GAMBARAN MAKNA KERJA BAGI GENERASI Z DI JAKARTA Ayu Ramadhani ramadhaniayu1601@gmail. Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Ayu Dwi Nindyati nindyati@univpancasila. Fakultas Psikologi Universitas Pancasila *Penulis Korespondensi: ayu. nindyati@univpancasila. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran makna kerja pada generasi Z berdasarkan dimensi job, career dan calling dilihat dari beberapa aspek demografis seperti jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pendapatan perbulan, masa kerja, jam kerja perhari, jenis pekerjaan, jabatan dan lokasi kerja. Responden dalam penelitian ini ialah generasi Z yang berusia 18-24 tahun dan bekerja di Jakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik covenience Dalam penelitian ini peneliti mengadaptasi alat ukur yang dikembangkan oleh Wrzesniewski. McCauley. Rozin dan Schwartz . yang disebut dengan the university of Pennsylvania work-life questionnaire. Penelitin ini juga menggunakan pertanyaan terbuka untuk mengetahui alasan utama generasi Z bekerja, alasan generasi Z bertahan di suatu pekerjaan, dan pekerjaan yang diharapkan oleh generasi Z. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki makna kerja dalam kategori tinggi, baik dilihat dari dimensi job, career dan Dimensi makna kerja yang memiliki mean tertinggi ialah dimensi career . , diikuti oleh dimensi job . dan dimensi calling . Kata Kunci: Makna Kerja. Job. Career. Calling. Generasi Z. Jakarta Abstract This research aims to describe the meaning of work in generation Z based on the dimensions of job, career and calling seen from several demographic aspects such as gender, age, education, monthly salary, work period, hours of work per day, type of work, position, and work location. Respondents in this study were generation Z, aged 18-24 and working in Jakarta. The sampling technique used in this study was covenience sampling technique. The measuring instrument used in this study was an adaptation of a measuring instrument developed by Wrzesniewski. McCauley. Rozin and Schwartz . called the university of Pennsylvania work-life questionnaire. This research also used openended questions to find out the main reasons for the generation Z to work, the reasons for generation Z to stay in a job, and the work expected by generation Z. The results showed how respondents responded in the high category in terms of the dimensions of job, career and calling. The dimension of meaning of work which has the highest average was career . , then followed by job . and calling . Keywords: Meaning of Work. Work. Career. Calling. Generation Z. Jakarta 42 Ramadhani. Nindyati,D,A. Gambaran Makna Kerja Bagi Generasi Z Di Jakarta PENDAHULUAN Penelitian yang dilakukan Perbedaan generasi dalam lingkungan (Andrea. Gabriella. -C. , & Timea, 2. kerja menjadi salah satu subjek yang selalu menunjukkan bahwa terdapat perbedaan muncul dalam perkembangan manajemen karakteristik yang signifikan antar generasi sumber daya manusia (Putra, 2. (Putra. Z dengan generasi lain. Salah satu faktor 2. mendefinisikan generasi sebagai utama yang membedakan generasi Z dengan suatu konstruksi sosial yang didalamnya generasi-generasi terdapat sekelompok orang yang memiliki penguasaan informasi dan teknologi yang kesamaan umur dan pengalaman historis sudah menjadi bagian dari kehidupan yang sama. Saat ini terdapat empat generasi generasi Z yang kemudian mempengaruhi berbeda yang berada di dunia kerja, yaitu nilai-nilai, pandangan dan tujuan hidup baby boomers, generasi X, generasi Y, dan generasi Z (Andrea. Gabriella. -C. , & generasi Z (Cristina, 2. Kondisi sosial Timea, 2. dan ekonomi yang berbeda membentuk Penelitian mengenai karakteristik tiap munculnya perbedaan generasi dengan nilai, generasi di tempat kerja dilakukan untuk perilaku dan sikap yang berbeda pula (Dwidienawati. , & Gandasari, 2. Tiap generasi memiliki karakteristik pekerja yang berasal dari generasi yang yang dipengaruhi oleh nilai, ambisi dan gaya berbeda (Dwidienawati & Gandasari, 2. bekerja yang berbeda (Christina, 2. Upaya untuk memahami keberadaan tiap Beberapa peneliti telah melakukan studi mengenai karakteristik tiap generasi di keberhasilan suatu organisasi tergantung tempat kerja. (SP, 2. mendefinisikan karakter sebagai