PRIMA: Journal of Community Empowering and Services. , 1-8, 2026 URL: https://jurnal. id/prima/issue/view/109840 DOI: https://doi. org/10. 20961/prima. Kombinasi Media dan Pupuk untuk Produksi Padi dalam Sistem Budidaya Akuaponik di Bengkel Mimpi Malang Cucun Herlina*. Syaifullah. Aulia Rahmawati. Muhammad Dailami. Mohamad Fadjar. Ellana Sanoesi. Heny Suprastyani. Rizky Fadilla Agustin Rangkuti. Wahyu Endra Kusuma. Abd. Rahem Faqih Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Brawijaya Jl. Veteran. Ketawanggede. Malang. Jawa Timur. Indonesia 65145 *Corresponding Author : cucunherlina@ub. Dikirim: 12-10-2025. Diterima: 29-01-2026 ABSTRAK Ketergantungan pada pupuk kimia dan keterbatasan lahan pekarangan mendorong pencarian model budidaya pangan yang efisien. Sistem akuaponik padiAelele ditawarkan sebagai jawaban atas keterbatasan lahan pekarangan, variabilitas iklim, dan ketergantungan pada pupuk kimia. Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan pola pertanian cerdas berbasis akuaponik untuk menjaga ketahanan pangan keluarga, meningkatkan efisiensi pemanfaatan air, serta menekan penggunaan input kimia. Program dilaksanakan pada bulan MeiAeSeptember 2025 di Bengkel Mimpi (Kepanjen. Malan. melalui sosialisasi, pelatihan, implementasi instalasi, dan pendampingan. Sistem menggunakan pipa PVC . arak tanam 25y25 c. dengan netpot bersumbu kain di atas kolam terpal 000 benih lele. dua formulasi media diuji, yakni sekam:pupuk kandang . dan arang sekam:bubuk organik . Varietas padi IR64 dipanen pada 80Ae90 hari setelah tanam dengan 10Ae 12 anakan per rumpun dan 150Ae200 bulir per malai. Satu unit instalasi . menghasilkan A30 kg gabah kering panen (OO20 kg beras organi. tujuh unit menghasilkan A210 kg per siklus dan berpotensi 840 kg/tahun . mpat siklu. Pada kompartemen ikan, kelangsungan hidup 85Ae90% dari tebar awal 5. 000 ekor menghasilkan panen A500 kg lele/siklus sehingga keuntungan bersih sekitar Rp4,3 juta/siklus. Media dengan proporsi organik lebih tinggi cenderung meningkatkan jumlah anakan dan kebernasan gabah. Penerapan sistem akuaponik sebagai implementasi terintegrasi untuk ketahanan pangan rumah tangga dan diversifikasi pendapatan dengan kinerja terukur sebagai adopsi luas di lingkungan lahan terbatas. Kata kunci: biofiltrasi, efisiensi air, integrasi akuakultur, nutrien Combination of Growing Media and Fertilizers for Rice Production in the Aquaponic Farming System at Bengkel Mimpi Malang ABSTRACT Dependence on chemical fertilizers and limited home-garden space drive the search for efficient food production models. The aquaponic riceAecatfish system is proposed as a solution to address land constraints, climate variability, and reliance on chemical fertilizers. This initiative aims to implement a smart farming model based on aquaponic principles to maintain household food security, enhance water-use efficiency, and reduce chemical input usage. The program will be conducted from May to September 2025 at Bengkel Mimpi (Kepanjen. Malan. through outreach, training, system installation, and mentoring. The system utilizes PVC pipes . lant spacing 25y25 c. with wick-fed net pots placed above a tarpaulin-lined pond containing 3,000Ae5,000 catfish fingerlings. Two media formulations are tested: rice husk:manure . and rice husk charcoal:organic powder . The IR64 rice variety is harvested 80Ae90 days after planting, with 10Ae12 tillers per clump and 150Ae200 grains per panicle. One installation unit . yields approximately 30 kg of dry harvested paddy (OO20 kg of organic ric. , with seven units producing approximately 210 kg/cycle, and a potential of 840 