http://journal. id/index. php/anterior Edukasi Nilai-Nilai Ekonomi Syariah Melalui Konten Digital bagi Anak-Anak Education on Sharia Economic Values through Digital Content for Children Nur Annisa1* Abstrak Achmad Zainul Rozikin2* Suniati3 *1,2,3Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Kota Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Indonesia *email: nisa. abrari@gmail. Kata Kunci: Edukasi Ekonomi Syariah Konten Digital Keywords: Education Sharia Economics Digital Content Edukasi terkait ekonomi syariah berperan penting dalam membantu pemahaman nilainilai ekonomi yang berlandaskan ajaran agama Islam, terutama di kalangan anak-anak. Pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini berdampak pada penyesuaian sarana-sarana edukasi, salah satunya adalah melalui konten digital. Konten edukasi berbasis media digital semakin dipertimbangkan menjadi sarana efektif untuk mengajarkan nilai-nilai ekonomi syariah kepada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi dan manfaat edukasi nilai-nilai ekonomi syariah melalui konten digital, khususnya video animasi pada platform YouTube. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan analisis konten untuk mengidentifikasi berbagai jenis konten digital yang ada dan mengevaluasi efektivitasnya dalam mentransfer nilai-nilai ekonomi syariah. Objek yang digunakan dalam penelitian ini merupakan salah satu Video Animasi yang diproduksi oleh Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten digital dapat memberikan pemahaman yang lebih baik dan menyenangkan bagi anak-anak tentang ekonomi syariah. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai dan prinsip ekonomi syariah yang diajarkan melalui konten digital seperti makanan yang halal dan larangan riba. Selain itu, melalui konten digital, pesan tersebut disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Abstract Education related to sharia economics plays an important role in helping understand economic values based on Islamic religious teachings, especially among children. The rapid development of digital technology currently has an impact on the adjustment of educational facilities, one of which is through digital content. Digital media-based educational content is increasingly being considered as an effective means of teaching sharia economic values to This research aims to describe the potential and benefits of education on sharia economic values through digital content, especially animated videos on the YouTube This research uses literature study and content analysis methods to identify various types of existing digital content and evaluate their effectiveness in transferring sharia economic values. The object used in this research is an animated video produced by Bank Indonesia. The research results show that digital content can provide children with a better and more enjoyable understanding of sharia economics. Apart from that, the research results show that there are sharia economic values and principles that are taught through digital content such as halal food and the prohibition of usury. In addition, through digital content, the message is conveyed in an interesting and easy to understand way. A2025 The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). PENDAHULUAN Ekonomi syariah adalah sebuah pangsa besar yang mencakup berbagai industri (Syahputra. Nasution. Razali, & Nadilla, 2021, h. Oleh karena itu, edukasi terkait ekonomi syariah tentu berperan penting untuk membentuk pemahaman tentang prinsip dan nilai-nilai ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini pun sudah seyogyanya dilakukan sedini mungkin pada tiap individu yang dapat dimulai sejak masa anak-anak. Seiring dengan perkembangan zaman, anak-anak semakin terpapar oleh berbagai jenis media digital yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku mereka. Pemanfaatan media digital sebagai media penyajian untuk konten edukasi digital membantu para penggunanya dalam menambah ilmu pengetahuan maupun wawasan baru (Suryani & dkk, 2023, h. Pemanfaatan media digital melalui sebuah konten merupakan sarana yang saat ini banyak dilakukan terutama dalam dunia pendidikan atau edukasi. Oleh sebab itu, memanfaatkan konten digital sebagai sarana edukasi nilai-nilai ekonomi syariah