Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 2 Maret 2020 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Implementasi Pembelajaran Direct Instruction Untuk Meningkatkan Pemahaman Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Pencemaran Lingkungan danDampaknya bagi Kehidupan Pada Siswa Kelas VII. 9 SMP Negeri 1 Praya Tahun Pelajaran 2018/2019 Baiq Nurkisnawati Guru Mata Pelajaran IPA SMPN 1 Praya Lombok Tengah Abstrak. Permasalahan yang ingin dikaji dalam dalam penelitian tindakan ini adalah: . Apakah Metode Pembelajaran Direct Instruction berpengaruh terhadap kemampuan berbicara menggunakan Ilmu Pengetahuan Alam? . Bagaimanakah pengaruh Metode Pembelajaran Direct Instruction terhadap motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa? Tujuan penelitian yang hendak diperoleh adalah: . Untuk mengungkap pengaruh Metode Pembelajaran Direct Instruction terhadap kemampuan berbicara menggunakan Ilmu Pengetahuan Alam. Untuk mengungkap Metode Pembelajaran Direct Instruction terhadap motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan . ction researc. sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VII. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus i yaitu, siklus I . %,), siklus II . %), siklus i . %). Simpulan dari penelitian ini adalah gabungan metode ceramah dengan kelompok kerja dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa kelas VII. 9, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam . Kata kunci: Ilmu Pengetahuan Alam. Direct Instruction PENDAHULUAN Secara etimologis kata pembelajaran adalah terjemahan dari bahasa inggris yaitu AuinstructionAy. Kata tersebut merupakan perkembangan dari istilah belajar-mengajar atau proses belajar-mengajar yang digunakan dalam dunia pendidikan formal . Perkembangan istilah pembelajaran diiringi juga dengan perkembangan cara pandang terhadap makna atau pardigma yang terkandung di dalamnya. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Proses sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan . spek kogniti. , juga dapat mempengaruhi perubahan sikap . spek Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru Sedangkan menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Dari latar belakang masalah tersebut, maka penulis mengambil judul Implementasi Pembelajaran Direct Instruction Guna Meningkatkan Pemahaman Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Pencemaran Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Lingkungan dan Dampaknya bagi Kehidupan Pada Siswa Kelas VII. 9 SMP Negeri 1 Praya Tahun Pelajaran 2018/2019. Perumusan Masalah Merujuk pada uraian latar belakang di atas, dapat dikaji ada beberapa permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut: Apakah Metode Pembelajaran Direct Instruction kemampuan berbicara menggunakan Ilmu Pengetahuan Alam siswa Kelas VII. Tahun pelajaran 2018/2019? Bagaimanakah Metode Pembelajaran Direct Instruction terhadap motivasi belajar siswa Kelas VII. 9 Tahun Pelajaran 2018/2019 Tujuan Penelitian Berdasar atas perumusan masalah di atas, maka tujuan dilaksanakan penelitian ini Ingin mengetahui pengaruh Metode Pembelajaran Direct Instruction terhadap kemampuan berbicara menggunakan Ilmu Pengetahuan Alam siswa Kelas VII. SMPN 1Praya Ingin mengetahui efektifitas Metode Pembelajaran Direct Instruction dalam meningkatkan motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa Kelas VII. SMPN 1 Praya Manfaat Penelitian Bagi Guru: Guru-guru Ilmu Pengetahuan Alam perlu memanfaatkan teknik Metode Pembelajaran Direct Instruction untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, baik dalam hal kualitas proses maupun kualitas Bagi Siswa: Penelitian ini bermanfaat bagi siswa karena dapat meningkatkan dan mengoptimalkan kemampuan siswa dalam penerapan Metode Pembelajaran Direct Instruction dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Bagi Sekolah: Penelitian ini bermanfaat pembelajaran dan dinamisasi kegiatan belajar mengajar. KAJIAN TEORI Model Pembelajaran Direct Instruction (Instruksi Langsun. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 2 Maret 2020 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Model pembelajaran Direct Instruction merupakan salah satu model pembelajaran kelompok sistem perilaku . , prinsip yang dimiliki kelompok ini adalah bahwa sistem-sistem komunikasi perbaikan diri . elf-corecting mengubah perilakunya saat merespon informasi tentang seberapa sukses tugas-tugas yang mereka kerjakan. Teori belajar perilaku pada perubahan perilaku sebagai hasil belajar yang dapat diobservasi. Menurut teori ini, belajar bergantung pada pengalaman termasuk pemberian umpan balik dari lingkungan. Prinsip penggunaan teori perilaku ini dalam belajar adalah pemberian penguatan yang akan meningkatkan perilaku yang diharapkan. Penguatan melalui umpan balik kepada peserta didik merupakan dasar praktis penggunaan teori ini dalam Direct instruction dikembangkan oleh Tom Good. Jere Grophy. Carl Bereiter. Ziggy Engleman dan Wes Becker. Menurut Bruce Joyce . , beberapa keunggulan terpenting dari Direct Instruction ini adalah adanya fokus akademik, arahan dan kontrol instruktur, harapan yang tinggi terhadap manajemen waktu, dan atmosfer akademik yang cukup netral. Model Direct Instruction ini dirancang khusus untuk menunjang proses belajar peserta didik yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik, yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah. Dengan lima tahap aktivitas. yakni orientasi, presentasi, praktek yang terstruktur, praktik di bawah bimbingan dan praktik mandiri. Hal yang sama dikemukakan oleh Arends . bahwa: AuThe direct instruction model was specifically designed to promote student learning of procedural knowledge and declarative knowledge that is well structured and can be taught in a step-by-step fashion. Ay Dua tujuan utama dari instruksi langsung adalah maksimalkan waktu belajar siswa dan mengembangkan kemandirian dalam mencapai dan mewujudkan tujuan Perilaku-perilaku guru yang Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index tampak berhubungan dengan prestasi siswa sesungguhnya juga berhubungan dengan waktu yang dimiliki siswa dan rating kesuksesan mereka dalam mengerjakan tugas, yang pada gilirannya juga berhubungan erat dengan prestasi siswa. Oleh karena itulah, perilaku yang berkaitan erat dengan instruksi langsung memang dirancang untuk membuat berorientasi akademik dan juga terstruktur serta mengharuskan siswa untuk terlibat aktif . alam tuga. saat pelaksanaan instruksi Siswa juga diharapkan dapat memperoleh rating kesuksesan yang cukup tinggi . ekitar 80 perse. dalam tugas yang Istilah instruksi langsung telah digunakan beberapa penelitian untuk merujuk pada suatu model pengajaran yang terdiri dari penjelasan guru mengenai konsep atau keterampilan baru terhadap siswa. Penjelasan ini dilanjutkan dengan meminta siswa menguji pemahaman mereka dengan mealakukan praktik dibawah bimbingan guru . raktik terkontrol, controlled practic. , dan mendorong mereka meneruskan praktik di bawah bimbingan guru . raktik yang dibimbing, guide practic. Model instruksi langsung terdiri dari lima tahap aktivitas. yakni orientasi, presentasi, praktik yang terstruktur, praktik di bawah bimbingan, dan praktik mandiri. Namun, penerapan model ini harus didahului oleh diagnosis yang efektif mengenai pengetahuan atau skill siswa untuk pengetahuan dan skill untuk menapaki beberapa proses dan mampu mendapatkan level akurasi praktik dalam model ini. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Direct Instruction Langkah-langkah pembelajaran pada model pembelajaran menurut Joyce. Weil, , dan Calhoun. adalah sebagai berikut: Tahap pertama adalah orientasi di mana kerangka kerja pelajaran dibangun. Selama tahap ini, guru menyampaikan harapan dan keinginannya, menjelaskan tugas-tugas yang ada dalam pembelajaran, dan menentukan tanggung jawab siswa. Ada Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 2 Maret 2020 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 tiga langkah yang sangat penting dalam meng-goal-kan tujuan tahap ini, yakni . guru memaparkan maksud dari pelajaran dan tingkat-tingkat performa dalam praktik guru hubungannya dengan pengetahuan dan atau . mendiskusikan prosedur-prosedur pelajaran yakni bagian yang berbeda antara pelajaran dan tanggung jawab siswa selama aktivitasaktivitas ini berlangsung. Tahap kedua adalah presentasi yakni menjelaskan konsep atau skill baru memberikan pemeragaan serta contoh. Jika materi yang ada merupakan konsep baru maka guru harus mendiskusikan karakteristikkarakteristik dari konsep tersebut, aturanaturan pendefinisian, dan beberapa contoh. Jika materinya adalah skill baru maka hal yang harus disampaikan guru adalah langkahlangkah untuk memiliki skill tersebut dengan menyajikan contoh di setiap langkah. Tahap ketiga adalah praktik yang Guru menuntun siswa melalui contoh-contoh praktik dan langkah-langkah di Biasanya siswa melaksanakan praktek dalam sebuah kelompok, dan menawarkan dini untuk menulis jawaban. Tahap keempat, praktik di bawah kesempatan untuk melakukan praktik dengan kemauan mereka sendiri. Praktik di bawah bimbingan memudahkan guru mempersiapkan bantuan untuk mengembangkan kemampuan Hal ini biasanya dilakukan dengan cara membantu mentinimalisir jumlah dan ragam kesalahan yang dilakukan siswa. Pada tahap kelima, kita menuju praktik mandiri. Praktik ini dimulai saat siswa telah mencapai level akurasi 85 hingga 90 persen dalam praktik di bawah bimbingan. Tujuan dari praktik mandiri ini adalah memberikan materi baru untuk memastikan dan menguji pemahaman siswa terhadap praktik-praktik sebelumnya. Dalam praktik mandiri, siswa melakukan praktik dengan caranya sendiri tanpa bantuan dan respons balik dari guru. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kelemahan dari model pembelajaran disampaikan Arends . bahwa AuKritik utama pada model ini adalah berpusat pada guru . eacher centere. dan terlalu menekankan teacher talkAy. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang penulis lakukan yaitu melakukan praktik terstruktur pada materi ajar penunjukan ukuran didapat kelemahan dari model pembelajaran ini, diantaranya: Perlu adanya pengawasan lebih teliti dalam memberikan instruksi dalam pencantuman ukuran pada gambar, karena kemampuan setiap siswa dalam satu kelompok besar . berbeda-beda. Perlengkapan untuk menggambar harus Guru sebelumnya harus mencoba melakukan prakikum untuk menyusun instruksi-instruksi yang akan diberikan pada siswa dan memprediksi poin-poin yang sulit. Hal ini menyebabkan waktu melakukan persiapan lebih lama. Kelebihan dari model pembelajaran ini dijelaskan oleh beberapa ahli diantaranya: Arends . menjelaskan bahwa: AuModel direct instruction dirancang secara spesifik untuk meningkatkan pembelajaran pengetahuan factual yang terstruktur dengan baik, yang dapat selangkah dan dimaksudkan untuk dibutuhkan untuk melakukan berbagai Ay . Model ini mendapatkan dukungan kuat dari hukum latihan . aw of exercis. yang disampaikan oleh Thorndike dalam Sanjaya. W . bahwa Auhubungan stimulus dan repon akan semakin kuat manakala terus-menerus dilatih atau diulang. Ay . Dengan periode praktik yang bertahap dapat mempercepat proses praktikum dan dengan waktu yang sama dengan model pembelajaran konvensional, pada model pembelajaran direct instruction dapat melakukan praktikum lebih Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 2 Maret 2020 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 banyak sehingga hasil belajar lebih Seperti yang dijelaskan Joyce. Weil. , dan Calhoun. bahwa: Auperiode yang singkat, intensif, dan dengan semangat yang tinggi akan menghasilkan pembelajaran yang lebih baik dibandingkan praktik yang sedikit dengan periode praktik yang lebih Ay d. Penerapan model ini dapat melatih kemandirian siswa. Sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dijelaskan Joyce. Weil. , dan Calhoun. bahwa AuDua tujuan utama dari instruksi langsung adalah memaksimalkan waktu belajar kemandirian dalam mencapai dan mewujudkan tujuan pendidikan. Ay Hasil Belajar Secara etimologis, maka penilaian diartikan sebagai proses menentukan nilai suatu objek, dan untuk dapat menentukan suatu nilai atau harga suatu objek diperlukan adanya ukuran atau kriteria. Sehingga ciri dari penilaian adalah adanya objek atau program yang dinilai dan adanya kriteria sebagai dasar untuk membandingkan antara kenyataan atau apa adanya dengan kriteria atau apa harusnya. Nana Sudjana . menyatakan bahwa AuHasil belajar adalah kemapuankemampuan yang dimiliki peserta didik belajarnyaAy. Horward (Nana Sudjana, 2009:. membagi tiga macam hasil belajar, yakni . keterampilan dan kebiasaan, . pengetahuan dan pengertian, dan . sikap dan cita-cita. Sedangkan, kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik akan menghasilkan perubahan-perubahan pada dirinya yang oleh Bloom (Nana Sudjana, 2009:. secara garis besar hasil belajar dikelompokkan kedalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Hasilhasil yang diperoleh peserta didik dapat diukur atau diketahui berdasarkan perubahan perilaku sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan belajar dalam bentuk prestasi belajar. Hasil belajar adalah penguasaan dikembangkan oleh mata pelajaran, lajimnya ditunjukkan dengan nilai test atau angka nilai yang diberikan oleh guru (KBBI,1999:. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Hasil belajar juga diartikan sebagai perubahan prilaku berupa pengetahuan, keterampilan, sikap, informasi dan atau strategi kognitif yang baru dan diperoleh peserta didik setelah berinteraksi dengan lingkungan dalam suatu suasana atau kondisi pembelajaran. Hal ini, menunjukan bahwa hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku individu secara sengaja yang dapat dievaluasi tinggi rendahnya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Secara umum. Rudi Susilana . menjelaskan bahwa Auhasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu faktor-faktor yang ada pada diri peserta didik dan faktor eksternal yaitu faktor yang berada diluar diri pelajarAy. Faktor-faktor tersebut dapat diuraikan sebagai Materi Pembelajaran Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya bagi Kehidupan Pengertian Lingkungan diartikan sebagai suatu ruangan dengan segala objek, keadaan, kondisi maupun makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang saling mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup lain. Menurut Ensiklopedia Kehutanan, lingkungan adalah jumlah total dari faktor-faktor non genetik yang mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi pohon, yang mencakup hal yang sangat luas, seperti tanah, kelembaban, cuaca, pengaruh hama dan penyakit, juga intervensi Sedangkan pencemaran sendiri adalah zat-zat keseimbangan lingkungan dan merugikan makhluk hidup dalam suatu ruang interaksi makhluk hidup untuk bertahan hidup . Pencemaran lingkungan sendiri dapat disebabkan oleh kegiatan manusia ataupun proses alami. Pencemaran biasa disebut juga dengan polusi. Sesuatu yang menyebabkan adanya . dengan polutan jika melebihi batas normal dan berada pada ruang dan waktu yang tidak tepat. Adanya polutan tersebut, menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak sesuai dengan fungsinya. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 2 Maret 2020 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Akibatnya, akan terjadi kerusakan lingkungan yang mengganggu dan merugikan makhluk Macam Ae Macam Pencemaran Pencemaran dapat bersumber dari pencemaran alami dan kegiatan manusia. Pencemaran alami adalah pencemaran dengan bahan yang berasal dari bencana alam, misalnya partikel gas atau debu yang berasal dari gunung meletus. Sedangkan pencemaran akibat kegiatan manusia, contohnya kegiatan transportasi, pertambangan, serta rumah Pencemaran terdapat banyak macam dan jenisnya. Jika dilihat dari sifat zat pencemarnya, dapat dibedakan menjadi tiga macam, yakni :. Pencemaran biologis, . Pencemaran Fisik, . Pencemaran Kimiawi Apabila terjadi pencemaran maka susunan udara berubah dari susunan keadaan Hal ini akan mengganggu perikehidupan manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya. Pencemaran udara adalah pengotoran udara akibat masuknya bahan atau zat asing, energi dan komponen lainnya ke dalam udara. Hal itu dapat menyebabkan komposisi atmosfer abnormal. Pencemaran udara juga dapat diartikan sebagai adanya salah satu atau lebih komponen gas di udara dalam jumlah Pencemaran udara biasa terjadi di daerah perkotaan dan daerah industri. Zat-zat umumnya berupa debu, asap dan gas buangan hasil pembakaran bahan bakar fosil, seperti minyak dan batu bara, oleh kendaraan bermotor dan mesin pabrik. Gas-gas tersebut sangat mengancam kesehatan manusia, sebab gas-gas tersebut mengandung zat berbahaya. METODE PENELITIAN Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Penelitian ini merupakan penelitian tindakan . ction researc. , karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Menurut Sukidin dkk . ada 4 macam bentuk penelitian tindakan, yaitu: . penelitian tindakan guru sebagai peneliti, . penelitian tindakan kolaboratif, . penelitian tindakan simultan terintegratif, dan . penelitian tindakan sosial eksperimental. Keempat bentuk penelitian tindakan di atas, ada persamaan dan perbedaannya. Menurut Oja dan Smulyan sebagaimana dikutip oleh Kasbolah, . alam Sukidin, dkk. , ciri-ciri dari setiap penelitian tergantung pada: . tujuan utamanya atau pada tekanannya, . tingkat Metode Pembelajaran Direct Instruction antara pelaku peneliti dan peneliti dari luar, . proses yang digunakan dalam melakukan penelitian, dan . hubungan antara proyek dengan sekolah. Dalam penelitian ini menggunakan bentuk guru sebagai peneliti, dimana guru sangat berperan sekali dalam proses penelitian tindakan kelas. Dalam bentuk ini, tujuan utama penelitian tindakan kelas ialah untuk meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di Dalam kegiatan ini, guru terlibat langsung secara penuh dalam proses perencanaan, tindakan, observasi, dan Kehadiran pihak lain dalam penelitian ini peranannya tidak dominan dan sangat kecil. Penelitian ini mengacu pada perbaikan Kemmis dan Taggart . menyatakan bahwa model penelitian tindakan adalah berbentuk spiral. Tahapan penelitian tindakan pada suatu siklus meliputi perencanaan atau pelaksanaan observasi dan refleksi. Siklus ini berlanjut dan akan dihentikan jika sesuai dengan kebutuhan dan dirasa sudah cukup. Tempat. Waktu dan Subyek Penelitian Penelitian ini bertempat di SMPN 1 Praya Tahun pelajaran 2018/2019, bulan Maret semester ganjil pada siswa-siswi Kelas Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 2 Maret 2020 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 VII. tahun pelajaran 2018/2019 materi Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya bagi Kehidupan Rancangan Penelitian Menurut tindakan adalah penelitian tentang hal-hal yang terjadi di masyarakat atau