Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan VOLUME 5 NOMOR 2. SEPTEMBER 2024 https://ejournal. id/index. php/jurnalalurwatulwutsqo/ ISSN: 2721-5504 MANAJEMEN KURIKULUM AuSEKOLAH PENGGERAKAy PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Iwan Sopwandin. Lisna Pitria Putri. Muplihah. Salma Pitriani. Yeni Parida. Yuni Sri Wahyuni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Az Zahra Tasikmalaya Email: iwansopwandin8@gmail. Abstract This study aims to analyze curriculum management at Kober Andalusia Sodonghilir Tasikmalaya which is also one of the institutions selected as a School of Mover. The method used in this study is qualitative with a descriptive approach, with data collection techniques of observation, interviews, and documentation studies. The analysis techniques consist of data condensation, data presentation and drawing conclusions. Meanwhile, the data validity test is carried out with diligent observation, triangulation and audit for dependency criteria. The results of this study indicate that curriculum management at Kober Andalusia is: . Planning, which includes: . making an annual program. making a semester program (Prose. making a Learning Objective Flow (ATP). making a teaching module by determining Learning Achievements (CP) and Learning Objectives (TP). making Standard Operating Procedures (SOP). making a child development program combined with the Pancasila profile independence curriculum. Implementation, namely learning at Kober Andalusia using a group model that is aligned with the teaching module that has been prepared by the teacher. The evaluation in Kober Andalusia includes three things, namely: . assessment of children with an authentic assessment approach. assessment of teacher performance carried out by the head of management. assessment of the institution as a driving school offline and online by facilitators and available applications. Keywords: Curriculum Management. Mover School. Early Childhood Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum di Kober Andalusia Sodonghilir Tasikmalaya yang juga sebagai salah satu lembaga yang terpilih sebagai Sekolah Penggerak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi Adapun teknik analisis terdiri dari kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk uji keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan, triangulasi dan audit untuk kriteria Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen kurikulum di Kober Andalusia ialah: . Perencanaan, yang meliputi: . pembuatan program tahunan. pembuatan program semester (Prose. pembuatan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). pembuatan modul ajar dengan menentukan Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP). pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP). pembuatan program perkembangan anak yang digabungkan dengan kurikulum merdeka profil pancasila. Pelaksanaan, yaitu pembelajaran di Kober Andalusia menggunakan model kelompok yang diselaraskan dengan modul ajar yang telah disusun oleh guru. Evaluasi yang terdapat di Kober Andalusia meliputi tiga hal, yakni: . penilaian terhadap anak-anak dengan pendekatan penilaian autentik. penilaian terhadap kinerja guru yang dilakukan oleh ketua dan . penilaian terhadap lembaga sebagai sekolah penggerak secara luring dan daring oleh fasilitator dan aplikasi yang tersedia. Kata kunci: Manajemen Kurikulum. Sekolah Penggerak. Anak Usia Dini PENDAHULUAN Kurikulum menjadi salah satu bagian kunci dalam proses pendidikan pada sebuah lembaga, baik pada jenjang pendidikan para-sekolah sampai perguruan tinggi. Dengan mengenali kurikulum pada lembaga pendidikan tersebut, kita dapat mengidentifikasi bahwa proses pendidikan yang dilakukannya sudah memenuhi standar atau tidak. Bila melihat pada standar nasional pendidikan yang terdiri dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pengelolaan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar evaluasi, standar pembiayaan, standar sarana dan prasarana (Aisyah, 2. Kurikulum menjadi salah satu bidang garapan pada Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 standar isi tersebut, yang secara spesifik diantaranya membahas tentang kerangka dasar kurikulum, struktur kurikulum, standar dan Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) (Handayani, 2. Dalam arti luas, kurikulum diartikan