sebuah sistem keyakinan mengelola berbagai macam sumber daya dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan yang dimilikinya, salah satu hal yang sangat seorang individu. Lebih lanjut (SP, 2. (Oktariani. Hubeis, & Sukandar, 2. dapat dibangun dengan nilai-nilai moral dan (Chandra et al. , 2. menyebutkan sumber kemasyarakatan yang dijunjung tinggi oleh daya manusia senantiasa melekat pada setiap sumber daya organisasi sebagai faktor (Andrea. Gabriella. -C. , & Timea, 2. penentu keberadaan dan peranannya dalam memberikan kontribusi ke arah pencapaian perbedaan karakteristik yang dimiliki oleh tujuan organisasi secara efektif dan efisien. tiap generasi yang dimulai dari generasi baby Saat ini, generasi termuda di dunia boom . , generasi X . , kerja ialah generasi Z atau generasi post- generasi Y . , hingga generasi Z Generasi Z adalah individu yang INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 41-60 lahir di tahun 1990-an dan tumbuh ditahun 15 tahun atau individu yang terlahir di tahun 2000-an dikelilingi oleh perkembangan teknologi Berdasarkan data (Statistik, 2. yang pesat (Singh & Dangmei, 2. diketahui bahwa pekerja dengan kisaran Terdapat beberapa pandangan berbeda usia 15-24 tahun di Indonesia berjumlah mengenai tahun kelahiran yang dapat 540 orang dari total 124. dalam generasi Z. Dalam orang pekerja dengan rentang usia 15 tahun penelitian ini peneliti memahami bahwa sampai dengan usia lebih dari 60 tahun. generasi Z adalah individu yang lahir di DKI Jakarta yang merupakan ibukota negara Indonesia, pekerja dengan kisaran usia 15- disebutkan oleh (Andrea. Gabriella. -C. 24 tahun berjumlah 1. 433 orang (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2. didasarkan karena generasi Z lahir dan (Dwidienawati. , & Gandasari, 2. tumbuh dengan mengalami hal-hal yang menyebutkan bahwa di tahun 2020 generasi berbeda dengan generasi sebelumnya. Z diperkirakan mencapai 2,56 miliar orang tahun-tahun awal kehidupan generasi Z secara global yang memasuki dunia kerja, mengalami ketidakpastian ekonomi karena atau bisa dikatakan bahwa sebanyak 20% adanya resesi . emerosotan ekonom. di pekerja di tahun 2020 adalah generasi Z. 1995-2010, Timea. Penggolongan tahun 1998, serta generasi ini juga tidak Generasi pernah mengalami hidup tanpa koneksi teknis, memiliki pengetahuan bahasa tingkat dikarenakan lahir dan berkembang di jaman tinggi dan merupakan tenaga kerja yang teknologi yang tengah berkembang pesat sangat baik (Putra, 2. (Putra, 2. (Dwidienawati. , & Gandasari, 2. menyebutkan bahwa generasi Z adalah yang memiliki Di Indonesia, penduduk usia kerja pekerja yang efektif di era digital. Penelitian adalah penduduk yang berusia 15 tahun dan yang dilakukan oleh (Dwidienawati. , & (Badan Statistik. Gandasari, (Statistik, generasi Z di Indonesia adalah generasi yang diketahui bahwa generasi Z yang masuk lebih realistis dibandingkan dengan generasi dalam kategori usia kerja adalah individu Y atau generasi milenial, serta membutuhkan yang lahir di tahun 1995-2004. Saat ini, security dan stabilitas. Berdasarkan Pusat generasi Z dengan usia tertua adalah 24 Disamping disebut sebagai tenaga tahun atau merupakan individu yang lahir di kerja yang sangat baik di era digital karena tahun 1995, dan usia termuda yang masuk memiliki kemampuan teknis dan terbiasa dalam kategori usia kerja berdasarkan data dikelilingi oleh perkembangan teknologi (Pusat, 2. adalah individu yang berusia yang pesat sebagaimana dikemukakan oleh 44 Ramadhani. Nindyati,D,A. Gambaran Makna Kerja Bagi Generasi Z Di Jakarta (Putra, 2. dan (Singh & Dangmei, 2. , penelitian (Wahyuni, 2. diketahui bahwa (Andrea. Gabriella. -C. , & Timea, 2. makna kerja mempengaruhi keterikatan menyebutkan bahwa generasi Z cenderung tidak memiliki komitmen. (Dwidienawati. & Gandasari, 2. juga menyebutkan menyebutkan bahwa makna kerja memiliki bahwa generasi Z tidak memiliki keyakinan hubungan positif dengan keterikatan kerja. untuk mengambil pekerjaan yang bersifat Salah jangka panjang, namun generasi Z juga keterikatan kerja adalah makna kerja sebagai panggilan atau calling (Puspita. Demikian (Puspita, pernyataan (Dwidienawati. , & Gandasari, menyebutkan makna kerja mempengaruhi 2. , peneliti memahami bahwa generasi Z komitmen dan keterikatan