Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PEKAMAS) P-ISSN: 2807-2871 | E-ISSN: 2807-1557 PENDAMPINGAN PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF PADA POSYANDU LANSIA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DEMENSIA DI KELURAHAN SRENGSENG SAWAH Yuyun Khairunisa1*, Antinah Latif2, Bayu Dwi Nurwicaksono 3 1Program Studi Teknologi Permainan Jurusan Desain Politeknik Negeri Media Kreatif 1Program Studi Teknologi Grafika Jurusan Teknologi Industri, Politeknik Negeri Media Kreatif Universitas Negeri Surabaya 4Program Studi Teknologi Rekayasa Multimedia, Politeknik Negeri Media Kreatif 4Program Studi Penyiaran, Jurusan Penerbitan, Politeknik Negeri Media Kreatif 3Program Studi Sarjana Terapan Desain Grafis Fakultas Vokasi, yuyunkh@polimedia.ac.id , antinahlatif@polimedia.ac.id , bayunurwicaksono@unesa.ac.id, denikuswoyo@polimedia.ac.id ,freddy@polimedia.ac.id ABSTRAK Abstrak: Tim pengabdian dosen politeknik negeri media kreatif mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan srengseng sawah dengan pendampingan penggunaaan media interaktif pada kegiatan posyandu lansia yang diadakan rutin tiap bulan. Kegiatan ini merupakan implementasi hasil inovasi dosen berupa aplikasi game digital teka-teki silang (crosswords) untuk mendukung program pemerintah berupa kemandirian kesehatan pada masyarakat lansia. Sampai saat ini belum diketemukan obat untuk penyakit penurunan fungsi kognitif Alzheimer dan demensia yang merupakan gangguan kognitif pada lansia, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan kognitif dan fisik dapat membantu mengurangi risiko dan gejala Alzheimer dan demensia. Pengguna game di Indonesia pada tahun 2022 adalah 170 juta orang atau dua pertiga penduduk Indonesia dengan pengguna baik anakanak, remaja, dewasa maupun lansia. Game dapat menjadi alat yang efektif dalam membantu latihan kognitif dan fisik dengan menstimulasi otak dan memperkuat koneksi otak, yang dapat membantu mencegah atau memperlambat perkembangan Alzheimer dan demensia. Selain itu, game cerdas juga dapat memberikan hiburan dan motivasi kepada orang tua untuk terus berlatih dan mempertahankan kesehatan otak mereka. Kegiatan pendampingan dilaksanakan melalui berbagai tahapan yaitu perisapan, sosialisasi, pendampingan dan evaluasi. Kegiatan terlaksana dengan baik dan manfaat kegiatan dirasakan oleh para peserta. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat ; Pendampingan, Lansia ;Media Interaktif. Abstract: The creative media state polytechnic lecturer service team held community service activities in srengseng sawah Village by assisting the use of interactive media in elderly posyandu activities which are held regularly every month. This activity is the implementation of the results of the lecturer's innovation in the form of a digital crossword game application to support government programs in the form of health independence in the elderly community. Until now, no cure has been found for Alzheimer's disease and dementia, which are cognitive disorders in the elderly, but several studies have shown that cognitive and physical exercise can help reduce the risk and symptoms of Alzheimer's and dementia. Game users in Indonesia in 2022 are 170 million people or two-thirds of the Indonesian population with users including children, teenagers, adults and the elderly. Games can be an effective tool in assisting cognitive and physical exercise by stimulating the brain and strengthening brain connections, which can help prevent or slow the progression of Alzheimer's and dementia. In addition, smart games can also provide entertainment and motivation to the elderly to continue practicing and maintaining their brain health. Mentoring activities are carried out through various stages, namely preparation, socialization, mentoring and evaluation. The activity was carried out well and the benefits of the activity were felt by the participants. Keywords : Community Service ; Mentoring, Elderly ; Interactive Media A. LATAR BELAKANG Demensia adalah penyakit neurodegeneratif yang paling umum terjadi pada lansia yang kini menjadi perhatian global. Laporan WHO tahun 2022 menyatakan bahwa demensia menjadi penyebab kematian ke tujuh di dunia. Di Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) merilis angka kenaikan hingga 87% peserta 80 81 Yuyun Khairunisa, PENDAMPINGAN PENGGUNAAN MEDIA... didiagnosis Demensia dan Alzheimer pada tahun 2022. Pada 2019, peserta BPJS yang didiagnosis Demensia dan Alzheimer sebanyak 5.583 menjadi 10.414 pada 2022. Tren kenaikan jumlah penderita demensia dan alzheimer dari tahun ke tahun di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Pada 2030 diprediksi ada 2 juta penderita demensia dan pada 2050 diperkirakan meningkat menjadi 4 juta (sumber: https://alzi.or.id/statistik-tentang-demensia/). Lansia (lanjut usia) adalah salah satu kelompok populasi yang mengalami pertumbuhan pesat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Peningkatan jumlah lansia ini menimbulkan tantangan besar dalam menyediakan layanan kesehatan yang efektif dan berkualitas. Di Indonesia, Program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk lansia. Namun, tantangan dalam pendampingan posyandu lansia seringkali mencakup keterbatasan dalam penyampaian informasi, pengelolaan data, dan partisipasi aktif dari para lansia itu sendiri. Media interaktif merupakan alat yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman dalam berbagai konteks, termasuk dalam kegiatan posyandu lansia. Media ini dapat berupa aplikasi mobile, video edukatif, atau platform digital lainnya yang dirancang untuk memberikan informasi secara menarik dan mudah dipahami. Dengan memanfaatkan media interaktif, diharapkan dapat tercipta cara-cara baru dalam menyampaikan edukasi kesehatan kepada lansia serta meningkatkan partisipasi mereka dalam program posyandu. Gambar 1 dan gambar 2 merupakahn tampilan antarmuka dan tampilan game hasil inovasi dosen yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat. Gambar 1 Halaman antarmuka game teka-teki silang 82 | JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PEKAMAS) | Vol. 4, No. 2, Januari 2024, hal.80-87 Gambar 2 Tampilan gameplay aplikasi digital memory game Posyandu Lansia (Pos Pelayanan Terpadu Lansia) di Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan lansia. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala satu bulan sekali dan melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga medis, relawan, dan masyarakat sekitar. Kegiatan Posyandu Lansia biasanya meliputi beberapa aspek berikut: 1. Pemeriksaan Kesehatan rutin dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan berat badan. Ini membantu memantau kondisi kesehatan lansia secara berkala. 2. Memberikan vaksinasi yang diperlukan untuk lansia, seperti vaksin influenza, pneumonia, dan hepatitis. 3. Penyuluhan dan edukasi seputar kesehatan lansia. Kegiatan ini menyediakan informasi tentang pola makan sehat, aktivitas fisik, dan perawatan kesehatan yang sesuai dengan usia. Penyuluhan ini bisa mencakup cara mengelola penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi. 4. Pelayanan kesehatan dasar yaitu dengan memberikan layanan kesehatan dasar seperti pengobatan ringan dan perawatan luka. 5. Bantuan sosial dan pemberdayaan dengan memberikan bantuan sosial atau dukungan seperti program bantuan pangan, bantuan keuangan, atau layanan lain yang dapat membantu lansia dalam keseharian mereka. 6. Kegiatan konseling lansia dengan memberikan dukungan dan informasi kepada keluarga tentang cara merawat lansia dengan baik, termasuk aspek psikologis dan fisik. Adapun tujuan kegiatan pengabdian dosen ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman lansia dalam menggunakan media interaktif di Posyandu Lansia sebagai strategi pencegahan demensia di Kelurahan Srengseng Sawah. dengan memberikan pelatihan dan pendampingan dalam penggunaan teknologi seperti aplikasi kognitif, permainan otak, dan alat digital lainnya, diharapkan lansia dapat merangsang dan mempertahankan fungsi kognitif mereka. 