kg/year . our cycl. In the fish compartment, survival rates of 85-90% from an initial stocking Copyright A 2026 PRIMA: Journal of Community Empowering and Services PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 10. , 2026 e-ISSN 2579-5074 of 5,000 fish yield approximately 500 kg of catfish/cycle, resulting in a net profit of about IDR 4. million/cycle. Media with higher organic proportions tend to increase tiller count and grain set. These findings confirm that the aquaponic system, when integrated, is a viable solution for household food security and income diversification, with measurable performance, making it suitable for widespread adoption in limited land environments. Keywords: aquaculture integration, biofiltration, nutrients, water efficience PENDAHULUAN Sistem budidaya akuaponik merupakan inovasi pertanian modern yang memadukan teknik hidroponik dengan konsep organik, serta dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan di Metode ini dikenal juga dengan istilah akuaponik, di mana kotoran ikan yang terbawa dalam sirkulasi air berfungsi sebagai sumber nutrisi tambahan bagi tanaman. Integrasi sistem akuaponik untuk budidaya padi, menawarkan Sistem pengelolaan air sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen. Praktik tradisional yang bergantung pada pemupukan tanah dan penggenangan sering kali kurang produktif akibat hilangnya unsur hara dan inefisiensi Sebaliknya, sistem ini memanfaatkan akuaponik untuk mendaur ulang nutrien dari limbah ikan langsung ke media tanam, mendorong kesehatan tanaman padi dan berpotensi menaikkan hasil lebih dari 30%, ditunjukkan dalam mengenai keunggulan akuaponik (Barus. Muhardi, & Samsu, 2023. Ramadhani. Prihatiningrum, & Abror, 2. Media tanam yang digunakan dalam sistem ini umumnya terdiri dari arang sekam dan pupuk organik cair atau padat, sehingga tidak lagi bergantung pada pupuk kimia sintetis. Konsep ini menghadirkan simbiosis mutualisme antara ikan dan tanaman: ikan memperoleh pakan tambahan dari daun atau sisa tanaman, sedangkan tanaman memperoleh nutrisi dari kotoran ikan. Penelitian menunjukkan sekam padi mampu meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah dan ketersediaan hara, yang krusial bagi pertumbuhan padi optimal (Asnawi et al. , 2021. Mujiyo. Irianto. Riptanti, & Qonita. Di sisi lain, biocharAidikenal akan manfaat lingkungannya dan kemampuan menyekuestrasi karbonAijuga memperbaiki struktur tanah serta retensi hara, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas dan kuantitas gabah (Ramadhani et al. , 2. Oleh karena itu, pemilihan media tanam menjadi faktor kunci yang menentukan hasil serta profil nutrisi beras yang dipanen. Penerapan sistem akuaponik sangat relevan di Indonesia, terutama pada lahan marginal atau lahan sempit perkotaan, serta dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Menurut literatur, varietas padi adaptif, seperti IR 64, dapat ditanam dengan baik dalam sistem Inovasi ini mulai diperkenalkan dan dipopulerkan oleh praktisi seperti Edi Siswanto dan telah dikembangkan lebih lanjut oleh petani, salah satunya Basiri di Kabupaten Malang. Dengan lahan pekarangan terbatas, ia berhasil memadukan budidaya padi dan ikan lele dalam satu sistem terpadu, menghasilkan panen padi organik sekaligus keuntungan ekonomi dari penjualan ikan. Latar belakang tersebut menjadi awal pendirian organisasi non-profit yang bernama Bengkel Mimpi sebagai tempat menciptakan kreativitas dan inovasi dalam bidang perikanan dengan tujuan membantu ekonomi masyarakat. Penggabungan budidaya padi dengan pemeliharaan lele dalam sistem akuaponik berdampak besar pada