Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: 2775-2933 Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Pengaruh Minat dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Menghafal Alquran Siswa Program Tahfizh Siti Aniah1. Nefi Darmayanti2 . Junaidi Arsyad3 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan e-mail: siti. aniah1972@gmail. Nefidarmayanti@uinsu. id, junaidiarsyad@uinsu. Submitted: 02-05-2023 Revised: 22-06-2023 Accepted: 14-07-2023 ABSTRACT. This study aims to determine and describe: . The effect of interest on the ability to memorize the Koran for students of the Tahfizh program at SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan . The effect of learning styles on the ability to memorize the Koran for students at the Tahfizh program at SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan . The influence of interest and learning style on the ability to memorize the Koran for students of the Tahfizh program at SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan. This research was carried out at the Shafiyyatul Amaliyyah Middle School in Medan, especially in the Tahfizh program class. This research is a quantitative study with a population of all Tahfizh program students consisting of 6 classes with a total of 93 students. The research sample is the entire population . otal samplin. The data collection instruments used were questionnaires and tests. The data analysis used simple and multiple linear regression. The findings showed: . There is a positive and significant effect of interest on the ability to memorize the Koran with a contribution of 4. 6% with the equation of the regression line Y = 79,786 0,087, . there is an influence of each -each learning style on students' ability to memorize the Koran, with details of the percentage of contributions as follows. visual learning style contributed 9. 2%, auditory learning style reached 1. 7% and kinesthetic learning style 0. The learning style of students that is more dominant in influencing the ability to memorize the Koran is the visual learning style, which is equal to 9. There is an influence of interest and learning style on the ability to memorize the Koran together with a contribution 3% with the regression line equation Y = 77. 068X_1 0. 037X_2 e. Keywords: Minat. Gaya Belajar. Menghafal Alquran https://doi. org/10. 31538/munaddhomah. How to Cite Aniah. Darmayanti. , & Arsyad. Pengaruh Minat dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Menghafal Alquran Siswa Program Tahfizh. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4. , 634-644. PENDAHULUAN Menghafal Alquran menjadi sangat penting karena Alquran merupakan landasan amal bagi seorang muslim. Menghafal Alquran merupakan salah satu cara untuk tetap mempertahankan eksistensi Alquran. Selain itu Alquran sebagai pedoman hidup ummat Islam banyak keutamaan yang telah Allah Swt. janjikan bagi para pelestari kitab-Nya ketika berada di dunia ataupun di akhirat kelak (Rustiana & Ma`arif, 2022. Ulumiyah. Maarif, & Zamroni, 2. Keutamaan di dunia yaitu: penghafal Alquran lebih utama dijadikan imam dalam shalat berjamaAoah, menjadi manusia terbaik di atas bumi, senatiasa mendapatkan ketenangan karena senantiasa dzikrullah, dinaikkan derajatnya. Adapun keutamaan di akhirat kelak Alquran akan menjadi penolong . yafaAoa. bagi para penghafalnya, ditinggikan derajatnya di surga, diberikan pahala yang luas hingga diberi mahkota kemuliaan (Al-Hafizh, 2. Sebaliknya perumpamaan orang yang tidak tertanam Alquran pada dirinya disebutkan dalam hadits dari Ibnu Abbas bekata Rasulullah saw. Dengan sabdanya. AuSesungguhnya orang yang di dalam dirinya tidak ada sedikit pun Alquran ibarat rumah yang runtuh. Ay dan AuHadits ini hasan shahihAy ungkap Imam At-Tirmidzi. Dari Pengaruh Minat dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Menghafal Alquran Siswa Program Tahfizh hadist di atas, terlihat bahwa tujuan Alquran diturunkan adalah sebagai Auway of lifeAy yang memberikan petunjuk dalam persoalan-persoalan akidah, syariAoah dan akhlak (Shihab, 1. Saat ini. Indonesia telah tumbuh subur akan lembaga-lembaga pendidikan Islam yang mendidik para siswanya untuk mampu menguasai ilmu Alquran, bahkan ada yang mendidik siswanya agar menjadi hafidz dan hafidzah. Sebagai salah satu sekolah yang bercita-cita mencetak generasi emas pemimpin masa depan yang disiplin religious dan smart. SMP Swasta Shafiyyatul Amaliyyah menyadari akan tanggung jawabnya dalam membentuk generasi Islam menuju pembangunan bangsa dan meneruskan ajaran agama Islam. Hal ini sebagaimana visi misi dari SMP Swasta Shafiyyatul Amaliyyah Medan yaitu terselenggaranya pendidikan lanjutan yang unggul dalam usaha mewujudkan anak qurani yang cerdas, memiliki akhlakul karimah serta jiwa QurAoani sesuai dengan visi dan misinya we shall creat Golden Generation yang Disciplined Religious and Smart. Upaya yang dilakukan SMP Shafiyyatul Amaliyyah adalah dengan menambahkan mata pelajaran tahfidz Alquran ke dalam daftar mata pelajaran. Pembelajaran tahfidz Alquran wajib bagi seluruh siswa SMP Shafiyyatul Amaliyyah dan secara khusus membuka kelas Program Tahfizh. Tujuan dari pembelajaran tahfidz Alquran ini adalah siswa mampu membaca Alquran dengan baik sesuai dengan kaedah membaca Alquran, mampu menghafal ayat-ayat Alquran sesuai dengan target yang telah ditentukan lembaga, hingga mampu memahami makna ayat yang dihafal. Adapun Target tahfidz Alquran di kelas program Tahfizh SMP Shafiyyatul Amaliyyah dari awal kelas VII hingga kelas IX adalah sebanyak lima juz, dimulai dari juz 26 sampai dengan juz 30. Akan tetapi, banyak siswa belum mampu memenuhi target jika dilihat dari fakta lapangan, kondisi ini bisa disajikan pada tabel berikut: Tabel. Pencapaian Target Hafalan Siswa Tahfizh SMP YPSA Kelas Jumlah Siswa Hafalan Mencapai Target VII Juz 30 dan 29 Vi Juz 30, 29, 28 dan 27 Juz 30, 29, 28, 27 dan 26 Sumber: Rekap buku setoran hafalan siswa dari TU Hasil tinjauan sementara yang ditemukan dilapangan menunjukkan sebahagian peserta didik menghafal dan melancarkan hafalan terlihat mudah tetapi menjaganya sulit, sebahagian lagi mengaku kesulitan menghafal, bahkan ada siswa yang secara akademik nilai prestasinya sangat baik namun ketika menghafal Alquran benar-benar merasa sulit dan ayat yang sudah dihafal cepat hilang atau lupa. Selain itu, diperoleh informasi bahwa beberapa siswa minat menghafal Alqurannya juga sering up down, sehingga ini juga berpengaruh terhadap kemampuan menghafalnya dan capaian target hafalannya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan dalam menghafal Alquran yaitu faktor dari dalam diri dan dari luar diri (Putra & Issetyadi, 2. Faktor luar diri meliputi lingkungan dan nutrisi tubuh, sedangkan faktor dalam diri meliputi kemauan, minat, bakat, motivasi dan gaya dalam memperoleh ilmu. Minat termasuk faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi minat siswa, yaitu faktor internal dan faktor eksternal (Slameto, 2. Minat dapat berkaitan dengan daya dorong dan keinginan seseorang untuk tertarik pada orang, benda, aktivitas, atau dapat juga diilhami oleh aktivitas seseorang berupa pengalaman yang efektif (Akmalia, 2. Minat dapat menjadi alasan untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan dan dipandang sebagai respon sadar, yang bersifat sangat pribadi, meskipun lingkungan dapat mempengaruhi minat. Minat yang kuat diyakini akan mempengaruhi capaian tujuan atau target yang telah ditentukan, sebaliknya minat yang lemah menyebabkan tidak tercapainya tujuan atau target yang telah ditentukan. Demikian juga halnya dengan aktifitas menghafal Alquran, jika siswa mempunyai