menjadi sangat relevan, terutama untuk mengenalkan anak-anak pada nilai-nilai ekonomi yang berbasis pada keadilan, etika, dan kepatuhan terhadap hukum Islam sedini mungkin. Nilai-nilai ekonomi syariah, seperti pembahasan mengenai halal dan haram, larangan riba . , pentingnya zakat, dan prinsip transaksi yang halal, perlu ditanamkan sedini mungkin pada anak-anak. Hal ini bertujuan agar generasi muda ini mendapat pemahaman yang benar tentang ekonomi dan berbagai jenis transaksinya sesuai dengan ajaran agama Islam. Anterior Jurnal. Volume 24 Issue I. Januari 2025. Page 124 Ae 129 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Pemanfaatan teknologi digital sebagai media edukasi juga berdasar pertimbangan bahwa edukasi tersebut disampaikan dengan menggunakan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. Keberadaan berbagai aplikasi, video animasi, dan permainan edukatif yang dapat diakses secara luas dapat menjadi sarana agar anak-anak dapat belajar sambil bermain. Hal ini menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan dan efektif. Akan tetapi, meskipun penggunaan konten digital dalam edukasi ekonomi syariah memiliki potensi besar, tantangan dalam pengembangan dan penyebarluasan konten yang sesuai dengan usia dan pemahaman anak-anak juga harus diperhatikan dengan Oleh sebab itu, pengembangan konten digital tidak semata-mata bertujuan untuk mendidik. Hal lain yang tidak kalah penting adalah memerhatikan kesesuaian konten dengan karakteristik anak-anak agar mereka dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai ekonomi syariah dengan cara yang menyenangkan dan relevan. METODOLOGI Penelitian yang dilakukan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konten. Pendekatan kualitatif dipilih karena tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami konten digital dapat digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai ekonomi syariah kepada anak-anak serta menganalisis berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi dalam implementasi tersebut. Studi literatur digunakan untuk menganalisa berbagai sumber terkait nilai-nilai ekonomi syariah. Sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian ini mencakup buku-buku akademik, artikel jurnal, laporan penelitian, serta publikasi terkait lainnya yang membahas penerapan nilai-nilai ekonomi syariah dalam konteks pendidikan anak-anak dan pemanfaatan teknologi digital untuk tujuan pendidikan. Sedangkan analisis konten digunakan untuk menganalisa kesesuaian isi konten dengan nilai-nilai ekonomi syariah dan tingkat anak-anak. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah video edukasi ekonomi syariah yang diproduksi dan diunggah pada akun YouTube Bank Indonesia. Gambar 1. Video Edukasi Nilai dan Prinsip Dasar Ekonomi Syariah (Indonesia, 2. Penelitian Relevan Sebagai pendukung penelitian ini, peneliti memiliki hasil temuan terkait penelitian-penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan pemanfaatan konten digital sebagai media edukasi. Penelitian mengenai media pembelajaran berbasis digital untuk pendidikan anak usia dini di RA Hasanussholihat Tangerang menunjukkan hasil bahwa pembelajaran berbasis digital membuka peluang baru untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan, keterlibatan siswa, dan diversifikasi metode pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan holistik untuk mengatasi tantangan tersebut, termasuk pelatihan keterampilan digital, manajemen dampak kesehatan, dan pemahaman nilai-nilai lokal dalam pembelajaran digital. (Lutfi, 2. Penelitian mengenai pendayagunaan teknologi informasi dalam dakwah untuk anak-anak tantangan dan peluang di era digital menunjukkan hasil bahwa peluang yang ditimbulkan dari pendayagunaan teknologi informasi dalam dakwah untuk anakanak. Teknologi informasi yang interaktif akan meningkatkan minat anak-anak dalam mendengarkan maupun berinteraksi dengan pesan-pesan dakwah yang akan disampaikan. Pesan dakwah yang disampaikan secara kreatif dan menarik akan meninggalkan kesan baik dan menyenangkan, sehingga nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya akan mudah dipahami dan diingat. Konten yang menarik akan memancing rasa ingin tahu yang mendalam sehingga anak-anak akan terus menelusuri konten dakwah