CENDEKIA Volume xx Issue xx . Pages 7-14 P-ISSN x-x. E-ISSN x-x https://ejournal. id/index. php/cendekia Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan Penerapan Kurikulum Muadalah Dalam Peningkatan Kualitas Santri Di Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 Bogor Sugeng Ari Wibowo. Universitas Darunnajah Muchammad Ibnu Muzakir. Universitas Darunnajah sugengarbow@gmail. com, ibnumuzakir@darunnajah. Received: 20-05-2025 Revised: 21-05-2025 Accepted: 23-05-2025 Published: 24-05-2024 DOI: https://doi. org/10. 61159/cendekia. Abstract Historically, a pesantren has always been preceded by the presence of a kiai. Then came a student who wanted to study at the kiai. The application of the muadalah curriculum at the Annur Darunnajah 8 is different from other educational institutions, it is undeniable that the existence of the muadalah curriculum can be said to be mature in the sense that it has followed the existing guidelines. Qualitative Research with a series of activities to obtain data that is as it is without being in certain results which emphasize meaning. The advantages of this system are not always visible because basically this system is a hidden curriculum. Most of the curriculum of the Annur Darunnajah 8 in Bogor has been fulfilled in accordance with the basic framework and curriculum structure of the muadalah mu'allimin education unit set by the Directorate of Early Education and Islamic Boarding Schools of the Directorate General of Islamic Education. Ministry of Religion of the Republic of Indonesia in 2015 with a percentage of 97. 50 % good criteria. The conclusion that indeed the value for the 2020-2021 period is superior to the average value for stage 1 and stage 2 of 5. 21 for the period 2021-2022 getting an average value in stage 1 and stage 2 of 4. 87 so the difference between the two periods by 0. Inhibiting factors and supporting factors for the implementation of the muadalah curriculum are contained in this study, the inhibiting factors are the socialization of student guardians, and the structure of the pesantren curriculum. Keywords: Implementation. Mu'adalah Curriculum. Improvement of Santri Quality. Boarding School. Abstrak Secara historis, pesantren selalu didahului oleh keberadaan seorang kiai. Kemudian datanglah santri yang ingin belajar kepada kiai tersebut. Penerapan kurikulum muadalah di Annur Darunnajah 8 berbeda dari lembaga pendidikan lainnya, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan kurikulum muadalah ini dapat dikatakan matang dalam arti telah mengikuti pedoman yang Penelitian kualitatif dengan serangkaian kegiatan untuk memperoleh data yang apa adanya tanpa menghasilkan hasil tertentu yang menekankan pada makna. Keunggulan sistem ini tidak selalu terlihat karena pada dasarnya sistem ini adalah kurikulum tersembunyi. Sebagian besar kurikulum di Annur Darunnajah 8 di Bogor telah terpenuhi sesuai dengan kerangka dasar dan struktur kurikulum satuan pendidikan muadalah mu'allimin yang ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia pada tahun 2015 dengan persentase 97,50% kriteria baik. Kesimpulannya bahwa nilai untuk periode 2020-2021 lebih unggul dibandingkan dengan nilai rata-rata untuk tahap 1 dan tahap 2 sebesar 5,21, sedangkan untuk periode 2021-2022 mendapatkan nilai rata-rata pada tahap 1 dan tahap 2 sebesar 4,87 sehingga perbedaan antara kedua periode tersebut sebesar 0,36%. Faktor penghambat dan faktor pendukung dalam pelaksanaan kurikulum muadalah terdapat dalam penelitian ini, faktor penghambatnya adalah sosialisasi wali santri, dan struktur kurikulum pesantren. Kata kunci: Implementasi. Kurikulum Mu'adalah. Peningkatan Kualitas Santri. Pesantren. Introduction Pendidikan Islam dalam pengertian institusi adalah institusi-institusi pendidikan Islam seperti: pondok pesantren, madrasah diniyah, madrasah sebagai sekolah umum berciri khas Islam, dan Pondok Pesantren, merupakan institusi pendidikan Islam pertama dan asli Indonesia yang mengemban misi utama yang terkenal sebagai lembaga tafaqquh fiddin. Institusi ini disebut pondok pesantren karena memiliki minimal lima komponen utama, yakni: kyai, santri, mushalla/masjid, pengajian kitab-kitab Islam klasik, dan pondok/asrama. (Dhofier, 1. Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan 7 Akhirnya berkat perjuangan para ulama dan tokoh-tokoh muslim, terutama yang duduk di jajaran birokrasi, pesantren mulai mendapat pengakuan dari pemerintah dengan adanya kebijakan muAoadalah. Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam mengeluarkan surat keputusan nomor E. IV/PP. 032/ KEP/80/98 tanggal 9 Desember 1998 yang berisi pernyataan pengakuan kesetaraan kepada lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Setelah terbit undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, akhirnya pesantren secara resmi berhasil masuk menjadi subsistem pendidikan nasional. Kemudian diperkuat dengan Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 2013 tentang perubahan atas peraturan pemerintah momor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Peraturan Pemerintah nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan, maka pendidikan di pondok pesantren sudah mendapatkan pengakuan yang jelas, dan memperoleh fasilitas yang sama seperti institusi-institusi pendidikan lainnya manakala mengikuti regulasi-regulasi yang telah ditetapkan Lalu diperkuat dengan keluarnya Peraturan Menteri Agama (PMA) Republik Indonesia nomor 18 tahun 2014 tentang satuan pendidikan muAoadalah pada pondok pesantren yang secara khusus mengatur penyelenggaraan suatu pendidikan muAoadalah membuatnya disetarakan dengan pendidikan Seiring berjalannya waktu penerapan kurikulum yang semula kedinasan dengan adanya SMP dan SMK dibuktikan dengan piagam pendirian pondok pada tahun 2011 hingga 2018 yang dilanjutkan dengan kurikulum satuan Pendidikan muadalah dan pada tahun 2018 barulah terbitnya SK penyetaraan yaitu keputusan direktur jendral Pendidikan islam mengenai muadalah bisa dikatakan dengan SK ini dapat memperkuat satuan Pendidikan muadalah yang ada dipondok pesantren annur darunnajah 8 berjalan dengan baik sejak terbitnya SK penyetaraan yang dikeluarkan. Penerapan kurikulum muadalah dipondok pesantren annur darunnajah 8 adanya perbedaan dengan Lembaga Pendidikan lain, tidak bisa dipungkiri dengan adanya kuriulum muadalah bisa dkatakan matang dalam artian sudah mengikuti pedoman pedoman yang ada, tetapi perlu dikaji dan diteliti ulang sebab seiring berkembangnya zaman, kurikulum nasional juga mengalami perubahan dengan adanya kurikulum merdeka tetapi pondok pesantren annur darunnajah 8 tetap memakai kurikulum muadalah dengan landasan yang ada. Kurikulum muadalah berbasis muallimin dalam penerapannya didukung dengan faktor faktor, diantaranya faktor faktor yang mendukung dan faktor faktor yang mengahambat untuk itu perlu diketahui bagi khalayak umum apa saja yang membuat penerapan kurikulum muadalah dengan adanya peningkatan kualitas santri. Methods Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian dengan pendekatan kualitatif adalah objek alami yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak mempengaruhi dinamika objek penelitian. Laporan berdasarkan pendekatan kualitatif mencakup masalah deskriptif murni dari program dan pengalaman orang-orang di lingkungan penelitian. (Sugiyono, 2. Adapun metode dalam pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi. Observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian. Menurut Sutrisno Hadi dalam bukunya Sugiyono, observasi adalah proses kompleks yang terdiri dari berbagai proses biologis dan psikologis. (Sugiyono, 2. Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang keadaan yang terjadi dalam kenyataan, observasi berfungsi sebagai eksplorasi dengan tujuan 8 Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang masalahnya dan mungkin petunjukpetunjuk tentang cara memecahkannya. Wawancara. Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua belah pihak, yaitu pewawancara . yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara . yang memberikan jawaban pertanyaan itu. Adapun Wawancara dilakukan kepada Pimpinan Pondok Pesantren Annur darunnajah 8, direktur Tarbiyyatul muallimin wa almuallimat al-islamiyah, dan kepala bidang kurikulum di Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8. Dokumentasi, yang dimaksud dengan dokumen adalah bahan seperti fotografi, film, video, memo, surat, catatan harian, catatan kasus klinis, dan sejenisnya yang dapat digunakan sebagai informasi tambahan sebagai bagian dari studi kasus yang sumber data utamanya adalah observasi atau wawancara. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis, dibandingkan dan dipadukan, membentuk kajian yang sistematis terpadu dan utuh. Berupa dokumendokumen baik berupa primer maupun skunder. Result and Discussion Pesantren Muadalah Dalam sejarahnya, sebuah pesantren selalu diawali dengan keberadaan seorang kiai. Kemudian dating seorang santri yang ingin menuntut ilmu pada kiai tersebut. Hari demi hari semakin banyak yang datang, akhirnya tak tertampung lagi dirumah kiai itu, maka dibuatlah masjid atau musala untuk berjamaah dan pusat kegiatan santri. (Amin, 2. Pesantren, merupakan institusi pendidikan Islam pertama dan asli Indonesia yang mengemban misi utama yang terkenal sebagai lembaga tafaqquh fiddin. Intitusi ini disebut pesantren karena memiliki lima komponen utama, yakini: kiai, santri, mushalla/masjid, pengajian kitab-kitab Islam klasik, dan pondok/asrama. (Dhofier, 1. Menurut Choirul Fuad Yusuf. MuAoadalah secara bahasa berasal dari kata (AoAEA-AOEA-A)EA yang berarti penyetaraan. Sedangkan secara terminologi, pengertian muAoadalah adalah suatu proses penyetaraan antara institusi pendidikan baik pendidikan di pondok pesantren maupun di luar pondok pesantren dengan menggunakan kriteria baku dan mutu atau kualitas yang telah ditetapkan secara adil dan terbuka. Selanjutnya hasil dari muAoadalah tersebut, dapat dijadikan dasar dalam meningkatkan pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan di pondok pesantren. (Yusuf, 2. Jenis satuan pendidikan muAoadalah terdiri atas salafiyah dan muallimin. Jenis satuan pendidikan muadalah salafiyah adalah satuan pendidikan muAoadalah berbasis kitab kuning. Sedangkan jenis satuan pendidikan muAoadalah muallimin adalah satuan pendidikan muadalah berbasis dirasah islamiyah dengan pola pendidikan muAoallimin. Pendidikan Pesantren Muadalah Jenis Muallimin berakar pada tradisi pesantren dalam rangka membentuk manusia seutuhnya yang mampu menjalankan peran kekhalifahan di muka bumi dan sekaligus sebagai hamba Allah yang harus mengabdikan dirinya sematamata kepada Allah dalam menjalankan peran tersebut. Kurikulum Pendidikan Pesantren Muadalah Jenis Muallimin dikembangkan dalam kerangka dasar yang menempatkan peserta didik sebagai subjek pengetahuan. Kurikulum diarahkan untuk dapat mengembangkan kapasitas peserta didik sebagi pribadi yang mandiri dalam mendapatkan pengetahuan keagamaan melalui Kiai atau ustadz dan dapat mengembangkannya melalui interaksi dengan sesama santri, masyarakat, atau sumber belajar lainnya. Sasaran dari program pondok pesantren muAoadalah ini adalah lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh pondok pesantren, yang mengajukan permohonan untuk disetarakan lulusannya setingkat dengan madrasah aliyah/SMA dan Madrasah Tsanawiyah/SMP diantaranya: Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan 9 a. Madrasah Salafiyah AoUlya (Aly atau Aliya. DMI (Dirasah MuAoallimin Islamiya. Kulliyatul MuAoallimin Islamiyah (KMI) dan Tabiyatul MuAoallimin Islamiyah (TMI) Madrasah Diniyah AoUlya atau setingkat Takhassus yang sudah lulus jenjang Wustho dan Awwaliyah/Ula atau nama lainnya yang sejenis. Kualitas Santri Kualitas adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang dan jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau yang tersirat. Dalam konteks pendidikan, pengertian kualitas mencakup input, proses, dan output pendidikan. (Fatah, 2. Sedangkan asal usul kata AusantriAy dapat dilihat dari dua pendapat. Pertama, pendapat yang mengatakan bahwa AusantriAy berasal dari perkataan AusastriAy, sebuah kata dari bahasa sansekerta yang artinya melek huruf. (Yasmadi, 2. Pendapat ini menurut Nurcholish Madjid didasarkan atas kaum santri adalah kelas literary bagi orang Jawa yang berusaha mendalami agama melalui kitabkitab bertulisan dan berbahasa Arab. Di sisi lain, kata santri dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu, atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. Atau secara umum dapat diartikan buku-buku suci, buku-buku agama, atau buku-buku tentang ilmu (Dhofier, 1. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Kualitas santri yang mana antara satu dengan yang lainnya saling berkaitan, yaitu: . lingkungan, . penghuni/santri, . kurikulum, . kepemimpinan, . alumni, dan . (Arif, 2. Dilihat dari faktor lingkungan, pondok pesantren merupakan hasil pertumbuhan tak berencana, sporadic, dan tidak memadai baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Hal ini terbukti dengan adanya sarana dan prasarana yang kurang memadai. (Darajat, 2. Pembawaan menentukan batas-batas kemungkinan yang dapat dicapai oleh seseorang, akan tetapi lingkungan menentukan menjadi seseorang dalam organisasinya. Sistem pengajaran dan pendidikan baik itu pendidikan umum maupun agama hendaknya lebih mengutamakan pengembangan intelektual daripada mengutamakan pembinaan kepribadian Sehingga daya kritis, tradisi kritik, semangat meneliti, dan kepedulian menawarkan sebuah konsep keilmuan dapat berkembang baik di dalam pondok pesantren. Dengan kata lain pendidikan dan pengajaran dapat diintegrasikan menjadi suatu kesatuan yang utuh dan harmonis. (MaAoarif, 1. Metode pengajaran hendaknya juga menempuh kurikulum campuran antara yang agama dan Kurikulum campuran ini timbul dari tuntutan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan umum yang merupakan kebutuhan nyata yang harus dipenuhi para lulusan pondok pesantren. Untuk itu pihak pondok pesantren perlu merekrut lulusan-lulusan perguruan tinggi, menjadi tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang didirikan oleh pengelola pondok pesantren. (Qomar, 2. Kurikulum pondok pesantren juga perlu ditambah, karena ada ketidakseimbangan di Kajian tentang fiqih terlalu kuat, sedang kajian tentang metode tafsir, hadits, dan pengembangan wawasan keagamaan kurang ditonjolkan. Padahal semua pondok pesantren menganggap bahwa sumber hukum itu adalah Al-QurAoan, hadits dan qiyas, tetapi justru sumber itu kurang dikuasai secara konstektual oleh para santri. (Hasan, 1. Pemberian Keterampilan merupakan bekal yang sangat bermanfaat bagi santri bila terjun di masyarakat nanti. Keterampilan yang lebih dikenal sebagai kegiatan ekstra kulikuler meliputi berbagai bidang yang dapat dijangkau kapasitas pondok pesantren dan bantuan pemerintah. Lagi pula jenis ketrampilan disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar. Jenis ketrampilan dapat 10 Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan berupa antara lain: tata busana dan tata boga, kejuruan administrasi, manajemen, kejuruan fotografi, olah raga dan lain-lain. (Azra, 2. Perpaduan antara kedua unsur pendidikan, yaitu keilmuan Islam klasik dan keilmuan umum/modern dapat dijadikan sebagai model pendidikan alternatif untuk menyongsong Indonesia baru dengan mewujudkan masyarakat madani. Masyarakat yang memiliki sumber daya manusia yang kaya iptek dan imtaq. (Yasmadi, 2. Jika khasanah keilmuan Islam klasik yang dimiliki pondok pesantren dapat dioptimalisasikan dengan sebaik-baiknya, pondok pesantren jauh lebih baik kualitas santrinya dari lembaga-lembaga pendidikan dalam bentuk lain. Dalam hal ini terdapat beberapa faktor yang dibagi menjadi dua, diantaranya faktor faktor Penghambat dan Pendukung. Dalam penerapan kurikulum yang berkaitan dengan dengan santri, guru dan sistem pendikan dan pengajaranya, sudah tidak bukan lagi menjadi rahasia umum masalah masalah yang menghambat pada penerapan kurikulum sebab kurikulum nasional mengalami berbagai perubahan hingga sekarang, penentuan kurikulum juga mendapat sorotan yang tak lain membahas mengenai kalender Pendidikan yang didalamnya mengatur kegiatan tahunan, semesteran, mingguan dan harian, sosialisasi mengenai penerapan kurikulum muadalah juga menuai sorotan bagi wali santri dan juga santrinya itu sendiri, pemahaman muadalah yang tidak matang dapat disalah artikan oleh Sebagian banyak orang, standarisasi dan kualifikasi ustadz, ataupun guru guru juga dapat menjadi tolak ukur dalam peningkatan kualitas santrinya tersebut. Analysis/Discussion Penerapan Kurikulum Pesantren Muadalah di Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 di bawah naungan Yayasan Darunnajah yang beralamat di Desa Cidokom Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Jawa Barat 16310 yang telah mendapatkan status muAoadalah/persamaan dan mendapat SK MuAoadalah MuAoallimin dari menteri Agama RI sejak 2018. Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 Bogor juga memiliki tujuan, visi dan misi. Tujuan dari program pesantren muAoadalah memberikan kewenangan dan keleluasaan pesantren dalam mengatur kurikulum dan sistem Pendidikan, dan tidak diikutsertakan Ujian Nasional (UN). Pesantren dapat secara mandiri merancang pengembangan kopetensi santri dengan tetap mendapat ijazah yang diakui oleh negara. Memiliki visi dan misi program. Visi Pesantren yaitu: Mencetak manusia yang bermuttafaqah fiddin untuk menjadi kader pemimpin umat / Bangsa Sedangkan Misi Pesantren Yaitu: Mencetak Manusia Yang Beriman Dan Bertaqwa. Berakhlaq Mulia. Berpengetahuan Luas. Sehat Dan Kuat. Terampil Dan Ulet. Mandiri. Mampu Bersaing. Kritis. Problem Solver. Jujur. Komunikatif. Dan Berjiwa Juang. Program pesantren muAoadalah di Pondok Pesantre Annur Darunnajah 8 Bogor, diatur oleh pedoman-pedoman dalam aspek pembelajaran. Seperti adanya kurikulum pembelajaran dengan perpaduan antara kurikulum dari pemerintah dengan kurikulum pondok modern Gontor Ponorogo. Walaupun perencanaan pembelajaran tidak menggunakan Rencana Perencanaan Pembelajaran (RPP) namun dalam kurikulum sudah terdapat batasan pelajaran serta judul-judul perpelajaran, dan dimaksimalkan dengan adanya perencanaan pembelajaraan tiap hari menggunakan buku IAodad Tadris. Kurikulum Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 Bogor sebagian besar sudah terpenuhi sesuai dengan kerangka dasar dan struktur kurikulum satuan Pendidikan muAoadalah muAoallimin yang ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jendral Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan 11 Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2015 dengan prosentasi 97,50% kriteria baik. Pada komponen ini sebagian besar aspek pada evaluasi kurikulum yang terdiri dari: kurikulum yang digunakan di kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 menerapkan program Pendidikan Muadalah dengan mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan jati diri Pesantren yang didalanya Pendidikan mualah yang ditawarkan pada jalur pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar berupa pelajaran Muadalah-ula dan/atau pelajaran Wustha. Dalam hal ini memiliki santri paling sedikit 300, dan Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 memiliki 1322 yang di dalamnya sudah termasuk santri ulya dan wustho. Penerapan Kurikulum Muadalah Dalam Peningkatan Kualitas Santri Sistem TMI idealnya membutuhkan 6 . tahun untuk dituntaskan oleh mereka yang memulainya selulus tingkat sekolah dasar dan 4 . tahun untuk mereka yang telah menyelesaikan tingkat sekolah menengah pertama dan tidak memiliki basis Bahasa arab. Sistem ini tdaklah terpisah seperti SMP dan SMA tapi merupakan satu kesatuan yang utuh. (Arief, 2. Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 terus menerus mengembangkan potensi dan kemampuan para santrinya untuk mencapai suatu tujuan pesantren tersebut untuk Peningkatan kualitas santri dilakukan dengan cara meningkatkan kegiatan intra kurikuler atau ekstra kurikuler dan pendidikannya contohnya mendalami materi tentang kitab kuning yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing pada santri. Juga dengan kegiatan berbisnis serta berketrampilan yang bertujuan melatih santri agar menjadi santri yang serbabisa, yaitu ilmu agama diperdalami serta berbisnispun dilakukan untuk menjadikan santri yang cerdas, kegiatan-kegiatan yang sudah tercantum serta yang sudah dijelaskan. Dunia pesantren memendam banyak potensi, namun selama ini penggalian potensinya masih dilakukan secara konvensional dan tradisional, padahal banyak aspek yang dapat kita kumpulkan dalam menghadapi dinamika dunia modern dalam hal ini hidden curriculum yang dapat menyeimbangkan antara pola dan metodologi pendidikan dalam menggali kualitas santrinya. Setelah dilakukan berbagai penelitian tentang penerapan kurikulum muadalah dalam meningkatkan kualitas santri di Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8, telah didapat hasil yang cukup signifikan. diantaranya yaitu: Peningkatan kualitas santri, artinya santri yang berperan mulai dari aspek perencanaan, aplikasi, eksekusi, hingga tahap evaluasi program program terkait kehidupan dipondok hal ini yang menjadi kekuatan pendidikan karakter dipondok pesantren annur darunajah 8 dengan sistem muallimin. Santri memahami dan mengalami langsung bagaimana proses di dalam menghadapi pendidikan karakter dalam ilmu sosiologi : kerjasama, konflik dan Peningkatan kualitas santri atau siswa dilakukan dengan cara meningkatkan kegiatan santri baik yang bersifat intra kulikuler maupun ekstra kulikuler, contohnya seperti pendalaman materi dan wawasan tentang keterampilan jiwa . oft skil. dan keterampilan teknis . ard skil. yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan survive dalam kehidupan nyata. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 53 ayat . butir a dan pada Pasal 79 ayat . butir b menyatakan bahwa Kegiatan Ekstrakurikuler termasuk di dalam rencana kerja tahunan satuan pendidikan, dan Kegiatan Ekstrakurikuler perlu dievaluasi pelaksanaannya setiap semester oleh satuan pendidikan. 12 Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan a. Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan, bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Klub Extrakulikuler yang dapat mengembangkan . ard skill. keterampilan teknis dan . oft skill. keterampilan Jiwa di pesantren annur darunnajah 8: . sepak bola, . futsal, . bulu tangkis . tenis meja, . rugby, . voli, . sepak takraw, . akrobatik, . mountaineering, . renang, . silat, . tapak suci, . pramuka, . , . pertamanan, . multimedia, . memanah, . marawis, . hadroh, . qosidah, . grup band, . marching band, . seni kaligrafi, . gambar karikatur, . angklung, . paduan suara, . handy craft, . menjahit, . cidokom post/jurnalistik, . reading club, . latihan pidato 3 bahasa, . robotik, . fotografi, . Latihan dasar kepemimpinan/LDK, . praktik pengabdian masyarakat/PPM, untuk extrakulikuler itu pilihan karna semua tergantung pada santrinya itu sendiri, disamping itu usaha dan upaya pondok dalam meningkatkan keterampilan dari hard skills dan soft skills santri pun dibekali dengan knowledge pengatahuan mengenai keterampilan keterampilan diatas, sebagai pedoman santri, jadi santri tidak hanya bisa main, bisa menggunakan akan tetapi paham juga tentang Kokurikuler adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk menguatkan pemahaman terhadap materi ajar yang diberikan guru di kelas kepada siswa. Dengan kata lain bahwa kokurikuler menjadi penunjang kegiatan intrakulikuler supaya para siswa dapat lebih mudah memahami apa yang disampaikan oleh guru melalui pelajaran di kelas. Intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran atau belajar mengajar sebagaimana yang telah berjalan selama ini. Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dilaksanakan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan utama yang dilakukan di sekolah dengan jadwal dan struktur yang jelas. Conclusion Kurikulum Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 Bogor sebagian besar sudah terpenuhi sesuai dengan kerangka dasar dan struktur kurikulum satuan Pendidikan muAoadalah muAoallimin yang ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia tahub 2015 dengan prosentasi 97,50% kriteria baik. Pada komponen ini sebagian besar aspek pada evaluasi kurikulum yang terdiri dari: kurikulum yang digunakan di kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 TMI. Ketercapaian ketercapaian penerapan kurikulum muadalah ini memiliki beberapa aspek Ketercapaian peserta didik :100% Ketercapaian sarana prasarana :100% Ketercapaian landasan program : 100% Ketercapaian struktur kurikulum : 97,50% Ketercapaian hasil program : 100% Faktor Penghambat Kurikulum Muadalah dalam Peningkatan Kualitas Santri: Kurikulum Muadalah dengan Kurikulum Nasional. Santri tidak Tuntas Muadalah. Penggunaan Kalender Masehi, dan Singkronisasi Krangka Kurikulum. Sedangkan Faktor Pendukungnya Kualitas Pengajar Muadalah. Pengembangan Keterampilan, dan Pengurusan Administrasi. Upaya upaya yang sudah dijalankan dalam peningkatan kualitas santri. Dalam hal ini Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 membekali santrinya dengan keterampilan jiwa (Soft Skil. Kehidupan Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan 13 Dalam Pesantren Yang Islami Menuntut Santri Untuk Berdikari Dan Hidup Mandiri. Lebih Mengenal Dirinya. Berinterkasi dengan Masyarakat. References