JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Optimalisasi Teknologi Digital dalam Pendidikan. Kesehatan Masyarakat Terhadap Pengembangan SDM Melalui Kinerja UMKM OVOP Siti Yulia Salsa Fahrani1*. Sri Wahyuningsih2. Atikah Elnisa Fikri3 . Sinta Istamarina4. Nur Anisa5 1,2,3,4,5 Universitas Pelita Bangsa *E-mail: salsa. fahrani09@mhs. Abstrak Penggunaan teknologi digital dalam pendidikan dan kesadaran kesehatan masyarakat memainkan peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kinerja Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam skema One Village One Product (OVOP). Penelitian ini dilakukan di Desa Sukadami. Kecamatan Cikarang Selatan, dengan tujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan teknologi pendidikan digital serta kesadaran kesehatan masyarakat terhadap produktivitas SDM dan kinerja UMKM. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan tiga divisi utama yang berfokus pada peningkatan keterampilan teknologi, kesadaran kesehatan, dan kinerja UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan teknologi di SMAN 2 Cikarang Selatan, pelayanan kesehatan gratis, serta inovasi kemasan produk UMKM berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat, kesadaran kesehatan, dan daya saing produk lokal. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk memperbaiki kinerja UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi teknologi digital dan peningkatan kesadaran kesehatan. Kata kunci: Kesadaran Kesehatan. Pendidikan. SDM. Teknologi Digital. UMKM OVOP Abstract The use of digital technology in education and public health awareness plays an important role in the development of human resources (HR) and the improvement of the performance of Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. , especially in the One Village One Product (OVOP) This research was conducted in Sukadami Village. South Cikarang District, with the aim of evaluating the impact of the application of digital education technology and public health awareness on human resource productivity and MSME performance. Through a qualitative approach, this research involves three main divisions that focus on improving technology skills, health awareness, and MSME performance. The results of the study show that technology training at SMAN 2 Cikarang Selatan, free health services, and MSME product packaging innovations have succeeded in improving community skills, health awareness, and competitiveness of local products. This research provides strategic recommendations to improve the performance of MSMEs and improve community welfare through optimizing digital technology and increasing health awareness. Keywords: Health Awareness. Education. Human Resources. Digital Technology. OVOP MSMEs Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. PENDAHULUAN Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus utama bagi setiap negara yang ingin mencapai kemajuan di era globalisasi (Idrus et al. , 2. SDM yang berkualitas adalah kunci untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat (Sewang et , 2. Dalam konteks ini, pendidikan memainkan peran strategis dalam menciptakan SDM yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat, penguasaan teknologi, kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, dan kesiapan mental untuk menghadapi tantangan dunia kerja menjadi elemen penting yang harus dikembangkan sejak dini. Tanpa SDM yang kompeten dan berdaya saing, sulit bagi suatu negara untuk mempertahankan posisinya dalam peta ekonomi global yang dinamis (Puri, 2. Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa dunia memasuki era baru yang dikenal sebagai Society 5. 0 (Subandowo, 2. Di era ini, teknologi tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari (Fauzi et al. Teknologi modern seperti kecerdasan buatan. Internet of Things, dan big data memainkan peran penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera (Nur et al. , 2. Namun, seiring dengan manfaat yang ditawarkan. Society 5. 0 juga membawa tantangan baru, terutama dalam konteks pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda (Marlin et al. , 2. Era Society 5. 0 menandai transisi besar dalam dunia pendidikan dengan mengintegrasikan teknologi canggih dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan (Pilon et al. , 2. Berbeda dari Era Industri 4. 