Open Community Service Journal 4 . : 155-161 2025 Contents lists available at openscie. E-ISSN: 2828-1195 Open Community Service Journal DOI: 10. 33292/ocsj. Journal homepage: https://opencomserv. Invetarisasi Tantangan Pada Usaha Industri Rumahan (Home Industr. Kerupuk Ikan Laut Binaan BUMDes di Desa Tanara. Kabupaten Serang Irma Nurmala Dewi1*. Ombi Romli1. Dedy Khaerudin2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Bina Bangsa. Serang. Indonesia Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Bina Bangsa. Serang. Indonesia *Correspondence E-mail: irma. dewi@binabangsa. INFORMASI ARTIKEL Riwayat Artikel: Disubmit 28 July 2025 Diperbaiki 14 Agustus 2025 Diterima 9 September 2025 Diterbitkan 26 Oktober 2025 Kata Kunci: BUMDes. Home Industry. Kerupuk Ikan. Pendampingan Usaha. ABSTRAK Latar Belakang: BUMDes Desa Tanara merupakan salah satu produsen penghasil makanan olahan dari ikan laut. Produk yang dihasilkan oleh industri rumahan . ome industr. binaan BUMDes dikenal memiliki banyak permasalahan dalam pengelolaan usaha yang Tujuan: Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat tahap satu ini adalah menganalisis masalah yang dihadapi oleh industri pengolahan ikan di Desa Tanara. Metode: Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan analisa situasi dan kondisi mitra. Dengan sosialisasi rencana kegiatan pengabdian masyarakat, melakukan survei langsung ke masayarakat pelaku industri rumahan. Hasil: Produksi kerupuk saat ini masih dilakukan secara manual sehingga menghasilkan produk yang tidak seragam, yang pada akhirnya berdampak pada ketidakkonsistenan dalam proses penjemuran dan hasil akhir. Dari sisi pemasaran, produk masih terbatas pada pasar lokal dan belum memanfaatkan platform e-commerce sebagai sarana Selain itu, belum pernah dilakukan pelatihan yang mendalam terkait pengelolaan industri rumahan oleh BUMDes. Kegiatan Pengabdian Tahap 2 difokuskan pada pemberian pelatihan di bidang pemasaran/marketing serta transfer teknologi dalam proses pembuatan kerupuk. Untuk mengutip artikel ini: Dewi. Romli. Khaerudin. Invetarisasi tantangan pada usaha industri rumahan . ome industr. kerupuk ikan laut binaan bumdes di Desa Tanara. Kabupaten Serang. Open Community Service Journal, 4. , 155Ae161. Artikel ini berada di bawah lisensi: A Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. License. Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A2025 by author/s Pendahuluan Keanekaragaman bahari yang berada di kepulauan Indonesia membuat hasil laut sangat melimpah. Luasnya perairan di Indonesia menghasilkan berbagai jenis fauna yang memiliki ciri khas dan keunikan masing masing. Provinsi Banten yang dikelilingi garis pantai laut jawa menyimpan keindahan alam yang sangat menarik. Penduduk dengan keramahan dan masih mempertahankan budaya tradisional nya membuat Banten menjadi provinsi yang unik. Tanah yang subur serta laut yang luas menjadikan penduduk Banten berprofesi sebagai petani dan juga nelayan. Menurut Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang. Kecamatan Tanara termasuk dalam Kawasan Minapolitan yang didorong oleh pemerintah, yakni kawasan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis wilayah sebagai embrio pertumbuhan ekonomi lokal dan Desa Tanara salah satu desa di Kecamatan Tanara Kabupaten Serang Provinsi Banten adalah salah satu desa dengan ragam potensi industri rumahan . ome industr. Salah satu pengolahan home industry adalah pengolahan dari hasil laut untuk dijadikan berbagai macam olahan makanan (Dahlan et al. , 2. Hasil laut yang beragam khususnya jenis ikan membuat masyarakat berkreasi dalam pengolahan hasil laut tersebut, ada yang dijadikan sebagai bahan olahan makanan dan juga pendamping lauk makan atau cemilan. Salah satu hasil laut yang dijadikan olahan pendamping makanan atau pun cemilan adalah ikan laut yang diolah menjadi kerupuk ikan (Furqon et al. , 2. Masyarakat Indonesia yang menggemari cemilan dan juga pendamping lauk pauk makanan utama membuat kerupuk digemari oleh masyarakat luas dari berbagai usia. Dengan kerenyahan dan rasa yang gurih serta cita rasa yang berbeda di setiap daerah membuat kerupuk mendapatkan tempat di hati masyarakat sebagai cemilan atau pendamping lauk pauk hidangan utama (Natania, 2. Desa Tanara terletak di lokasi strategis di Kabupaten Serang. Provinsi Banten. Secara geografis, desa ini berbatasan langsung dengan beberapa desa tetangga: Desa Pedaleman di sebelah utara. Desa Kedaung di sebelah selatan. Desa Jenggot di sebelah barat, dan Desa Sukamanah di sebelah timur. Data kependudukan Desa Tanara. Kecamatan Tanara. Kabupaten Serang, tercatat dalam publikasi tahunan Kecamatan Tanara dalam Angka 2024 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik. Berdasarkan data hingga tahun 2023. Desa Tanara memiliki jumlah penduduk sebanyak 2. 