ketahanan pangan rumah tangga dan peningkatan pendapatan. Sistem produksi ganda ini bukan hanya menyediakan sumber gizi yang beragam, tetapi juga memperkuat ketangguhan ekonomi keluarga tani melalui diversifikasi sumber penghasilan. Sejumlah studi melaporkan bahwa akuaponik dapat meningkatkan total hasil dan profitabilitas dengan mengintegrasikan produksi ikan dan tanaman, sehingga pemanfaatan sumber daya menjadi lebih optimal (Barus et al. , 2023. Witjaksono et al. , 2. Akibatnya, keluarga di pedesaan yang menerapkan model ini cenderung mengalami stabilitas pangan yang lebih baik dan perbaikan kondisi finansial, yang pada gilirannya memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah implementasi pola pertanian cerdas berbasis akuaponik untuk menjaga ketahanan pangan keluarga, meningkatkan efisiensi pemanfaatan air, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk Copyright A 2026 PRIMA: Journal of Community Empowering and Services PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 10. , 2026 e-ISSN 2579-5074 Selain itu, sistem budidaya akuaponik layak dikembangkan dalam menghadapi keterbatasan lahan, fluktuasi iklim, dan kebutuhan pangan sehat. METODE Program Kegiatan Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Mei Ae September 2025 di Bengkel Mimpi. Lahan pekarangan mitra yang mewakili kondisi lahan sempit di wilayah sasaran yaitu Bengkel Mimpi. Kepanjen. Malang. Jawa Timur. Peserta terdiri atas anggota kelompok tani dan warga sekitar sebanyak 5-10 orang yang terlibat dalam tahap sosialisasi, pelatihan, implementasi, hingga pendampingan sampai panen. Kegiatan memperkenalkan sistem budidaya akuaponik padiAelele kepada masyarakat melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, implementasi instalasi, dan Gambar 1. Desain kolam sistem akuaponik dengan budidaya ikan lele dan padi Kolam ikan ditempatkan di bawah instalasi tanaman dan dihubungkan dengan pipa kecil untuk aliran masuk dan kembali sehingga membentuk sirkulasi tertutup. Pompa air digunakan untuk menjaga sirkulasi agar sumbu tetap basah. Kepadatan benih lele disesuaikan dengan kapasitas kolam, pada kegiatan ini 000 ekor per kolam dengan aerasi Persiapan Bahan dan Alat Pelatihan Bahan yang digunakan meliputi pipa paralon berdiameter 4Ae6 inchi, rangka besi atau kayu, kolam terpal, pompa air, selang penghubung, gelas plastik yang difungsikan sebagai netpot, kain flanel sebagai sumbu, ijuk, media tanam organik berupa sekam atau arang sekam dan pupuk organik padat, serta pupuk organik cair. Peralatan yang digunakan antara lain bor hole saw berdiameter 8Ae10 cm, gunting atau pisau, timbangan, dan alat ukur sederhana seperti TDS/EC meter. Varietas padi yang dipilih adalah IR 64 sedangkan ikan yang digunakan adalah lele (Clarias sp. ) ukuran 5-7 gram/ekor. Desain Sistem Akuaponik Instalasi tanaman dibuat dari pipa paralon yang dilubangi dengan jarak 25 y 25 cm sebagai titik tanam. Diameter lubang berkisar 8Ae10 cm sesuai ukuran netpot, dengan kedalaman duduk netpot sekitar setengah hingga tiga perempat tinggi netpot. Netpot dibuat dari gelas plastik tinggi 12,5 cm dengan sekitar 12 lubang kecil di dasar dan kain flanel sebagai sumbu. Media tanam menggunakan sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 atau arang sekam dan bubuk organik dengan perbandingan 1:3. Cincin ijuk ditempatkan pada pinggir netpot untuk mencegah media larut terbawa air (Gambar . Prosedur Pelatihan Tahapan implementasi kegiatan yaitu pertama, sosialisasi dan perencanaan bersama mitra dilakukan untuk menentukan ukuran unit instalasi dan jadwal kerja (Gambar . Kedua, pembuatan instalasi meliputi perakitan