83 Yuyun Khairunisa, PENDAMPINGAN PENGGUNAAN MEDIA... Pendekatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan seharihari lansia, yang tidak hanya membantu mencegah penurunan fungsi mental, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran di kalangan anggota keluarga dan petugas Posyandu tentang pentingnya penggunaan media interaktif sebagai alat pencegahan demensia. Dengan melibatkan komunitas dan menyediakan pelatihan untuk menggunakan teknologi secara efektif, diharapkan akan tercipta lingkungan yang mendukung dan inklusif bagi lansia, serta memperkuat jaringan dukungan sosial mereka. Melalui pendekatan ini, diharapkan ada peningkatan dalam interaksi sosial, stimulasi mental, dan kualitas hidup lansia, serta pembentukan model yang dapat direplikasi di wilayah lain. B. METODE PELAKSANAAN Fokus pengabdian ini adalah di bidang kemandirian kesehatan, yaitu upaya pemberdayaan komunitas lansia bebas demensia di wilayah Jabodetabek. Hal itu menjadi konsentrasi tim pengabdian masyarakat karena beberapa hasil studi menyatakan bahwa masyarakat lansia di Indonesia menunjukkan pengetahuan yang rendah tentang demensia (Hidayah, 2022). Sebab itu diperlukan intervensi pencegahan demensia melalui penyuluhan dan pemberdayaan komunitas (Sharp, 2011). Intervensi berupa terapi kognitif dengan pemanfaatan hibrida media adalah cara yang efektif untuk melatih cara berpikir (fungsi) kognitif dan cara bertindak (perilaku) pada orang lanjut usia. Psikoterapi dengan menggunakan gabungan dua media (konvensional dan digital) secara interaktif itu dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif. Penelitian yang melibatkan 4.885 orang berusia 50 tahun ke atas hasilnya menunjukkan bahwa bermain game pintar dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada lansia dalam jangka panjang (Surr, 2017). Penelitian selanjutnya yang melibatkan 63 lansia depresi hasilnya menunjukkan bahwa bermain game pintar dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan suasana hati (mood) pada lansia serta mencegah demensia (4). Permainan yang digunakan untuk melatih fungsi kognitif penderita demensia ialah teka-teki silang (TTS) (5). Game TTS untuk mencegah demensia yang dikembangkan dalam bentuk prototipe dengan pengujian alpha menunjukkan hasil bahwa semua fitur utama dapat dijalankan dengan baik (6). Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema pendampingan penggunaan media interaktif pada posyandu lansia sebagai upaya pencegahan demensia di kelurahan srengseng sawah dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu sebagai berikut : 1. Tahapan Persiapan Tahapan persiapan dilakukan dengan menganalisis kebutuhan mitra. mitra dalam hal ini adalah kelompok posyandu lansia yang dikelola kelurahan srengseng sawah, jagakarsa, jakarta selatan. Posyandu lansia di kelurahan srengseng sawah, jagakarsa, jakarta selatan, adalah unit pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan lansia. Posyandu lansia dilaksanakan secara rutin satu bulan sekali dengan agenda pemeriksaan kesehatan rutin dan kegiatan lainnya seperti penyuluhan dan aktivitas bersama. Persiapan dilakukan dengan wawancara kepada kader yang mengelola kegiatan posyandu dan posbindu. 84 | JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PEKAMAS) | Vol. 4, No. 2, Januari 2024, hal.80-87 2. Tahapan Sosialisasi Tahapan sosialisai dilaksanakan di kelurahan srengseng sawah dengan mengundang kader posyandu dan posbindu dari seluruh RT dan RW. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan informasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan pendampingan, manfaat, tujuan serta bagaimana pelaksanaan yang dilakukan. Termasuk mensosialisasikan penerapan hasil iptek Dosen pada kegiatan posyandu lansia guna melakukan pencegahan terhadap demensia. 