Magistrorum Et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 192 - 201 P-ISSN: 2722-9270 edu/jms Jus AuMesemAy (Mentimun. Seledri. Lemon. Mad. Sebagai Pencegahan Hipertensi Elisa Esa Naftalina1 Rosiana Eva Rayanti2*1 Indah Setyawati3 Bethania Clara Marpaung4 Debora Kristina Batsira5 Jonathan Sandy Pratama6 Matan Mirin7 Simeon Apintamon8 Program Studi Ilmu Keperawatan. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Kristen Satya Wacana1,2,4-8 Puskesmas Cebongan. Salatiga3 ARTICLE INFO Article history: Received 13-11-2024 Revised 4-12-2024 Accepted 7-2-2025 Key words: Edukasi Kesehatan. Hipertensi. Jus. Lemon. Madu. Mentimun. Seledri DOI: 24246/jms. ABSTRACT Hypertension is when systolic blood pressure reaches or exceeds 140 mmHg, and diastolic blood pressure reaches or exceeds 90 mmHg when measured at a health care facility. In 2021, there were 69,247 cases of hypertension in Salatiga City, but only 20,310 cases received health services. This community engagement aims to promote health promotion related to hypertension and how to prevent hypertension with MESEM juice. MESEM juice has four ingredients: cucumber, celery, lemon, and honey. Through questionnaires distributed to the participants, we found that 39 out of 40 . 5%) respondents agreed that this hypertension health promotion activity and MESEM juicemaking demonstration increased their knowledge of hypertension and their interest in preventing hypertension by making MESEM juice at home. With this health promotion, the community will be able to prevent hypertension in an easy way, and their own family can start it. ABSTRAK Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai atau lebih dari 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik mencapai atau lebih dari 90 mmHg saat diukur di fasilitas pelayanan kesehatan. Pada tahun 2021, tercatat sebanyak 69. 247 namun, kasus hipertensi di Kota Salatiga hanya 310 kasus yang mendapat pelayanan kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat terkait hipertensi dan cara mencegah hipertensi dengan jus MESEM. Jus MESEM dibuat dari 4 bahan yaitu mentimun, seledri, lemon dan Melalui kuesioner yang dibagikan kepada peserta promosi kesehatan, ditemukan bahwa 39 dari 40 . 5%) responden menyetujui bahwa kegiatan promosi kesehatan hipertensi dan demonstrasi pembuatan jus MESEM ini meningkatkan pengetahuan mereka terkait hipertensi dan meningkatkan minat mereka untuk mencegah hipertensi dengan membuat jus MESEM di rumah. Dengan adanya promosi kesehatan ini, masyarakat akan mampu untuk *Corresponding Author: rosiana. evarayanti@uksw. Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 192-201 mencegah hipertensi dengan cara yang mudah dan dapat dimulai dari keluarga masing-masing. PENDAHULUAN Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai atau lebih dari 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik mencapai atau lebih dari 90 mmHg saat diukur di fasilitas pelayanan kesehatan. Pada tahun 2021, tercatat sebanyak 69. 247 kasus hipertensi di Kota Salatiga, namun hanya 20. 310 kasus yang mendapatkan pelayanan kesehatan (Dinas Kesehatan Salatiga, 2. Selama periode 1 September hingga 30 September 2024, tercatat sebanyak 236 warga yang mengalami hipertensi di Puskesmas Cebongan. Berdasarkan data tersebut, dari total 2. 681 warga yang mengunjungi Puskesmas Cebongan, sekitar 8% warga Puskesmas Cebongan didiagnosis menderita hipertensi. Sementara itu, di Posyandu ILP (Posyandu Integrasi Layanan Prime. 1 Cebongan, data menunjukkan bahwa 52% dari total 91 lansia yang terdaftar mengalami hipertensi, sumber ini didapatkan langsung dari Puskesmas Cebongan. Secara umum, hipertensi sering terjadi pada kelompok lanjut usia, namun kelompok usia produktif . -54 tahu. juga memiliki risiko mengalami hipertensi karena pengaruh pola hidup dan juga genetik (Agustina et al. , 2. Usia produktif berisiko terkena hipertensi karena pada fase ini, individu sering dihadapkan pada berbagai kesibukan, baik pekerjaan maupun aktivitas lainnya (Kasumayanti et al. , 2. Selain itu, perubahan gaya hidup di usia produktif juga dapat memicu peningkatan penyakit degeneratif, termasuk hipertensi. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan prevalensi hipertensi pada kelompok usia produktif dan lansia adalah tingginya tingkat kesibukan dan gaya hidup yang tidak sehat, yang pada gilirannya meningkatkan risiko hipertensi. Rendahnya perilaku hidup sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik, kurangnya konsumsi buah dan sayur, kebiasaan merokok, kebiasaan minuman beralkohol, serta pola makan yang tidak baik, seperti tinggi garam dan lemak, merupakan beberapa aspek gaya hidup yang berkontribusi terhadap hipertensi, termasuk di kalangan kelompok usia produktif (Rahmi et al. , 2. Ada dua metode untuk menurunkan tekanan darah, yaitu metode farmakologis . enggunakan oba. dan non-farmakologis . anpa oba. Obat anti-hipertensi terbukti efektif dalam mengontrol tekanan darah, namun sumber daya nabati juga dapat dimanfaatkan untuk tujuan tersebut. Beberapa sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mengontrol tekanan darah antara lain buah-buahan dan sayur-sayuran yang kaya serat, vitamin, dan mineral. Pemberian jus mentimun terhadap lansia efektif menurunkan hipertensi (Christine et al. , 2. Terapi non-farmakologi melalui pemberian jus dapat mempengaruhi tekanan darah (Putri et , 2. Pemberian jus seledri, jeruk, dan pepaya juga efektif menurunkan hipertensi (Momongan et al. , 2. Mentimun mengandung kalium, magnesium dan fosfor serta memiliki sifat diuretik karena kandungan airnya yang tinggi. Sementara itu, seledri mengandung flavonoid dan phthalides, dan madu memiliki efek asetilkolin. Kandungan dalam mentimun, seledri, dan madu memiliki sifat anti-hipertensi yang dapat menurunkan dan menstabilkan tekanan darah (Asadha, 2021. Nurhidayat, 2020. Rauf et al, 2. Program promosi kesehatan dapat digunakan sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit hipertensi di masyarakat. Edukasi kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mengikuti manajemen hipertensi yang disarankan, sehingga tekanan darah dapat terkontrol risiko komplikasi dapat dihindari. Tujuan promosi kesehatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai hipertensi dan pendekatan penanganannya secara non-farmakologis, seperti dengan mengonsumsi jus MESEM. Jus MESEM terbuat dari bahan-bahan alami yaitu mentimun, seledri, lemon dan madu. Kandungan dalam bahan-bahan tersebut merupakan cara alternatif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. JUS AuMESEMAy (MENTIMUN. SELEDRI. LEMON. MADU) SEBAGAI PENCEGAHAN HIPERTENSI (Elisa Esa Naftalina. Rosiana Eva Rayanti. Indah Setyawati. Bethania Clara Marpaung. Debora Kristina Batsira. Jonathan Sandy Pratama. Matan Mirin. Simeon Apintamo. APromosi kesehatan: Pencegahan Hipertensi dengan CERDIK ADemontrasi pembuatan Jus MESEM APeserta mencicipi jus MESEM ASesi tanya-jawab Penutupan APemasangan banner dan proyektor APeserta mengisi daftar APemberian leaflet tentang pencegahan hipertensi dan cara membuat Jus MESEM Pelaksanaan Persiapan METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari magang mahasiswa keperawatan yang mengikuti kuliah praktek lapangan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Satya Wacana. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Oktober 2024 di Posyandu ILP 1A dan Minggu, 13 Oktober 2024 di Posyandu ILP 1B Cebongan. Peserta dari kegiatan promosi kesehatan kepada masyarakat adalah masyarakat yang mengikuti pemeriksaan kesehatan di Posyandu ILP 1A dan 1B Cebongan. Sesi promosi kesehatan mahasiswa keperawatan dilaksanakan pada pukul 08. 