Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Peningkatan efektifitas belajar permainan bolavoli dengan menggunakan modifikasi bola mini bagi siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Sumberharjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Semester II tahun pelajaran 2022/2023 Rudi Ruhardi a,1,*. Ardhian Tomy Kurniawan b,2. Witri Suwanto c,3. Sayid Fariz Bin Seh Abubakar Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan. Jl. Gajah Mada No. 20 Baleharjo. Pacitan 63511. Indonesia Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jl. Yani Pabelan. Kartasura. Sukoharjo 57162. Indonesia Universitas Tanjungpura. Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi. Pontianak. Kalimantan Barat 78124. Indonesia Universitas Muhammadiyah Semarang. Jl. Kedungmundu No. 18 Tembalang. Semarang 50273. Indonesia rudiruhardi@isimupacitan. 2 atk317@ums. id, 3 witri. suwanto@fkip. id, 4 sayidfarizbsa@unimus. * corresponding author INFO ARTIKEL Riwayat Artikel Received: 19 Maret 2023 Revised: 25 Mei 2023 Accepted: 1 Juli 2023 Kata Kunci Efektivitas belajar Bolavoli Sekolah Dasar PTK ABSTRAK Penelitian ini berupa penelitian lapangan di bidang pendidikan khususnya bidang pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada siswa SD Negeri Sumberharjo Kabupaten Pacitan. Spesifikasi permasalahan adalah upaya peningkatan prestasi bolavoli pada kelas V SD Negeri Sumberharjo Kabupaten Pacitan tahun pelajaran 2022/2023 sebanyak 14 siswa. Pengambilan data dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran dengan prosedur setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, tes permainan bolavoli dan refleksi. Tindakan dalam penelitian ini adalah memberikan keterampilan permainan bolavoli pada kelas V SD Negeri Sumberharjo Kabupaten Pacitan. Data yang diambil penilaian permainan bolavoli mengunakan modifikasi bola mini bagi kelas V SD Negeri Sumberharjo Kabupaten Pacitan selama KBM berlangsung. Data hasil penelitian siswa diambil selanjutnya diolah dengan persentase dan didiskripsikan, sehingga memberikan gambaran yang nyata mengenai proses pembelajaran yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan bolavoli menggunakan media modifikasi bola mini bagi siswa kelas V SD Negeri Sumberharjo Kabupaten Pacitan ada kemajuan yang signifikan. Adapun saran yang diajukan adalah guru mata pelajaran penjasorkes yaitu harus mampu menggunakan media pembelajaran lain pada materi bolavoli, sehingga dapat berkolaborasi dalam KBM, dan penggunaan media pembelajaran yang tepat siswa akan lebih senang dan berkesan. This is an open access article under the CCAeBY-SA license. Sitasi Artikel: Ruhardi. Kurniawan. Suwanto. , & Abubakar. Peningkatan efektifitas belajar permainan bolavoli dengan menggunakan modifikasi bola mini bagi siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Sumberharjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Semester II tahun pelajaran 2022/2023. Journal of basic learning and Thematic, 1. , 55-61. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Pendahuluan Permainan bola voli sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Permainan bola voli dijadikan suatu kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pendidikan yang dilakukan di sekolahan dan di masyarakat pada umumnya. Sarana prasarana merupakan salah satu tujuan bagian yang strategis dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan kata lain, lengkap dan tidak lengkapnya sarana prasarana pembelajaran turut mempengaruhi maksimal dan tidak maksimalnya ketercapaian tujuan pembelajaran Demikian pula yang terjadi pada pembelajaran bola voli