3. Tahapan Pelaksanaan Tahapan pelaksaanan pendampingan rencananya dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan rutin posyandu lansia. Kegiatan rutin diadakan satu bulan sekali sesuai jadwal yang tertera pada tabel 1. Selain pendampingan terdapat juga narasumber penyuluhan yaitu Ibu Yuanita selaku Direktur Akademi Keperawatan Pasar Rebo, yang memberikan penyuluhan tentang pentingnya melakukan pencegahan demensia dan penerapan pola hidup sehat. 4. Tahapan Evaluasi Evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat melibatkan serangkaian langkah sistematis untuk menilai efektivitas dan dampak dari program yang dilaksanakan. Proses ini dimulai dengan perencanaan yang mencakup penetapan tujuan evaluasi serta kriteria dan indikator yang relevan. Selanjutnya, data dikumpulkan melalui metode yang sesuai seperti survei atau wawancara, kemudian dianalisis untuk memahami pencapaian tujuan dan dampak dari kegiatan. Hasil evaluasi disusun dalam laporan yang menyajikan temuan utama dan rekomendasi, yang kemudian dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan. Tindak lanjut dilakukan dengan mengimplementasikan rekomendasi dan memantau perbaikan, sementara refleksi dan pembelajaran dari evaluasi tersebut membantu dalam perencanaan kegiatan pengabdian di masa depan. C. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema pendampingan penggunaan media interaktif pada posyandu lansia sebagai upaya pencegahan demensia di kelurahan srengseng sawah dalam setiap tahapannya adalah sebagai berikut : 1. Tahapan Persiapan Tahapan persiapan dilakukan dengan menganalisis kebutuhan mitra. mitra dalam hal ini adalah kelompok posyandu lansia yang dikelola kelurahan srengseng sawah, jagakarsa, jakarta selatan. Posyandu lansia di kelurahan srengseng sawah, jagakarsa, jakarta selatan, adalah unit pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan lansia. Posyandu lansia dilaksanakan secara rutin satu bulan sekali dengan agenda pemeriksaan kesehatan rutin dan kegiatan lainnya seperti penyuluhan dan aktivitas bersama. Persiapan dilakukan dengan wawancara kepada kader yang mengelola kegiatan posyandu dan posbindu. Jadwal kegiatan posyandu lansis tertera pada tabel 1 berikut. Tabel 1 Jadwal posyandu lansia kelurahan srengseng sawah N O 1 HARI TANGGA L POSYANDU LANSIA Bacang 1 RW JML BALITA JML POS JML PMT 02 35 5 160 85 Yuyun Khairunisa, PENDAMPINGAN PENGGUNAAN MEDIA... 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Bacang 2 Bacang 3 Senin 6 Mei 2024 Dahlia Nusa Indah Afiat Rabu 8 Indonesia Maju Mei 2024 Matahari X Pelangi Senin 13 Matahari XIII Mei 2024 Segar 3 Matahari VIII Rambutan Rabu 15 Matahari XII Mei 2024 Manggis Segar 2 Sirsak Jumat 17 Kumbang Jaya Mei 2024 Seroja Sakura Delima 2 Senin 20 Melati Mei 2024 Menteng Delima 1 Rabu 22 Segar 1 Mei 2024 Raflesia Bungur Permata Senin 27 Matahari Mei 2024 Semangka JUMLAH 02 02 02 10 03 05 09 05 07 07 17 01 06 06 07 12 14 18 19 03 04 17 03 07 08 13 09 15 16 35 35 30 25 70 40 65 40 30 40 20 40 49 35 30 30 25 40 40 65 58 20 50 30 40 25 40 58 60 1200 3 175 4 130 4 154 4 135 3 143 4 145 3 158 30 1200 2. Tahapan Sosialisasi Tahapan sosialisai dilaksanakan di kelurahan srengseng sawah dengan mengundang kader posyandu dan posbindu dari seluruh RT dan RW. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan informasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan pendampingan, manfaat, tujuan serta bagaimana pelaksanaan yang dilakukan. Termasuk mensosialisasikan penerapan hasil iptek Dosen pada kegiatan posyandu lansia guna melakukan pencegahan terhadap demensia. Sosialisasi dilaksanakan di aula srengseng sawah dan dokumentasi tertera pada gambar 1a dan 1b. 86 | JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PEKAMAS) | Vol. 4, No. 2, Januari 2024, hal.80-87 Gambar 3a dan 3b Dokumentasi pelaksanaan sosialisasi Dari kegiatan sosialisasi diketahui bahwa kader posyandu lansia antusias untuk menyambut kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Kegiatan cukup bermanfaat untuk menambah motivasi peserta dalam menjaga kesehatan fisik dan otak. 3. Tahapan Pelaksanaan Tahapan pelaksaanan pendampingan dilakukan pada tanggal 26 Juni 2024 di salah satu posyandu lansia di kelurahan srengseng sawah. Peserta kegiatan adalah masyarakat kelompok lansia yaitu pada rentang usia diatas 60 tahun. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan senam sehat, penyuluhan dan pemanfaatan media interaktif sebagai terapi pencegahan lansia. Dokumentasi kegiatan pendampingan tertera pada gambar 4. Gambar 4 Kegiatan pendampingan masyarakat posyandu lansia 87 Yuyun Khairunisa, PENDAMPINGAN PENGGUNAAN MEDIA... 4. Tahapan Evaluasi Tahapan evaluasi kegiatan pendampingan penggunaan media interaktif pada posyandu lansia sebagai upaya pencegahan demensia di kelurahan srengseng sawah dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada peserta kegiatan berjumlah 34 peserta. Hasil tanggapan peserta adalah kegiatan ini bermanfaat dan harapannya bisa dilakukan juga pada posyandu di RW lainnya. Namun peserta belum familiar dengan penggunaan game berbasis digital sehingga sangat disarankan menggunakan game berbasis konvensional sebagai media terapi lainnya. D. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema pendampingan penggunaan media interaktif pada posyandu lansia sebagai upaya pencegahan demensia di kelurahan srengseng sawah merupakan implementasi hasil inovasi instruktur berupa aplikasi permainan teka-teki silang digital yang mendukung program pemerintah berupa kemandirian kesehatan pada komunitas lanjut usia. Hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk penyakit Alzheimer dan demensia, yang merupakan gangguan kognitif pada lansia. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kognitif dan fisik dapat membantu mengurangi risiko dan gejala penyakit Alzheimer dan demensia. Pada tahun 2022, 170 juta orang, atau dua pertiga penduduk Indonesia, akan bermain game, termasuk anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia. Permainan merupakan cara efektif untuk merangsang otak dan mendukung aktivitas kognitif dan fisik dengan memperkuat koneksi otak, yang dapat membantu mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer dan demensia. Selain itu, permainan pintar juga dapat memberikan hiburan dan motivasi bagi orang tua untuk terus berlatih dan menjaga kesehatan otak. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan tahapan yang berbeda-beda: persiapan, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan berhasil dilaksanakan dan peserta merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. UCAPAN TERIMA KASIH Tim penulis mengucapkan terima kasih kepada Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF yang telah mendanai kegiatan pengabdian ini sehingga terlaksana dengan baik. DAFTAR RUJUKAN Hidayah N, Rahmatika A. Sidemen : Pemberdayaan Kader Posyandu Lansia Dalam Pencegahan Demensia. Pros Semin Nas Progr Pengabdi Masy. 2022;1013–9. Sharp ES, Gatz M. Relationship between education and dementia: An updated systematic review. Alzheimer Dis Assoc Disord. 2011;25(4):289–304. Surr CA, Gates C, Irving D, Oyebode J, Smith SJ, Parveen S, et al. Effective Dementia Education and Training for the Health and Social Care Workforce: A Systematic Review of the Literature. Rev Educ Res. 2017;87(5):966–1002. Widyantoro W, Widhiastuti R, Atlantika AP. Hubungan Antara Demensia Dengan Activity of Daily Living (Adl) Pada Lanjut Usia. Indones J Heal Sci. 2021;5(2):77– 85. Given, Barbara K. (2013) Brain Based Teaching. Bandung: Penerbit Mizan Kaifa. Khairunisa, Yuyun., dkk. (2024) Artificial Intellegence (AI) Based Game Development “Memory Game” for Training Functions Alzheimer and Dementia Cognitive. Procedings JICOMS (Jakarta International Conference on Multidisiplinary Studies towards Creative Industries, 2024: 198—211.