organisasi. Dari memiliki keraguan ketika harus terikat berbagai data yang telah dipaparkan di atas, dengan pekerjaan tertentu dalam jangka peneliti memahami bahwa permasalahan waktu yang lama. Karakterisitik generasi Z komitmen dan keterikatan generasi Z yang yang tidak yakin akan suatu pekerjaan dapat mengancam kelanjutan organisasi jangka panjang, tidak memiliki komitmen dapat dipengaruhi oleh bagaimana pekerja dan keterikatan dalam suatu pekerjaan atau memaknai pekerjaannya. pekerjaan yang bersifat jangka pendek. Dari (Geldenhuys Makna kerja merupakan cara pandang permasalahan dalam dunia kerja. (Nindyati, pekerja dalam memahami dan merespon 2. menyebutkan bahwa apabila sumber pekerjaannya (Wrzesniewski et al. , 1. daya manusianya tidak bertahan lama di (Wrzesniewski et al. , 1. menyebutkan organisasi, dapat menjadi permasalahan bahwa makna kerja terdiri dari tiga dimensi, untuk kelanjutan organisasi. yaitu job, career dan calling. Terdapat Fenomena terkait generasi Z yang beberapa teori mengenai makna kerja, disebut kurang memiliki komitmen dan namun peneliti menggunakan makna kerja yang dikemukakan oleh (Wrzesniewski et al. kemudian dikaitkan oleh peneliti dengan 1. karena dimensi job, career dan calling pendekatan psikologi positif. (Wahyuni, 2. menyebutkan bahwa pendekatan karakteristik yang dimiliki oleh generasi Z. psikologi positif dapat digunakan untuk Job (Wrzesniewski et al. , 1. berfokus pada fenomena organisasi. (Schaufeli & Bakker, 2. menyatakan bahwa perasaan positif dan keterikatan generasi Z menurut (Dwidienawati. , & kerja merupakan hasil dari pemaknaan Gandasari, 2. yang menganggap uang seseorang terhadap pekerjaannya. Hasil sebagai motivasi dalam bekerja. Career yang INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 41-60 kerja dibandingkan dengan pekerja dengan job ataupun career (Wrzesniewski et al. karakteristik generasi Z menurut (Putra. Pekerja dengan job dan career tidak 2. yang merupakan generasi profesional berarti tidak dapat memiliki kepuasan kerja dan kepuasan hidup yang tinggi, pekerja pengembangan karir. Sejalan juga dengan dengan job dan career juga dapat merasa (Dwidienawati. , & Gandasari, 2. yang puas akan hidup dan pekerjaan apabila menyebutkan bahwa generasi Z merupakan mencapai apa yang diinginkan seperti tipe pekerja keras untuk mendapatkan peningkatan kekuatan di lingkungan kerja kesempatan pekerjaan yang baik. Dimensi ataupun memiliki finansial yang diinginkan calling memandang kerja sebagai kegiatan (Wrzesniewski et al. , 1. yang dapat dinikmati sepenuhnya dan Berdasarkan penelitian-penelitian bermanfaat secara sosial sejalan dengan sebelumnya peneliti memahami bahwa (Gaidhani. Arora. , & Sharma, 2. makna kerja dengan dimensi job, calling dan career merupakaan variabel yang bermakna menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan untuk pengembangan perilaku positif dalam Pernyataan salah satu pekerja dunia kerja. Seperti yang ditemukan pada generasi Z juga menyebutkan bekerja penelitian (Wahyuni, 2. makna kerja dan work engagement. (Puspita, 2. makna menyenangkan dan sesuai dengan passion kerja dan keterikatan kerja. dan (Geldenhuys et al. , 2. makna kerja dan komitmen [R, Hasil Wawancara, 01 Januari 2. Setelah Dari penelitian yang dilakukan oleh karakteristik Gen Z yang khas terkait dengan (Wrzesniewski et al. , 1. diketahui bahwa perilaku kerja seperti tidak yakin akan suatu pekerja yang masuk dalam dimensi calling pekerjaan jangka panjang, tidak memiliki memiliki kepuasan akan pekerjaan dan komitmen organisasi dan keterikatan dalam suatu pekerjaan, maka peneliti bermaksud dibandingkan dengan pekerja yang masuk meneliti seecara mendalam dengan analisis dalam dimensi job dan career. Pekerja deskripsi tentang dengan calling cenderung memiliki status memaknai pekerjaanya, dilihat dari dimensi dan kedudukan yang lebih tinggi di tempat job, career dan calling. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan bagaimana Gen Z kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian berdasarkan apa 46 Ramadhani. Nindyati,D,A. Gambaran Makna Kerja Bagi Generasi Z Di Jakarta yang terjadi (Bungin, 2. Penelitian ini Dalam hanya menggunakan satu variabel, yaitu mengadaptasi alat ukur makna kerja dari makna kerja. Makna kerja didefinisikan (Wrzesniewski et al. , 1. yang disebut dengan the university of Pennsylvania work- memahami dan merespon pekerjaannya The (Wrzesniewski et al. , 1. Responden Pennsylvania work-life questionnaire yang penelitian ini ialah generasi Z dengan dikembangkan oleh (Wrzesniewski et al. karakteristik responden yaitu generasi Z 1. terdiri dari 18 item, 7 item masuk yang berusia 18-24 tahun, tengah bekerja, dalam dimensi job, 3 item masuk dalam dan bekerja di DKI Jakarta. Responden dalam dimensi career, dan 8 item masuk dalam penelitian ini berjumlah 219 orang. dimensi calling. Dalam penelitian ini, peneliti Teknik pengambilan sampel yang mengembangkan jumlah item pada dimensi digunakan dalam penelitian ini ialah non- job yang semula berjumlah 7 item menjadi 8 probability sampling, yang merupakan teknik Jumlah total item alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini ialah 19 item. populasi tidak diberikan peluang atau Alat ukur penelitian ini menggunakan skala kesempatan yang sama (Martono, 2. likert, yang menurut (Sekaran & Bougie. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara 2. merupakan tipe skala pengukuran convenience sampling yang merupakan cara yang dirancang untuk memeriksa seberapa pengambilan sampel didasarkan kerelaan kuat subjek setuju atau tidak setuju dengan dan ketersediaan sampel untuk menjadi (Fink, (Nursiyono, 2. juga menjelaskan bahwa mempertimbangkan kemudahan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden penelitian memiliki makna kerja dengan kategori tinggi pada dimensi job, career, calling. Tabel 1 Hasil Analisis Kategori Makna Kerja Seluruh Responden Dimensi Variabel Kategori Jumlah Persentase Job Tinggi Rendah Total Career Tinggi Rendah Total Calling Tinggi Rendah Total 47 Ramadhani. Nindyati,D,A. Gambaran Makna Kerja Bagi Generasi Z Di Jakarta Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa Hasil penelitian ini juga menunjukan responden yang memiliki makna kerja baik bahwa career merupakan dimensi makna dilihat dari dimensi job, career, calling kerja dengan mean tertinggi dibandingkan dengan job dan calling, sebagaimana terlihat dalam tabel berikut ini. memiliki makna kerja dengan kategori Tabel 2 Hasil Analisis Dimensi Makna Kerja Dimensi Makna Kerja Job Career Calling Mean Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa Career sebagai dimensi makna kerja dimensi makna kerja pada generasi Z yang dengan mean tertinggi pada hasil penelitian memiliki mean tertinggi ialah dimensi career ini menunjukan bahwa generasi Z memaknai dengan mean sebesar 3. Hasil penelitian kerja sebagai proses pengembangan profesi ini sejalan dengan (Putra, 2. yang dan menandai pencapaian melalui kemajuan menyebutkan bahwa generasi Z merupakan dalam struktur pekerjaan sebagaimana pengembangan karir. Kesempatan untuk (Wrzesniewski et al. , 1. terkait dengan memiliki perkembangan karir yang cepat career sebagai dimensi dari makna kerja. menjadi salah satu hal yang mempengaruhi Kemajuan atau peningkatan karir sering generasi Z dalam mengambil keputusan mengarah pada kedudukan sosial yang lebih dalam bekerja (Kirchmayer & Fratrisovy, tinggi, peningkatan kekuatan dalam ruang Sebuah survey yang dilakukan oleh lingkup pekerjaan, dan harga diri yang lebih InsideOut Development pada generasi Z yang tinggi untuk pekerja (Wrzesniewski et al. berusia 18-23 tahun turut mendukung hasil penelitian ini, diketahui bahwa sebesar 76% generasi Z berekspektasi untuk mendapat Gambaran Makna Kerja Berdasarkan promosi di pekerjaannya dalam kurun waktu Jenis Kelamin 12 bulan (Z. Friedman, 2. Generasi Z Peneliti melihat mean dari masing-masing juga meyakini telah layak untuk mendapat dimensi makna kerja pada jenis kelamin promosi pekerjaan dalam kurun waktu 6 yang tertera dalam tabel berikut ini. bulan pertama masa kerjanya (Z. Friedman, 48 Ramadhani. Nindyati. Gambaran Makna Kerja Bagi Generasi Z Di Jakarta Tabel 3 Hasil Analisis Makna Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Mean Job Mean Career Mean Calling Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, memahami bahwa generasi Z baik laki-laki laki-laki memiliki mean tertinggi pada dan perempuan sama-sama memaknai kerja sebagai suatu proses mencapai peningkatan perempuan yang memiliki mean tertinggi kekuatan