Islam yang disampaikan (Lasmini & Husen, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan dua bentuk nilai-nilai ekonomi syariah yang diinternalisasikan melalui video edukasi tersebut. Dua bentuk nilai tersebut, yakni: . makanan halal, dan. larangan riba. Secara rinci, pembahasan terkait hasil penelitian dipaparkan sebagai berikut. Makanan Halal Prinsip dan nilai terkait Aohalal dan baikAo hendaknya senantiasa menjadi perhatian dalam menentukan makanan dan minuman yang akan dimakan untuk diri sendiri dan untuk keluarga, karena makanan dan minuman itu tidak hanya berpengaruh terhadap Nur Annisa. Achmad Zainul Rozikin. Suniati. Edukasi Nilai-Nilai Ekonomi Syariah Melalui Konten Digital bagi Anak-Anak jasmani, melainkan juga rohani (Apriantoro, 2023, h. Dalam agama Islam, pemahaman tentang Aohalal dan baikAo suatu makanan merupakan sesuatu yang harus dipahami dan diperhatikan oleh tiap-tiap muslim. Makanan dan minuman yang menjadi konsumsi setiap harinya harus terjamin Aohalal dan baikAonya. Hal senada juga diungkapkan oleh Tambunan & Manshuruddin . 3, h. yang menyatakan bahwa makanan halal menurut Islam adalah makanan yang diperbolehkan untuk dimakan menurut ketentuan syariat Islam. Untuk kategorisasi makanan halal tersebut meliputi: Makanan halal menurut Zatnya Makanan halal menurut Zatnya dipahami sebagai makanan dari bahan-bahan yang halal sesuai syariat Islam. Penjamin bahan makanan yang halal di Indonesia ialah melalui sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang kemudian dilanjutkan dengan pemerolehan logo halal pada produk atau kemasan makanan dan minuman tersebut. Gambar 2. Video Edukasi Nilai dan Prinsip Dasar Ekonomi Syariah (Indonesia, 2. Transkrip dialog: Cep Pahmi: Mang. Beli Bakpaonya. Bakpaonya halal kan. Mang? Mamang : Halal atuh. Cep. Tuh lihat di gerobaknya mamang. Ada logo halalnya dari MUI. Pokoknya mah bakpao mamang dijami halal dan Hehehe. Pada transkrip dialog konten tersebut, terdapat edukasi terkait kehalalan suatu produk makanan. Salah satu penjamin kehalalan produk dalam video animasi tersebut adalah adanya logo halal dari MUI dan keterjaminan pernyataan langsung bahan yang halal dari Mamang penjual. Penonton anak-anak akan mengetahui hal-hal berikut dari konten tersebut. Bentuk logo halal Gambar 3. Logo Halal yang mulai diberlakukan dari tahun 2022 Logo halal pada video animasi masih menggunakan logo halal yang lama. Hal ini disebabkan karena video tersebut diproduksi pada tahun 2018. Sedangkan logo halal versi terbaru mulai diberlakukan pada tahun 2022. Terjaminnya kehalalan suatu produk makanan dan minuman adalah melalui adanya sertifikasi halal dari MUI. Pentingnya memastikan kehalalan suatu produk makanan dan minuman sebelum mengonsumsinya. Makanan halal menurut cara mendapatkannya Makanan halal menurut cara mendapatkannya merupakan makanan-makanan yang didapatkan dengan cara-cara yang halal menurut syariat Islam. Artinya, makanan-makanan tersebut diperoleh dengan cara-cara yang jujur, baik dan halal. Dalam QS. Al-baqarah ayat 188. Allah Swt. berfirman bahwa: AuJanganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan . kamu membawa . harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu Ay Cara-cara bathil tersebut artinya diperoleh dengan cara yang tidak jujur, tidak baik dan tidak halal. Seperti memperoleh makanan dan minuman dari hasil mencuri, merampok, merampas milik orang lain, dan cara-cara tidak baik lainnya. Anterior Jurnal. Volume 24 Issue I. Januari 2025. Page 124 Ae 129 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Penonton anak-anak akan mengetahui hal-hal berikut dari konten yang menjadi objek dalam penelitian ini. Terjaminnya kehalalan suatu produk makanan dan minuman adalah melalui pemerolehan dengan cara yang halal . Jika makanan atau minuman tersebut merupakan barang yang dijual, maka cara menjamin kehalalan produk tersebut dari cara mendapatkannya adalah melalui transaksi jual-beli. Pemahaman tentang prinsip dan nilai terkait makanan dan minuman yang Aohalal dan baikAo harus dimiliki oleh tiap-tiap muslim. Mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, baik halal berdasar Zatnya maupun halal dari cara mendapatkannya merupakan bentuk keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Pemahaman terkait