di SD Negeri Sumberharjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan. Kondisi siswa sangat nyata disekolah bahwa keberanian siswa dalam permaian bola voli yang menggunakan bola besar tidak diminati oleh anak-anak sehingga menjadikan tidak efektif dan akibatnya bahwa target kurikulum menjadi rendah. Oleh karena itu perlu sebuah pemecahan masalah yang sederhana dan bisa dilakukan oleh guru, melihat permasalahan diatas maka satu pemikiran yang muncul adalah bahwa perlu adanya sebuah media alternatif modifikatif untuk mengganti bola voli ukuran besar. Media alternatif modifikatif tersebut harus bersifat bisa mewakili karakteristik bola voli, lebih ringan dan mudah dipraktekkan oleh siswa. Dan beberapa kriteria media alternatif modifikatif untuk mengganti bola voli tersebut nampakknya bola mini, bisa dijadikan media alternatif modifikatif untuk mengganti bola voli yang sesungguhnya, dari segi bentuk jelas ada kemiripan dengan bola yang asli, dari segi ketersediaan dan harga bola mini lebih ringan dan murah harganya. Dari permasalahan tersebut diatas maka penulis menentukan judul Penelitian Tindakan Kelas ini AuPeningkatan Efektivitas Belajar Permainan Bolavoli dengan Menggunakan Modifikasi Bola Mini bagi Siswa Kelas V SD Negeri Sumberharjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Semester II tahun pelajaran 2022/2023Ay. Disekolah permainan bola voli dijadikan sesuatu untuk mencapai tujuan pendidikan, dan dapat dilakukan sebagai suatu kegiatan pendidikan yang dilakukan diwaktu senggang. Sudah barang tentu sebagai orang yang akan menularkan pengetahuannya kepada orang lain terutama pada anak didik kita harus mengerti prinsip-prinsip cabang olah raga yang diajarkan kepada siswa, yaitu prinsipprinsip permaianan bola voli. Selanjutnya sebagai pengetahuan yang harus dimiliki oleh guru, setelah mengerti prinsip-prinsip permainan bola voli, yaitu kita harus tahu bahwa bagi anak-anak Sekolah Dasar yang mempelajari sesuatu yang baru harus diperkenalkan lebih dulu permainan bola voli secara umum dan mengenal secara sederhana apa-apa yang terdapat didalam permaian bola voli. Hal-hal yang terdapat pada permaian bola voli, secara garis besar adalah terdiri dari fasilitas, perlengkapan, alat-alat maupun peraturan. Namun demikian sesuai dengan kebutuhan anak-anak Sekolah Dasar yang baru mulai belajar, tentunya pengenalan secara sederhana, artinya belum perlu fasilitas, perlengkapan, alat-alat maupun peraturan diperkenalkan seluruhnya. Dari latar belakang permasalahan diatas ditemui beberapa masalah dalam pembelajaran permainan bola voli diantaranya siswa sering melakukan passing bawah sehingga bola lari tidak sesuai dengan yang dikehendaki, dan siswa melakukan passing bawah dengan gerakan tangan yang salah. Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan judul AuPeningkatan Efektifitas Belajar Permainan Bola Voli Dengan Menggunakan Modifikasi Bola Mini Bagi Siswa Kelas V SD Negeri Sumberharjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Semester II Tahun Pelajaran 2022/2023Ao ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri Sumberharjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Sumberharjo Kabupaten Pacitan dengan jumlah siswa putri 8 orang dan siswa putra 6 orang, jadi jumlah total 14 orang siswa. Penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengukur sejauh mana efektifitas belajar permainan bola voli dengan menggunakan media modifikasi bola voli mini. Indikator dan efektivitas belajar adalah meningkatkan hasil belajar siswa dengan kata lain bahwa untuk melihat efektif tidaknya sebuah proses pembelajaran bisa dilihat dari pencapaian hasil pembelajarannya. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Prosedur atau langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini dilaksanakan dalam kegiatan yang berbentuk siklus penelitian. Setiap siklus penelitian terdiri dari empat kegiatan pokok Ruhardi et. al (Peningkatan efektifitas belajar pernainan bolavol. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. yaitu perencanaan, tindakan pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil dan Pembahasan Deskripsi Awal Siswa dalam melakukan gerakan pasing bawah belum baik dan benar. Siklus I Siswa berpasangan saling berhadapan melakukan lempar tangkap bola mini dengan arah bola melambung dan dilanjutkan bola dilambungkan sendiri keatas kemudian dilakukan gerakan pasing bawah. Siklus II Siswa melakukan gerakan pasing atas dengan lambungan teman secara bergantian. Siswa melakukan pasing atas dengan lambungan sendiri. Pembahasan Setelah melakukan dan menyelesaikan 2 siklus penelitian, peneliti bersama rekan guru yang bertindak sebagai kolaborator yang melakukan pengamatan, melakukan diskusi dan refleksi, maka didapat hasil seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil tiap aspek pada tindakan Aspek Penelitian Aktivitas siswa dalam belajar permainan bola mini Aktivitas guru dalam mengajar permainan bola Siklus Penelitian Tindakan Perlu ditingkatkan dengan berbagai formasi dan permainan Perlu ditingkatkan dengan melihat RPP Hasil belajar siswa pasing bawah Pasing atasSmashh Perlu ditingkatkan kembali terutama putri yang harus mendapat perhatian lebih, terutama pada aspek cara pasing atas porsi mengulang di tambah terutama untuk putri Hasil tiap aspek pada tindakan Aktivitas siswa dalam belajar permainan bola voli mini 80 % Aktivitas guru dalam mengajar permainan bola voli mini 100 % Hasil belajar siswa pasing atas untuk Pa 100 % ada peningkatan, bagi yang belum bisa menuntaskan belajar di remidial. Respon siswa terhadap proses belajar permainan bola voli mini. Aktivitas Siswa Dalam Belajar Permainan Bola Voli Mini Berdasarkan hasil observasi, aktivitas siswa pada siklus penelitian dengan 2 siklus penelitian pada proses pembelajaran permainan bola voli mini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa dari siklus pertama sampai siklus kedua seperti terlihat pada tabel 2. Ruhardi et. al (Peningkatan efektifitas belajar pernainan bolavol. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Tabel 2. Hasil tiap aspek selama 2 siklus Aspek Hasil tiap aspek selama 2 siklus Siklus Peningkatan 70%, 80% 95%, 100% 95%, 100% 70%, 80 % Aktivitas siswa dalam belajar permainan bola voli mini Aktivitas guru dalam mengajar permainan bola voli mini Hasil belajar siswa awalan Pa Hasil belajar siswa awalan Pi Respon siswa terhadap proses belajar permainan bola voli 85%, 85 % Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa pada dua siklus penelitian pada pembelajaran permainan bola voli mini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa dari siklus pertama sampai siklus kedua seperti terlihat pada Tabel 3. Tabel 3. Aktivitas siswa Nomor Siklus Penelitian Pertama Kedua Rata Ae rata Tindakan Aktivitas Dari Tabel 3 diatas, terlihat siklus pertama aktivitas siswa mencapai 70%, kemudian pada siklus kedua mencapai 80% ini berarti ada peningkatan 10% setelah adanya treatment atau perbaikan pada siklus kedua, sehingga rata-rata keaktifan siswa selama dua siklus adalah 75%. Mengacu pada Indikator Keaktifan Siswa pada Tabel 2 kisaran angka 75% memiliki kriteria aktif. Dengan kata lain, siswa selama mengikuti pembelajaran permainan bola boli dengan media modifikasi