dan struktur jabatan. pada dimensi career. Terkait dengan faktorfaktor yang mempengaruhi keputusan dalam Gambaran Makna Kerja Berdasarkan karir, (Wesarat et al. , 2. menyebutkan Usia bahwa baik laki-laki ataupun perempuan Aspek demografis berdasarkan usia generasi Z termotivasi oleh faktor-faktor juga dalam penelitian ini dilihat mean dari yang serupa. Berdasarkan hasil penelitian masing-masing dimensi makna kerja. dilihat dari aspek jenis kelamin, peneliti Tabel 4 Hasil Analisis Makna Kerja Berdasarkan Usia Usia* Mean Job Mean Career *dalam tahun Dilihat dari aspek demografis usia, responden yang berusia 18-24 tahun yang Mean Calling pengembangan karir. menjadi responden dalam penelitian ini memiliki mean tertinggi pada dimensi career. Gambaran Makna Kerja Berdasarkan Tingginya mean pada aspek career pada Pendidikan Terakhir Berdasarkan analisis data statistik, menunjukan bahwa generasi Z terlepas dari diketahui nilai mean perdimensi job, career, perbedaan usia, memiliki kesamaan yaitu pendidikan terakhir. INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 41-60 Tabel 5 Hasil Analisis Makna Kerja Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir SMA SMK Mean Job Berdasarkan tabel 5 diketahui bahwa generasi Z dengan pendidikan terakhir D3 Mean Career Mean Calling Gambaran Makna Kerja Berdasarkan Penghasilan Perbulan dan SMK memiliki mean tertinggi pada Dalam penelitian ini, peneliti melihat dimensi career, diikuti dengan dimensi nilai mean dari masing-masing dimensi calling, lalu dimensi job. Generasi Z dengan makna kerja yaitu job, career, caling pendidikan terakhir MA. SMA dan S1 berdasarkan aspek demografis penghasilan memiliki mean tertinggi pada dimensi career, perbulan sebagaimana yang tertera dalam diikuti dengan dimensi job, lalu dimensi Tabel 6 Hasil Analisis Makna Kerja Berdasarkan Penghasilan Perbulan Penghasilan Perbulan <1. 000 Ae >2. 000 Ae >3. 000 Ae >4. 000 Ae >5. 000 Ae >6. 000 Ae >7. 000 Ae >8. 000 Ae >10. Ae 30. Mean Job Mean Career Mean Calling 50 Ramadhani. Nindyati,D,A. Gambaran Makna Kerja Bagi Generasi Z Di Jakarta Dilihat dari tabel 6 diketahui bahwa perbulan dibawah Rp. 000,- dan kini generasi Z dengan penghasilan bulanan berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang kurang dari Rp. 000 - 7. berada di hierarki selanjutnya. Dari hasil memiliki mean tertinggi pada dimensi career. analisis berdasarkan aspek penghasilan Sementara, perbulan ini diketahui bahwa generasi Z penghasilan bulanan lebih dari Rp. yang memiliki penghasilan lebih besar - 30. 000,- memiliki mean tertinggi pada cenderung memaknai kerja sebagai sesuatu dimensi calling, diikuti dengan dimensi yang membuat individu merasa puas akan career, lalu dimensi job. Jika dikaitkan dirinya, menganggap pekerjaannya sebagai dengan teori hierarki kebutuhan yang tujuan, dan memandang pekerjaan sebagai dikemukakan oleh Maslow, diketahui bahwa kebutuhan manusia yang lebih rendah harus kebutuhan yang lebih tinggi (H. Friedman, dikemukakan oleh (Wrzesniewski et al. Penghasilan bulanan jika dilihat 1. terkait dengan calling selaku dimensi berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow makna kerja. masuk pada kebutuhan fisiologis . ierarki paling renda. , sedangkan calling masuk Gambaran Makna Kerja Berdasarkan dalam hierarki kelima dalam hierarki Masa Kerja kebutuhan Maslow yaitu aktualisasi diri. Berdasarkan analisis data statistik. Generasi Z dengan penghasilan perbulan diketahui nilai mean perdimensi job, career, lebih tinggi telah memenuhi kebutuhan dan calling sebagaimana dapat dilihat pada tabel 7. berdasarkan masa kerja responden penelitian dengan penghasilan Tabel 7 Hasil Analisis Makna Kerja Berdasarkan Masa Kerja Masa Kerja <1 Tahun 1-2 Tahun >2-3 Tahun >3-4 Tahun >4-6 Tahun Mean Job Mean Career Mean Calling INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 41-60 Berdasarkan tabel 7 diketahui bahwa Gambaran Makna Kerja Berdasarkan generasi Z dengan masa kerja kurang dari 1 Jam Kerja Perhari tahun, 1-2 tahun, lebih dari 2-3 tahun Nilai mean perdimensi job, career, dan memiliki mean tertinggi pada dimensi career, berdasarkan jam kerja perhari diikuti dengan dimensi job, lalu calling. sebagaimana yang diperoleh dari analisis Generasi Z dengan masa kerja lebih dari 3-4 