JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. June 2025 Page 574-583 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PERSPEKTIF GENDER DALAM NOVEL KARTINI KARYA ABIDAH EL KHALIEQY DAN RELEVANSINYA DENGAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SASTRA Zuraida Khairani1. Susanti Marisya2. Novi Fitriani3 1,2,3 Universitas Ekasakti. Padang Indonesia Email: susantimarisya3@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 13 May 2025 Final Revised: 19 May 2025 Accepted: 16 June 2025 Published: 24 June 2025 Keywords: Brainstorming Method Feminism Kartini Novel ABSTRAK Literature learning is a means to provide students with an understanding of gender This study aims to describe the forms of gender discrimination that occur in the Kartini novel by Adibah El Khalieqy . The relevance of gender perspective studies to literature learning at the secondary school level. This study is a qualitative descriptive study with data collection techniques in the form of reading and notetaking techniques. The data source used in this study is the literary work of the Kartini novel by Adibah El Khalieqy. Data in the form of words, phrases, clauses, sentences containing statements of gender discrimination in the Kartini novel by Adibah El Khalieqy. Results The results of the study show that . Gender discrimination generally occurs in all female characters in the novel. Ngasirah (Kartini's biological mothe. Kartini, and Kardinah. Forms of gender discrimination include marginalization, subornation, stereotypes, and violence. The study of feminism in the Kartini novel regarding gender perspective is quite relevant to literature learning at the secondary school level with the Brainstorming learning ABSTRAK Pembelajaran sastra merupakan sarana untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai perspektif gender. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk diskriminasi gender yang terjadi dalam novel Kartini Karya Adibah El Khalieqy . Relevanasi kajian perspektif gender terhadap pembelajaran sastra di Tingkat sekolah menengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca dan catat. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa karya sastra novel Kartini Karya Adibah El Khalieqy. Data berupa kata, frasa, klausa, kalimat yang mengandung pernyataan diskriminasi gender dalam novel Kartini Karya Adibah El Khalieqy. Hasil pnelitian menujukkan bahwa . Diskriminasi gender umumnya terjadi pada semua tokoh perempuan yang ada dalam novel tersebut. Ngasirah . bu kandung Kartin. Kartini, dan Kardinah. Bentuk diskriminasi gender berupa marginalisasi, subornisasi, stereotipe, dan kekerasan. Kajian feminisme novel Kartini mengenai persepektif gender cukup relevan dengan pembelajaran sastra di Tingkat sekolah menengah dengan metode pembelajaran Brainstorming. Kata kunci: Metode Brainstorming. Feminisme. Novel Kartini Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Perspektif Gender Dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy Dan Relevansinya Dengan Pengembangan Pembelajaran Sastra PENDAHULUAN Kemunculan Gerakan feminisme Indonesia dipengaruhi oleh kondisi Sejarah perjuangan bangsa, program Pembangunan nasional, globalissai, reformasi serta kehidupan keaagmaan Masyarakat. feminisme sebenarnya telah ada di Indonesia ditandai dengan banyaknya tokoh Perempuan yang ikut serta dalam perjuangan bangsa seperti Cut Nyak Dien. Rohana Kudus. Martha Christina Tiahahu, dan lainnya (Arivia & Subono, 2. Kartini merupakan salah satu tokoh Perempuan yang paling menonjol dalam menggagas emansipasi Wanita dalam bidang Pendidikan. Gagasan emansipasi perempuan ditulis Kartini melalui surat-surat yang ditulisnya untuk teman-temannya yang berkebangsaan