30 WIB hingga pukul 09. WIB. Dalam kegiatan promosi kesehatan ini, mahasiswa dibantu oleh kader, pembimbing klinik dan dosen keperawatan sebagai pembimbing. Peserta sebanyak 40 orang dengan usia produktif dan lansia. Selama berlangsungnya kegiatan, tim penyuluh memberikan edukasi menggunakan media powerpoint, leaflet, dan banner terkait pengetahuan Hipertensi dan jus MESEM lalu melakukan demontrasi pembuatan jus MESEM (Mentimun. Seledri. Lemon dan Mad. Materi yang diberikan saat penyuluhan antara lain pengertian, tanda dan gejala, penyebab, pencegahan, manfaat, dan cara mencegah hipertensi dengan CERDIK dengan meminum jus MESEM. Kemudian evaluasi terhadap hasil promosi kesehatan dan demonstrasi yang telah dilakukan dengan menyebarkan kuesioner (Gambar . APengisian kuisioner ATestimoni peserta ADokumentasi Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Promosi Kesehatan HASIL DAN PEMBAHASAN Acara promosi kesehatan diawali dengan melakukan penyuluhan tentang pengertian hipertensi, tanda dan gejala hipertensi, penyebab hipertensi dan cara pencegahan hipertensi dengan metode CERDIK (Gambar 2 dan . CERDIK adalah gerakan hidup sehat yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk pencegahan penyakit tidak menular seperti penyakit pembuluh darah, penyakit metabolik dan jantung dan penyakit ginjal. Adapun singkatan kata CERDIK ini terdiri dari Cek kesehatan secara berkala. Enyahkan asap rokok. Rajin aktifitas fisik/ olahraga. Diet sehat dan seimbang. Istirahat cukup, dan Kelola stres (Kemenkes RI, 2. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa pemberian promosi kesehatan untuk mencegah hipertensi dengan metode CERDIK dapat berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi (Wulandari, 2023. Hidayat et al. , 2. Promosi kesehatan dilakukan dengan media edukasi berupa power point dan lefleat tentang penyakit hipertensi dan pembuatan jus MESEM (Gambar 3 dan . Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 192-201 Gambar 2. Pemaparan Materi Gambar 3. Masyarakat Mendengarkan Materi JUS AuMESEMAy (MENTIMUN. SELEDRI. LEMON. MADU) SEBAGAI PENCEGAHAN HIPERTENSI (Elisa Esa Naftalina. Rosiana Eva Rayanti. Indah Setyawati. Bethania Clara Marpaung. Debora Kristina Batsira. Jonathan Sandy Pratama. Matan Mirin. Simeon Apintamo. Gambar 4. Media Edukasi berupa PPT Gambar 5. Media Edukasi berupa Leaflet Tabel 1. menunjukkan mayoritas responden berusia di atas 60 tahun . 0%), berjenis kelamin perempuan . 5%), pendidikan tamatan SMA/SMK . 5%) dan memiliki pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga . 0%). Hipertensi dapat menyerang berbagai kelompok usia, namun paling umum terjadi pada orang dewasa yang berusia 35 tahun ke atas serta lanjut usia. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan alami pada jantung, pembuluh darah, dan sistem hormonal seiring bertambahnya usia. Namun, apabila perubahan tersebut dipengaruhi oleh faktor risiko tambahan, maka risiko hipertensi akan meningkat (Christine et al. , 2. Jenis kelamin perempuan lebih sensitif terhadap kondisi kesehatannya dan juga perempuan lebih rentan terkena penyakit dari pada laki-laki. Oleh karena itu, jenis kelamin perempuan cenderung lebih rajin dan aktif dalam mengikuti program pembinaan kesehatan yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan setempat (Sintia et al. , 2. Penelitian lain oleh Wahidin juga menunjukkan bahwa pekerjaan ibu rumah tangga adalah yang paling rajin mengunjungi fasilitas kesehataan dan berpartisipasi dalam program kesehatan dibanding dengan ibu yang memiliki pekerjaan tetap seperti pegawai swasta atau PNS (Wahidin et al. , 2. Indikator Usia <60 tahun >60 tahun Jenis Kelamin Perempuan Laki-Laki Pendidikan SMA/SMK SMP Pekerjaan IRT Karyawan Swasta Pedagang Buruh Pensiunan Tabel 1. Profil Peserta f . Setelah memberikan materi penyuluhan, maka dilakukan demonstrasi pembuatan jus MESEM. Proses demonstrasi melibatkan salah satu peserta yaitu seorang lansia perempuan yang mengatakan memiliki riwayat hipertensi. Cara pembuatan jus MESEM dilakukan dengan menyiapkan alat untuk membuat jus yaitu blender. Kemudian, siapkan bahan jus MESEM yaitu mentimun, seledri dan lemon yang sudah dicuci dengan air mengalir. Potong-potong dadu mentimun dan potong seledri sepanjang 2-3cm agar lebih mudah hancur saat diblender. Masukkan mentimun dan seledri ke dalam blender, tambahkan 1-2 iris lemon dan peras airnya. Selanjutnya tambahkan madu sebanyak 1-2 sendok makan dan air secukupnya agar jus memiliki konsistensi yang pas dan tidak terlalu