data statistik dapat dilihat pada tabel 8. tahun dan lebih dari 4-6 tahun memiliki mean tertinggi pada dimensi career, diikuti dengan dimensi calling, lalu job. Tabel 8 Hasil Analisis Makna Kerja Berdasarkan Jam Kerja Perhari Jam Kerja Perhari Fleksibel Office Hours Shift Mean Job Mean Mean Career Calling Berdasarkan tabel 8 diketahui bahwa Gambaran Makna Kerja Berdasarkan generasi Z yang bekerja dengan waktu kerja Jabatan fleksibel memiliki mean paling tinggi pada Berdasarkan analisis data statistik, dimensi career, diikuti dengan calling, lalu diketahui nilai mean perdimensi job, career. Sedangkan generasi Z yang bekerja dan calling dilihat dari aspek demografis dengan waktu kerja office hours dan shift jabatan sebagaimana dapat dilihat pada tabel memiliki mean paling tinggi pada dimensi career, diikuti job lalu calling. Tabel 9 Hasil Analisis Makna Kerja Berdasarkan Jabatan Jabatan Manajerial Pemilik Usaha Staf/ Operasional Mean Job Mean Career Mean Calling Berdasarkan tabel 9 diketahui bahwa manajerial serta pemilik usaha memiliki generasi Z yang memiliki jabatan di posisi mean paling tinggi pada dimensi career, 52 Ramadhani. Nindyati. Gambaran Makna Kerja Bagi Generasi Z Di Jakarta diikuti dengan calling, lalu job. Sedangkan Gambaran Makna Kerja Berdasarkan generasi Z yang memiliki jabatan di posisi Jenis Pekerjaan staf atau operasional memiliki mean paling Nilai mean perdimensi job, career, dan tinggi pada dimensi career, diikuti job lalu calling berdasarkan aspek demografis jenis pekerjaan yang diperoleh dari analisis data statistik dapat dilihat pada tabel 10. Tabel 10 Hasil Analisis Makna Kerja Berdasarkan Jenis Pekerjaan Jenis Pekerjaan Aparatur Sipil Negara BUMN Enterpreneur/Start Up/Wiraswasta Swasta Mean Mean Mean Job Career Calling Berdasarkan tabel 10 diketahui bahwa berdasarkan jenis pekerjaan generasi Z yang Gambaran Makna Kerja Berdasarkan bekerja sebagai aparatur sipil negara. Lokasi Kerja bekerja di BUMN serta swasta memiliki mean Berdasarkan aspek demografis lokasi paling tinggi pada dimensi career, diikuti kerja, dapat dilihat nilai mean dari masing- dengan job, lalu calling. Sedangkan generasi masing dimensi job, career, dan calling dalam tabel 11 berikut. enterpreneur/start up/wiraswasta memiliki mean paling tinggi pada dimensi career, diikuti calling lalu job. Tabel 11 Hasil Analisis Makna Kerja Berdasarkan Lokasi Kerja Lokasi Kerja Mean Mean Mean Job Career Calling Jakarta Barat Jakarta Pusat 3. Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Utara 3. Kepulauan Seribu INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 41-60 Berdasarkan tabel 11 diketahui bahwa bertahan di pekerjaannya, dan pertanyaan berdasarkan lokasi kerja, generasi Z yang ketiga untuk mengetahui pekerjaan seperti bekerja di Jakarta Barat. Jakarta Utara dan apa yang diharapkan oleh generasi Z. Kepulauan Seribu memiliki mean paling tinggi pada dimensi career, diikuti dengan Alasan Utama Generasi Z Bekerja job, lalu calling. Sedangkan generasi Z yang Alasan utama generasi Z bekerja yang bekerja di Jakarta pusat. Jakarta selatan dikategorikan oleh peneliti berdasarkan dan Jakarta Timur memiliki mean paling empat faktor yang mempengaruhi makna tinggi pada dimensi career, diikuti calling kerja sesuai dengan yang dikemukakan oleh lalu job. (Rosso et al. , 2. (Rosso et al. , 2. menyebutkan bahwa terdapat empat faktor Analisis Tambahan yang mempengaruhi makna kerja, yaitu the Terdapat tiga pertanyaan terbuka spiritual life. Dalam penelitian ini terdapat kuesioner penelitian. Pertanyaan terbuka 500 respon dari generasi Z yang menjadi yang pertama ialah untuk mengetahui alasan subjek penelitian atas pertanyaan terbuka utama generasi Z bekerja, pertanyaan kedua yang diberikan mengenai alasan utama generasi Z bekerja. self, other person, the work context, dan Tabel 12 Alasan Utama Generasi Z Bekerja Faktor Alasan Utama Persentase The Self Finansial Menerapkan ilmu dan yang dimiliki Mengisi waktu Menyalurkan Self7. Mandiri Tabungan untuk masa depan Kepuasan diri Life-stages Passion Total Other Memperbanyak Person Keluarga 54 Ramadhani. Nindyati. Gambaran Makna Kerja Bagi Generasi Z Di Jakarta Faktor Alasan Utama Membantu orang Total The Menambah Work Context Mengembangkan Total Spiritual Bentuk ibadah