875 jiwa, terdiri atas 760 kepala keluarga, dengan 1. 418 laki-laki dan 1. 457 perempuan. Angka tersebut menunjukkan kepadatan penduduk yang relatif seimbang serta mencerminkan dinamika perkembangan demografis seiring pertumbuhan desa . Melimpahnya hasil laut yang diperoleh oleh masyarakat setempat yang sebagian berprofesi sebagai nelayan membuat bahan baku produk olahan dari ikan terpenuhi. Kerupuk ikan merupakan cemilan yang berbahan dasar ikan laut kemudian dicampur dengan tepung tapioka dan tepung beras diolah melalui beberapa tahapan hingga menjadi kerupuk. Masyarakat Indonesia yang gemar akan makanan ringan menjadikan kerupuk sebagai cemilan pendamping kopi ataupun teh (Kurniawati et al. , 2. Pencampuran bahan baku ikan laut yaitu, ikan tongkol, ikan tembang, ikan tenggiri, ikan tuna tidak boleh lebih dari 30% dari bahan campuran (Nugraha et al. , 2. Berdasarkan studi pendahuluan bahwa UMKM di Desa Tanara. Kecamatan Tanara. Kabupaten Serang menghadapi berbagai tantangan dalam usahanya. Oleh sebeb itu dilaksakana kegiatan pengabdian tahap 1 melalui program DPPM Kementrian Pendidikan Tinggi. Sains dan Teknologi (Kemendikti Sainte. 2025 dengan tujuan menginvetaris masalah masalah yang di hadapai oleh pelaku UMKM di Desa Tanara Metode Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat skema pemberdayaan berbasis kemitraan masyarakat yang di danai oleh DPPM Kementrian Pendidikan Tinggi. Sains dan Teknologi (Kemendikti Sainte. 2025 dengan mitra pelaku usaha BUMDes di Desa Tanara. Kecamatan Tanara. Kabupaten Serang menggunakan metode bertahap . , dimana terdiri dari kegiatan tahap 1 analisis kondisi pelaku industri rumahan, tahap II yaitu persiapan dan transfer IPTEK, selanjutnya tahap ke i adalah Pelaksanaan kegiatan dan tahap terakhir ke IV adalah evaluasi dan program berkelanjutan. Dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah tahap I yaitu analsisi kondisi indistri rumahan (UMKM) yang ada di Desa Tanara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakatan skema pembedayaan berbasis masyarakat diawali dengan kunjungan pada Kantor Kepala Desa Tanara pada tanggal 1 Juli 2025, untuk menyampaikan maksud dan tujuan tim PKM DPPM 2025, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka penerimaan pendanaan hibah DPPM 2025 mengadakan survey langsung ke lapangan untuk memastikan permasalahan pelaku usaha rumahan . ome industr. mengenai penyelarasan pihak Desa dengan tim PKM sehingga dapat berjalan dengan baik. Pada analisis awal kondisi pelaku industri rumahan tim pengabdian melakukan kunjungan pada 2 tempat pelaku usaha pengolahan ikan laut menjadi kerupuk ikan. Gambar 1. Alur kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tanara Hasil dan Pembahasan 1 Gambaran umum Kegiatan pelaksanaan pengabdian ini didanai oleh dana Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi (Kemendikbudriste. tahun anggaran 2025, yang ditandatangani pada tanggal 1 Juli 2025 di Universitas Bina Bangsa, dimana kegiatan PKM ini berlokasi di Desa Tanara. Kecamatan Tanara. Kabupaten Serang. Provinsi Banten (Tim penerimah hibah gambar . Kegiatan pengabidan dibagi menjadi beberapat tahap namun tahap pertama lebih fokus pada inventaris masalah masalah yang di hadapi oleh UMKM di Desa Tanara. Kegiatan invetaris di lakukan dengan 2 cara yaitu diskusi dengan pemerintah desa dan survei langsung ke pelaku usaha. Gambar 2. Tim Penerima Hibah Pengabdian DPPM Tahun 2025 2 Kunjungan dan Analisis Situasi Mitra dengan Pemerintah Desa Tahap awal yang dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat adalah dengan survey terlebih dahulu mengenai situasi Desa Tanara. Kecamatan Tanara. Kabupaten Serang, sebagai lokasi untuk dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pada kunjungan 1 Juli 2025 disambut