kental. Blender semua bahan tersebut hingga halus dan jus MESEM siap disajikan. Peserta mengikuti acara dengan antusias, bahkan peserta mencicipi jus yang telah dibuat (Gambar 6 dan . Peserta mengatakan resep yang digunakan dalam pembuatan jus Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 192-201 MESEM segar dan enak, hanya saja untuk takaran air, dan madu serta lemon mungkin bisa berbeda setiap orang sesuai dengan selera masing-masing. Lalu mahasiswa membagikan lembar kuesioner dan membantu peserta mengisi lembar kuesioner tersebut (Gambar . Gambar 6. Proses Pembuatan Jus MESEM Gambar 7. Lansia Mencoba Jus MESEM Gambar 8. Pengisian Kuesioner Pada akhir kegiatan, satu peserta lansia yang telah mencicipi jus MESEM pun memberikan testimoni. Lansia A mengatakan AuSaya senang ada acara penyuluhan seperti ini karena saya mendapat ilmu lebih tentang hipertensi untuk kesehatan saya sendiri. Jus timunnya segar tapi rasa dan bau seledrinya sangat kuat ya, mungkin kalau saya nanti bisa ditambah dengan buah dan sayur lain seperti wortel atau tomat. Kebetulan saya memiliki riwayat hipertensi, nanti saya coba buat jus timun lagi dirumah dicampur dengan sayur dan buah yang ada di rumahAy. Testimoni yang diberikan adalah respon terhadap kegiatan promosi kesehatan yang telah dilakukan dan jus MESEM sebagai pencegahan hipertensi. Hasilnya, lansia yang memberikan testimoni mengatakan bahwa acara promosi kesehatan sangat membantu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai hipertensi dan jus MESEM sebagai mencegah hipertensi. Kegiatan diakhiri dengan melakukan foto bersama seluruh peserta promosi kesehatan (Gambar . Gambar 9. Foto bersama Tim Promosi Kesehatan dan Peserta Tabel 2. Tingkat Pengetahuan Setelah Promosi Kesehatan Pernyataan Benar Nama lain dari tekanan darah tinggi adalah hipertensi Salah JUS AuMESEMAy (MENTIMUN. SELEDRI. LEMON. MADU) SEBAGAI PENCEGAHAN HIPERTENSI (Elisa Esa Naftalina. Rosiana Eva Rayanti. Indah Setyawati. Bethania Clara Marpaung. Debora Kristina Batsira. Jonathan Sandy Pratama. Matan Mirin. Simeon Apintamo. Pernyataan Dikatakan penyakit hipertensi jika tekanan darah tidak lebih dari 140/90 mmHg Cara pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan metode CERDIK Merokok bukan penyebab hipertensi Nama jus yang disarankan untuk mengurangi tekanan darah tinggi adalah jus MESEM Bahan membuat jus MESEM adalah mentimun, seledri, dan madu Benar Salah Untuk mengetahui dampak dari promosi kesehatan, maka Tabel 2. menunjukkan bahwa seluruh responden mengetahui istilah hipertensi nama lain tekanan darah tinggi dan metode CERDIK untuk mencegah terjadi peningkatan tekanan darah. Sebanyak 97. 50% responden pun mengenali jus MESEM yang terbuat dari mentimun, seledri dan madu untuk menurunkan kadar tekanan darah dalam tubuh. Selanjutnya, pada dua pernyataan negatif pada nomor dua dan empat banyak responden yang memberikan jawaban salah. Sebesar 70% responden mengetahui bahwa hipertensi jika kadar tekanan darah tinggi jika di atas 140/90 mmHg. Namun, sebesar 67. 50% tidak mengetahui merokok dapat menyebabkan hipertensi. Pada saat penyuluh menerangkan materi terkait penyebab hipertensi, salah satu peserta promosi kesehatan juga menanggapi dengan berkata bahwa AuSuami saya sering merokok itu membuat anak-anak dan cucu kadang sampai sakit batuk-batuk dan dia sendiri juga batuk. Sudah saya bilangi untuk berhenti merokok karena merokok bisa menyebabkan banyak penyakit, tetapi saya tidak didengarAy. Saat kegiatan, peserta membawa anak karena ikut pemeriksaan dalam ILP sehingga besar kemungkinan responden cenderung menjawab dengan pilihan yang sama untuk semua pernyataan sehingga jawaban pun menjadi salah pada dua pernyataan tersebut. Padahal dalam penelitian Jasmin, definisi dari hipertensi sendiri adalah keadaan saat tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan sistolik lebih dari 90 mmHg, serta merokok termasuk dalam salah satu faktor resiko penyebab hipertensi, disusul dengan konsumsi garam berlebih, kurangnya aktifitas fisik dan obesitas (Jasmin et al. , 2. Tabel 3. Kebermanfaatan Promkes Pernyataan Apakah promosi kesehatan terkait hipertensi ini membantu meningkatkan pengetahuan anda tentang hipertensi? Apakah anda sudah memahami cara membuat jus MESEM? Apakah anda akan mencoba membuat jus MESEM di rumah? Tidak Tabel 3 menunjukkan lebih dari 92. 