Belanda . eperti Ny. Abendanon. Stella. Ny. Ovink-Soer, dl. , yang kemudian dibukukan dengan judul Door Duisternis Tot Licht (Arivia & Subono, 2. Gerakan feminisme bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap prilaku penindasan, pemerasan, kekerasan terhadap perempuan dalam suatu Masyarakat yang bisa saja terjadi dalam keluarga. Pendidikan, tempat kerja, dan politik. Hak-hak dan kedudukan perempuan semakin hari kian terkikis akibat pemahaman yang menomor duakan perempuan di dalam segala hal (Bhasin & Katjasungkana, 1. Sastra sering dijadikan sebagai penelitian feminisme. penelitian sastra feminis atau sering disebut sebagai kritik sastra feminis merupakan penelitian yang mendasarkan pada pemikiran feminisme yang memfokuskan kajian pada adanya ketidakadilan dan subordinasi yang dialami perempuan, baik sebagai penulis maupun dalam karya-karya sastranya (Wiyatmi, n. ) Melalui penelitian sastra feminis akan dideskripsikan adanya penindasan terhadap perempuan yang terdapat dalam karya sastra (Humm, 1. Penelitian feminis juga bertujuan untuk mengenali informasi yang hilang tentang perempuan tertentu dan tentang perempuan secara umum, mengidentifikasi penghilangan dan penghapusan perempuan dalam masyarakat. Melalui penelitian feminis akan dibongkar kategori-kategori yang nampaknya universal, menjadi kategori khas laki-laki agar mengangkat ke permukaan pengalaman perempuan yang ditenggelamkan (Reinharz, 2. Salah satu kajian feminisme sastra yaitu permasalahan kesetaraan gender. Permasalahan kesetaraan gender termasuk permasalahan yang paling banyak ditulis oleh pengarang. Hal itu disebabkan karena pengarang merupakan makhluk sosial yang berinteraksi dekat dengan Masyarakat. Pengarang memotret permasalahan Masyarakat tersebut dalam karya yang ditulisnya. Dalam karyanya. Pengarang menggambarkan menjelaskan, mengkritik, memberikan solusi sampai memperjuangkan idiologi gender. Bahkan, karya-karya sastrawan yang berpaham feminis tidak hanya memperjuangkan kesetaraan gender, tetapi lebih cenderung menonjolkan perlawanan dan atau pemberontakan terhadap kaum patriarki yang dinilai sangat menindas dan mendominasi terhadap kaum Perempuan (Muzakka, 2. Beberapa penelitian sastra yang mengungkapkan mengenai kesetaraan gender dalam penelitianya yaitu. Pertama. Penelitian (Thavany et al. , 2. Diskriminasi Gender Dan Budaya Patriarki Pada Novel Entrok Karya Okky Madasari Dalam Kajian Sastra Feminisme. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa novel ini berisi kisah mengenai kritik sosial seperti menyoroti isu-isu ketidakadilan, diskriminasi gender. KDRT, dan budaya Bukti jelas terlihat saat sosok Marni sang pemeran utama yang sedari kecil hingga lanjut usia selalu mendapatkan ketidakadilan dari masyarakat karena ia merupakan seorang Terjadinya diskriminasi gender tersebut diakibatkan oleh stereotip masyarakat bahwa perempuan itu dianggap lemah dan emosional sehingga tidak pantas bekerja terutama melakukan pekerjaan laki-laki Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Perspektif Gender Dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy Dan Relevansinya Dengan Pengembangan Pembelajaran Sastra Kedua, penelitian(Meivitasari & Widyatwati, 2. dengan judul Bentuk Ketidakadilan Gender Dan Perlawanan Tokoh Kinanti dalam Novel Layangan Putus (Kajian Feminisme Eksistensialisme Simone De Behaviou. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk ketidakadilan gender yang menimpa tokoh Kinanti dalam novel Layangan Putus antara lain: stereotip perempuan, subordinasi perempuan, dan objektifikasi perempuan. Upaya yang dilakukan oleh kaum perempuan untuk melawan bentuk- bentuk ketidakadilan gender di atas adalah menunjukkan eksistensi dirinya di Beberapa strategi yang digunakan untuk melawan diskriminasi dan merupakan bukti eksistensi seorang perempuan dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF adalah: . perempuan dihimbau untuk tetap bekerja supaya bisa mengembangkan diri, . perempuan harus dapat menolak subordinasi dan . perempuan menjadi sosok yang ia cita-citakan seperti novelis contohnya dalam tokoh Kinanti. Setelah memilih untuk berpisah dengan Aris. Kinanti melanjutkan hidup mandiri bersama anak-anaknya dan melanjutkan cita-citanya yang sempat terhenti. Ketiga. Penelitian (Sari et al. , 2. Analisis Bentuk Ketidakadilan Gender Terhadap Perempuan dalam Novel Surga yang Tak Dirindukan Karya Asma Nadia Kajian Feminisme. Hasil penelitian menunjukkan terdapat bentuk ketidakadilan gender yang dialami oleh beberapa tokoh perempuan yaitu Arini sebagai tokoh utama yang mengalami bentuk ketidakadilan gender yang meliputi subordinasi dan beban ganda, sedangkan bentuk ketidakadilan gender berupa stereotip, marginalisasi dan kekerasan tidak terdapat pada tokoh Arini. Sedangkan Mei Ros istri kedua dari suaminya Arini mengalami bentuk ketidakadilan gender yang berupa beban ganda dan kekerasan, sedangkan bentuk ketidakadilan gender berupa subordinasi, stereotip, marginalisasi tidak ditemukan adanya kalimat yang mengidikasikan dari bentuk ketidakadilan gender tersebut Berdasarkan beberapa penelitian sastra terkait perspektif gender dapat disimpulkan bahwa banyak persooalan gender harus diatasi dengan memberikan beberapa pemahaman kepada peserta didik melalui bacaan sastra khusunya novel dengan tujuan peserta didik mendapatkan pemahaman mengenai dan menegaskan pentingnya kesadaran akan ketidakadilan gender dalam masyarakat dan berhak untuk memperjuangkan tentang kesetaraan gender (Rifdah, 2. Pelajaran sastra penting untuk memperkaya ruang batin siswa. Akan tetapi, kerapkali pelajaran sastra dianggap sebagai pelajaran yang tidak terlalu penting bagi masa depan sehingga pelajaran sastra terasa meletihkan (Hartanto: 2. Semua pelajaran harus ditujukan untuk memperkaya ruang dalam batin siswa. Dengan memperkaya ruang batin siswa, sekolah tidak menjadi mesin pencetak manusia yang tidak mempunyai nilai-nilai luhur dan tidak menghormati lingkungannya. Akan tetapi, sekolah menjadi tempat bagi siswa untuk berproses menjadi pribadi berkompeten dan tidak mengukur segala sesuatu dengan materi. Sastra termasuk budaya karena sastra merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa Menurut (Soehartono, 2. pendidikan berbasis sastra dapat dibedakan menjadi tiga, di antaranya sebagai berikut. Belajar tentang sastra, yaitu menempatkan sastra sebagai bidang ilmu. Proses belajar tentang sastra misal ada di jurusan sastra. Belajar dengan sastra, yaitu sastra dan perwujudannya menjadi media pembelajaran dalam proses belajar, misalnya pada mata pelajaran ekonomi. Teori teori ekonomi dapat dimasukkan dalam sebuah novel. Tokoh-tokoh dalam novel berdiskusi tentang prinsip ekonomi atau melakukan prinsip ekonomi. Sastra diperkenalkan kepada siswa sebagai cara atau metode untuk mempelajari suatu mata pelajaran tertentu . Belajar melalui sastra merupakan strategi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pencapaian Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Perspektif Gender Dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy Dan Relevansinya Dengan Pengembangan Pembelajaran Sastra pemahaman atau makna yang diciptakan dalam suatu mata pelajaran. Belajar melalui sastra memungkinkan siswa untuk memperlihatkan kedalaman pemikirannya terhadap suatu Pembelajaran sastra sebaiknya mengintegrasikan pembelajaran dengan isu-isu mutakhir agar pembelajaran tidak mononton dan dan menarik bagi siswa. Isu