rangka dan pipa, pelubangan titik tanam, pemasangan jalur aliran, serta uji coba kebocoran. Ketiga, penyiapan media dan netpot dilakukan dengan perakitan gelas plastik, pengisian media tanam, dan pemasangan sumbu. Keempat, penyiapan benih padi dapat dilakukan dengan cara langsung menanam dua benih per netpot atau dengan pindah tanam dari semaian konvensional saat akar mencapai dasar netpot. Varietas dipilih sesuai kesesuaian lokasi. Kelima, penebaran benih lele dilakukan setelah aklimatisasi. Keenam, perlindungan tanaman menggunakan kelambu atau jaring serta penanaman refugia. Ketujuh, pemeliharaan meliputi pemberian pupuk organik cair setiap dua minggu, pemeliharaan ikan dengan pakan terukur dan grading, serta pemeriksaan aliran air, pompa, dan saluran secara rutin. Pendampingan dilakukan setiap minggu sejak hari ke-0 penanaman dan penebaran benih hingga panen. Padi dipanen pada umur 80Ae120 hari setelah tanam, sedangkan panen ikan lele dapat dilakukan satu sampai dua kali dalam periode yang sama, tergantung ukuran target. Copyright A 2026 PRIMA: Journal of Community Empowering and Services PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 10. , 2026 e-ISSN 2579-5074 Indikator keberhasilan tanaman padi yaitu umur panen, hasil gabah. Sedangkan ikan meliputi kelangsungan hidup dan hasil panen. dengan jumlah bulir per malai 150Ae200 butir. Hasil panen gabah dari satu unit instalasi paralon berukuran 2 y 12 m mencapai sekitar 30 kg gabah kering panen atau setara 20 kg beras Jika terdapat tujuh unit instalasi, maka total panen mencapai 210 kg gabah per siklus Dengan intensitas tanam empat kali dalam setahun, potensi produksi gabah mencapai 840 kg per tahun dari lahan pekarangan terbatas. Gambar 2. Dokumentasi sosialiasi program sistem akuaponik padi-lele Analisis Data Data dianalisis secara deskriptifkomparatif untuk melihat perbedaan antara formulasi media dan unit kegiatan. Seluruh kegiatan dilakukan dengan memperhatikan keamanan penggunaan listrik dan air serta stabilitas rangka instalasi. Pestisida kimia tidak digunakan karena berisiko bagi ikan, sehingga pengendalian hama dilakukan secara mekanis atau dengan refugia. Media tanam bekas dikelola melalui pengomposan, sedangkan air kolam yang sudah tua dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair untuk tanaman pekarangan. Analisis deskriptifAekomparatif menyediakan kerangka yang kokoh untuk mengevaluasi variasi kinerja tanaman, kelangsungan hidup ikan, dan hasil ekonomi di berbagai komposisi media serta unit (Fruscella. Kotzen, & Milliken, 2. Strategi analitik ini memungkinkan para pemangku kepentingan menilai modifikasi mana pendapatan terbaik sekaligus memfasilitasi identifikasi praktik unggulan dalam manajemen sistem (Gunawan. Sulianto. Wardana, & Damanhuri, 2025. Trisnawati. Fadilah, & Nurkomar, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Indikator tanaman padi pada sistem akuaponik dengan varietas IR 64 menunjukkan kinerja yang cukup baik (Gambar . Pemilihan IR 64 karena tahan penyakit, produktivitas tinggi dan umur tanaman relatif genjah. Umur panen tercatat 80Ae90 hari setelah tanam, sama dengan umur panen pada sistem konvensional. Rata-rata tiap rumpun menghasilkan 10Ae12 anakan. Gambar 3. Media tanam padi pada sistem Indikator keberhasilan pada ikan lele juga menunjukkan hasil yang baik (Tabel . Tebar 000 ekor benih yang ditebar dalam kolam terpal, tingkat kelangsungan hidup mencapai 85Ae90 persen, sehingga ikan yang dapat dipanen 200Ae4. 500 ekor. Hasil panen lele mencapai sekitar 500 kg per siklus, dengan harga jual Rp 18. 