Life Total Berdasarkan tabel 12 diketahui bahwa Persentase faktor the self memiliki persentase paling mandiri, tabungan untuk masa depan, tinggi yaitu sebesar 68,2% dari total 500 respon yang diberikan oleh generasi Z selaku kemampuan yang dimiliki, menyalurkan responden penelitian. Tingginya persentase hobi, life-stages, dan passion. faktor the self sebagai alasan generasi Z bekerja ini sejalan dengan (Singh & Dangmei, 2. yang menyebutkan bahwa generasi Z Alasan Generasi Z Bertahan di Pekerjaan Alasan adalah generasi yang self-directed. Adapun pekerjaan juga dikategorikan oleh peneliti alasan utama generasi Z bekerja yang masuk dalam faktor the self dengan persentase mempengaruhi makna kerja sesuai dengan terbesar ialah finansial, hal ini sejalan yang dikemukakan oleh (Rosso et al. , 2. dengan penelitian (Dwidienawati. , & yaitu the self, other person, the work context. Gandasari, 2. yang menyatakan bahwa dan spiritual Dalam penelitian ini salah satu hal terpenting yang memotivasi respon atas generasi Z untuk bekerja ialah finansial. terbuka yang diberikan peneliti mengenai Alasan generasi Z bekerja selanjutnya yang apa saja yang menjadi alasan generasi Z termasuk dalam faktor the self ialah self- bertahan di suatu pekerjaan. INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 41-60 Tabel 13 Alasan Generasi Z Bertahan di Pekerjaan Faktor The Self Other Person The Work Context Spiritual Life Alasan Bertahan Finansial Mengisi waktu luang Menyukai pekerjaan Passion Self-improvement Tabungan untuk masa depan Zona nyaman Total Keluarga Rekan kerja Total Fasilitas memadai Fleksibelitas Kontrak kerja Lingkungan kerja Lokasi kerja Memperbanyak Menambah pengalaman kerja Pengembangan karir Pekerjaan tidak terlalu berat Belum mendapat pekerjaan yang lebih Total Suatu ibadah Total Persentase 56 Ramadhani. Nindyati. Gambaran Makna Kerja Bagi Generasi Z Di Jakarta Analisis yang dilakukan oleh peneliti persentase tertinggi. Alasan generasi Z dipekerjaan diketahui bahwa sebanyak bertahan dipekerjaan dengan persentase 46,2% generasi Z yang menjadi responden tertinggi selanjutnya ialah fasilitas kerja penelitian bertahan di pekerjaan karena faktor the work context. Hasil penelitian ini pengembangan karir, fleksibelitas waktu, sejalan dengan (Balentine, 2. yang lokasi kerja, belum mendapat pekerjaan menyebutkan bahwa meskipun termotivasi yang lebih baik, menambah pengalaman oleh uang dan security, generasi Z juga kerja, kontrak kerja, memperbanyak relasi, menginginkan karir yang memiliki tujuan. serta alasan pekerjaan yang tidak terlalu Generasi Z tertarik mengenai isu-isu sosial dan budaya yang relevan secara individual, dan memiliki keinginan bekerja untuk Pekerjaan yang Diharapkan Generasi Z perusahaan yang memiliki komitmen dan Pertanyaan terbuka terakhir dalam tujuan yang sama dengan yang diinginkan penelitian ini dianalisis untuk melihat oleh individu (Balentine, 2. Pada aspek pekerjaan seperti apa yang diharapkan oleh the work context, lingkungan kerja yang generasi Z. Respon generasi Z terkait pekerjaan yang diharapkan dapat dilihat dalam tabel 14. Tabel 14 Pekerjaan yang Diharapkan Generasi Z No. Pekerjaan yang Sesuai passion Memiliki jaminan masa depan Self-improvement Penghasilan yang Fleksibel Kerja sama tim yang Memiliki bisnis Memiliki tantangan Jabatan tinggi Fasilitas memadai Bermanfaat bagi orang lain Total Persentase INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 41-60 Pemaknaan kerja bagi generasi Z juga dipengaruhi oleh faktor-faktor pribadi terbesar ialah pekerjaan yang sesuai passion, dan konteks pekerjaan. Penelitian ini hal ini sejalan dengan hasil penelitian ini Pekerjaan yang juga menunjukan bahwa mayoritas generasi Z memiliki dimensi calling dalam kategori tinggi. Hasil penelitian ini sejalan dengan (Gaidhani. Arora. , & Sharma, 2. yang menyebutkan bahwa generasi z sesuai dengan prosedur ilmiah, namun terdapat keterbatasan dalam penelitian Responden yang digunakan dalam menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan penelitian ini ialah generasi Z yang telah Persentase terbesar kedua ialah bekerja, untuk itu penelitian selanjutnya pekerjaan yang memiliki jaminan masa depan, diikuti dengan pekerjaan yang karakteristik responden dengan turut berdampak pada