makanan dan minuman yang halal dan baik ini tidak sekadar sebagai wujud patuh terhadap hukum-hukum Islam. Hal yang tidak jauh penting dapat dipahami bahwa pemahaman tersebut merupakan upaya untuk mendapatkan keberkahan dalam menjalani hidup. Oleh karena itu, pemahaman terkait sesuatu yang dikonsumsi . akanan dan minuma. menjadi bagian penting dari wujud tanggung jawab untuk menjaga kualitas hidup yang lebih baik, sehat, dan penuh berkah. Larangan Riba Nilai-nilai berdasarkan syariat Islam terkait larangan riba sangat jelas dan ditekankan berkali-kali dalam Al-QurAoan dan beberapa hadist. Dalam konteks ekonomi syariah, riba mengacu pada suatu praktik peminjaman uang yang disertai syaratsyarat tertentu. Syarat tersebut kemudian menyebabkan pertambahan jumlah uang yang harus dibayar oleh peminjam tanpa adanya nilai tambah yang nyata atau usaha yang dilakukan. Dalam pengertian syariat Islam, riba terbagi menjadi dua jenis utama: Riba al-Fadl, yakni transaksi pertukaran barang sejenis namun disertai dengan tambahan yang lebih tanpa ada kesepakatan yang adil antarkedua belah pihak. Riba al-Nasi'ah, yakni transaksi penambahan yang disebabkan karena penundaan pembayaran utang. Si peminjam wajib membayar nominal tertentu . i luar nominal utang poko. karena waktu ketidakmampuan si peminjam membayarkan utang tepat waktu. (Aravik. Mukri, & Aji, 2. Riba, yang juga dikenal dengan sebutan bunga, dilarang keras dalam ekonomi syariah karena dianggap merugikan dan bertentangan dengan prinsip keadilan sosial (Magfirah & dkk, 2023, h. Prinsip dann nilai-nilai ekonomi syariah sangat menekankan pada keseimbangan dan keadilan dalam proses transaksi Sedangkan jika dalam sebuah transaksi terjadi riba, maka keuntungan hanya didapatkan oleh salah satu pihak yang menerima tambahan nominal . Prinsip dan nilai-nilai ekonomi seperti ini tentu tidak mencerminkan keadilan sosial. Hal ini disebakan pihak yang tidak bekerja atau berusaha tetap mendapatkan keuntungan. Gambar 4. Video Edukasi Nilai dan Prinsip Dasar Ekonomi Syariah (Indonesia, 2. Transkrip dialog Neng Naomi: Eeh ini lho. uangku Cuma dua ribu. Tapi harga bakpaonya lima ribu. Kurang uangku. Cep Fahmi : Ohh begitu. Nih aku pinjamkan tiga Tapi besok kembalikan lima ribu ya. Pak Ustadz : AstagfirullahhaladzimA Benar seperti itu. Fahmi? Cep Fahmi : Iya. Pak Ustadz. Kan lumayan. Fahmi bisa untung. HeheheA Pak Ustadz : Aduh. fahmiA FahmiA Tidak boleh seperti itu. Jika kita meminjamkan uang sebesar tiga ribu, maka yang harus kita terima kembali adalah tiga Tidak kurang tidak lebih. Nur Annisa. Achmad Zainul Rozikin. Suniati. Edukasi Nilai-Nilai Ekonomi Syariah Melalui Konten Digital bagi Anak-Anak Pada transkrip dialog konten tersebut, terdapat edukasi terkait tata cara transaksi utang-piutang berdasarkan syariat Islam, yakni jika kita meminjamkan uang sebesar tiga ribu, maka yang harus kita terima kembali adalah tiga ribu. Tidak kurang tidak Artinya, dalam ekonomi syariah, jumlah utang yang dibayarkan atau dikembalikan harus sama persis dengan jumlah yang dipinjamkan. Dari adegan video animasi ini, penonton anak-anak akan mengetahui hal-hal berikut: Transaksi utang piutang menurut syariat Islam memiliki aturan: jumlah utang yang dibayarkan atau dikembalikan harus sama persis dengan jumlah yang dipinjamkan. Selain informasi terkait prinsip dan nilai ekonomi syariah tentang utang piutang, penonton anak-anak memperoleh pesan moral lainnya, yakni sikap tolong-menolong. Gambar 5. Video Edukasi Nilai dan Prinsip Dasar Ekonomi Syariah (Indonesia, 2. Transkrip dialog Pak Ustadz : Apabila hutang tiga ribu dikembalikan lima ribu. Maka tambahan dua ribu itu disebut riba. Dalam agama kita riba itu merupakan hal yang sangat dibenci oleh Allah Swt. Pak Ustadz : Orang yang berhutang berarti ia sedang membutuhkan bantuan kita. Karena itu, kita tidak boleh memberatkannya dengan hutang yang ditambah jumlahnya. Nanti Allah Swt bisa tidak cinta lagi kepada Fahmi : Astagfirullahhaladzim. Hampir saja Allah marah kepada Fahmi. Pada transkrip dialog selanjutnya dalam konten tersebut, terdapat edukasi terkait riba secara lebih mendetail. Tokoh Pak Ustadz menjelaskan dengan sederhana mengenai riba, yakni apabila hutang tiga ribu dikembalikan lima ribu. Maka tambahan dua ribu itu disebut riba. Secara sederhana . ntuk tingkat pemahaman anak-ana. , dijelaskan bahwa riba merupakan nominal selisih yang ditetapkan oleh si pemberi pinjaman. Selain penjelasan tentang riba, pada transkrip dialog tersebut juga ditekankan bahwa riba merupakan sesuatu yang dibenci oleh Allah Swt. Dalam Q. S Albaqarah . Allah Swt. berfirman, bahwa: AuOrang-orang yang memakan . ertransaksi denga. riba tidak dapat berdiri, kecuali seperti orang yang berdiri sempoyongan karena kesurupan setan. Demikian itu terjadi karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal. Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Siapa pun yang telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya . enyangkut rib. , lalu dia berhenti sehingga apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya . kepada Allah. Siapa yang mengulangi . ransaksi rib. , mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. Ay Allah Swt. Pun telah jelas mengharamkan riba untuk dilakukan dalam transaksi ekonomi. Dari adegan video animasi tersebut, penonton anak-anak akan mengetahui hal-hal berikut: Bentuk riba . Larangan riba dalam transaksi Larangan riba menurut syariat Islam bertujuan untuk mencegah ketidakadilan dalam transaksi ekonomi. Allah Swt. mengharamkan riba karena dapat menciptakan kesenjangan sosial, merusak keseimbangan ekonomi, dan menghambat Anterior Jurnal. Volume 24 Issue I. Januari 2025. Page 124 Ae 129 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Sebagai alternatif lain dalam transaksi ekonomi, syariat Islam mengatur transaksi yang adil dan saling menguntungkan, seperti mudharabah, musyarakah, dan murabahah. Bentuk-bentuk transaksi ini mampu memerhatikan kesejahteraan umat. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan beberapa hal berikut. Nilai-nilai dan prinsip ekonomi Islam disampaikan dan dikemas dalam sebuah konten digital. Konten tersebut mempertimbangkan karakteristik anak-anak zaman sekarang yang tidak terpisahkan dengan digitalisasi. Hal ini selaras dengan karakter siswa di abad 21 literasi digital sangat berperan penting karena anak cenderung lebih tertarik pada hal-hal yang berbau teknologi. Sehingga platform digital seperti youtube dan media sosial lainnya dapat dimanfaatkan oleh guru atau pendidik sebagai wadah untuk menyalurkan pembangunan nilai-nilai karakter (Dewi & dkk, 2. Konten digital yang disuguhkan tersebut mampu menyampaikan pesan atau informasi terkait nilai-nilai ekonomi Islam, khususnya tentang makanan halal dan larangan riba. Pesan tersebut disuguhkan semenarik mungkin dalam bentuk video . Konten digital terkait edukasi nilai-nilai ekonomi syariah tersebut memilih tema sederhana yang dekat dengan keseharian anak-anak, yakni transaksi jual-beli kepada pedagang makanan. Tema-tema keseharian tersebut merupakan tema yang ringan dan menyenangkan untuk ditonton oleh anak-anak. Sehingga, pesan atau informasi edukasi yang ingin disampaikan tidak bersifat menggurui dan terkesan membosankan. KESIMPULAN Edukasi nilai-nilai ekonomi syariah melalui konten digital bagi anak-anak merupakan pilihan media yang dapat dilakukan dengan peluang keberhasilan tinggi. Hal ini berdasarkan fakta bahwa platform digital seperti YouTube dan penyajian konten yang menarik merupakan nilai tambah dari pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi. Konten digital yang dikemas dengan memerhatikan karakteristik kebutuhan anak-anak merupakan pendekatan yang memungkinkan anak-anak belajar secara interaktif dan menyenangkan. Sehingga pesan atau informasi terkait nilai-nilai dan prinsip ekonomi syariah dapat dipahami dengan baik dan mudah serta mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan bahwa edukasi ekonomi syariah melalui konten digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk menambah wawasan dan pengetahuan ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai atau syariat Islam. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam penulisan artikel ini. Ucapan terima kasih juga peneliti tujukan kepada pengembang konten digital terkait edukasi nilai-nilai ekonomi Syariah pada platform YouTube Bank Indonesia. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam pengembangan edukasi ekonomi syariah yang lebih efektif, terutama bagi generasi muda di era digital ini. REFERENSI