minat yang kuat dalam menghafal Alquran dia akan rajin dan berusaha dengan sungguh-sungguh serta senang hati tanpa ada keterpaksaan untuk mengulang-ulang dan Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 634-644 635 Siti Aniah1. Nefi Darmayanti2 . Junaidi Arsyad3 menambah hafalannya. Sebaliknya jika minat menghafal Alqurannya lemah maka ia akan malas dan merasa terpaksa untuk menggulang-ulang dan menambah hafalannya. Sebagaimana diketahui kunci keberhasilan dari menghafal adalah kesungguhan dalam murojaAoah atau mengulang-ulang Adapun seseorang yang minat akan sesuatu pasti berusaha sedayamampunya untuk mandapatkan apa di inginkan. Dia akan menentukan cara dan merancang strategi yang efektif demi untuk mendapatkan apa yang ingin dicapai. Dengan demikian secara perlahan dengan sendirinya dia akan belajar dan medapatkan cara yang tepat untuk mencapai tujuannya. Begitupun dengan siswa memiliki cara yang unik dalam belajar, merespon dan memproses stimulus yang mereka terima. Perbedaan dalam merespon proses pembelajaran ditentukan oleh gaya masingmasing siswa dalam belajar. Gaya belajar adalah perpaduan dari bagaimana siswa menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi (DePorter & Hernacki, 2. Dengan begitu gaya belajar mempengaruhi siswa dalam belajar dan menyerap informasi dari proses pembelajaran Beberapa hasil penelitian terdahulu memaparkan adanya pengaruh gaya belajar peserta didik terhadap hasil study agama Islam (Nia, 2. Selain itu, terdapat pengaruh gaya belajar yang saling berinteraksi dengan memakai metode murajaAoah terhadap kemampuan dalam menghafal Alquran (Anastasia, 2. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara gaya belajar dengan kemampuan menghafal siswa dimana gaya belajar visual memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap hafalan Alquran siswa dibandingkan dengan gaya belajar auditori dan kinestetik (A. Sholikah, 2. Gaya dalam belajar diantara kecerdasan emosional dengan kemampuan dalam menghafal Alquran juga terdapat hubungan positif dan signifikan yang menunjukkan angka korelasi 0,661 dengan persamaan garis regresinya = 51,64 0,27X1 0,15X2. Sumbangan yang efektif sebesar variabel gaya belajar terhadap kemampuan menghafal Alquran adalah 18,40%, sedangkan sumbangan efektif variabel kecerdasan emosional dengan kemampuan menghafal Alquran adalah 7,02% (Khairani, 2. gaya Belajar Siswa dapat mempenagruhi hasil belajar siswa sebesar 50,3% dan sisanya 49,7% dipengaruhi oleh factor lain di luar variabel penelitian (Lestari, 2. Minat Siswa sangat berpengaruh Terhadap Kemampuan Menghafal Ayat Alquran pada Mata Pelajaran Alquran Hadist (Apri, 2. , gaya belajar visual berpengaruh paling dominan terhadap hasil belajar peserta didik (Safrianti, 2. , adanya pengaruh hasil belajar dimana minat belajar dan gaya belajar yang bervariasi artinya hasil study dipengaruhi oleh minat dan gaya belajar (Falah & Fatimah, 2. Berkenaan dengan permasalahan yang ada, diharapkan para guru untuk dapat melakukan berbagai inovasi dalam menumbuhkan minat dan gaya belajar siswa dalam menghafal Alquran khususnya melalui program tahfizh. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki karakter yang qurani dalam pengimplementasiannya di kehidupan sehari-hari. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Program Tahfizh SMP Shafiyyatul Amaliyyah terdiri dari enam kelas, yaitu kelas VII TA. VII TI. Vi TA. Vi TI. IX TA dan IX TI yang berjumlah 93 siswa. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket atau kuisioner (Questionnaire. Untuk menguji hipotesis pada penelitian ini digunakan uji analisis regresi berganda yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas minat dan gaya belajar secara bersama-sama terhadap variabel terikat kemampuan siswa menghafal Alquran, dan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh minat dan gaya belajar Visual. Auditori dan kinestetik secara masing-masing terhadap kemampuan menghafal Alquran. Sebelum melakukan uji regresi terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis. Untuk mempermudah analisis data, penelitian ini menggunakan alat bantu program statistic SPSS for windows sehingga didapatkan output hasil pengolahan data yang telah dikumpulkan, kemudian output hasil pengolahan data tersebut diinterpretasikan dan 636 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Pengaruh Minat dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Menghafal Alquran Siswa Program Tahfizh dilakukan analisis terhadapnya. Setelah dilakukan analisis barulah kemudian diambil kesimpulan sebagai sebuah hasil dari penelitian. Uji regresi berganda dilakukan untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas mempengaruhi variabel terikat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Minat Terhadap Kemampuan Menghafal Alquran Berdasarkan hasil uji t yang telah dilakukan ternyata diperoleh nilai signifikan rx1y sebesar 40 < 0. 05, dan nilai t tabel = 1. 986 dan t hitung = 2. 088, dikarenakan t hitung bernilai lebih besar dari t tabel . 088 > 1,. , ini membuktikan bahwa minat memberi pengaruh dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menghafal Alquran, dengan bentuk garis regresi linier Y= 786 0. 087X1 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara minat siswa terhadap kemampuan siswa dalam menghafal Alquran. Dibawah ini akan disajikan hasil pengolahan data analisis regresi sederhana. Tabel 2 Analisis Regresi Sederhana (Koefisien Regres. Koefisiena Koefisien Koefisien Non-standar Standart Model Signif Stdr. Error Beta (Konstant. Minat Dependent Variable: Kemampuan Tabel 3 Besarnya Pengaruh (Koefisien Determina. Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Minat Jika dilihat dari tabel di atas, maka besarnya pengaruh yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi atau R2 (R squar. bernilai 0,046, dimana minat siswa dalam memberikan pengaruh terhadap kemampuan menghafal Alquran ialah sebanyak 4,6% sementara sisanya sebanyak 95,4% dipengaruhi variabel lain. Tabel 4 Koefisien Korelasi (Ay. Correlations Minat Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Kemampuan Sig. -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Minat Kemampuan Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 634-644 637 Siti Aniah1. Nefi Darmayanti2 . Junaidi Arsyad3 Dari tabel 4 tentang pengujian hipotesis Ay1 di atas, menunjukan bahwa pada tingkat kepercayaan 95% ( = 0,. diperoleh koefisien korelasi . adalah 0,040. Ini memberikan simpulan dimana minat memberikan pengaruh yang positif dalam memantapkan kemampuan menghafal Alquran dengan derajat pengaruh berada pada level lemah. Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Menghafal Alquran Uji hipotesis dilaksanakan untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh variabel independen antara gaya belajar Visual. Auditori. Kinestetik (Variabel X. terhadap variabel dependen kemampuan siswa menghafal Alquran . ariabel Y). Perolehan nilai uji hipotesis dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5 Tabel Hasil Uji Hipotesis Variabel Bebas Variabel Terikat t hitung t tabel Signifikansi = 0,05 Gaya belajar Visual Menghafal Alquran Gaya belajar Auditori Menghafal Alquran Gaya belajar Kinestetik Menghafal Alquran Pengaruh gaya belajar visual terhadap kemampuan menghafal Alquran, menunjukkan bahwa nilai t hitung = 3. 029 dan nilai t tabel = 1. 986 dengan nilai signifikasi 0. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel . 029 > 1. dan signifikansi 0. 003< 0. 05, maka gaya belajar visual memberikan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara terhadap kemampuan menghafal Alquran siswa. Adapun pengaruh gaya belajar auditori dalam kemampuan menghafal Alquran diperoleh nilai t hitung = 1. 