik pula perilaku kerja inovatif. Hasil ini sejalan dengan penelitian dari Amankwaa et al. dan Afsar et al. Kepemimpinan transformasional dan Keterlibatan karyawan Hasil analisis pada model SEM memperlihatkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional terhadap keterlibatan karyawan yang The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 88 Ae 94 Tamengkel. | Pengaruh KepemimpinanA terlihat dari koefisien pengaruh sebesar 0,441, nilai T-statistik 4,334 > 1,96, dan P-Value 0,000 < 0,05. Artinya semakin baik kepemimpinan transformasional akan semakin baik pula keterlibatan karyawan. Hasil ini sejalan dengan penelitian dari Pham-Thai et al. Keterlibatan karyawan dan Perilaku kerja inovatif Hasil analisis pada model SEM memperlihatkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara keterlibatan karyawan terhadap perilaku kerja inovatif yang terlihat dari koefisien pengaruh sebesar 0,230, nilai T-Stastistik 2,539 > 1,96, dan P-Value 0,011 < 0,05. Artinya semakin kuat keterlibatan karyawan akan semakin baik perilaku kerja Hasil ini sejalan dengan penelitian dari De Spiegelaere et al. dan De Spiegelaere et al. Kepemimpinan transformasional. Keterlibatan karyawan dan Perilaku kerja Hasil analisis pada model SEM memperlihatkan bahwa keterlibatan karyawan memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional terhadap perilaku kerja inovatif yang terlihat dari koefisien pengaruh sebesar 0,102, nilai T-statistik 2,153 > 1,96, dan P-Value 0,032 < 0,05. Artinya ada peran mediasi keterlibatan karyawan terhadap hubungan antara kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan perilaku kerja Hasil ini sejalan dengan teori dari De Spiegelaere et al. KESIMPULAN Berdasarkan kajian dengan menggunakan alat analisis structural equation model terhadap model penelitian yang diajukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif karyawan Hotel di Kota Manado. Artinya semakin baik kepemimpinan transformasional akan semakin baik pula perilaku kerja inovatif karyawan. Kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee engagement Hotel di Kota Manado. Artinya semakin baik kepemimpinan transformasional akan semakin baik pula keterlibatan karyawan. Keterlibatan Karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif karyawan Hotel di Kota Manado. Artinya semakin baik Keterlibatan Karyawan akan semakin baik perilaku kerja inovatif karyawan . nnovative work behaviou. Keterlibatan Karyawan memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja inovatif karyawan Hotel di Kota Manado. Artinya ada peran mediasi Keterlibatan Karyawan hubungan antara kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan perilaku kerja inovatif karyawan. ACKNOWLEDGMENTS The Institute for Research and Community Service (LPPM) at Sam Ratulangi University in Manado. Indonesia, assisted with this research. [Grant number: 700/UN12. 13/LT/2. DAFTAR PUSTAKA