mutakhir dimaknai sebagai realitas sosial berupa permasalahan mutakhir yang harus dicari solusinya, atau isu mutakhir dapat dimaknai sebagai kejadian-kejadian yang menjadi topik-topik hangat dalam setiap pembicaraan. Salah satunya isu mengenai permasalahan Isu terkait gender pada akhir-akhir masih terus bergulir, karena persoalan antara laki-laki dan perempuan tentu tidak akan pernah ada habisnya. Laki-laki maupun perempuan dalam kehidupan sosial memiliki peran masing-masing. Akan tetapi, terkadang perempuan dalam budaya tertentu, posisinya selalu di bawah laki-laki. Penelitian mengenai gender dalam sastra sudah banyak dilakukan oleh mahasiswa sastra, dosen sastra, sastrawan, dan orang yang meminati kajian sastra. Berangkat dari hal itu, tentunya kajian gender dalam sastra bukan lagi kajian yang awam. Pendidikan merupakan sarana yang tepat untuk mengatasi permasalahan perihal gender, yang terkadang isunya selalu mewarnai berbagai aspek kehidupan. Gender merupakan sebuah konsep yang penting diketahui peserta didik, agar tidak terjadi saling iri dan saling tuduh terkait perbedaan peran antara perempuan dan laki-laki. Pendidikan gender berfungsi untuk menanamkan kepada peserta didik kesetaraan antara Perempuan dan laki-laki. Kesetaraan di sini bukan dimaknai sebagai sebuah konstruksi yang kaku. Kesetaraan perempuan dan laki-laki yang dimaksud adalah mengenai manifestasi keadilan. Salah satu novel yang menarik untuk dikaji dalam perspektif gender adalah novel Kartini Abidah El Khalieqy. Novel ini merupakan novel Sejarah yang menceritakan kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan. Perjuangannya untuk menyejahterakan hak Perempuan tidaklah mudah. Kartini mengalami banyak perjuangan dalam memperjuangkan Pendidikan. Selain itu. Bahasa yang digunakan dalam novel juga mudah. Novel Kartini juga memaparkan persoalan diskriminasi gender terhadap Perempuan. Adanya diskriminasi gender dalam bentuk-bentuk ketidakadilan terhadap Perempuan Berdasarkan fenomena tersebut, maka novel kartini karya Abidah El Khalieqy menarik untuk diteliti. Penelitian ini akan menggunakan teori (Fakih, 2. mengenai ketidakadilan gender dimanifestasikan oleh berbagai bentuk ketidakadilan, yaitu . marginalisasi, . subordinasi, . stereotipe, dan . Pertama, marginalisasi artinya menempatkan dan mengalihkan ketepian atau pinggiran. Marginalisasi juga menjelaskan bahwa proses marginalisasi serupa dengan proses pemiskinan karena tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan diri kepada pihak yang termaginalkan. Contohnya dalam kemiskinan, usia, ras dan tidak ada pekerjaan. Marginalisasi ini terjadi karena perbedaan gender (Fakih, 2. Kedua, menurut (Sastriyani, 2. , subordinasi adalah penilaian sebuah kedudukan yang diperbuat oleh salah satu gender yang lebih rendah dari yang lainnya. Hal ini terjadi karena kaum perempuan dipandang keliru dan penuh emosi sampai tidak kuasa menjadi pemimpin serta perilaku yang memasukkan kaum perempuan ke dalam situasi yang tidak bermakna. Ketiga, stereotipe diartikan sebagai petunjuk akan sebuah golongan tertentu (Puspita, 2. Menurut (Sastriyani, 2. Perempuan lebih dianggap seperti golongan sekunder dan didudukkan sebagai fungsi internal dan pembiakan karena dianggap tidak mahir dan tidak memadai dalam berperan di dunia terbuka dan penerapan. Hal tersebut terjadi karena kaum Perempuan dicap sebagai Perempuan yang senang digoda, emosional, irasional, boros, suka berdandan, tidak mandiri. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Perspektif Gender Dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy Dan Relevansinya Dengan Pengembangan Pembelajaran Sastra dan lain sebagainya. Keempat, menurut (Fakih, 2. , kekerasan atau violence yang dianggap sebagai gempuran pada jasmani ataupun kredibilitas batin intelektual pada Wujud kekejaman dari kekerasan gender misalnya pemerkosaan, pemukulan dan hantaman jasmani yang berlangsung di rumah tangga, serta penyiksaan pada organ alat Sejalan dengan itu. Saraswati (Manurung & Yuarsi, 2. mengungkapkan bahwa kekerasan sebagai satu bentuk penindasan berupa perilaku seseorang atau lebih yang mengakibatkan penderitaan pada orang lain. Kekerasan tersebut berupa kekerasan fisik, seperti luka hingga kematian dan kekerasan psikologis, seperti trauma berkepanjangan. Berdasarkan fenomena tersebut, maka tujuan dari penulisan ini yaitu . mendeskripsikan bentuk diskriminasi gender yang terjadi dalam novel Kartini Karya Adibah El Khalieqy . Relevanasi kajian perspektif gender terhadap pembelajaran sastra di Tingkat sekolah menengah. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode kualitatif secara keseluruhan memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, presepsi, motivasi, tindakan, dll. (Moleong & Surjaman, 2. Sumber data penelitian adalah sumber data primer, yaitu novel Kartini karya Abidah El Khalieqy yang diterbitkan di Jakarta oleh Naoura Books (PT Mizan Publik. dengan tebal 368 halaman. Teknik pegumpulan data yang dipakai yaitu teknik baca dan teknik catat. Dalam teknik baca, peneliti membaca sumber data secara berulang-ulang agar dapat mendapatkan data yang sesuai dengan topik dan teknik catat dengan mencatat data yang telah ditemukan dari temuan membaca. Teori feminisme bertujuan untuk mendeskripsikan diskriminasi gender dalam novel Kartini karya Abidah El Khalieqy dan mendesripsikan relevansi perspektif gender dalam pengembangan pembelajaran sastra di Tingkat sekolah menengah. HASIL DAN PEMBAHASAN Diskriminasi Gender dalam Novel Kartini karya Abidah El Khalieqy Diskriminasi gender yang dtemukan dalam novel Kartini karya Abidah El Khalieqy adalah beberapa persoalan yang berhubungan dengan . marginalisasi, . subornisasi, . stereotipe, dan . Marginalisasi Salah satu wujud ketidakadilan yang diperoleh dalam novel ini yaitu marginalisasi perempuan berupa batasan yang didapat oleh perempuan, seperti kemiskinan dan Hal ini dibuktikan dalam kutipan berikut. Aundak mau, ni tidur disini AuMengkeret hati mbo lawiyah. Takut oleh nada amarah yang melengking tinggi. Ngasirah juga bimbang, menanting aturan dan kasih sayang. Aturan keluarga bangsawan mewajibkan anak-anak tidur di kamar pondopo, dan bukan di bangsal para pembantu. Malangnya ngasirah adalah ngarwa ampil, bukan gawrwa padmi. Jadi, meskipun istri pertama, tetapi bukan utama. Dia bukan permaisuri raden Sosronigrat karena dipinang dari keluarga non bangsawanAy (Khalieqy, 2. Berdasarkan data tersebut, terdapat diskriminasi gender yang dialami Ngasirah dalam rumah tangga dan keluarganya sendiri. Ngasirah sebagai ibu kandung Kartini Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Perspektif Gender Dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy Dan Relevansinya Dengan Pengembangan Pembelajaran Sastra menginginkan putrinya agar tetap dekat dangan dirinya. Namun, karena posisi Ngasirah merupakan istri pertama yang berasal dari non bangswan, membuat Ngasirah dipinggirkan dari keluarga dan suaminya. Ngasirah ditempatkan di bangsal pembantu yang berukuran Sementara itu, suaminya yang telah menikah Kembali dengan putri bangsawan tinggal dipondopo Bersama anak-anak ngasirah. Selain itu, diskriminasi juga didapatkan ngasirah dari sang anak laki-laki yaitu Raden Mas Slamet dan Raden Mas Busono, dengan larangan untuk menemui Kartini di kamar pondopo. Sesuai dengan pendpat (Fakih, 2. yang menyatakan proses marginalisasi sama saja dengan proses pemiskinan. Hal ini dikarenakan tidak diberinya kesempatan kepada pihak yang termaginalkan untuk mengembangkan dirinya. Demikian juga yang dialami oleh perempuan saat proses marginalisasi ini terjadi pada jenis kelamin. Perempuan merupakan pihak yang dirugikan daripada laki-laki dalam hal ketidakadilan gender ini. Hal ini terjadi pada kondisi yang dialami Ngasirah. Seorang istri yang memiliki suami dan anak. Saat menjalankan pernikahan, suami terpilih menjadi bupati karena Ngasirah bukan berasal dari keturunan bangsawan. Akhirnya terpinggirkan dengan merelakan suaminya menikah dengan putri bangsawan. Bahkan ditempatkan di kamar pembantu sehingga ada tembok pembatas hubungan anatara ibu dan anak. Subordinasi Pada bagian subordinasi ini, salah satu peran dianggap lebih rendah daripada peran lainnya, telah diketahui, nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, telah memisahkan dan memilah-milah peran-peran gender, yaitu laki-laki dan perempuan. Perempuan dianggap bertanggung jawab dan memiliki peran dalam urusan domestik atau reproduksi, sementara laki-laki dalam urusan publik dan produksi. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan berikut. AuNi, ingin jadi seperti dia Romo, dia tokoh yang membuat Perempuan-perempuan seperti Yu bisa membaca huruf olandaAy Semua telinga yang mendengarnya mendadak berdecak kesal. Salamet mengibaskan tangannya seolah Tengah mendengar omong kosong. Busono menyeringai rasanya ingin sekali meninju sesuatu. Mungkin tembokAy (Khalieqy, 2. Berdasarkan kutipan data di atas terlihat bahwa terjadi diskriminasi gender yang menggangap Perempuan lebih rendah dari laki-laki. Keinginan Kartini untuk bisa mencapai Pendidikan dan menjadi seorang tokoh Pendidikan mendapat reaksi yang tidak baik dari kedua saudaranya Busono dan Selamat. Kedua saudaranya mengangap pernyatan kartini hanyalah sebuah omong kosong yang tidak akan terjadi. Stereotipe Diskriminasi Stereotipe dibuktikan dalam kutipan berikut. AuMeskipun sayang Ngasirah setinggi langit pada Kartini, dia tidak mendukung cita-cita Kartini untuk melanjutkan ke sekolah. Ngasirah merasa senang dan merasa nyaman jika Kartini lebih mengurusi poisisi Raden Ayunya. Kartini bisa paham mengapa sikap ibunya demikian. Ibunya hanya tak mau berkonflik dengan keluarga besarnyaAy (Khalieqy, 2. Diskriminasi gender terlihat sikap yang menempatkan perempuan pada posisi yang tidak penting muncul dari adanya anggapan bahwa perempuan itu emosional atau irasional sehingga perempuan tidak bisa mengambil perannya dalam mencapai cita-citanya. Hal itu ditunjukkan oleh sikap Ngasirah yang tidak mendukung cita-cita Kartini. Ngasirah lebih mengingnkan Kartini untuk menjadi raden Ayu yang hanya mengurusi rumah tangga dan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Perspektif Gender Dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy Dan Relevansinya Dengan Pengembangan Pembelajaran Sastra Menurut A. Samovar & E. Porter . alam Mulyana,2. stereotip adalah persepsi atau kepercayaan yang dianaut mengenai kelompok atau individu berdasarkan pendapat dan sikap yang lebih dulu terbentuk. Diskriminasi gender stereotipe ini terlihat dalam kondisi Ngasirah yang tidak mendukung cita-cita kartini. Hal tersebut karena kepercayaan, pendapat Ngasirah mengenai Perempuan-perempuan Jawa telah terbentuk sejak dulu. Bahwa Perempuan hanya bertugas mengurus rumah tangga dan harus meminggirkan Impian untuk menjadi pemimpin seperti lai-laki. Kekerasan Kekerasan terhadap perempuan ada dua bentuk yaitu kekerasan fisik dan kekeran Kekerasan fisik mengakibatkan luka hingga kematian, sedangkan kekerasan psikologis mengakibatkan trauma yang berkepanjangan. Hal ini akan dibuktikan dalam kutipan berikut. AuSuara tangis Kardinah makin mengeras. Hati Kartini sangat terpukul. Ingin rasanya menjawab perkataan ayahnya dan membela adiknya dari nasib yang memihaknya. Kardinah nyaris tak kuat bangkit dari duduknya, tetapi sekuat tenaga mencoba tabah dan kuatAy. (Khalieqy, 2. Pada data di atas terdapat Kardinah mendapatkan kekerasan psikologis dari ayahnya yang hendak menjodohkan kardinah dengan calon bupati pemalang yang sudah memilki istri dan banyak anak. kalimat Kardinah nyaris tak kuat bangkit dari duduknya, tetapi sekuat tenaga mencoba tabah dan kuat. Kalimat tersebut mempertegas bahwa kardinah mendapat kekerasan psikologis. Namun, kadrdinah hanya menangis dan memohon agar ayahnya membatalkan perjodohan tersebut. Namun, sang ayah tetap bersikukuh dengan pendiriannya karena untuk memenuhi perjanjian dan ikatan perjodohan itu sudah dilakukan dari kecil. Berdasarkan beberapa kutipan tersebut dapat diketahui bahwa perempuan masih mengalami diskriminasi gender dalam kehidupan. Ketimpangan gender terjadi karena tatanan sosial dan masyarakat masih dipengaruhi oleh faktor sejarah, lingkungan, tradisi, dan budaya yang didasari oleh paham patriarki sehingga menimbulkan diskriminasi terhadap perempuan. Patriarki menempatkan laki-laki sebagai pihak yang memegang kekuasaan utama dan lebih dominan dibandingkan dengan perempuan sehingga menyebabkan terjadinya penindasan dan eksploitasi terhadap perempuan(Sulistyowati. Patriarki membuat potensi dan ruang gerak yang dimiliki oleh perempuan di berbagai bidang menjadi terhambat dan terbatas (Gusmansyah, 2. Novel Kartini karya merupakan sebuah novel yang memilki banyak sekali diskriminasi gender. Diskriminasi gender umumnya terjadi pada semua tokoh perempuan yang ada dalam novel tersebut. Ngasirah yang merupakan ibu kandung Kartini mengalami disriminasi gender dari suami dan keluarganya. Tokoh Kartini juga menjadi korban diskriminasi gender yaitu mengharuskan kartini menjadi Perempuan jawa yang lemah lembut dan tidak melakukan pengajaran bagi anak-anak karena itu sudah menyalahi kodratnya sebagai Perempuan Jawa yang harus duduk manis di rumah dan mengurus rumah tangga. Kardinah adik kartini juga mengalami diskriminasi gender dan harus menuruti kemauan laki-laki dan terpaksa menuruti keinginan ayahnya untuk dijodohkan dengan laki-laki pilihan keluarga. Relevansi Perspektif Gander dalam Pengembangan Pembelajaran Sastra Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Perspektif Gender Dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy Dan Relevansinya Dengan Pengembangan Pembelajaran Sastra Kajian feminisme mengenai persepektif gender cukup relevan dengan pembelajaran di Tingkat sekolah menengah. Hal itu sesuai dengan capaian pembelajaran fase elemen F pada aspek membaca yaitu peserta didik mampu mengevaluasi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari membaca berbagai tipe teks . onfiksi dan fiks. di media cetak dan elektronik. Metode pembelajaran yang cocok dalam menjelaskan perspektif gender dalam pembelajaran sastra yaitu menggunakan Brainstorming. Brainstroming merupakan bentuk dari pengembangan metode diskusi. Diskusi adalah membahas suatu masalah oleh sejumlah anggota kelompok, setiap anggota kelompok bebas untuk menyumbangkan ide, saran, pendapat, informasi yang dimiliki, dan gagasan (Sutopo et al. Sementara itu, brainstroming atau sumbang saran menurut (Ampera, 2. adalah metode yang dapat membantu pengajaran sastra untuk mendapatkan suatu rumusan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Metode brainstorming ini memberikan peluang kepada siswa untuk berpikir analitis dan kreatif. Langkah-langkah pembelajaran yang dapat diterapkan dalam metode brainstroming ini adalah A Siswa membaca novel kartini karya Abidah El khalieqy A Guru mempengaruhi pikiran siswa, sehingga termotivasi untuk menjawab atau mengomentari masalah yang diajukan. Dalam hal ini siswa diajak untuk perlu memahami unsur-unsur pembangun sastra, berupa latar, alur, watak dan perwatakan, sudut pandang, tema dan amanat dan unsur ekstrinsik . alam memahami unsur ekstrinsik, pengajar mengajak siswa untuk mengevaluasi novel berdasarkan perspektif gender dalam novel kartin. A Masing masing siswa mengemukakan pendapat tentang permasalahan yang diajukan. siswa diminta mengemukakan ide terkait novel yang dibaca. diskriminasi perspektif gender yang terjadi pada tokoh perempuan yang mengalami diskriminasi gender seperti banyak aturan-aturan yang mengekang Perempuan, aturan di bidang pendidikan yaitu perempuan tidak boleh melanjutkan pendidikan, dan perempuan yang selalu memiliki kedudukan lebih rendah dibanding laki-laki. A Guru menampung semua pendapat dan ide siswa, dan belum mengomentari, lebihlebih mengambil kesimpulan pendapat yang diberikan oleh siswa tersebut. A Mengklasifikasi dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh siswa. Dalam hal ini, guru baru mengklasifikasikan ide-ide siswa yang berkaitan dengan novel seperti ide mengenai kesetraan gender, ide mengenai diskriminasi gender, dan ide pemecahan terkait diskriminasi gender dalam novel. A Mengambil kesimpulan sebagai pemecah masalah. Menyimpulkan pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan metode pembelajaran brainstroming. Maka, pembelajaran akan menjadi lebih menarik dan peserta didik mendapatkan pengetahuan dan wawasan serta menumbuh kembangan karakter/ budi peserta didik. Hal itu sesuai dengan (Djojosuroto, 2. yang menyatakan Pembelajaran sastra di sekolah bertujuan : . agar peserta didik dapat menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. agar peserta didik dapat menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia, atau agar peserta didik memperoleh pengetahuan yang mencakup: tentang sastra dengan berbagai teori, karya sastra, judul, dan nama pengarang, serta angkatan. agar peserta didik dapat berapresiasi dengan karya sastra, baik dalam kegiatan reseptif, produktif, ataupun reseptif produktif. pengajaran sastra dapat Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Perspektif Gender Dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy Dan Relevansinya Dengan Pengembangan Pembelajaran Sastra membentuk sikap peserta didik yang apresiatif dan kreatif terhadap karya sastra sekaligus membina bahasa secara umum. karya sastra juga dapat menumbuhkembangan karakter/ budi pekerti. Pemilihan karya sastra yang bermutu dalam pembelajaran di sekolah sangat bermanfaat bagi pendidikan karakter anak karena karya sastra pada hakikatnya adalah alat mengajarkan kehidupan, bahkan karya sastra dapat berfungsi sebagai cermin dan jendela pada masyarakat global. Jika peserta didik atau sudah mampu bersikap apresiatif terhadap karya sastra, mereka sekaligus juga mampu menangkap nilai-nilai dan amanat yang ada dalam karya tersebut. KESIMPULAN Berdasarkan temuan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan. Pertama, dalam novel Kartini karya Abidah El Khalieqy ditemukan beberapa diskriminasi gender yang dialami oleh tokoh-tokoh perempuan dalam novel. Diskriminasi gender yang ditemukan berupa marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan fisik, dan kekerasan. Kedua. Novel Kartini karya Abidah El Khalieqy merupakan novel yang cocok bagi pembelajaran Tingkat menengah karena novel mengajarkan mengenai pentingnya kesetaraan gender bagi Perempuan dengan menggunakan metode brainstroming. Selain itu, novel juga menggunakan bahasa yang menarik dan merupakan novel Sejarah yang dapat memotivasi siswa dalam memperjuangkan Pendidikan. REFERENSI