0 yang berfokus pada otomatisasi dan konektivitas. Society 5. 0 menekankan pada penggabungan teknologi dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup manusia secara keseluruhan (Safitri et al. , 2. Dalam konteks pendidikan, ini berarti memanfaatkan teknologi untuk menghadapi tantangan seperti akses pendidikan yang tidak merata dan ketidaksetaraan dalam kualitas pembelajaran (Jenita et , 2. Secara global. Society 5. 0 berupaya mengatasi ketidaksetaraan dalam pendidikan dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan (Anggraini et al. , 2. Implementasi AI dalam manajemen pendidikan memungkinkan pengembangan sistem pembelajaran adaptif yang menyesuaikan materi ajar dengan kebutuhan individu siswa (Sundari Elgy, 2. Hal ini mendukung pendekatan manajerial yang berfokus pada personalisasi, di mana pendidikan disesuaikan untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan dan kecepatan belajar siswa, serta mengurangi kesenjangan pendidikan (Agustina et al. , 2. Adopsi teknologi dalam pendidikan juga menghadapi berbagai tantangan, kesenjangan digital dapat memperburuk ketidakmerataan dalam akses pendidikan antara siswa dari latar belakang ekonomi yang berbeda (Najwa et al. , 2. Meskipun terdapat tantangan, potensi manfaat dari integrasi teknologi dalam pendidikan di era Society 5. 0 sangat besar, dengan pendekatan yang tepat, teknologi dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masa depan (Reza Bagus Anugerah, 2. Society 5. 0 menawarkan kesempatan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dan peluang di era digital yang terus berkembang, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan (Fricticarani et al. , 2. Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Namun, pengembangan SDM tidak hanya bergantung pada pendidikan formal atau keterampilan teknis semata, tetapi juga pada kesejahteraan fisik dan mental Masyarakat, disinilah pentignya kesadaran akan kesehatan Masyarakat (Nur et al. , 2. Masyarakat yang sehat cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik, yang tercermin dalam performa kerja yang optimal (Rifki et al. , 2. Masyarakat yang memahami pentingnya kesehatan akan cenderung lebih proaktif dalam menjaga kesehatannya, baik secara individu maupun kolektif. Mereka akan lebih terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung kesehatan, seperti olahraga bersama, penyuluhan kesehatan, dan pemeriksaan kesehatan rutin (Prabowo et al. , 2. Ini tidak hanya meningkatkan kesehatan individu, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif, dalam konteks pengembangan SDM, kesadaran kesehatan yang tinggi akan mendorong terciptanya tenaga kerja yang lebih efisien dan siap menghadapi tekanan kerja, yang sangat penting dalam sektor-sektor yang menuntut performa tinggi (Weraman et al. , 2. Tantangan kesehatan di Indonesia salah satunya adalah terkait dengan Penyakit Tidak Menular (PTM). Angka PTM sejak tahun 2010 mulai meningkat. Pola makan, pola asuh, pola gerak dan pola makan seperti tinggi kalori, rendah serat, tinggi garam, tinggi gula dan tinggi lemak diikuti gaya hidup sedentary lifestyle, memilih makanan junk food/siap saji, ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik, stress dan kurangnya istirahat memicu timbulnya penyakit Hipertensi. Diabetes Militus. Obesitas. Kanker. Jantung, dan hiperkolesterol dikalangan Masyarakat Indonesia. Upaya kita harus terus menekan angka kejadian PTM supaya rendah dalam rangka mendorong pencapaian target pembangunan kesehatan termasuk target SDGs 2030 (Purwanto, 2. Integrasi teknologi pendidikan digital dan kesadaran kesehatan masyarakat secara strategis berperan penting dalam meningkatkan kinerja Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi dalam kerangka One Village One Product (OVOP) (Vinarta, 2. Perkembangan UMKM kini semakin berjalan merata baik di kota-kota besar maupun kota kecil di Indonesia, hal ini disebabkan oleh adanya kemajuan teknologi, para pelaku usaha kini bisa memulai bisnisnya dan mengembangkannya melalui bantuan teknologi, adanya perkembangan ini telah berdampak pada pengembangan daerah-daerah yang sebelumnya tidak memiliki kegiatan yang menunjang perkenomian masyarakat setempat, kini mampu memandirikan daerahnya (Putri et al. , 2. Program OVOP