bola mini bergerak aktif baik saat mendapat tugas dari guru atau pun inisiatif guru. Aktifitas Guru dalam Mengajar Permainan Bola Voli Mini Tabel 4. Aktivitas Guru Nomor Siklus Penelitian Pertama Kedua Rata Ae rata Tindakan Aktivitas 97,5 % Berdasarkan pengamatan oleh rekan guru aktivitas guru dalam mengajar permainan bola voli dengan modifikasi bola mini mengalami kenaikan aktivitas. Pada Tabel 4 nampak bahwa aktivitas mengajar guru pada siklus pertama mencapai tingkat pencapaian 95%, sedangkan pada siklus kedua setelah melakukan treatment pada proses pembelajaran, aktivitas guru mencapai 100%. Ini berarti ada kenaikan aktivitas guru sebesar 5%, sehingga rata-rata aktivitas guru pada dua siklus mencapai 97,5%. Mengacu pada Indikator Aktivitas Guru pada Tabel 3, besaran angka 97,5% termasuk kriteria sangat aktif. Ini artinya guru dalam dalam mengajar betul-betul sesuai dengan skenario pembelajaran atau RPP. Ruhardi et. al (Peningkatan efektifitas belajar pernainan bolavol. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Hasil Belajar Tabel 5. Hasil Belajar Siswa Siklus Penelitian Aspek Pasing bawah Pertama Pasing atas Smashh Pasing bawah Kedua Pasing atas Smashh Jenis Kelamin Ketuntasan Belajar Berdasarkan hasil tes praktik yang dilakukan kepada siswa, dari pasing bawah, pasing atas. Smash pada akhir siklus ternyata mendapat kenaikan. Dari Tabel 5 terlihat bahwa untuk siklus pertama hasil tes praktek pasing bawah putra mencapai 95%, dan putri 70%. Ini artinya, ada sebanyak 7 siswa yang mampu menuntaskan pembelajaran dari 8 siswa dan ada 5 orang siswa putra yang menuntaskan pembelajaran dari 6 siswa. Aspek pasing bawah pada siklus pertama mencapai 95% putra dan 70% untuk putri sedangkan pada siklus kedua putra mencapai 100% dan putri 80%, ada kenaikan 5% untuk putra dan ada kenaikan 20% untuk putri dan rata-rata ketuntasan belajar untuk pasing bawah mencapai 97,5%. Mengacu pada indikator hasil belajar siswa pada Tabel 1 persentase tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran permainan bola voli menggunakan medi modifikasi bola mini berkategori sangat efektif untuk putra dan efektif untuk putri Aspek pasing bawah siklus pertama mencapai 80% putra dan 60% untuk putri sedangkan pada siklus kedua putra 90% dan putri 80%. Ada kenaikan 10% untuk putra dan ada kenaikan 15% untuk putri, dan rata-rata ketuntasan belajar untuk aspek pasing bawah 85% putra 72,5% putri. Mengacu pada indikator hasil belajar siswa pada tabel 1, persentase tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran pasing atas dan pasing bawah dengan menggunakan media modifikasi bola mini, berkategori sangant efektif untuk putra dan efektif untuk putri. Respon Siswa terhadap Pembelajaran Berdasarkan angket respon, yang disebarkan pada siswa setelah selesai pelaksanaan pembelajaran siklus kedua, dapat dinyatakan bahwa pada umumnya siswa kelas V bersikap positif terhadap proses pembelajaran permainan bola voli dengan media modifikasi bola mini, seperti terlihat pada Tabel 6. Tabel 6. Respon (Tingkat Kepuasan Belaja. Siswa Pertanyaan Selama mengikuti permainan bola voli dengan menggunakan media modifikasi bola mini, bagaimana perasaanmu? Bagaimana penggunaan bola mini sebagai pengganti bola voli? Jawaban Senang = 85% Biasa-biasa saja = 10% Tidak senang = 5% Menyusahkan belajar = 5% Biasa-biasa saja = 10% Memudahkan belajar = 85% Ruhardi et. al (Peningkatan efektifitas belajar pernainan bolavol. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Sampaikan pendapat atau harapanmu tentang media bola mini sebagai pengganti bola voli Bagaimana pendapatmu tentang perintah atau tugas selama proses pembelajaran Bisa diteruskan, dengan alasan . Memudahkan belajar = 80% Selama belum ada bola voli yang sesungguhnya = 10% Jangan diteruskan, dengan alasan . = 10% Menyusahkan belajar = 2% Segera harus diganti = 8% Mudah = 80% Biasa-biasa saja = 10% Susah = 10% Dari Tabel 6 dapat dinyatakan bahwa siswa yang merasa senang dengan pembelajaran permainan bola voli dengan menggunakan media modifikasi bola mini 85%, sedangkan yang menyatakan biasabiasa saja 10%, dan yang merasa tidak senang 5%. Kondisi ini berarti bahwa sebagian besar siswa menikmati proses pembelajaran permainan bola voli dengan media modifikasi bola mini. Dalam kaitannya fungsi bola mini sebagai pengganti bola voli sesungguhnya ditanggapi positif oleh siswa, dengan pernyataan sebanyak 85% menyatakan bola mini memudahkan dalam pembelajaran permainan bola voli sebanyak 10% menyatakan biasa-biasa saja, dan hanya sebesar 5% yang merasa Ketika dimintai tanggapan tentang kelanjutan pembelajaran permainan bola voli dengan menggunakan mdeia modifikasi bola mini, sebagai besar siswa menyatakan bisa dilanjutkan 90% dengan alasan memudahkan belajar 80%. Lalu terkait dengan perintah dan tugas-tugas selama proses pembelajaran berlangsung, tanggapannya juga sebagian besar positif yaitu 80% menyatakan mudah, 10% menyatakan biasabiasa saja, dan yang menyatakan susah hanya sebesar 10%. Mengacu pada Indikator Respon (Tingkat Kepuasan Belaja. Siswa, maka rata-rata tingkat respon siswa 85%, mempunyai kriteria sangat puas. Kriteria ini menggambarkan bahwa siswa betul-betul merasa senang dan sangat menikmati Kesimpulan dan Saran Penelitian Tindakan Kelas dengan judul AuPeningkatan Efektivitas Belajar Permainan Bolavoli Dengan Menggunakan Modifikasi Bolamini Bagi Siswa Kelas V SD Negeri Sumberharjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Semester II Tahun Pelajaran 2022/2023Ay menghasilkan Kesimpulan sebagai berikut: Pertama, aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran bola voli dengan menggunakan media modifikasi bola mini di kategorikan aktif. Dan setelah dilakukan siklus kedua aktivitas siswa mengalami peningkatan rata-rata sebesar 75%. Kalau mengacu pada Indikator Keaktifan Siswa maka besaran keaktifan sebesar 75% termasuk kriteria aktif. Kedua, bahwa aktivitas mengajar guru pada siklus pertama mencapai tingkat pencapaian 95%, sedangkan pada siklus kedua setelah melakukan treatment pada proses pembelajaran, aktivitas guru mencapai 100%. Ini berarti ada kenaikan aktivitas guru sebesar 5%, sehingga rata-rata aktivitas guru pada dua siklus mencapai 97,5% Mengacu pada Indikator Aktivitas Guru, besaran angka 97,5% termasuk kriteria Sangat Aktif. Ketiga rata-rata Ketuntasa Belajar untuk aspek pasing atas mencapai 97,5% putra dan putri 75%. Mengacu pada Indikator Hasil Belajar Siswa Tabel 1, persentase tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran pasing bawah pada permainan bola voli dengan media pembelajaran bola mini, berkategori sangat efektif untuk putra dan efektif untuk putri. Rata-rata ketuntasan belajar untuk aspek pasing bawah 85% putra dan putri mencapai 72,5%. Mengacu pada Ruhardi et. al (Peningkatan efektifitas belajar pernainan bolavol. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Indikator hasil belajar siswa pada Tabel 1, persentase tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran permainan bola voli dengan media modifikasi bola mini, berkategori sangat efektif untuk putra dan efektif untuk putri. Keempat, respon siswa mengacu pada indikator respon siswa, maka rata-rata tingkat respon siswa 85% mempunyai kriteria sangat puas. DAFTAR PUSTAKA