264 serta nilai t tabel = 1. 986 dan nilai signifikasi 0. Karena nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel . 264 < 1. dan signifikansi = 0. 120 > 0. maka didapati pengaruh antara gaya belajar auditori terhadap kemampuan menghafal Alquran siswa secara positif dan signifikan. Sedangkan pengaruh gaya belajar kinestetik terhadap kemampuan menghafal Alquran diperoleh nilai t hitung = 0. 190 serta nilai t tabel = 1. 986 dan nilai Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel . 190 < 1. dan P 0. 05, maka terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pengaruh gaya belajar kinestetik terhadap kemampuan menghafal Alquran . Tabel 6 Besarnya Pengaruh (Koef. Determina. Variabel Bebas Gaya belajar Visual Gaya belajar Auditori Gaya belajar Kinestetik Variabel Terikat Menghafal Alquran Menghafal Alquran Menghafal Alquran R Square Berdasarkan tabel di atas, pada regresi antara gaya belajar Visual dengan kemampuan menghafal Al-qurAoan diperoleh koefisien korelasi (R) sebesar 0,303 yang artinya terdapat hubungan yang lemah antara gaya belajar Visual dengan kemampuan menghafal Al-qurAoan. Koefisien Determinasi (R-Square. sebesar 0,092 yang berarti bahwa gaya belajar visual berpengaruh terhadap kemampuan menghafal Al-qurAoan sebesar 9,2%, sedangkan sisanya sebesar 638 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Pengaruh Minat dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Menghafal Alquran Siswa Program Tahfizh 91,8% dipengaruhi oleh variabel lain selain gaya belajar visual. Pada regresi antara gaya belajar Auditori dengan kemampuan menghafal Al-qurAoan diperoleh koefisien korelasi (R) sebesar 0,131 yang artinya terdapat hubungan yang sangat lemah antara gaya belajar Auditori dengan kemampuan menghafal Al-quraAon. Koefisien Determinasi (R-Square. sebesar 0,017 yang berarti bahwa kemampuan menghafal Al-qurAoan sebesar 1,7% dipengaruhi oleh gaya belajar visual, sedangkan sisanya sebesar 98,3% dipengaruhi oleh variabel lain selain gaya belajar Auditori. Pada regresi antara gaya belajar Kinestetik dengan kemampuan menghafal Al-qurAoan diperoleh koefisien korelasi (R) sebesar 0. 020 artinya terdapat hubungan yang sangat lemah antara gaya belajar Kinestetik terhadap kemampuan menghafal Alquran. Koefisien Determinasi (RSquar. 000 yang berarti gaya belajar Kinestetik tidak berpengaruh terhadap kemampuan menghafal. Berdasarkan nilai R2 dari masing-masing model regresi yang dibentuk, pengaruh gaya belajar visual terhadap kemampuan menghafal Al-qurAoan paling besar artinya gaya belajar visual lebih berpengaruh dalam kemampuan menghafal Al-qurAoan daripada gaya belajar Auditori dan Kinestetik. Pengaruh Minat dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Siswa Menghafal Alquran Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel minat siswa (X. terhadap gaya belajar (X. secara simultan terhadap kemampuan dalam menghafal Alquran (Y) siswa program kelas program Tahfizh SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan, maka digunakan analisis regresi berganda, sedangkan untuk mengetahui signifikansi koefisien regresi secara simultan digunakan uji F dan untuk melihat besarnya kontribusi variabel X1 dan X2 terhadap Y digunakan uji koefisin determinasi. Tabel 7 Analisis Regresi Berganda (Koefisien Regresi Bergand. ANOVAa Sum of Mean Model Sig. Squares Square Regression 66. Residual Total Dependent Variable: Kemampuan Predictors: (Constan. Gaya Belajar. Minat Berdasarkan analisis data penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil nilai signifikansi 086 lebih besar dari Oy =0. 05, dan nilai perbandingan Fhitung = 2. 516 sedangkan nilai Ftabel = 10, yang berarti nilai Fhitung lebih kecil dibandingkan dengan nilai Ftabel ( 2. 516 < 3. 10 ). Ini menunjukkan keberartian secara bersama-sama . tidak mempengaruhi minat dan gaya belajar secara signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menghafal Alquran. Tabel 8 Besarnya Pengaruh (Koefisien Determinas. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Gaya Belajar. Minat Bila dilihat dari koefisien determinan r2 bahwa pengaruh minat dan gaya belajar terhadap kemampuan siswa menghafal Alquran adalah sebesar . A) = 0. Ini dapat diartikan kontribusi keduanya dalam memunculkan kemampuan siswa menghafal Alquran bernilai 5. 3% dan senilai 7% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar penelitian ini. Setelah diperolehnya nilai Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 634-644 639 Siti Aniah1. Nefi Darmayanti2 . Junaidi Arsyad3 koefisien determinasi, maka selanjutnya dilakukan ujia regresi linier berganda denan tujuan untuk mengetahui sejauh mana variabel minat dan gaya belajar siswa mempengaruhi variabel kemampuan siswa menghafal Alquran. Setelah dianalisa maka dilakukan uji persamaan regresi Analisis pengaruh minat ( X1 ) dan gaya belajar ( X2 ) terhadap kemampuan siswa menghafal Alquran (Y) dapat ditunjukan pada tabel dibawah ini. Tabel 9 Analisis Regresi Berganda secara Bersama-sama Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Error Beta (Constan. 1 Minat Gaya Belajar Dependent Variable: Kemampuan Dari tabel di atas, diperoleh persamaan garis regresi X1 dan X2 dengan Y adalah sebagai Y = 77. 068X1 0. 037X2 e Variabel kemampuan siswa menghafal Alquran dilambangkan dengan Y, minat dilambangkan dengan X1 dan gaya belajar dilambangkan dengan X2 . Persamaan regresi diatas memperlihatkan pengaruh variabel minat dan gaya belajar siswa terhadap kemampuan menghafal Alquran siswa secara simultan. Dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Konstanta sebesar 77. 281, artinya jika tidak terjadi perubahan variabel minat dan gaya belajar ( nilai X1 dan X2 adalah . , maka kemampuan siswa menghafal Alquran adalah sebesar 281 satuan. Nilai koefisien regresi pada variabel minat sebesar 0. 068 yang menggambarkan bahwa setiap kenaikan satu satuan X1 . dengan asumsi variabel X2 dan konstanta . adalah 0 . maka akan terjadi peningkatan Y . emampuan menghafal Alqura. Nilai koefisien regresi pada variabel gaya belajar sebesar 0. 037 yang menyatakan setiap kenaikan satu satuan X2 . aya belaja. dengan asumsi variabel X1 . dan konstanta . adalah 0 . maka akan meningkatkan Y . emampuan menghafal Alqura. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X1 . dan variabel X2 . aya belaja. secara bersama-sama memiliki pengaruh yang positif terhadap variabel (Y ) kemampuan siswa menghafal Alquran Discussion Minat berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghafal Alquran dengan nilai 0,040 < 0,05 . ilai signifikans. dan nilai koef. korelasi rx1y 2. Berdasarkan hasil analisa pada uji koefisien determinasi kontribusi variabel bebas . terhadap variabel terikat . emampuan menghafa. sebesar ycI 2 =4,6% hal ini membuktikan bahwa minat berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menghafal Alquran. Dengan kata lain, maka dapat dimaknai bahwa antara minat terhadap kemampuan siswa dalam menghafal Alquran memiliki pengaruh positif yang signifikan. Bila dilihat persentasi pengaruh minat terhadap kemampuan menghafal Alquran tergolong kecil, hal ini diyakini terkait dengan beberapa hal lain yang mempengaruhi minat siswa itu sendiri. Sebagaimana diketahui bahwa minat pada dasarnya bersifat sangat pribadi, namun meskipun demikian minat bisa dipengaruhi oleh faktor lain, seperti lingkungan dan masyarakat (Sukirman. Firman. Aswar, & Mirnawati, 2. Minat dapat menimbulkan sikap positif terhadap suatu objek, minat bisa terbentuk oleh lingkungan tempat seseorang tinggal. Serta faktor yang dapat menghambat minat diantaranya peserta didik itu sendiri saat melaksanakan proses belajar mengajar (Marwa dkk. , 2. 