000 per kilogram. Total pendapatan kotor dari panen ikan mencapai Rp 9 juta, setelah dikurangi biaya pakan Rp 3,7 juta dan benih Rp 1 juta, keuntungan bersih yang diperoleh sebesar Rp 4,3 juta per siklus. Dengan siklus panen ikan yang lebih cepat dibandingkan padi, keuntungan dapat diperoleh lebih dari sekali dalam setahun. Analisis deskriptif-komparatif menunjukkan bahwa media tanam dengan komposisi sekam:pupuk kandang . maupun arang sekam:bubuk organik . sama-sama mendukung pertumbuhan padi, namun media dengan proporsi organik lebih tinggi cenderung menghasilkan jumlah anakan lebih banyak dan gabah lebih bernas. Tren pertumbuhan padi memperlihatkan peningkatan jumlah anakan secara konsisten hingga umur 45Ae50 hari, kemudian memasuki fase generatif. Sementara itu, pertumbuhan ikan lele menunjukkan kenaikan bobot rata-rata dari 5Ae7 gr pada saat tebar hingga 100Ae120 gr per ekor pada umur 2,5Ae3 bulan. Sisi ekonomi, margin bersih dihitung dari hasil gabah dan lele dibandingkan biaya Copyright A 2026 PRIMA: Journal of Community Empowering and Services PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 10. , 2026 e-ISSN 2579-5074 Untuk satu unit instalasi, gabah yang dihasilkan setara Rp 340. engan harga beras Rp 17. 000/k. , sementara keuntungan utama berasal dari hasil penjualan ikan lele. Hal ini menunjukkan bahwa padi lebih berperan sebagai penopang ketahanan pangan keluarga, sedangkan ikan lele memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan rumah Kendala yang ditemukan meliputi serangan hama burung, ulat, dan serangga. Antisipasi dilakukan dengan pemasangan jaring saat fase malai untuk mencegah burung, serta penanaman refugia untuk mengurangi populasi hama serangga. Pendekatan ini cukup efektif, tanpa penggunaan pestisida kimia yang membahayakan ikan. Secara keseluruhan, hasil pengabdian ini membuktikan bahwa sistem akuaponik padiAelele mampu memberikan hasil nyata dengan umur panen 80Ae90 hari, rata-rata 10Ae12 anakan, 150Ae 200 bulir per malai, hasil gabah 30 kg per unit, survival rate ikan 85Ae90 persen, hasil panen lele 500 kg per siklus, serta margin keuntungan bersih sekitar Rp 4,3 juta. Kombinasi hasil pangan dan keuntungan ekonomi ini menjadikan sistem akuaponik sebagai alternatif pertanian kreatif yang layak diterapkan di lahan terbatas dan adaptif terhadap perubahan iklim. Kinerja sistem akuaponik, khususnya yang mengintegrasikan padi (O. dan lele (Clarias sp. ), semakin mendapat perhatian karena potensinya meningkatkan hasil tanaman, kelangsungan hidup ikan, dan profitabilitas Riset menunjukkan bahwa sistem akuaponik dapat melampaui metode tradisional pada sejumlah indikator kinerja utama. Misalnya, beberapa studi melaporkan bahwa ikan yang dipelihara dalam lingkungan akuaponik mencapai laju pertumbuhan yang secara signifikan lebih tinggi daripada sistem konvensional karena hubungan simbiosis yang menguntungkan populasi tanaman dan ikan (Modarelli et al. , 2023. Oladimeji et al. , 2. Selain itu, padi yang dibudidayakan dalam kondisi hidroponik dilaporkan menghasilkan panen yang setara atau lebih tinggi daripada metode berbasis tanah, dengan hasil yang sering melampaui 13,6 ton per hektare pada pengaturan hidroponik yang dioptimalkan dengan baik (Bidin. Ahmad. Cleophas. Kamu, & Lum, 2. Aspek ekonomi dari sistem akuaponik menguntungkan terhadap praktik konvensional. Integrasi produksi ikan dan tanaman memungkinkan petani mendiversifikasi sumber profitabilitas rumah tangga di tengah fluktuasi Biaya masukan yang lebih rendah pada akuaponikAikarena limbah ikan alih-alih pupuk kimiaAilebih lanjut (Modarelli Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, sistem akuaponik tidak hanya