self-improvement. Generasi melibatkan generasi Z yang belum Z berharap memiliki pekerjaan dengan penghasilan tinggi, pekerjaan yang fleksibel generasi Z memaknai suatu pekerjaan. juga menjadi sesuatu yang diharapkan generasi Z dalam bekerja, diikuti dengan kerja sama tim yang baik. Generasi Z berharap untuk memiliki bisnis sendiri, pekerjaan yang menatang juga menjadi yang diharapkan oleh generasi Z, diikuti dengan jabatan tinggi, fasilitas yang memadai, dan pekerjaan yang bermanfaat bagi orang lain. Dari hasil dan pemaparan diatas. PENUTUP Simpulan Hasil diketahui bahwa mayoritas generasi Z memiliki makna kerja yang tinggi baik pada dimensi job, career, dan calling. Hasil mayoritas generasi Z masuk dalam kategori peneliti memahami bahwa generasi Z tinggi pada job selaku dimensi makna kerja memaknai pekerjaan sebagai proses sesuai dengan karakteristik generasi Z yang menganggap finansial sebagai hal yang kedudukan sosial dan kekuatan di memotivasi generasi Z dalam melakukan Lebih banyaknya generasi Z generasi Z juga memaknai pekerjaan yang masuk dalam kategori tinggi pada sebagai proses yang memungkinkan dimensi career juga sejalan dengan generasi Selain individu memperoleh manfaat-manfaat finansial dan juga sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupannya. Z yang disebut sebagai generasi yang berorientasi pada pengembangan karir. Karakteristik generasi Z yang menganggap passion selaku hal penting dalam pekerjaan 58 Ramadhani. Nindyati. Gambaran Makna Kerja Bagi Generasi Z Di Jakarta yang dilakukan mendukung hasil penelitian kerja dengan mengumpulkan informasi ini yang diketahui bahwa mayoritas generasi Z masuk dalam kategori tinggi pada dimensi pengembangan karir yang ditawarkan Generasi Z memiliki mean paling oleh perusahaan atau pekerjaan. tinggi pada dimensi career . , diikuti Pekerjaan yang sesuai dengan passion dengan dimensi job . dan dimensi menjadi hal penting bagi generasi Z, oleh calling . sebab itu peneliti menyarankan bahwa Dilihat dari aspek demografis jenis sejak awal generasi Z dapat mengenali kelamin, usia, pendidikan terakhir, jabatan, pekerjaan seperti apa yang sangat pekerjaan dan lokasi kerja generasi Z memiki pekerjaan yang sesuai dengan passion. mean tertinggi pada dimensi career. Dalam penelitian ini juga diperoleh hasil bahwa Saran untuk Perusahaan generasi Z yang memiliki penghasilan lebih Perusahaan-perusahaan diharapkan besar memiliki mean tertinggi di dimensi mengenali bagaimana cara pandang generasi Faktor the self menjadi faktor dengan persentase terbesar yang mempengaruhi pekerjaan, guna memaksimalkan kinerja alasan utama generasi Z bekerja, sedangkan generasi Z di tempat kerja. Salah satu cara faktor dengan persentase terbesar yang memaksimalkan kinerja generasi Z ialah mempengaruhi alasan generasi Z bertahan di pekerjaan ialah faktor the work context. pengembangan profesi dan kemajuan dalam Pekerjaan yang paling diharapkan oleh generasi Z adalah pekerjaan yang sesuai passion, memiliki jaminan masa depan, dan penelitian bahwa mean dimensi career berdampak pada self-improvement. adalah yang paling tinggi pada generasi Z. Peneliti menyarankan perusahaan untuk Saran Saran untuk Generasi Z Berdasarkan diperoleh, peneliti memiliki saran yang inovasi-inovasi generasi Z dalam bentuk kejelasan struktur jabatan dan finansial yang stabil. ditujukan untuk generasi Z selaku generasi termuda dalam dunia kerja saat ini: Saran untuk Penelitian Selanjutnya Didasarkan pada hasil penelitian yang Pada penelitian ini peneliti hanya menunjukan bahwa mean tertinggi pada melihat makna kerja berdasarkan mean dari generasi Z ialah career, maka generasi Z tiap dimensi job, career dan calling yang diharapkan untuk melakukan pencarian merupakan desain penelitian kuantitatif INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 41-60 Penelitian kuantitatif deskriptif yang digunakan dalam penelitian hanya dapat menggambarkan makna kerja pada generasi Z tanpa maksud menghubungkan atau melihat perbedaan makna kerja job. Untuk selanjutnya diharapkan dapat menggunakan desain penelitian kuantitatif eksplanatif untuk melihat hubungan atau perbedaan makna kerja dilihat dari dimensi job, career dan calling berdasarkan aspek demografis yang digunakan dalam penelitian ini. PUSTAKA ACUAN