sebagai seluruh pengalaman belajar yang akan dilalui oleh anak pada setiap jenjang pendidikan, sehingga benar-benar harus dipersiapkan dengan sempurna. Karena pengalaman tersebut akan membekas pada diri anak dalam jangka panjang. Tidak terkecuali pada anak-anak yang mengenyam bangku pendidikan pada jenjang pra-sekolah atau pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). Dalam penyelenggaraannya. PAUD dibagi sesuai dengan kelompok usianya, hal ini sesuai dengan yang tertulis pada (Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, n. ) yakni jenis layanan tersebut terdiri atas: . usia lahir - 2 tahun dapat melalui TPA dan atau SPS. usia 2 - 4 tahun dapat melalui TPA. KB dan atau SPS. usia 4 - 6 tahun dapat melalui KB. TK/RA/BA. TPA, dan atau SPS. Anak-anak menghabiskan begitu banyak waktu dan energi mereka sehari-hari dengan bermain sehingga para guru dan orang tua sama-sama bertanya-tanya tentang peran permainan dalam perkembangan anak. Jelas, permainan harus memberikan manfaat fungsional dan evolusioner bagi anak yang sedang berkembang, sehingga perlu dikembangkan bagaimana sebuah permainan anak mampu menunjang mereka untuk berkembang lebih baik. Hal ini kemudian yang menjadi tugas pengajar di pendidikan anak usia dini harus terampil guna merumuskan permainan yang tetap menyenangkan namun mengedukasi anak-anak (Wahyuni & Azizah, 2. Rancangan atau skema yang dipersiapkan tersebut ialah sebuah kurikulum. Meski pada prinsipnya pembelajaran di PAUD tersebut belajar sambil bermain, namun tetaplah diperlukan pengelolaan yang baik pada kurikulum tersebut, sehingga nilai-nilai edukasi pada kegiatan belajar tersebut tetap tercapai. Begitupun sebaliknya, dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan, anak-anak tetap merasa sedang bermain. Hal tersebut hanya dapat dicapai bila seluruh pihak yang terlibat dapat memaksimalkan perannya masing-masing, serta memiliki acuan yang sangat jelas. Diantara upaya yang dapat dilakukan oleh pengelola lembaga PAUD, ialah dengan menerapkan sistema manajemen yang tepat, salah satunya pada kurikulum. Manajemen kurikulum pada PAUD adalah proses pengelolaan secara efisien dan efektif terhadap seperangkat bahan pembelajaran yang harus dimiliki oleh peserta didik yang berusia dini . sia 0-6 tahu. agar mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optimal (Kamilah et al. , 2. Menurut Saifulloh dalam (Sopwandin et al. , 2. , berhasilnya proses manajemen kurikulum dapat menjadi salah satu faktor penentu meningkatnya mutu pendidikan pada lembaga tersebut. Salah satu lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menerapkan manajemen kurikulum ialah Kober Andalusia yang terletak di Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya. Pihak pengelola menyadari bahwa bagaimana banyaknya guru dan anak yang belajar disana, bila tanpa acuan yang jelas dan tertata rapih, maka hasil yang didapatkan tidak akan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, hal tersebut juga seiring berjalannya waktu akan menentukan animo masyarakat terhadap lembaga tersebut, sehingga tanpa disadari akan berdampak pada kuantitas anak didik yang belajar disana. Atas dasar itulah, upaya manajemen kurikulum di Kober Andalusia dilaksanakan. METODE PENELITIAN Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dipilih pada penelitian ini, karena berupaya mendeskripsikan manajemen kurikulum di Kober Andalusia Sodonghilir Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik, yakni teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik studi dokumentasi. Adapun dalam anylisis data menggunakan model interaktif miles dan huberman, yang terdiri atas kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2. Sedangkan untuk keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan, triangulasi dan audit untuk kriteria kepastian. HASIL DAN PEMBAHASAN Kober Andalusia merupakan lembaga yang berdiri pada tahun 2009. Pada awalnya kober ini merupakan sekolah TK A, tetapi kemudian seiring berjalannya waktu ketua Yayasan memutuskan untuk membuat Kober tanpa menghilangkan TK A. Pada tahun 2021 Kober Andalusia mendaftar untuk menjadi sekolah penggerak, dengan perjuangan yang begitu panjang dan juga beberapa tes yang diikuti, akhirnya pada tahun 2022 terpilih sebagai sekolah penggerak. Sekolah Penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul . epala sekolah dan gur. (Kemdikbud, 2. Program sekolah penggerak diselenggarakan pada: . Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) usia 5 . tahun sampai dengan 6 . Sekolah Dasar (SD). Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah Menengah Atas (SMA). Sekolah Luar Biasa Iwan Sopwandin, dkk. Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 (SLB) (Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1177 Tahun 2020 Tentang Program Sekolah Penggerak, n. Manajemen Kurikulum di AuSekolah PenggerakAy Kober Andalusia Manajemen Kurikulum di Kober Andalusia menggunakan tiga fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ketiga fungsi tersebut diterapkan dengan tujuan agar semua kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan secara teratur dan terencana, sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini (Suartini, personal communication, 2. Perencanaan Kurikulum Perencanaan kurikulum yang dilaksanakan di Kober Andaludia meliputi: . Membuat program tahunan. Membuat program semester (Prose. Membuat Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Membuat Modul ajar dengan menentukan Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP). Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP). Membuat program perkembangan anak yang digabungkan dengan kurikulum merdeka profil pancasila. Kober Andalusia membuat membuat Modul Ajar setiap minggunya sesuai dengan Kurikulum Merdeka yang ditujukan untuk membantu pendidik mengajar secara lebih fleksibel dan kontekstual. Dalam penyusunan modul ajar biasanya di Kober Andalusia ini guru melibatkan peserta didik untuk berdisukusi mengenai apa yang akan mereka pelajari selama satu minggu kedepan. Hal ini bertujuan untuk menarik minat peserta didik dalam belajar dan membantu mengembangkan kemampuan untuk mengungkapkan keinginan. Selain itu, modul ajar yang dibuat di Kober Andalusia ini berdasarkan dengan tema, sub tema yang telah disusun oleh para guru dengan program perkembangan anak yang mencakup berbagai aspek, seperti moral agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik motorik, dan seni. Selanjutnya dari modul ajar mingguan ini di kembangkan menjadi modul ajar harian atau sering di sebut dengan RPPH. Di Kober Andalusia. RPPH dibuat setiap setelah pulang sekolah, sama halnya dengan modul ajar mingguan guru juga menanyakan keinginan anak untuk pembelajaran esok hari, kemudian guru membuat kesepakatan dengan anak-anak. Saat membuat perencanaan kurikulum, para guru melakukan persiapan yang komprehensif sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas. Persiapan tersebut meliputi sub tema, tema, tujuan pembelajaran, metode yang akan digunakan di kelas dengan tepat, media dan alat yang dapat mendukung pembelajaran, referensi buku, dan alat evaluasi yang akan digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa para guru di Kober Andalusia sangat serius dan teliti dalam merencanakan pembelajaran agar dapat berjalan dengan baik. Selain itu, kalender akademik disusun berdasarkan rencana program kegiatan yang akan berlangsung selama satu tahun. Kepala sekolah dan para guru berusaha untuk menjalankan program kurikulum dengan baik dan memastikan bahwa proses pembelajaran berlangsung dengan efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendorong para guru untuk menerapkan strategi pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Saat ini, jumlah siswa Kober Andalusia yang terdaftar pada tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 20 orang yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok A berjumlah 10 siswa dan kelompok B berjumlah 10 siswa. Untuk sarana prasarana yang dimiliki Kober Andalusia saat ini sudah memadai untuk dilaksanakan pembelajaran, mulai dari ruang kelas yang representatif hingga jenis permainan dan media pembelajaran yang Gambar 1. Kondisi Sarana Prasarana Kober Andalusia Iwan Sopwandin, dkk. Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 Pelaksanaan Kurikulum Implementasi kurikulum di Kober Andalusia berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pelaksanaan pembelajaran di Kober Andalusia menggunakan model kelompok yang diselaraskan dengan modul ajar yang telah dibuat oleh guru. Model kelompok yang dimaksud ialah guru menyediakan ragam permainan 3-4 jenis perhari yang sesuai dengan tema. Anak-anak diberikan kebebasan memilih kegiatan permainan yang mereka minati. Selain dari kegiatan permainan yang telah disediakan, terkadang anak memilih kegiatan permainan sesuai pilihannya sendiri seperti lego, balok, main peran di luar tema, dan lain-lain. Sebelum kegiatan inti dengan tema ada pembiasaan yang mengembangkan kemampuan motorik kasar seperti olahraga, bermain APE luar, bermain permainan tradisional, bermain bola, senam, dan lain-lain, yang tentunya disesuaikan dengan keinginan anak-anak. Gambar 2. Kegiatan Pengembangan Motorik Kasar Anak Transisi sebelum masuk kelas atau memulai pembelajaran di Kober Andalusia biasanya dengan kegiatan duduk melingkar atau berbaris kemudian bernyanyi, bertepuk-tepukan, bermain tebak-tebakan, membaca surat-surat pendek dari Al-QurAoan, membaca hadits-hadits pendek, membaca Pancasila, periksa kuku, dan lainlain. Setelah masuk kelas, terdapat juga pembiasaan Shalat dhuha dan membaca iqra. Setelah kegiatan-kegiatan diatas dilaksanakan, berikutnya dilaksanakan pembelajaran sesuai tema, dimulai dengan pembukaan tema, ini bisa berlangsung selama satu hari untuk memantik ide anak. Kegiatan pembukaan tema ini dilakukan dengan menyampaikan tema. Misalnya, pada tema tanaman sub tema padi, anak diajak untuk menonton video tentang tanaman padi dari mulai cara menanam sampai memanen, alat-alat yang digunakan, dan hal lain yang berkaitan dengan topik tersebut. Ada juga kegiatan pembukaan lainnya yaitu dengan mengajak anak untuk observasi langsung misalnya dengan mengajak anak pergi ke sawah atau ke kebun yang disesuaikan dengan tema. Gambar 3. Kegiatan observasi ke Sawah Kemudian setelah menonton video dan melakukan kunjungan, anak diajak membuat peta konsep. Misalnya dari tanaman padi guru memberi pertanyaan misalnya apa yang ingin mereka pelajari? Apa saja yang Iwan Sopwandin, dkk. Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 ada dalam tayangan video? Atau apa saja yang dilihat saat berkunjung kesawah?. Jawaban anak-anak pasti akan beragam, kemudian semua jawaban anak itu dicatat dan dijadikan peta konsep. Dari peta konsep tersebut dibuat kesepakatan poin keberapa yang akan dipelajari minggu sekarang. Misalnya cara membajak sawah, barulah pada hari ke dua masuk pada kegiatan inti. Kegiatan inti pembelajaran di Kober Andalusia ini dengan cara guru mempersiapkan kegiatan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dikaitkan dengan tema. Misalnya bermain peran membajak sawah. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk pengembangan elemen jati diri dimana anak mampu mengontrol, mengelola, dan mengekspresikan emosi yang dirasakan. Adapun kegiatan lainnya seperti membuat alat untuk membajak sawah menggunakan bahan bekas atau barang yang ada. Tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk pengembangan dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi rekayasa dan seni. Tujuan pembelajarannya anak dapat menunjukan kemampuan dasar berfikir kritis, kreatif dan kolaboratif. Penutupan pembelajaran di Kober Andalusia dengan cara mengevaluasi dan merefleksi bersama anak dengan cara bertanya kepada anak tentang apa saja kegiatan yang telah dilakukan, misalnya bagaimana perasaan anak melakukan kegiatan tersebut, apakah puas, biasa, atau kurang puas. Selanjutnya guru memberikan pertanyaan kepada anak mengenai bagaimana penilaian anak terhadap hasil karya yang telah Apabila mereka diberi kesempatan untuk mengulang ataupun memperbaiki hasil karyanya apa yang ingin ditambahkan untuk menyempurnakan hasil karya tersebut, dan apa yang ingin dilakukan selanjutnya. Kemudian guru memberi penguatan terhadap sikap atau karakter baik yang telah dilakukan oleh anak. Misalnya dengan memberi pujian, memberi gambar bintang dan lain-lain. Terakhir ditutup dengan SOP Evaluasi Kurikulum Kegiatan evaluasi salah satunya ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan kurikulum secara keseluruhan. Setiap kegiatan akan memberikan umpan balik, demikian juga dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikulum. Umpan balik tersebut digunakan untuk mengadakan berbagai usaha penyempurnaan baik bagi penentuan dan perumusan tujuan, penentuan sekuens, strategi, dan media yang digunakan (Sopwandin, 2. Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur keberhasilan kegiatan anak (Prastiwi et al. , 2. Evaluasi hasil belajar pendidik dilakukan untuk memantau secara terus menerus proses belajar dan kemajuan belajar anak. Evaluasi pembelajaran di Kober Andalusia sangat penting dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan anak dan kinerja guru yang telah dilakukan sebelumnya. Sistem penilaian yang dilakukan di kober ini tidaklah sama dengan penilaian lembaga pendidikan yang lebih tinggi dari kober, karena anak-anak belum mampu membaca dan menulis dengan baik serta bentuk tes nya pun berbeda, kober menggunakan pendekatan penilaian autentik. Penilaian autentik merupakan penilaian yang proses dan hasil belajarnya untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap . pritual dan sosia. , pengetahuan dan keterampilan berdasarkan fakta yang sesungguhnya (Hartati & Zulminiati, 2. Sistem penilaian pun dilaksanakan setiap harinya berdasarkan fakta hasil kerja anak-anak seperti menggambar, mewarnai, merangkai, dan menyusun kata-kata, dinilai secara langsung setelah anak-anak mengumpulkan hasilnya kepada pendidik, dengan sistem nilai tanda khusus dan ceklis untuk memberikan semangat kepada peserta didik. Selain evaluasi terhadap perkembangan anak. Kober Andalusia juga mengevaluasi kinerja guru yang dilakukan oleh ketua pengelola Kober Andalusia. Kegiatan penilaian pembelajaran memastikan pembelajaran sesuai dengan rencana yang dibuat. Evaluasi dilakukan dengan memantau kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru (Suartini, personal communication, 2. Namun kegiatan pengawasan atau supervisi ini bersifat kekeluargaan, sehingga dalam prosesnya tidak terjadi ketegangan atau kecanggungan yang terjadi terhadap guru tersebut (Fauziah et al. , 2. Dalam kegiatan pemantauan, pengelola Kober terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Ketua Pengelola mengamati dan mendiagnosis kesulitan atau masalah yang dihadapi guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Hasil diagnosa tersebut kemudian dijadikan sebagai bahan dukungan guru. Dalam kegiatan pendampingan tersebut, yang selanjutnya diajukan berbagai alternatif solusi untuk penyelesaian masalah tersebut. Ketua Pengelola memberikan kebebasan kepada guru untuk memilih alternatif solusi mana yang menurut mereka paling baik untuk memecahkan masalah penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Pemberian kebebasan kepada guru untuk memilih alternatif solusi memberikan kemandirian guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kemudian, dikarenakan Kober Andalusia merupakan sekolah penggerak, maka untuk pengawasan tidak terlepas dari pengawasan secara langsung oleh fasilitator maupun pengawasan secara daring. Untuk pengawasan secara langsung oleh fasilitator yaitu dengan cara datang langsung ketempat dan melihat Iwan Sopwandin, dkk. Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 bagaimana perkembangan mengenai lokakarya, contohnya P5 dan menanyakan bagaimana hambatanhambatan saat pembuatan P5 tersebut. Gambar 4. Monitoring dan Evaluasi secara langsung oleh fasilitator Sedangkan untuk pengawasan secara daring yaitu melalui aplikasi yang kemudian di isi dengan laporan yang di minta oleh fasilitator. Kedua skema tersebut pada dasarnya untuk mengevaluasi perjalan Kober Andalusia dalam melaksanakan program sekolah penggerak. Sehingga dengan adanya pengawasan secara kontinu, diharapkan ketercapaian target pun semakin maksimal. PENUTUP Kober Andalusia sebagai salah satu lembaga yang terpilih sebagai sekolah penggerak menerapkan manajemen kurikulum yang meliputi: . Perencanaan, yang meliputi: . pembuatan program tahunan. pembuatan program semester (Prose. pembuatan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). pembuatan modul ajar dengan menentukan Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP). pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP). pembuatan program perkembangan anak yang digabungkan dengan kurikulum merdeka profil pancasila. Pelaksanaan, yaitu pembelajaran di Kober Andalusia menggunakan model kelompok yang diselaraskan dengan modul ajar yang telah disusun oleh guru. Evaluasi yang terdapat di Kober Andalusia meliputi tiga hal, yakni: . penilaian terhadap anak-anak untuk mengukur perkembangannya dengan pendekatan penilaian autentik. penilaian terhadap kinerja guru yang dilakukan oleh ketua pengelola. penilaian terhadap lembaga sebagai sekolah penggerak secara luring dan daring oleh fasilitator dan aplikasi yang tersedia. DAFTAR PUSTAKA