5% responden merasa bahwa kegiatan promosi kesehatan yang diberikan menambahkan pemahaman tentang hipertensi, memberikan informasi cara pembuatan jus MESEM dan tertarik membuat jus MESEM di rumah. Penurunan tekanan darah dapat dicapai melalui terapi non-farmakologis, salah satunya dengan mengonsumsi jus MESEM . entimun, seledri, lemon, dan mad. Jus ini efektif dalam menurunkan tekanan darah karena kandungan kalium pada mentimun yang dapat menghambat Sistem Renin Angiotensin. Penghambatan ini juga mengurangi sekresi aldosteron sehingga menghambat reabsorpsi natrium dan air di tubulus ginjal. Mekanisme ini pada akhirnya meningkatkan diuresis, mengurangi volume darah, dan menurunkan tekanan darah (Christine et al. , 2. Kalium berfungsi penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan asam basa dalam tubuh. Selain itu, kalium memiliki peran dalam transmisi saraf, relaksasi otot, serta berfungsi sebagai katalis dalam berbagai reaksi biologis, terutama dalam metabolisme energi serta sintesis glikogen dan protein. Mentimun juga memiliki sifat diuretik Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 192-201 yang tinggi karena kandungan airnya yang tinggi, kandungan kalium dalam mentimun pun dapat membantu menurunkan tekanan darah. Selain kalium, mentimun juga mengandung fosfor, asam folat, dan vitamin C, yang bermanfaat dalam mengurangi ketegangan atau stres (Ismatullah et al. , 2. Selain mentimun, daun seledri juga dapat dimanfaatkan untuk mengontrol tekanan darah tinggi, baik dengan cara direbus maupun dijadikan jus. Seledri sangat bermanfaat bagi penderita hipertensi. Berdasarkan penelitian Pratiwi, daun seledri mengandung senyawa aktif bernama AuapigeninAy, yang efektif dalam menurunkan tekanan darah dengan mekanisme kerja yang mirip dengan angiotensin dan manitol, yang berfungsi sebagai zat anti-diuretik. Selain itu, batang dan daun seledri juga mengandung nitrat, yang merupakan senyawa dengan sifat anti-hipertensi yang dapat membantu mengurangi tekanan darah secara alami (Pratiwi et al. Lemon juga memiliki potensi untuk menurunkan tekanan darah pada individu yang menderita hipertensi. Kandungan flavonoid pada lemon berperan sebagai antioksidan yang efektif dalam menangkal radikal bebas, mencegah kanker, serta menghambat oksidasi LDL, sehingga dapat mencegah penyakit jantung, stroke, dan hipertensi. Selain itu, vitamin C dalam lemon berfungsi sebagai senyawa antikarsinogenik, anti-penyakit kardiovaskular (CVD), antihiperglikemia, anti-alergi, antimikroba, antidepresan, dan analgesik (Handayani et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Musyaddadah. Darni, dan Fatimah menyatakan bahwa madu juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Kandungan flavonoid dalam madu, yang berkisar antara 3,80 - 33,46 mg per 100 g, berbanding lurus dengan aktivitas Flavonoid berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah serta memperbaiki fungsi endotel pada penderita hipertensi. Flavonoid dalam madu juga mampu menghambat aktivitas Angiotensin I Converting Enzyme (ACE), yang berperan dalam pembentukan Angiotensin II, yang menjadi penyebab utama penyempitan pada pembuluh darah (Musyayyadah et al. , 2. SIMPULAN Adanya kegiatan promosi kesehatan terkait hipertensi dan cara mencegah hipertensi melalui pembuatan jus MESEM ini berhasil menarik minat masyarakat RW 1 Cebongan. Sebanyak 39 responden dari total 40 orang menyetujui bahwa kegiatan promosi kesehatan dan demonstrasi pembuatan jus MESEM ini bermanfaat dan meningkatkan pengetahuan terkait Mentimun, seledri, lemon dan madu menjadi alternatif untuk mencegah hipertensi di rumah. Promosi kesehatan ini menjabarkan pencegahan hipertensi dapat menggunakan bahan sederhana yang dapat temui di rumah atau di lingkungan sekitar. DAFTAR PUSTAKA