menuntut setiap desa untuk menghasilkan produk unggulan yang unik dan berdaya saing tinggi, dan teknologi digital memberikan alat dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mewujudkan hal ini. Dalam konteks ini, teknologi digital tidak hanya membantu meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga memungkinkan UMKM untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar dan tuntutan konsumen. Integrasi antara teknologi pendidikan digital dan kesadaran kesehatan yang tinggi adalah kunci keberhasilan dalam pengembangan UMKM OVOP yang berkelanjutan (Darmawan et al. , 2. Penelitian ini dilakukan di Desa Sukadami. Kecamatan Cikarang Selatan. Kabupaten Bekasi, oleh kelompok KKN Desa Sukadami dari Universitas Pelita Bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak teknologi pendidikan digital dan kesadaran kesehatan masyarakat terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Desa Sukadami, serta Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. kinerja Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam skema One Village One Product (OVOP). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana teknologi pendidikan digital dapat meningkatkan keterampilan masyarakat, menilai pengaruh kesadaran kesehatan terhadap produktivitas SDM, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja UMKM. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan rekomendasi strategis yang dapat memperbaiki kinerja UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan mengoptimalkan teknologi digital dan kesadaran kesehatan. METODE Penelitian ini dilakukan di Desa Sukadami. Kecamatan Cikarang Selatan. Kabupaten Bekasi, oleh kelompok KKN Desa Sukadami dari Universitas Pelita Bangsa. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif yakni dengan melakukan teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung terhadap pelaksanaan pelatihan dan interaksi peserta, serta dokumentasi terkait kegiatan, untuk mendalami berbagai aspek yang memengaruhi kinerja UMKM dalam skema One Village One Product (OVOP) serta dampak dari teknologi pendidikan digital dan kesadaran kesehatan masyarakat terhadap pengembangan SDM di desa tersebut. Penelitian ini melibatkan tiga divisi utama dalam kelompok KKN: Divisi Pendidikan & Agama. Divisi Hubungan Masyarakat, dan Divisi UMKM. Divisi Pendidikan & Agama bertanggung jawab untuk mengevaluasi pengaruh teknologi pendidikan digital terhadap peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat Desa Sukadami. Divisi Hubungan Masyarakat fokus pada penggalian informasi mengenai tingkat kesadaran kesehatan masyarakat dan bagaimana hal ini mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan SDM lokal. Sementara itu. Divisi UMKM melakukan analisis terhadap kinerja UMKM di desa dan bagaimana teknologi serta kebijakan kesehatan mempengaruhi efisiensi dan daya saing produkproduk lokal. Objek penelitian ini adalah masyarakat Desa Sukadami, yang menjadi pusat fokus untuk mengidentifikasi bagaimana pengaruh dari masing-masing divisi dapat berkontribusi pada pengembangan UMKM dalam kerangka OVOP. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data yang mendalam mengenai pengalaman, tantangan, dan peluang yang dihadapi masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal mereka, serta memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kinerja UMKM dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Gambar 1. Roadmap Penelitian Divisi Pendidikan & Agama Sumber: Data Dibuat Oleh Peneliti Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Berdasarkan gambar 1, perkembangan yang terjadi dari tahun 2023 ke 2024 dalam Roadmap Penelitian Divisi Pendidikan & Agama menunjukkan peningkatan signifikan dalam skala, jangkauan, dan diversifikasi program. Pada tahun 2023, fokus utama adalah pada kontribusi dalam pengajaran agama di TPQ Masjid Al-Amin serta pengembangan ruang belajar industri berbasis digitalisasi di SMKN 1 Cikarang Selatan, yang merupakan langkah awal dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keterampilan digital siswa. Memasuki tahun 2024, skala kegiatan berkembang dengan menambahkan lokasi baru seperti TPQ Masjid Al-Muqorrobin dan SDN Sukadami 03, serta mengadakan program di SMAN 2 Cikarang Selatan. Diversifikasi program juga terlihat jelas, di mana