menjaga kelayakan budidaya tanaman, tetapi juga meningkatkan efisiensi pertumbuhan dan pengembalian Namun, terdapat dua tantangan utama dalam penerapan sistem akuaponik. Pertama, pemeliharaan kualitas air sangat krusial, karena variasi pH dan konsentrasi nutrien dapat berdampak negatif pada kesehatan ikan dan pertumbuhan tanaman. Studi menunjukkan parameter air yang optimal tetap menjadi salah satu kendala utama bagi praktisi akuaponik (Yang & Kim, 2020. Zantanta. Kambizi. Etsassala, & Nchu, 2. Selain itu, pengelolaan komunitas mikroba dalam sistem sangat penting karena komunitas tersebut berkontribusi pada ketersediaan nutrien. Ketidakseimbangan populasi mikroba dapat menyebabkan inefisiensi dalam siklus hara dan (Aslanidou et al. , 2023. Heise. Myller. Probst, & Meckenstock, 2. Strategi pengelolaan non-kimia terbukti efektif mengatasi tantangan ini dengan mempromosikan ekosistem yang seimbang Misalnya, meningkatkan penyerapan hara oleh tanaman tanpa bergantung pada pupuk sintetis, sehingga menjaga keberlanjutan (Abbasi. MartAnez, & Ahmad, 2. Selain itu, pengendalian hayati hamaAiseperti introduksi predator alami untuk serangga merugikanAidapat secara signifikan menurunkan populasi hama tanpa menggunakan pestisida kimia yang dapat mengganggu keseimbangan halus ekosistem akuaponik (Coelho Emerenciano et al. , 2025. Nissen. Casciano, & Gianotti, 2. Copyright A 2026 PRIMA: Journal of Community Empowering and Services PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 10. , 2026 e-ISSN 2579-5074 Tabel 1. Hasil penerapan sistem akuaponik di Bengkel Mimpi Komoditas Jenis Indikator Nilai / Parameter Indikator 80Ae90 hari setelah Padi IR 64 Teknis Umur panen Anakan per 10Ae12 anakan Bulir per 150Ae200 bulir A30 kg gabah kering Hasil gabah per unit Hasil setara A20 kg beras organik beras per unit per unit Total gabah A210 kg gabah per siklus Potensi gabah A840 kg/tahun . per tahun siklus tana. Nilai setara ARp 340. kg Ekonomi beras per unit y Rp 17. 000/k. 000 ekor . Ae7 Lele Teknis Tebar awal g/eko. Tingkat kelangsungan 85Ae90% hidup (SR) Bobot rata100Ae120 g/ekor pada rata saat umur 2,5Ae3 bulan Produksi per A500 kg Ekonomi Harga jual Pendapatan kotor per Biaya pakan Biaya benih Keuntungan bersih per Keterangan / Peran Setara dengan budidaya Fase vegetatif hingga A45Ae 50 hari selesai tanam Menggambarkan kerapatan Satu unit sistem akuaponik Konversi gabah ke beras Tujuh unit instalasi Lahan pekarangan terbatas Kontribusi pada ketahanan pangan keluarga Benih dalam kolam terpal A4. 200Ae4. 500 ekor dipanen Siklus pemeliharaan lebih cepat dari padi Total biomassa panen Rp 18. 000/kg Harga di tingkat ARp 9. 500 kg y Rp 18. 000/kg ARp 3. ARp 1. Biaya variabel utama Biaya awal tebar ARp 4. Sumber utama margin KESIMPULAN Penerapan sistem akuaponik yaitu budidaya ikan lele dengan padi di Bengkel Mimpi menunjukkan hasil yang baik ditandai dengan menghasilkan 30 kg gabah per unit dan budidaya lele dengan SR 85-90% menghasilkan 500kg/siklus. Efektivitas media sekam:pupuk kendang . maupun arang sekam:bubuk organik . menunjukkan hasil yang baik dengan proporsi organik lebih tinggi cenderung meningkatkan anakan dan kebernasan gabah sehingga sistem ini layak direplikasi pada lahan terbatas sebagai strategi ketahanan pangan rumah tangga. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya yang telah memberikan pendanaan dan Bengkel Mimpi yang telah bergabung dalam menjalankan program pengabdian di Kepanjen. Malang. Copyright A 2026 PRIMA: Journal of Community Empowering and Services PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 10. , 2026 e-ISSN 2579-5074 DAFTAR PUSTAKA