sekelompok sasaran, dan hasilnya langsung dapat bersangkutan (Arikunto. Suharsimi 2002:. Ciri atau karakteristik utama dalam penelitian tindakan adalah adanya partisipasi dan Metode Pembelajaran Direct Instruction antara peneliti dengan anggota kelompok Penelitian tindakan adalah satu memanfaatkan tindakan nyata dalam bentuk proses pengembangan inovatif yang dicoba sambil jalan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah. Dalam prosesnya pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat saling mendukung satu sama Sedangkan tujuan penelitian tindakan harus memenuhi beberapa prinsip sebagai Permasalahan atau topik yang dipilih harus memenuhi kriteria, yaitu benarbenar nyata dan penting, menarik perhatian dan mampu ditangani serta dalam jangkauan kewenangan peneliti untuk melakukan perubahan. Kegiatan penelitian, baik intervensi maupun pengamatan yang dilakukan tidak boleh sampai mengganggu atau menghambat kegiatan utama. Jenis intervensi yang dicobakan harus efektif dan efisien, artinya terpilih dengan tepat sasaran dan tidak memboroskan waktu, dana dan tenaga. Metodologi yang digunakan harus jelas, rinci, dan terbuka, setiap langkah dari tindakan dirumuskan dengan tegas sehingga orang yang berminat terhadap penelitian dapat mengecek setiap hipotesis dan Kegiatan penelitian diharapkan dapat merupakan proses kegiatan yang berkelanjutan . n-goin. , mengingat bahwa pengembangan dan perbaikan terhadap kualitas tindakan memang Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index tidak dapat berhenti tetapi menjadi tantangan sepanjang waktu. (Arikunto. Suharsimi, 2002:82-. Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart . alam Arikunto. Suharsimi, 2002:. , berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning . , action . , observation . , dan reflection . Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus I dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 3. 1 Alur PTK Observasi dibagi dalam tiga siklus, yaitu siklus 1, 2, dan seterusnya, dimana masing siklus dikenai perlakuan yang sama . lur kegiatan yang sam. dan membahas satu sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing putaran. Siklus ini berkelanjutan dan akan dihentikan jika sesuai dengan kebutuhan dan dirasa sudah cukup. Alat Pengumpul Data Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes buatan guru yang fungsinya adalah: . untuk menentukan seberapa baik siswa telah menguasai bahan pelajaran yang diberikan dalam waktu tertentu, . untuk menentukan apakah suatu tujuan telah tercapai, dan . untuk memperoleh suatu nilai (Arikunto. Suharsimi. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 2 Maret 2020 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 2002:. Sedangkan tujuan dari tes adalah untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individual maupun secara klasikal. samping itu untuk mengetahui letak kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa sehingga dapat dilihat dimana kelemahannya, khususnya pada bagian mana TPK yang belum tercapai. Untuk memperkuat data yang dikumpulkan maka juga digunakan metode observasi . yang dilakukan oleh teman sejawat untuk mengetahui dan merekam aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Analisis Data Dalam rangka menyusun dan mengolah data yang terkumpul sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang digunakan analisis data kuantitatif dan pada metode observasi digunakan data kualitatif. Cara penghitungan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam proses belajar mengajar sebagai berikut. Merekapitulasi hasil tes Menghitung jumlah skor yang tercapai dan prosentasenya untuk masingmasing siswa dengan menggunakan rumus ketuntasan belajar seperti yang terdapat dalam buku petunjuk teknis penilaian yaitu siswa dikatakan tuntas secara individual jika mendapatkan nilai minimal 65, sedangkan secara klasikal dikatakan tuntas belajar jika jumlah siswa yang tuntas secara individu mencapai 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 65%. Menganalisa hasil observasi yang dilakukan oleh guru sendiri selama HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa data Suatu pokok bahasan atau sub pokok bahasan dianggap tuntas secara klasikal jika siswa yang mendapat nilai 65 lebih dari atau sama dengan 85%, sedangkan seorang siswa dinyatakan tuntas belajar pada pokok bahasan atau sub pokok bahasan tertentu jika mendapat nilai minimal 65. Siklus I Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Tahap Perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1, soal tes formatif 1 dan alat-alat pengajaran yang mendukung. Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengelolaan model pembelajaran Metode Pembelajaran Direct Instruction, dan lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2019 di Kelas VII. 9 jumlah siswa 32 Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan . dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut. Berdasarkan pembelajaran aspek-aspek yang mendapatkan kriteria kurang baik adalah memotivasi siswa, pengelolaan waktu, dan siswa antusias. Keempat aspek yang mendapat nilai kurang baik di atas, merupakan suatu kelemahan yang terjadi pada siklus I dan akan dijadikan bahan kajian untuk refleksi dan revisi yang akan dilakukan pada siklus II. Dari hasil evaluasi dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan pembelajaran dengan Direct Instruction diperoleh nilai ratarata prestasi belajar siswa adalah 72 dan ketuntasan belajar mencapai 73% atau ada 24 siswa dari 32 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai C 65 hanya sebesar 71% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan pembelajaran dengan Direct Instruction. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 2 Maret 2020 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Refleksi Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran . Guru pengelolaan waktu . Siswa kurang aktif selama pembelajaran Refisi Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini masih terdapat kekurangan, sehingga perlu adanya revisi untuk dilakukan pada siklus berikutnya. Guru perlu lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. Dimana siswa diajak untuk terlibat langsung dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan. Guru perlu mendistribusikan waktu secara baik dengan menambahkan informasi-informasi yang dirasa perlu dan memberi catatan. Guru harus lebih terampil dan bersemangat dalam memotivasi siswa sehingga siswa bisa lebih antusias. Siklus II Tahap perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2, soal tes formatif 2 dan alat-alat pengajaran yang mendukung. Tahap kegiatan dan pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 2 April 2019 di Kelas VII. 9 dengan jumlah siswa 32 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II. Pengamatan . bersamaan dengan pelaksanaan belajar Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index dalam proses belajar mengajar yang telah Instrumen yang digunakan adalah tes formatif II. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut. Dari tanpak aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar mengajar . iklus II) yang dilaksanakn oleh guru dengan menerapkan metode pembelajarn Direct Instruction mendapatkan penilaian yang cukup baik dari Maksudnya dari seluruh penilaian tidak terdapat nilai kurang. Namun demikian penilaian tesebut belum merupakan hasil yang optimal, untuk itu ada beberapa aspek yang penyempurnaan penerapan pembelajaran Aspek-aspek tersebut adalah memotivasi siswa, membimbing siswa konsep, dan pengelolaan waktu. Dengan penyempurnaan aspek-aspek I atas alam penerapan metode pembelajarn Direct intruction diharapkan siswa dapat menyimpulkan apa yang telah mereka pelajari dan mengemukakan pendapatnya sehingga mereka akan lebih memahami tentang apa ynag telah mereka lakukan Dari analisa data diperoleh nilai ratarata prestasi belajar siswa adalah 74 dan ketuntasan belajar mencapai 83 % atau ada 27 siswa dari 32 siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan kemampuan berbicara siswa ini karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu siswa juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan diinginkan guru dengan menerapkan pembelajaran dengan Direct Instruction . Refleksi Dalam pelaksanaan kegiatan belajar diperoleh informasi dari hasil pengamatan Memotivasi Membimbing kesimpulan/menemukan konsep,Pengelolaan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 2 Maret 2020 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Revisi Rancangan Pelaksanaan kegiatan belajar pada siklus II ini masih terdapat kekurangankekurangan. Maka perlu adanya revisi untuk dilaksanakan pada siklus II antara lain: Guru dalam memotivasi siswa hendaknya dapat membuat siswa lebih termotivasi selama proses belajar mengajar Guru harus lebih dekat dengan siswa sehingga tidak ada perasaan takut dalam diri siswa baik untuk mengemukakan pendapat atau bertanya. Guru harus lebih sabar dalam kesimpulan/menemukan konsep. Guru harus mendistribusikan waktu pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Guru sebaiknya menambah lebih banyak contoh soal dan memberi soalsoal latihan pada siswa untuk dikerjakan pada setiap kegiatan belajar mengajar. Siklus i Tahap perencanaan Pada mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 3, soal tes formatif 3 dan alat-alat pengajaran yang Tahap kegiatan dan pengamatan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus i dilaksanakan pada tanggal 14 April 2019 di Kelas VII. 9 dengan jumlah siswa 32 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi pada siklus i. Pengamatan . dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif i dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah Instrumen yang digunakan adalah tes formatif i. Adapun data hasil penelitian pada siklus i adalah sebagai berikut. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Dari pengolahan data pengelolaan pembelajaran, dapat dilihat aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar mengajar . yang dilaksanakan oleh guru dengan menerapkan metode pembelajaran Direct mendapatkan penilaian cukup baik dari kesimpulan/menemukan pengelolaan waktu. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 77 dan dari 32 siswa telah tuntas sebanyak 31 siswa dan 1 siswa belum mencapai ketuntasan Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 95% . ermasuk kategori tunta. Hasil pada siklus i ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II. Adanya peningkatan kemampuan berbicara pada siklus i ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran dengan Direct Instruction sehingga siswa menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan. Refleksi Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan pembelajaran dengan Direct Instruction . Dari data-data yang telah diperoleh dapat diuraikan sebagai . Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua pembelajaran dengan Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar. Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses belajar berlangsung. Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya peningkatan sehingga menjadi lebih baik. Kemampuan berbicara siswa pada siklus i mencapai ketuntasan. Revisi Pelaksanaan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 2 Maret 2020 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Pada siklus i guru telah menerapkan pembelajaran dengan Direct Instruction dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada selanjutnya penerapan model pengajaran Direct Instruction dapat meningkatkan proses pembelajaran dapat tercapai. Pembahasan Ketuntasan Kemampuan berbicara Siswa Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan Direct Instruction memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru . etuntasan belajar meningkat dari siklus I. II, dan . yaitu masing-masing 73%, 83%, dan 95%. Pada siklus i ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan model pengajaran Direct Instruction dalam setiap siklus mengalami Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai ratarata siswa pad setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia dengan model pengajaran Direct Instruction yang paling dominan mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa /antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif. Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index langkah-langkah kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan pengajaran konstekstual model pengajaran berbasis masalah dengan Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep, menjelaskan materi yang sulit, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab dimana prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan selama tiga siklus, hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: Model Metode Pembelajaran Direct Instruction dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Pembelajaran Metode Pembelajaran Direct Instruction memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I . %,), siklus II . %), siklus i . %). Model Metode Pembelajaran Direct Instruction dapat menjadikan siswa merasa dirinya mendapat perhatian dan kesempatan gagasan, ide dan pertanyaan. Siswa dapat bekerja secara mandiri maupun kelompok, serta mampu tugas individu maupun kelompok. Penerapan Metode Pembelajaran Direct Instruction mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Saran Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar Ilmu Pengetahuan Alam lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut: Untuk pengajaran Metode Pembelajaran Direct Instruction Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 2 Maret 2020 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 persiapan yang cukup matang, menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan Metode Pembelajaran Direct Instruction dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pengajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa konsep dan keterampilan, sehingga memecahkan masalah-masalah yang Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di Kelas VII. 9 tahun pelajaran 2018/2019. Untuk perbaikanperbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA