ICare : Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih. Vol. 6 No. 2 Tahun 2025 HUBUNGAN EFEKTIVITAS METODE HYBRID LEARNING DENGAN PERILAKU ICARE MAHASISWA STIKES PANTI RAPIH YOGYAKARTA Marcellino Michele Miensugandhi. Yulia Wardani. Margaretha Kurniastuti. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401. Pringwulung. Condongcatur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: michelemarcellino5@gmail. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401. Pringwulung. Condongcatur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401. Pringwulung. Condongcatur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. ABSTRAK Latar belakang: Teknologi dan jaringan internet telah menjadi bagian dari sistem pendidikan formal dan informal di masa sekarang dan masa depan. Model pembelajaran hybrid ini memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya meliputi peluang yang lebih besar untuk bersosialisasi, pemahaman materi yang lebih baik, penyegaran dalam proses belajar, serta peningkatan kualitas kesehatan baik fisik maupun mental. Di sisi lain, dampak negatifnya termasuk kesulitan dalam mengatur jadwal belajar harian dan ketergantungan yang tinggi terhadap perangkat jaringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasi dan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berjumlah 100 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner hybrid learning dan I-CARE. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik responden mendapatkan hasil persentase paling tinggi pada pada kategori usia 19 tahun sebanyak 38 orang . ,7%), pada kategori jenis kelamin perempuan sebanyak 60 orang . ,6%) dan pada kategori prodi Sarjana Keperawatan sejumlah 48 orang . ,6%). Sedangkan gambaran efektifitas metode hybrid learning mendapatkan hasil persentase paling tinggi pada kategori efektif sebanyak 34 responden . ,7%) dan gambaran perilaku I-CARE mendapatkan hasil persentase tertinggi pada kategori sangat baik sebanyak 32 responden . ,8%). Hasil uji SomerAod diperoleh p-value 0,614 . -value > 0. maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas metode hybrid learning dengan perilaku ICARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Disarankan bagi STIKes Panti Rapih prodi Sarjana Keperawatan dan Sarjana Gizi dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan penerapan metode pembelajaran hybrid learning dalam pembelajaran perkuliahan. Kata kunci: efektivitas, hybrid learning. ICARE, mahasiswa, perilaku Marcellino Michele Miensugandhi. Yulia Wardani . Margaretha Kurniastuti Hubungan Efektivitas Metode Hybrid Learning dengan Perilaku I-Care Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta ABSTRACT Background: Technology and the internet have become integral parts of both formal and informal education systems in the present and future. This hybrid learning model has both positive and negative The positive impacts include greater opportunities for socializing, better understanding of the material, a refreshing learning process, and improvements in physical and mental health. On the other hand, the negative impacts include difficulties in managing daily study schedules and a high dependency on network devices. Objective: This study aims to examine the relationship between the hybrid learning method and the I-CARE behavior of students at STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Methods: This research design uses a quantitative approach with a descriptive correlational research method and cross-sectional design. Sampling was done using purposive sampling technique, involving 100 The instruments used in the study were the hybrid learning questionnaire and I-CARE. Results: The study results showed that the respondent characteristics with the highest percentage were in the age category of 19 years old, with 38 respondents . 7%), in the female gender category with 60 respondents . 6%), and in the Nursing Bachelor's program category with 48 respondents . 6%). terms of the effectiveness of the hybrid learning method, the highest percentage was in the effective category, with 34 respondents . 7%), while the I-CARE behavior category with the highest percentage was in the very good category, with 32 respondents . 8%). The Somer's test yielded a p-value of 0. -value > 0. , indicating that there is no significant relationship between the effectiveness of the hybrid learning method and I-CARE behavior among students at STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Conclusion: There is no significant relationship between the effectiveness of the hybrid learning method and I-CARE behavior among students at STIKes Panti Rapih Yogyakarta. It is recommended that the Nursing and Nutrition Bachelor's programs at STIKes Panti Rapih consider the implementation of hybrid learning methods in their teaching processes. Keywords: effectiveness, hybrid learning. I-CARE, students, behavior PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk pengetahuan, keterampilan, dan karakter individu. Perkembangan teknologi informasi mendorong institusi pendidikan untuk beradaptasi melalui pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, khususnya di perguruan Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah penerapan hybrid learning, yaitu model pembelajaran yang mengombinasikan pembelajaran daring dan luring secara terintegrasi (Hendrayati & Pamungkas, 2. Model ini dinilai efektif dalam mendukung pembelajaran berbasis kompetensi apabila diimplementasikan secara terencana dan konsisten (Dwijonagoro & Suparno, 2. Namun, penerapan hybrid learning juga menghadirkan tantangan, terutama ketika terjadi perubahan jadwal yang dinamis antara pembelajaran daring dan luring. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keterlibatan mahasiswa dan internalisasi nilai-nilai institusional. Di STIKes Panti Rapih, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter melalui nilai I-CARE. Ketidakefektifan pelaksanaan hybrid learning ICare : Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih. Vol. 6 No. 2 Tahun 2025 dikhawatirkan dapat menghambat penerapan perilaku I-CARE dalam proses pembelajaran, seperti partisipasi aktif, sikap saling menghargai, dan pemanfaatan inovasi pembelajaran secara optimal. Sebagai dasar perumusan masalah, peneliti melakukan studi pendahuluan pada mahasiswa tingkat IV Program Studi Sarjana Keperawatan dan Sarjana Gizi STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Studi pendahuluan dilakukan menggunakan survei deskriptif sederhana melalui kuesioner dan observasi awal terhadap pelaksanaan pembelajaran hybrid. Dari total populasi 137 mahasiswa, diperoleh gambaran bahwa 97,8% mahasiswa mengikuti pembelajaran hybrid. Namun, hanya 41,2% mahasiswa yang menilai pelaksanaan hybrid learning berjalan efektif. Selain itu, sebesar 23,4% mahasiswa dilaporkan belum sepenuhnya menerapkan perilaku I-CARE dalam konteks pembelajaran hybrid. Temuan awal tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara implementasi hybrid learning dan penerapan nilai I-CARE pada mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk mengkaji hubungan antara pembelajaran hybrid dan perilaku I-CARE pada mahasiswa STIKes Panti Rapih, guna memastikan bahwa inovasi pembelajaran yang diterapkan tetap sejalan dengan tujuan pembentukan karakter lulusan tenaga kesehatan yang profesional dan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di STIKes Panti Rapih Yogyakarta pada tanggal 30 JuliAe 4 Agustus 2024. Sampel penelitian sebanyak 100 responden diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan dan Sarjana Gizi tingkat I yang mengikuti pembelajaran hybrid learning serta bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi meliputi mahasiswa di luar STIKes Panti Rapih, mahasiswa yang belum pernah mengikuti pembelajaran hybrid learning, serta responden yang menolak berpartisipasi dalam penelitian. Instrumen penelitian berupa kuesioner hybrid learning dan kuesioner I-CARE. Kuesioner hybrid learning telah melalui uji validitas dan reliabilitas dengan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,870, sedangkan kuesioner I-CARE memiliki nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,960, yang menunjukkan reliabilitas sangat baik. Data dianalisis menggunakan uji SomerAos untuk mengetahui Marcellino Michele Miensugandhi. Yulia Wardani . Margaretha Kurniastuti Hubungan Efektivitas Metode Hybrid Learning dengan Perilaku I-Care Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta hubungan antara metode hybrid learning dan perilaku I-CARE pada mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta. HASIL PENELITIAN Tabel 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteristik Responden Di STIKes Panti Rapih Yogyakarta pada 30 Juli-4 Agustus 2024 . Karakteristik Responden Kelompok Prodi Jenis kelamin Usia Sarjana Gizi Sarjana Keperawatan Total Perempuan Laki-laki Total 18 tahun 19 tahun 20 tahun 21 tahun Total Sumber: Data Primer . Berdasarkan Tabel 1, mayoritas responden berasal dari Program Studi Sarjana Keperawatan . ,6%), sedangkan sisanya berasal dari Program Studi Sarjana Gizi . ,4%). Komposisi ini mencerminkan proporsi mahasiswa di STIKes Panti Rapih Yogyakarta, di mana jumlah mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan memang lebih besar dibandingkan Program Studi Sarjana Gizi. Perbedaan proporsi ini tidak diperkirakan memengaruhi hasil penelitian karena kedua program studi menerapkan metode hybrid learning pada mata kuliah yang sama, seperti literasi digital dan big data kesehatan. Dari segi jenis kelamin, sebagian besar responden adalah perempuan . ,6%). Temuan ini sejalan dengan karakteristik pendidikan di bidang kesehatan, khususnya keperawatan dan gizi. ICare : Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih. Vol. 6 No. 2 Tahun 2025 yang secara umum didominasi oleh mahasiswa perempuan. Dominasi responden perempuan dalam penelitian ini merepresentasikan kondisi populasi mahasiswa STIKes Panti Rapih dan tidak menjadi faktor pembeda utama dalam analisis hubungan metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE. Berdasarkan usia, mayoritas responden berusia 19 tahun . ,7%), yang menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada fase transisi dari remaja akhir menuju dewasa awal. Pada tahap perkembangan ini, mahasiswa masih berada dalam proses adaptasi terhadap lingkungan dan tuntutan perkuliahan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pola belajar, kedisiplinan, serta sikap dan perilaku dalam mengikuti pembelajaran hybrid learning. Oleh karena itu, karakteristik usia ini menjadi konteks penting dalam memahami perilaku mahasiswa terkait penerapan nilainilai I-CARE. Tabel 2 Distribusi Efektivitas Metode Hybrid Learning Mahasiswa Di STIKes Panti Rapih Yogyakarta pada 30 Juli-4 Agustus 2024. Efektivitas metode hybrid Tidak efektif Efektif Total Sumber: Data Primer . Berdasarkan tabel 2 menyatakan bahwa persepsi mahasiswa terhadap efektivitas metode hybrid learning menunjukkan distribusi yang relatif seimbang, dengan 50,7% responden menilai metode ini efektif dan 49,3% menilai tidak efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun hybrid learning telah diterapkan pada mata kuliah literasi digital dan big data kesehatan, tingkat penerimaan mahasiswa masih beragam. Proporsi penilaian yang hampir sama antara kategori efektif dan tidak efektif mengindikasikan bahwa efektivitas hybrid learning belum dirasakan secara optimal oleh seluruh Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kesiapan teknologi, pengalaman belajar sebelumnya, serta preferensi gaya belajar individu. Temuan ini sejalan dengan pendapat Setiawan . yang menyatakan bahwa efektivitas metode pembelajaran sangat dipengaruhi oleh minat dan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Marcellino Michele Miensugandhi. Yulia Wardani . Margaretha Kurniastuti Hubungan Efektivitas Metode Hybrid Learning dengan Perilaku I-Care Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta Meskipun demikian, lebih dari setengah responden menilai hybrid learning efektif, yang menunjukkan potensi metode ini dalam mendukung proses pembelajaran yang fleksibel dan Hasil ini sejalan Tabel 3 Distribusi Perilaku I-CARE Mahasiswa Di STIKes Panti Rapih Yogyakarta pada 30 Juli-4 Agustus 2024 . Perilaku I-CARE Cukup Baik Baik Sangat Baik Istimewa Total Sumber: Data Primer . Berdasarkan Tabel 3 menyatakan bawha mayoritas mahasiswa menunjukkan perilaku ICARE pada kategori sangat baik . ,8%) dan istimewa . ,9%). Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai-nilai I-CARE telah terinternalisasi dengan cukup baik dalam perilaku mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Nilai-nilai tersebut berperan dalam membentuk sikap profesional, empati, dan tanggung jawab mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan. Temuan ini sejalan dengan pandangan Triwibowo . yang menyatakan bahwa perilaku merupakan hasil internalisasi nilai yang tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Meskipun demikian, variasi tingkat perilaku I-CARE masih terlihat, yang menunjukkan bahwa internalisasi nilai belum sepenuhnya seragam pada seluruh mahasiswa. Perbedaan ini dapat dipengaruhi oleh faktor individu seperti motivasi, kesiapan belajar, serta konteks pembelajaran, termasuk penerapan metode hybrid learning. Oleh karena itu, penguatan nilai I-CARE secara berkelanjutan tetap diperlukan agar perilaku mahasiswa semakin konsisten dengan nilai-nilai yang diharapkan oleh institusi. ICare : Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih. Vol. 6 No. 2 Tahun 2025 Tabel 4 Hubungan Efektivitas Metode Hybrid Learning Terhadap Perilaku I-CARE Mahasiswa Di STIKes Panti Rapih Yogyakarta pada 30 Juli-4 Agustus 2024 . Efektivitas Perilaku I-CARE Total P-value hybrid learning Cukup Sangat Istimewa Baik Baik Tidak Efektif Efektif 0,058 Sumber: Data Primer . Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan bahwa hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas metode hybrid learning dan perilaku ICARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta . -value = 0,614. p > 0,. Temuan ini mengindikasikan bahwa persepsi mahasiswa terhadap efektivitas hybrid learning tidak secara langsung berhubungan dengan tingkat perilaku I-CARE yang ditampilkan. PEMBAHASAN Tidak ditemukannya hubungan signifikan menunjukkan bahwa perilaku I-CARE mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh metode pembelajaran yang digunakan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Perilaku mahasiswa merupakan hasil dari proses internalisasi nilai yang kompleks, yang melibatkan faktor individu dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan pandangan Sunaryo . dan Riyanti dkk. yang menyatakan bahwa perilaku dipengaruhi oleh aspek psikologis, lingkungan sosial, pendidikan, budaya, serta pengalaman personal. Selain itu, nilai-nilai I-CARE merupakan karakter institusional yang ditanamkan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, sehingga tidak semata-mata terbentuk dari satu metode pembelajaran tertentu. Dengan demikian, meskipun hybrid learning berperan dalam mendukung proses pembelajaran, pembentukan perilaku I-CARE lebih dipengaruhi oleh konsistensi pembinaan karakter, keteladanan pendidik, serta lingkungan akademik secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan perilaku I-CARE memerlukan pendekatan holistik yang tidak hanya berfokus pada metode pembelajaran, tetapi juga pada pengembangan lingkungan pendidikan yang mendukung internalisasi nilai secara menyeluruh. Marcellino Michele Miensugandhi. Yulia Wardani . Margaretha Kurniastuti Hubungan Efektivitas Metode Hybrid Learning dengan Perilaku I-Care Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang berjudul hubungan efektivitas metode hybrid learning terhadap perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta didapatkan kesimpulan yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas metode hybrid learning dengan perilaku ICARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta dengan nilai p-value 0,614 . -value > 0. dapat melakukan penelitian terkait faktor penyebab perilaku dalam pembelajaran hybrid learning. DAFTAR PUSTAKA