oleh Bapak Lurah Desa Tanara yang menerima Tim PKM dengan baik dan hangat (Gambar . Kemudian dilanjutkan berdiskusi dengan aparat desa terkait permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha di Desa Tanara. Gambar 3. Kunjungan oleh Tim PKM DPPM 2025 ke Kantor Desa Tanara Berdasarkan hasil diskusi, menurut keterangan dari Ketua BUMDes Tanara, saat ini terdapat lebih dari 20 UMKM yang sedang berkembang di wilayah Desa Tanara. Kecamatan Tanara dengan berbagai bidang produk olahan sebagai industri rumah tangga, salah satu kegiatan home industry dari pengolahan ikan laut yaitu pelaku usaha home industry kerupuk ikan, dalam kunjungan awal ditemukan permasalahan yaitu Aubelum adanya pengetahuan yang lebih dalam pemasaran produk mereka, selama ini produk yang dihasilkan hanya di titipkan ke warung terdekat dan melakukan produksi jika ada pesanan saja. Selain itu. BUMDes Tanara belum memberikan pelatihan dan pendampingan secara khusus untuk para pelaku usaha industri rumah tangga sehingga para pelaku industri rumahan kurang percaya diri untuk mengembangkan usaha olahan ikan laut menjadi kerupuk ikan untuk dipasarkan ke luar daerahAy. 3 Kunjungan dan Analisis Situasi Mitra dengan Pelaku Usaha secara Langsung Selain berdiskusi dengan pemerintah Desa Tanara, tim PKM juga melakukan kunjungan langsung ke tempat pelaku usaha home indutry pembuatan kerupuk ikan. Secara umum produk yang di hasilkan adalah kerupuk ikan. Ikan laut yang digunakan untuk bahan baku kerupuk ikan adalah jenis ikan tembang dan juga ikan tongkol. Jenis ikan ini dipilih karena struktur daging yang tebal dan juga mudah ditemukan di tengkulak ikan dan juga hasil nelayan setempat (Agusven et al. , 2. Pengolahan ikan laut menjadi kerupuk ikan adalah industri rumahan yang ditekuni oleh ibu ibu rumah tangga di Desa Tanara untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Proses pembuatan kerupuk tergolong sederhana. Mencampurkan bahan utama seperti ikan, tepung dan bumbu bumbu sesuai takaran, kemudian di rebus di potong potong kemudian di jemur. Namun dalam proses dilapangan tidak sesederhana itu, ada beberapa bagian jika terjadi kesalahan dalam prosesnya akan membuat produk kerupuk ikan gagal. Gambar 4. Proses pembuatan kerupuk ikan di Desa Tanara Gambar 5. Produk kerupuk ikan di Desa Tanara Hasil observasi secara langsung dengan melakukan wawancara dengan dua pelaku usaha industri rumahan kerupuk ikan oleh tim PKM Universitas Bina Bangsa (Gambar . , mendapatkan hasil bahwa masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha adalah dalam pemotongan adonan kerupuk yang belum seragam dan sama rata. Berbeda tangan untuk memotong adonan maka hasilnya pun akan berbeda. Ada yang terlalu tebal dan ada yang tipis, ketidakseragaman bentuk dan ketebalan membuat proses penjemuran tidak dapat serentak selesai dalam satu kali penjemuran. Selain itu, pemasaran yang belum menyeluruh dan hanya mengandalkan pesanan dari warga sekitar membuat jumlah produksi stagnan dan sulit untuk meningkat. Gambar 6. Kunjungan Tim PKM DPPM 2025 pada Home Industry Kerupuk Ikan Gambar 7. Inventaris masalah dan tindak lanjut kegiatan yang akan di laksanakan di Tahap 2 Kesimpulan Berdasarkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tahap 1 di Desa Tanara, teridentifikasi beberapa permasalahan utama yang dihadapi oleh pelaku usaha, yaitu: . minimnya pemahaman dalam pengelolaan usaha, . penggunaan peralatan yang masih sederhana, serta . lemahnya strategi penjualan produk. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tahap 2 difokuskan pada pelatihan manajemen usaha, transfer teknologi untuk meningkatkan proses produksi, serta pelatihan strategi penjualan baik secara offline maupun online melalui pemanfaatan e-commerce. Ucapan Terimakasih Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemintraan Masyarakat yang didanai oleh DPPM Kemendikbudristek RI Tahun 2025 serta terimakasih kepada LPPM Universitas Bina Bangsa yang telah memberikan dukungan dan fasilitas kelengkapan dokumen dan perizinan untuk disampaikan ke Desa Tanara tempat untuk melaksanakan pengabdian ini, kepada Kepala Desa Tanara yang telah menyambut hangat kepada tim PKM DPPM 2025 dan juga warga Desa Tanara yang antusias mengikuti rangkaian program yang di laksanakan oleh tim pengabdian. Daftar Pustaka