selain melanjutkan pengajaran agama, terdapat program baru seperti pelatihan persiapan mental untuk dunia kerja, pengajaran BTQ dan metode cepat menghafal Al-Qur'an, serta pelatihan keterampilan praktis seperti Microsoft Word dan Canva. Penguatan program-program sebelumnya juga menjadi fokus, dengan kelanjutan kegiatan mengajar di lokasi baru dan pengenalan konsep pengembangan mental siswa untuk menyiapkan mereka menghadapi dunia kerja. Roadmap ini juga mengarah pada pembentukan program-program yang berkelanjutan, dengan kegiatan KKN di Desa Sukadami menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang yang dirancang untuk memberikan dampak positif dan berkelanjutan di masyarakat. Secara keseluruhan, perkembangan dari tahun 2023 ke 2024 menunjukkan komitmen yang kuat untuk menciptakan program pendidikan yang lebih luas, beragam, dan terintegrasi, dengan fokus pada keberlanjutan dan dampak jangka panjang. Gambar 2. Roadmap Penelitian Divisi Hubungan Masyarakat Sumber: Data Dibuat Oleh Peneliti Berdasarkan gambar 2, perbandingan program kerja Divisi Humas antara tahun 2023 dan 2024 menunjukkan perbedaan fokus dalam konteks keberlanjutan. Pada tahun 2023, program lebih banyak berfokus pada peningkatan keselamatan dan edukasi masyarakat. Pembangunan zebra cross bertujuan untuk meningkatkan keamanan jalan, sementara sosialisasi terkait kesehatan bertujuan untuk menyebarkan informasi penting mengenai kesehatan kepada Kedua program ini bersifat preventif dan edukatif, serta memberikan fondasi untuk program-program jangka panjang. Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Di sisi lain, program tahun 2024 lebih menekankan pada keberlanjutan dan kesejahteraan jangka panjang. Pembangunan fasilitas pembuatan pupuk kompos adalah upaya konkret dalam mendukung pengelolaan lingkungan melalui daur ulang sampah organik, yang berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem. Pengadaan pemeriksaan kesehatan gratis juga menunjukkan komitmen untuk meningkatkan akses kesehatan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan, kedua program ini mencerminkan langkah-langkah yang lebih terfokus pada dampak jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkesinambungan. Gambar 3. Roadmap Penelitian Divisi UMKM Sumber: Data Dibuat Oleh Peneliti Berdasarkan gambar 3, menampilkan roadmap kegiatan Divisi UMKM yang menggambarkan rencana produksi untuk tahun 2023 dan 2024. Pada tahun 2023. Divisi UMKM fokus pada pengembangan dua produk, yaitu Abon Lele dan Es Kop Your. Kedua produk ini menunjukkan usaha untuk memanfaatkan potensi lokal dan sumber daya alam yang tersedia di wilayah tersebut. Abon Lele, sebagai produk pangan, menunjukkan komitmen untuk meningkatkan ketahanan pangan berbasis ikan lokal, sementara Es Kop Your merupakan inovasi dalam sektor kuliner yang mungkin berfokus pada produk es krim atau minuman dingin. Pada tahun 2024, program berkelanjutan Divisi UMKM semakin diperluas dengan penambahan produk baru dan pengembangan produk yang sudah ada. Selain Abon Lele dan Es Kep Your yang tetap menjadi andalan. Divisi UMKM juga merencanakan pengembangan produk baru yaitu Sabun Mijel, yang kemungkinan besar berfokus pada produk perawatan diri atau kebersihan. Hal ini menunjukkan upaya diversifikasi produk, yang tidak hanya mengandalkan sektor pangan, tetapi juga memasuki industri non-pangan seperti kebersihan. Diversifikasi ini bertujuan untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan. Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan Teknologi di SMAN 2 Cikarang Selatan Pelatihan teknologi yang dilaksanakan di SMAN 2 Cikarang Selatan mencakup penggunaan Microsoft Word dan Canva, program ini merupakan program berkelanjutan dari Divisi Pendidikan KKN Desa Sukadami. Universitas Pelita Bangsa. Siswa dilatih untuk membuat dokumen dan desain presentasi yang efektif dan menarik, yang merupakan keterampilan penting di era digital ini. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa dalam menggunakan kedua aplikasi tersebut. Sebanyak 85% siswa menunjukkan pemahaman yang baik dan mampu menghasilkan karya yang kreatif dan Pelatihan ini juga memberikan penekanan pada penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, termasuk pengajaran tentang etika digital. Selama pelatihan, siswa diajarkan cara membuat dokumen formal, surat, laporan, serta cara menggunakan fitur-fitur lanjutan seperti pengaturan margin, header, dan footnote di Microsoft Word. Sedangkan untuk Canva, mereka belajar cara membuat Power Point Presentation (PPT) yang menarik dengan menggunakan template dan elemen grafis yang tersedia. Gambar 4. Sebelum kegiatan Seminar dan Pelatihan Penggunaan Microsoft Word dan Canva Sumber: SMAN 2 Cikarang Selatan Berdasarkan gambar 4, menunjukkan kegiatan persiapan panitia untuk acara Seminar dan Pelatihan Microsoft Word dan Canva yang akan segera dilaksanakan. Terlihat dalam foto, para anggota panitia sedang melakukan rapat koordinasi di ruangan rapat untuk membahas tugas dan tanggung jawab masing-masing, memastikan kelengkapan logistik, serta meninjau kembali materi yang akan disampaikan oleh pemateri. Beberapa anggota panitia juga tampak mempersiapkan peralatan seperti proyektor, laptop, dan sound system yang akan digunakan selama acara berlangsung. Persiapan ini dilakukan untuk menjamin kelancaran jalannya acara dan memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta. Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Gambar 5. Kegiatan Seminar dan Pelatihan Penggunaan Microsoft Word dan Canva Sumber: SMAN 2 Cikarang Selatan Berdasarkan gambar 5, menampilkan seminar dan pelatihan di SMAN 2 Cikarang Selatan, di mana siswa belajar menggunakan Microsoft Word dan Canva. Narasumber memandu siswa dan siswi SMAN 2 Cikarang Selatan, melalui langkah-langkah di layar proyektor, sementara siswa aktif mempraktikkan keterampilan baru ini di laptop mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membuat dokumen dan desain presentasi yang profesional, mendukung persiapan mereka di era digital. Program yang dilaksanakan di SMAN 2 Cikarang Selatan, merupakan pelatihan teknologi yang meliputi penggunaan Microsoft Word dan Canva juga menghadapi beberapa Salah satu tantangan utama adalah perbedaan tingkat kemampuan siswa dalam menguasai aplikasi-aplikasi tersebut. Sebagian siswa sudah memiliki pengetahuan dasar, sementara yang lain masih berada pada tahap pemula, sehingga guru perlu menyesuaikan metode pengajaran agar dapat mencakup semua level kemampuan, yang pada akhirnya memerlukan waktu dan perhatian ekstra. Selain itu, menjaga motivasi siswa dalam mengikuti pelatihan ini juga menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang mungkin kurang tertarik pada teknologi atau merasa kesulitan mengikuti materi. Dukungan dari lingkungan, seperti dorongan dari keluarga untuk mengaplikasikan keterampilan yang dipelajari di rumah, juga tidak selalu optimal, yang dapat mengurangi efektivitas program ini. Waktu yang terbatas untuk pelaksanaan pelatihan di tengah jadwal akademik yang padat menambah tantangan, karena guru harus mengatur agar pelatihan ini tidak mengganggu proses belajar mengajar mata pelajaran lain, namun tetap memberikan hasil yang maksimal. Kegiatan Kepedulian Kesehatan Sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, tim kesehatan menyelenggarakan kegiatan kepedulian kesehatan dengan fokus pada pemeriksaan kesehatan gratis dan pendataan stunting di desa. Kegiatan ini dimulai dengan pelayanan cek kesehatan gratis, di mana warga desa bisa memeriksakan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat dan pap smear di Desa Sukadami. Kegiatan pengecekan pap smear,gula darah kolesterol, dan asam urat dilaksanakan bertujuan agar masyarakat Desa Sukadami lebih memperhatikan kesehatan tubuh serta memperhatikan makanan ataupun minuman yang dikonsumsi sehari hari. Kegiatan ini Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. diadakan berlokasi di puskesmas Desa Sukadami dan Kantor Desa Sukadami. Petugas kesehatan dengan penuh perhatian melayani setiap warga, memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan, dan memberikan saran untuk perbaikan gaya hidup. Seiring dengan pemeriksaan kesehatan, tim juga melakukan pendataan stunting pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Tim bekerja sama dengan kader posyandu setempat untuk mengukur tinggi dan berat badan anak-anak, serta mencatat data perkembangan mereka. Kegiatan ini dilakukan di 3 tempat yang berbeda yaitu pada Posyandu Nusa Indah 12. Nusa Indah 1 dan Nusa Indah 8. Gambar 6. Pelayanan Cek asam Urat dan Kolesterol Gratis Sumber: Kantor Desa Sukadami. Berdasarkan gambar 6, tim pengabdian masyarakat mengadakan kegiatan pelayanan cek asam urat dan kolesterol secara gratis. Warga desa dengan antusias mengikuti pemeriksaan ini, yang dilakukan oleh petugas kesehatan dengan penuh perhatian dan profesionalisme. Setelah pemeriksaan, setiap peserta menerima penjelasan mengenai hasil tes mereka, serta saran untuk menjaga kadar asam urat dan kolesterol tetap dalam batas normal melalui pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi masalah kesehatan dan mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka. Gambar 7. Pelayanan Cek Pap Smear dan Gula Darah Gratis Sumber: Puskesmas Desa Sukadami Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Berdasarkan gambar 7, pada kegiatan ini, masyarakat secara antusias datang untuk melakukan registrasi pelayanan cek Pap Smear dan gula darah gratis. Tim pengabdian masyarakat dan petugas registrasi dengan sigap dan ramah mencatat identitas serta informasi kesehatan dasar dari setiap peserta. Proses registrasi berjalan dengan tertib, memastikan bahwa semua yang hadir dapat terlayani sesuai dengan prosedur. Setelah registrasi, peserta diberikan nomor antrian dan informasi mengenai tahapan pemeriksaan selanjutnya. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi seluruh warga yang membutuhkan, memastikan pemeriksaan berlangsung teratur dan efisien. Gambar 8. Membantu Kegiatan Posyandu Sumber: Posyandu Nusa Indah 12. Nusa Indah 1 dan Nusa Indah 8 Gambar 9. Mendata Kasus Stunting Sumber: Posyandu Nusa Indah 12. Nusa Indah 1 dan Nusa Indah 8. Berdasarkan gambar 8 dan gambar 9, tim pengabdian masyarakat membantu posyandu anak dalam melaksanakan kegiatan rutin turut terlibat aktif dalam proses pemeriksaan kesehatan anak, mulai dari pengukuran berat dan tinggi badan, hingga pemantauan imunisasi Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. dan pemberian suplemen gizi. Dengan penuh perhatian, tim juga memberikan dukungan kepada kader posyandu dalam mendata perkembangan anak dan memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya gizi seimbang dan perawatan kesehatan anak. Bantuan ini bertujuan untuk memperkuat layanan posyandu dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan anak-anak di Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, pencegahan stunting, dan penguatan peran posyandu dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di desa. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian tim pengabdian masyarakat dalam menciptakan desa yang lebih sehat dan sejahtera. Pembuatan Sabun Mijel dan Kemasan Baru Kemasan yang digunakan oleh Sabun Mijel adalah plastik biasa yang sudah dilengkapi perekat. Menurut penulis penggunaan kemasan tersebut terbilang kurang praktis dan kurang menarik. Maka dari itu penulis menyarankan untuk membuat kemasan baru yakni dengan menggunakan kardus ukuran 8 cm x 6 cm. Dengan mengganti menggunkan kardus mengikuti tren sekarang, juga untuk dapat menarik hati konsumen. Dengan kemasan yang menarik diharapkan produk UMKM ini dapat bersaing di pasaran. Selain itu, kemasan kardus yang lebih kokoh dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap produk, yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk tersebut. Gambar 10. Proses Pembuatan Sabun Mijel Sumber: Tempat Tinggal Pemilik UMKM Sabun Mijel Berdasarkan gambar 10, program pembuatan sabun mijel, yang berbahan dasar minyak jelantah, adalah upaya untuk mengubah limbah minyak goreng bekas menjadi produk sabun yang bermanfaat dan ramah lingkungan. Proses ini dimulai dengan pengumpulan minyak jelantah dari berbagai sumber, seperti rumah tangga atau restoran. Minyak tersebut kemudian diproses melalui saponifikasi, yaitu reaksi antara minyak jelantah dan alkali . eperti natrium hidroksid. , yang menghasilkan sabun dan gliserin. Program ini tidak hanya Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. mengurangi limbah minyak tetapi juga menyediakan alternatif sabun yang ekonomis dan berbasis daur ulang. Gambar 11. Kemasan Sabun Mijel Sebelum Diubah Sumber: Sample Didapatkan Dari Pemilik UMKM Sabun Mijel Berdasarkan gambar 11, kemasan sebelum diubah penulis melakukan pembaharuan inovasi packaging menjadi sangat penting untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan keberlanjutan. Kemasan