640 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Pengaruh Minat dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Menghafal Alquran Siswa Program Tahfizh Faktor yang berperan dalam menumbuhkan minat, diataranya. Keluarga, yang mempunyai peranan penting dalam tahap perkembangan anak. Lingkungan, seperti lingkungan sosial, dimana anak mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, terutama oleh teman-teman . Perkembangan psikologis anak, anak pada masa memasuki usia remaja tentu berbeda minatnya dengan anak yang masih tergolong anak-anak ataupun orang dewasa. Pada masa remaja juga minat anak cepat bisa berubah dengan cepat, dikarenakan pada masa remaja anak cenderung bersifat labil. Motivasi, minat bisa tumbuh karena adanya motivasi, motivasi timbul bisa dikarenakan ada taerget tentu yang ingin dicapai. Menurut slameto (Slameto, 2. , indikator minat ialah perasaan senang, perhatian, dan perasaan tertarik. Hal lain yang dapat memberikan pengaruhi antara kemampuan dalam menghafal Alquran selain lingkungan adalah minat yang berasal dari niat calon penghafal Alquran tersebut. Menurut Naser, minat sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menghafal Alquran (Naser. Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat diketahui bahwa minat memiliki pengaruh terhadap kemampuan siswa menghafal Alquran. Selain itu penelitian ini dapat membuktikan hipotesis yang mengatakan bahwa minat berpengaruh terhadap kemampuan otak siswa menghafal Alquran. Ada beberapa senam otak yang bisa dilakukan untuk memperkuat sistem memori otak, yaitu: . fokus pada mengingat, . pengulangan yang sering, . menggabungkan perasaan dan pemahaman, . berhubungan dengan peristiwa yang dirasakan. Sedangkan kecerdasan menghafal ditentukan oleh proses yang berulang, penggunaan metode, usia, optimalisasi indra, keterlibatan emosi dan gaya belajar. Ditemukan deskripsi hasil temuan ini dengan persentasi sebagai berikut: No. Gaya Belajar Frekuensi Persentasi (%) Visual Auditori Kinestetik Total Berdasarkah hasil uji hipotesis terhadap masing-masing gaya belajar . isual, auditori, dan kinesteti. diperoleh hasil bahwa masing-masing gaya belajar memberikan sumbangan pengaruh terhadap variabel terikat. Gaya belajar yang lebih dominan adalah gaya belajar visual yaitu sebesar 9,2%. Penghafal Alquran dengan gaya belajar visual teratur dalam menghafal Alquran secara berurut, cermat melihat huruf demi huruf disertai dengan tanda baca yang beragam dari Alquran, dan tidak terganggu dengan suara berisik ketika menghafal Alquran, senang membaca sendiri daripada dibacakan sehingga hal ini membuat lebih mutqin, mandiri dalam proses menghafal. Sejalan dengan hasil penelitian Ani (Ani Sholikah, 2. , bahwa gaya belajar berpengaruh terhadap kemampuan siswa menghafal Alquran dengan sumbangan sebesar 24%, selebihnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Secara umum anak dengan kecenderungan gaya belajar visual cocok dengan metode presentasi dengan menampilkan gambar-gambar, simbol-simbol, grafik, yang menarik perhatian siswa, sedangkan anak dengan kecenderungan belajar auditori cocok dengan metode talaqqi dan simaAoi juga dengan mendengarkan murottal Alquran, sedangkan anak dengan kecenderungan belajar kinestetik cocok dengan metode peragaan, gerakan tubuh dan peraktek langsung. Dari pemaparan di atas, jika pendidik mengetahui gaya belajar siswa maka dapat memberikan strategi serta metode yang akurat dalam mengajar siswa menghafal Al Quran. Dengan pemberian strategi dan metode yang tepat siswa jadi mudah menghafal Alquran. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa gaya belajar berpengaruh terhadap kemampuan siswa menghafal Alquran(Ayyusufi. Anshori, & Muthoifin, 2022. Hasanah. Yusuf. Istiqomah, & Fatahillah, 2. Hubungan ketiga variable X1 X2 dan Y berbanding lurus, semakin tinggi minat dan semakin baik gaya belajar siswa maka diikuti dengan tingginya kemampuan siswa dalam menghafal Alquran. Dengan adanya minat dan perhatian, serta ketertarikan yang ditunjukkan siswa dalam menghafal Alquran berpengaruh pada kemampuan dan capaiannya dalam penghafal Alquran. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 634-644 641 Siti Aniah1. Nefi Darmayanti2 . Junaidi Arsyad3 Keberhasilan seorang hafizh Alquran dalam menghafal Alquran adalah karena beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut diantaranya niat yang ikhlas, minat dan tekad yang kuat, lingkungan yang kondusif untuk menghafal, perhatian dan dukungan orang tua, guru yang professional dalam mengajarkan Alquran dan membimbing untuk menghafal. Selain itu, strategi menghafal Al-Qur`an dengan menerapkan metode ziyydah, tasmi`, muraja`ah dan melafalkan hafalan sebanyak 1 juz ketika bertugas menjadi imam shalat tahajjud (Zikra, 2. Ada beberapa penunjang dalam menghafal Alquran. pertama, bergaul dengan orang yang sedang atau sudah hafal Alquran, kedua, selalu membacanya dalam shalat, ketiga sering mendengarkan bacaan hafizh Alquran, keempat mengulang hafalan bersama orang lain, kelima musabaqah hifzhul Quran (Najib, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji t menunjukkan nilai signifikan ycycu1yc sebesar 0. 40 < 0. 05, dan nilai t tabel =1,986 dan t hitung = 2. 088, berarti t hitung lebih besar dari t tabel . 088 > 1,. Hal ini berarti bahwa minat berpengaruh secara signifikan dan positif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghafal Alquran. Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis pertama diterima yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan minat terhadap kemampuan siswa menghafal Alquran secara parsial. Berdasarkah hasil uji hipotesis terhadap masing-masing gaya belajar . isual, auditori, dan kinesteti. diperoleh hasil pengaruh masing-masing gaya belajar terhadap kemampuan siswa menghafal Alquran, dengan rincian persentasi kontribusi sebagai berikut. gaya belajar visual mencapai 9,2%, gaya belajar auditorial mencapai 1,7% dan gaya belajar kinestetik 0. 00% artinya gaya belajar kinestetik tidak berpengaruh terhadap kemampuan menghafal Alquran. Gaya belajar siswa yang lebih dominan memberikan pengaruh terhadap kemampuan menghafal Alquran adalah gaya belajar visual yaitu sebesar 9,2%. Berdasarkan uji F diperoleh hasil koefisien Fhitung = 516 dan Ftabel = 3. 10 ini berarti Fhitung < Ftabel . 516 > 3. dengan nilai signifikan 0. 05, dan koefisien korelasi antara X1 . X2 dan Y diperoleh hasil sebesar . cycu1ycu2yc ) = 0. 230 dan koefisien determinan( yc 2 ) = 0. 053, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa minat dan gaya belajar secara bersama-sama berpengaruh terhadap kemampuan siswa menghafal Alquran, kontribusi keduanya dalam memunculkan kemampuan siswa menghafal Alquran adalah sebesar 5,3 %. Sedangkan 94,7 % lainnya dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti. Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis ketiga diterima yaitu terdapat pengaruh yang positif minat dan gaya belajar terhadap kemampuan siswa menghafal Alquran secara bersama-sama. Untuk itu guru penting melakukan indentifikasi gaya belajar peserta didiknya, agar dapat menyusun strategi dan metode yang sesuai bagi peserta didiknya sesuai dengan gaya belajar yang mereka miliki. Siswa dengan gaya belajar auditori tentu berbeda pelayanan dengan siswa yang gaya belajarnya visual, begitu juga dengan anak dengan kecenderungan belajar kinestetik. Guru diharapkan dapat merancang strategi dan rencana - rencana pembelajaran serta metode-metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik gaya belajar siswa yang ada di kelas DAFTAR PUSTAKA