sabun mijel modern kini mengadopsi desain yang lebih estetis dan praktis. Misalnya, penggunaan bahan kemasan yang dapat didaur ulang atau biodegradable, seperti kertas kraft atau plastik biodegradable, membantu mengurangi dampak lingkungan dari kemasan. Kemasan juga dirancang dengan fitur-fitur fungsional, seperti tutup yang mudah dibuka dan ditutup kembali, serta desain ergonomis yang memudahkan Inovasi packaging juga mencakup desain grafis yang lebih menarik dan informatif. Label kemasan menampilkan informasi jelas mengenai manfaat produk, proses pembuatan, dan komitmen terhadap keberlanjutan. Desain ini sering kali menggunakan warna-warna cerah dan grafis yang menarik, yang tidak hanya membuat produk lebih menonjol di rak toko tetapi juga menyampaikan pesan tentang tanggung jawab lingkungan dan keberlanjutan. Informasi tambahan seperti cara penggunaan dan keunggulan sabun dari minyak jelantah juga dicantumkan untuk edukasi konsumen. Gambar 12. Kemasan Sesudah Diubah Sumber: Sample Didapatkan Dari Pemilik UMKM Sabun Mijel Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Berdasarkan gambar 12, merupakan sebagian dari program ini, hasil dari kemasan yang modern. Kemasan yang modern juga sering kali dilengkapi dengan elemen teknologi, seperti nomor whatsapp yang mengarahkan konsumen langsung ke penjual atau aplikasi yang menyediakan informasi lebih lanjut tentang produk dan proses produksinya. Ini memungkinkan interaksi yang lebih mendalam antara konsumen dan produk, serta memberikan transparansi tentang langkah-langkah keberlanjutan yang diambil dalam pembuatan sabun mijel. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan pengalaman konsumen tetapi juga membangun kepercayaan dan loyalitas terhadap produk. Secara keseluruhan, program pembuatan sabun mijel dengan pembaharuan inovasi packaging yang lebih modern bertujuan untuk mengoptimalkan manfaat lingkungan dan meningkatkan daya tarik produk di pasar. Dengan menggabungkan proses produksi yang ramah lingkungan dan desain kemasan yang canggih, program ini mendukung keberlanjutan, meningkatkan kualitas produk, dan memenuhi ekspektasi konsumen akan produk yang tidak hanya efektif tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Desa Sukadami, penggunaan teknologi digital dalam pendidikan dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat terbukti memiliki dampak positif terhadap pengembangan SDM dan kinerja UMKM dalam skema OVOP. Pelatihan teknologi yang dilaksanakan, seperti penggunaan Microsoft Word dan Canva, telah berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat, terutama siswa, dalam mengadopsi teknologi untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan pendataan stunting menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan produktivitas kerja. Lebih lanjut, integrasi antara pendidikan digital dan kesadaran kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing produk lokal UMKM. Inovasi pada proses produksi dan kemasan produk, seperti pembuatan sabun dari minyak jelantah, menunjukkan bahwa teknologi dan kesadaran lingkungan dapat bersinergi dalam menciptakan produk yang lebih kompetitif dan ramah lingkungan. Dengan demikian, pendekatan strategis yang menggabungkan teknologi digital dan kesehatan masyarakat ini dapat diadopsi secara lebih luas untuk mendukung pengembangan SDM dan UMKM di berbagai wilayah. UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi pada program ini. Terima kasih kepada mahasiswa Universitas Pelita Bangsa atas dedikasi dan usaha yang luar biasa dalam pelaksanaan pelatihan dan Kami juga menghargai dukungan dari Kepala Desa Sukadami beserta staf-staf desa, serta Camat Kecamatan Cikarang Selatan, yang telah menyediakan fasilitas dan kerjasama yang sangat baik. Khususnya, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Wahyuningsih. , sebagai Dosen Pembimbing Lapangan, atas bimbingan dan arahan yang sangat berharga. Jurnal Lentera Pengabdian : Siti Yulia Salsa Fahrani. Sri Wahyuningsih. Atikah Elnisa Fikri. Nur Anisa JLP JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Terakhir, terima kasih kepada masyarakat Desa Sukadami yang telah aktif berpartisipasi dan menyambut program ini dengan antusiasme. Kontribusi dan kerjasama semua pihak sangat berharga dalam kesuksesan program ini. DAFTAR PUSTAKA